لقمان
Luqman
Luqman Makkiyah
Memuat audio qari…
الٓمٓ alif-lam-meem Alif laam miim
Alif Lām Mīm 1
تِلْكَ til'ka inilah ءَايَـٰتُ āyātu ayat-ayat ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al kitab ٱلْحَكِيمِ l-ḥakīmi mengandung hikmah
Inilah ayat-ayat Al-Qur`ān yang mengandung hikmat,
هُدًۭى hudan petunjuk وَرَحْمَةًۭ waraḥmatan dan rahmat لِّلْمُحْسِنِينَ lil'muḥ'sinīna bagi orang-orang yang berbuat kebaikan
menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُقِيمُونَ yuqīmūna mereka mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَيُؤْتُونَ wayu'tūna dan mereka menunaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat وَهُم wahum dan mereka بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati pada akhirat هُمْ hum mereka يُوقِنُونَ yūqinūna mereka meyakini
(yaitu) orang-orang yang mendirikan salat, menunaikan zakat, dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu عَلَىٰ ʿalā mendapat/atas هُدًۭى hudan petunjuk مِّن min dari رَّبِّهِمْ ۖ rabbihim Tuhan mereka وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung
Mereka itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan-nya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
وَمِنَ wamina dan diantara ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia مَن man orang yang يَشْتَرِى yashtarī membeli لَهْوَ lahwa sia-sia ٱلْحَدِيثِ l-ḥadīthi cerita/pembicaraan لِيُضِلَّ liyuḍilla untuk menyesatkan عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa عِلْمٍۢ ʿil'min ilmu pengetahuan وَيَتَّخِذَهَا wayattakhidhahā dan dia menjadikannya هُزُوًا ۚ huzuwan olok-olok أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun azab مُّهِينٌۭ muhīnun yang hina
Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila تُتْلَىٰ tut'lā dibacakan عَلَيْهِ ʿalayhi kepadanya ءَايَـٰتُنَا āyātunā ayat-ayat Kami وَلَّىٰ wallā dia berpaling مُسْتَكْبِرًۭا mus'takbiran menyombongkan diri كَأَن ka-an seakan-akan لَّمْ lam tidak يَسْمَعْهَا yasmaʿhā dia mendengarnya كَأَنَّ ka-anna seakan-akan فِىٓ fī di أُذُنَيْهِ udhunayhi kedua telinganya وَقْرًۭا ۖ waqran sumbat فَبَشِّرْهُ fabashir'hu maka beri kabar gembira dia بِعَذَابٍ biʿadhābin dengan azab أَلِيمٍ alīmin pedih
Dan apabila dibacakan kepadanya 1 ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti shaleh لَهُمْ lahum bagi mereka جَنَّـٰتُ jannātu surga ٱلنَّعِيمِ l-naʿīmi penuh dengan kenikmatan
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh bagi mereka surga-surga yang penuh kenikmatan,
خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا ۖ fīhā didalamnya وَعْدَ waʿda janji ٱللَّهِ l-lahi Allah حَقًّۭا ۚ ḥaqqan benar وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana
Kekal mereka di dalamnya; sebagai janji Allah yang benar. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
خَلَقَ khalaqa Dia menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa عَمَدٍۢ ʿamadin tiang تَرَوْنَهَا ۖ tarawnahā kamu melihatnya وَأَلْقَىٰ wa-alqā dan Dia meletakkan فِى fī di atas ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi رَوَٰسِىَ rawāsiya gunung-gunung أَن an bahwa تَمِيدَ tamīda menggoyangkan بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian وَبَثَّ wabatha dan Dia mengembang biakan فِيهَا fīhā didalamnya مِن min dari كُلِّ kulli macam-macam دَآبَّةٍۢ ۚ dābbatin binatang وَأَنزَلْنَا wa-anzalnā dan Kami turunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۭ māan air فَأَنۢبَتْنَا fa-anbatnā lalu Kami tumbuhkan فِيهَا fīhā padanya مِن min dari كُلِّ kulli macam-macam زَوْجٍۢ zawjin jenis كَرِيمٍ karīmin baik
Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya, dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu, dan memperkembangbiakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.
هَـٰذَا hādhā ini خَلْقُ khalqu ciptaan ٱللَّهِ l-lahi Allah فَأَرُونِى fa-arūnī maka perlihatkan kepadaku مَاذَا mādhā apa yang خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari دُونِهِۦ ۚ dūnihi selain Dia بَلِ bali bahkan ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim فِى fī dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍۢ mubīnin yang nyata
Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan(mu) selain Allah. Sebenarnya, orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ءَاتَيْنَا ātaynā Kami telah memberikan لُقْمَـٰنَ luq'māna Luqmân ٱلْحِكْمَةَ l-ḥik'mata hikmah أَنِ ani agar ٱشْكُرْ ush'kur bersyukur لِلَّهِ ۚ lillahi kepada Allah وَمَن waman dan barang siapa يَشْكُرْ yashkur bersyukur فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah يَشْكُرُ yashkuru ia bersyukur لِنَفْسِهِۦ ۖ linafsihi untuk dirinya sendiri وَمَن waman dan barang siapa yang كَفَرَ kafara ingkar فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَنِىٌّ ghaniyyun Maha Kaya حَمِيدٌۭ ḥamīdun Maha Terpuji
Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqmān, yaitu, "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".
وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالَ qāla berkata لُقْمَـٰنُ luq'mānu Luqmân لِٱبْنِهِۦ li-ib'nihi kepada anaknya وَهُوَ wahuwa dan dia يَعِظُهُۥ yaʿiẓuhu memberi pelajaran kepadanya يَـٰبُنَىَّ yābunayya Wahai keturunan لَا lā janganlah تُشْرِكْ tush'rik kamu mempersekutukan بِٱللَّهِ ۖ bil-lahi dengan Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱلشِّرْكَ l-shir'ka mempersekutukan لَظُلْمٌ laẓul'mun benar-benar kezaliman عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun yang besar
Dan (ingatlah) ketika Luqmān berkata kepada anaknya pada waktu ia memberi pelajaran kepadanya, "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".
وَوَصَّيْنَا wawaṣṣaynā dan Kami wasiatkan ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia بِوَٰلِدَيْهِ biwālidayhi terhadap kedua orang tuanya حَمَلَتْهُ ḥamalathu mengandungnya أُمُّهُۥ ummuhu ibunya وَهْنًا wahnan kelelahan عَلَىٰ ʿalā atas وَهْنٍۢ wahnin kelelahan وَفِصَـٰلُهُۥ wafiṣāluhu dan ia menyapihnya فِى fī dalam عَامَيْنِ ʿāmayni dua tahun أَنِ ani agar ٱشْكُرْ ush'kur bersyukurlah لِى lī kepada-Ku وَلِوَٰلِدَيْكَ waliwālidayka dan kepada kedua orang tuamu إِلَىَّ ilayya kepada-Ku ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun 1. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
وَإِن wa-in dan jika جَـٰهَدَاكَ jāhadāka keduanya memaksamu عَلَىٰٓ ʿalā untuk أَن an bahwa تُشْرِكَ tush'rika mempersekutukan بِى bī dengan Aku مَا mā apa-apa لَيْسَ laysa tidak لَكَ laka bagimu بِهِۦ bihi dengannya tentang itu عِلْمٌۭ ʿil'mun pengetahuan فَلَا falā maka jangan تُطِعْهُمَا ۖ tuṭiʿ'humā kamu mentaati keduanya وَصَاحِبْهُمَا waṣāḥib'humā dan pergaulilah keduanya فِى fī di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia مَعْرُوفًۭا ۖ maʿrūfan dengan baik وَٱتَّبِعْ wa-ittabiʿ dan ikutilah سَبِيلَ sabīla jalan مَنْ man orang yang أَنَابَ anāba kembali إِلَىَّ ۚ ilayya kepada-Ku ثُمَّ thumma kemudian إِلَىَّ ilayya kepada-Ku مَرْجِعُكُمْ marjiʿukum tempat kembalimu فَأُنَبِّئُكُم fa-unabbi-ukum lalu akan Ku-beritahukan kamu بِمَا bimā tentang apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya dengan baik dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
يَـٰبُنَىَّ yābunayya Wahai keturunan إِنَّهَآ innahā sesungguhnya إِن in jika تَكُ taku adalah kamu مِثْقَالَ mith'qāla seberat حَبَّةٍۢ ḥabbatin biji مِّنْ min dari خَرْدَلٍۢ khardalin sawi فَتَكُن fatakun maka adalah فِى fī dalam صَخْرَةٍ ṣakhratin batu أَوْ aw atau فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) أَوْ aw atau فِى fī didalam ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi يَأْتِ yati mendatangkan بِهَا bihā dengannya ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَطِيفٌ laṭīfun Maha Halus خَبِيرٌۭ khabīrun Maha Mengetahui
(Luqmān berkata), "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus 1 lagi Maha Mengetahui.
يَـٰبُنَىَّ yābunayya Wahai keturunan أَقِمِ aqimi dirikanlah ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَأْمُرْ wamur dan suruhlah بِٱلْمَعْرُوفِ bil-maʿrūfi dengan yang baik وَٱنْهَ wa-in'ha dan cegahlah عَنِ ʿani dari ٱلْمُنكَرِ l-munkari perbuatan yang mungkar وَٱصْبِرْ wa-iṣ'bir dan bersabarlah عَلَىٰ ʿalā atas مَآ mā apa أَصَابَكَ ۖ aṣābaka menimpa kamu إِنَّ inna sesungguhnya ذَٰلِكَ dhālika demikian itu مِنْ min dari عَزْمِ ʿazmi ketetapan/kesungguhan ٱلْأُمُورِ l-umūri perkara/perintah
Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
وَلَا walā dan jangan تُصَعِّرْ tuṣaʿʿir kamu memalingkan خَدَّكَ khaddaka mukamu لِلنَّاسِ lilnnāsi kepada manusia وَلَا walā dan jangan تَمْشِ tamshi kamu berjalan فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi مَرَحًا ۖ maraḥan angkuh إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يُحِبُّ yuḥibbu menyukai كُلَّ kulla setiap مُخْتَالٍۢ mukh'tālin orang yang sombong فَخُورٍۢ fakhūrin kebanggaan diri
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
وَٱقْصِدْ wa-iq'ṣid dan sederhanakanlah فِى fī didalam مَشْيِكَ mashyika berjalanmu وَٱغْضُضْ wa-ugh'ḍuḍ dan lunakkan مِن min dari صَوْتِكَ ۚ ṣawtika suara إِنَّ inna sesungguhnya أَنكَرَ ankara seburuk-buruk ٱلْأَصْوَٰتِ l-aṣwāti suara-suara لَصَوْتُ laṣawtu sungguh suara ٱلْحَمِيرِ l-ḥamīri keledai
Dan sederhanalah kamu dalam berjalan 1 dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
أَلَمْ alam tidakkah تَرَوْا۟ taraw kamu perhatikan أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah سَخَّرَ sakhara Dia telah menundukkan لَكُم lakum bagi kalian مَّا mā apa yang فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa yang فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَأَسْبَغَ wa-asbagha dan Dia telah menyempurnakan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian نِعَمَهُۥ niʿamahu nikmat-Nya ظَـٰهِرَةًۭ ẓāhiratan lahir وَبَاطِنَةًۭ ۗ wabāṭinatan dan batin وَمِنَ wamina dan diantara ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia مَن man orang يُجَـٰدِلُ yujādilu ia membantah فِى fī tentang ٱللَّهِ l-lahi Allah بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa عِلْمٍۢ ʿil'min ilmu pengetahuan وَلَا walā dan tanpa هُدًۭى hudan petunjuk وَلَا walā dan tidak كِتَـٰبٍۢ kitābin kitab مُّنِيرٍۢ munīrin memberi penerangan
Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia, ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila قِيلَ qīla dikatakan لَهُمُ lahumu kepada mereka ٱتَّبِعُوا۟ ittabiʿū ikutilah مَآ mā apa yang أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah قَالُوا۟ qālū mereka berkata بَلْ bal bahkan نَتَّبِعُ nattabiʿu kami mengikuti مَا mā apa yang وَجَدْنَا wajadnā kami dapati عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya ءَابَآءَنَآ ۚ ābāanā bapak-bapak kami أَوَلَوْ awalaw apakah walaupun كَانَ kāna adalah ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan يَدْعُوهُمْ yadʿūhum menyeru mereka إِلَىٰ ilā kepada عَذَابِ ʿadhābi azab ٱلسَّعِيرِ l-saʿīri menyala-nyala
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Ikutilah apa yang diturunkan Allah". Mereka menjawab, "(Tidak), tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka), walaupun setan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)?
۞ وَمَن waman dan barang siapa يُسْلِمْ yus'lim menyerahkan وَجْهَهُۥٓ wajhahu wajahnya/dirinya إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah وَهُوَ wahuwa dan dia مُحْسِنٌۭ muḥ'sinun orang yang berbuat kebaikan فَقَدِ faqadi maka sesungguhnya ٱسْتَمْسَكَ is'tamsaka dia telah berpegang بِٱلْعُرْوَةِ bil-ʿur'wati pada tali ٱلْوُثْقَىٰ ۗ l-wuth'qā teguh/kokoh وَإِلَى wa-ilā dan kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu kesudahan ٱلْأُمُورِ l-umūri segala perkara
Dan barang siapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan.
وَمَن waman dan barang siapa yang كَفَرَ kafara kafir فَلَا falā maka jangan يَحْزُنكَ yaḥzunka menyusahkan kamu كُفْرُهُۥٓ ۚ kuf'ruhu kekafirannya إِلَيْنَا ilaynā kepada Kami مَرْجِعُهُمْ marjiʿuhum tempat kembali mereka فَنُنَبِّئُهُم fanunabbi-uhum lalu Kami jelaskan kepada mereka بِمَا bimā tentang apa عَمِلُوٓا۟ ۚ ʿamilū mereka kerjakan إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِذَاتِ bidhāti dengan yang ada ٱلصُّدُورِ l-ṣudūri dada
Dan barang siapa kafir, maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu. Hanya kepada Kami-lah mereka kembali, lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
نُمَتِّعُهُمْ numattiʿuhum Kami beri kesenangan mereka قَلِيلًۭا qalīlan sebentar ثُمَّ thumma kemudian نَضْطَرُّهُمْ naḍṭarruhum Kami paksakan mereka إِلَىٰ ilā kepada عَذَابٍ ʿadhābin azab غَلِيظٍۢ ghalīẓin yang keras
Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras.
وَلَئِن wala-in dan sungguh jika سَأَلْتَهُم sa-altahum kamu tanyakan kepada mereka مَّنْ man siapakah خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi لَيَقُولُنَّ layaqūlunna tentu mereka mengatakan ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah قُلِ quli katakanlah ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji لِلَّهِ ۚ lillahi bagi Allah بَلْ bal tetapi أَكْثَرُهُمْ aktharuhum kebanyakan mereka لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Tentu mereka akan menjawab, "Allah". Katakanlah, "Segala puji bagi Allah", tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
لِلَّهِ lillahi kepunyaan Allah مَا mā apa yang فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan dibumi إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah هُوَ huwa Dia ٱلْغَنِىُّ l-ghaniyu Maha Kaya ٱلْحَمِيدُ l-ḥamīdu Maha Terpuji
Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi. Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
وَلَوْ walaw dan seandainya أَنَّمَا annamā apa saja فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi مِن min dari شَجَرَةٍ shajaratin pohon-pohon أَقْلَـٰمٌۭ aqlāmun kalam/pena وَٱلْبَحْرُ wal-baḥru dan laut يَمُدُّهُۥ yamudduhu ditambahnya مِنۢ min dari بَعْدِهِۦ baʿdihi sesudahnya سَبْعَةُ sabʿatu tujuh أَبْحُرٍۢ abḥurin laut مَّا mā tidak نَفِدَتْ nafidat habis كَلِمَـٰتُ kalimātu beberapa kalimat ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana
Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah 1. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
مَّا mā tidak خَلْقُكُمْ khalqukum menciptakan kalian وَلَا walā dan tidak بَعْثُكُمْ baʿthukum kebangkitanmu إِلَّا illā kecuali كَنَفْسٍۢ kanafsin seperti jiwa وَٰحِدَةٍ ۗ wāḥidatin satu إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah سَمِيعٌۢ samīʿun Maha Mendengar بَصِيرٌ baṣīrun Maha Melihat
Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu, melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja 1. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
أَلَمْ alam tidaklah تَرَ tara kamu memperhatikan أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah يُولِجُ yūliju Dia memasukkan ٱلَّيْلَ al-layla malam فِى fī ke dalam ٱلنَّهَارِ l-nahāri siang وَيُولِجُ wayūliju dan memasukkan ٱلنَّهَارَ l-nahāra siang فِى fī ke dalam ٱلَّيْلِ al-layli malam وَسَخَّرَ wasakhara dan Dia menundukkan ٱلشَّمْسَ l-shamsa matahari وَٱلْقَمَرَ wal-qamara dan bulan كُلٌّۭ kullun masing-masing يَجْرِىٓ yajrī berjalan/beredar إِلَىٰٓ ilā sampai أَجَلٍۢ ajalin waktu مُّسَمًّۭى musamman ditentukan وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah بِمَا bimā terhadap apa yang تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan خَبِيرٌۭ khabīrun Maha Mengetahui
Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam, dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan; dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّ bi-anna bahwa sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah هُوَ huwa Dia ٱلْحَقُّ l-ḥaqu hak وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya مَا mā apa yang يَدْعُونَ yadʿūna mereka seru مِن min dari دُونِهِ dūnihi selain Dia ٱلْبَـٰطِلُ l-bāṭilu batil وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah هُوَ huwa Dia ٱلْعَلِىُّ l-ʿaliyu Maha Tinggi ٱلْكَبِيرُ l-kabīru Maha Besar
Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dia-lah yang hak 1 dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah itulah yang batil dan sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.
أَلَمْ alam tidaklah تَرَ tara kamu memperhatikan أَنَّ anna bahwasanya ٱلْفُلْكَ l-ful'ka perahu تَجْرِى tajrī berlayar فِى fī di ٱلْبَحْرِ l-baḥri laut بِنِعْمَتِ biniʿ'mati dengan nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah لِيُرِيَكُم liyuriyakum untuk Dia perlihatkan kepadamu مِّنْ min dari ءَايَـٰتِهِۦٓ ۚ āyātihi tanda-tanda-Nya إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada yang ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin benar-benar tanda-tanda لِّكُلِّ likulli bagi setiap صَبَّارٍۢ ṣabbārin orang yang sabar شَكُورٍۢ shakūrin lagi bersyukur
Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila غَشِيَهُم ghashiyahum menimpa mereka مَّوْجٌۭ mawjun gelombang كَٱلظُّلَلِ kal-ẓulali seperti naungan/gunung دَعَوُا۟ daʿawū mereka menyeru ٱللَّهَ l-laha Allah مُخْلِصِينَ mukh'liṣīna dengan ikhlas لَهُ lahu kepada-Nya ٱلدِّينَ l-dīna agama/ketaatan فَلَمَّا falammā maka tatkala نَجَّىٰهُمْ najjāhum Dia meneyelamatkan mereka إِلَى ilā sampai ٱلْبَرِّ l-bari di daratan فَمِنْهُم famin'hum maka diantara mereka مُّقْتَصِدٌۭ ۚ muq'taṣidun berlaku tengah-tengah وَمَا wamā dan tidak يَجْحَدُ yajḥadu mengingkari بِـَٔايَـٰتِنَآ biāyātinā pada ayat-ayat Kami إِلَّا illā kecuali كُلُّ kullu tiap-tiap خَتَّارٍۢ khattārin orang yang tidak setia كَفُورٍۢ kafūrin orang yang ingkar
Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus 1. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami, selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia ٱتَّقُوا۟ ittaqū bertakwalah رَبَّكُمْ rabbakum Tuhan kalian وَٱخْشَوْا۟ wa-ikh'shaw dan takutlah يَوْمًۭا yawman suatu hari لَّا lā tidak يَجْزِى yajzī menolong وَالِدٌ wālidun seorang bapak عَن ʿan dari وَلَدِهِۦ waladihi anaknya وَلَا walā dan tidak مَوْلُودٌ mawlūdun yang dilahirkan/anak هُوَ huwa ia جَازٍ jāzin penolong عَن ʿan dari وَالِدِهِۦ wālidihi bapaknya شَيْـًٔا ۚ shayan sedikit pun إِنَّ inna sesungguhnya وَعْدَ waʿda janji ٱللَّهِ l-lahi Allah حَقٌّۭ ۖ ḥaqqun benar فَلَا falā maka jangan تَغُرَّنَّكُمُ taghurrannakumu menipu kamu ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَلَا walā dan jangan يَغُرَّنَّكُم yaghurrannakum sekali-kali menipu kamu بِٱللَّهِ bil-lahi terhadap Allah ٱلْغَرُورُ l-gharūru penipu
Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu dan jangan (pula) penipu (setan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عِندَهُۥ ʿindahu di sisi-Nya عِلْمُ ʿil'mu pengetahuan ٱلسَّاعَةِ l-sāʿati hari kiamat وَيُنَزِّلُ wayunazzilu dan Dia menurunkan ٱلْغَيْثَ l-ghaytha hujan وَيَعْلَمُ wayaʿlamu dan Dia mengetahui مَا mā apa yang فِى fī dalam ٱلْأَرْحَامِ ۖ l-arḥāmi rahim/kandungan وَمَا wamā dan tidak تَدْرِى tadrī mengetahui نَفْسٌۭ nafsun jiwa/seorang مَّاذَا mādhā apa yang تَكْسِبُ taksibu ia kerjakan غَدًۭا ۖ ghadan besok وَمَا wamā dan tidak تَدْرِى tadrī mengetahui نَفْسٌۢ nafsun jiwa/seorang بِأَىِّ bi-ayyi di mana أَرْضٍۢ arḍin bumi تَمُوتُ ۚ tamūtu ia akan mati إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui خَبِيرٌۢ khabīrun Maha dalam pengetahuan-Nya
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat dan Dia-lah Yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok 1. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.