الأحزاب
Al-Ahzab
Golongan yang Bersekutu Madaniyah
Memuat audio qari…
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu Nabi ٱتَّقِ ittaqi bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah وَلَا walā dan jangan تُطِعِ tuṭiʿi kamu mentaati ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir وَٱلْمُنَـٰفِقِينَ ۗ wal-munāfiqīna dan orang-orang munafik إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah عَلِيمًا ʿalīman Maha Mengetahui حَكِيمًۭا ḥakīman Maha Bijaksana
Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,
وَٱتَّبِعْ wa-ittabiʿ dan ikutilah مَا mā apa yang يُوحَىٰٓ yūḥā diwahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu مِن min dari رَّبِّكَ ۚ rabbika Tuhanmu إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah بِمَا bimā tentang apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan خَبِيرًۭا khabīran Maha Mengetahui
dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhan kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
وَتَوَكَّلْ watawakkal dan bertawakallah عَلَى ʿalā kepada ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah وَكِيلًۭا wakīlan tempat mempercayakan diri/pemelihara
dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara.
مَّا mā tidak جَعَلَ jaʿala menjadikan ٱللَّهُ l-lahu Allah لِرَجُلٍۢ lirajulin bagi seorang laki-laki مِّن min dari قَلْبَيْنِ qalbayni dua hati فِى fī dalam جَوْفِهِۦ ۚ jawfihi lambungnya وَمَا wamā dan tidak جَعَلَ jaʿala Dia menjadikan أَزْوَٰجَكُمُ azwājakumu isteri-isterimu ٱلَّـٰٓـِٔى allāī yang تُظَـٰهِرُونَ tuẓāhirūna kamu nyatakan مِنْهُنَّ min'hunna dari pada mereka أُمَّهَـٰتِكُمْ ۚ ummahātikum ibu-ibu kamu وَمَا wamā dan tidak جَعَلَ jaʿala Dia menjadikan أَدْعِيَآءَكُمْ adʿiyāakum anak angkatmu أَبْنَآءَكُمْ ۚ abnāakum anak-anak laki-laki kalian ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu قَوْلُكُم qawlukum perkataanmu بِأَفْوَٰهِكُمْ ۖ bi-afwāhikum dengan mulutmu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَقُولُ yaqūlu mengatakan ٱلْحَقَّ l-ḥaqa benar وَهُوَ wahuwa dan Dia يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱلسَّبِيلَ l-sabīla jalan
Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya dan Dia tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu ẓihār 1 itu sebagai ibumu dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu, hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).
ٱدْعُوهُمْ id'ʿūhum panggillah mereka لِـَٔابَآئِهِمْ liābāihim dengan bapak-bapak mereka هُوَ huwa hal itu أَقْسَطُ aqsaṭu lebih adil عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah فَإِن fa-in maka jika لَّمْ lam tidak تَعْلَمُوٓا۟ taʿlamū kamu mengetahui ءَابَآءَهُمْ ābāahum bapak-bapak mereka فَإِخْوَٰنُكُمْ fa-ikh'wānukum maka saudaramu فِى fī dalam ٱلدِّينِ l-dīni agama وَمَوَٰلِيكُمْ ۚ wamawālīkum dan maulana-maulanamu وَلَيْسَ walaysa dan tidak عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian جُنَاحٌۭ junāḥun berdosa فِيمَآ fīmā dalam hal أَخْطَأْتُم akhṭatum kamu membuat kesalahan بِهِۦ bihi dengannya وَلَـٰكِن walākin tetapi مَّا mā apa yang تَعَمَّدَتْ taʿammadat sengaja قُلُوبُكُمْ ۚ qulūbukum hati-hati kamu وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun رَّحِيمًا raḥīman Maha Penyayang
Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu 1. Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
ٱلنَّبِىُّ al-nabiyu Nabi itu أَوْلَىٰ awlā lebih utama بِٱلْمُؤْمِنِينَ bil-mu'minīna dengan orang-orang mukmin مِنْ min dari أَنفُسِهِمْ ۖ anfusihim diri mereka sendiri وَأَزْوَٰجُهُۥٓ wa-azwājuhu dan isteri-isterinya أُمَّهَـٰتُهُمْ ۗ ummahātuhum ibu-ibu mereka وَأُو۟لُوا۟ wa-ulū dan yang mempunyai ٱلْأَرْحَامِ l-arḥāmi hubungan darah بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka أَوْلَىٰ awlā lebih utama بِبَعْضٍۢ bibaʿḍin dengan sebagian فِى fī dalam كِتَـٰبِ kitābi kitab ٱللَّهِ l-lahi Allah مِنَ mina dari ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin وَٱلْمُهَـٰجِرِينَ wal-muhājirīna dan orang-orang muhajirin إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa تَفْعَلُوٓا۟ tafʿalū kalian kerjakan إِلَىٰٓ ilā kepada أَوْلِيَآئِكُم awliyāikum saudara-saudara kamu مَّعْرُوفًۭا ۚ maʿrūfan kebaikan كَانَ kāna adalah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu فِى fī dalam ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab مَسْطُورًۭا masṭūran yang tertulis
Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri 1 dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. Dan orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmim dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu mau berbuat baik 2 kepada saudara-saudaramu (seagama). Adalah yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Allah).
وَإِذْ wa-idh dan ketika أَخَذْنَا akhadhnā Kami mengambil مِنَ mina dari ٱلنَّبِيِّـۧنَ l-nabiyīna Nabi-nabi مِيثَـٰقَهُمْ mīthāqahum perjanjian mereka وَمِنكَ waminka dan dari kamu وَمِن wamin dan dari نُّوحٍۢ nūḥin Nuh وَإِبْرَٰهِيمَ wa-ib'rāhīma dan Ibrahim وَمُوسَىٰ wamūsā dan Musa وَعِيسَى waʿīsā dan 'Isa ٱبْنِ ib'ni putra مَرْيَمَ ۖ maryama Maryam وَأَخَذْنَا wa-akhadhnā dan Kami telah mengambil مِنْهُم min'hum dari mereka مِّيثَـٰقًا mīthāqan perjanjian غَلِيظًۭا ghalīẓan yang teguh
Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nūḥ, Ibrāhīm, Musa, dan ʻIsa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh 1,
لِّيَسْـَٔلَ liyasala karena Dia akan menanyakan ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar عَن ʿan dari/tentang صِدْقِهِمْ ۚ ṣid'qihim kebenaran mereka وَأَعَدَّ wa-aʿadda dan Dia menyediakan لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir عَذَابًا ʿadhāban azab أَلِيمًۭا alīman pedih
agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka 1 dan Dia menyediakan bagi orang-orang kafir siksa yang pedih.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱذْكُرُوا۟ udh'kurū ingatlah نِعْمَةَ niʿ'mata nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian إِذْ idh jika جَآءَتْكُمْ jāatkum datang kepadamu جُنُودٌۭ junūdun bala tentara فَأَرْسَلْنَا fa-arsalnā lalu Kami kirimkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim kepada mereka رِيحًۭا rīḥan angin topan وَجُنُودًۭا wajunūdan dan bala tentara لَّمْ lam tidak تَرَوْهَا ۚ tarawhā kamu melihatnya وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah بِمَا bimā dengan apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan بَصِيرًا baṣīran Maha Melihat
Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya 1. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.
إِذْ idh tatkala جَآءُوكُم jāūkum mereka datang kepadamu مِّن min dari فَوْقِكُمْ fawqikum atasmu وَمِنْ wamin dan dari أَسْفَلَ asfala bawah مِنكُمْ minkum dari kamu وَإِذْ wa-idh dan ketika زَاغَتِ zāghati berobah ٱلْأَبْصَـٰرُ l-abṣāru pandangan وَبَلَغَتِ wabalaghati dan sampai ٱلْقُلُوبُ l-qulūbu hati ٱلْحَنَاجِرَ l-ḥanājira tenggorokkan وَتَظُنُّونَ wataẓunnūna dan kamu menyangka بِٱللَّهِ bil-lahi terhadap Allah ٱلظُّنُونَا۠ l-ẓunūnā persangkaan yang salah
(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan 1 , dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka.
هُنَالِكَ hunālika disitulah ٱبْتُلِىَ ub'tuliya di uji ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang mukmin وَزُلْزِلُوا۟ wazul'zilū dan mereka digoncangkan زِلْزَالًۭا zil'zālan goncangan شَدِيدًۭا shadīdan keras
Di situlah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat.
وَإِذْ wa-idh dan ketika يَقُولُ yaqūlu berkata ٱلْمُنَـٰفِقُونَ l-munāfiqūna orang-orang munafik وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang فِى fī dalam قُلُوبِهِم qulūbihim hati mereka مَّرَضٌۭ maraḍun berpenyakit مَّا mā tidak وَعَدَنَا waʿadanā menjanjikan kepada kami ٱللَّهُ l-lahu Allah وَرَسُولُهُۥٓ warasūluhu dan rasul-Nya إِلَّا illā kecuali غُرُورًۭا ghurūran tipuan
Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata, "Allah dan rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami, melainkan tipu daya".
وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالَت qālat berkata طَّآئِفَةٌۭ ṭāifatun segolongan مِّنْهُمْ min'hum dari mereka يَـٰٓأَهْلَ yāahla hai orang يَثْرِبَ yathriba Yasrib لَا lā tidak مُقَامَ muqāma tempat لَكُمْ lakum bagi kalian فَٱرْجِعُوا۟ ۚ fa-ir'jiʿū maka kembalilah وَيَسْتَـْٔذِنُ wayastadhinu dan meminta izin فَرِيقٌۭ farīqun segolongan مِّنْهُمُ min'humu dari mereka ٱلنَّبِىَّ l-nabiya Nabi يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata إِنَّ inna sesungguhnya بُيُوتَنَا buyūtanā rumah-rumah kami عَوْرَةٌۭ ʿawratun terbuka وَمَا wamā dan tidak هِىَ hiya padahal ia بِعَوْرَةٍ ۖ biʿawratin dengan terbuka إِن in bahwa يُرِيدُونَ yurīdūna mereka hendak إِلَّا illā hanyalah فِرَارًۭا firāran lari
Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mereka berkata, "Hai penduduk Yaṡrib (Madinah), tidak ada tempat bagimu, maka kembalilah kamu". Dan sebagian dari mereka minta izin kepada nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata, "Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga)". Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka, mereka tidak lain hanya hendak lari.
وَلَوْ walaw dan kalau دُخِلَتْ dukhilat di serang عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مِّنْ min dari أَقْطَارِهَا aqṭārihā segala penjurunya ثُمَّ thumma kemudian سُئِلُوا۟ su-ilū mereka diminta ٱلْفِتْنَةَ l-fit'nata berkhianat لَـَٔاتَوْهَا laātawhā niscaya mereka mengerjakan وَمَا wamā dan tidak تَلَبَّثُوا۟ talabbathū mereka menangguhkan بِهَآ bihā dengannya إِلَّا illā kecuali يَسِيرًۭا yasīran segera
Kalau (Yaṡrib) diserang dari segala penjuru, kemudian diminta kepada mereka supaya murtad 1, niscaya mereka mengerjakannya dan mereka tiada akan menunda untuk murtad itu, melainkan dalam waktu yang singkat.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya كَانُوا۟ kānū adalah mereka عَـٰهَدُوا۟ ʿāhadū mereka berjanji ٱللَّهَ l-laha Allah مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum itu لَا lā tidak يُوَلُّونَ yuwallūna mereka berpaling ٱلْأَدْبَـٰرَ ۚ l-adbāra kebelakang وَكَانَ wakāna dan adalah عَهْدُ ʿahdu janji ٱللَّهِ l-lahi Allah مَسْـُٔولًۭا masūlan ditanya
Dan sesungguhnya mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah, "Mereka tidak akan berbalik ke belakang (mundur)". Dan adalah perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggunganjawabnya.
قُل qul katakanlah لَّن lan tidaklah يَنفَعَكُمُ yanfaʿakumu berguna bagi kamu ٱلْفِرَارُ l-firāru lari itu إِن in jika فَرَرْتُم farartum kamu lari مِّنَ mina dari ٱلْمَوْتِ l-mawti kematian أَوِ awi atau ٱلْقَتْلِ l-qatli pembunuhan وَإِذًۭا wa-idhan jika demikian لَّا lā tidak تُمَتَّعُونَ tumattaʿūna kamu bersenang-senang إِلَّا illā kecuali قَلِيلًۭا qalīlan sedikit/sebentar
Katakanlah, "Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan, kecuali sebentar saja".
قُلْ qul katakanlah مَن man barang siapa ذَا dhā mempunyai ٱلَّذِى alladhī yang يَعْصِمُكُم yaʿṣimukum melindungi kamu مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah إِنْ in jika أَرَادَ arāda Dia menghendaki بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian سُوٓءًا sūan kejelekan/bencana أَوْ aw atau أَرَادَ arāda Dia menghendaki بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian رَحْمَةًۭ ۚ raḥmatan rahmat وَلَا walā dan tidak يَجِدُونَ yajidūna mereka memperoleh لَهُم lahum bagi mereka مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلِيًّۭا waliyyan pelindung وَلَا walā dan tidak نَصِيرًۭا naṣīran penolong
Katakanlah, "Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?" Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah.
۞ قَدْ qad sesungguhnya يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْمُعَوِّقِينَ l-muʿawiqīna orang-orang yang merintangi مِنكُمْ minkum diantara kamu وَٱلْقَآئِلِينَ wal-qāilīna dan orang yang berkata لِإِخْوَٰنِهِمْ li-ikh'wānihim kepada saudara-saudara mereka هَلُمَّ halumma marilah إِلَيْنَا ۖ ilaynā kepada kami وَلَا walā dan tidak يَأْتُونَ yatūna mendatangi mereka ٱلْبَأْسَ l-basa peperangan إِلَّا illā kecuali قَلِيلًا qalīlan sedikit/sebentar
Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi di antara kamu dan orang-orang yang berkata kepada saudara-saudaranya, "Marilah kepada kami". Dan mereka tidak mendatangi peperangan, melainkan sebentar.
أَشِحَّةً ashiḥḥatan kikir عَلَيْكُمْ ۖ ʿalaykum atas kalian فَإِذَا fa-idhā maka apabila جَآءَ jāa datang ٱلْخَوْفُ l-khawfu ketakutan رَأَيْتَهُمْ ra-aytahum kamu melihat mereka يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka memandang إِلَيْكَ ilayka kepadamu تَدُورُ tadūru berputar-putar أَعْيُنُهُمْ aʿyunuhum mata mereka كَٱلَّذِى ka-alladhī seperti orang yang يُغْشَىٰ yugh'shā ditutupi (pingsan) عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya مِنَ mina dari ٱلْمَوْتِ ۖ l-mawti mati فَإِذَا fa-idhā maka apabila ذَهَبَ dhahaba telah pergi/hilang ٱلْخَوْفُ l-khawfu ketakutan سَلَقُوكُم salaqūkum mereka mencaci maki kamu بِأَلْسِنَةٍ bi-alsinatin dengan lisan حِدَادٍ ḥidādin tajam أَشِحَّةً ashiḥḥatan kikir عَلَى ʿalā atas ٱلْخَيْرِ ۚ l-khayri kebaikan أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَمْ lam tidak يُؤْمِنُوا۟ yu'minū mereka beriman فَأَحْبَطَ fa-aḥbaṭa maka menghapus ٱللَّهُ l-lahu Allah أَعْمَـٰلَهُمْ ۚ aʿmālahum amal perbuatan mereka وَكَانَ wakāna dan adalah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu عَلَى ʿalā atas ٱللَّهِ l-lahi Allah يَسِيرًۭا yasīran mudah
Mereka bakhil terhadapmu, apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
يَحْسَبُونَ yaḥsabūna mereka mengira ٱلْأَحْزَابَ l-aḥzāba golongan-golongan لَمْ lam tidak يَذْهَبُوا۟ ۖ yadhhabū mereka pergi وَإِن wa-in dan jika يَأْتِ yati datang ٱلْأَحْزَابُ l-aḥzābu golongan-golongan يَوَدُّوا۟ yawaddū mereka menginginkan لَوْ law sekiranya أَنَّهُم annahum bahwasanya mereka بَادُونَ bādūna mereka mengembara فِى fī dalam ٱلْأَعْرَابِ l-aʿrābi orang-orang dusun يَسْـَٔلُونَ yasalūna mereka menanyakan عَنْ ʿan diri/tentang أَنۢبَآئِكُمْ ۖ anbāikum beritamu وَلَوْ walaw dan sekiranya كَانُوا۟ kānū adalah mereka فِيكُم fīkum pada/bersamamu مَّا mā tidak قَـٰتَلُوٓا۟ qātalū mereka berperang إِلَّا illā kecuali قَلِيلًۭا qalīlan sedikit/sebentar
Mereka mengira (bahwa) golongan-golongan yang bersekutu itu belum pergi dan jika golongan-golongan yang bersekutu itu datang kembali, niscaya mereka ingin berada di dusun-dusun bersama-sama orang Arab Badui, sambil menanya-nanyakan tentang berita-beritamu. Dan sekiranya mereka berada bersama kamu, mereka tidak akan berperang, melainkan sebentar saja.
لَّقَدْ laqad sesungguhnya كَانَ kāna adalah kamu لَكُمْ lakum bagi kalian فِى fī dalam/pada رَسُولِ rasūli rasul ٱللَّهِ l-lahi Allah أُسْوَةٌ us'watun teladan حَسَنَةٌۭ ḥasanatun baik لِّمَن liman bagi orang كَانَ kāna adalah يَرْجُوا۟ yarjū mengharap ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱلْيَوْمَ wal-yawma dan hari ٱلْـَٔاخِرَ l-ākhira akhir وَذَكَرَ wadhakara dan mengingat ٱللَّهَ l-laha Allah كَثِيرًۭا kathīran banyak
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
وَلَمَّا walammā dan tatkala رَءَا raā melihat ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang mukmin ٱلْأَحْزَابَ l-aḥzāba golongan قَالُوا۟ qālū berkata mereka هَـٰذَا hādhā ini مَا mā apa وَعَدَنَا waʿadanā telah menjanjikan kepada kita ٱللَّهُ l-lahu Allah وَرَسُولُهُۥ warasūluhu dan rasul-Nya وَصَدَقَ waṣadaqa dan benarlah ٱللَّهُ l-lahu Allah وَرَسُولُهُۥ ۚ warasūluhu dan rasul-Nya وَمَا wamā dan tidak زَادَهُمْ zādahum menambah mereka إِلَّآ illā kecuali إِيمَـٰنًۭا īmānan keimanan وَتَسْلِيمًۭا wataslīman dan penyerahan diri
Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata, "Inilah yang dijanjikan Allah dan rasul-Nya 1 kepada kita". Dan benarlah Allah dan rasul-Nya. Dan yang demikian itu, tidaklah menambah kepada mereka, kecuali iman dan ketundukan.
مِّنَ mina dari ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang beriman رِجَالٌۭ rijālun laki-laki صَدَقُوا۟ ṣadaqū mereka benar (menepati) مَا mā apa عَـٰهَدُوا۟ ʿāhadū yang mereka janjikan ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَيْهِ ۖ ʿalayhi atasnya فَمِنْهُم famin'hum maka diantara mereka مَّن man orang قَضَىٰ qaḍā telah sampai نَحْبَهُۥ naḥbahu waktu kematiannya وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مَّن man orang يَنتَظِرُ ۖ yantaẓiru menunggu وَمَا wamā dan tidak بَدَّلُوا۟ baddalū mereka merubah تَبْدِيلًۭا tabdīlan perubahan
Di antara orang-orang mukmin itu, ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka, ada (pula) yang menunggu-nunggu1 dan mereka tidak mengubah (janjinya),
لِّيَجْزِىَ liyajziya karena hendak memberi balasan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar بِصِدْقِهِمْ biṣid'qihim dengan kebenaran mereka وَيُعَذِّبَ wayuʿadhiba dan Dia menyiksa ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik إِن in jika شَآءَ shāa menghendaki أَوْ aw atau يَتُوبَ yatūba Dia menerima taubat عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun رَّحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang
supaya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya dan menyiksa orang munafik, jika dikehendaki-Nya atau menerima tobat mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وَرَدَّ waradda dan menolak/menghalau ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِغَيْظِهِمْ bighayẓihim dengan kemarahan/kejengkelan mereka لَمْ lam tidak يَنَالُوا۟ yanālū mereka memperoleh خَيْرًۭا ۚ khayran kebaikan وَكَفَى wakafā dan cukuplah ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin ٱلْقِتَالَ ۚ l-qitāla peperangan وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah قَوِيًّا qawiyyan Maha Kuat عَزِيزًۭا ʿazīzan Maha Perkasa
Dan Allah menghalau orang-orang yang kafir itu yang keadaan mereka penuh kejengkelan, (lagi) mereka tidak memperoleh keuntungan apa pun. Dan Allah menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan 1. Dan adalah Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
وَأَنزَلَ wa-anzala dan Dia menurunkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَـٰهَرُوهُم ẓāharūhum membantu mereka مِّنْ min dari أَهْلِ ahli ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab مِن min dari صَيَاصِيهِمْ ṣayāṣīhim benteng-benteng mereka وَقَذَفَ waqadhafa dan Dia memasukkan فِى fī pada قُلُوبِهِمُ qulūbihimu hati mereka ٱلرُّعْبَ l-ruʿ'ba rasa takut فَرِيقًۭا farīqan sebagian تَقْتُلُونَ taqtulūna kamu membunuh وَتَأْسِرُونَ watasirūna dan kamu menawan فَرِيقًۭا farīqan sebagian
Dan Dia menurunkan orang-orang ahli kitab (Bani Qurayẓah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka dan Dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebagian mereka kamu bunuh dan sebagian yang lain kamu tawan 1.
وَأَوْرَثَكُمْ wa-awrathakum dan Dia mewariskan kepadamu أَرْضَهُمْ arḍahum bumi mereka وَدِيَـٰرَهُمْ wadiyārahum dan rumah-rumah mereka وَأَمْوَٰلَهُمْ wa-amwālahum dan harta benda mereka وَأَرْضًۭا wa-arḍan dan bumi/tanah لَّمْ lam tidak تَطَـُٔوهَا ۚ taṭaūhā kamu menginjaknya وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرًۭا qadīran berkuasa
Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah, dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak 1. Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu nabi قُل qul katakan لِّأَزْوَٰجِكَ li-azwājika kepada istri-istrimu إِن in jika كُنتُنَّ kuntunna kamu sekalian تُرِدْنَ turid'na kamu menghendaki ٱلْحَيَوٰةَ l-ḥayata kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَزِينَتَهَا wazīnatahā dan perhiasannya فَتَعَالَيْنَ fataʿālayna maka marilah أُمَتِّعْكُنَّ umattiʿ'kunna akan aku berikan mut'ah kepadamu وَأُسَرِّحْكُنَّ wa-usarriḥ'kunna dan akan aku ceraikan kamu سَرَاحًۭا sarāḥan perceraian جَمِيلًۭا jamīlan yang baik
Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, "Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mutah1 dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik.
وَإِن wa-in dan jika كُنتُنَّ kuntunna kamu adalah تُرِدْنَ turid'na kamu menghendaki ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan rasul-Nya وَٱلدَّارَ wal-dāra dan kampung ٱلْـَٔاخِرَةَ l-ākhirata akhirat فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah أَعَدَّ aʿadda menyediakan لِلْمُحْسِنَـٰتِ lil'muḥ'sināti bagi orang-orang yang berbuat baik مِنكُنَّ minkunna diantara kamu أَجْرًا ajran pahala عَظِيمًۭا ʿaẓīman yang besar
Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridaan) Allah dan rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik di antaramu pahala yang besar.
يَـٰنِسَآءَ yānisāa hai isteri-isteri ٱلنَّبِىِّ l-nabiyi nabi مَن man siapa يَأْتِ yati mendatangkan/mengerjakan مِنكُنَّ minkunna diantara kamu بِفَـٰحِشَةٍۢ bifāḥishatin dengan perbuatan keji مُّبَيِّنَةٍۢ mubayyinatin yang nyata يُضَـٰعَفْ yuḍāʿaf dilipat gandakan لَهَا lahā baginya/kepadanya ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu siksaan ضِعْفَيْنِ ۚ ḍiʿ'fayni dua kali lipat وَكَانَ wakāna dan adalah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu عَلَى ʿalā atas ٱللَّهِ l-lahi Allah يَسِيرًۭا yasīran mudah
Hai istri-istri nabi, siapa-siapa di antaramu yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya akan dilipatgandakan siksaan kepada mereka dua kali lipat. Dan adalah yang demikian itu mudah bagi Allah.
۞ وَمَن waman dan siapa يَقْنُتْ yaqnut taat/patuh مِنكُنَّ minkunna diantara kamu sekalian لِلَّهِ lillahi Allah وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan rasul-Nya وَتَعْمَلْ wataʿmal dan mengerjakan/amal صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebajikan/saleh نُّؤْتِهَآ nu'tihā Kami datangkan/berikan أَجْرَهَا ajrahā pahalanya مَرَّتَيْنِ marratayni dua kali وَأَعْتَدْنَا wa-aʿtadnā dan Kami sediakan لَهَا lahā baginya رِزْقًۭا riz'qan rizki كَرِيمًۭا karīman mulia
Dan barang siapa di antara kamu sekalian (istri-istri nabi) tetap taat kepada Allah dan rasul-Nya dan mengerjakan amal yang saleh, niscaya Kami memberikan kepadanya pahala dua kali lipat dan Kami sediakan baginya rezeki yang mulia.
يَـٰنِسَآءَ yānisāa hai isteri-isteri ٱلنَّبِىِّ l-nabiyi Nabi لَسْتُنَّ lastunna tidaklah kamu كَأَحَدٍۢ ka-aḥadin seperti seseorang مِّنَ mina dari ٱلنِّسَآءِ ۚ l-nisāi wanita-wanita إِنِ ini jika ٱتَّقَيْتُنَّ ittaqaytunna kamu taat/patuh فَلَا falā maka jangan تَخْضَعْنَ takhḍaʿna kamu tunduk بِٱلْقَوْلِ bil-qawli dengan/dalam perkataan/pembicaraan فَيَطْمَعَ fayaṭmaʿa maka (sehingga) berkeinginan ٱلَّذِى alladhī orang yang فِى fī dalam قَلْبِهِۦ qalbihi hatinya مَرَضٌۭ maraḍun penyakit وَقُلْنَ waqul'na dan berkatalah قَوْلًۭا qawlan perkataan مَّعْرُوفًۭا maʿrūfan yang baik
Hai istri-istri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk 1 dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya 2 , dan ucapkanlah perkataan yang baik,
وَقَرْنَ waqarna dan hendaklah kamu tetap فِى fī dalam بُيُوتِكُنَّ buyūtikunna rumahmu وَلَا walā dan jangan تَبَرَّجْنَ tabarrajna kamu berhias تَبَرُّجَ tabarruja perhiasan ٱلْجَـٰهِلِيَّةِ l-jāhiliyati orang-orang jahiliyah ٱلْأُولَىٰ ۖ l-ūlā pertama/dahulu وَأَقِمْنَ wa-aqim'na dan dirikanlah ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَءَاتِينَ waātīna dan tunaikanlah ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat وَأَطِعْنَ wa-aṭiʿ'na dan taatilah ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥٓ ۚ warasūlahu dan rasul-Nya إِنَّمَا innamā sesungguhnya يُرِيدُ yurīdu menghendaki/bermaksud ٱللَّهُ l-lahu Allah لِيُذْهِبَ liyudh'hiba Dia hendak menghilangkan عَنكُمُ ʿankumu dari kalian ٱلرِّجْسَ l-rij'sa kotoran/dosa أَهْلَ ahla ahli/penghuni ٱلْبَيْتِ l-bayti keluarga وَيُطَهِّرَكُمْ wayuṭahhirakum dan Dia akan mensucikan kamu تَطْهِيرًۭا taṭhīran sesuci-sucinya
dan hendaklah kamu tetap di rumahmu 1, dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliah yang dahulu 2, dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai Ahlulbait 3 dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.
وَٱذْكُرْنَ wa-udh'kur'na dan ingatlah مَا mā apa يُتْلَىٰ yut'lā yang dibacakan فِى fī pada بُيُوتِكُنَّ buyūtikunna rumahmu مِنْ min dari ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٱلْحِكْمَةِ ۚ wal-ḥik'mati dan hikmah/kebijaksanaan إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah لَطِيفًا laṭīfan Maha Halus خَبِيرًا khabīran Maha Mengetahui
Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunah nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْمُسْلِمِينَ l-mus'limīna laki-laki muslim وَٱلْمُسْلِمَـٰتِ wal-mus'limāti dan perempuan muslim وَٱلْمُؤْمِنِينَ wal-mu'minīna dan laki-laki mukmin وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ wal-mu'mināti dan perempuan mukmin وَٱلْقَـٰنِتِينَ wal-qānitīna dan laki-laki yang taat وَٱلْقَـٰنِتَـٰتِ wal-qānitāti dan perempuan-perempuan yang taat وَٱلصَّـٰدِقِينَ wal-ṣādiqīna orang laki-laki yang benar وَٱلصَّـٰدِقَـٰتِ wal-ṣādiqāti dan perempuan yang benar وَٱلصَّـٰبِرِينَ wal-ṣābirīna dan laki-laki yang sabar وَٱلصَّـٰبِرَٰتِ wal-ṣābirāti dan perempuan-perempuan yang sabar وَٱلْخَـٰشِعِينَ wal-khāshiʿīna dan laki-laki yang khusyu' وَٱلْخَـٰشِعَـٰتِ wal-khāshiʿāti dan perempuan yang khusyu' وَٱلْمُتَصَدِّقِينَ wal-mutaṣadiqīna dan laki-laki yang sedekah وَٱلْمُتَصَدِّقَـٰتِ wal-mutaṣadiqāti dan perempuan-perempuan yang sedekah وَٱلصَّـٰٓئِمِينَ wal-ṣāimīna dan laki-laki yang berpuasa وَٱلصَّـٰٓئِمَـٰتِ wal-ṣāimāti dan perempuan-perempuan yang berpuasa وَٱلْحَـٰفِظِينَ wal-ḥāfiẓīna dan laki-laki yang memelihara فُرُوجَهُمْ furūjahum kehormatan mereka وَٱلْحَـٰفِظَـٰتِ wal-ḥāfiẓāti dan perempuan-perempuan yang memelihara وَٱلذَّٰكِرِينَ wal-dhākirīna dan laki-laki yang mengingat ٱللَّهَ l-laha Allah كَثِيرًۭا kathīran banyak وَٱلذَّٰكِرَٰتِ wal-dhākirāti dan perempuan-perempuan yang mengingat أَعَدَّ aʿadda telah menyediakan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَهُم lahum bagi mereka مَّغْفِرَةًۭ maghfiratan ampunan وَأَجْرًا wa-ajran dan pahala عَظِيمًۭا ʿaẓīman yang besar
Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin 1, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.
وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna adalah لِمُؤْمِنٍۢ limu'minin bagi laki-laki mukmin وَلَا walā dan tidak مُؤْمِنَةٍ mu'minatin perempuan mukmin إِذَا idhā apabila قَضَى qaḍā telah menetapkan ٱللَّهُ l-lahu Allah وَرَسُولُهُۥٓ warasūluhu dan rasul-Nya أَمْرًا amran perkara أَن an bahwa يَكُونَ yakūna adalah mereka لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلْخِيَرَةُ l-khiyaratu pilihan مِنْ min dari أَمْرِهِمْ ۗ amrihim perkara mereka وَمَن waman dan barang siapa يَعْصِ yaʿṣi mendurhakai ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan rasul-Nya فَقَدْ faqad maka sungguh ضَلَّ ḍalla ia telah sesat ضَلَـٰلًۭا ḍalālan kesesatan مُّبِينًۭا mubīnan yang nyata
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.
وَإِذْ wa-idh dan ketika تَقُولُ taqūlu kamu berkata لِلَّذِىٓ lilladhī kepada orang-orang أَنْعَمَ anʿama telah memberi ni'mat ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya وَأَنْعَمْتَ wa-anʿamta dan kamu telah memberi ni'mat عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya أَمْسِكْ amsik tahanlah عَلَيْكَ ʿalayka atasmu زَوْجَكَ zawjaka istrimu وَٱتَّقِ wa-ittaqi dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah وَتُخْفِى watukh'fī dan kamu menyembunyikan فِى fī dalam نَفْسِكَ nafsika jiwamu/hatimu مَا mā apa-apa ٱللَّهُ l-lahu Allah مُبْدِيهِ mub'dīhi menyatakannya وَتَخْشَى watakhshā dan kamu takut ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah أَحَقُّ aḥaqqu lebih berhak أَن an bahwa تَخْشَىٰهُ ۖ takhshāhu kamu takuti-Nya فَلَمَّا falammā maka tatkala قَضَىٰ qaḍā telah memutuskan زَيْدٌۭ zaydun Zaid مِّنْهَا min'hā dari padanya وَطَرًۭا waṭaran keperluan زَوَّجْنَـٰكَهَا zawwajnākahā Kami kawinkan kamu dengannya لِكَىْ likay supaya لَا lā tidak يَكُونَ yakūna adalah عَلَى ʿalā atas ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang mukmin حَرَجٌۭ ḥarajun keberatan فِىٓ fī pada أَزْوَٰجِ azwāji istri-istri أَدْعِيَآئِهِمْ adʿiyāihim anak angkat mereka إِذَا idhā apabila قَضَوْا۟ qaḍaw mereka memutuskan/menyelesaikan مِنْهُنَّ min'hunna diantara mereka وَطَرًۭا ۚ waṭaran keperluan وَكَانَ wakāna dan adalah أَمْرُ amru perkara/ketetapan ٱللَّهِ l-lahi Allah مَفْعُولًۭا mafʿūlan dikerjakan/terjadi
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya, "Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia 1 supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya 2. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.
مَّا mā tidak كَانَ kāna ada عَلَى ʿalā atas ٱلنَّبِىِّ l-nabiyi nabi مِنْ min dari حَرَجٍۢ ḥarajin keberatan فِيمَا fīmā dalam/tentang apa فَرَضَ faraḍa telah menetapkan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَهُۥ ۖ lahu baginya سُنَّةَ sunnata sunnah/peraturan ٱللَّهِ l-lahi Allah فِى fī pada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang خَلَوْا۟ khalaw (mereka) berlalu مِن min dari قَبْلُ ۚ qablu sebelumnya/dahulu وَكَانَ wakāna dan adalah أَمْرُ amru perintah/perkara ٱللَّهِ l-lahi Allah قَدَرًۭا qadaran ketetapan/keputusan مَّقْدُورًا maqdūran telah ditetapkan
Tidak ada suatu keberatanpun atas nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu 1. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُبَلِّغُونَ yuballighūna (mereka) menyampaikan رِسَـٰلَـٰتِ risālāti risalah-risalah ٱللَّهِ l-lahi Allah وَيَخْشَوْنَهُۥ wayakhshawnahu dan mereka takut kepada-Nya وَلَا walā dan tidak يَخْشَوْنَ yakhshawna mereka takut أَحَدًا aḥadan seseorang/apapun إِلَّا illā kecuali/selain ٱللَّهَ ۗ l-laha Allah وَكَفَىٰ wakafā cukuplah بِٱللَّهِ bil-lahi bagi Allah حَسِيبًۭا ḥasīban pembuat perhitungan
(yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah 1; mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan.
مَّا mā tidak كَانَ kāna adalah مُحَمَّدٌ muḥammadun Muhammad أَبَآ abā bapak أَحَدٍۢ aḥadin seorang مِّن min dari رِّجَالِكُمْ rijālikum laki-laki diantara kamu وَلَـٰكِن walākin tetapi رَّسُولَ rasūla dan rasul ٱللَّهِ l-lahi Allah وَخَاتَمَ wakhātama dan penutup ٱلنَّبِيِّـۧنَ ۗ l-nabiyīna para nabi وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah بِكُلِّ bikulli dengan semuanya/setiap شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمًۭا ʿalīman Maha Mengetahui
Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu 1, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱذْكُرُوا۟ udh'kurū ingatlah ٱللَّهَ l-laha Allah ذِكْرًۭا dhik'ran ingat كَثِيرًۭا kathīran banyak
Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah; zikir yang sebanyak-banyaknya.
وَسَبِّحُوهُ wasabbiḥūhu dan bertashbihlah بُكْرَةًۭ buk'ratan diwaktu pagi وَأَصِيلًا wa-aṣīlan dan petang
Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.
هُوَ huwa Dia ٱلَّذِى alladhī yang يُصَلِّى yuṣallī memberi rahmat عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَمَلَـٰٓئِكَتُهُۥ wamalāikatuhu dan malaikat-malaikat-Nya لِيُخْرِجَكُم liyukh'rijakum karena Dia hendak mengeluarkan kamu مِّنَ mina dari ٱلظُّلُمَـٰتِ l-ẓulumāti kegelapan إِلَى ilā kepada ٱلنُّورِ ۚ l-nūri cahaya وَكَانَ wakāna dan adalah بِٱلْمُؤْمِنِينَ bil-mu'minīna kepada orang-orang mukmin رَحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang
Dia-lah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.
تَحِيَّتُهُمْ taḥiyyatuhum penghormatan mereka يَوْمَ yawma hari يَلْقَوْنَهُۥ yalqawnahu mereka menemui-Nya سَلَـٰمٌۭ ۚ salāmun salam/sejahtera وَأَعَدَّ wa-aʿadda dan Dia menyediakan لَهُمْ lahum bagi mereka أَجْرًۭا ajran pahala كَرِيمًۭا karīman mulia
Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mukmin itu) pada hari mereka menemui-Nya ialah, "Salām" 1 dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā hai ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu nabi إِنَّآ innā sesungguhnya Kami أَرْسَلْنَـٰكَ arsalnāka Kami mengutusmu شَـٰهِدًۭا shāhidan menjadi saksi وَمُبَشِّرًۭا wamubashiran dan pembawa kabar gembira وَنَذِيرًۭا wanadhīran dan pemberi peringatan
Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan,
وَدَاعِيًا wadāʿiyan dan penyeru إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah بِإِذْنِهِۦ bi-idh'nihi dengan izin-Nya وَسِرَاجًۭا wasirājan dan pelita مُّنِيرًۭا munīran bersinar/terang
dan untuk menjadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk menjadi cahaya yang menerangi.
وَبَشِّرِ wabashiri dan berilah kabar gembira ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman بِأَنَّ bi-anna bahwa sesungguhnya لَهُم lahum bagi mereka مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah فَضْلًۭا faḍlan karunia كَبِيرًۭا kabīran besar
Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah.
وَلَا walā dan janganlah تُطِعِ tuṭiʿi mengikuti ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir وَٱلْمُنَـٰفِقِينَ wal-munāfiqīna dan orang-orang munafik وَدَعْ wadaʿ dan biarkan أَذَىٰهُمْ adhāhum gangguan mereka وَتَوَكَّلْ watawakkal dan bertakwalah عَلَى ʿalā atas/kepada ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَكَفَىٰ wakafā dan cukuplah بِٱللَّهِ bil-lahi Allah وَكِيلًۭا wakīlan tempat berserah diri/pelindung
Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang-orang munafik itu; janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pelindung.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِذَا idhā apabila نَكَحْتُمُ nakaḥtumu kamu mengawini ٱلْمُؤْمِنَـٰتِ l-mu'mināti perempuan-perempuan yang beriman ثُمَّ thumma kemudian طَلَّقْتُمُوهُنَّ ṭallaqtumūhunna kamu menceraikan mereka مِن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa تَمَسُّوهُنَّ tamassūhunna kamu menyentuh/menggauli mereka فَمَا famā maka tidak لَكُمْ lakum bagi kalian عَلَيْهِنَّ ʿalayhinna atas mereka مِنْ min dari عِدَّةٍۢ ʿiddatin iddah تَعْتَدُّونَهَا ۖ taʿtaddūnahā kamu menghitungnya فَمَتِّعُوهُنَّ famattiʿūhunna maka berilah mereka mut'ah وَسَرِّحُوهُنَّ wasarriḥūhunna dan lepaskan/ceraikan mereka سَرَاحًۭا sarāḥan perceraian جَمِيلًۭا jamīlan baik
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu menikahi perempuan-perempuan yang beriman, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya, maka sekali-sekali tidak wajib atas mereka idah bagimu yang kamu minta menyempurnakannya. Maka berilah mereka mutah 1 dan lepaskanlah mereka itu dengan cara yang sebaik-baiknya.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā hai ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu Nabi إِنَّآ innā sesungguhnya Kami أَحْلَلْنَا aḥlalnā Kami telah menghalalkan لَكَ laka bagimu أَزْوَٰجَكَ azwājaka istri-istrimu ٱلَّـٰتِىٓ allātī yang ءَاتَيْتَ ātayta kamu telah berikan أُجُورَهُنَّ ujūrahunna maskawin mereka وَمَا wamā dan apa مَلَكَتْ malakat yang dimiliki يَمِينُكَ yamīnuka tangan kananmu (hamba sahaya) مِمَّآ mimmā dari apa أَفَآءَ afāa memberi/mengkaruniakan ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْكَ ʿalayka atasmu وَبَنَاتِ wabanāti dan anak-anak perempuanmu عَمِّكَ ʿammika saudara perempuan bapakmu وَبَنَاتِ wabanāti dan anak-anak perempuan عَمَّـٰتِكَ ʿammātika saudara perempuan bapakmu وَبَنَاتِ wabanāti dan anak-anak perempuan خَالِكَ khālika saudara laki-laki bapakmu وَبَنَاتِ wabanāti dan anak-anak perempuan خَـٰلَـٰتِكَ khālātika saudara perempuan ibumu ٱلَّـٰتِى allātī yang هَاجَرْنَ hājarna mereka hijrah مَعَكَ maʿaka bersamamu وَٱمْرَأَةًۭ wa-im'ra-atan dan wanita مُّؤْمِنَةً mu'minatan yang beriman إِن in jika وَهَبَتْ wahabat ia menyerahkan نَفْسَهَا nafsahā dirinya لِلنَّبِىِّ lilnnabiyyi kepada nabi إِنْ in jika أَرَادَ arāda menghendaki ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu nabi أَن an bahwa يَسْتَنكِحَهَا yastankiḥahā dia akan mengawininya خَالِصَةًۭ khāliṣatan pengkhususan لَّكَ laka bagimu مِن min dari دُونِ dūni selain ٱلْمُؤْمِنِينَ ۗ l-mu'minīna orang-orang yang beriman قَدْ qad sesungguhnya عَلِمْنَا ʿalim'nā kami telah mengetahui مَا mā apa فَرَضْنَا faraḍnā yang kami fardukan/wajibkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka فِىٓ fī pada أَزْوَٰجِهِمْ azwājihim istri-istri mereka وَمَا wamā dan tidak مَلَكَتْ malakat yang dimiliki أَيْمَـٰنُهُمْ aymānuhum tangan kanan mereka (hamba sahaya) لِكَيْلَا likaylā supaya tidak يَكُونَ yakūna adalah عَلَيْكَ ʿalayka atasmu حَرَجٌۭ ۗ ḥarajun kesempitan وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun رَّحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang
Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah kamu berikan mas kawinnya, dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu, dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu, dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada nabi kalau nabi mau mengawininya sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
۞ تُرْجِى tur'jī engkau boleh menangguhkan مَن man siapa تَشَآءُ tashāu kamu kehendaki مِنْهُنَّ min'hunna dari/diantara mereka وَتُـْٔوِىٓ watu'wī kamu beri perlindungan/menggauli إِلَيْكَ ilayka kepadamu مَن man siapa تَشَآءُ ۖ tashāu yang dikehendaki وَمَنِ wamani dan siapa ٱبْتَغَيْتَ ib'taghayta kamu ingini مِمَّنْ mimman dan siapa/orang عَزَلْتَ ʿazalta kamu sisihkan فَلَا falā maka tidak جُنَاحَ junāḥa berdosa عَلَيْكَ ۚ ʿalayka atasmu ذَٰلِكَ dhālika seperti itulah أَدْنَىٰٓ adnā lebih dekat أَن an bahwa تَقَرَّ taqarra menyejukkan أَعْيُنُهُنَّ aʿyunuhunna mata mereka وَلَا walā dan tidak يَحْزَنَّ yaḥzanna mereka tidak merasa sedih وَيَرْضَيْنَ wayarḍayna dan mereka rela بِمَآ bimā dengan apa-apa ءَاتَيْتَهُنَّ ātaytahunna kamu telah berikan kepada mereka كُلُّهُنَّ ۚ kulluhunna semuanya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui مَا mā apa فِى fī pada قُلُوبِكُمْ ۚ qulūbikum hati kamu وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلِيمًا ʿalīman Maha Mengetahui حَلِيمًۭا ḥalīman Maha Penyantun
Kamu boleh menangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki di antara mereka (istri-istrimu) dan (boleh pula) menggauli siapa yang kamu kehendaki. Dan siapa-siapa yang kamu ingini untuk menggaulinya kembali dari perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu. Yang demikian itu adalah lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih, dan semuanya rela dengan apa yang telah kamu berikan kepada mereka. Dan Allah mengetahui apa yang (tersimpan) dalam hatimu. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun 1.
لَّا lā tidak يَحِلُّ yaḥillu halal لَكَ laka bagimu ٱلنِّسَآءُ l-nisāu perempuan مِنۢ min dari بَعْدُ baʿdu sesudah وَلَآ walā dan tidak أَن an bahwa تَبَدَّلَ tabaddala boleh kamu mengganti بِهِنَّ bihinna dengan mereka مِنْ min dari أَزْوَٰجٍۢ azwājin istri-istri وَلَوْ walaw walaupun أَعْجَبَكَ aʿjabaka menarik hatimu حُسْنُهُنَّ ḥus'nuhunna kebaikan/kecantikan mereka إِلَّا illā kecuali مَا mā apa مَلَكَتْ malakat yang dimiliki يَمِينُكَ ۗ yamīnuka tangan kananmu وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala/semua شَىْءٍۢ shayin sesuatu رَّقِيبًۭا raqīban Maha Pengawas
Tidak halal bagimu mengawini perempuan-perempuan sesudah itu dan tidak boleh (pula) mengganti mereka dengan istri-istri (yang lain), meskipun kecantikannya menarik hatimu, kecuali perempuan-perempuan (hamba sahaya) yang kamu miliki. Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu 1.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا lā tidak تَدْخُلُوا۟ tadkhulū kamu memasuki بُيُوتَ buyūta rumah ٱلنَّبِىِّ l-nabiyi nabi إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa يُؤْذَنَ yu'dhana diizinkan لَكُمْ lakum bagi kalian إِلَىٰ ilā kecuali طَعَامٍ ṭaʿāmin makanan غَيْرَ ghayra tidak نَـٰظِرِينَ nāẓirīna menunggu-nunggu إِنَىٰهُ ināhu sesungguhnya وَلَـٰكِنْ walākin dan adalah إِذَا idhā apabila دُعِيتُمْ duʿītum kamu diundang فَٱدْخُلُوا۟ fa-ud'khulū maka masuklah فَإِذَا fa-idhā maka apabila طَعِمْتُمْ ṭaʿim'tum kamu selesai makan فَٱنتَشِرُوا۟ fa-intashirū maka bertebaranlah/keluarlah وَلَا walā dan jangan مُسْتَـْٔنِسِينَ mus'tanisīna beramah tamah/asyik لِحَدِيثٍ ۚ liḥadīthin untuk percakapan إِنَّ inna sesungguhnya ذَٰلِكُمْ dhālikum yang demikian itu كَانَ kāna adalah يُؤْذِى yu'dhī menyakiti/mengganggu ٱلنَّبِىَّ l-nabiya nabi فَيَسْتَحْىِۦ fayastaḥyī lalu dia malu مِنكُمْ ۖ minkum dari kamu/kepadamu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا lā tidak يَسْتَحْىِۦ yastaḥyī malu مِنَ mina dari ٱلْحَقِّ ۚ l-ḥaqi kebenaran وَإِذَا wa-idhā dan apabila سَأَلْتُمُوهُنَّ sa-altumūhunna kamu meminta kepada mereka مَتَـٰعًۭا matāʿan satu keperluan فَسْـَٔلُوهُنَّ fasalūhunna maka mintalah kepada mereka مِن min dari وَرَآءِ warāi belakang حِجَابٍۢ ۚ ḥijābin tabir ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu أَطْهَرُ aṭharu lebih mensucikan لِقُلُوبِكُمْ liqulūbikum bagi hatimu وَقُلُوبِهِنَّ ۚ waqulūbihinna dan hati mereka وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna adalah لَكُمْ lakum bagi kalian أَن an bahwa تُؤْذُوا۟ tu'dhū kamu menyakiti/mengganggu رَسُولَ rasūla utusan/rasul ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَآ walā dan tidak أَن an bahwa تَنكِحُوٓا۟ tankiḥū kamu mengawini أَزْوَٰجَهُۥ azwājahu istri-istrinya مِنۢ min dari بَعْدِهِۦٓ baʿdihi sesudahnya أَبَدًا ۚ abadan selama-lamanya إِنَّ inna sesungguhnya ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu كَانَ kāna adalah عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah عَظِيمًا ʿaẓīman besar
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah nabi, kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya) 1, tetapi jika kamu diundang, maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu nabi, lalu nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar) dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini istri-istrinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.
إِن in jika تُبْدُوا۟ tub'dū kamu melahirkan شَيْـًٔا shayan sesuatu أَوْ aw atau تُخْفُوهُ tukh'fūhu kamu menyembunyikannya فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah بِكُلِّ bikulli dengan segala/tiap-tiap شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمًۭا ʿalīman Maha Mengetahui
Jika kamu melahirkan sesuatu atau menyembunyikannya, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala sesuatu.
لَّا lā tidak جُنَاحَ junāḥa berdosa عَلَيْهِنَّ ʿalayhinna atas mereka فِىٓ fī pada ءَابَآئِهِنَّ ābāihinna bapak-bapak mereka وَلَآ walā dan tidak أَبْنَآئِهِنَّ abnāihinna anak-anak laki mereka وَلَآ walā dan tidak إِخْوَٰنِهِنَّ ikh'wānihinna saudara laki-laki mereka وَلَآ walā dan tidak أَبْنَآءِ abnāi anak-anak laki-laki mereka إِخْوَٰنِهِنَّ ikh'wānihinna saudara laki-laki mereka وَلَآ walā dan tidak أَبْنَآءِ abnāi anak laki-laki أَخَوَٰتِهِنَّ akhawātihinna saudara perempuan mereka وَلَا walā dan tidak نِسَآئِهِنَّ nisāihinna saudara perempuan mereka وَلَا walā dan tidak مَا mā apa-apa مَلَكَتْ malakat yang dimiliki أَيْمَـٰنُهُنَّ ۗ aymānuhunna tangan kanan mereka (hamba sahaya) وَٱتَّقِينَ wa-ittaqīna dan bertakwalah kamu ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu شَهِيدًا shahīdan Maha Menyaksikan
Tidak ada dosa atas istri-istri nabi (untuk berjumpa tanpa tabir) dengan bapak-bapak mereka, anak-anak laki-laki mereka, saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara mereka yang perempuan, perempuan-perempuan yang beriman, dan hamba sahaya yang mereka miliki, dan bertakwalah kamu (hai istri-istri nabi) kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah وَمَلَـٰٓئِكَتَهُۥ wamalāikatahu dan malaikat-malaikatnya يُصَلُّونَ yuṣallūna menyampaikan/mohon rahmat عَلَى ʿalā atas ٱلنَّبِىِّ ۚ l-nabiyi nabi يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman صَلُّوا۟ ṣallū mohonkan rahmat عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya وَسَلِّمُوا۟ wasallimū dan mohonkan keselamatan تَسْلِيمًا taslīman kesejahteraan/penghormatan
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya berselawat untuk nabi 1. Hai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya 2.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُؤْذُونَ yu'dhūna (mereka)menyakiti/mencaci ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan rasulnya لَعَنَهُمُ laʿanahumu mengutuk mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah فِى fī pada ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَٱلْـَٔاخِرَةِ wal-ākhirati dan akherat وَأَعَدَّ wa-aʿadda dan Dia menyediakan لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابًۭا ʿadhāban azab مُّهِينًۭا muhīnan yang menghinakan
Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan rasul-Nya 1, Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يُؤْذُونَ yu'dhūna (mereka) menyakiti ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang laki-laki beriman وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ wal-mu'mināti orang-orang perempuan beriman بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa مَا mā apa ٱكْتَسَبُوا۟ ik'tasabū mereka perbuat فَقَدِ faqadi maka sesungguhnya ٱحْتَمَلُوا۟ iḥ'tamalū mereka membawa/memikul بُهْتَـٰنًۭا buh'tānan kebohongan وَإِثْمًۭا wa-ith'man dan dosa مُّبِينًۭا mubīnan yang nyata
Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā hai ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu nabi قُل qul katakanlah لِّأَزْوَٰجِكَ li-azwājika kepada istri-istrimu وَبَنَاتِكَ wabanātika dan anak-anak perempuanmu وَنِسَآءِ wanisāi dan perempuan ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna yang beriman يُدْنِينَ yud'nīna mereka menutupi عَلَيْهِنَّ ʿalayhinna atas mereka مِن min dari جَلَـٰبِيبِهِنَّ ۚ jalābībihinna baju panjang mereka ذَٰلِكَ dhālika demikian itu أَدْنَىٰٓ adnā lebih dekat/mudah أَن an bahwa يُعْرَفْنَ yuʿ'rafna mereka dikenal فَلَا falā maka tidak يُؤْذَيْنَ ۗ yu'dhayna mereka diganggu وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun رَّحِيمًۭا raḥīman Maha Penyayang
Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya 1 ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
۞ لَّئِن la-in sesungguhnya jika لَّمْ lam tidak يَنتَهِ yantahi berhenti ٱلْمُنَـٰفِقُونَ l-munāfiqūna orang-orang munafik وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang فِى fī pada قُلُوبِهِم qulūbihim hati mereka مَّرَضٌۭ maraḍun penyakit وَٱلْمُرْجِفُونَ wal-mur'jifūna dan orang-orang yang menyiarkan fitnah فِى fī pada ٱلْمَدِينَةِ l-madīnati Madinah/kota لَنُغْرِيَنَّكَ lanugh'riyannaka niscaya Kami perintahkan kamu menyerang بِهِمْ bihim dengan mereka ثُمَّ thumma kemudian لَا lā tidak يُجَاوِرُونَكَ yujāwirūnaka mereka jadi tetanggamu فِيهَآ fīhā didalamnya إِلَّا illā kecuali قَلِيلًۭا qalīlan sedikit
Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya, dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di Madinah), melainkan dalam waktu yang sebentar,
مَّلْعُونِينَ ۖ malʿūnīna mereka terkutuk أَيْنَمَا aynamā dimana saja ثُقِفُوٓا۟ thuqifū mereka dijumpai أُخِذُوا۟ ukhidhū mereka ditangkap وَقُتِّلُوا۟ waquttilū dan mereka dibunuh تَقْتِيلًۭا taqtīlan pembunuhan yang dahsyat
dalam keadaan terlaknat. Di mana saja mereka dijumpai, mereka ditangkap dan dibunuh dengan sehebat-hebatnya.
سُنَّةَ sunnata sunnah/ketetapan ٱللَّهِ l-lahi Allah فِى fī pada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang خَلَوْا۟ khalaw terdahulu مِن min dari قَبْلُ ۖ qablu sebelum وَلَن walan dan tidak تَجِدَ tajida mendapati لِسُنَّةِ lisunnati bagi ketetapan ٱللَّهِ l-lahi Allah تَبْدِيلًۭا tabdīlan perubahan
Sebagai sunah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum(mu) dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunah Allah.
يَسْـَٔلُكَ yasaluka akan bertanya kepadamu ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia عَنِ ʿani dari/tentang ٱلسَّاعَةِ ۖ l-sāʿati kiamat قُلْ qul katakanlah إِنَّمَا innamā sesungguhnya عِلْمُهَا ʿil'muhā pengetahuannya عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَمَا wamā dan tidak يُدْرِيكَ yud'rīka akan memberitakan kepadamu لَعَلَّ laʿalla boleh jadi/barangkali ٱلسَّاعَةَ l-sāʿata hari kiamat تَكُونُ takūnu adalah قَرِيبًا qarīban dekat
Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah". Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَعَنَ laʿana mengutuk ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir وَأَعَدَّ wa-aʿadda dan Dia menyediakan لَهُمْ lahum bagi mereka سَعِيرًا saʿīran api yang menyala-nyala
Sesungguhnya Allah melaknati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka),
خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَآ fīhā di dalamnya أَبَدًۭا ۖ abadan selama-lamanya لَّا lā tidak يَجِدُونَ yajidūna mereka mengambil/mendapatkan وَلِيًّۭا waliyyan pelindung وَلَا walā dan tidak نَصِيرًۭا naṣīran penolong
mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak memperoleh seorang pelindung pun dan tidak (pula) seorang penolong.
يَوْمَ yawma hari تُقَلَّبُ tuqallabu dibolak-balik وُجُوهُهُمْ wujūhuhum muka mereka فِى fī pada ٱلنَّارِ l-nāri neraka يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata يَـٰلَيْتَنَآ yālaytanā seandainya أَطَعْنَا aṭaʿnā kami taat ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَطَعْنَا wa-aṭaʿnā dan kami taat ٱلرَّسُولَا۠ l-rasūlā rasul
Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata, "Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada rasul".
وَقَالُوا۟ waqālū dan berkata رَبَّنَآ rabbanā Tuhanku إِنَّآ innā sesungguhnya أَطَعْنَا aṭaʿnā kami mentaati سَادَتَنَا sādatanā pemimpin-pemimpin kami وَكُبَرَآءَنَا wakubarāanā dan pembesar-pembesar kami فَأَضَلُّونَا fa-aḍallūnā lalu mereka menyesatkan kami ٱلسَّبِيلَا۠ l-sabīlā jalan
Dan mereka berkata, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).
رَبَّنَآ rabbanā Tuhan kami ءَاتِهِمْ ātihim berilah mereka ضِعْفَيْنِ ḍiʿ'fayni dua kali lipat مِنَ mina dari ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab وَٱلْعَنْهُمْ wal-ʿanhum dan kutuklah mereka لَعْنًۭا laʿnan kutukan كَبِيرًۭا kabīran besar
Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar".
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا lā janganlah تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi كَٱلَّذِينَ ka-alladhīna seperti orang-orang yang ءَاذَوْا۟ ādhaw (mereka) menyakiti مُوسَىٰ mūsā Musa فَبَرَّأَهُ fabarra-ahu maka membebaskannya ٱللَّهُ l-lahu Allah مِمَّا mimmā dari apa قَالُوا۟ ۚ qālū mereka katakan وَكَانَ wakāna dan adalah عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَجِيهًۭا wajīhan terhormat
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱتَّقُوا۟ ittaqū bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah وَقُولُوا۟ waqūlū dan katakanlah قَوْلًۭا qawlan perkataan سَدِيدًۭا sadīdan benar
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar,
يُصْلِحْ yuṣ'liḥ Dia akan memperbaiki لَكُمْ lakum bagi kalian أَعْمَـٰلَكُمْ aʿmālakum amalan kamu وَيَغْفِرْ wayaghfir dan mengampuni لَكُمْ lakum bagi kalian ذُنُوبَكُمْ ۗ dhunūbakum dosa-dosa kamu وَمَن waman dan siapa يُطِعِ yuṭiʿi mentaati ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan rasulnya فَقَدْ faqad maka sungguh فَازَ fāza ia mendapat keuntungan/kemenangan فَوْزًا fawzan keuntungan/kemenangan عَظِيمًا ʿaẓīman besar
niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.
إِنَّا innā sesungguhnya عَرَضْنَا ʿaraḍnā Kami mengemukakan ٱلْأَمَانَةَ l-amānata amanat عَلَى ʿalā atas/kepada ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَٱلْجِبَالِ wal-jibāli dan gunung-gunung فَأَبَيْنَ fa-abayna maka mereka enggan أَن an bahwa يَحْمِلْنَهَا yaḥmil'nahā memikulnya وَأَشْفَقْنَ wa-ashfaqna dan mereka merasa takut مِنْهَا min'hā dari padanya وَحَمَلَهَا waḥamalahā dan memikulnya ٱلْإِنسَـٰنُ ۖ l-insānu manusia إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia كَانَ kāna adalah ظَلُومًۭا ẓalūman amat zalim جَهُولًۭا jahūlan amat bodoh
Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat 1 kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,
لِّيُعَذِّبَ liyuʿadhiba karena akan menyiksa ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik laki-laki وَٱلْمُنَـٰفِقَـٰتِ wal-munāfiqāti dan orang munafik perempuan وَٱلْمُشْرِكِينَ wal-mush'rikīna dan orang musyrik laki-laki وَٱلْمُشْرِكَـٰتِ wal-mush'rikāti dan orang musyrik perempuan وَيَتُوبَ wayatūba dan akan menerima taubat ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَى ʿalā atas ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang beriman laki-laki وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ ۗ wal-mu'mināti orang beriman perempuan وَكَانَ wakāna dan adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun رَّحِيمًۢا raḥīman Maha Penyayang
sehingga Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan dan sehingga Allah menerima tobat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.