Tilawahku
Masuk
۞

سبإ

Saba

Saba\' Makkiyah

Memuat audio qari…

🔊 Sedang diputar

ٱلْحَمْدُ al-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah ٱلَّذِى alladhī yang لَهُۥ lahu bagi-Nya-lah/memiliki مَا apa فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَلَهُ walahu dan bagi-Nya ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji فِى di ٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ l-ākhirati akhirat وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana ٱلْخَبِيرُ l-khabīru Maha Mengetahui

Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bagi-Nya (pula) segala puji di akhirat. Dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

🔊 Sedang diputar

يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui مَا apa يَلِجُ yaliju yang masuk فِى dalam ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَمَا wamā dan apa يَخْرُجُ yakhruju yang keluar مِنْهَا min'hā dari padanya وَمَا wamā dan apa يَنزِلُ yanzilu yang turun مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit وَمَا wamā dan apa يَعْرُجُ yaʿruju yang naik فِيهَا ۚ fīhā di dalamnya وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang ٱلْغَفُورُ l-ghafūru Maha Pengampun

Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang ke luar darinya, apa yang turun dari langit, dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia-lah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun.

🔊 Sedang diputar

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لَا tidak تَأْتِينَا tatīnā akan datang pada kami ٱلسَّاعَةُ ۖ l-sāʿatu hari kiamat قُلْ qul katakanlah بَلَىٰ balā ya وَرَبِّى warabbī demi Tuhanku لَتَأْتِيَنَّكُمْ latatiyannakum pasti ia akan datang kepadamu عَـٰلِمِ ʿālimi Yang mengetahui ٱلْغَيْبِ ۖ l-ghaybi yang ghaib لَا tidak يَعْزُبُ yaʿzubu tersembunyi عَنْهُ ʿanhu dari pada-Nya مِثْقَالُ mith'qālu seberat ذَرَّةٍۢ dharratin bagian terkecil/atom فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَلَا walā dan tidak فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَلَآ walā dan tidak أَصْغَرُ aṣgharu yang lebih kecil مِن min dari ذَٰلِكَ dhālika demikian itu وَلَآ walā dan tidak أَكْبَرُ akbaru yang lebih besar إِلَّا illā kecuali فِى dalam كِتَـٰبٍۢ kitābin kitab مُّبِينٍۢ mubīnin yang nyata

Dan orang-orang yang kafir berkata, "Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami". Katakanlah, "Pasti datang, demi Tuhan-ku Yang Mengetahui yang gaib, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada tersembunyi daripada-Nya sebesar zarah pun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam kitab yang nyata (Lawḥ Maḥfūẓ)",

🔊 Sedang diputar

لِّيَجْزِىَ liyajziya karena Dia akan memberi balasan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka mengerjakan/beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ ۚ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَهُم lahum bagi mereka مَّغْفِرَةٌۭ maghfiratun ampunan وَرِزْقٌۭ wariz'qun dan rizki كَرِيمٌۭ karīmun yang mulia

supaya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Mereka itu adalah orang-orang yang baginya ampunan dan rezeki yang mulia.

🔊 Sedang diputar

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang سَعَوْ saʿaw (mereka) berusaha فِىٓ pada ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami مُعَـٰجِزِينَ muʿājizīna melemahkan/menentang أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun azab مِّن min dari رِّجْزٍ rij'zin kotor/buruk أَلِيمٌۭ alīmun sangat pedih

Dan orang-orang yang berusaha untuk (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan mereka dapat melemahkan (menggagalkan azab Kami), mereka itu memperoleh azab, yaitu (jenis) azab yang pedih.

🔊 Sedang diputar

وَيَرَى wayarā dan melihat/berpendapat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْعِلْمَ l-ʿil'ma ilmu ٱلَّذِىٓ alladhī yang أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu مِن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu هُوَ huwa ia/itulah ٱلْحَقَّ l-ḥaqa benar وَيَهْدِىٓ wayahdī dan ia memberi petunjuk إِلَىٰ ilā kepada صِرَٰطِ ṣirāṭi jalan ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Perkasa ٱلْحَمِيدِ l-ḥamīdi Maha Terpuji

Dan orang-orang yang diberi ilmu (ahli kitab) berpendapat bahwa wahyu yang diturunkan kepadamu dari Tuhan-mu itulah yang benar dan menunjuki (manusia) kepada jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

🔊 Sedang diputar

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar هَلْ hal apakah/maukah نَدُلُّكُمْ nadullukum kami tunjukkan padamu عَلَىٰ ʿalā atas رَجُلٍۢ rajulin seorang laki-laki يُنَبِّئُكُمْ yunabbi-ukum ia akan menjelaskan kepadamu إِذَا idhā apabila مُزِّقْتُمْ muzziq'tum kamu (badanmu) hancur كُلَّ kulla setiap مُمَزَّقٍ mumazzaqin sehancur-hancurnya إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian لَفِى lafī sungguh dalam خَلْقٍۢ khalqin ciptaan جَدِيدٍ jadīdin baru

Dan orang-orang kafir berkata (kepada teman-temannya), "Maukah kamu kami tunjukkan kepadamu seorang laki-laki yang memberitakan kepadamu bahwa apabila badanmu telah hancur sehancur-hancurnya, sesungguhnya kamu benar-benar (akan dibangkitkan kembali) dalam ciptaan yang baru? 1

🔊 Sedang diputar

أَفْتَرَىٰ aftarā apakah dia mengada-adakan عَلَى ʿalā atas ٱللَّهِ l-lahi Allah كَذِبًا kadhiban kebohongan أَم am ataukah بِهِۦ bihi dengannya/padanya جِنَّةٌۢ ۗ jinnatun penyakit gila بَلِ bali bahkan/tetapi ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati kepada akhirat فِى dalam ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi siksaan وَٱلضَّلَـٰلِ wal-ḍalāli dan kesesatan ٱلْبَعِيدِ l-baʿīdi jauh

Apakah dia mengada-adakan kebohongan terhadap Allah ataukah ada padanya penyakit gila?" (Tidak), tetapi orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat berada dalam siksaan dan kesesatan yang jauh.

🔊 Sedang diputar

أَفَلَمْ afalam apakah maka tidak يَرَوْا۟ yaraw mereka memperhatikan إِلَىٰ ilā pada مَا apa بَيْنَ bayna diantara أَيْدِيهِمْ aydīhim hadapan mereka وَمَا wamā dan apa خَلْفَهُم khalfahum di belakang mereka مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi إِن in jika نَّشَأْ nasha Kami kehendaki نَخْسِفْ nakhsif Kami benamkan بِهِمُ bihimu dengan mereka ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi أَوْ aw atau نُسْقِطْ nus'qiṭ Kami jatuhkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka كِسَفًۭا kisafan potong/gumpalan مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ ۚ l-samāi langit إِنَّ inna sesungguhnya فِى pada ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَـَٔايَةًۭ laāyatan benar-benar tanda-tanda لِّكُلِّ likulli bagi setiap عَبْدٍۢ ʿabdin hamba مُّنِيبٍۢ munībin kembali

Maka apakah mereka tidak melihat langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka? Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka gumpalan dari langit. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Tuhan) bagi setiap hamba yang kembali (kepada-Nya).

🔊 Sedang diputar

۞ وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ءَاتَيْنَا ātaynā Kami telah berikan دَاوُۥدَ dāwūda Daud مِنَّا minnā dari Kami فَضْلًۭا ۖ faḍlan karunia يَـٰجِبَالُ yājibālu wahai gunung-gunung أَوِّبِى awwibī kembalilah/bertaubatlah kepada-Ku مَعَهُۥ maʿahu bersamanya (Daud)1 وَٱلطَّيْرَ ۖ wal-ṭayra dan burung-burung وَأَلَنَّا wa-alannā dan Kami telah melunakkan لَهُ lahu untuknya ٱلْحَدِيدَ l-ḥadīda besi

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Dāwūd karunia dari Kami. (Kami berfirman), "Hai gunung-gunung dan burung-burung bertasbihlah berulang-ulang bersama Dāwūd" dan Kami telah melunakkan besi untuknya,

🔊 Sedang diputar

أَنِ ani agar ٱعْمَلْ iʿ'mal buatlah سَـٰبِغَـٰتٍۢ sābighātin baju besi وَقَدِّرْ waqaddir besar فِى dalam ٱلسَّرْدِ ۖ l-sardi tenunan/anyaman وَٱعْمَلُوا۟ wa-iʿ'malū dan kerjakanlah/beramallah صَـٰلِحًا ۖ ṣāliḥan kebajikan/saleh إِنِّى innī sesungguhnya Aku بِمَا bimā dengan/tentang apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan بَصِيرٌۭ baṣīrun melihat

(yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan.

🔊 Sedang diputar

وَلِسُلَيْمَـٰنَ walisulaymāna dan untuk Sulaiman ٱلرِّيحَ l-rīḥa angin غُدُوُّهَا ghuduwwuhā perjalanannya di waktu pagi شَهْرٌۭ shahrun sebulan وَرَوَاحُهَا warawāḥuhā dan perjalanan di waktu petangnya شَهْرٌۭ ۖ shahrun sebulan وَأَسَلْنَا wa-asalnā dan Kami alirkan لَهُۥ lahu untuknya عَيْنَ ʿayna sumber/mata air ٱلْقِطْرِ ۖ l-qiṭ'ri leburan/cairan tembaga وَمِنَ wamina dan dari sebagian ٱلْجِنِّ l-jini jin مَن man orang/jin يَعْمَلُ yaʿmalu ia bekerja بَيْنَ bayna diantara يَدَيْهِ yadayhi hadapannya بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin رَبِّهِۦ ۖ rabbihi Tuhannya وَمَن waman dan barang siapa يَزِغْ yazigh berpaling/menyimpang مِنْهُمْ min'hum diantara mereka عَنْ ʿan dari أَمْرِنَا amrinā perintah Kami نُذِقْهُ nudhiq'hu Kami rasakannya مِنْ min dari عَذَابِ ʿadhābi azab ٱلسَّعِيرِ l-saʿīri api yang menyala-nyala

Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaymān yang perjalanannya pada waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya pada waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula)1 dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhan-nya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.

🔊 Sedang diputar

يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka bekerja لَهُۥ lahu untuknya (Sulaiman) مَا apa يَشَآءُ yashāu yang dikehendaki مِن min dari مَّحَـٰرِيبَ maḥārība gedung-gedung yang tinggi وَتَمَـٰثِيلَ watamāthīla dan patung-patung وَجِفَانٍۢ wajifānin dan pinggan-pinggan كَٱلْجَوَابِ kal-jawābi seperti kolam وَقُدُورٍۢ waqudūrin dan periuk-periuk رَّاسِيَـٰتٍ ۚ rāsiyātin tidak bergerak ٱعْمَلُوٓا۟ iʿ'malū bekerjalah ءَالَ āla (hai) keluarga دَاوُۥدَ dāwūda Daud شُكْرًۭا ۚ shuk'ran bersyukur وَقَلِيلٌۭ waqalīlun dan sedikit مِّنْ min dari عِبَادِىَ ʿibādiya hamba-hamba-Ku ٱلشَّكُورُ l-shakūru bersyukur

Para jin itu membuat untuk Sulaymān apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Dāwūd untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.

🔊 Sedang diputar

فَلَمَّا falammā maka tatkala قَضَيْنَا qaḍaynā Kami telah menetapkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya (Sulaiman) ٱلْمَوْتَ l-mawta kematian مَا tidak ada دَلَّهُمْ dallahum menunjukkan kepada mereka عَلَىٰ ʿalā atas مَوْتِهِۦٓ mawtihi kematiannya إِلَّا illā kecuali دَآبَّةُ dābbatu binatang merayap ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi تَأْكُلُ takulu memakan مِنسَأَتَهُۥ ۖ minsa-atahu tongkatnya فَلَمَّا falammā maka tatkala خَرَّ kharra dia tersungkur تَبَيَّنَتِ tabayyanati menjadi jelas/nyata ٱلْجِنُّ l-jinu jin أَن an bahwa لَّوْ law sekiranya كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui ٱلْغَيْبَ l-ghayba gaib مَا tidak لَبِثُوا۟ labithū mereka tetap فِى dalam ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi siksa ٱلْمُهِينِ l-muhīni menghinakan

Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaymān, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu, kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang gaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan.

🔊 Sedang diputar

لَقَدْ laqad sesungguhnya كَانَ kāna adalah لِسَبَإٍۢ lisaba-in bagi kaum Saba فِى di مَسْكَنِهِمْ maskanihim tempat kediaman mereka ءَايَةٌۭ ۖ āyatun tanda-tanda جَنَّتَانِ jannatāni dua kebun عَن ʿan dari يَمِينٍۢ yamīnin sebelah kanan وَشِمَالٍۢ ۖ washimālin dan sebelah kiri كُلُوا۟ kulū makanlah مِن min dari رِّزْقِ riz'qi rizki رَبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian وَٱشْكُرُوا۟ wa-ush'kurū dan bersyukurlah لَهُۥ ۚ lahu kepada-Nya بَلْدَةٌۭ baldatun negeri طَيِّبَةٌۭ ṭayyibatun yang baik وَرَبٌّ warabbun dan Tuhan غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun

Sesungguhnya bagi kaum Saba` ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan), "Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhan-mu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhan-mu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun".

🔊 Sedang diputar

فَأَعْرَضُوا۟ fa-aʿraḍū maka mereka berpaling فَأَرْسَلْنَا fa-arsalnā maka Kami kirimkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka سَيْلَ sayla banjir ٱلْعَرِمِ l-ʿarimi besar وَبَدَّلْنَـٰهُم wabaddalnāhum dan Kami ganti mereka بِجَنَّتَيْهِمْ bijannatayhim dengan kedua kebun mereka جَنَّتَيْنِ jannatayni dua kebun ذَوَاتَىْ dhawātay keduanya mempunyai أُكُلٍ ukulin makanan/buah خَمْطٍۢ khamṭin pahit وَأَثْلٍۢ wa-athlin dan cemara وَشَىْءٍۢ washayin dan sesuatu مِّن min dari سِدْرٍۢ sid'rin bidara قَلِيلٍۢ qalīlin sedikit

Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar 1 dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Aṡl dan sedikit dari pohon Sidr 2.

🔊 Sedang diputar

ذَٰلِكَ dhālika demikianlah جَزَيْنَـٰهُم jazaynāhum Kami memberi balasan kepada mereka بِمَا bimā dengan apa/dengan sebab كَفَرُوا۟ ۖ kafarū kafir/ingkar وَهَلْ wahal dan apakah/dan tidaklah نُجَـٰزِىٓ nujāzī Kami memberi balasan إِلَّا illā melainkan/kecuali ٱلْكَفُورَ l-kafūra orang-orang yang sangat kafir

Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.

🔊 Sedang diputar

وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan بَيْنَهُمْ baynahum antara mereka وَبَيْنَ wabayna dan antara ٱلْقُرَى l-qurā negeri ٱلَّتِى allatī yang بَـٰرَكْنَا bāraknā Kami limpahkan keberkahan فِيهَا fīhā di dalamnya قُرًۭى quran beberapa negeri ظَـٰهِرَةًۭ ẓāhiratan nampak (berdekatan) وَقَدَّرْنَا waqaddarnā dan Kami tetapkan فِيهَا fīhā di dalamnya (negeri itu) ٱلسَّيْرَ ۖ l-sayra perjalanan سِيرُوا۟ sīrū berjalanlah kamu فِيهَا fīhā di dalamnya (negeri itu) لَيَالِىَ layāliya pada malam hari وَأَيَّامًا wa-ayyāman dan siang hari ءَامِنِينَ āminīna dengan aman

Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam hari dan siang hari dengan dengan aman 1.

🔊 Sedang diputar

فَقَالُوا۟ faqālū maka mereka berkata رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami بَـٰعِدْ bāʿid jauhkanlah بَيْنَ bayna antara أَسْفَارِنَا asfārinā perjalanan kami وَظَلَمُوٓا۟ waẓalamū dan mereka menganiaya أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka sendiri فَجَعَلْنَـٰهُمْ fajaʿalnāhum maka Kami jadikan mereka أَحَادِيثَ aḥādītha percakapan/buah mulut وَمَزَّقْنَـٰهُمْ wamazzaqnāhum dan Kami hancurkan mereka كُلَّ kulla setiap/segala مُمَزَّقٍ ۚ mumazzaqin sehancur-hancurnya إِنَّ inna sesungguhnya فِى pada ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin benar-benar tanda-tanda لِّكُلِّ likulli bagi setiap صَبَّارٍۢ ṣabbārin orang-orang yang sabar شَكُورٍۢ shakūrin orang-orang yang bersyukur

Maka mereka berkata, "Ya Tuhan kami jauhkanlah jarak perjalanan kami 1" dan mereka menganiaya diri mereka sendiri; maka Kami jadikan mereka buah mulut dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur.

🔊 Sedang diputar

وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya صَدَّقَ ṣaddaqa telah membenarkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka إِبْلِيسُ ib'līsu iblis ظَنَّهُۥ ẓannahu sangkaannya فَٱتَّبَعُوهُ fa-ittabaʿūhu lalu mereka mengikutinya إِلَّا illā kecuali فَرِيقًۭا farīqan segolongan/sebagian مِّنَ mina dari ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman

Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka, lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian orang-orang yang beriman.

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna adalah لَهُۥ lahu baginya (iblis) عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مِّن min dari سُلْطَـٰنٍ sul'ṭānin kekuasaan إِلَّا illā kecuali لِنَعْلَمَ linaʿlama untuk Kami ketahui مَن man siapa يُؤْمِنُ yu'minu beriman بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati kepada akhirat مِمَّنْ mimman daripada orang هُوَ huwa dia مِنْهَا min'hā daripadanya فِى dalam شَكٍّۢ ۗ shakkin keraguan وَرَبُّكَ warabbuka dan Tuhanmu عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍ shayin sesuatu حَفِيظٌۭ ḥafīẓun Penjaga/Pemelihara

Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu. Dan Tuhan-mu Maha Memelihara segala sesuatu.

🔊 Sedang diputar

قُلِ quli katakanlah ٱدْعُوا۟ id'ʿū serulah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang زَعَمْتُم zaʿamtum kamu anggap مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah لَا tidak يَمْلِكُونَ yamlikūna mereka memiliki مِثْقَالَ mith'qāla seberat ذَرَّةٍۢ dharratin bagian yang terkecil/atom فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَلَا walā dan tidak فِى di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَمَا wamā dan tidaklah لَهُمْ lahum bagi mereka فِيهِمَا fīhimā dalam keduanya (langit dan bumi) مِن min dari شِرْكٍۢ shir'kin sekutu (suatu saham) وَمَا wamā dan tidak ada لَهُۥ lahu baginya مِنْهُم min'hum diantara mereka مِّن min dari ظَهِيرٍۢ ẓahīrin pembantu

Katakanlah, "Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarah pun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu saham pun dalam (penciptaan) langit dan bumi, dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya.

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan tidak تَنفَعُ tanfaʿu berguna ٱلشَّفَـٰعَةُ l-shafāʿatu pertolongan عِندَهُۥٓ ʿindahu di sisi-Nya إِلَّا illā kecuali لِمَنْ liman bagi orang أَذِنَ adhina Dia izinkan لَهُۥ ۚ lahu baginya حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila فُزِّعَ fuzziʿa dihilangkan ketakutan عَن ʿan dari قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka قَالُوا۟ qālū mereka berkata مَاذَا mādhā apakah قَالَ qāla berkata/kata رَبُّكُمْ ۖ rabbukum Tuhan kalian قَالُوا۟ qālū mereka berkata (menjawab) ٱلْحَقَّ ۖ l-ḥaqa kebenaran وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَلِىُّ l-ʿaliyu Maha Tinggi ٱلْكَبِيرُ l-kabīru Maha Besar

Dan tiadalah berguna syafaat di sisi Allah, melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafaat itu sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata, "Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhan-mu?" Mereka menjawab, "(Perkataan) yang benar" dan Dia-lah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar 1.

🔊 Sedang diputar

۞ قُلْ qul katakanlah مَن man siapa يَرْزُقُكُم yarzuqukum memberi rizki kepadamu مِّنَ mina dari ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi قُلِ quli katakanlah ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah وَإِنَّآ wa-innā dan sesungguhnya kami أَوْ aw atau إِيَّاكُمْ iyyākum kamu لَعَلَىٰ laʿalā pasti هُدًى hudan petunjuk أَوْ aw atau فِى dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍۢ mubīnin yang nyata

Katakanlah, "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?" Katakanlah, "Allah" dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik) pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata.

🔊 Sedang diputar

قُل qul katakanlah لَّا tidak تُسْـَٔلُونَ tus'alūna kamu akan ditanya عَمَّآ ʿammā dari/tentang apa أَجْرَمْنَا ajramnā dosa kami وَلَا walā dan tidak نُسْـَٔلُ nus'alu kami akan ditanya عَمَّا ʿammā dari/tentang apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Katakanlah, "Kamu tidak akan ditanya (bertanggung jawab) tentang dosa yang kami perbuat dan kami tidak akan ditanya (pula) tentang apa yang kamu perbuat".

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah يَجْمَعُ yajmaʿu akan mengumpulkan بَيْنَنَا baynanā diantara kita رَبُّنَا rabbunā Tuhan kita ثُمَّ thumma kemudian يَفْتَحُ yaftaḥu Dia memberi keputusan بَيْنَنَا baynanā diantara kita بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan benar وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْفَتَّاحُ l-fatāḥu Maha Pemberi keputusan ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui

Katakanlah, "Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia-lah Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui".

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah أَرُونِىَ arūniya perlihatkanlah kepadaku ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَلْحَقْتُم alḥaqtum kamu hubungkan بِهِۦ bihi dengan-Nya/Dia شُرَكَآءَ ۖ shurakāa sekutu-sekutu كَلَّا ۚ kallā tidak sekali-kali بَلْ bal bahkan هُوَ huwa Dia ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana

Katakanlah, "Perlihatkanlah kepadaku sembah-sembahan yang kamu hubungkan dengan Dia sebagai sekutu-sekutu(Nya), sekali-kali tidak mungkin! Sebenarnya, Dia-lah Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

وَمَآ wamā dan tidak أَرْسَلْنَـٰكَ arsalnāka Kami mengutus kamu إِلَّا illā kecuali كَآفَّةًۭ kāffatan seluruh لِّلنَّاسِ lilnnāsi untuk manusia بَشِيرًۭا bashīran pembawa kabar وَنَذِيرًۭا wanadhīran dan pemberi peringatan وَلَـٰكِنَّ walākinna tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.

🔊 Sedang diputar

وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka berkata مَتَىٰ matā kapankah هَـٰذَا hādhā ini ٱلْوَعْدُ l-waʿdu janji إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar

Dan mereka berkata, "Kapankah (datangnya) janji ini, jika kamu adalah orang-orang yang benar?".

🔊 Sedang diputar

قُل qul katakanlah لَّكُم lakum bagi kalian مِّيعَادُ mīʿādu janji يَوْمٍۢ yawmin hari لَّا tidak تَسْتَـْٔخِرُونَ tastakhirūna kamu dapat minta diundurkan عَنْهُ ʿanhu daripadanya سَاعَةًۭ sāʿatan sesaat وَلَا walā dan tidak تَسْتَقْدِمُونَ tastaqdimūna kamu dapat minta diajukan

Katakanlah, "Bagimu ada hari yang telah dijanjikan (hari kiamat) yang tiada dapat kamu minta mundur darinya barang sesaat pun dan tidak (pula) kamu dapat meminta supaya diajukan".

🔊 Sedang diputar

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لَن lan tidak نُّؤْمِنَ nu'mina kami beriman بِهَـٰذَا bihādhā dengan/kepada ini ٱلْقُرْءَانِ l-qur'āni Al Qur'an وَلَا walā dan tidak بِٱلَّذِى bi-alladhī dengan yang (Kitab) بَيْنَ bayna antara يَدَيْهِ ۗ yadayhi dihadapannya/sebelumnya وَلَوْ walaw dan kalau تَرَىٰٓ tarā kamu melihat إِذِ idhi ketika ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim مَوْقُوفُونَ mawqūfūna mereka berhenti/dihadapkan عِندَ ʿinda di sisi/kepada رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka يَرْجِعُ yarjiʿu mengembalikan بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka إِلَىٰ ilā kepada بَعْضٍ baʿḍin sebagian yang lain ٱلْقَوْلَ l-qawla perkataan يَقُولُ yaqūlu berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱسْتُضْعِفُوا۟ us'tuḍ'ʿifū (mereka) lemah لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang ٱسْتَكْبَرُوا۟ is'takbarū (mereka) menyombongkan diri لَوْلَآ lawlā kalau tidak أَنتُمْ antum kamu لَكُنَّا lakunnā tentu kamu menjadi مُؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman

Dan orang-orang kafir berkata, "Kami sekali-kali tidak akan beriman kepada Al-Qur`ān ini dan tidak (pula) kepada kitab yang sebelumnya". Dan (alangkah hebatnya) kalau kamu lihat ketika orang-orang yang zalim itu dihadapkan kepada Tuhan-nya, sebagian dari mereka menghadapkan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, "Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman".

🔊 Sedang diputar

قَالَ qāla berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱسْتَكْبَرُوا۟ is'takbarū (mereka) menyombongkan diri لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang ٱسْتُضْعِفُوٓا۟ us'tuḍ'ʿifū (mereka) lemah أَنَحْنُ anaḥnu apakah kami صَدَدْنَـٰكُمْ ṣadadnākum kami menghalangi kamu عَنِ ʿani dari ٱلْهُدَىٰ l-hudā petunjuk بَعْدَ baʿda setelah إِذْ idh ketika/tatkala جَآءَكُم ۖ jāakum ia datang kepadamu بَلْ bal bahkan كُنتُم kuntum kalian adalah مُّجْرِمِينَ muj'rimīna orang-orang yang berdosa

Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah, "Kamikah yang telah menghalangi kamu dari petunjuk sesudah petunjuk itu datang kepadamu? (Tidak), sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berdosa".

🔊 Sedang diputar

وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱسْتُضْعِفُوا۟ us'tuḍ'ʿifū (mereka) lemah لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang ٱسْتَكْبَرُوا۟ is'takbarū (mereka) menyombongkan diri بَلْ bal bahkan مَكْرُ makru tipu-daya ٱلَّيْلِ al-layli di waktu malam وَٱلنَّهَارِ wal-nahāri dan siang hari إِذْ idh ketika/tatkala تَأْمُرُونَنَآ tamurūnanā kamu menyuruh kami أَن an bahwa نَّكْفُرَ nakfura kami kafir بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَنَجْعَلَ wanajʿala dan kami menjadikan لَهُۥٓ lahu bagi-Nya أَندَادًۭا ۚ andādan sekutu-sekutu وَأَسَرُّوا۟ wa-asarrū dan mereka menyatakan ٱلنَّدَامَةَ l-nadāmata penyesalan لَمَّا lammā tatkala رَأَوُا۟ ra-awū mereka melihat ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan/pasang ٱلْأَغْلَـٰلَ l-aghlāla belenggu-belenggu فِىٓ di/pada أَعْنَاقِ aʿnāqi leher ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ ۚ kafarū kafir/ingkar هَلْ hal tidaklah يُجْزَوْنَ yuj'zawna mereka diberi balasan إِلَّا illā melainkan/kecuali مَا apa كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan

Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, "(Tidak), sebenarnya tipu daya(mu) pada waktu malam dan siang (yang menghalangi kami) ketika kamu menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya". Kedua belah pihak menyatakan penyesalan, tatkala mereka melihat azab. Dan kami pasang belenggu di leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak dibalas, melainkan dengan apa yang telah mereka kerjakan.

🔊 Sedang diputar

وَمَآ wamā dan tidak أَرْسَلْنَا arsalnā Kami mengutus فِى pada قَرْيَةٍۢ qaryatin suatu negeri مِّن min dari نَّذِيرٍ nadhīrin seorang pemberi peringatan إِلَّا illā kecuali/melainkan قَالَ qāla berkata مُتْرَفُوهَآ mut'rafūhā orang-orang hidup mewah di negeri itu إِنَّا innā sesungguhnya kami بِمَآ bimā dengan/tentang apa أُرْسِلْتُم ur'sil'tum kamu diutus بِهِۦ bihi dengannya (menyampaikannya) كَـٰفِرُونَ kāfirūna orang-orang yang mengingkari

Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatan pun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata, "Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya".

🔊 Sedang diputar

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata نَحْنُ naḥnu kami أَكْثَرُ aktharu lebih banyak أَمْوَٰلًۭا amwālan harta وَأَوْلَـٰدًۭا wa-awlādan dan anak-anak وَمَا wamā dan tidaklah نَحْنُ naḥnu kami بِمُعَذَّبِينَ bimuʿadhabīna orang-orang yang disiksa

Dan mereka berkata, "Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami sekali-kali tidak akan diazab 1.

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah إِنَّ inna sesungguhnya رَبِّى rabbī Tuhanku يَبْسُطُ yabsuṭu Dia melapangkan ٱلرِّزْقَ l-riz'qa rizki لِمَن liman bagi siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيَقْدِرُ wayaqdiru dan Dia menyempitkan وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Katakanlah, "Sesungguhnya Tuhan-ku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya), akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".

🔊 Sedang diputar

وَمَآ wamā dan tidak أَمْوَٰلُكُمْ amwālukum hartamu وَلَآ walā dan tidak أَوْلَـٰدُكُم awlādukum anak-anakmu بِٱلَّتِى bi-allatī dengan yang تُقَرِّبُكُمْ tuqarribukum mendekatkan kamu عِندَنَا ʿindanā pada sisi Kami زُلْفَىٰٓ zul'fā dekat إِلَّا illā kecuali مَنْ man orang ءَامَنَ āmana beriman وَعَمِلَ waʿamila dan mengerjakan/beramal صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebajikan/saleh فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu لَهُمْ lahum bagi mereka جَزَآءُ jazāu pembalasan ٱلضِّعْفِ l-ḍiʿ'fi lipat ganda بِمَا bimā dengan apa/sebab عَمِلُوا۟ ʿamilū mereka kerjakan وَهُمْ wahum dan mereka فِى di/pada ٱلْغُرُفَـٰتِ l-ghurufāti tempat yang tinggi ءَامِنُونَ āminūna mereka aman sentosa

Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikit pun, tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga).

🔊 Sedang diputar

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يَسْعَوْنَ yasʿawna (mereka) berusaha فِىٓ pada ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami مُعَـٰجِزِينَ muʿājizīna melemahkan أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu فِى di dalam ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab مُحْضَرُونَ muḥ'ḍarūna mereka dihadapkan

Dan orang-orang yang berusaha (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan untuk dapat melemahkan (menggagalkan azab Kami), mereka itu dimasukkan ke dalam azab.

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah إِنَّ inna sesungguhnya رَبِّى rabbī Tuhanku يَبْسُطُ yabsuṭu Dia melapangkan ٱلرِّزْقَ l-riz'qa rizki لِمَن liman bagi siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki مِنْ min dari عِبَادِهِۦ ʿibādihi hamba-hamba-Nya وَيَقْدِرُ wayaqdiru dan Dia menyempitkan لَهُۥ ۚ lahu baginya وَمَآ wamā dan apa أَنفَقْتُم anfaqtum kamu belanjakan مِّن min dari شَىْءٍۢ shayin sesuatu فَهُوَ fahuwa maka Dia يُخْلِفُهُۥ ۖ yukh'lifuhu Dia menggantinya وَهُوَ wahuwa dan Dia خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلرَّٰزِقِينَ l-rāziqīna pemberi rizki

Katakanlah, "Sesungguhnya Tuhan-ku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.

🔊 Sedang diputar

وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يَحْشُرُهُمْ yaḥshuruhum Dia mengumpulkan mereka جَمِيعًۭا jamīʿan semua ثُمَّ thumma kemudian يَقُولُ yaqūlu Dia berfirman لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ lil'malāikati kepada para malaikat أَهَـٰٓؤُلَآءِ ahāulāi apakah mereka ini إِيَّاكُمْ iyyākum kepada kamu كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْبُدُونَ yaʿbudūna mereka menyembah

Dan (ingatlah) hari (yang pada waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya, kemudian Allah berfirman kepada malaikat, "Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?".

🔊 Sedang diputar

قَالُوا۟ qālū mereka berkata سُبْحَـٰنَكَ sub'ḥānaka Maha Suci Engkau أَنتَ anta Engkau وَلِيُّنَا waliyyunā pelindung kami مِن min dari دُونِهِم ۖ dūnihim selain/bukan mereka بَلْ bal bahkan كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْبُدُونَ yaʿbudūna mereka menyembah ٱلْجِنَّ ۖ l-jina jin أَكْثَرُهُم aktharuhum kebanyakan mereka بِهِم bihim pada mereka (jin itu) مُّؤْمِنُونَ mu'minūna orang-orang yang beriman

Malaikat-malaikat itu menjawab, "Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka, bahkan mereka telah menyembah jin 1; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu".

🔊 Sedang diputar

فَٱلْيَوْمَ fal-yawma maka pada hari ini لَا tidak يَمْلِكُ yamliku berkuasa/memiliki بَعْضُكُمْ baʿḍukum sebagian kamu لِبَعْضٍۢ libaʿḍin bagi sebagian yang lain نَّفْعًۭا nafʿan memberi manfaat وَلَا walā dan tidak ضَرًّۭا ḍarran memberi bahaya وَنَقُولُ wanaqūlu dan Kami katakan لِلَّذِينَ lilladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) zalim ذُوقُوا۟ dhūqū rasakanlah عَذَابَ ʿadhāba azab ٱلنَّارِ l-nāri api neraka ٱلَّتِى allatī yang كُنتُم kuntum kalian adalah بِهَا bihā dengannya تُكَذِّبُونَ tukadhibūna kamu mendustakan

Maka pada hari ini, sebagian kamu tidak berkuasa (untuk memberikan) kemanfaatan dan tidak pula kemudaratan kepada sebagian yang lain. Dan Kami katakan kepada orang-orang yang zalim, "Rasakanlah olehmu azab neraka yang dahulunya kamu dustakan itu".

🔊 Sedang diputar

وَإِذَا wa-idhā dan apabila تُتْلَىٰ tut'lā dibacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka ءَايَـٰتُنَا āyātunā ayat-ayat Kami بَيِّنَـٰتٍۢ bayyinātin yang terang قَالُوا۟ qālū mereka berkata مَا tidaklah هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّا illā kecuali رَجُلٌۭ rajulun seorang laki-laki يُرِيدُ yurīdu ia hendak أَن an untuk يَصُدَّكُمْ yaṣuddakum menghalang-halangi kamu عَمَّا ʿammā dari apa كَانَ kāna adalah يَعْبُدُ yaʿbudu menyembah ءَابَآؤُكُمْ ābāukum bapak-bapak kamu وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata مَا apa هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّآ illā kecuali إِفْكٌۭ if'kun kebohongan مُّفْتَرًۭى ۚ muf'taran diada-adakan وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لِلْحَقِّ lil'ḥaqqi kepada kebenaran لَمَّا lammā tatkala جَآءَهُمْ jāahum ia datang kepada mereka إِنْ in tidaklah هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّا illā kecuali سِحْرٌۭ siḥ'run sihir مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata

Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang, mereka berkata, "Orang ini tiada lain hanyalah seorang laki-laki yang ingin menghalangi kamu dari apa yang disembah oleh bapak-bapakmu" dan mereka berkata, "(Al-Qur`ān) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan saja". Dan orang-orang kafir berkata terhadap kebenaran, tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata".

🔊 Sedang diputar

وَمَآ wamā dan tidak ءَاتَيْنَـٰهُم ātaynāhum Kami berikan kepada mereka مِّن min dari كُتُبٍۢ kutubin kitab-kitab يَدْرُسُونَهَا ۖ yadrusūnahā mereka membacanya وَمَآ wamā dan tidak أَرْسَلْنَآ arsalnā Kami utus إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka قَبْلَكَ qablaka sebelum kamu مِن min dari نَّذِيرٍۢ nadhīrin seorang pemberi peringatan

Dan Kami tidak pernah memberikan kepada mereka kitab-kitab yang mereka baca dan sekali-kali tidak pernah (pula) mengutus kepada mereka sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun.

🔊 Sedang diputar

وَكَذَّبَ wakadhaba dan telah mendustakan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka وَمَا wamā dan tidak بَلَغُوا۟ balaghū mereka sampai (menerima) مِعْشَارَ miʿ'shāra sepersepuluh مَآ apa ءَاتَيْنَـٰهُمْ ātaynāhum Kami berikan kepada mereka فَكَذَّبُوا۟ fakadhabū lalu mereka mendustakan رُسُلِى ۖ rusulī rasul-rasul-Ku فَكَيْفَ fakayfa maka bagaimana/alangkah كَانَ kāna adalah نَكِيرِ nakīri kemurkaan-Ku

Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan, sedang orang-orang kafir Mekah itu belum sampai menerima sepersepuluh dari apa 1 yang telah Kami berikan kepada orang-orang dahulu itu, lalu mereka mendustakan rasul-rasul-Ku. Maka alangkah hebatnya akibat kemurkaan-Ku.

🔊 Sedang diputar

۞ قُلْ qul katakanlah إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَعِظُكُم aʿiẓukum aku memberi nasihat kepadamu بِوَٰحِدَةٍ ۖ biwāḥidatin dengan satu (perkara) أَن an bahwa تَقُومُوا۟ taqūmū kamu berdiri/menghadap لِلَّهِ lillahi kepada Allah مَثْنَىٰ mathnā berdua-dua وَفُرَٰدَىٰ wafurādā dan sendiri-sendiri ثُمَّ thumma kemudian تَتَفَكَّرُوا۟ ۚ tatafakkarū kamu berfikir مَا tidaklah بِصَاحِبِكُم biṣāḥibikum kawanmu itu مِّن min dari جِنَّةٍ ۚ jinnatin penyakit gila إِنْ in tak lain هُوَ huwa dia إِلَّا illā kecuali نَذِيرٌۭ nadhīrun seorang pemberi peringatan لَّكُم lakum bagi kalian بَيْنَ bayna diantara يَدَىْ yaday dihadapannya/sebelumnya عَذَابٍۢ ʿadhābin azab شَدِيدٍۢ shadīdin keras

Katakanlah, "Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri, kemudian kamu pikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikit pun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras 1.

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah مَا tidak سَأَلْتُكُم sa-altukum aku meminta kepadamu مِّنْ min dari أَجْرٍۢ ajrin upah فَهُوَ fahuwa maka itu (upah) لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian إِنْ in tak lain أَجْرِىَ ajriya upahku إِلَّا illā kecuali عَلَى ʿalā atas/dari ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَهُوَ wahuwa dan Dia عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu شَهِيدٌۭ shahīdun Maha Menyaksikan

Katakanlah, "Upah apa pun yang aku minta kepadamu, maka itu untuk kamu 1. Upahku hanyalah dari Allah dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu".

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah إِنَّ inna sesungguhnya رَبِّى rabbī Tuhanku يَقْذِفُ yaqdhifu Dia memasukkan/mewahyukan بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran عَلَّـٰمُ ʿallāmu Maha Mengetahui ٱلْغُيُوبِ l-ghuyūbi segala yang gaib

Katakanlah, "Sesungguhnya Tuhan-ku mewahyukan kebenaran. Dia Maha Mengetahui segala yang gaib".

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah جَآءَ jāa telah datang ٱلْحَقُّ l-ḥaqu kebenaran وَمَا wamā dan tidak يُبْدِئُ yub'di-u memulai ٱلْبَـٰطِلُ l-bāṭilu kebatilan وَمَا wamā dan tidak يُعِيدُ yuʿīdu akan kembali

Katakanlah, "Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi 1".

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah إِن in sesungguhnya ضَلَلْتُ ḍalaltu aku sesat فَإِنَّمَآ fa-innamā maka sesungguhnya أَضِلُّ aḍillu untuk kesesatan diriku sendiri عَلَىٰ ʿalā atas نَفْسِى ۖ nafsī diriku وَإِنِ wa-ini dan jika ٱهْتَدَيْتُ ih'tadaytu aku mendapat petunjuk فَبِمَا fabimā maka dengan sebab يُوحِىٓ yūḥī mewahyukan إِلَىَّ ilayya kepadaku رَبِّىٓ ۚ rabbī Tuhanku إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia سَمِيعٌۭ samīʿun Maha Mendengar قَرِيبٌۭ qarībun Maha Dekat

Katakanlah, "Jika aku sesat, maka sesungguhnya aku sesat atas kemudaratan diriku sendiri dan jika aku mendapat petunjuk, maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhan-ku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat".

🔊 Sedang diputar

وَلَوْ walaw dan jika تَرَىٰٓ tarā kamu melihat إِذْ idh ketika فَزِعُوا۟ faziʿū mereka dikagetkan فَلَا falā maka tidak فَوْتَ fawta dapat melepaskan diri وَأُخِذُوا۟ wa-ukhidhū dan mereka mengambil مِن min dari مَّكَانٍۢ makānin tempat قَرِيبٍۢ qarībin yang dekat

Dan (alangkah hebatnya) jikalau kamu melihat ketika mereka (orang-orang kafir) terperanjat ketakutan (pada hari kiamat), maka mereka tidak dapat melepaskan diri dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat (untuk dibawa ke neraka).

🔊 Sedang diputar

وَقَالُوٓا۟ waqālū dan mereka berkata ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِهِۦ bihi kepada-Nya (Allah) وَأَنَّىٰ wa-annā dan bagaimana لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلتَّنَاوُشُ l-tanāwushu mencapai مِن min dari مَّكَانٍۭ makānin tempat بَعِيدٍۢ baʿīdin yang jauh

dan (pada waktu itu) mereka berkata, "Kami beriman kepada Allah", bagaimanakah mereka dapat mencapai (keimanan) dari tempat yang jauh itu 1.

🔊 Sedang diputar

وَقَدْ waqad dan sesungguhnya كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِهِۦ bihi kepada-Nya مِن min dari قَبْلُ ۖ qablu sebelum/dahulu وَيَقْذِفُونَ wayaqdhifūna dan mereka memasukkan/menduga-duga بِٱلْغَيْبِ bil-ghaybi dengan yang gaib مِن min dari مَّكَانٍۭ makānin tempat بَعِيدٍۢ baʿīdin yang jauh

Dan sesungguhnya, mereka telah mengingkari Allah sebelum itu dan mereka menduga-duga tentang yang gaib dari tempat yang jauh.

🔊 Sedang diputar

وَحِيلَ waḥīla dan dihalangi بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka وَبَيْنَ wabayna dan antara مَا apa يَشْتَهُونَ yashtahūna yang mereka inginkan كَمَا kamā sebagaimana فُعِلَ fuʿila dilakukan بِأَشْيَاعِهِم bi-ashyāʿihim dengan orang-orang yang serupa مِّن min dari قَبْلُ ۚ qablu sebelum/dahulu إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka فِى dalam شَكٍّۢ shakkin keragu-raguan مُّرِيبٍۭ murībin kebimbangan

Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini 1 sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang serupa dengan mereka pada masa dahulu. Sesungguhnya, mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam.

Ayat /54