Tilawahku
Masuk
۞

فاطر

Fatir

Pencipta Makkiyah

Memuat audio qari…

🔊 Sedang diputar

ٱلْحَمْدُ al-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah فَاطِرِ fāṭiri pencipta ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi جَاعِلِ jāʿili yang menjadikan ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ l-malāikati malaikat رُسُلًا rusulan utusan أُو۟لِىٓ ulī mempunyai أَجْنِحَةٍۢ ajniḥatin sayap مَّثْنَىٰ mathnā dua وَثُلَـٰثَ wathulātha dan tiga وَرُبَـٰعَ ۚ warubāʿa dan empat يَزِيدُ yazīdu Dia menambahkan فِى dalam ٱلْخَلْقِ l-khalqi ciptaan مَا apa يَشَآءُ ۚ yashāu yang Dia kehendaki إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

🔊 Sedang diputar

مَّا apa يَفْتَحِ yaftaḥi yang bukakan/anugerahkan ٱللَّهُ l-lahu Allah لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia مِن min dari رَّحْمَةٍۢ raḥmatin suatu rahmat فَلَا falā maka tidak ada مُمْسِكَ mum'sika yang menahan لَهَا ۖ lahā baginya وَمَا wamā dan apa يُمْسِكْ yum'sik Dia menahan فَلَا falā maka tidak ada مُرْسِلَ mur'sila menyampaikan/melepaskan لَهُۥ lahu baginya مِنۢ min dari بَعْدِهِۦ ۚ baʿdihi sesudah itu وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana

Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya dan apa saja yang ditahan oleh Allah, maka tidak seorang pun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia ٱذْكُرُوا۟ udh'kurū ingatlah نِعْمَتَ niʿ'mata nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْكُمْ ۚ ʿalaykum atas kalian هَلْ hal adakah مِنْ min dari خَـٰلِقٍ khāliqin pencipta غَيْرُ ghayru selain ٱللَّهِ l-lahi Allah يَرْزُقُكُم yarzuqukum memberi rezki kepadamu مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi لَآ tidak إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā kecuali هُوَ ۖ huwa Dia فَأَنَّىٰ fa-annā maka bagaimana/mengapa تُؤْفَكُونَ tu'fakūna kamu berpaling

Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?

🔊 Sedang diputar

وَإِن wa-in dan jika يُكَذِّبُوكَ yukadhibūka mereka mendustakan kamu فَقَدْ faqad maka sesungguhnya كُذِّبَتْ kudhibat telah didustakan رُسُلٌۭ rusulun rasul-rasul مِّن min dari قَبْلِكَ ۚ qablika sebelum kamu وَإِلَى wa-ilā dan kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah تُرْجَعُ tur'jaʿu dikembalikan ٱلْأُمُورُ l-umūru segala urusan

Dan jika mereka mendustakan kamu (sesudah kamu beri peringatan), maka sungguh telah didustakan pula rasul-rasul sebelum kamu. Dan hanya kepada Allahlah dikembalikan segala urusan.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia إِنَّ inna sesungguhnya وَعْدَ waʿda janji ٱللَّهِ l-lahi Allah حَقٌّۭ ۖ ḥaqqun benar فَلَا falā maka janganlah تَغُرَّنَّكُمُ taghurrannakumu sekali-kali kamu tertipu ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia وَلَا walā dan tidak/janganlah يَغُرَّنَّكُم yaghurrannakum sekali-kali menipu/memperdayakan kamu بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/tentang Allah ٱلْغَرُورُ l-gharūru seorang penipu

Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah setan yang pandai menipu memperdayakan kamu tentang Allah.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلشَّيْطَـٰنَ l-shayṭāna syaitan لَكُمْ lakum bagi kalian عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh فَٱتَّخِذُوهُ fa-ittakhidhūhu maka jadikanlah ia عَدُوًّا ۚ ʿaduwwan musuh إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يَدْعُوا۟ yadʿū mereka mengajak حِزْبَهُۥ ḥiz'bahu golongannya لِيَكُونُوا۟ liyakūnū supaya mereka menjadi مِنْ min dari أَصْحَـٰبِ aṣḥābi penghuni ٱلسَّعِيرِ l-saʿīri neraka yang menyala-nyala

Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu) karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.

🔊 Sedang diputar

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun azab شَدِيدٌۭ ۖ shadīdun sangat/keras وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mengerjakan/beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh لَهُم lahum bagi mereka مَّغْفِرَةٌۭ maghfiratun ampunan وَأَجْرٌۭ wa-ajrun dan pahala كَبِيرٌ kabīrun besar

Orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang keras. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.

🔊 Sedang diputar

أَفَمَن afaman maka apakah orang زُيِّنَ zuyyina dijadikan memandang baik لَهُۥ lahu baginya سُوٓءُ sūu seburuk-buruk عَمَلِهِۦ ʿamalihi pekerjaannya فَرَءَاهُ faraāhu lalu dia melihat/menganggapnya حَسَنًۭا ۖ ḥasanan baik فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُضِلُّ yuḍillu menyelesaikan مَن man dari يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيَهْدِى wayahdī dan Dia memberi petunjuk مَن man dari يَشَآءُ ۖ yashāu dia kehendaki فَلَا falā maka tidak/janganlah تَذْهَبْ tadhhab kamu menghilangkan/membinasakan نَفْسُكَ nafsuka dirimu عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka حَسَرَٰتٍ ۚ ḥasarātin kesedihan إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِمَا bimā dengan/tentang apa يَصْنَعُونَ yaṣnaʿūna mereka perbuat

Maka apakah orang yang dijadikan (setan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk, lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh setan)? Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.

🔊 Sedang diputar

وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَرْسَلَ arsala mengirimkan ٱلرِّيَـٰحَ l-riyāḥa angin فَتُثِيرُ fatuthīru lalu ia menggerakkan سَحَابًۭا saḥāban awan فَسُقْنَـٰهُ fasuq'nāhu maka Kami menggiringnya إِلَىٰ ilā kepada بَلَدٍۢ baladin negeri مَّيِّتٍۢ mayyitin yang mati فَأَحْيَيْنَا fa-aḥyaynā lalu Kami menghidupkan بِهِ bihi dengannya ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi بَعْدَ baʿda sesudah مَوْتِهَا ۚ mawtihā matinya كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikian ٱلنُّشُورُ l-nushūru kebangkitan itu

Dan Allah, Dia-lah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan, maka Kami halau awan itu ke suatu negeri yang mati, lalu Kami hidupkan bumi setelah matinya dengan hujan itu. Demikianlah, kebangkitan itu.

🔊 Sedang diputar

مَن man barang siapa كَانَ kāna adalah يُرِيدُ yurīdu menghendaki ٱلْعِزَّةَ l-ʿizata kemuliaan فَلِلَّهِ falillahi maka bagi Allah ٱلْعِزَّةُ l-ʿizatu kemuliaan جَمِيعًا ۚ jamīʿan semuanya إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya يَصْعَدُ yaṣʿadu naik ٱلْكَلِمُ l-kalimu perkataan ٱلطَّيِّبُ l-ṭayibu yang baik وَٱلْعَمَلُ wal-ʿamalu dan amalan ٱلصَّـٰلِحُ l-ṣāliḥu kebajikan/saleh يَرْفَعُهُۥ ۚ yarfaʿuhu naik kepada-Nya وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يَمْكُرُونَ yamkurūna (mereka) membuat tipu-daya ٱلسَّيِّـَٔاتِ l-sayiāti kejahatan لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun azab شَدِيدٌۭ ۖ shadīdun sangat/keras وَمَكْرُ wamakru dan tipu-daya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu هُوَ huwa ia يَبُورُ yabūru akan hancur

Barang siapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nya-lah naik perkataan-perkataan yang baik 1 dan amal yang saleh dinaikkan-Nya 2. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras. Dan rencana jahat mereka akan hancur.

🔊 Sedang diputar

وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah خَلَقَكُم khalaqakum menciptakan kalian مِّن min dari تُرَابٍۢ turābin tanah ثُمَّ thumma kemudian مِن min dari نُّطْفَةٍۢ nuṭ'fatin air mani ثُمَّ thumma kemudian جَعَلَكُمْ jaʿalakum Dia menjadikan kamu أَزْوَٰجًۭا ۚ azwājan berpasangan وَمَا wamā dan tidak تَحْمِلُ taḥmilu mengandung مِنْ min dari أُنثَىٰ unthā seorang perempuan وَلَا walā dan tidak تَضَعُ taḍaʿu melahirkan إِلَّا illā kecuali بِعِلْمِهِۦ ۚ biʿil'mihi dengan pengetahuan-Nya وَمَا wamā dan tidak يُعَمَّرُ yuʿammaru dipanjangkan مِن min dari مُّعَمَّرٍۢ muʿammarin orang-orang yang berumur panjang وَلَا walā dan tidak يُنقَصُ yunqaṣu dikurangi مِنْ min dari عُمُرِهِۦٓ ʿumurihi umurnya إِلَّا illā melainkan/kecuali فِى dalam كِتَـٰبٍ ۚ kitābin Kitab إِنَّ inna sesungguhnya ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu عَلَى ʿalā atas ٱللَّهِ l-lahi Allah يَسِيرٌۭ yasīrun mudah

Dan Allah menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuan pun mengandung dan tidak (pula) melahirkan, melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lawḥ Maḥfūẓ). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan tidak يَسْتَوِى yastawī sama ٱلْبَحْرَانِ l-baḥrāni dua laut هَـٰذَا hādhā ini عَذْبٌۭ ʿadhbun tawar فُرَاتٌۭ furātun segar سَآئِغٌۭ sāighun lezat/sedap شَرَابُهُۥ sharābuhu diminumnya وَهَـٰذَا wahādhā dan ini مِلْحٌ mil'ḥun asin أُجَاجٌۭ ۖ ujājun sangat asin/pahit وَمِن wamin dan dari كُلٍّۢ kullin masing-masing تَأْكُلُونَ takulūna kamu memakan لَحْمًۭا laḥman daging طَرِيًّۭا ṭariyyan lembut/yang baru وَتَسْتَخْرِجُونَ watastakhrijūna dan kamu mengeluarkan حِلْيَةًۭ ḥil'yatan perhiasan تَلْبَسُونَهَا ۖ talbasūnahā kamu memakainya وَتَرَى watarā dan kamu melihat ٱلْفُلْكَ l-ful'ka perahu فِيهِ fīhi di dalamnya مَوَاخِرَ mawākhira membelah laut لِتَبْتَغُوا۟ litabtaghū supaya kamu mencari مِن min dari فَضْلِهِۦ faḍlihi karunia-Nya وَلَعَلَّكُمْ walaʿallakum dan supaya kamu تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur

Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum, dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu, kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainy,a dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.

🔊 Sedang diputar

يُولِجُ yūliju Dia memasukkan ٱلَّيْلَ al-layla malam فِى dalam ٱلنَّهَارِ l-nahāri siang وَيُولِجُ wayūliju dan Dia memasukkan ٱلنَّهَارَ l-nahāra siang فِى dalam ٱلَّيْلِ al-layli malam وَسَخَّرَ wasakhara dan Dia menundukkan ٱلشَّمْسَ l-shamsa matahari وَٱلْقَمَرَ wal-qamara dan bulan كُلٌّۭ kullun masing-masing يَجْرِى yajrī berjalan/beredar لِأَجَلٍۢ li-ajalin menurut waktu مُّسَمًّۭى ۚ musamman ditentukan ذَٰلِكُمُ dhālikumu demikian itu ٱللَّهُ l-lahu Allah رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian لَهُ lahu bagi-Nya/kepunyaan-Nya ٱلْمُلْكُ ۚ l-mul'ku kerajaan وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang تَدْعُونَ tadʿūna kamu seru مِن min dari دُونِهِۦ dūnihi selain Dia مَا tidak يَمْلِكُونَ yamlikūna mereka memiliki مِن min dari قِطْمِيرٍ qiṭ'mīrin kulit tipis/kulit ari

Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhan-mu; kepunyaan-Nya-lah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.

🔊 Sedang diputar

إِن in jika تَدْعُوهُمْ tadʿūhum kamu menyeru mereka لَا tidak يَسْمَعُوا۟ yasmaʿū mereka mendengar دُعَآءَكُمْ duʿāakum seruanmu وَلَوْ walaw dan kalau سَمِعُوا۟ samiʿū mereka mendengar مَا tidak ٱسْتَجَابُوا۟ is'tajābū mereka dapat memperkenankan لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian وَيَوْمَ wayawma dan pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat يَكْفُرُونَ yakfurūna mereka mengingkari بِشِرْكِكُمْ ۚ bishir'kikum dengan kemusyrikan وَلَا walā dan tidak يُنَبِّئُكَ yunabbi-uka yang menjelaskan kepadamu مِثْلُ mith'lu seperti/sebagaimana خَبِيرٍۢ khabīrin Yang Maha Mengetahui

Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan pada hari kiamat, mereka akan mengingkari kemusyirikanmu dan tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui 1.

🔊 Sedang diputar

۞ يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia أَنتُمُ antumu kamu ٱلْفُقَرَآءُ l-fuqarāu berkeperluan/berkehendak إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah هُوَ huwa Dia ٱلْغَنِىُّ l-ghaniyu Maha Kaya ٱلْحَمِيدُ l-ḥamīdu Maha Terpuji

Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.

🔊 Sedang diputar

إِن in jika يَشَأْ yasha Dia menghendaki يُذْهِبْكُمْ yudh'hib'kum Dia melenyapkan kamu وَيَأْتِ wayati dan Dia mendatangkan بِخَلْقٍۢ bikhalqin dengan makhluk جَدِيدٍۢ jadīdin baru

Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu).

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan tidaklah ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu عَلَى ʿalā atas/bagi ٱللَّهِ l-lahi Allah بِعَزِيزٍۢ biʿazīzin dengan payah/sulit

Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan tidak تَزِرُ taziru memikul beban وَازِرَةٌۭ wāziratun orang yang memikul beban (berdosa) وِزْرَ wiz'ra beban (dosa) أُخْرَىٰ ۚ ukh'rā orang lain وَإِن wa-in dan jika تَدْعُ tadʿu memanggil مُثْقَلَةٌ muth'qalatun orang yang berat إِلَىٰ ilā untuk حِمْلِهَا ḥim'lihā memikulnya لَا tidak يُحْمَلْ yuḥ'mal dipikul مِنْهُ min'hu dari padanya شَىْءٌۭ shayon sesuatu/sedikitpun وَلَوْ walaw walaupun كَانَ kāna ia adalah ذَا dhā memiliki قُرْبَىٰٓ ۗ qur'bā kerabat إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah تُنذِرُ tundhiru kamu beri peringatan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَخْشَوْنَ yakhshawna (mereka) takut رَبَّهُم rabbahum Tuhan بِٱلْغَيْبِ bil-ghaybi dengan yang gaib/tidak kelihatan وَأَقَامُوا۟ wa-aqāmū dan mereka mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ ۚ l-ṣalata sholat وَمَن waman dan barang siapa تَزَكَّىٰ tazakkā mensucikan فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah يَتَزَكَّىٰ yatazakkā ia mensucikan لِنَفْسِهِۦ ۚ linafsihi untuk diri sendiri وَإِلَى wa-ilā dan kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali

Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain1. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikit pun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhan-nya (sekali pun) mereka tidak melihat-Nya2 dan mereka mendirikan salat. Dan barang siapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allahlah kembali(mu)

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan tidak يَسْتَوِى yastawī sama ٱلْأَعْمَىٰ l-aʿmā orang yang buta وَٱلْبَصِيرُ wal-baṣīru dan orang yang melihat

Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat.

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan tidak ٱلظُّلُمَـٰتُ l-ẓulumātu yang gelap وَلَا walā dan tidak ٱلنُّورُ l-nūru yang terang

dan tidak (pula) sama gelap gulita dengan cahaya.

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan tidak ٱلظِّلُّ l-ẓilu yang teduh وَلَا walā dan tidak ٱلْحَرُورُ l-ḥarūru yang panas

dan tidak (pula) sama yang teduh dengan yang panas.

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan tidak يَسْتَوِى yastawī sama ٱلْأَحْيَآءُ l-aḥyāu orang-orang yang hidup وَلَا walā dan tidak ٱلْأَمْوَٰتُ ۚ l-amwātu orang-orang yang mati إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُسْمِعُ yus'miʿu menjadikan mendengar مَن man orang/siapa يَشَآءُ ۖ yashāu Dia kehendaki وَمَآ wamā dan tidaklah أَنتَ anta kamu بِمُسْمِعٍۢ bimus'miʿin dengan menjadikan mendengar مَّن man orang/siapa فِى dalam ٱلْقُبُورِ l-qubūri kubur

dan tidak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar 1.

🔊 Sedang diputar

إِنْ in tidak lain أَنتَ anta kamu إِلَّا illā kecuali/hanyalah نَذِيرٌ nadhīrun seorang pemberi peringatan

Kamu tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan.

🔊 Sedang diputar

إِنَّآ innā sesunguhnya Kami أَرْسَلْنَـٰكَ arsalnāka mengutus kamu بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan hak/kebenaran بَشِيرًۭا bashīran pembawa berita gembira وَنَذِيرًۭا ۚ wanadhīran dan pemberi peringatan وَإِن wa-in dan tidak ada مِّنْ min dari أُمَّةٍ ummatin umat إِلَّا illā kecuali خَلَا khalā telah lewat (ada) فِيهَا fīhā di dalamnya/padanya نَذِيرٌۭ nadhīrun seorang pemberi peringatan

Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran 1 sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umat pun, melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan.

🔊 Sedang diputar

وَإِن wa-in dan jika يُكَذِّبُوكَ yukadhibūka mereka mendustakan kamu فَقَدْ faqad maka sesungguhnya كَذَّبَ kadhaba telah mendustakan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka جَآءَتْهُمْ jāathum datang kepada mereka رُسُلُهُم rusuluhum Rasul-Rasul mereka بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan penjelasan-penjelasan وَبِٱلزُّبُرِ wabil-zuburi dan dengan zubur وَبِٱلْكِتَـٰبِ wabil-kitābi dan dengan kitab ٱلْمُنِيرِ l-munīri bercahaya/terang

Dan jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasulnya); kepada mereka telah datang rasul-rasulnya dengan membawa mukjizat yang nyata, zabur 1, dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna 2.

🔊 Sedang diputar

ثُمَّ thumma kemudian أَخَذْتُ akhadhtu Aku ambil/azab ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ ۖ kafarū kafir/ingkar فَكَيْفَ fakayfa maka bagaimana كَانَ kāna adalah نَكِيرِ nakīri kemurkaan-Ku/hukuman-Ku

Kemudian, Aku azab orang-orang yang kafir, maka (lihatlah) bagaimana (hebatnya) akibat kemurkaan-Ku.

🔊 Sedang diputar

أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara kamu melihat أَنَّ anna bahwasannya ٱللَّهَ l-laha Allah أَنزَلَ anzala menurunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۭ māan air (hujan) فَأَخْرَجْنَا fa-akhrajnā lalu Kami keluarkan بِهِۦ bihi dengannya ثَمَرَٰتٍۢ thamarātin buah-buahan مُّخْتَلِفًا mukh'talifan bermacam-macam أَلْوَٰنُهَا ۚ alwānuhā warnanya وَمِنَ wamina dan dari ٱلْجِبَالِ l-jibāli gunung-gunung جُدَدٌۢ judadun garis-garis بِيضٌۭ bīḍun putih وَحُمْرٌۭ waḥum'run dan merah مُّخْتَلِفٌ mukh'talifun bermacam-macam أَلْوَٰنُهَا alwānuhā warnanya وَغَرَابِيبُ wagharābību dan pekat سُودٌۭ sūdun hitam

Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit, lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu, ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.

🔊 Sedang diputar

وَمِنَ wamina dan diantara ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَٱلدَّوَآبِّ wal-dawābi dan binatang melata وَٱلْأَنْعَـٰمِ wal-anʿāmi dan binatang ternak مُخْتَلِفٌ mukh'talifun bermacam-macam أَلْوَٰنُهُۥ alwānuhu warnanya كَذَٰلِكَ ۗ kadhālika demikian itu إِنَّمَا innamā sesunguhnya hanyalah يَخْشَى yakhshā takut ٱللَّهَ l-laha Allah مِنْ min dari/diantara عِبَادِهِ ʿibādihi hamba-hamba-Nya ٱلْعُلَمَـٰٓؤُا۟ ۗ l-ʿulamāu para 'ulama إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa غَفُورٌ ghafūrun Maha Pengampun

Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama 1. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَتْلُونَ yatlūna (mereka) membaca كِتَـٰبَ kitāba kitab ٱللَّهِ l-lahi Allah وَأَقَامُوا۟ wa-aqāmū dan mereka mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَأَنفَقُوا۟ wa-anfaqū dan mereka menafkahkan مِمَّا mimmā sebagian apa رَزَقْنَـٰهُمْ razaqnāhum telah Kami beri rezeki mereka سِرًّۭا sirran sembunyi-sembunyi وَعَلَانِيَةًۭ waʿalāniyatan terang-terangan يَرْجُونَ yarjūna mereka mengharapkan تِجَـٰرَةًۭ tijāratan perdagangan لَّن lan tidak akan تَبُورَ tabūra merugi

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,

🔊 Sedang diputar

لِيُوَفِّيَهُمْ liyuwaffiyahum karena Dia akan mencukupkan mereka أُجُورَهُمْ ujūrahum pahala mereka وَيَزِيدَهُم wayazīdahum dan Dia akan menambah mereka مِّن min dari فَضْلِهِۦٓ ۚ faḍlihi karunia-Nya إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun شَكُورٌۭ shakūrun Maha Mensyukuri

agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri 1.

🔊 Sedang diputar

وَٱلَّذِىٓ wa-alladhī dan apa yang أَوْحَيْنَآ awḥaynā Kami wahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu مِنَ mina dari ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab هُوَ huwa dia ٱلْحَقُّ l-ḥaqu adalah benar مُصَدِّقًۭا muṣaddiqan membenarkan لِّمَا limā terhadap بَيْنَ bayna antara يَدَيْهِ ۗ yadayhi yang dihadapannya/sebelumnya إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بِعِبَادِهِۦ biʿibādihi kepada hamba-hamba-Nya لَخَبِيرٌۢ lakhabīrun benar-benar Maha Mengetahui بَصِيرٌۭ baṣīrun Maha Melihat

Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, yaitu Alkitab (Al-Qur`ān) itulah yang benar dengan membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Mengetahui lagi Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.

🔊 Sedang diputar

ثُمَّ thumma kemudian أَوْرَثْنَا awrathnā Kami wariskan ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱصْطَفَيْنَا iṣ'ṭafaynā Kami pilih مِنْ min dari عِبَادِنَا ۖ ʿibādinā hamba-hamba Kami فَمِنْهُمْ famin'hum maka diantara mereka ظَالِمٌۭ ẓālimun zalim/aniaya لِّنَفْسِهِۦ linafsihi pada dirinya sendiri وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مُّقْتَصِدٌۭ muq'taṣidun pertengahan وَمِنْهُمْ wamin'hum dan diantara mereka سَابِقٌۢ sābiqun mendahului بِٱلْخَيْرَٰتِ bil-khayrāti dengan berbuat kebaikan بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu هُوَ huwa dia/adalah ٱلْفَضْلُ l-faḍlu karunia ٱلْكَبِيرُ l-kabīru yang besar

Kemudian Kitab itu, Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan 1 dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.

🔊 Sedang diputar

جَنَّـٰتُ jannātu sorga عَدْنٍۢ ʿadnin 'Adn يَدْخُلُونَهَا yadkhulūnahā mereka masuk ke dalamnya يُحَلَّوْنَ yuḥallawna mereka diberi perhiasan فِيهَا fīhā di dalamnya مِنْ min dari أَسَاوِرَ asāwira gelang-gelang مِن min dari ذَهَبٍۢ dhahabin emas وَلُؤْلُؤًۭا ۖ walu'lu-an dan mutiara وَلِبَاسُهُمْ walibāsuhum dan pakaian mereka فِيهَا fīhā di dalamnya حَرِيرٌۭ ḥarīrun sutera

(Bagi mereka) surga ʻAdn mereka masuk ke dalamnya; di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutra.

🔊 Sedang diputar

وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَذْهَبَ adhhaba telah menghilangkan عَنَّا ʿannā dari kami ٱلْحَزَنَ ۖ l-ḥazana duka-cita إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّنَا rabbanā Tuhan kami لَغَفُورٌۭ laghafūrun benar-benar Maha Pengampun شَكُورٌ shakūrun Maha Mensyukuri

Dan mereka berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampum lagi Maha Mensyukuri.

🔊 Sedang diputar

ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَحَلَّنَا aḥallanā menempatkan kami دَارَ dāra rumah/tempat ٱلْمُقَامَةِ l-muqāmati yang kekal مِن min dari فَضْلِهِۦ faḍlihi karunia-Nya لَا tidak يَمَسُّنَا yamassunā kami tersentuh/merasa فِيهَا fīhā di dalamnya نَصَبٌۭ naṣabun penat/lelah وَلَا walā dan tidak يَمَسُّنَا yamassunā kami tersentuh/merasa فِيهَا fīhā di dalamnya لُغُوبٌۭ lughūbun letih/lesu

Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu".

🔊 Sedang diputar

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لَهُمْ lahum bagi mereka نَارُ nāru api/neraka جَهَنَّمَ jahannama Jahannam لَا tidak يُقْضَىٰ yuq'ḍā diputuskan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka فَيَمُوتُوا۟ fayamūtū lalu mereka mati وَلَا walā dan tidak يُخَفَّفُ yukhaffafu diringankan عَنْهُم ʿanhum dari mereka مِّنْ min dari عَذَابِهَا ۚ ʿadhābihā azabnya كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah نَجْزِى najzī Kami memberi balasan كُلَّ kulla setiap كَفُورٍۢ kafūrin orang yang sangat kafir

Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahanam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah, Kami membalas setiap orang yang sangat kafir.

🔊 Sedang diputar

وَهُمْ wahum dan mereka يَصْطَرِخُونَ yaṣṭarikhūna mereka berteriak فِيهَا fīhā di dalamnya رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami أَخْرِجْنَا akhrij'nā keluarkanlah kami نَعْمَلْ naʿmal Kami akan mengerjakan صَـٰلِحًا ṣāliḥan kebajikan/amal saleh غَيْرَ ghayra bukan ٱلَّذِى alladhī yang كُنَّا kunnā adalah kami نَعْمَلُ ۚ naʿmalu kami kerjakan أَوَلَمْ awalam ataukah tidak نُعَمِّرْكُم nuʿammir'kum Kami beri umur panjang padamu مَّا apa يَتَذَكَّرُ yatadhakkaru untuk mengingat/berfikir فِيهِ fīhi di dalamnya مَن man orang/siapa تَذَكَّرَ tadhakkara mengingat/berfikir وَجَآءَكُمُ wajāakumu dan datang kepadamu ٱلنَّذِيرُ ۖ l-nadhīru seorang pemberi peringatan فَذُوقُوا۟ fadhūqū maka rasakanlah فَمَا famā maka tidaklah لِلظَّـٰلِمِينَ lilẓẓālimīna bagi orang-orang zalim مِن min dari نَّصِيرٍ naṣīrin seorang penolong

Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَـٰلِمُ ʿālimu mengetahui غَيْبِ ghaybi kegaiban ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِذَاتِ bidhāti dengan yang ada ٱلصُّدُورِ l-ṣudūri dalam dada/hati

Sesungguhnya Allah mengetahui yang tersembunyi di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

🔊 Sedang diputar

هُوَ huwa Dia ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلَكُمْ jaʿalakum menjadikan kamu خَلَـٰٓئِفَ khalāifa khalifah فِى pada ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi فَمَن faman maka barangsiapa كَفَرَ kafara kafir فَعَلَيْهِ faʿalayhi maka atasnya/menimpa كُفْرُهُۥ ۖ kuf'ruhu kekafirannya وَلَا walā dan tidak يَزِيدُ yazīdu menambah ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang yang kafir كُفْرُهُمْ kuf'ruhum kekafiran mereka عِندَ ʿinda disisi رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka إِلَّا illā kecuali مَقْتًۭا ۖ maqtan kemurkaan وَلَا walā dan tidak يَزِيدُ yazīdu menambah ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang yang kafir كُفْرُهُمْ kuf'ruhum kekafiran mereka إِلَّا illā kecuali خَسَارًۭا khasāran kerugian

Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barang siapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhan-nya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka.

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah أَرَءَيْتُمْ ara-aytum apakah kamu memperhatikan شُرَكَآءَكُمُ shurakāakumu sekutu-sekutumu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang تَدْعُونَ tadʿūna kamu seru مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah أَرُونِى arūnī perlihatkanlah kepadaku مَاذَا mādhā apa yang خَلَقُوا۟ khalaqū mereka ciptakan مِنَ mina dari ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi أَمْ am atau لَهُمْ lahum bagi mereka شِرْكٌۭ shir'kun sekutu/saham فِى di/pada ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) أَمْ am atau ءَاتَيْنَـٰهُمْ ātaynāhum Kami berikan kepada mereka كِتَـٰبًۭا kitāban kitab فَهُمْ fahum lalu mereka عَلَىٰ ʿalā atas بَيِّنَتٍۢ bayyinatin keterangan-keterangan مِّنْهُ ۚ min'hu dari padanya بَلْ bal bahkan/tetapi إِن in tidak يَعِدُ yaʿidu menjanjikan ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim بَعْضُهُم baʿḍuhum sebagian mereka بَعْضًا baʿḍan sebagian إِلَّا illā kecuali غُرُورًا ghurūran tipuan

Katakanlah, "Terangkanlah kepada-Ku tentang sekutu-sekutumu yang kamu seru selain Allah. Perlihatkanlah kepada-Ku (bagian), manakah dari bumi ini yang telah mereka ciptakan ataukah mereka mempunyai saham dalam (penciptaan) langit, atau adakah Kami memberi kepada mereka sebuah kitab sehingga mereka mendapat keterangan-keterangan yang jelas darinya? Sebenarnya, orang-orang yang zalim itu sebagian dari mereka tidak menjanjikan kepada sebagian yang lain, melainkan tipuan belaka".

🔊 Sedang diputar

۞ إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُمْسِكُ yum'siku (Dia) menahan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi أَن an bahwa تَزُولَا ۚ tazūlā tidak lenyap وَلَئِن wala-in dan jika زَالَتَآ zālatā keduanya lenyap إِنْ in jika أَمْسَكَهُمَا amsakahumā menahan keduanya مِنْ min dari أَحَدٍۢ aḥadin seseorang مِّنۢ min dari بَعْدِهِۦٓ ۚ baʿdihi sesudah-Nya/selain Dia إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia كَانَ kāna adalah حَلِيمًا ḥalīman Maha Penyantun غَفُورًۭا ghafūran Maha Pengampun

Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.

🔊 Sedang diputar

وَأَقْسَمُوا۟ wa-aqsamū dan mereka bersumpah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah جَهْدَ jahda sungguh-sungguh أَيْمَـٰنِهِمْ aymānihim sumpah mereka لَئِن la-in bahwa jika جَآءَهُمْ jāahum datang kepada mereka نَذِيرٌۭ nadhīrun pemberi peringatan لَّيَكُونُنَّ layakūnunna niscaya mereka adalah أَهْدَىٰ ahdā lebih mendapat petunjuk مِنْ min dari إِحْدَى iḥ'dā salah satu ٱلْأُمَمِ ۖ l-umami ummat-ummat فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَهُمْ jāahum datang kepada mereka نَذِيرٌۭ nadhīrun pemberi peringatan مَّا tidak زَادَهُمْ zādahum menambah mereka إِلَّا illā kecuali نُفُورًا nufūran lari

Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sekuat-kuat sumpah; sesungguhnya jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang lain). Tatkala datang kepada mereka pemberi peringatan, maka kedatangannya itu tidak menambah kepada mereka, kecuali jauhnya mereka dari (kebenaran),

🔊 Sedang diputar

ٱسْتِكْبَارًۭا is'tik'bāran karena kesombongan فِى pada/di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَمَكْرَ wamakra dan rencana ٱلسَّيِّئِ ۚ l-sayi-i jelek/jahat وَلَا walā dan tidak يَحِيقُ yaḥīqu menimpa ٱلْمَكْرُ l-makru rencana ٱلسَّيِّئُ l-sayi-u jelek/jahat إِلَّا illā kecuali بِأَهْلِهِۦ ۚ bi-ahlihi kepada ahlinya/yang empunya فَهَلْ fahal maka tidakkah يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka menanti-nanti إِلَّا illā kecuali سُنَّتَ sunnata sunnah ٱلْأَوَّلِينَ ۚ l-awalīna orang-orang terdahulu فَلَن falan maka tidaklah تَجِدَ tajida kamu dapati لِسُنَّتِ lisunnati bagi sunnah ٱللَّهِ l-lahi Allah تَبْدِيلًۭا ۖ tabdīlan berubah وَلَن walan dan tidaklah تَجِدَ tajida kamu dapati لِسُنَّتِ lisunnati bagi sunnah ٱللَّهِ l-lahi Allah تَحْوِيلًا taḥwīlan menyimpang

karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa, selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan, melainkan (berlakunya) sunah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu 1. Maka sekali-kali, kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunah Allah dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunah Allah itu.

🔊 Sedang diputar

أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَسِيرُوا۟ yasīrū mereka berjalan فِى pada/di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi فَيَنظُرُوا۟ fayanẓurū lalu mereka memperhatikan كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka وَكَانُوٓا۟ wakānū dan adalah orang-orang itu أَشَدَّ ashadda sangat/lebih besar مِنْهُمْ min'hum daripada mereka قُوَّةًۭ ۚ quwwatan kekuatan وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah لِيُعْجِزَهُۥ liyuʿ'jizahu untuk melemahkan-Nya مِن min dari شَىْءٍۢ shayin sesuatu فِى pada/di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَلَا walā dan tidak فِى di ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia كَانَ kāna adalah عَلِيمًۭا ʿalīman Maha Mengetahui قَدِيرًۭا qadīran Maha Kuasa

Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka, sedangkan orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tiada sesuatu pun yang dapat melemahkan Allah, baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

🔊 Sedang diputar

وَلَوْ walaw dan jika sekiranya يُؤَاخِذُ yuākhidhu mengambil/menyiksa ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia بِمَا bimā dengan apa/sebab كَسَبُوا۟ kasabū mereka perbuatan مَا tidak تَرَكَ taraka Dia meninggalkan عَلَىٰ ʿalā atas ظَهْرِهَا ẓahrihā permukaannya/bumi مِن min dari دَآبَّةٍۢ dābbatin makhluk/binatang melata وَلَـٰكِن walākin akan tetapi يُؤَخِّرُهُمْ yu-akhiruhum Dia menangguhkan mereka إِلَىٰٓ ilā sampai أَجَلٍۢ ajalin waktu مُّسَمًّۭى ۖ musamman tertentu فَإِذَا fa-idhā maka apabila جَآءَ jāa datang أَجَلُهُمْ ajaluhum ajal/waktu mereka فَإِنَّ fa-inna maka sesungguh-Nya ٱللَّهَ l-laha Allah كَانَ kāna adalah بِعِبَادِهِۦ biʿibādihi dengan hamba-hamba-Nya بَصِيرًۢا baṣīran Maha Melihat

Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu makhluk yang melata pun 1, akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka sampai waktu yang tertentu; maka apabila datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.

Ayat /45