يس
Ya-Sin
Yas Sin Makkiyah
Memuat audio qari…
يسٓ ya-seen YâSîn
Yā sīn 1
وَٱلْقُرْءَانِ wal-qur'āni demi Al Qur'an ٱلْحَكِيمِ l-ḥakīmi penuh hikmat
Demi Al-Qur`ān yang penuh hikmah,
إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu لَمِنَ lamina sungguh dari (salah seorang) ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para rasul
Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul,
عَلَىٰ ʿalā atas صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin yang lurus
(yang berada) di atas jalan yang lurus,
تَنزِيلَ tanzīla diturunkan ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Perkasa ٱلرَّحِيمِ l-raḥīmi Maha Penyayang
(sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
لِتُنذِرَ litundhira agar kamu memberi peringatan قَوْمًۭا qawman kaum مَّآ mā belum أُنذِرَ undhira diberi peringatan ءَابَآؤُهُمْ ābāuhum bapak-bapak mereka فَهُمْ fahum maka mereka غَـٰفِلُونَ ghāfilūna mereka lalai
Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan karena itu mereka lalai.
لَقَدْ laqad sesungguhnya حَقَّ ḥaqqa pasti berlaku ٱلْقَوْلُ l-qawlu perkataan/keputusan عَلَىٰٓ ʿalā atas أَكْثَرِهِمْ aktharihim kebanyakan mereka فَهُمْ fahum maka mereka لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka kerena mereka tidak beriman.
إِنَّا innā sesungguhnya Kami جَعَلْنَا jaʿalnā Kami telah menjadikan فِىٓ fī pada أَعْنَـٰقِهِمْ aʿnāqihim leher-leher mereka أَغْلَـٰلًۭا aghlālan belenggu فَهِىَ fahiya lalu ia إِلَى ilā sampai ٱلْأَذْقَانِ l-adhqāni dagu فَهُم fahum maka mereka مُّقْمَحُونَ muq'maḥūna tertengadah
Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah.
وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan مِنۢ min dari بَيْنِ bayni antara أَيْدِيهِمْ aydīhim hadapan mereka سَدًّۭا saddan tutup/dinding وَمِنْ wamin dan dari خَلْفِهِمْ khalfihim belakang mereka سَدًّۭا saddan tutup/dinding فَأَغْشَيْنَـٰهُمْ fa-aghshaynāhum lalu Kami tutup mereka فَهُمْ fahum maka mereka لَا lā tidak يُبْصِرُونَ yub'ṣirūna mereka tidak dapat melihat
Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula) dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.
وَسَوَآءٌ wasawāon dan sama saja عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka ءَأَنذَرْتَهُمْ a-andhartahum apakah kamu beri peringatan mereka أَمْ am atau لَمْ lam tidak تُنذِرْهُمْ tundhir'hum kamu beri peringatan لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka akan beriman
Sama saja bagi mereka, apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka; mereka tidak akan beriman.
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah تُنذِرُ tundhiru kamu memberi peringatan مَنِ mani orang-orang ٱتَّبَعَ ittabaʿa mengikuti ٱلذِّكْرَ l-dhik'ra peringatan/pengajaran وَخَشِىَ wakhashiya dan dia takut ٱلرَّحْمَـٰنَ l-raḥmāna Maha Pengasih بِٱلْغَيْبِ ۖ bil-ghaybi dengan yang ghaib/tidak kelihatan فَبَشِّرْهُ fabashir'hu maka berilah dia kabar gembira بِمَغْفِرَةٍۢ bimaghfiratin dengan ampunan وَأَجْرٍۢ wa-ajrin dan pahala كَرِيمٍ karīmin yang mulia
Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan 1 dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.
إِنَّا innā sesungguhnya Kami نَحْنُ naḥnu Kami نُحْىِ nuḥ'yī Kami menghidupkan ٱلْمَوْتَىٰ l-mawtā orang mati وَنَكْتُبُ wanaktubu dan Kami tulis مَا mā apa قَدَّمُوا۟ qaddamū yang mereka kerjakan وَءَاثَـٰرَهُمْ ۚ waāthārahum dan bekas-bekas mereka وَكُلَّ wakulla dan segala شَىْءٍ shayin sesuatu أَحْصَيْنَـٰهُ aḥṣaynāhu Kami hitung/kumpulkan فِىٓ fī dalam إِمَامٍۢ imāmin Kitab مُّبِينٍۢ mubīnin yang nyata
Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lawḥ Maḥfūẓ).
وَٱضْرِبْ wa-iḍ'rib dan buatlah لَهُم lahum bagi mereka مَّثَلًا mathalan perumpamaan أَصْحَـٰبَ aṣḥāba penghuni/penduduk ٱلْقَرْيَةِ l-qaryati suatu negeri إِذْ idh ketika جَآءَهَا jāahā datang kepada mereka ٱلْمُرْسَلُونَ l-mur'salūna utusan-utusan
Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka.
إِذْ idh ketika أَرْسَلْنَآ arsalnā Kami mengutus إِلَيْهِمُ ilayhimu kepada mereka ٱثْنَيْنِ ith'nayni dua orang فَكَذَّبُوهُمَا fakadhabūhumā lalu mereka mendustakan keduanya فَعَزَّزْنَا faʿazzaznā maka Kami kuatkan بِثَالِثٍۢ bithālithin dengan yang ketiga فَقَالُوٓا۟ faqālū lalu mereka berkata إِنَّآ innā seesungguhnya kami إِلَيْكُم ilaykum kepadamu مُّرْسَلُونَ mur'salūna orang-orang yang diutus
(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya, kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata, "Sesungguhnya kami adalah orang-orang diutus kepadamu".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata مَآ mā tidaklah أَنتُمْ antum kamu إِلَّا illā kecuali بَشَرٌۭ basharun manusia مِّثْلُنَا mith'lunā seperti kami وَمَآ wamā dan tidak أَنزَلَ anzala menurunkan ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Yang Maha Pengasih مِن min dari شَىْءٍ shayin sesuatu إِنْ in tidaklah أَنتُمْ antum kamu إِلَّا illā kecuali تَكْذِبُونَ takdhibūna kamu berdusta
Mereka menjawab, "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatu pun; kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui إِنَّآ innā sesungguhnya kami إِلَيْكُمْ ilaykum kepada kamu لَمُرْسَلُونَ lamur'salūna benar-benar orang yang diutus
Mereka berkata, "Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu".
وَمَا wamā dan tidak ada عَلَيْنَآ ʿalaynā atas kami إِلَّا illā kecuali ٱلْبَلَـٰغُ l-balāghu penyampaian ٱلْمُبِينُ l-mubīnu yang nyata
Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas".
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنَّا innā sesungguhnya kami تَطَيَّرْنَا taṭayyarnā kami sial/celaka بِكُمْ ۖ bikum dengan/untuk kalian لَئِن la-in sungguh jika لَّمْ lam tidak تَنتَهُوا۟ tantahū kamu berhenti لَنَرْجُمَنَّكُمْ lanarjumannakum niscaya kami lempari batu kamu وَلَيَمَسَّنَّكُم walayamassannakum dan sungguh akan menimpa kamu مِّنَّا minnā dari kami عَذَابٌ ʿadhābun siksaan أَلِيمٌۭ alīmun pedih
Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu; sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata طَـٰٓئِرُكُم ṭāirukum kesialan/kecelakaan kamu مَّعَكُمْ ۚ maʿakum bersamamu/karena kamu أَئِن a-in apakah jika ذُكِّرْتُم ۚ dhukkir'tum kamu diberi peringatan بَلْ bal bahkan/tetapi أَنتُمْ antum kamu قَوْمٌۭ qawmun kaum مُّسْرِفُونَ mus'rifūna orang-orang yang melampaui batas
Utusan-utusan itu berkata, "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu mengancam kami)? Sebenarnya, kamu adalah kaum yang melampui batas".
وَجَآءَ wajāa dan datanglah مِنْ min dari أَقْصَا aqṣā ujung ٱلْمَدِينَةِ l-madīnati kota رَجُلٌۭ rajulun seorang laki-laki يَسْعَىٰ yasʿā terburu-buru قَالَ qāla ia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku ٱتَّبِعُوا۟ ittabiʿū ikutilah ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna utusan-utusan
Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki (Habib AnNajjar) dengan bergegas-gegas ia berkata, "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu".
ٱتَّبِعُوا۟ ittabiʿū ikutilah مَن man orang لَّا lā tidak يَسْـَٔلُكُمْ yasalukum ia minta kepadamu أَجْرًۭا ajran upah وَهُم wahum dan mereka مُّهْتَدُونَ muh'tadūna orang-orang yang mendapat petunjuk
Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
وَمَا wamā dan mengapa لِىَ liya bagiku لَآ lā tidak أَعْبُدُ aʿbudu aku menyembah ٱلَّذِى alladhī (Tuhan) yang فَطَرَنِى faṭaranī telah menciptakan aku وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepada-Nya تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan
Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan?
ءَأَتَّخِذُ a-attakhidhu apakah aku akan mengambil/menyembah مِن min dari دُونِهِۦٓ dūnihi selain Dia ءَالِهَةً ālihatan tuhan-tuhan إِن in jika يُرِدْنِ yurid'ni menghendaki terhadapku ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Maha Pengasih بِضُرٍّۢ biḍurrin dengan kemudaratan لَّا lā tidak تُغْنِ tugh'ni memberi manfaat عَنِّى ʿannī dariku/bagiku شَفَـٰعَتُهُمْ shafāʿatuhum syafaat/pertolongan mereka شَيْـًۭٔا shayan sedikitpun/sesuatu وَلَا walā dan tidak يُنقِذُونِ yunqidhūni mereka melepaskan/menyelamatkan aku
Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya, jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudaratan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikit pun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?
إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku إِذًۭا idhan jika demikian لَّفِى lafī sungguh/pasti dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍ mubīnin yang nyata
Sesungguhnya, aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.
إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku ءَامَنتُ āmantu aku telah beriman بِرَبِّكُمْ birabbikum dengan/kepada Tuhanmu فَٱسْمَعُونِ fa-is'maʿūni maka dengarkanlah aku
Sesungguhnya, aku telah beriman kepada Tuhan-mu, maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)ku.
قِيلَ qīla dikatakan ٱدْخُلِ ud'khuli masuklah ٱلْجَنَّةَ ۖ l-janata sorga قَالَ qāla ia berkata يَـٰلَيْتَ yālayta seandainya قَوْمِى qawmī kaumku يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Dikatakan (kepadanya), "Masuklah ke surga 1". Ia berkata, "Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui.
بِمَا bimā dengan apa/sebab غَفَرَ ghafara memberi ampun لِى lī padaku رَبِّى rabbī Tuhanku وَجَعَلَنِى wajaʿalanī dan Dia menjadikan aku مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُكْرَمِينَ l-muk'ramīna orang-orang yang dimuliakan
Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan".
۞ وَمَآ wamā dan tidak أَنزَلْنَا anzalnā Kami tidak menurunkan عَلَىٰ ʿalā atas قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya مِنۢ min dari بَعْدِهِۦ baʿdihi sesudahnya/dia مِن min dari جُندٍۢ jundin tentara مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit وَمَا wamā dan tidak كُنَّا kunnā layak Kami مُنزِلِينَ munzilīna yang menurunkan
Dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukan pun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.
إِن in tidak كَانَتْ kānat ada إِلَّا illā kecuali صَيْحَةًۭ ṣayḥatan suara keras وَٰحِدَةًۭ wāḥidatan satu kali فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هُمْ hum mereka خَـٰمِدُونَ khāmidūna mereka padam/mati
Tidak ada siksaan atas mereka, melainkan satu teriakan suara saja, maka tiba-tiba mereka semuanya mati.
يَـٰحَسْرَةً yāḥasratan alangkah besarnya penyesalan عَلَى ʿalā atas ٱلْعِبَادِ ۚ l-ʿibādi hamba-hamba مَا mā tidak يَأْتِيهِم yatīhim datang kepada mereka مِّن min dari رَّسُولٍ rasūlin seorang Rasul إِلَّا illā kecuali كَانُوا۟ kānū adalah mereka بِهِۦ bihi dengannya/padanya يَسْتَهْزِءُونَ yastahziūna mereka memperolok-olok
Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasul pun kepada mereka, melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.
أَلَمْ alam apakah tidak يَرَوْا۟ yaraw mereka memperhatikan كَمْ kam berapa banyak أَهْلَكْنَا ahlaknā Kami telah binasakan قَبْلَهُم qablahum sebelum mereka مِّنَ mina dari ٱلْقُرُونِ l-qurūni kurun/ummat-ummat أَنَّهُمْ annahum bahwasannya mereka إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka لَا lā tidak يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka akan menyembah
Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan; bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka 1.
وَإِن wa-in dan tidak lain كُلٌّۭ kullun setiap mereka لَّمَّا lammā melainkan جَمِيعٌۭ jamīʿun kesemuanya لَّدَيْنَا ladaynā disisi Kami مُحْضَرُونَ muḥ'ḍarūna mereka dihadirkan/dihadapkan
Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.
وَءَايَةٌۭ waāyatun dan suatu tanda لَّهُمُ lahumu bagi mereka ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi ٱلْمَيْتَةُ l-maytatu yang mati أَحْيَيْنَـٰهَا aḥyaynāhā dan Kami keluarkan وَأَخْرَجْنَا wa-akhrajnā daripadanya مِنْهَا min'hā daripadanya حَبًّۭا ḥabban biji-bijian فَمِنْهُ famin'hu maka daripadanya يَأْكُلُونَ yakulūna mereka makan
Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka darinya mereka makan.
وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan فِيهَا fīhā di dalamnya/padanya جَنَّـٰتٍۢ jannātin kebun-kebun مِّن min dari نَّخِيلٍۢ nakhīlin korma وَأَعْنَـٰبٍۢ wa-aʿnābin dan anggur وَفَجَّرْنَا wafajjarnā dan Kami pancarkan فِيهَا fīhā di dalamnya مِنَ mina dari ٱلْعُيُونِ l-ʿuyūni mata air
Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,
لِيَأْكُلُوا۟ liyakulū supaya mereka makan مِن min dari ثَمَرِهِۦ thamarihi buahnya وَمَا wamā dan apa عَمِلَتْهُ ʿamilathu yang diusahakannya أَيْدِيهِمْ ۖ aydīhim tangan-tangan mereka أَفَلَا afalā maka mengapa tidak يَشْكُرُونَ yashkurūna mereka bersyukur
supaya mereka dapat makan dari buahnya dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka, mengapakah mereka tidak bersyukur?
سُبْحَـٰنَ sub'ḥāna Maha Suci ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa telah menciptakan ٱلْأَزْوَٰجَ l-azwāja pasangan-pasangan كُلَّهَا kullahā semuanya مِمَّا mimmā dari apa تُنۢبِتُ tunbitu ditumbuhkan ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi وَمِنْ wamin dan dari أَنفُسِهِمْ anfusihim diri mereka sendiri وَمِمَّا wamimmā dan dari apa لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka ketahui
Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
وَءَايَةٌۭ waāyatun dan suatu tanda لَّهُمُ lahumu bagi mereka ٱلَّيْلُ al-laylu malam نَسْلَخُ naslakhu Kami tanggalkan مِنْهُ min'hu daripadanya/malam itu ٱلنَّهَارَ l-nahāra siang فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هُم hum mereka مُّظْلِمُونَ muẓ'limūna mereka kegelapan
Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan,
وَٱلشَّمْسُ wal-shamsu dan matahari تَجْرِى tajrī berjalan لِمُسْتَقَرٍّۢ limus'taqarrin di tempat ketetapan/peredaran لَّهَا ۚ lahā baginya ذَٰلِكَ dhālika demikian تَقْدِيرُ taqdīru ketetapan ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Perkasa ٱلْعَلِيمِ l-ʿalīmi Maha Mengetahui
dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah, ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
وَٱلْقَمَرَ wal-qamara dan bulan قَدَّرْنَـٰهُ qaddarnāhu telah Kami tetapkannya مَنَازِلَ manāzila tempat-tempat(nya) حَتَّىٰ ḥattā sehingga عَادَ ʿāda ia kembali كَٱلْعُرْجُونِ kal-ʿur'jūni seperti tandan ٱلْقَدِيمِ l-qadīmi yang tua
Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua 1.
لَا lā tidak ٱلشَّمْسُ l-shamsu matahari يَنۢبَغِى yanbaghī patut/mungkin لَهَآ lahā baginya أَن an bahwa تُدْرِكَ tud'rika mendapatkan/mengejar ٱلْقَمَرَ l-qamara bulan وَلَا walā and not ٱلَّيْلُ al-laylu malam سَابِقُ sābiqu mendahului ٱلنَّهَارِ ۚ l-nahāri siang وَكُلٌّۭ wakullun dan masing-masing فِى fī dalam فَلَكٍۢ falakin garis edar يَسْبَحُونَ yasbaḥūna mereka beredar
Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.
وَءَايَةٌۭ waāyatun dan dan suatu tanda لَّهُمْ lahum bagi mereka أَنَّا annā bahwasannya Kami حَمَلْنَا ḥamalnā Kami bawa/angkut ذُرِّيَّتَهُمْ dhurriyyatahum keturunan mereka فِى fī dalam ٱلْفُلْكِ l-ful'ki perahu/bahtera ٱلْمَشْحُونِ l-mashḥūni penuh muatan
Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan,
وَخَلَقْنَا wakhalaqnā dan Kami ciptakan لَهُم lahum untuk mereka مِّن min dari مِّثْلِهِۦ mith'lihi seperti/serupa itu مَا mā apa يَرْكَبُونَ yarkabūna mereka kendarai
dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu 1.
وَإِن wa-in dan jika نَّشَأْ nasha Kami menghendaki نُغْرِقْهُمْ nugh'riq'hum Kami tenggelamkan mereka فَلَا falā maka tidak صَرِيخَ ṣarīkha pertolongan لَهُمْ lahum bagi mereka وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يُنقَذُونَ yunqadhūna mereka dilepaskan/diselamatkan
Dan jika Kami menghendaki, niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.
إِلَّا illā kecuali رَحْمَةًۭ raḥmatan rahmat مِّنَّا minnā dari Kami وَمَتَـٰعًا wamatāʿan dan kesenangan hidup إِلَىٰ ilā sampai حِينٍۢ ḥīnin suatu waktu
Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila قِيلَ qīla dikatakan لَهُمُ lahumu kepada mereka ٱتَّقُوا۟ ittaqū takutlah kamu مَا mā apa بَيْنَ bayna yang diantara أَيْدِيكُمْ aydīkum tanganmu/hadapanmu وَمَا wamā dan apa خَلْفَكُمْ khalfakum di belakangmu لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُرْحَمُونَ tur'ḥamūna kamu diberi rahmat
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat", (niscaya mereka berpaling).
وَمَا wamā dan tidak تَأْتِيهِم tatīhim datang kepada mereka مِّنْ min dari ءَايَةٍۢ āyatin suatu tanda مِّنْ min dari ءَايَـٰتِ āyāti tanda-tanda رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka إِلَّا illā kecuali كَانُوا۟ kānū adalah mereka عَنْهَا ʿanhā daripadanya مُعْرِضِينَ muʿ'riḍīna orang-orang yang berpaling
Dan sekali-kali, tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mereka selalu berpaling darinya.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila قِيلَ qīla dikatakan لَهُمْ lahum kepada mereka أَنفِقُوا۟ anfiqū nafkahkan/belanjakan مِمَّا mimmā dari sebagian رَزَقَكُمُ razaqakumu memberi rezeki ٱللَّهُ l-lahu Allah قَالَ qāla berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman أَنُطْعِمُ anuṭ'ʿimu apakah kami memberi makan مَن man orang لَّوْ law jika يَشَآءُ yashāu menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah أَطْعَمَهُۥٓ aṭʿamahu Dia memberinya makan إِنْ in tidaklah أَنتُمْ antum kamu إِلَّا illā kecuali فِى fī dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍۢ mubīnin nyata
Dan apabila dikatakakan kepada mereka, "Nafkahkanlah sebagian dari rezeki yang diberikan Allah kepadamu", maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman, "Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan; tiadalah kamu, melainkan dalam kesesatan yang nyata".
وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka berkata مَتَىٰ matā bilakah هَـٰذَا hādhā ini ٱلْوَعْدُ l-waʿdu janji إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar
Dan mereka berkata, "Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?"
مَا mā tidak يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka menunggu إِلَّا illā kecuali صَيْحَةًۭ ṣayḥatan teriakan/suara keras وَٰحِدَةًۭ wāḥidatan satu kali تَأْخُذُهُمْ takhudhuhum menimpa mereka وَهُمْ wahum dan/ketika mereka يَخِصِّمُونَ yakhiṣṣimūna mereka bertengkar
Mereka tidak menunggu, melainkan satu teriakan saja 1 yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.
فَلَا falā maka tidak يَسْتَطِيعُونَ yastaṭīʿūna mereka kuasa (membuat) تَوْصِيَةًۭ tawṣiyatan satu wasiat وَلَآ walā dan tidak إِلَىٰٓ ilā kecuali أَهْلِهِمْ ahlihim keluarga mereka يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka kembali
lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiat pun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya.
وَنُفِخَ wanufikha dan ditiuplah فِى fī dalam ٱلصُّورِ l-ṣūri sangkakala فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هُم hum mereka مِّنَ mina dari ٱلْأَجْدَاثِ l-ajdāthi kubur إِلَىٰ ilā kepada رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka يَنسِلُونَ yansilūna mereka datang/menuju
Dan ditiuplah sangkalala 1, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.
قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰوَيْلَنَا yāwaylanā betapa celakanya kami مَنۢ man siapakah بَعَثَنَا baʿathanā membangkitkan kami مِن min dari مَّرْقَدِنَا ۜ ۗ marqadinā tempat tidur kami هَـٰذَا hādhā ini مَا mā apa وَعَدَ waʿada dijanjikan ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Maha Pengasih وَصَدَقَ waṣadaqa dan benar ٱلْمُرْسَلُونَ l-mur'salūna para Rasul
Mereka berkata, "Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah rasul-rasul-(Nya).
إِن in tidak كَانَتْ kānat ada إِلَّا illā kecuali صَيْحَةًۭ ṣayḥatan teriakan/suara keras وَٰحِدَةًۭ wāḥidatan satu kali فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هُمْ hum mereka جَمِيعٌۭ jamīʿun semuanya لَّدَيْنَا ladaynā di sisi/di hadapan Kami مُحْضَرُونَ muḥ'ḍarūna orang-orang yang dihadapkan/dikumpulkan
Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami.
فَٱلْيَوْمَ fal-yawma maka pada hari itu لَا lā tidak تُظْلَمُ tuẓ'lamu dianiaya/dirugikan نَفْسٌۭ nafsun seseorang شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sedikitpun وَلَا walā dan tidak تُجْزَوْنَ tuj'zawna kamu diberi balasan إِلَّا illā kecuali مَا mā apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
Maka pada hari itu, seseorang tidak akan dirugikan sedikit pun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.
إِنَّ inna sesungguhnya أَصْحَـٰبَ aṣḥāba penghuni ٱلْجَنَّةِ l-janati sorga ٱلْيَوْمَ l-yawma pada hari itu فِى fī dalam شُغُلٍۢ shughulin kesibukan فَـٰكِهُونَ fākihūna bersenang-senang
Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).
هُمْ hum mereka وَأَزْوَٰجُهُمْ wa-azwājuhum dan isteri-isteri mereka فِى fī dalam ظِلَـٰلٍ ẓilālin tempat yang teduh عَلَى ʿalā di atas ٱلْأَرَآئِكِ l-arāiki tempat duduk/pelamin مُتَّكِـُٔونَ muttakiūna mereka bersandar
Mereka dan istri-istri mereka berada dalam tempat yang teduh; bertelekan di atas dipan-dipan.
لَهُمْ lahum bagi mereka/memperoleh فِيهَا fīhā di dalamnya (sorga) فَـٰكِهَةٌۭ fākihatun buah-buahan وَلَهُم walahum dan bagi mereka/memperoleh مَّا mā apa يَدَّعُونَ yaddaʿūna yang mereka minta
Di surga itu, mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta.
سَلَـٰمٌۭ salāmun penghormatan/sejahtera قَوْلًۭا qawlan perkataan/kata مِّن min dari رَّبٍّۢ rabbin Tuhan رَّحِيمٍۢ raḥīmin Maha Penyayang
(Kepada mereka dikatakan), "Salām", sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.
وَٱمْتَـٰزُوا۟ wa-im'tāzū dan berpisahlah kamu ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ini أَيُّهَا ayyuhā hai ٱلْمُجْرِمُونَ l-muj'rimūna orang-orang yang berdosa
Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir), "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat.
۞ أَلَمْ alam tidaklah أَعْهَدْ aʿhad Aku peringatkan/memerintahkan إِلَيْكُمْ ilaykum kepadamu يَـٰبَنِىٓ yābanī Wahai keturunan ءَادَمَ ādama Adam أَن an bahwa لَّا lā tidak تَعْبُدُوا۟ taʿbudū kamu menyembah ٱلشَّيْطَـٰنَ ۖ l-shayṭāna syaitan إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia لَكُمْ lakum bagi kalian عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh مُّبِينٌۭ mubīnun nyata
Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu",
وَأَنِ wa-ani dan hendaklah ٱعْبُدُونِى ۚ uʿ'budūnī kamu menyembah-Ku هَـٰذَا hādhā ini صِرَٰطٌۭ ṣirāṭun jalan مُّسْتَقِيمٌۭ mus'taqīmun lurus
dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَضَلَّ aḍalla ia telah menyesatkan مِنكُمْ minkum diantara kamu جِبِلًّۭا jibillan sejumlah/sebagian كَثِيرًا ۖ kathīran banyak/besar أَفَلَمْ afalam maka apakah tidak تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal
Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan sebagian besar di antaramu, maka apakah kamu tidak memikirkan?
هَـٰذِهِۦ hādhihi ini جَهَنَّمُ jahannamu Jahannam ٱلَّتِى allatī adalah كُنتُمْ kuntum kalian adalah تُوعَدُونَ tūʿadūna kamu diancam
Inilah Jahanam yang dahulu kamu diancam (dengannya).
ٱصْلَوْهَا iṣ'lawhā masuklah ke dalamnya ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ini بِمَا bimā karena كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَكْفُرُونَ takfurūna kalian kafir
Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.
ٱلْيَوْمَ al-yawma pada hari ini نَخْتِمُ nakhtimu Kami kunci/tutup عَلَىٰٓ ʿalā atas أَفْوَٰهِهِمْ afwāhihim mulut-mulut mereka وَتُكَلِّمُنَآ watukallimunā dan berkata kepada Kami أَيْدِيهِمْ aydīhim tangan-tangan mereka وَتَشْهَدُ watashhadu dan memberi kesaksian أَرْجُلُهُم arjuluhum kaki-kaki mereka بِمَا bimā dengan/terhadap apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَكْسِبُونَ yaksibūna mereka usahakan
Pada hari ini, Kami tutup mulut mereka dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
وَلَوْ walaw dan jika نَشَآءُ nashāu Kami menghendaki لَطَمَسْنَا laṭamasnā tentu Kami hapuskan/gelapkan عَلَىٰٓ ʿalā atas أَعْيُنِهِمْ aʿyunihim penglihatan mata mereka فَٱسْتَبَقُوا۟ fa-is'tabaqū lalu mereka berlomba-lomba ٱلصِّرَٰطَ l-ṣirāṭa jalan فَأَنَّىٰ fa-annā maka bagaimana يُبْصِرُونَ yub'ṣirūna mereka melihat
Dan jikalau Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka, lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka, betapakah mereka dapat melihat(nya).
وَلَوْ walaw dan jika نَشَآءُ nashāu Kami menghendaki لَمَسَخْنَـٰهُمْ lamasakhnāhum tentu Kami rubah rupa mereka عَلَىٰ ʿalā atas مَكَانَتِهِمْ makānatihim tempat mereka berada فَمَا famā maka tidak ٱسْتَطَـٰعُوا۟ is'taṭāʿū mereka sanggup مُضِيًّۭا muḍiyyan maju/berjalan وَلَا walā dan tidak يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka kembali
Dan jikalau Kami menghendaki, pastilah Kami ubah mereka di tempat mereka berada, maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali.
وَمَن waman dan barangsiapa نُّعَمِّرْهُ nuʿammir'hu Kami panjangkan umurnya نُنَكِّسْهُ nunakkis'hu Kami kembalikan dia فِى fī dalam/kepada ٱلْخَلْقِ ۖ l-khalqi kejadian أَفَلَا afalā apakah maka tidak يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka menggunakan akal/berpikir
Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya, niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian(nya) 1. Maka apakah mereka tidak memikirkan?
وَمَا wamā dan tidak عَلَّمْنَـٰهُ ʿallamnāhu Kami mengajarkannya ٱلشِّعْرَ l-shiʿ'ra syair وَمَا wamā dan tidak يَنۢبَغِى yanbaghī layak لَهُۥٓ ۚ lahu baginya إِنْ in tidak هُوَ huwa ia إِلَّا illā kecuali ذِكْرٌۭ dhik'run peringatan/pelajaran وَقُرْءَانٌۭ waqur'ānun dan bacaan مُّبِينٌۭ mubīnun nyata
Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al-Qur`ān itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan,
لِّيُنذِرَ liyundhira supaya dia memberi peringatan مَن man orang-orang كَانَ kāna adalah حَيًّۭا ḥayyan hidup وَيَحِقَّ wayaḥiqqa dan pasti berlaku ٱلْقَوْلُ l-qawlu perkataan/azab عَلَى ʿalā atas ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir
supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir.
أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَرَوْا۟ yaraw mereka melihat/memperlihatkan أَنَّا annā bahwasannya Kami خَلَقْنَا khalaqnā Kami telah menciptakan لَهُم lahum untuk mereka مِّمَّا mimmā dari sebagian apa عَمِلَتْ ʿamilat mengerjakan/menciptakan أَيْدِينَآ aydīnā tangan/kekuasaan Kami أَنْعَـٰمًۭا anʿāman binatang ternak فَهُمْ fahum lalu mereka لَهَا lahā padanya مَـٰلِكُونَ mālikūna mereka memiliki/menguasai
Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya?
وَذَلَّلْنَـٰهَا wadhallalnāhā dan Kami tundukkannya لَهُمْ lahum untuk mereka فَمِنْهَا famin'hā maka sebagiannya رَكُوبُهُمْ rakūbuhum tunggangan mereka وَمِنْهَا wamin'hā dan sebagiannya يَأْكُلُونَ yakulūna mereka makan
Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka, maka sebagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebagiannya mereka makan.
وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka (memperoleh) فِيهَا fīhā padanya مَنَـٰفِعُ manāfiʿu kemanfaatan وَمَشَارِبُ ۖ wamashāribu dan minuman أَفَلَا afalā apakah maka tidak يَشْكُرُونَ yashkurūna mereka bersyukur
Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?
وَٱتَّخَذُوا۟ wa-ittakhadhū dan mereka mengambil/menyembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah ءَالِهَةًۭ ālihatan tuhan-tuhan لَّعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يُنصَرُونَ yunṣarūna mereka ditolong
Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan.
لَا lā tidak يَسْتَطِيعُونَ yastaṭīʿūna mereka tidak kuasa نَصْرَهُمْ naṣrahum menolong mereka وَهُمْ wahum sedang mereka لَهُمْ lahum untuk mereka جُندٌۭ jundun bala tentara مُّحْضَرُونَ muḥ'ḍarūna dihadapkan/disiapkan
Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka; padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka.
فَلَا falā maka janganlah يَحْزُنكَ yaḥzunka menyedihkan kamu قَوْلُهُمْ ۘ qawluhum perkataan mereka إِنَّا innā sesungguhnya Kami نَعْلَمُ naʿlamu Kami mengetahui مَا mā apa يُسِرُّونَ yusirrūna yang mereka rahasiakan وَمَا wamā dan apa yang يُعْلِنُونَ yuʿ'linūna mereka nyatakan
Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.
أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَرَ yara memperhatikan ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia أَنَّا annā bahwasannya Kami خَلَقْنَـٰهُ khalaqnāhu Kami menciptakannya مِن min dari نُّطْفَةٍۢ nuṭ'fatin air mani فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هُوَ huwa dia خَصِيمٌۭ khaṣīmun musuh مُّبِينٌۭ mubīnun nyata
Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!
وَضَرَبَ waḍaraba dan dia membuat لَنَا lanā bagi Kami مَثَلًۭا mathalan perumpamaan وَنَسِىَ wanasiya dan dia lupa خَلْقَهُۥ ۖ khalqahu kejadiannya قَالَ qāla dia berkata مَن man siapa يُحْىِ yuḥ'yī menghidupkan ٱلْعِظَـٰمَ l-ʿiẓāma tulang-tulang وَهِىَ wahiya padahal ia رَمِيمٌۭ ramīmun sudah hancur
Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata, "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh?"
قُلْ qul katakanlah يُحْيِيهَا yuḥ'yīhā menghidupkannya ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَنشَأَهَآ ansha-ahā menumbuhkan/menjadikannya أَوَّلَ awwala pertama مَرَّةٍۢ ۖ marratin kali وَهُوَ wahuwa dan Dia بِكُلِّ bikulli dengan/tentang segala خَلْقٍ khalqin makhluk عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui
Katakanlah, "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk,
ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلَ jaʿala menjadikan لَكُم lakum bagi kalian مِّنَ mina dari ٱلشَّجَرِ l-shajari pohon ٱلْأَخْضَرِ l-akhḍari hijau نَارًۭا nāran api فَإِذَآ fa-idhā maka tiba-tiba أَنتُم antum kamu مِّنْهُ min'hu dari padanya (kayu itu) تُوقِدُونَ tūqidūna kamu menyalakan
yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu."
أَوَلَيْسَ awalaysa ataukah bukan ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi بِقَـٰدِرٍ biqādirin berkuasa عَلَىٰٓ ʿalā atas أَن an bahwa يَخْلُقَ yakhluqa menciptakan مِثْلَهُم ۚ mith'lahum serupa mereka itu بَلَىٰ balā ya/benar وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْخَلَّـٰقُ l-khalāqu Maha Pencipta ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui
Dan tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan kembali jasad-jasad mereka yang telah hancur? Benar, Dia berkuasa. Dan Dia-lah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.
إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَمْرُهُۥٓ amruhu urusan-Nya/perintah-Nya إِذَآ idhā apabila أَرَادَ arāda Dia menghendaki شَيْـًٔا shayan sesuatu أَن an bahwa يَقُولَ yaqūla Dia berkata لَهُۥ lahu kepadanya كُن kun jadi فَيَكُونُ fayakūnu maka jadilah
Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka terjadilah ia.
فَسُبْحَـٰنَ fasub'ḥāna maka Maha Suci ٱلَّذِى alladhī yang بِيَدِهِۦ biyadihi di tangan-Nya مَلَكُوتُ malakūtu kekuasaan كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepadaNya تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan
Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.