الصافات
As-Saffat
Barisan-barisan Makkiyah
Memuat audio qari…
وَٱلصَّـٰٓفَّـٰتِ wal-ṣāfāti demi yang berbaris صَفًّۭا ṣaffan barisan teratur
Demi (rombongan) yang bersaf-saf dengan sebenar-benarnya 1,
فَٱلزَّٰجِرَٰتِ fal-zājirāti maka/dan yang melarang زَجْرًۭا zajran sebenar-benar larangan
dan demi (rombongan) yang melarang dengan sebenar-benarnya (dari perbuatan-perbuatan maksiat),
فَٱلتَّـٰلِيَـٰتِ fal-tāliyāti maka/dan yang membacakan ذِكْرًا dhik'ran peringatan/pengajaran
dan demi (rombongan) yang membacakan pelajaran,
إِنَّ inna sesungguhnya إِلَـٰهَكُمْ ilāhakum Tuhanmu لَوَٰحِدٌۭ lawāḥidun benar-benar satu/esa
Sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Esa.
رَّبُّ rabbu Tuhan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَمَا wamā dan apa بَيْنَهُمَا baynahumā diantara keduanya وَرَبُّ warabbu dan Tuhan ٱلْمَشَـٰرِقِ l-mashāriqi tempat-tempat terbit matahari
Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbit matahari.
إِنَّا innā sesungguhnya Kami زَيَّنَّا zayyannā Kami telah menghiasi ٱلسَّمَآءَ l-samāa langit ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia بِزِينَةٍ bizīnatin dengan hiasan ٱلْكَوَاكِبِ l-kawākibi bintang-bintang
Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang,
وَحِفْظًۭا waḥif'ẓan dan penjagaan مِّن min dari كُلِّ kulli setiap شَيْطَـٰنٍۢ shayṭānin syaitan مَّارِدٍۢ māridin durhaka
dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap setan yang sangat durhaka,
لَّا lā tidak يَسَّمَّعُونَ yassammaʿūna mereka dapat mendengarkan إِلَى ilā kepada ٱلْمَلَإِ l-mala-i pembesar-pembesar ٱلْأَعْلَىٰ l-aʿlā tertinggi وَيُقْذَفُونَ wayuq'dhafūna dan mereka dilempari مِن min dari كُلِّ kulli segala جَانِبٍۢ jānibin penjuru
setan-setan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru.
دُحُورًۭا ۖ duḥūran terusir وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun siksaan وَاصِبٌ wāṣibun tetap/kekal
Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal,
إِلَّا illā kecuali مَنْ man siapa (syaitan) خَطِفَ khaṭifa menyambar/mencuri ٱلْخَطْفَةَ l-khaṭfata sambaran فَأَتْبَعَهُۥ fa-atbaʿahu maka mengikutinya/ia dikejar شِهَابٌۭ shihābun nyala api ثَاقِبٌۭ thāqibun cemerlang
akan tetapi barang siapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan), maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang.
فَٱسْتَفْتِهِمْ fa-is'taftihim maka tanyakanlah kepada mereka أَهُمْ ahum apakah mereka أَشَدُّ ashaddu sangat/lebih (kukuh) خَلْقًا khalqan ciptaan/kejadian أَم am atau مَّنْ man siapa (makhluk) خَلَقْنَآ ۚ khalaqnā telah Kami ciptakan إِنَّا innā sesungguhnya Kami خَلَقْنَـٰهُم khalaqnāhum Kami menciptakan mereka مِّن min dari طِينٍۢ ṭīnin tanah لَّازِبٍۭ lāzibin tanah liat
Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah), "Apakah mereka yang lebih kukuh kejadiannya ataukah apa 1 yang telah Kami ciptakan itu?" Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.
بَلْ bal bahkan/tetapi عَجِبْتَ ʿajib'ta kamu menjadi heran وَيَسْخَرُونَ wayaskharūna dan/sedang mereka memperolok-olok/mengejek
Bahkan, kamu menjadi heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka menghinakan kamu.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila ذُكِّرُوا۟ dhukkirū mereka diberi peringatan لَا lā tidak يَذْكُرُونَ yadhkurūna mereka mau ingat/memperhatikan
Dan apabila mereka diberi pelajaran, mereka tiada mengingatnya.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila رَأَوْا۟ ra-aw mereka melihat ءَايَةًۭ āyatan tanda-tanda يَسْتَسْخِرُونَ yastaskhirūna mereka memperolok-olok
Dan apabila mereka melihat sesuatu tanda kebesaran Allah, mereka sangat menghinakan.
وَقَالُوٓا۟ waqālū dan mereka berkata إِنْ in tidak هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّا illā kecuali سِحْرٌۭ siḥ'run sihir مُّبِينٌ mubīnun nyata
Dan mereka berkata, "Ini tiada lain hanyalah sihir yang nyata.
أَءِذَا a-idhā apakah bila مِتْنَا mit'nā kami telah mati وَكُنَّا wakunnā dan kami adalah/menjadi تُرَابًۭا turāban debu/tanah وَعِظَـٰمًا waʿiẓāman dan tulang-belulang أَءِنَّا a-innā apakah sesungguhnya kami لَمَبْعُوثُونَ lamabʿūthūna benar-benar akan dibangkitkan
Apakah apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah serta menjadi tulang belulang, apakah benar-benar kami akan dibangkitkan (kembali)?
أَوَءَابَآؤُنَا awaābāunā atau bapak-bapak kami ٱلْأَوَّلُونَ l-awalūna yang terdahulu
Dan apakah bapak-bapak kami yang telah terdahulu (akan dibangkitkan pula)"?
قُلْ qul katakanlah نَعَمْ naʿam ya وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian دَٰخِرُونَ dākhirūna terhina
Katakanlah, "Ya, dan kamu akan terhina".
فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah هِىَ hiya ia/kebangkitan زَجْرَةٌۭ zajratun hentakan/teriakan وَٰحِدَةٌۭ wāḥidatun satu/sekali فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هُمْ hum mereka يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka melihat
Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja, maka tiba-tiba mereka meIihatnya.
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata يَـٰوَيْلَنَا yāwaylanā betapa celakanya kami هَـٰذَا hādhā ini يَوْمُ yawmu hari ٱلدِّينِ l-dīni pembalasan
Dan mereka berkata, "Aduhai celakalah kita!" Inilah hari pembalasan.
هَـٰذَا hādhā ini يَوْمُ yawmu hari ٱلْفَصْلِ l-faṣli pemisah/keputusan ٱلَّذِى alladhī yang كُنتُم kuntum kalian adalah بِهِۦ bihi dengannya تُكَذِّبُونَ tukadhibūna kamu mendustakan
Inilah hari keputusan 1 yang kamu selalu mendustakannya 2.
۞ ٱحْشُرُوا۟ uḥ'shurū kumpulkanlah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) zalim وَأَزْوَٰجَهُمْ wa-azwājahum dan isteri-isteri mereka وَمَا wamā dan apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْبُدُونَ yaʿbudūna mereka sembah
(kepada malaikat diperintahkan), "Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah,
مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah فَٱهْدُوهُمْ fa-ih'dūhum maka tunjukkan mereka إِلَىٰ ilā kepada صِرَٰطِ ṣirāṭi jalan ٱلْجَحِيمِ l-jaḥīmi jahim/naraka
selain Allah, maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka.
وَقِفُوهُمْ ۖ waqifūhum berhentikanlah mereka إِنَّهُم innahum sesungguhnya mereka مَّسْـُٔولُونَ masūlūna mereka ditanya
Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) karena sesungguhnya mereka akan ditanya,
مَا mā mengapa لَكُمْ lakum bagi kalian لَا lā tidak تَنَاصَرُونَ tanāṣarūna kamu tolong-menolong
"Mengapa kamu tidak tolong-menolong?"
بَلْ bal bahkan/tetapi هُمُ humu mereka ٱلْيَوْمَ l-yawma pada hari itu مُسْتَسْلِمُونَ mus'taslimūna mereka menyerahkan diri
Bahkan, mereka pada hari itu menyerah diri.
وَأَقْبَلَ wa-aqbala dan menghadap بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka عَلَىٰ ʿalā atas بَعْضٍۢ baʿḍin sebagian yang lain يَتَسَآءَلُونَ yatasāalūna mereka bertanya-tanya
Sebagian dan mereka menghadap kepada sebagian yang lain berbantah-bantahan.
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَأْتُونَنَا tatūnanā kamu datang kepada kami عَنِ ʿani dari ٱلْيَمِينِ l-yamīni kanan
Pengikut-pengikut mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka), "Sesungguhnya kamulah yang datang kepada kami dari kanan" 1.
قَالُوا۟ qālū mereka berkata/menjawab بَل bal bahkan/sebenarnya لَّمْ lam tidak تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi مُؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman
Pemimpin-pemimpin mereka menjawab, "Sebenarnya, kamulah yang tidak beriman".
وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada لَنَا lanā bagi kami عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian مِّن min dari سُلْطَـٰنٍۭ ۖ sul'ṭānin kekuasaan بَلْ bal bahkan/tetapi كُنتُمْ kuntum kalian adalah قَوْمًۭا qawman kaum طَـٰغِينَ ṭāghīna durhaka
Dan sekali-kali, kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamulah kaum yang melampaui batas.
فَحَقَّ faḥaqqa maka pastilah عَلَيْنَا ʿalaynā atas kita/kami قَوْلُ qawlu perkataan/putusan رَبِّنَآ ۖ rabbinā Tuhan kami/kita إِنَّا innā sesungguhnya kami لَذَآئِقُونَ ladhāiqūna sungguh akan merasakan
Maka pastilah putusan (azab) Tuhan kita menimpa atas kita; sesungguhnya kita akan merasakan (azab itu).
فَأَغْوَيْنَـٰكُمْ fa-aghwaynākum maka kami telah menyesatkan kamu إِنَّا innā sesungguhnya kami كُنَّا kunnā adalah kami غَـٰوِينَ ghāwīna orang-orang yang tersesat
Maka kami telah menyesatkan kamu, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang sesat.
فَإِنَّهُمْ fa-innahum maka sesungguhnya mereka يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu فِى fī dalam ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab مُشْتَرِكُونَ mush'tarikūna orang-orang yang bersekutu
Maka sesungguhnya, mereka pada hari itu bersama-sama dalam azab.
إِنَّا innā sesungguhnya kami كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah نَفْعَلُ nafʿalu Kami berbuat بِٱلْمُجْرِمِينَ bil-muj'rimīna terhadap orang-orang yang berdosa
Sesungguhnya demikianlah, Kami berbuat terhadap orang-orang yang berbuat jahat.
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka إِذَا idhā apabila قِيلَ qīla dikatakan لَهُمْ lahum kepada mereka لَآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā kecuali ٱللَّهُ l-lahu Allah يَسْتَكْبِرُونَ yastakbirūna mereka menyombongkan diri
Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka, "Lāilāha illallāh" (Tiada Tuhan yang berhak disembah, melainkan Allah) mereka menyombongkan diri.
وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka berkata أَئِنَّا a-innā apakah sesungguhnya kami لَتَارِكُوٓا۟ latārikū sungguh akan meninggikan ءَالِهَتِنَا ālihatinā tuhan-tuhan kami لِشَاعِرٍۢ lishāʿirin karena seorang penyair مَّجْنُونٍۭ majnūnin orang gila
dan mereka berkata, "Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?"
بَلْ bal bahkan/tetapi جَآءَ jāa dia telah datang بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran وَصَدَّقَ waṣaddaqa dan dia membenarkan ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para Rasul
Sebenarnya, dia (Muhammad) telah datang membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul (sebelumnya).
إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian لَذَآئِقُوا۟ ladhāiqū pasti akan merasakan ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab ٱلْأَلِيمِ l-alīmi pedih
Sesungguhnya kamu pasti akan merasakan azab yang pedih.
وَمَا wamā dan tidak تُجْزَوْنَ tuj'zawna kamu diberi balasan إِلَّا illā kecuali مَا mā apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
Dan kamu tidak diberi pembalasan, melainkan terhadap kejahatan yang telah kamu kerjakan,
إِلَّا illā kecuali عِبَادَ ʿibāda hamba-hamba ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْمُخْلَصِينَ l-mukh'laṣīna orang-orang yang ikhlas/dibersihkan
tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa).
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَهُمْ lahum bagi mereka (memperoleh) رِزْقٌۭ riz'qun rezeki مَّعْلُومٌۭ maʿlūmun tertentu
Mereka itu memperoleh rezeki yang tertentu,
فَوَٰكِهُ ۖ fawākihu buah-buahan وَهُم wahum dan mereka مُّكْرَمُونَ muk'ramūna orang-orang yang dimuliakan
yaitu buah-buahan. Dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan.
فِى fī dalam جَنَّـٰتِ jannāti sorga ٱلنَّعِيمِ l-naʿīmi penuh nikmat
di dalam surga-surga yang penuh nikmat.
عَلَىٰ ʿalā atas سُرُرٍۢ sururin dipan/singgasana مُّتَقَـٰبِلِينَ mutaqābilīna mereka berhadap-hadapan
di atas takhta-takhta kebesaran berhadap-hadapan.
يُطَافُ yuṭāfu dikelilingkan/diedarkan عَلَيْهِم ʿalayhim atas/kepada mereka بِكَأْسٍۢ bikasin piala مِّن min dari مَّعِينٍۭ maʿīnin mata air
Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamar dari sungai yang mengalir.
بَيْضَآءَ bayḍāa putih لَذَّةٍۢ ladhatin sedap rasanya لِّلشَّـٰرِبِينَ lilshāribīna bagi orang-orang yang meminum
(Warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.
لَا lā tidak فِيهَا fīhā di dalamnya غَوْلٌۭ ghawlun kerusakan/memabukkan وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka عَنْهَا ʿanhā daripadanya يُنزَفُونَ yunzafūna mereka dihalangi
Tidak ada dalam khamar itu alkohol dan mereka tiada mabuk karenanya.
وَعِندَهُمْ waʿindahum dan di sisi mereka قَـٰصِرَٰتُ qāṣirātu tidak liar pandangan ٱلطَّرْفِ l-ṭarfi ujung/mata عِينٌۭ ʿīnun mata/jelita
Di sisi mereka, ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya,
كَأَنَّهُنَّ ka-annahunna seakan-akan mereka بَيْضٌۭ bayḍun telor مَّكْنُونٌۭ maknūnun terpelihara/tersimpan baik
seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik.
فَأَقْبَلَ fa-aqbala Maka menghadap بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka عَلَىٰ ʿalā atas بَعْضٍۢ baʿḍin sebagian yang lain يَتَسَآءَلُونَ yatasāalūna mereka bertanya-tanya
Lalu, sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain sambil bercakap-cakap.
قَالَ qāla berkata قَآئِلٌۭ qāilun seorang yang berkata مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka إِنِّى innī sesungguhnya aku كَانَ kāna adalah لِى lī bagiku (mempunyai) قَرِينٌۭ qarīnun teman
Berkatalah salah seorang di antara mereka, "Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman,
يَقُولُ yaqūlu (teman itu) berkata أَءِنَّكَ a-innaka apakah sesungguhnya kamu لَمِنَ lamina sungguh dari/termasuk ٱلْمُصَدِّقِينَ l-muṣadiqīna orang-orang yang membenarkan
yang berkata, "Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)?
أَءِذَا a-idhā apakah bila مِتْنَا mit'nā kita telah mati وَكُنَّا wakunnā dan adalah kita تُرَابًۭا turāban debu/tanah وَعِظَـٰمًا waʿiẓāman dan tulang belulang أَءِنَّا a-innā apakah sesungguhnya kita لَمَدِينُونَ lamadīnūna sungguh diberi pembalasan
Apakah bila kita telah mati dan kita telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?"
قَالَ qāla ia berkata هَلْ hal apakah/maukah أَنتُم antum kamu مُّطَّلِعُونَ muṭṭaliʿūna orang-orang yang melihat
Berkata pulalah ia, "Maukah kamu meninjau (temanku itu)?"
فَٱطَّلَعَ fa-iṭṭalaʿa maka ia melihat/menjenguk فَرَءَاهُ faraāhu lalu ia melihatnya فِى fī di/pada سَوَآءِ sawāi tengah ٱلْجَحِيمِ l-jaḥīmi neraka yang menyala-nyala
Maka ia meninjaunya, lalu dia melihat temannya itu di tengah-tengah neraka menyala-nyala.
قَالَ qāla ia berkata تَٱللَّهِ tal-lahi demi Allah إِن in jika كِدتَّ kidtta hampir-hampir kamu لَتُرْدِينِ latur'dīni sungguh kamu mencelakakan aku
Ia berkata (pula), "Demi Allah, sesungguhnya kamu benar-benar hampir mencelakakanku,
وَلَوْلَا walawlā dan jika tidak نِعْمَةُ niʿ'matu nikmat رَبِّى rabbī Tuhanku لَكُنتُ lakuntu pastilah aku adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُحْضَرِينَ l-muḥ'ḍarīna orang-orang yang dihadapkan
jikalau tidaklah karena nikmat Tuhan-ku, pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka).
أَفَمَا afamā apakah maka tidak نَحْنُ naḥnu kami/kita بِمَيِّتِينَ bimayyitīna dengan mati
Maka apakah kita tidak akan mati?
إِلَّا illā kecuali مَوْتَتَنَا mawtatanā kematian kita/kami ٱلْأُولَىٰ l-ūlā pertama وَمَا wamā dan tidak نَحْنُ naḥnu kami/kita بِمُعَذَّبِينَ bimuʿadhabīna dengan orang yang disiksa
melainkan hanya kematian kita yang pertama saja (di dunia) dan kita tidak akan disiksa (di akhirat ini)?
إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini لَهُوَ lahuwa benar-benar ia ٱلْفَوْزُ l-fawzu keuntungan/kemenangan ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu besar
Sesungguhnya ini benar-benar kemenangan yang besar.
لِمِثْلِ limith'li untuk seperti هَـٰذَا hādhā ini فَلْيَعْمَلِ falyaʿmali maka hendaklah berusaha ٱلْعَـٰمِلُونَ l-ʿāmilūna orang-orang yang bekerja
Untuk kemenangan serupa ini, hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja"
أَذَٰلِكَ adhālika apakah yang demikian itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik نُّزُلًا nuzulan hidangan/tempat أَمْ am ataukah شَجَرَةُ shajaratu pohon ٱلزَّقُّومِ l-zaqūmi zaqqum
(Makanan surga) itukah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zakum1.
إِنَّا innā sesungguhnya Kami جَعَلْنَـٰهَا jaʿalnāhā Kami menjadikannya فِتْنَةًۭ fit'natan fitnah/cobaan لِّلظَّـٰلِمِينَ lilẓẓālimīna bagi orang-orang yang zalim
Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zakum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim.
إِنَّهَا innahā sesungguhnya ia شَجَرَةٌۭ shajaratun pohon تَخْرُجُ takhruju keluar فِىٓ fī dari أَصْلِ aṣli asal/dasar ٱلْجَحِيمِ l-jaḥīmi neraka yang menyala
Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dari dasar neraka Jaḥīm.
طَلْعُهَا ṭalʿuhā dahannya/buahnya كَأَنَّهُۥ ka-annahu seakan-akan seperti رُءُوسُ ruūsu kepala ٱلشَّيَـٰطِينِ l-shayāṭīni syaitan
mayangnya seperti kepala setan-setan.
فَإِنَّهُمْ fa-innahum maka sesungguhnya mereka لَـَٔاكِلُونَ laākilūna benar-benar mereka memakan مِنْهَا min'hā dari padanya (buah pohon) فَمَالِـُٔونَ famāliūna maka mereka memenuhi مِنْهَا min'hā dari padanya (buah pohon) ٱلْبُطُونَ l-buṭūna perut-perut
Maka sesungguhnya, mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zakum itu.
ثُمَّ thumma kemudian إِنَّ inna sesungguhnya لَهُمْ lahum bagi mereka عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya لَشَوْبًۭا lashawban pasti dipakaikan/dicampurkan مِّنْ min dari حَمِيمٍۢ ḥamīmin air yang sangat panas/mendidih
Kemudian sesudah makan buah pohon zakum itu, pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas.
ثُمَّ thumma kemudian إِنَّ inna sesungguhnya مَرْجِعَهُمْ marjiʿahum kembali mereka لَإِلَى la-ilā benar-benar kepada ٱلْجَحِيمِ l-jaḥīmi neraka
Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jaḥīm.
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka أَلْفَوْا۟ alfaw mereka mendapati ءَابَآءَهُمْ ābāahum bapak-bapak mereka ضَآلِّينَ ḍāllīna sesat
Karena sesungguhnya mereka mendapati bapak-bapak mereka dalam keadaaan sesat.
فَهُمْ fahum maka mereka عَلَىٰٓ ʿalā atas ءَاثَـٰرِهِمْ āthārihim jejak mereka يُهْرَعُونَ yuh'raʿūna mereka sangat bersegera
Lalu, mereka sangat tergesa-gesa mengikuti jejak orang-orang tua mereka itu.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ضَلَّ ḍalla telah sesat قَبْلَهُمْ qablahum sebelum mereka أَكْثَرُ aktharu kebanyakan ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang dahulu
Dan sesungguhnya telah sesat sebelum mereka (Quraisy) sebagian besar dari orang-orang yang dahulu,
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَرْسَلْنَا arsalnā Kami telah mengutus فِيهِم fīhim kepada mereka مُّنذِرِينَ mundhirīna pemberi peringatan
dan sesungguhnya telah Kami utus pemberi-pemberi peringatan (rasul-rasul) di kalangan mereka.
فَٱنظُرْ fa-unẓur maka perhatikan كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan ٱلْمُنذَرِينَ l-mundharīna orang-orang yang diberi peringatan
Maka perhatikanlah, bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu.
إِلَّا illā kecuali عِبَادَ ʿibāda hamba-hamba ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْمُخْلَصِينَ l-mukh'laṣīna ikhlas/suci
Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa tidak akan diazab).
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya نَادَىٰنَا nādānā telah menyeru Kami نُوحٌۭ nūḥun Nuh فَلَنِعْمَ falaniʿ'ma maka sebaik-baik ٱلْمُجِيبُونَ l-mujībūna yang memperkenankan
Sesungguhnya Nūḥ telah menyeru Kami, maka sesungguhnya sebaik-baik yang memperkenankan (adalah Kami).
وَنَجَّيْنَـٰهُ wanajjaynāhu dan Kami telah menyelamatkannya وَأَهْلَهُۥ wa-ahlahu dan keluarganya مِنَ mina dari ٱلْكَرْبِ l-karbi bencana ٱلْعَظِيمِ l-ʿaẓīmi besar
Dan Kami telah menyelamatkannya dan pengikutnya dari bencana yang besar.
وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan ذُرِّيَّتَهُۥ dhurriyyatahu keturunannya هُمُ humu mereka ٱلْبَاقِينَ l-bāqīna orang-orang yang tetap
Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan.
وَتَرَكْنَا wataraknā dan Kami tinggikan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya فِى fī pada ٱلْـَٔاخِرِينَ l-ākhirīna orang-orang yang kemudian
Dan Kami abadikan untuk Nūḥ itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian;
سَلَـٰمٌ salāmun kesejahteraan عَلَىٰ ʿalā atas نُوحٍۢ nūḥin Nuh فِى fī di ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna seluruh alam
"Kesejahteraan dilimpahkan atas Nūḥ di seluruh alam".
إِنَّا innā sesungguhnya Kami كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikian نَجْزِى najzī Kami memberi balasan ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik
Sesungguhnya demikianlah, Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia مِنْ min dari/termasuk عِبَادِنَا ʿibādinā hamba-hamba Kami ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman
Sesungguhnya dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman.
ثُمَّ thumma kemudian أَغْرَقْنَا aghraqnā Kami tenggelamkan ٱلْـَٔاخَرِينَ l-ākharīna yang lain
Kemudian, Kami tenggelamkan orang-orang yang lain.
۞ وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya مِن min dari/termasuk شِيعَتِهِۦ shīʿatihi golongannya لَإِبْرَٰهِيمَ la-ib'rāhīma benar-benar Ibrahim
Dan sesungguhnya Ibrāhīm benar-benar termasuk golongannya (Nūḥ) 1.
إِذْ idh ketika جَآءَ jāa dia datang رَبَّهُۥ rabbahu Tuhannya بِقَلْبٍۢ biqalbin dengan hati سَلِيمٍ salīmin selamat/suci
(lngatlah) ketika ia datang kepada Tuhan-nya dengan hati yang suci1.
إِذْ idh ketika قَالَ qāla dia berkata لِأَبِيهِ li-abīhi kepada bapaknya وَقَوْمِهِۦ waqawmihi dan kaumnya مَاذَا mādhā apakah تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu sembah
(Ingatlah) ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya, "Apakah yang kamu sembah itu?
أَئِفْكًا a-if'kan apakah kebohongan ءَالِهَةًۭ ālihatan tuhan دُونَ dūna selain ٱللَّهِ l-lahi Allah تُرِيدُونَ turīdūna kamu menghendaki
Apakah kamu menghendaki sembahan-sembahan selain Allah dengan jalan berbohong?
فَمَا famā maka apakah ظَنُّكُم ẓannukum anggapanmu بِرَبِّ birabbi dengan/terhadap Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Maka apakah anggapanmu terhadap Tuhan semesta alam?"
فَنَظَرَ fanaẓara maka dia memandang نَظْرَةًۭ naẓratan pandangan فِى fī pada ٱلنُّجُومِ l-nujūmi bintang-bintang
Lalu, ia memandang sekali pandang ke bintang-bintang.
فَقَالَ faqāla lalu di berkata إِنِّى innī sesungguhnya aku سَقِيمٌۭ saqīmun sakit
Kemudian, ia berkata, "Sesungguhnya aku sakit".
فَتَوَلَّوْا۟ fatawallaw maka mereka berpaling عَنْهُ ʿanhu daripadanya مُدْبِرِينَ mud'birīna membelakang
Lalu, mereka berpaling darinya dengan membelakang.
فَرَاغَ farāgha maka dia pergi إِلَىٰٓ ilā kepada ءَالِهَتِهِمْ ālihatihim berhala-berhala mereka فَقَالَ faqāla lalu dia berkata أَلَا alā apakah tidak تَأْكُلُونَ takulūna kamu makan
Kemudian, ia pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka, lalu ia berkata, "Apakah kamu tidak makan 1?
مَا mā kenapa لَكُمْ lakum bagi kalian لَا lā tidak تَنطِقُونَ tanṭiqūna mengucap/menjawab
Mengapa kamu tidak menjawab?"
فَرَاغَ farāgha maka dia pergi عَلَيْهِمْ ʿalayhim kepada mereka ضَرْبًۢا ḍarban dengan pukulan/memukul بِٱلْيَمِينِ bil-yamīni dengan tangan kanan
Lalu, dihadapinya berhala-berhala itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya (dengan kuat).
فَأَقْبَلُوٓا۟ fa-aqbalū maka/kemudian mereka menghadap/datang إِلَيْهِ ilayhi kepadanya يَزِفُّونَ yaziffūna mereka bergegas
Kemudian, kaumnya datang kepadanya dengan bergegas.
قَالَ qāla (Ibrahim) berkata أَتَعْبُدُونَ ataʿbudūna apakah kamu menyembah مَا mā apa (patung) تَنْحِتُونَ tanḥitūna kamu pahat
Ibrāhīm berkata, "Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?
وَٱللَّهُ wal-lahu dan/padahal Allah خَلَقَكُمْ khalaqakum menciptakan kalian وَمَا wamā dan apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu perbuat
Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata ٱبْنُوا۟ ib'nū bangunkanlah/dirikanlah لَهُۥ lahu untuknya (Ibrahim) بُنْيَـٰنًۭا bun'yānan suatu bangunan فَأَلْقُوهُ fa-alqūhu lalu lemparkan dia فِى fī pada ٱلْجَحِيمِ l-jaḥīmi api yang menyala
Mereka berkata, "Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrāhīm, lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu".
فَأَرَادُوا۟ fa-arādū maka mereka menghendaki بِهِۦ bihi dengannya/kepadanya كَيْدًۭا kaydan tipu-daya فَجَعَلْنَـٰهُمُ fajaʿalnāhumu lalu Kami jadikan mereka ٱلْأَسْفَلِينَ l-asfalīna orang-orang yang hina
Mereka hendak melakukan tipu muslihat kepadanya, maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina 1.
وَقَالَ waqāla dan (Ibrahim) berkata إِنِّى innī sesungguhnya aku ذَاهِبٌ dhāhibun pergi إِلَىٰ ilā kepada رَبِّى rabbī Tuhanku سَيَهْدِينِ sayahdīni Dia akan memberi petunjuk kepadaku
Dan Ibrāhīm berkata, "Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhan-ku dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku 1.
رَبِّ rabbi Tuhanku هَبْ hab berilah لِى lī kepadaku مِنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh
Ya Tuhan-ku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.
فَبَشَّرْنَـٰهُ fabasharnāhu maka Kami beri kabar gembira kepadanya بِغُلَـٰمٍ bighulāmin dengan seorang anak حَلِيمٍۢ ḥalīmin penyantun/berbudi
Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar 1 .
فَلَمَّا falammā maka tatkala بَلَغَ balagha (anak itu) sampai مَعَهُ maʿahu bersamanya (Ibrahim) ٱلسَّعْىَ l-saʿya berusaha قَالَ qāla (Ibrahim) berkata يَـٰبُنَىَّ yābunayya Wahai keturunan إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَرَىٰ arā aku melihat فِى fī dalam ٱلْمَنَامِ l-manāmi tidurku أَنِّىٓ annī bahwasannya aku أَذْبَحُكَ adhbaḥuka aku menyembelih kamu فَٱنظُرْ fa-unẓur maka perhatikanlah مَاذَا mādhā apakah تَرَىٰ ۚ tarā pendapatmu قَالَ qāla (anak) berkata يَـٰٓأَبَتِ yāabati wahai ayahku ٱفْعَلْ if'ʿal kerjakan مَا mā apa تُؤْمَرُ ۖ tu'maru yang kamu diperintahkan سَتَجِدُنِىٓ satajidunī kamu akan mendapatkan aku إِن in jika شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah مِنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰبِرِينَ l-ṣābirīna orang-orang yang sabar
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrāhīm, Ibrāhīm berkata, "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab, "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".
فَلَمَّآ falammā maka tatkala أَسْلَمَا aslamā keduanya berserah diri وَتَلَّهُۥ watallahu dan dia membaringkannya لِلْجَبِينِ lil'jabīni untuk/di atas kening
Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrāhīm membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya).
وَنَـٰدَيْنَـٰهُ wanādaynāhu dan Kami panggil dia أَن an bahwa يَـٰٓإِبْرَٰهِيمُ yāib'rāhīmu hai Ibrahim
Dan Kami panggillah dia, "Hai Ibrāhīm,
قَدْ qad sesungguhnya صَدَّقْتَ ṣaddaqta kamu telah membenarkan ٱلرُّءْيَآ ۚ l-ru'yā mimpi إِنَّا innā sesungguhnya Kami كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah نَجْزِى najzī Kami memberi balasan ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik
sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu 1 sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini لَهُوَ lahuwa benar-benar ia ٱلْبَلَـٰٓؤُا۟ l-balāu suatu ujian ٱلْمُبِينُ l-mubīnu yang nyata
Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
وَفَدَيْنَـٰهُ wafadaynāhu dan Kami tebus/ganti dia بِذِبْحٍ bidhib'ḥin dengan sembelihan عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin yang besar
Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar 1.
وَتَرَكْنَا wataraknā dan Kami tinggalkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya (Ibrahim) فِى fī pada ٱلْـَٔاخِرِينَ l-ākhirīna orang-orang yang kemudian
Kami abadikan untuk Ibrāhīm itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
سَلَـٰمٌ salāmun kesejahteraan عَلَىٰٓ ʿalā atas إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim
(yaitu), "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrāhīm".
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah نَجْزِى najzī Kami memberi balasan ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik
Demikianlah, Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia مِنْ min dari/termasuk عِبَادِنَا ʿibādinā hamba-hamba Kami ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman
Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
وَبَشَّرْنَـٰهُ wabasharnāhu dan Kami beri kabar gembira dia بِإِسْحَـٰقَ bi-is'ḥāqa dengan Ishaq نَبِيًّۭا nabiyyan seorang nabi مِّنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh
Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Isḥāq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.
وَبَـٰرَكْنَا wabāraknā dan Kami limpahkan keberkatan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya وَعَلَىٰٓ waʿalā dan atas إِسْحَـٰقَ ۚ is'ḥāqa Ishaq وَمِن wamin dan dari ذُرِّيَّتِهِمَا dhurriyyatihimā keturunan keduanya مُحْسِنٌۭ muḥ'sinun berbuat baik وَظَالِمٌۭ waẓālimun dan berbuat zalim لِّنَفْسِهِۦ linafsihi terhadap diri-dirinya sendiri مُبِينٌۭ mubīnun yang nyata
Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Isḥāq. Dan di antara anak cucunya, ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang zalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya مَنَنَّا manannā Kami telah melimpahkan karunia عَلَىٰ ʿalā atas مُوسَىٰ mūsā Musa وَهَـٰرُونَ wahārūna dan Harun
Dan sesungguhnya, Kami telah melimpahkan nikmat atas Musa dan Hārūn.
وَنَجَّيْنَـٰهُمَا wanajjaynāhumā dan Kami selamatkan keduanya وَقَوْمَهُمَا waqawmahumā dan kaum keduanya مِنَ mina dari ٱلْكَرْبِ l-karbi bencana ٱلْعَظِيمِ l-ʿaẓīmi yang besar
Dan Kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari bencana yang besar.
وَنَصَرْنَـٰهُمْ wanaṣarnāhum dan Kami menolong mereka فَكَانُوا۟ fakānū maka adalah mereka هُمُ humu mereka ٱلْغَـٰلِبِينَ l-ghālibīna orang-orang yang menang
Dan Kami tolong mereka, maka jadilah mereka orang-orang yang menang.
وَءَاتَيْنَـٰهُمَا waātaynāhumā dan Kami berikan kepada keduanya ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab ٱلْمُسْتَبِينَ l-mus'tabīna yang sangat jelas
Dan Kami berikan kepada keduanya kitab yang sangat jelas.
وَهَدَيْنَـٰهُمَا wahadaynāhumā dan Kami beri petunjuk keduanya ٱلصِّرَٰطَ l-ṣirāṭa jalan ٱلْمُسْتَقِيمَ l-mus'taqīma yang lurus
Dan Kami tunjuki keduanya ke jalan yang lurus.
وَتَرَكْنَا wataraknā dan Kami tinggalkan عَلَيْهِمَا ʿalayhimā atas keduanya فِى fī pada ٱلْـَٔاخِرِينَ l-ākhirīna orang-orang kemudian
Dan Kami abadikan untuk keduanya (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian;
سَلَـٰمٌ salāmun keselamatan عَلَىٰ ʿalā atas مُوسَىٰ mūsā Musa وَهَـٰرُونَ wahārūna dan Harun
(yaitu), "Kesejahteraan dilimpahkan atas Musa dan Hārūn".
إِنَّا innā sesungguhnya Kami كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikianlah نَجْزِى najzī Kami memberi balasan ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik
Sesungguhnya demikianlah, Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِنَّهُمَا innahumā sesungguhnya keduanya مِنْ min dari/termasuk عِبَادِنَا ʿibādinā hamba-hamba Kami ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman
Sesungguhnya keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya إِلْيَاسَ il'yāsa Ilyas لَمِنَ lamina benar-benar termasuk ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para Rasul
Dan sesungguhnya, Ilyās benar-benar termasuk salah seorang rasul-rasul.
إِذْ idh ketika قَالَ qāla dia berkata لِقَوْمِهِۦٓ liqawmihi kepada kaumnya أَلَا alā mengapa tidak تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa
(ingatlah) ketika ia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
أَتَدْعُونَ atadʿūna apakah kamu menyeru/menyembah بَعْلًۭا baʿlan Ba'l وَتَذَرُونَ watadharūna dan kamu tinggalkan أَحْسَنَ aḥsana sebaik-baik ٱلْخَـٰلِقِينَ l-khāliqīna Pencipta
Patutkah kamu menyembah Baʻlan 1 dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta,
ٱللَّهَ al-laha Allah رَبَّكُمْ rabbakum Tuhan kalian وَرَبَّ warabba dan Tuhan ءَابَآئِكُمُ ābāikumu bapak-bapak kamu ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna terdahulu
(yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu?"
فَكَذَّبُوهُ fakadhabūhu maka mereka mendustakannya فَإِنَّهُمْ fa-innahum maka sesungguhnya mereka لَمُحْضَرُونَ lamuḥ'ḍarūna sungguh mereka dihadapkan
Maka mereka mendustakannya karena itu mereka akan diseret (ke neraka),
إِلَّا illā kecuali عِبَادَ ʿibāda hamba-hamba ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْمُخْلَصِينَ l-mukh'laṣīna orang yang ikhlas/disucikan
kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa).
وَتَرَكْنَا wataraknā dan Kami tinggalkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya فِى fī pada ٱلْـَٔاخِرِينَ l-ākhirīna orang-orang yang kemudian
Dan Kami abadikan untuk Ilyās (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
سَلَـٰمٌ salāmun kesejahteraan عَلَىٰٓ ʿalā atas إِلْ يَاسِينَ il yāsīna Ilyas
(yaitu), "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyās."
إِنَّا innā sesungguhnya Kami كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikianlah نَجْزِى najzī Kami memberi balasan ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik
Sesungguhnya demikianlah, Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia مِنْ min dari/termasuk عِبَادِنَا ʿibādinā hamba-hamba Kami ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman
Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya لُوطًۭا lūṭan Lut لَّمِنَ lamina benar-benar termasuk ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para Rasul
Sesungguhnya Lūṭ benar-benar salah seorang rasul.
إِذْ idh ketika نَجَّيْنَـٰهُ najjaynāhu Kami selamatkan ia وَأَهْلَهُۥٓ wa-ahlahu dan keluarganya أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semua
(Ingatlah) ketika Kami selamatkan dia dan keluarganya (pengikut-pengikutnya) semua,
إِلَّا illā kecuali عَجُوزًۭا ʿajūzan perempuan tua فِى fī pada ٱلْغَـٰبِرِينَ l-ghābirīna tertinggal
kecuali seorang perempuan tua (istrinya yang berada) bersama-sama orang yang tinggal.
ثُمَّ thumma kemudian دَمَّرْنَا dammarnā Kami binasakan ٱلْـَٔاخَرِينَ l-ākharīna orang-orang yang lain
Kemudian, Kami binasakan orang-orang yang lain 1.
وَإِنَّكُمْ wa-innakum dan sesungguhnya kamu لَتَمُرُّونَ latamurrūna sungguh kamu akan melalui عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مُّصْبِحِينَ muṣ'biḥīna diwaktu pagi
Dan sesungguhnya kamu (hai penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka pada waktu pagi,
وَبِٱلَّيْلِ ۗ wabi-al-layli dan diwaktu malam أَفَلَا afalā apakah maka tidak تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal
dan pada waktu malam. Maka apakah kamu tidak memikirkan?
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya يُونُسَ yūnusa Yunus لَمِنَ lamina benar-benar termasuk ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para Rasul
Sesungguhnya Yūnus benar-benar salah seorang rasul,
إِذْ idh ketika أَبَقَ abaqa dia lari إِلَى ilā ke ٱلْفُلْكِ l-ful'ki perahu ٱلْمَشْحُونِ l-mashḥūni penuh muatan
(ingatlah) ketika ia lari 1 ke kapal yang penuh muatan,
فَسَاهَمَ fasāhama maka dia ikut berundi فَكَانَ fakāna lalu adalah dia مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُدْحَضِينَ l-mud'ḥaḍīna orang-orang yang dibuang/dikalahkan
kemudian ia ikut berundi 1, lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian.
فَٱلْتَقَمَهُ fal-taqamahu maka menelan dia ٱلْحُوتُ l-ḥūtu ikan besar وَهُوَ wahuwa dan dia مُلِيمٌۭ mulīmun tercela
Maka, ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela 1.
فَلَوْلَآ falawlā maka kalau tidak أَنَّهُۥ annahu sesungguhnya dia كَانَ kāna adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُسَبِّحِينَ l-musabiḥīna orang-orang yang bertasbih
Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah,
لَلَبِثَ lalabitha niscaya dia tetap فِى fī pada بَطْنِهِۦٓ baṭnihi perutnya (ikan) إِلَىٰ ilā sampai يَوْمِ yawmi hari يُبْعَثُونَ yub'ʿathūna mereka dibangkitkan
niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.
۞ فَنَبَذْنَـٰهُ fanabadhnāhu lalu Kami lemparkan dia بِٱلْعَرَآءِ bil-ʿarāi tanah kosong/tandus وَهُوَ wahuwa dan/sedang dia سَقِيمٌۭ saqīmun sakit
Kemudian, Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.
وَأَنۢبَتْنَا wa-anbatnā dan Kami tumbuhkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/untuknya شَجَرَةًۭ shajaratan sebatang pohon مِّن min dari يَقْطِينٍۢ yaqṭīnin jenis labu
Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.
وَأَرْسَلْنَـٰهُ wa-arsalnāhu dan Kami utus dia إِلَىٰ ilā kepada مِا۟ئَةِ mi-ati seratus أَلْفٍ alfin ribu أَوْ aw atau يَزِيدُونَ yazīdūna mereka tambah/lebih
Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih.
فَـَٔامَنُوا۟ faāmanū lalu mereka beriman فَمَتَّعْنَـٰهُمْ famattaʿnāhum maka Kami beri kesenangan mereka إِلَىٰ ilā kepada/sampai حِينٍۢ ḥīnin waktu yang tertentu
Lalu, mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.
فَٱسْتَفْتِهِمْ fa-is'taftihim maka tanyakan pada mereka أَلِرَبِّكَ alirabbika apakah untuk Tuhanmu ٱلْبَنَاتُ l-banātu anak-anak perempuan وَلَهُمُ walahumu dan untuk mereka ٱلْبَنُونَ l-banūna anak laki-laki
Tanyakanlah (ya Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah), "Apakah untuk Tuhan-mu anak-anak perempuan dan untuk mereka anak laki-laki 1,
أَمْ am ataukah/apakah خَلَقْنَا khalaqnā Kami menciptakan ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ l-malāikata malaikat-malaikat إِنَـٰثًۭا ināthan perempuan وَهُمْ wahum dan mereka شَـٰهِدُونَ shāhidūna menyaksikan
atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan(nya)?
أَلَآ alā ingatlah/ketahuilah إِنَّهُم innahum sesungguhnya mereka مِّنْ min dari إِفْكِهِمْ if'kihim kebohongan mereka لَيَقُولُونَ layaqūlūna benar-benar mereka mengatakan
Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan,
وَلَدَ walada beranak ٱللَّهُ l-lahu Allah وَإِنَّهُمْ wa-innahum dan sesungguhnya mereka لَكَـٰذِبُونَ lakādhibūna benar-benar berdusta
"Allah beranak". Dan sesungguhnya, mereka benar-benar orang yang berdusta.
أَصْطَفَى aṣṭafā apakah Dia memilih ٱلْبَنَاتِ l-banāti anak-anak perempuan عَلَى ʿalā atas/dari ٱلْبَنِينَ l-banīna anak laki-laki
Apakah Tuhan memilih (mengutamakan) anak-anak perempuan daripada anak laki-laki?
مَا mā mengapa لَكُمْ lakum bagi kalian كَيْفَ kayfa bagaimana تَحْكُمُونَ taḥkumūna kamu menghukumi/menetapkan
Apakah yang terjadi padamu? Bagaimana (caranya) kamu menetapkan?
أَفَلَا afalā maka apakah tidak تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu ingat/memikirkan
Maka apakah kamu tidak memikirkan?
أَمْ am ataukah/apakah لَكُمْ lakum bagi kalian سُلْطَـٰنٌۭ sul'ṭānun kekuasaan/bukti مُّبِينٌۭ mubīnun nyata
Atau apakah kamu mempunyai bukti yang nyata?
فَأْتُوا۟ fatū maka datangkan/bawalah بِكِتَـٰبِكُمْ bikitābikum dengan kitabmu إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar
Maka bawalah kitabmu jika kamu memang orang-orang yang benar.
وَجَعَلُوا۟ wajaʿalū dan mereka menjadikan/adakan بَيْنَهُۥ baynahu antara Dia وَبَيْنَ wabayna dan antara ٱلْجِنَّةِ l-jinati jin نَسَبًۭا ۚ nasaban nasab/hubungan وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya عَلِمَتِ ʿalimati mengetahui ٱلْجِنَّةُ l-jinatu jin إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka لَمُحْضَرُونَ lamuḥ'ḍarūna sungguh mereka dihadapkan
Dan mereka adakan (hubungan) nasab antara Allah dan antara jin. Dan sesungguhnya jin mengetahui bahwa mereka benar-benar akan diseret (ke neraka),
سُبْحَـٰنَ sub'ḥāna Maha Suci ٱللَّهِ l-lahi Allah عَمَّا ʿammā dari apa يَصِفُونَ yaṣifūna mereka sifatkan
Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan,
إِلَّا illā kecuali عِبَادَ ʿibāda hamba-hamba ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْمُخْلَصِينَ l-mukh'laṣīna orang-orang yang ikhlas
Kecuali hamba-hamba Allah 1 yang dibersihkan dari (dosa).
فَإِنَّكُمْ fa-innakum maka sesungguhnya kamu وَمَا wamā dan apa تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu sembah
Maka sesungguhnya kamu dan apa-apa yang kamu sembah itu,
مَآ mā tidaklah أَنتُمْ antum kamu عَلَيْهِ ʿalayhi atas-Nya/terhadap-Nya بِفَـٰتِنِينَ bifātinīna dengan memperdayakan
Sekali-kali tidak dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah,
إِلَّا illā kecuali مَنْ man orang هُوَ huwa dia صَالِ ṣāli sampai/masuk ٱلْجَحِيمِ l-jaḥīmi neraka yang menyala
kecuali orang-orang yang akan masuk neraka yang menyala.
وَمَا wamā dan tidak مِنَّآ minnā diantara kami إِلَّا illā kecuali لَهُۥ lahu baginya/mempunyai مَقَامٌۭ maqāmun kedudukan مَّعْلُومٌۭ maʿlūmun tertentu
Tiada seorang pun di antara kami (malaikat), melainkan mempunyai kedudukan yang tertentu,
وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami لَنَحْنُ lanaḥnu benar-benar kami ٱلصَّآفُّونَ l-ṣāfūna bersaf-saf
dan sesungguhnya kami benar-benar bersaf-saf (dalam menunaikan perintah Allah).
وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami لَنَحْنُ lanaḥnu benar-benar kami ٱلْمُسَبِّحُونَ l-musabiḥūna orang-orang yang bertasbih
Dan sesungguhnya kami benar-benar bertasbih (kepada Allah).
وَإِن wa-in dan sesungguhnya كَانُوا۟ kānū mereka adalah لَيَقُولُونَ layaqūlūna pasti mereka akan berkata
Sesungguhnya mereka benar-benar akan berkata,
لَوْ law kalau أَنَّ anna sekiranya عِندَنَا ʿindanā di sisi kami ذِكْرًۭا dhik'ran pengajaran مِّنَ mina dari ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang terdahulu
"Kalau sekiranya di sisi kami ada sebuah kitab dari (kitab-kitab yang diturunkan) kepada orang-orang dahulu,
لَكُنَّا lakunnā niscaya kami menjadi عِبَادَ ʿibāda hamba-hamba ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْمُخْلَصِينَ l-mukh'laṣīna orang-orang yang ikhlas
benar-benar kami akan jadi hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa)".
فَكَفَرُوا۟ fakafarū maka/tetapi mereka mengingkari بِهِۦ ۖ bihi dengannya فَسَوْفَ fasawfa maka kelak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka akan mengetahui
Tetapi, mereka mengingkarinya (Al-Qur`ān), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat keingkarannya itu).
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya سَبَقَتْ sabaqat telah berlaku كَلِمَتُنَا kalimatunā kalimat/ketetapan Kami لِعِبَادِنَا liʿibādinā bagi hamba-hamba Kami ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para Rasul
Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul,
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلْمَنصُورُونَ l-manṣūrūna orang-orang yang mendapat pertolongan
(yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya جُندَنَا jundanā tentara Kami لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلْغَـٰلِبُونَ l-ghālibūna yang mengalahkan/menang
Dan sesungguhnya tentara Kami 1 itulah yang pasti menang,
فَتَوَلَّ fatawalla maka berpalinglah kamu عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka حَتَّىٰ ḥattā sehingga حِينٍۢ ḥīnin waktu tertentu
Maka berpalinglah kamu (Muhammad) dari mereka sampai suatu ketika 1.
وَأَبْصِرْهُمْ wa-abṣir'hum dan lihatlah/terangkanlah mereka فَسَوْفَ fasawfa maka kelak يُبْصِرُونَ yub'ṣirūna mereka akan melihat/mendengar
Dan lihatlah mereka, maka kelak mereka akan melihat (azab itu).
أَفَبِعَذَابِنَا afabiʿadhābinā Apakah dengan azab Kami يَسْتَعْجِلُونَ yastaʿjilūna mereka minta disegerakan
Maka apakah mereka meminta supaya siksa Kami disegerakan?
فَإِذَا fa-idhā maka apabila نَزَلَ nazala (azab) turun بِسَاحَتِهِمْ bisāḥatihim di halaman mereka فَسَآءَ fasāa maka amat buruk صَبَاحُ ṣabāḥu pagi hari ٱلْمُنذَرِينَ l-mundharīna orang-orang yang diberi peringatan
Maka apabila siksaan itu turun di halaman mereka, maka amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu 1.
وَتَوَلَّ watawalla dan berpalinglah kamu عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka حَتَّىٰ ḥattā sehingga حِينٍۢ ḥīnin waktu tertentu
Dan berpalinglah kamu dari mereka hingga suatu ketika.
وَأَبْصِرْ wa-abṣir dan lihatlah/terangkanlah فَسَوْفَ fasawfa maka kelak يُبْصِرُونَ yub'ṣirūna mereka akan melihat/mengetahui
Dan lihatlah, maka kelak mereka juga akan melihat.
سُبْحَـٰنَ sub'ḥāna Maha Suci رَبِّكَ rabbika Tuhanmu رَبِّ rabbi Tuhan/pemelihara ٱلْعِزَّةِ l-ʿizati keperkasaan/kemuliaan عَمَّا ʿammā dari apa يَصِفُونَ yaṣifūna mereka sifatkan
Maha Suci Tuhan-mu Yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan.
وَسَلَـٰمٌ wasalāmun dan kesejahteraan عَلَى ʿalā atas ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para Rasul
Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul.
وَٱلْحَمْدُ wal-ḥamdu dan segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah رَبِّ rabbi Tuhan/pemelihara ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.