ص
Sad
Shad Makkiyah
Memuat audio qari…
صٓ ۚ sad shad وَٱلْقُرْءَانِ wal-qur'āni demi Al Quran ذِى dhī mempunyai ٱلذِّكْرِ l-dhik'ri peringatan
Ṣād, demi Al-Qur`ān yang mempunyai keagungan.
بَلِ bali bahkan/tetapi ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar فِى fī dalam عِزَّةٍۢ ʿizzatin kesombongan وَشِقَاقٍۢ washiqāqin dan perpecahan
Sebenarnya, orang-orang kafir itu (berada) dalam kesombongan dan permusuhan yang sengit.
كَمْ kam berapa banyak أَهْلَكْنَا ahlaknā Kami telah binasakan مِن min dari قَبْلِهِم qablihim sebelum mereka مِّن min dari قَرْنٍۢ qarnin kurun فَنَادَوا۟ fanādaw lalu mereka menyeru/meminta وَّلَاتَ walāta pertolongan حِينَ ḥīna waktu مَنَاصٍۢ manāṣin kelepasan (melepaskan diri)
Betapa banyaknya umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri.
وَعَجِبُوٓا۟ waʿajibū dan mereka heran أَن an karena جَآءَهُم jāahum datang kepada mereka مُّنذِرٌۭ mundhirun seorang pemberi peringatan مِّنْهُمْ ۖ min'hum dari mereka وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلْكَـٰفِرُونَ l-kāfirūna orang-orang kafir هَـٰذَا hādhā ini سَـٰحِرٌۭ sāḥirun seorang ahli sihir كَذَّابٌ kadhābun pendusta
Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka dan orang-orang kafir berkata, "Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta".
أَجَعَلَ ajaʿala apakah dia menjadikan ٱلْـَٔالِهَةَ l-ālihata tuhan-tuhan إِلَـٰهًۭا ilāhan Tuhan وَٰحِدًا ۖ wāḥidan satu/esa إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini لَشَىْءٌ lashayon benar-benar sesuatu عُجَابٌۭ ʿujābun aneh/ganjil
Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.
وَٱنطَلَقَ wa-inṭalaqa dan pergilah ٱلْمَلَأُ l-mala-u pembesar-pembesar مِنْهُمْ min'hum dari mereka أَنِ ani maka ٱمْشُوا۟ im'shū berjalanlah kamu وَٱصْبِرُوا۟ wa-iṣ'birū dan bersabarlah عَلَىٰٓ ʿalā atas ءَالِهَتِكُمْ ۖ ālihatikum tuhan-tuhan kamu إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini لَشَىْءٌۭ lashayon benar-benar sesuatu يُرَادُ yurādu dikehendaki
Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata), "Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-Tuhan-mu; sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki 1.
مَا mā tidak سَمِعْنَا samiʿ'nā kami mendengar بِهَـٰذَا bihādhā dengan/hal ini فِى fī dalam ٱلْمِلَّةِ l-milati agama ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati yang akhir إِنْ in tidaklah هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّا illā kecuali ٱخْتِلَـٰقٌ ikh'tilāqun diada-adakan
Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir 1; ini (mengesakan Allah) tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan,
أَءُنزِلَ a-unzila apakah diturunkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/kepadanya ٱلذِّكْرُ l-dhik'ru pengajaran/Al Quran مِنۢ min dari بَيْنِنَا ۚ bayninā antara kita بَلْ bal bahkan/sebenarnya هُمْ hum mereka فِى fī dalam شَكٍّۢ shakkin keragu-raguan مِّن min dari ذِكْرِى ۖ dhik'rī peringatan-Ku بَل bal bahkan/sebenarnya لَّمَّا lammā belum يَذُوقُوا۟ yadhūqū mereka merasakan عَذَابِ ʿadhābi azab-Ku
mengapa Al-Qur`ān itu diturunkan kepadanya di antara kita?" Sebenarnya, mereka ragu-ragu terhadap Al-Qur`ān-Ku dan sebenarnya mereka belum merasakan azab-Ku.
أَمْ am ataukah/apakah عِندَهُمْ ʿindahum disisi mereka/mereka mempunyai خَزَآئِنُ khazāinu perbendaharaan رَحْمَةِ raḥmati rahmat رَبِّكَ rabbika Tuhanmu ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Perkasa ٱلْوَهَّابِ l-wahābi Maha Pemberi
Atau apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan rahmat Tuhanmu Yang Maha Perkasa lagi Maha Pemberi?
أَمْ am ataukah/apakah لَهُم lahum bagi mereka مُّلْكُ mul'ku kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَمَا wamā dan apa بَيْنَهُمَا ۖ baynahumā diantara keduanya فَلْيَرْتَقُوا۟ falyartaqū maka hendaklah mereka menaiki فِى fī pada ٱلْأَسْبَـٰبِ l-asbābi jalan/tangga-tangga
Atau apakah bagi mereka kerajaan langit dan bumi dan yang ada di antara keduanya? (Jika ada), maka hendaklah mereka menaiki tangga-tangga (ke langit).
جُندٌۭ jundun bala tentara مَّا mā apa هُنَالِكَ hunālika ada disana مَهْزُومٌۭ mahzūmun dibinasakan/dikalahkan مِّنَ mina dari ٱلْأَحْزَابِ l-aḥzābi golongan yang berserikat
Suatu tentara yang besar yang berada di sana dari golongan-golongan yang berserikat pasti akan dikalahkan 1.
كَذَّبَتْ kadhabat telah mendustakan قَبْلَهُمْ qablahum sebelum mereka قَوْمُ qawmu kaum نُوحٍۢ nūḥin Nuh وَعَادٌۭ waʿādun dan 'Ad وَفِرْعَوْنُ wafir'ʿawnu dan Fir'aun ذُو dhū mempunyai ٱلْأَوْتَادِ l-awtādi bala tentara
Telah mendustakan (rasul-rasul pula) sebelum mereka itu kaum Nūḥ, ‘Ād, Firʻawn yang mempunyai tentara yang banyak,
وَثَمُودُ wathamūdu dan Samud وَقَوْمُ waqawmu dan kaum لُوطٍۢ lūṭin Lut وَأَصْحَـٰبُ wa-aṣḥābu dan penduduk لْـَٔيْكَةِ ۚ al'aykati Aikah أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu ٱلْأَحْزَابُ l-aḥzābu golongan yang bersekutu
dan Ṡamūd, kaum Lūṭ, dan penduduk Aikah 1. Mereka itulah golongan-golongan yang bersekutu (menentang rasul-rasul).
إِن in tidak lain كُلٌّ kullun semua itu إِلَّا illā kecuali كَذَّبَ kadhaba telah mendustakan ٱلرُّسُلَ l-rusula Rasul-rasul فَحَقَّ faḥaqqa maka pastilah عِقَابِ ʿiqābi azab-Ku
Semua mereka itu tidak lain hanyalah mendustakan rasul-rasul, maka pastilah (bagi mereka) azab-Ku.
وَمَا wamā dan tidak يَنظُرُ yanẓuru menunggu هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itu إِلَّا illā melainkan صَيْحَةًۭ ṣayḥatan suara keras/teriakan وَٰحِدَةًۭ wāḥidatan satu kali مَّا mā tidak لَهَا lahā bagi mereka مِن min dari فَوَاقٍۢ fawāqin ulangan/tangguh
Tidaklah yang mereka tunggu, melainkan hanya satu teriakan saja yang tidak ada baginya saat berselang 1.
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami عَجِّل ʿajjil segerakanlah لَّنَا lanā untuk kami قِطَّنَا qiṭṭanā bahagian kami قَبْلَ qabla sebelum يَوْمِ yawmi hari ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi perhitungan
Dan mereka berkata, "Ya Tuhan kami cepatkanlah untuk kami azab yang diperuntukkan bagi kami sebelum hari berhisab".
ٱصْبِرْ iṣ'bir bersabarlah عَلَىٰ ʿalā atas مَا mā apa يَقُولُونَ yaqūlūna mereka katakan وَٱذْكُرْ wa-udh'kur dan ingatlah عَبْدَنَا ʿabdanā hamba Kami دَاوُۥدَ dāwūda Daud ذَا dhā mempunyai ٱلْأَيْدِ ۖ l-aydi tangan/kekuatan إِنَّهُۥٓ innahu sesungguhnya dia أَوَّابٌ awwābun seorang yang kembali
Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan dan ingatlah hamba Kami Dāwūd yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan).
إِنَّا innā sesungguhnya Kami سَخَّرْنَا sakharnā Kami menundukkan ٱلْجِبَالَ l-jibāla gunung-gunung مَعَهُۥ maʿahu bersama dia يُسَبِّحْنَ yusabbiḥ'na mereka bertasbih بِٱلْعَشِىِّ bil-ʿashiyi diwaktu petang وَٱلْإِشْرَاقِ wal-ish'rāqi dan pagi
Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Dāwūd) pada waktu petang dan pagi,
وَٱلطَّيْرَ wal-ṭayra dan burung-burung مَحْشُورَةًۭ ۖ maḥshūratan keadaan berkumpul كُلٌّۭ kullun masing-masing/semuanya لَّهُۥٓ lahu kepada-Nya أَوَّابٌۭ awwābun kembali/bertaubat
dan (Kami tundukkan pula), burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masingnya amat taat kepada Allah.
وَشَدَدْنَا washadadnā dan Kami kuatkan مُلْكَهُۥ mul'kahu kerajaannya وَءَاتَيْنَـٰهُ waātaynāhu dan Kami berikan kepadanya ٱلْحِكْمَةَ l-ḥik'mata kebijaksanaan وَفَصْلَ wafaṣla dan memutus ٱلْخِطَابِ l-khiṭābi perkara
Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmah 1 dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan.
۞ وَهَلْ wahal dan apakah أَتَىٰكَ atāka telah datang kepadamu نَبَؤُا۟ naba-u berita ٱلْخَصْمِ l-khaṣmi orang yang bermusuhan إِذْ idh ketika تَسَوَّرُوا۟ tasawwarū mereka melompati pagar ٱلْمِحْرَابَ l-miḥ'rāba mihrab/kamar
Dan adakah sampai kepadamu berita orang-orang yang berperkara ketika mereka memanjat pagar?
إِذْ idh ketika دَخَلُوا۟ dakhalū mereka masuk عَلَىٰ ʿalā atas دَاوُۥدَ dāwūda Daud فَفَزِعَ fafaziʿa maka dia terkejut مِنْهُمْ ۖ min'hum dari mereka قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَا lā tidak تَخَفْ ۖ takhaf kamu takut خَصْمَانِ khaṣmāni dua orang bermusuhan بَغَىٰ baghā berbuat zalim بَعْضُنَا baʿḍunā sebagian kami عَلَىٰ ʿalā atas بَعْضٍۢ baʿḍin sebagian yang lain فَٱحْكُم fa-uḥ'kum maka berilah keputusan بَيْنَنَا baynanā di antara kami بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan benar وَلَا walā dan tidak تُشْطِطْ tush'ṭiṭ melewati batas/menyimpang وَٱهْدِنَآ wa-ih'dinā dan tunjukilah kami إِلَىٰ ilā kepada سَوَآءِ sawāi sama/lurus ٱلصِّرَٰطِ l-ṣirāṭi jalan
Ketika mereka masuk (menemui) Dāwūd, lalu ia terkejut karena kedatangan) mereka. Mereka berkata, "Janganlah kamu merasa takut; (kami) adalah dua orang yang berperkara yang salah seorang dari kami berbuat zalim kepada yang lain, maka berilah keputusan antara kami dengan adil dan janganlah kamu menyimpang dari kebenaran dan tunjukilah kami ke jalan yang lurus.
إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَآ hādhā ini أَخِى akhī saudaraku لَهُۥ lahu baginya (mempunyai) تِسْعٌۭ tis'ʿun sembilan puluh وَتِسْعُونَ watis'ʿūna sembilan نَعْجَةًۭ naʿjatan kambing betina وَلِىَ waliya dan bagiku نَعْجَةٌۭ naʿjatun kambing betina وَٰحِدَةٌۭ wāḥidatun satu/seekor فَقَالَ faqāla maka dia berkata أَكْفِلْنِيهَا akfil'nīhā serahkan ia (kambing itu) kepadaku وَعَزَّنِى waʿazzanī dan dia mengalahkan aku فِى fī dalam ٱلْخِطَابِ l-khiṭābi perkara/perdebatan
Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja. Maka dia berkata, "Serahkanlah kambingmu itu kepadaku dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan".
قَالَ qāla (Daud) berkata لَقَدْ laqad sesungguhnya ظَلَمَكَ ẓalamaka dia berbuat zalim kepadamu بِسُؤَالِ bisuāli dengan meminta نَعْجَتِكَ naʿjatika kambingmu إِلَىٰ ilā kepada نِعَاجِهِۦ ۖ niʿājihi kambingnya وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan مِّنَ mina dari ٱلْخُلَطَآءِ l-khulaṭāi bercampur/sepergaulan لَيَبْغِى layabghī sungguh berbuat zalim بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka عَلَىٰ ʿalā atas بَعْضٍ baʿḍin sebagian yang lain إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka berbuat/beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh وَقَلِيلٌۭ waqalīlun dan sedikit مَّا mā apa هُمْ ۗ hum mereka وَظَنَّ waẓanna dan mengira دَاوُۥدُ dāwūdu Daud أَنَّمَا annamā bahwasannya فَتَنَّـٰهُ fatannāhu Kami mengujinya فَٱسْتَغْفَرَ fa-is'taghfara maka dia minta ampun رَبَّهُۥ rabbahu Tuhannya وَخَرَّ wakharra dan dia menyungkur رَاكِعًۭا rākiʿan tunduk وَأَنَابَ ۩ wa-anāba dan dia kembali/taubat
Dāwūd berkata, "Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zalim kepada sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh dan amat sedikitlah mereka ini". Dan Dāwūd mengetahui bahwa Kami mengujinya, maka ia meminta ampun kepada Tuhan-nya, lalu menyungkur sujud dan bertobat.
فَغَفَرْنَا faghafarnā maka Kami mengampuni لَهُۥ lahu baginya ذَٰلِكَ ۖ dhālika demikian/itu وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya لَهُۥ lahu baginya (dia mempunyai) عِندَنَا ʿindanā disisi Kami لَزُلْفَىٰ lazul'fā sungguh dekat وَحُسْنَ waḥus'na dan amat baik مَـَٔابٍۢ maābin tempat kembali
Maka Kami ampuni baginya kesalahannya itu. Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.
يَـٰدَاوُۥدُ yādāwūdu hai Daud إِنَّا innā sesungguhnya جَعَلْنَـٰكَ jaʿalnāka Kami menjadikan kamu خَلِيفَةًۭ khalīfatan khalifah/penguasa فِى fī dimuka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi فَٱحْكُم fa-uḥ'kum maka berilah keputusan بَيْنَ bayna diantara ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan benar وَلَا walā dan tidak تَتَّبِعِ tattabiʿi kamu mengikuti ٱلْهَوَىٰ l-hawā hawa nafsu فَيُضِلَّكَ fayuḍillaka maka akan menyesatkan kamu عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَضِلُّونَ yaḍillūna (mereka) tersesat عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun azab شَدِيدٌۢ shadīdun sangat/keras بِمَا bimā dengan apa/sebab نَسُوا۟ nasū mereka melupakan يَوْمَ yawma pada hari ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi perhitungan
Hai Dāwūd, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat karena mereka melupakan hari perhitungan.
وَمَا wamā dan tidaklah خَلَقْنَا khalaqnā Kami jadikan ٱلسَّمَآءَ l-samāa langit وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi وَمَا wamā dan apa بَيْنَهُمَا baynahumā diantara keduanya بَـٰطِلًۭا ۚ bāṭilan batil/palsu/sia-sia ذَٰلِكَ dhālika demikianlah ظَنُّ ẓannu prasangkaan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ ۚ kafarū kafir/ingkar فَوَيْلٌۭ fawaylun maka celakalah لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِنَ mina dari ٱلنَّارِ l-nāri api/neraka
Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.
أَمْ am atau نَجْعَلُ najʿalu Kami jadikan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti shaleh كَٱلْمُفْسِدِينَ kal-muf'sidīna seperti orang-orang yang berbuat kerusakan فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi أَمْ am atau نَجْعَلُ najʿalu Kami jadikan ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa كَٱلْفُجَّارِ kal-fujāri seperti orang-orang yang durhaka
Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat?
كِتَـٰبٌ kitābun Kitab أَنزَلْنَـٰهُ anzalnāhu Kami turunkannya إِلَيْكَ ilayka kepadamu مُبَـٰرَكٌۭ mubārakun penuh keberkatan لِّيَدَّبَّرُوٓا۟ liyaddabbarū supaya mereka memperhatikan ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayatnya وَلِيَتَذَكَّرَ waliyatadhakkara dan supaya mendapat pelajaran أُو۟لُوا۟ ulū orang-orang yang mempunyai ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi hati/pikiran
Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.
وَوَهَبْنَا wawahabnā dan Kami karuniakan لِدَاوُۥدَ lidāwūda kepada Daud سُلَيْمَـٰنَ ۚ sulaymāna Sulaiman نِعْمَ niʿ'ma sebaik-baiknya ٱلْعَبْدُ ۖ l-ʿabdu hamba إِنَّهُۥٓ innahu sesungguhnya dia أَوَّابٌ awwābun orang yang suka kembali
Dan Kami karuniakan kepada Dāwūd, Sulaymān, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya),
إِذْ idh ketika عُرِضَ ʿuriḍa dipertunjukkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/kepadanya بِٱلْعَشِىِّ bil-ʿashiyi pada waktu sore ٱلصَّـٰفِنَـٰتُ l-ṣāfinātu yang diam waktu berhenti ٱلْجِيَادُ l-jiyādu yang cepat berlari
(ingatlah) ketika dipertunjukkan kepadanya kuda-kuda yang tenang pada waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore.
فَقَالَ faqāla maka dia berkata إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَحْبَبْتُ aḥbabtu aku menyukai حُبَّ ḥubba kesenangan ٱلْخَيْرِ l-khayri yang baik عَن ʿan dari ذِكْرِ dhik'ri ingat رَبِّى rabbī Tuhanku حَتَّىٰ ḥattā sehingga تَوَارَتْ tawārat tersembunyi/tertutup بِٱلْحِجَابِ bil-ḥijābi dengan tabir/dinding
maka ia berkata, "Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhan-ku sampai kuda itu hilang dari pandangan".
رُدُّوهَا ruddūhā bawalah kembali عَلَىَّ ۖ ʿalayya kepadaku فَطَفِقَ faṭafiqa lalu dia mulai berbuat مَسْحًۢا masḥan mengusap-usap بِٱلسُّوقِ bil-sūqi dengan kaki وَٱلْأَعْنَاقِ wal-aʿnāqi dan leher
"Bawalah semua kuda itu kembali kepadaku". Lalu, ia potong kaki dan leher kuda itu 1 b.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya فَتَنَّا fatannā Kami telah menguji سُلَيْمَـٰنَ sulaymāna Sulaiman وَأَلْقَيْنَا wa-alqaynā dan Kami jatuhkan/letakkan عَلَىٰ ʿalā atas كُرْسِيِّهِۦ kur'siyyihi kursinya جَسَدًۭا jasadan jasad ثُمَّ thumma kemudian أَنَابَ anāba dia kembali
Dan sesungguhnya, Kami telah menguji Sulaymān dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian ia bertobat 1.
قَالَ qāla dia berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku ٱغْفِرْ igh'fir ampunilah لِى lī aku وَهَبْ wahab dan anugerahkanlah لِى lī aku مُلْكًۭا mul'kan kerajaan لَّا lā tidak يَنۢبَغِى yanbaghī patut لِأَحَدٍۢ li-aḥadin bagi seorang مِّنۢ min dari بَعْدِىٓ ۖ baʿdī sesudahku إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau أَنتَ anta Engkau ٱلْوَهَّابُ l-wahābu Maha Pemberi
Ia berkata, "Ya Tuhan-ku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi".
فَسَخَّرْنَا fasakharnā maka Kami tundukkan لَهُ lahu baginya ٱلرِّيحَ l-rīḥa angin تَجْرِى tajrī mengalir berhembus بِأَمْرِهِۦ bi-amrihi menurut perintahnya رُخَآءً rukhāan baik/lembut حَيْثُ ḥaythu kemana saja أَصَابَ aṣāba ia tuju/kehendaki
Kemudian, Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya,
وَٱلشَّيَـٰطِينَ wal-shayāṭīna dan syaitan-syaitan كُلَّ kulla semuanya بَنَّآءٍۢ bannāin ahli bangunan وَغَوَّاصٍۢ waghawwāṣin dan penyelam
dan (Kami tundukkan pula kepadanya) setan-setan semuanya ahli bangunan dan penyelam,
وَءَاخَرِينَ waākharīna dan yang lain مُقَرَّنِينَ muqarranīna yang terikat فِى fī dalam ٱلْأَصْفَادِ l-aṣfādi belenggu
dan setan yang lain yang terikat dalam belenggu.
هَـٰذَا hādhā ini عَطَآؤُنَا ʿaṭāunā anugerah Kami فَٱمْنُنْ fa-um'nun maka berikanlah أَوْ aw atau أَمْسِكْ amsik tahanlah بِغَيْرِ bighayri dengan tidak حِسَابٍۢ ḥisābin perhitungan
Inilah anugerah Kami, maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) dengan tiada pertanggungan jawab.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya لَهُۥ lahu baginya (dia mempunyai) عِندَنَا ʿindanā disisi Kami لَزُلْفَىٰ lazul'fā sungguh dekat وَحُسْنَ waḥus'na dan amat baik مَـَٔابٍۢ maābin tempat kembali
Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.
وَٱذْكُرْ wa-udh'kur dan ingatlah عَبْدَنَآ ʿabdanā hamba Kami أَيُّوبَ ayyūba Ayyub إِذْ idh tatkala نَادَىٰ nādā dia menyeru رَبَّهُۥٓ rabbahu Tuhannya أَنِّى annī sesungguhnya aku مَسَّنِىَ massaniya menimpaku/mengganggu aku ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan بِنُصْبٍۢ binuṣ'bin dengan kesusahan/kepayahan وَعَذَابٍ waʿadhābin dan siksaan
Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyūb ketika ia menyeru Tuhan-nya, "Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan".
ٱرْكُضْ ur'kuḍ hentakkanlah بِرِجْلِكَ ۖ birij'lika dengan kakimu هَـٰذَا hādhā ini مُغْتَسَلٌۢ mugh'tasalun (untuk) mandi بَارِدٌۭ bāridun sejuk وَشَرَابٌۭ washarābun dan minum
(Allah berfirman), "Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.
وَوَهَبْنَا wawahabnā dan Kami anugerahkan لَهُۥٓ lahu kepadanya أَهْلَهُۥ ahlahu keluarganya وَمِثْلَهُم wamith'lahum dan serupa/sebanyak itu مَّعَهُمْ maʿahum beserta mereka رَحْمَةًۭ raḥmatan rahmat مِّنَّا minnā dari Kami وَذِكْرَىٰ wadhik'rā dan pelajaran/peringatan لِأُو۟لِى li-ulī bagi orang yang mempunyai ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi pikiran
Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran.
وَخُذْ wakhudh dan ambillah بِيَدِكَ biyadika dengan tanganmu ضِغْثًۭا ḍigh'than ranting/seikat rumput فَٱضْرِب fa-iḍ'rib maka pukullah بِّهِۦ bihi dengannya وَلَا walā dan jangan تَحْنَثْ ۗ taḥnath kamu melanggar إِنَّا innā sesungguhnya Kami وَجَدْنَـٰهُ wajadnāhu Kami dapati dia صَابِرًۭا ۚ ṣābiran seorang yang sabar نِّعْمَ niʿ'ma sebaik-baik ٱلْعَبْدُ ۖ l-ʿabdu hamba إِنَّهُۥٓ innahu sesungguhnya dia أَوَّابٌۭ awwābun orang yang kembali/bertaubat
Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyūb) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya)1.
وَٱذْكُرْ wa-udh'kur dan ingatlah عِبَـٰدَنَآ ʿibādanā hamba-hamba Kami إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim وَإِسْحَـٰقَ wa-is'ḥāqa dan Ishaq وَيَعْقُوبَ wayaʿqūba dan Ya'qub أُو۟لِى ulī mempunyai ٱلْأَيْدِى l-aydī tangan/perbuatan وَٱلْأَبْصَـٰرِ wal-abṣāri dan pandangan/ilmu
Dan ingatlah hamba-hamba Kami, Ibrāhīm, Isḥāq, dan Ya`qūb yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi.
إِنَّآ innā sesungguhnya Kami أَخْلَصْنَـٰهُم akhlaṣnāhum Kami mensucikan mereka بِخَالِصَةٍۢ bikhāliṣatin dengan suci/bersih ذِكْرَى dhik'rā ingat/mengingat ٱلدَّارِ l-dāri rumah/kampung
Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi, yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.
وَإِنَّهُمْ wa-innahum dan sesungguhnya mereka عِندَنَا ʿindanā pada sisi Kami لَمِنَ lamina benar-benar termasuk ٱلْمُصْطَفَيْنَ l-muṣ'ṭafayna orang-orang pilihan ٱلْأَخْيَارِ l-akhyāri terpilih
Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.
وَٱذْكُرْ wa-udh'kur dan ingatlah إِسْمَـٰعِيلَ is'māʿīla Ismail وَٱلْيَسَعَ wal-yasaʿa dan Ilyas وَذَا wadhā dan ٱلْكِفْلِ ۖ l-kif'li Zulkifli وَكُلٌّۭ wakullun dan semuanya مِّنَ mina dari/termasuk ٱلْأَخْيَارِ l-akhyāri orang-orang yang terpilih
Dan ingatlah akan Ismā`īl, Ilyasa` dan Żulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik.
هَـٰذَا hādhā ini ذِكْرٌۭ ۚ dhik'run peringatan/pelajaran وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya لِلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa لَحُسْنَ laḥus'na benar-benar baik مَـَٔابٍۢ maābin tempat kembali
Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik,
جَنَّـٰتِ jannāti sorga عَدْنٍۢ ʿadnin 'Adn مُّفَتَّحَةًۭ mufattaḥatan terbuka لَّهُمُ lahumu bagi mereka ٱلْأَبْوَٰبُ l-abwābu pintu-pintu
(yaitu) surga 'Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka,
مُتَّكِـِٔينَ muttakiīna mereka bersandar فِيهَا fīhā di dalamnya يَدْعُونَ yadʿūna mereka meminta فِيهَا fīhā di dalamnya (sorga) بِفَـٰكِهَةٍۢ bifākihatin dengan buah-buahan كَثِيرَةٍۢ kathīratin banyak وَشَرَابٍۢ washarābin dan minuman
di dalamnya mereka bertelekan (di atas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu.
۞ وَعِندَهُمْ waʿindahum dan disisi mereka قَـٰصِرَٰتُ qāṣirātu tidak liar ٱلطَّرْفِ l-ṭarfi maka/pandangan أَتْرَابٌ atrābun sebaya
Dan di sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya.
هَـٰذَا hādhā ini مَا mā apa تُوعَدُونَ tūʿadūna yang kamu dijanjikan لِيَوْمِ liyawmi pada hari ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi perhitungan
Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari berhisab.
إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini لَرِزْقُنَا lariz'qunā benar-benar rizki Kami مَا mā tidak لَهُۥ lahu baginya مِن min dari نَّفَادٍ nafādin habis
Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezeki dari Kami yang tiada habis-habisnya.
هَـٰذَا ۚ hādhā ini وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya لِلطَّـٰغِينَ lilṭṭāghīna bagi orang-orang yang durhaka لَشَرَّ lasharra benar-benar buruk مَـَٔابٍۢ maābin tempat kembali
Beginilah (keadaan mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang durhaka benar-benar (disediakan) tempat kembali yang buruk,
جَهَنَّمَ jahannama neraka jahannam يَصْلَوْنَهَا yaṣlawnahā mereka memasukinya فَبِئْسَ fabi'sa maka alangkah buruk ٱلْمِهَادُ l-mihādu tempat tinggal
(yaitu) neraka Jahanam yang mereka masuk ke dalamnya; maka amat buruklah Jahanam itu sebagai tempat tinggal.
هَـٰذَا hādhā ini فَلْيَذُوقُوهُ falyadhūqūhu maka mereka merasakannya حَمِيمٌۭ ḥamīmun air sangat panas وَغَسَّاقٌۭ waghassāqun dan air sangat dingin
Inilah (azab neraka); biarlah mereka merasakannya; (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin.
وَءَاخَرُ waākharu dan yang lain مِن min dari شَكْلِهِۦٓ shaklihi bentuknya/serupa أَزْوَٰجٌ azwājun berpasangan/bermacam-macam
Dan azab yang lain yang serupa itu berbagai macam.
هَـٰذَا hādhā ini فَوْجٌۭ fawjun golongan مُّقْتَحِمٌۭ muq'taḥimun masuk berdesak-desak مَّعَكُمْ ۖ maʿakum beserta kamu لَا lā tidak مَرْحَبًۢا marḥaban ucapan selamat datang بِهِمْ ۚ bihim kepada mereka إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka صَالُوا۟ ṣālū mereka masuk ٱلنَّارِ l-nāri api/neraka
(Dikatakan kepada mereka), "Ini adalah suatu rombongan (pengikut-pengikutmu) yang masuk berdesak-desak bersama kamu (ke neraka)". (Berkata pemimpin-pemimpin mereka yang durhaka), "Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata بَلْ bal bahkan/sebenarnya أَنتُمْ antum kamu لَا lā tidak مَرْحَبًۢا marḥaban ucapan selamat datang بِكُمْ ۖ bikum dengan/untuk kalian أَنتُمْ antum kamu قَدَّمْتُمُوهُ qaddamtumūhu kamu menyediakannya/membawanya لَنَا ۖ lanā bagi kami فَبِئْسَ fabi'sa maka amat buruk ٱلْقَرَارُ l-qarāru tempat menetap/tinggal
Pengikut-pengikut mereka menjawab, "Sebenarnya kamulah. Tiada ucapan selamat datang bagimu karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab, maka amat buruklah Jahanam itu sebagai tempat menetap".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami مَن man barang siapa قَدَّمَ qaddama menyediakan/membawa لَنَا lanā pada kami هَـٰذَا hādhā ini فَزِدْهُ fazid'hu maka tambahkan kepadanya عَذَابًۭا ʿadhāban azab ضِعْفًۭا ḍiʿ'fan berlipat ganda فِى fī di dalam ٱلنَّارِ l-nāri neraka
Mereka berkata (lagi), "Ya Tuhan kami; barang siapa yang menjerumuskan kami ke dalam azab ini, maka tambahkanlah azab kepadanya dengan berlipat ganda di dalam neraka."
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata مَا mā mengapa لَنَا lanā bagi kami لَا lā tidak نَرَىٰ narā kami melihat رِجَالًۭا rijālan orang laki-laki/orang-orang كُنَّا kunnā adalah kami نَعُدُّهُم naʿudduhum kami menganggap mereka مِّنَ mina dari ٱلْأَشْرَارِ l-ashrāri orang-orang jahat
Dan (orang-orang durhaka) berkata, "Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu (di dunia) kami anggap sebagai orang-orang yang jahat (hina).
أَتَّخَذْنَـٰهُمْ attakhadhnāhum apakah kami menjadikan mereka سِخْرِيًّا sikh'riyyan ejekan/olok-olokan أَمْ am atau زَاغَتْ zāghat suram/tidak melihat عَنْهُمُ ʿanhumu dari mereka ٱلْأَبْصَـٰرُ l-abṣāru penglihatan
Apakah kami dahulu menjadikan mereka olok-olokan ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?"
إِنَّ inna sesungguhnya ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَحَقٌّۭ laḥaqqun pasti benar/terjadi تَخَاصُمُ takhāṣumu pertengkaran أَهْلِ ahli penghuni ٱلنَّارِ l-nāri api/neraka
Sesungguhnya yang demikian itu pasti terjadi, (yaitu) pertengkaran penghuni neraka.
قُلْ qul katakanlah إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَنَا۠ anā aku مُنذِرٌۭ ۖ mundhirun seorang pemberi peringatan وَمَا wamā dan tidak مِنْ min dari إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan إِلَّا illā kecuali ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْوَٰحِدُ l-wāḥidu yang satu/esa ٱلْقَهَّارُ l-qahāru Maha Mengalahkan/Perkasa
Katakanlah (ya Muhammad), "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan dan sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah), selain Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan.
رَبُّ rabbu Tuhan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَمَا wamā dan apa بَيْنَهُمَا baynahumā yang diantara keduanya ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْغَفَّـٰرُ l-ghafāru Maha Pengampun
Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
قُلْ qul katakanlah هُوَ huwa ia/itu نَبَؤٌا۟ naba-on berita عَظِيمٌ ʿaẓīmun besar
Katakanlah, "Berita itu adalah berita yang besar,
أَنتُمْ antum kamu عَنْهُ ʿanhu dari padanya مُعْرِضُونَ muʿ'riḍūna orang yang berpaling
yang kamu berpaling darinya.
مَا mā tidak كَانَ kāna ada لِىَ liya bagiku مِنْ min dari عِلْمٍۭ ʿil'min pengetahuan بِٱلْمَلَإِ bil-mala-i dengan pemimpin/golongan ٱلْأَعْلَىٰٓ l-aʿlā tertinggi إِذْ idh ketika يَخْتَصِمُونَ yakhtaṣimūna mereka bertengkar/berbantah-bantahan
Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang almalā`il ‘alā (malaikat) itu ketika mereka berbantah-bantahan.
إِن in tidak يُوحَىٰٓ yūḥā diwahyukan إِلَىَّ ilayya kepadaku إِلَّآ illā kecuali/melainkan أَنَّمَآ annamā bahwa sesungguhnya hanyalah أَنَا۠ anā aku نَذِيرٌۭ nadhīrun seorang pemberi peringatan مُّبِينٌ mubīnun nyata
Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata".
إِذْ idh ketika قَالَ qāla berfirman رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ lil'malāikati kepada para malaikat إِنِّى innī sesungguhnya aku خَـٰلِقٌۢ khāliqun menciptakan بَشَرًۭا basharan manusia مِّن min dari طِينٍۢ ṭīnin tanah
(Ingatlah) ketika Tuhan-mu berfirman kepada malaikat, "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah".
فَإِذَا fa-idhā maka apabila سَوَّيْتُهُۥ sawwaytuhu telah Kusempurnakan kejadiannya وَنَفَخْتُ wanafakhtu dan kutiupkan فِيهِ fīhi ke dalamnya مِن min dari رُّوحِى rūḥī roh-Ku فَقَعُوا۟ faqaʿū maka tunduklah kamu لَهُۥ lahu kepadanya سَـٰجِدِينَ sājidīna bersujud
Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku, maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya".
فَسَجَدَ fasajada maka bersujud ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu Malaikat كُلُّهُمْ kulluhum semua mereka أَجْمَعُونَ ajmaʿūna semuanya
Lalu, seluruh malaikat-malaikat itu bersujud semuanya,
إِلَّآ illā kecuali إِبْلِيسَ ib'līsa iblis ٱسْتَكْبَرَ is'takbara ia menyombongkan diri وَكَانَ wakāna dan adalah ia مِنَ mina dari ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang yang kafir
kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir.
قَالَ qāla (Allah) berfirman يَـٰٓإِبْلِيسُ yāib'līsu hai iblis مَا mā apa مَنَعَكَ manaʿaka yang mencegah kamu أَن an untuk تَسْجُدَ tasjuda kamu bersujud لِمَا limā pada apa خَلَقْتُ khalaqtu Kuciptakan بِيَدَىَّ ۖ biyadayya dengan tangan-Ku أَسْتَكْبَرْتَ astakbarta apakah kamu menyombongkan diri أَمْ am atau كُنتَ kunta adalah kamu مِنَ mina dari/termasuk ٱلْعَالِينَ l-ʿālīna orang-orang yang lebih tinggi
Allah berfirman, "Hai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?"
قَالَ qāla (iblis) berkata أَنَا۠ anā aku خَيْرٌۭ khayrun lebih baik مِّنْهُ ۖ min'hu dari padanya خَلَقْتَنِى khalaqtanī Engkau ciptakan aku مِن min dari نَّارٍۢ nārin api وَخَلَقْتَهُۥ wakhalaqtahu dan Engkau ciptakan dia مِن min dari طِينٍۢ ṭīnin tanah
Iblis berkata, "Aku lebih baik daripadanya karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah".
قَالَ qāla (Allah) berfirman فَٱخْرُجْ fa-ukh'ruj maka keluarlah kamu مِنْهَا min'hā dari padanya (sorga) فَإِنَّكَ fa-innaka maka sesungguhnya kamu رَجِيمٌۭ rajīmun terkutuk
Allah berfirman, "Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk,
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya عَلَيْكَ ʿalayka atasmu لَعْنَتِىٓ laʿnatī kutukan-Ku إِلَىٰ ilā sampai يَوْمِ yawmi hari ٱلدِّينِ l-dīni pembalasan
Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan".
قَالَ qāla (iblis) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku فَأَنظِرْنِىٓ fa-anẓir'nī maka beri tangguhlah aku إِلَىٰ ilā sampai يَوْمِ yawmi hari يُبْعَثُونَ yub'ʿathūna mereka dibangkitkan
Iblis berkata, "Ya Tuhan-ku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan".
قَالَ qāla (Allah) berfirman فَإِنَّكَ fa-innaka maka sesungguhnya kamu مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُنظَرِينَ l-munẓarīna orang-orang yang diberi tangguh
Allah berfirman, "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,
إِلَىٰ ilā sampai يَوْمِ yawmi pada hari ٱلْوَقْتِ l-waqti waktu ٱلْمَعْلُومِ l-maʿlūmi tertentu/ditentukan
sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat)".
قَالَ qāla (iblis) berkata فَبِعِزَّتِكَ fabiʿizzatika maka demi kemuliaan Engkau لَأُغْوِيَنَّهُمْ la-ugh'wiyannahum sungguh aku akan aku sesatkan mereka أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semuanya
Iblis menjawab, "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,
إِلَّا illā kecuali عِبَادَكَ ʿibādaka hamba-hamba-Mu مِنْهُمُ min'humu diantara mereka ٱلْمُخْلَصِينَ l-mukh'laṣīna orang-orang yang mukhlis/disucikan
kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka 1.
قَالَ qāla (Allah) berfirman فَٱلْحَقُّ fal-ḥaqu maka yang benar وَٱلْحَقَّ wal-ḥaqa dan yang benar/kebenaran أَقُولُ aqūlu Aku katakan
Allah berfirman, "Maka yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan".
لَأَمْلَأَنَّ la-amla-anna sungguh akan Aku penuhi جَهَنَّمَ jahannama neraka jahannam مِنكَ minka dari kamu وَمِمَّن wamimman dan dari orang-orang تَبِعَكَ tabiʿaka mengikuti kamu مِنْهُمْ min'hum diantara mereka أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semuanya
Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahanam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya.
قُلْ qul katakanlah مَآ mā tidak أَسْـَٔلُكُمْ asalukum aku meminta kepadamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya مِنْ min dari أَجْرٍۢ ajrin upah وَمَآ wamā dan tidaklah/bukanlah أَنَا۠ anā aku مِنَ mina dari ٱلْمُتَكَلِّفِينَ l-mutakalifīna orang-orang yang memaksa/mengada-adakan
Katakanlah (hai Muhammad), "Aku tidak meminta upah sedikit pun padamu atas dakwahku dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan.
إِنْ in tidak lain هُوَ huwa dia إِلَّا illā kecuali ذِكْرٌۭ dhik'run peringatan/pengajaran لِّلْعَـٰلَمِينَ lil'ʿālamīna bagi semesta alam
Al-Qur`ān ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam.
وَلَتَعْلَمُنَّ walataʿlamunna dan sungguh kamu akan mengetahui نَبَأَهُۥ naba-ahu beritanya بَعْدَ baʿda sesudah حِينٍۭ ḥīnin waktu
Dan sesungguhnya, kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al-Qur`ān setelah beberapa waktu lagi 1.