الزمر
Az-Zumar
Para Rombongan Makkiyah
Memuat audio qari…
تَنزِيلُ tanzīlu turunnya ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab/Al Quran مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Perkasa ٱلْحَكِيمِ l-ḥakīmi Maha Bijaksana
Kitab (Al-Qur`ān ini) diturunkan oleh Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
إِنَّآ innā sesungguhnya Kami أَنزَلْنَآ anzalnā Kami menurunkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran فَٱعْبُدِ fa-uʿ'budi maka sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah مُخْلِصًۭا mukh'liṣan dengan ikhlas لَّهُ lahu kepada-Nya ٱلدِّينَ l-dīna ketaatan
Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur`ān) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.
أَلَا alā ingatlah لِلَّهِ lillahi kepunyaan Allah ٱلدِّينُ l-dīnu ketaatan/agama ٱلْخَالِصُ ۚ l-khāliṣu ikhlas/suci وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū (mereka) mengambil مِن min dari دُونِهِۦٓ dūnihi selain Dia أَوْلِيَآءَ awliyāa pelindung مَا mā tidak نَعْبُدُهُمْ naʿbuduhum kami menyembah mereka إِلَّا illā kecuali لِيُقَرِّبُونَآ liyuqarribūnā supaya mereka mendekatkan kami إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah زُلْفَىٰٓ zul'fā lebih dekat إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَحْكُمُ yaḥkumu Dia memutuskan بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka فِى fī pada مَا mā apa هُمْ hum mereka فِيهِ fīhi padanya يَخْتَلِفُونَ ۗ yakhtalifūna mereka perselisihkan إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يَهْدِى yahdī Dia memberi petunjuk مَنْ man orang هُوَ huwa dia كَـٰذِبٌۭ kādhibun pendusta كَفَّارٌۭ kaffārun sangat ingkar
Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata), "Kami tidak menyembah mereka, melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya". Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.
لَّوْ law jika أَرَادَ arāda menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah أَن an bahwa يَتَّخِذَ yattakhidha Dia mengambil وَلَدًۭا waladan seorang anak لَّٱصْطَفَىٰ la-iṣ'ṭafā tentu Dia memilih مِمَّا mimmā dari apa يَخْلُقُ yakhluqu Dia ciptakan/ciptaan-Nya مَا mā apa يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki سُبْحَـٰنَهُۥ ۖ sub'ḥānahu Maha Suci Dia هُوَ huwa Dia ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْوَٰحِدُ l-wāḥidu Maha Esa ٱلْقَهَّارُ l-qahāru Maha Perkasa/Mengalahkan
Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang telah diciptakan-Nya. Maha Suci Allah. Dia-lah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.
خَلَقَ khalaqa Dia menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi بِٱلْحَقِّ ۖ bil-ḥaqi dengan benar يُكَوِّرُ yukawwiru Dia menutupkan ٱلَّيْلَ al-layla malam عَلَى ʿalā atas ٱلنَّهَارِ l-nahāri siang وَيُكَوِّرُ wayukawwiru dan Dia menutupkan ٱلنَّهَارَ l-nahāra siang عَلَى ʿalā atas ٱلَّيْلِ ۖ al-layli malam وَسَخَّرَ wasakhara dan Dia menundukkan ٱلشَّمْسَ l-shamsa matahari وَٱلْقَمَرَ ۖ wal-qamara dan bulan كُلٌّۭ kullun masing-masing يَجْرِى yajrī berjalan لِأَجَلٍۢ li-ajalin menurut waktu مُّسَمًّى ۗ musamman tertentu أَلَا alā ingatlah هُوَ huwa Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْغَفَّـٰرُ l-ghafāru Maha Pengampun
Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan; masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
خَلَقَكُم khalaqakum menciptakan kalian مِّن min dari نَّفْسٍۢ nafsin diri/jiwa وَٰحِدَةٍۢ wāḥidatin satu/seorang ثُمَّ thumma kemudian جَعَلَ jaʿala Dia menjadikan مِنْهَا min'hā dari padanya زَوْجَهَا zawjahā jodohnya/isterinya وَأَنزَلَ wa-anzala dan Dia menurunkan لَكُم lakum bagi kalian مِّنَ mina dari ٱلْأَنْعَـٰمِ l-anʿāmi binatang ternak ثَمَـٰنِيَةَ thamāniyata delapan أَزْوَٰجٍۢ ۚ azwājin pasangan/macam يَخْلُقُكُمْ yakhluqukum Dia menciptakan kamu فِى fī dalam بُطُونِ buṭūni perut أُمَّهَـٰتِكُمْ ummahātikum ibu-ibu kamu خَلْقًۭا khalqan ciptaan/kejadian مِّنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah خَلْقٍۢ khalqin ciptaan/kejadian فِى fī dalam ظُلُمَـٰتٍۢ ẓulumātin kegelapan ثَلَـٰثٍۢ ۚ thalāthin tiga ذَٰلِكُمُ dhālikumu demikianlah ٱللَّهُ l-lahu Allah رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian لَهُ lahu bagi-Nya ٱلْمُلْكُ ۖ l-mul'ku kerajaan لَآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha tuhan إِلَّا illā kecuali هُوَ ۖ huwa Dia فَأَنَّىٰ fa-annā maka bagaimana تُصْرَفُونَ tuṣ'rafūna kamu dipalingkan
Dia menciptakan kamu dari seorang diri, kemudian Dia jadikan darinya istrinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan1. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?
إِن in jika تَكْفُرُوا۟ takfurū kamu ingkar/kafir فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَنِىٌّ ghaniyyun Maha Kaya/tidak membutuhkan عَنكُمْ ۖ ʿankum dari kalian وَلَا walā dan tidak يَرْضَىٰ yarḍā ridha/menyukai لِعِبَادِهِ liʿibādihi kepada hamba-hamba-Nya ٱلْكُفْرَ ۖ l-kuf'ra ingkar/kafir وَإِن wa-in dan jika تَشْكُرُوا۟ tashkurū kamu bersyukur يَرْضَهُ yarḍahu Dia ridha/menyukai لَكُمْ ۗ lakum bagi kalian وَلَا walā dan tidak تَزِرُ taziru memilkul dosa وَازِرَةٌۭ wāziratun seorang yang berdosa وِزْرَ wiz'ra dosa أُخْرَىٰ ۗ ukh'rā yang lain ثُمَّ thumma kemudian إِلَىٰ ilā kepada رَبِّكُم rabbikum Tuhan kalian مَّرْجِعُكُمْ marjiʿukum tempat kembalimu فَيُنَبِّئُكُم fayunabbi-ukum lalu Dia menerangkan kepadamu بِمَا bimā dengan/terhadap apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ ۚ taʿmalūna kamu kerjakan إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِذَاتِ bidhāti dengan isi ٱلصُّدُورِ l-ṣudūri dada
Jika kamu kafir, maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu 1 dan Dia tidak meridai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridai bagimu kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain2. Kemudian, kepada Tuhan-mulah kembalimu, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada)mu.
۞ وَإِذَا wa-idhā dan apabila مَسَّ massa menimpa ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia ضُرٌّۭ ḍurrun bahaya دَعَا daʿā dia berdoa رَبَّهُۥ rabbahu Tuhan-Nya مُنِيبًا munīban kembali إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya ثُمَّ thumma kemudian إِذَا idhā apabila خَوَّلَهُۥ khawwalahu Dia memberinya نِعْمَةًۭ niʿ'matan nikmat مِّنْهُ min'hu dari padanya نَسِىَ nasiya dia lupa مَا mā apa كَانَ kāna adalah يَدْعُوٓا۟ yadʿū dia berdoa إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum وَجَعَلَ wajaʿala dan dia menjadikan لِلَّهِ lillahi bagi Allah أَندَادًۭا andādan sekutu-sekutu لِّيُضِلَّ liyuḍilla untuk dia menyesatkan عَن ʿan dari سَبِيلِهِۦ ۚ sabīlihi jalan-Nya قُلْ qul katakanlah تَمَتَّعْ tamattaʿ bersenang-senanglah بِكُفْرِكَ bikuf'rika dengan kekafiranmu قَلِيلًا ۖ qalīlan sedikit (sementara) إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu مِنْ min dari/termasuk أَصْحَـٰبِ aṣḥābi penghuni ٱلنَّارِ l-nāri neraka
Dan apabila manusia itu ditimpa kemudaratan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhan-nya dengan kembali kepada-Nya, kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudaratan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah, "Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka".
أَمَّنْ amman apakah orang yang هُوَ huwa dia قَـٰنِتٌ qānitun taat/beribadat ءَانَآءَ ānāa di waktu ٱلَّيْلِ al-layli malam سَاجِدًۭا sājidan bersujud وَقَآئِمًۭا waqāiman dan berdiri يَحْذَرُ yaḥdharu ia takut ٱلْـَٔاخِرَةَ l-ākhirata akhirat وَيَرْجُوا۟ wayarjū dan dia mengharapkan رَحْمَةَ raḥmata rahmat رَبِّهِۦ ۗ rabbihi Tuhannya قُلْ qul katakanlah هَلْ hal apakah يَسْتَوِى yastawī sama ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang لَا lā tidak يَعْلَمُونَ ۗ yaʿlamūna mereka mengetahui إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يَتَذَكَّرُ yatadhakkaru mengambil pelajaran أُو۟لُوا۟ ulū orang-orang yang mempunyai ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi akal/pikiran
(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat pada waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhan-nya? Katakanlah, "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.
قُلْ qul katakanlah يَـٰعِبَادِ yāʿibādi hai hamba-Ku ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱتَّقُوا۟ ittaqū bertakwalah رَبَّكُمْ ۚ rabbakum Tuhan kalian لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang أَحْسَنُوا۟ aḥsanū berbuat baik فِى fī pada هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia حَسَنَةٌۭ ۗ ḥasanatun kebaikan وَأَرْضُ wa-arḍu dan bumi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٰسِعَةٌ ۗ wāsiʿatun luas إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يُوَفَّى yuwaffā disempurnakan ٱلصَّـٰبِرُونَ l-ṣābirūna orang-orang yang sabar أَجْرَهُم ajrahum pahala mereka بِغَيْرِ bighayri dengan tidak/tanpa حِسَابٍۢ ḥisābin perhitungan
Katakanlah, "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhan-mu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.
قُلْ qul katakanlah إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أُمِرْتُ umir'tu aku diperintah أَنْ an untuk/bahwa أَعْبُدَ aʿbuda aku menyembah ٱللَّهَ l-laha Allah مُخْلِصًۭا mukh'liṣan ikhlas/suci لَّهُ lahu kepada-Nya ٱلدِّينَ l-dīna ketaatan/taat
Katakanlah, "Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama.
وَأُمِرْتُ wa-umir'tu dan aku diperintahkan لِأَنْ li-an agar أَكُونَ akūna aku menjadi أَوَّلَ awwala pertama-tama ٱلْمُسْلِمِينَ l-mus'limīna orang-orang yang berserah diri
Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama-tama berserah diri".
قُلْ qul katakanlah إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu aku takut إِنْ in jika عَصَيْتُ ʿaṣaytu aku mendurhakai رَبِّى rabbī Tuhan-ku عَذَابَ ʿadhāba siksaan يَوْمٍ yawmin hari عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin yang besar
Katakanlah, "Sesungguhnya aku takut akan siksaan hari yang besar jika aku durhaka kepada Tuhan-ku".
قُلِ quli katakanlah ٱللَّهَ l-laha Allah أَعْبُدُ aʿbudu aku menyembah مُخْلِصًۭا mukh'liṣan ikhlas/suci لَّهُۥ lahu kepada-Nya دِينِى dīnī agamaku/ketaatanku
Katakanlah, "Hanya Allah saja Yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku".
فَٱعْبُدُوا۟ fa-uʿ'budū maka sembahlah olehmu مَا mā apa شِئْتُم shi'tum kalian kehendaki مِّن min dari دُونِهِۦ ۗ dūnihi selain Dia قُلْ qul katakanlah إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang merugi ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang خَسِرُوٓا۟ khasirū (mereka) merugikan أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka وَأَهْلِيهِمْ wa-ahlīhim dan keluarga mereka يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ l-qiyāmati kiamat أَلَا alā ingatlah ذَٰلِكَ dhālika demikan itu هُوَ huwa dia/hal itu ٱلْخُسْرَانُ l-khus'rānu kerugian ٱلْمُبِينُ l-mubīnu nyata
Maka sembahlah olehmu (hai orang-orang musyrik) apa yang kamu kehendaki selain Dia 1. Katakanlah, "Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat". Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.
لَهُم lahum bagi mereka مِّن min dari فَوْقِهِمْ fawqihim atas mereka ظُلَلٌۭ ẓulalun naungan/lapisan مِّنَ mina dari ٱلنَّارِ l-nāri api وَمِن wamin dan dari تَحْتِهِمْ taḥtihim bawah mereka ظُلَلٌۭ ۚ ẓulalun naungan/lapisan ذَٰلِكَ dhālika demikian itu يُخَوِّفُ yukhawwifu mempertakuti ٱللَّهُ l-lahu Allah بِهِۦ bihi dengannya عِبَادَهُۥ ۚ ʿibādahu hamba-hamba-Nya يَـٰعِبَادِ yāʿibādi hai hamba-Ku فَٱتَّقُونِ fa-ittaqūni maka bertakwalah kepada-Ku
Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah mereka pun lapisan-lapisan (dari api). Demikianlah, Allah mempertakuti hamba-hamba-Nya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepada-Ku, hai hamba-hamba-Ku.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ٱجْتَنَبُوا۟ ij'tanabū mereka menjauhi ٱلطَّـٰغُوتَ l-ṭāghūta taghut أَن an bahwa يَعْبُدُوهَا yaʿbudūhā mereka menyembahnya وَأَنَابُوٓا۟ wa-anābū dan mereka kembali إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلْبُشْرَىٰ ۚ l-bush'rā berita gembira فَبَشِّرْ fabashir maka sampaikan berita gembira عِبَادِ ʿibādi hamba-hamba-Ku
Dan orang-orang yang menjauhi ṭāgūt, (yaitu) tidak menyembahnya 1 dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَسْتَمِعُونَ yastamiʿūna mereka mendengarkan ٱلْقَوْلَ l-qawla perkataan فَيَتَّبِعُونَ fayattabiʿūna lalu mereka mengikuti أَحْسَنَهُۥٓ ۚ aḥsanahu paling baik dari padanya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang هَدَىٰهُمُ hadāhumu memberi petunjuk pada mereka ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah وَأُو۟لَـٰٓئِكَ wa-ulāika dan mereka itu هُمْ hum mereka أُو۟لُوا۟ ulū orang-orang yang mempunyai ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi akal/fikiran
yang mendengarkan perkataan, lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya 1. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.
أَفَمَنْ afaman apakah maka orang حَقَّ ḥaqqa telah pasti عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya كَلِمَةُ kalimatu kalimat/ketentuan ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab أَفَأَنتَ afa-anta apakah maka kamu تُنقِذُ tunqidhu kamu akan melepaskan/menyelamatkan مَن man orang فِى fī dalam ٱلنَّارِ l-nāri api neraka
Apakah (kamu hendak mengubah nasib) orang-orang yang telah pasti ketentuan azab atasnya? Apakah kamu akan menyelamatkan orang yang berada dalam api neraka?
لَـٰكِنِ lākini tetapi ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّقَوْا۟ ittaqaw (mereka) bertakwa رَبَّهُمْ rabbahum Tuhan mereka لَهُمْ lahum bagi mereka غُرَفٌۭ ghurafun tempat yang tinggi مِّن min dari فَوْقِهَا fawqihā atasnya غُرَفٌۭ ghurafun tempat yang tinggi مَّبْنِيَّةٌۭ mabniyyatun bangunan/dibangun تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ ۖ l-anhāru sungai-sungai وَعْدَ waʿda janji ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah لَا lā tidak يُخْلِفُ yukh'lifu menyalahi ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْمِيعَادَ l-mīʿāda janji
Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan-nya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya.
أَلَمْ alam apakah tidak تَرَ tara kamu memperhatikan أَنَّ anna bahwasannya ٱللَّهَ l-laha Allah أَنزَلَ anzala telah menurunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۭ māan air فَسَلَكَهُۥ fasalakahu lalu Dia mengalirkan يَنَـٰبِيعَ yanābīʿa menjadi mata air فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi ثُمَّ thumma kemudian يُخْرِجُ yukh'riju Dia mengeluarkan بِهِۦ bihi dengannya زَرْعًۭا zarʿan tanaman-tanaman مُّخْتَلِفًا mukh'talifan bermacam-macam أَلْوَٰنُهُۥ alwānuhu warnanya ثُمَّ thumma kemudian يَهِيجُ yahīju menjadi kering فَتَرَىٰهُ fatarāhu maka kamu melihatnya مُصْفَرًّۭا muṣ'farran kekuning-kuningan ثُمَّ thumma kemudian يَجْعَلُهُۥ yajʿaluhu Dia menjadikannya حُطَـٰمًا ۚ ḥuṭāman hancur إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَذِكْرَىٰ ladhik'rā benar-benar peringatan/pengajaran لِأُو۟لِى li-ulī bagi orang-orang yang mempunyai ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi akal/fikiran
Apakah kamu tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi, kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering, lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.
أَفَمَن afaman apakah maka orang شَرَحَ sharaḥa melapangkan ٱللَّهُ l-lahu Allah صَدْرَهُۥ ṣadrahu dadanya لِلْإِسْلَـٰمِ lil'is'lāmi untuk Islam فَهُوَ fahuwa maka dia عَلَىٰ ʿalā atas نُورٍۢ nūrin cahaya مِّن min dari رَّبِّهِۦ ۚ rabbihi Tuhannya فَوَيْلٌۭ fawaylun maka kecelakaanlah لِّلْقَـٰسِيَةِ lil'qāsiyati bagi yang keras/membatu قُلُوبُهُم qulūbuhum hati mereka مِّن min dari ذِكْرِ dhik'ri mengingat ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu فِى fī dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍ mubīnin nyata
Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam, lalu ia mendapat cahaya dari Tuhan-nya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.
ٱللَّهُ al-lahu Allah نَزَّلَ nazzala Dia menurunkan أَحْسَنَ aḥsana paling baik ٱلْحَدِيثِ l-ḥadīthi pembicaraan/perkataan كِتَـٰبًۭا kitāban Kitab مُّتَشَـٰبِهًۭا mutashābihan serupa مَّثَانِىَ mathāniya berulang-ulang تَقْشَعِرُّ taqshaʿirru gemetar مِنْهُ min'hu dari padanya/karenanya جُلُودُ julūdu kulit-kulit ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَخْشَوْنَ yakhshawna (mereka) takut رَبَّهُمْ rabbahum Tuhan mereka ثُمَّ thumma kemudian تَلِينُ talīnu menjadi lembut/tenang جُلُودُهُمْ julūduhum kulit-kulit mereka وَقُلُوبُهُمْ waqulūbuhum dan hati mereka إِلَىٰ ilā kepada ذِكْرِ dhik'ri mengingat ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah ذَٰلِكَ dhālika demikianlah هُدَى hudā petunjuk ٱللَّهِ l-lahi Allah يَهْدِى yahdī Dia memberi petunjuk بِهِۦ bihi dengannya مَن man siapa يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki وَمَن waman dan barang siapa يُضْلِلِ yuḍ'lili menyesatkan ٱللَّهُ l-lahu Allah فَمَا famā maka tidak لَهُۥ lahu baginya مِنْ min dari هَادٍ hādin seorang petunjuk/pemimpin
Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur`ān yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang1; gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhan-nya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka pada waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pemberi petunjuk baginya.
أَفَمَن afaman apakah maka orang يَتَّقِى yattaqī bertakwa/memelihara بِوَجْهِهِۦ biwajhihi dengan mukanya/dirinya سُوٓءَ sūa seburuk-buruk ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ l-qiyāmati kiamat وَقِيلَ waqīla dan dikatakan لِلظَّـٰلِمِينَ lilẓẓālimīna pada orang-orang yang zalim ذُوقُوا۟ dhūqū rasakanlah olehmu مَا mā apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَكْسِبُونَ taksibūna kamu kerjakan
Maka apakah orang-orang yang menoleh dengan mukanya menghindari azab yang buruk pada hari kiamat (sama dengan orang mukmin yang tidak kena azab)? Dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim, "Rasakanlah olehmu, balasan apa yang telah kamu kerjakan".
كَذَّبَ kadhaba telah mendustakan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka فَأَتَىٰهُمُ fa-atāhumu maka datang kepada mereka ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu azab مِنْ min dari حَيْثُ ḥaythu tempat/arah لَا lā tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari
Orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul), maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka.
فَأَذَاقَهُمُ fa-adhāqahumu maka merasakan kepada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْخِزْىَ l-khiz'ya kehinaan فِى fī dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia وَلَعَذَابُ walaʿadhābu dan sungguh azab ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat أَكْبَرُ ۚ akbaru lebih besar لَوْ law jika كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Maka Allah merasakan kepada mereka kehinaan pada kehidupan dunia. Dan sesungguhnya azab pada hari akhirat lebih besar kalau mereka mengetahui.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ضَرَبْنَا ḍarabnā telah Kami buat لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia فِى fī dalam هَـٰذَا hādhā ini ٱلْقُرْءَانِ l-qur'āni Al Qur'an مِن min dari كُلِّ kulli segala مَثَلٍۢ mathalin perumpamaan لَّعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَتَذَكَّرُونَ yatadhakkarūna mereka mengambil pelajaran
Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al-Qur`ān ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran.
قُرْءَانًا qur'ānan Al Qur'an عَرَبِيًّا ʿarabiyyan bahasa Arab غَيْرَ ghayra tidak/bukan ذِى dhī mempunyai عِوَجٍۢ ʿiwajin kebengkokan لَّعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَتَّقُونَ yattaqūna mereka bertakwa
(Ialah) Al-Qur`ān dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.
ضَرَبَ ḍaraba membuat ٱللَّهُ l-lahu Allah مَثَلًۭا mathalan perumpamaan رَّجُلًۭا rajulan seorang laki-laki فِيهِ fīhi didalamnya/padanya شُرَكَآءُ shurakāu berserikat مُتَشَـٰكِسُونَ mutashākisūna dalam perselisihan وَرَجُلًۭا warajulan dan seorang laki-laki سَلَمًۭا salaman selamat (penuh) لِّرَجُلٍ lirajulin kepunyaan seorang laki-laki هَلْ hal apakah يَسْتَوِيَانِ yastawiyāni keduanya sama مَثَلًا ۚ mathalan perumpamaan ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji لِلَّهِ ۚ lillahi bagi Allah بَلْ bal bahkan/tetapi أَكْثَرُهُمْ aktharuhum kebanyakan mereka لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Allah membuat perumpamaan, (yaitu) seorang laki-laki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan dan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang laki-laki (saja); Adakah kedua budak itu sama halnya? Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu مَيِّتٌۭ mayyitun mereka akan mati وَإِنَّهُم wa-innahum dan sesungguhnya mereka مَّيِّتُونَ mayyitūna mereka akan mati
Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula).
ثُمَّ thumma kemudian إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat عِندَ ʿinda disisi/dihadapan رَبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian تَخْتَصِمُونَ takhtaṣimūna kamu bertengkar
Kemudian, sesungguhnya kamu pada hari kiamat akan berbantah-bantah di hadapan Tuhan-mu.
۞ فَمَنْ faman maka siapakah أَظْلَمُ aẓlamu yang lebih zalim مِمَّن mimman daripada orang كَذَبَ kadhaba membuat kedustaan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah وَكَذَّبَ wakadhaba dan dia mendustakan بِٱلصِّدْقِ bil-ṣid'qi dengan kebenaran إِذْ idh ketika جَآءَهُۥٓ ۚ jāahu ia datang kepadanya أَلَيْسَ alaysa bukankah فِى fī dalam جَهَنَّمَ jahannama neraka Jahannam مَثْوًۭى mathwan tempat tinggal لِّلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang yang kafir
Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? Bukankah di neraka Jahanam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir?
وَٱلَّذِى wa-alladhī dan yang/orang جَآءَ jāa datang/membawa بِٱلصِّدْقِ bil-ṣid'qi dengan kebenaran وَصَدَّقَ waṣaddaqa dan dia membenarkan بِهِۦٓ ۙ bihi dengannya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْمُتَّقُونَ l-mutaqūna orang-orang yang bertakwa
Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
لَهُم lahum bagi mereka مَّا mā apa يَشَآءُونَ yashāūna yang mereka kehendaki عِندَ ʿinda disisi رَبِّهِمْ ۚ rabbihim Tuhan mereka ذَٰلِكَ dhālika demikianlah جَزَآءُ jazāu balasan ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik
Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka. Demikianlah balasan orang-orang yang berbuat baik,
لِيُكَفِّرَ liyukaffira karena akan menutup ٱللَّهُ l-lahu Allah عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka أَسْوَأَ aswa-a paling buruk ٱلَّذِى alladhī yang عَمِلُوا۟ ʿamilū mereka kerjakan وَيَجْزِيَهُمْ wayajziyahum dan Dia memberi balasan kepada mereka أَجْرَهُم ajrahum pahala/ganjaran mereka بِأَحْسَنِ bi-aḥsani dengan yang lebih baik ٱلَّذِى alladhī yang كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
agar Allah akan menutupi (mengampuni) bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan dan membalas mereka dengan upah yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
أَلَيْسَ alaysa bukankah ٱللَّهُ l-lahu Allah بِكَافٍ bikāfin dengan cukup عَبْدَهُۥ ۖ ʿabdahu hamba-Nya وَيُخَوِّفُونَكَ wayukhawwifūnaka dan mereka mempertakuti kamu بِٱلَّذِينَ bi-alladhīna dengan orang-orang (sesembahan) مِن min dari دُونِهِۦ ۚ dūnihi selain Dia وَمَن waman dan barang siapa يُضْلِلِ yuḍ'lili menyesatkan ٱللَّهُ l-lahu Allah فَمَا famā maka tidak لَهُۥ lahu baginya مِنْ min dari هَادٍۢ hādin petunjuk
Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya. Dan mereka mempertakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah? Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak seorang pun pemberi petunjuk baginya.
وَمَن waman dan barang siapa يَهْدِ yahdi memberi petunjuk ٱللَّهُ l-lahu Allah فَمَا famā maka tidak لَهُۥ lahu baginya مِن min dari مُّضِلٍّ ۗ muḍillin seorang yang menyesatkan أَلَيْسَ alaysa bukankah ٱللَّهُ l-lahu Allah بِعَزِيزٍۢ biʿazīzin dengan Maha Perkasa ذِى dhī mempunyai ٱنتِقَامٍۢ intiqāmin hukuman
Dan barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Perkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengazab?
وَلَئِن wala-in dan sungguh jika سَأَلْتَهُم sa-altahum kamu bertanya kepada mereka مَّنْ man siapakah خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi لَيَقُولُنَّ layaqūlunna niscaya mereka akan mengatakan ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah قُلْ qul katakanlah أَفَرَءَيْتُم afara-aytum apakah maka pendapatmu مَّا mā apa تَدْعُونَ tadʿūna kamu seru/sembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah إِنْ in jika أَرَادَنِىَ arādaniya menghendaki padaku ٱللَّهُ l-lahu Allah بِضُرٍّ biḍurrin dengan bahaya هَلْ hal apakah هُنَّ hunna mereka كَـٰشِفَـٰتُ kāshifātu membuka/menghilangkan ضُرِّهِۦٓ ḍurrihi bahaya-Nya أَوْ aw atau أَرَادَنِى arādanī Dia menghendaki padaku بِرَحْمَةٍ biraḥmatin dengan rahmat هَلْ hal apakah هُنَّ hunna mereka مُمْسِكَـٰتُ mum'sikātu menahan رَحْمَتِهِۦ ۚ raḥmatihi rahmat-Nya قُلْ qul katakanlah حَسْبِىَ ḥasbiya cukup bagiku ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah عَلَيْهِ ʿalayhi atas-Nya/kepada-Nya يَتَوَكَّلُ yatawakkalu bertawakkal/berserah diri ٱلْمُتَوَكِّلُونَ l-mutawakilūna orang-orang yang berserah diri
Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?", niscaya mereka menjawab, "Allah". Katakanlah, "Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudaratan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudaratan itu atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya? Katakanlah, "Cukuplah Allah bagiku". Kepada-Nya-lah bertawakal orang-orang yang berserah diri.
قُلْ qul katakanlah يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku ٱعْمَلُوا۟ iʿ'malū bekerjalah kamu عَلَىٰ ʿalā atas مَكَانَتِكُمْ makānatikum keadaan/kemampuanmu إِنِّى innī sesungguhnya aku عَـٰمِلٌۭ ۖ ʿāmilun orang yang bekerja فَسَوْفَ fasawfa maka kelak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Katakanlah, "Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu; sesungguhnya aku akan bekerja (pula), maka kelak kamu akan mengetahui,
مَن man siapa يَأْتِيهِ yatīhi akan datang padanya عَذَابٌۭ ʿadhābun azab يُخْزِيهِ yukh'zīhi menghinakannya وَيَحِلُّ wayaḥillu dan menimpa عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya عَذَابٌۭ ʿadhābun azab مُّقِيمٌ muqīmun tetap/kekal
siapa yang akan mendapat siksa yang menghinakannya dan lagi ditimpa oleh azab yang kekal".
إِنَّآ innā sesungguhnya Kami أَنزَلْنَا anzalnā Kami telah menurunkan عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/kepadamu ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia بِٱلْحَقِّ ۖ bil-ḥaqi dengan kebenaran فَمَنِ famani maka barang siapa ٱهْتَدَىٰ ih'tadā mendapat petunjuk فَلِنَفْسِهِۦ ۖ falinafsihi maka untuk dirinya sendiri وَمَن waman dan barang siapa ضَلَّ ḍalla sesat فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah يَضِلُّ yaḍillu dia sesat عَلَيْهَا ۖ ʿalayhā atasnya/dirinya sendiri وَمَآ wamā dan tidaklah أَنتَ anta kamu عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka بِوَكِيلٍ biwakīlin pengawal/bertanggung jawab
Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Alkitab (Al-Qur`ān) untuk manusia dengan membawa kebenaran; siapa yang mendapat petunjuk maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri dan siapa yang sesat, maka sesungguhnya dia semata-mata sesat buat (kerugian) dirinya sendiri dan kamu sekali-kali bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka.
ٱللَّهُ al-lahu Allah يَتَوَفَّى yatawaffā mewafatkan/mengambil ٱلْأَنفُسَ l-anfusa jiwa حِينَ ḥīna ketika مَوْتِهَا mawtihā matinya وَٱلَّتِى wa-allatī dan yang لَمْ lam tidak/belum تَمُتْ tamut mati فِى fī dalam مَنَامِهَا ۖ manāmihā tidurnya فَيُمْسِكُ fayum'siku maka Dia menahan ٱلَّتِى allatī yang قَضَىٰ qaḍā Dia telah tetapkan عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya ٱلْمَوْتَ l-mawta kematian وَيُرْسِلُ wayur'silu dan Dia melepaskan ٱلْأُخْرَىٰٓ l-ukh'rā yang lain إِلَىٰٓ ilā sampai أَجَلٍۢ ajalin waktu مُّسَمًّى ۚ musamman tertentu إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī dalam/pada ذَٰلِكَ dhālika demikian/ini لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin benar-benar tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kamu يَتَفَكَّرُونَ yatafakkarūna mereka berfikir
Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan1. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.
أَمِ ami atau/bahkan ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū mereka mengambil مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah شُفَعَآءَ ۚ shufaʿāa syafa'at/penolong قُلْ qul katakanlah أَوَلَوْ awalaw apakah meskipun كَانُوا۟ kānū adalah mereka لَا lā tidak يَمْلِكُونَ yamlikūna mereka memiliki شَيْـًۭٔا shayan sesuatu وَلَا walā dan tidak يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka berakal
Bahkan, mereka mengambil pemberi syafaat selain Allah. Katakanlah, "Dan apakah (kamu mengambilnya juga), meskipun mereka tidak memiliki sesuatu pun dan tidak berakal?"
قُل qul katakanlah لِّلَّهِ lillahi kepunyaan Allah ٱلشَّفَـٰعَةُ l-shafāʿatu syafa'at/pertolongan جَمِيعًۭا ۖ jamīʿan semua لَّهُۥ lahu kepunyaan-Nya مُلْكُ mul'ku kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi ثُمَّ thumma kemudian إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan
Katakanlah, "Hanya kepunyaan Allah syafaat itu semuanya. Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi. Kemudian, kepada-Nya-lah kamu dikembalikan"
وَإِذَا wa-idhā dan apabila ذُكِرَ dhukira disebut ٱللَّهُ l-lahu Allah وَحْدَهُ waḥdahu sendiri-Nya ٱشْمَأَزَّتْ ish'ma-azzat mengerut/kesal قُلُوبُ qulūbu hati ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman بِٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ bil-ākhirati kepada hari akhirat وَإِذَا wa-idhā dan apabila ذُكِرَ dhukira disebut ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari دُونِهِۦٓ dūnihi selain Dia/Allah إِذَا idhā tiba-tiba هُمْ hum mereka يَسْتَبْشِرُونَ yastabshirūna mereka bergembira
Dan apabila hanya nama Allah saja disebut, kesallah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat; dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka bergirang hati.
قُلِ quli katakanlah ٱللَّهُمَّ l-lahuma ya Allah فَاطِرَ fāṭira Pencipta ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi عَـٰلِمَ ʿālima mengetahui ٱلْغَيْبِ l-ghaybi yang gaib وَٱلشَّهَـٰدَةِ wal-shahādati dan yang nyata أَنتَ anta Engkau تَحْكُمُ taḥkumu Engkau memutuskan بَيْنَ bayna diantara عِبَادِكَ ʿibādika hamba-hamba-Mu فِى fī dalam/tentang مَا mā apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka فِيهِ fīhi didalamnya يَخْتَلِفُونَ yakhtalifūna mereka perselisihkan
Katakanlah, "Wahai Allah, Pencipta langit dan bumi; Yang mengetahui barang gaib dan yang nyata, Engkaulah Yang memutuskan antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka memperselisihkannya."
وَلَوْ walaw dan jika أَنَّ anna sekiranya لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) zalim مَا mā apa yang ada فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya وَمِثْلَهُۥ wamith'lahu dan serupa itu مَعَهُۥ maʿahu besertanya لَٱفْتَدَوْا۟ la-if'tadaw niscaya mereka menebus بِهِۦ bihi dengannya/itu مِن min dari سُوٓءِ sūi seburuk-buruk ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ l-qiyāmati kiamat وَبَدَا wabadā dan jelas لَهُم lahum bagi mereka مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah مَا mā apa لَمْ lam tidak ada يَكُونُوا۟ yakūnū adalah mereka يَحْتَسِبُونَ yaḥtasibūna mereka perkirakan
Dan sekiranya orang-orang yang zalim mempunyai apa yang ada di bumi semuanya dan (ada pula) sebanyak itu besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari siksa yang buruk pada hari kiamat. Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan.
وَبَدَا wabadā dan jelas لَهُمْ lahum bagi mereka سَيِّـَٔاتُ sayyiātu kejahatan-kejahatan مَا mā apa كَسَبُوا۟ kasabū mereka kerjakan وَحَاقَ waḥāqa dan meliputi بِهِم bihim dengan mereka مَّا mā apa كَانُوا۟ kānū mereka adalah بِهِۦ bihi dengannya يَسْتَهْزِءُونَ yastahziūna mereka perolok-olokkan
Dan (jelaslah) bagi mereka akibat buruk dari apa yang telah mereka perbuat dan mereka diliputi oleh pembalasan yang mereka dahulu selalu memperolok-olokkannya.
فَإِذَا fa-idhā maka apabila مَسَّ massa menimpa ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia ضُرٌّۭ ḍurrun bahaya دَعَانَا daʿānā dia menyeru Kami ثُمَّ thumma kemudian إِذَا idhā apabila خَوَّلْنَـٰهُ khawwalnāhu Kami berikan kepadanya نِعْمَةًۭ niʿ'matan kenikmatan مِّنَّا minnā dari Kami قَالَ qāla dia berkata إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أُوتِيتُهُۥ ūtītuhu aku diberinya/nikmat عَلَىٰ ʿalā atas/karena عِلْمٍۭ ۚ ʿil'min ilmu بَلْ bal bahkan/sebenarnya هِىَ hiya ia/itu فِتْنَةٌۭ fit'natun fitnah/ujian وَلَـٰكِنَّ walākinna tetapi أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata, "Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku". Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui.
قَدْ qad sesungguhnya قَالَهَا qālahā telah mengucapkannya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka فَمَآ famā maka tidak أَغْنَىٰ aghnā berguna عَنْهُم ʿanhum dari/bagi mereka مَّا mā apa كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَكْسِبُونَ yaksibūna mereka usahakan
Sungguh orang-orang yang sebelum mereka (juga) telah mengatakan itu pula, maka tiadalah berguna bagi mereka apa yang dahulu mereka usahakan.
فَأَصَابَهُمْ fa-aṣābahum maka akan menimpa mereka سَيِّـَٔاتُ sayyiātu kejahatan-kejahatan مَا mā apa كَسَبُوا۟ ۚ kasabū mereka kerjakan وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) zalim مِنْ min dari/diantara هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itu سَيُصِيبُهُمْ sayuṣībuhum akan menimpa mereka سَيِّـَٔاتُ sayyiātu kejahatan-kejahatan مَا mā apa كَسَبُوا۟ kasabū yang mereka kerjakan وَمَا wamā dan tidaklah هُم hum mereka بِمُعْجِزِينَ bimuʿ'jizīna dengan melemahkan/melepaskan
Maka mereka ditimpa oleh akibat buruk dari apa yang mereka usahakan. Dan orang-orang yang zalim di antara mereka akan ditimpa akibat buruk dari usahanya dan mereka tidak dapat melepaskan diri.
أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَعْلَمُوٓا۟ yaʿlamū mereka mengetahui أَنَّ anna bahwa ٱللَّهَ l-laha Allah يَبْسُطُ yabsuṭu Dia melapangkan ٱلرِّزْقَ l-riz'qa rizki لِمَن liman bagi siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيَقْدِرُ ۚ wayaqdiru dan Dia menentukan/menyempitkan إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin benar-benar tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
Dan tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendaki-Nya? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman.
۞ قُلْ qul katakanlah يَـٰعِبَادِىَ yāʿibādiya hai hamba-Ku ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَسْرَفُوا۟ asrafū (mereka) melampaui batas عَلَىٰٓ ʿalā atas أَنفُسِهِمْ anfusihim diri mereka sendiri لَا lā tidak تَقْنَطُوا۟ taqnaṭū kamu berputus asa مِن min dari رَّحْمَةِ raḥmati rahmat ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَغْفِرُ yaghfiru Dia mengampuni ٱلذُّنُوبَ l-dhunūba dosa-dosa جَمِيعًا ۚ jamīʿan semuanya إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia هُوَ huwa Dia ٱلْغَفُورُ l-ghafūru Maha Pengampun ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang
Katakanlah, "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa1 semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وَأَنِيبُوٓا۟ wa-anībū dan kembalilah إِلَىٰ ilā kepada رَبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian وَأَسْلِمُوا۟ wa-aslimū dan berserah dirilah kamu لَهُۥ lahu kepadaNYA مِن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa يَأْتِيَكُمُ yatiyakumu akan datang kepadamu ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu azab ثُمَّ thumma kemudian لَا lā tidak تُنصَرُونَ tunṣarūna kamu ditolong
Dan kembalilah kamu kepada Tuhan-mu dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu, kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).
وَٱتَّبِعُوٓا۟ wa-ittabiʿū dan ikutilah أَحْسَنَ aḥsana sebaik-baiknya مَآ mā apa أُنزِلَ unzila yang diturunkan إِلَيْكُم ilaykum kepadamu مِّن min dari رَّبِّكُم rabbikum Tuhan kalian مِّن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa يَأْتِيَكُمُ yatiyakumu akan datang kepadamu ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu azab بَغْتَةًۭ baghtatan tiba-tiba وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian لَا lā tidak تَشْعُرُونَ tashʿurūna kamu menyadari
Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhan-mu1 sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya,
أَن an bahwa تَقُولَ taqūla mengatakan نَفْسٌۭ nafsun seseorang يَـٰحَسْرَتَىٰ yāḥasratā penyesalanku عَلَىٰ ʿalā atas مَا mā apa فَرَّطتُ farraṭtu aku telah lalaikan فِى fī di/pada جَنۢبِ janbi sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَإِن wa-in dan sesungguhnya كُنتُ kuntu aku لَمِنَ lamina sungguh dari/termasuk ٱلسَّـٰخِرِينَ l-sākhirīna orang-orang yang memperolokkan
supaya jangan ada orang yang mengatakan, "Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah),
أَوْ aw atau تَقُولَ taqūla mengatakan لَوْ law kalau أَنَّ anna sekiranya ٱللَّهَ l-laha Allah هَدَىٰنِى hadānī memberi petunjuk kepadaku لَكُنتُ lakuntu tentu aku adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa
atau supaya jangan ada yang berkata, "Kalau sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku, tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa".
أَوْ aw atau تَقُولَ taqūla mengatakan حِينَ ḥīna ketika تَرَى tarā melihat ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab لَوْ law kalau أَنَّ anna sekiranya لِى lī bagiku/aku كَرَّةًۭ karratan mengulangi/kembali فَأَكُونَ fa-akūna maka/niscaya aku menjadi مِنَ mina dari ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik
Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab, "Kalau sekiranya aku dapat kembali (ke dunia), niscaya aku akan termasuk orang-orang berbuat baik".
بَلَىٰ balā bahkan/sebenarnya قَدْ qad sungguh جَآءَتْكَ jāatka telah datang kepadamu ءَايَـٰتِى āyātī keterangan-keterangan-Ku فَكَذَّبْتَ fakadhabta lalu kamu mendustakan بِهَا bihā dengannya وَٱسْتَكْبَرْتَ wa-is'takbarta dan kamu menyombongkan diri وَكُنتَ wakunta dan kamu adalah مِنَ mina dari ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang yang kafir
"(Bukan demikian) sebenarnya telah datang keterangan-keterangan-Ku kepadamu, lalu kamu mendustakannya dan kamu menyombongkan diri dan adalah kamu termasuk orang-orang yang kafir".
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat تَرَى tarā kamu akan melihat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَبُوا۟ kadhabū (mereka) berbuat dusta عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah وُجُوهُهُم wujūhuhum muka-muka mereka مُّسْوَدَّةٌ ۚ mus'waddatun menjadi hitam أَلَيْسَ alaysa bukankah فِى fī dalam جَهَنَّمَ jahannama neraka Jahannam مَثْوًۭى mathwan tempat di dalam لِّلْمُتَكَبِّرِينَ lil'mutakabbirīna orang-orang yang menyombongkan diri
Dan pada hari kiamat, kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah; mukanya menjadi hitam. Bukankah dalam neraka Jahanam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri?
وَيُنَجِّى wayunajjī dan menyelamatkan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّقَوْا۟ ittaqaw (mereka) bertakwa بِمَفَازَتِهِمْ bimafāzatihim dengan keberuntungan/kemenangan mereka لَا lā tidak يَمَسُّهُمُ yamassuhumu menyentuh/menimpa mereka ٱلسُّوٓءُ l-sūu keburukan وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يَحْزَنُونَ yaḥzanūna mereka berduka cita
Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka; mereka tiada disentuh oleh azab (neraka dan tidak pula) mereka berduka cita.
ٱللَّهُ al-lahu Allah خَـٰلِقُ khāliqu pencipta كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ ۖ shayin sesuatu وَهُوَ wahuwa dan Dia عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu وَكِيلٌۭ wakīlun penjaga
Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.
لَّهُۥ lahu bagi-Nya مَقَالِيدُ maqālīdu kunci-kunci ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۗ wal-arḍi dan bumi وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِـَٔايَـٰتِ biāyāti terhadap ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْخَـٰسِرُونَ l-khāsirūna orang-orang yang merugi
Kepunyaan-Nya-lah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.
قُلْ qul katakanlah أَفَغَيْرَ afaghayra apakah maka selain ٱللَّهِ l-lahi Allah تَأْمُرُوٓنِّىٓ tamurūnnī kamu menyuruh aku أَعْبُدُ aʿbudu aku menyembah أَيُّهَا ayyuhā hai ٱلْجَـٰهِلُونَ l-jāhilūna orang-orang yang bodoh
Katakanlah, "Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?"
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أُوحِىَ ūḥiya telah diwahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu وَإِلَى wa-ilā dan kepada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu لَئِنْ la-in sungguh jika أَشْرَكْتَ ashrakta kamu mempersekutukan لَيَحْبَطَنَّ layaḥbaṭanna niscaya akan gugurlah/hapuslah عَمَلُكَ ʿamaluka amalmu وَلَتَكُونَنَّ walatakūnanna dan tentulah kamu menjadi مِنَ mina dari/termasuk ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang rugi
Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.
بَلِ bali bahkan/sebenarnya ٱللَّهَ l-laha Allah فَٱعْبُدْ fa-uʿ'bud hendaknya kamu sembah وَكُن wakun dan jadilah kamu مِّنَ mina dari/termasuk ٱلشَّـٰكِرِينَ l-shākirīna orang-orang yang bersyukur
Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur".
وَمَا wamā dan tidak قَدَرُوا۟ qadarū mereka mengagungkan ٱللَّهَ l-laha Allah حَقَّ ḥaqqa sebenar-benar قَدْرِهِۦ qadrihi pengagungan-Nya وَٱلْأَرْضُ wal-arḍu dan bumi جَمِيعًۭا jamīʿan seluruhnya قَبْضَتُهُۥ qabḍatuhu genggaman-Nya يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat وَٱلسَّمَـٰوَٰتُ wal-samāwātu dan langit مَطْوِيَّـٰتٌۢ maṭwiyyātun tergulung/digulung بِيَمِينِهِۦ ۚ biyamīnihi dengan tangan kanan-Nya سُبْحَـٰنَهُۥ sub'ḥānahu Maha Suci Dia وَتَعَـٰلَىٰ wataʿālā dan Maha Tinggi عَمَّا ʿammā dari apa يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka persekutukan
Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya 1. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.
وَنُفِخَ wanufikha dan ditiuplah فِى fī dalam ٱلصُّورِ l-ṣūri sangkakala فَصَعِقَ faṣaʿiqa maka pingsan/matilah مَن man siapa/apa-apa فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَن waman dan siapa/apa-apa فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi إِلَّا illā kecuali مَن man siapa/apa-apa شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah ثُمَّ thumma kemudian نُفِخَ nufikha ditiup فِيهِ fīhi padanya (sangkakala) أُخْرَىٰ ukh'rā yang lain (sekali lagi) فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هُمْ hum mereka قِيَامٌۭ qiyāmun berdiri يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka menunggu
Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian, ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).
وَأَشْرَقَتِ wa-ashraqati dan terang benderang ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi بِنُورِ binūri dengan cahaya رَبِّهَا rabbihā Tuhannya وَوُضِعَ wawuḍiʿa dan diletakkan ٱلْكِتَـٰبُ l-kitābu kitab وَجِا۟ىٓءَ wajīa dan didatangkan بِٱلنَّبِيِّـۧنَ bil-nabiyīna para Nabi وَٱلشُّهَدَآءِ wal-shuhadāi dan para saksi وَقُضِىَ waquḍiya dan diberi keputusan بَيْنَهُم baynahum diantara mereka بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan benar/adil وَهُمْ wahum dan/sedang mereka لَا lā tidak يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna mereka dianiaya/dirugikan
Dan terang benderanglah bumi (Padang Mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhan-nya dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan.
وَوُفِّيَتْ wawuffiyat dan dicukupkan/disempurnakan كُلُّ kullu tiap-tiap نَفْسٍۢ nafsin jiwa مَّا mā apa عَمِلَتْ ʿamilat yang ia kerjakan وَهُوَ wahuwa dan Dia أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā dengan/tentang apa يَفْعَلُونَ yafʿalūna mereka kerjakan
Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan.
وَسِيقَ wasīqa dan dihalau/digiring ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar إِلَىٰ ilā kepada جَهَنَّمَ jahannama neraka Jahannam زُمَرًا ۖ zumaran berbondong-bondong حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila جَآءُوهَا jāūhā mereka sampai kepadanya فُتِحَتْ futiḥat dibukakan أَبْوَٰبُهَا abwābuhā pintu-pintunya وَقَالَ waqāla dan berkata لَهُمْ lahum kepada mereka خَزَنَتُهَآ khazanatuhā penjaga-penjaganya أَلَمْ alam apakah tidak يَأْتِكُمْ yatikum datang kepadamu رُسُلٌۭ rusulun Rasul-rasul مِّنكُمْ minkum diantara kamu يَتْلُونَ yatlūna mereka membacakan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat رَبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian وَيُنذِرُونَكُمْ wayundhirūnakum dan mereka memberi peringatan kepadamu لِقَآءَ liqāa pertemuan يَوْمِكُمْ yawmikum harimu هَـٰذَا ۚ hādhā ini قَالُوا۟ qālū mereka berkata بَلَىٰ balā benar وَلَـٰكِنْ walākin tetapi حَقَّتْ ḥaqqat telah pasti كَلِمَةُ kalimatu kalimat/ketetapan ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab عَلَى ʿalā atas ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir
Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahanam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu, dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, "Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhan-mu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?" Mereka menjawab, "Benar (telah datang)". Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir.
قِيلَ qīla dikatakan ٱدْخُلُوٓا۟ ud'khulū masuklah أَبْوَٰبَ abwāba pintu-pintu جَهَنَّمَ jahannama neraka Jahanam خَـٰلِدِينَ khālidīna kekallah فِيهَا ۖ fīhā di dalamnya فَبِئْسَ fabi'sa maka amat buruk مَثْوَى mathwā tempat tinggal ٱلْمُتَكَبِّرِينَ l-mutakabirīna orang-orang yang menyombongkan diri
Dikatakan (kepada mereka), "Masukilah pintu-pintu neraka Jahanam itu, sedang kamu kekal di dalamnya" Maka neraka Jahanam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.
وَسِيقَ wasīqa dan dihalau/digiring ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّقَوْا۟ ittaqaw (mereka) bertakwa رَبَّهُمْ rabbahum Tuhan mereka إِلَى ilā ke ٱلْجَنَّةِ l-janati sorga زُمَرًا ۖ zumaran berbondong-bondong حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila جَآءُوهَا jāūhā mereka sampai kepadanya وَفُتِحَتْ wafutiḥat dan dibuka أَبْوَٰبُهَا abwābuhā pintu-pintunya وَقَالَ waqāla dan berkata لَهُمْ lahum kepada mereka خَزَنَتُهَا khazanatuhā penjaga-penjaganya سَلَـٰمٌ salāmun kesejahteraan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian طِبْتُمْ ṭib'tum baiklah/bahagialah kamu فَٱدْخُلُوهَا fa-ud'khulūhā maka masukilah ia/sorga itu خَـٰلِدِينَ khālidīna dalam keadaan kekal
Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! Maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya".
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah ٱلَّذِى alladhī yang صَدَقَنَا ṣadaqanā membenarkan/memenuhi pada kami وَعْدَهُۥ waʿdahu janji-Nya وَأَوْرَثَنَا wa-awrathanā dan Dia mewariskan kepada kami ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi/negeri نَتَبَوَّأُ natabawwa-u kami tinggal/menempati مِنَ mina dari/di ٱلْجَنَّةِ l-janati sorga حَيْثُ ḥaythu dimana saja نَشَآءُ ۖ nashāu kami kehendaki فَنِعْمَ faniʿ'ma maka sebaik-baik أَجْرُ ajru pahala/balasan ٱلْعَـٰمِلِينَ l-ʿāmilīna orang-orang yang beramal
Dan mereka mengucapkan, "Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini, sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja yang kami kehendaki; maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal".
وَتَرَى watarā dan kamu akan melihat ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ l-malāikata para Malaikat حَآفِّينَ ḥāffīna meliputi/berkerumun مِنْ min dari حَوْلِ ḥawli sekitar/sekeliling ٱلْعَرْشِ l-ʿarshi 'Arsy يُسَبِّحُونَ yusabbiḥūna mereka bertasbih بِحَمْدِ biḥamdi dengan memuji رَبِّهِمْ ۖ rabbihim Tuhan mereka وَقُضِىَ waquḍiya dan diberi keputusan بَيْنَهُم baynahum diantara mereka بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan benar/adil وَقِيلَ waqīla dan dikatakan ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah رَبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Dan kamu (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat berlingkar di sekeliling arasy bertasbih sambil memuji Tuhan-nya dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan, "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam".