غافر
Ghafir
Sang Maha Pengampun Makkiyah
Memuat audio qari…
حمٓ hha-meem haa miim
Ḥā Mīm 1.
تَنزِيلُ tanzīlu diturunkan ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Perkasa ٱلْعَلِيمِ l-ʿalīmi Maha Mengetahui
Diturunkan Kitab ini (Al-Qur`ān) dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui,
غَافِرِ ghāfiri yang mengampuni ٱلذَّنۢبِ l-dhanbi dosa وَقَابِلِ waqābili yang menerima ٱلتَّوْبِ l-tawbi taubat شَدِيدِ shadīdi sangat keras ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi hukuman/siksaan ذِى dhī yang mempunyai ٱلطَّوْلِ ۖ l-ṭawli karunia لَآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā kecuali هُوَ ۖ huwa Dia إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali
Yang Mengampuni dosa dan Menerima tobat lagi keras hukuman-Nya. Yang mempunyai karunia. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Hanya kepada-Nya-lah kembali (semua makhluk).
مَا mā tidak ada يُجَـٰدِلُ yujādilu yang memperdebatkan فِىٓ fī pada/tentang ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar فَلَا falā maka janganlah يَغْرُرْكَ yaghrur'ka kamu tertipu تَقَلُّبُهُمْ taqallubuhum mondar mandirnya mereka فِى fī dalam ٱلْبِلَـٰدِ l-bilādi negeri/kota
Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir. Karena itu, janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu.
كَذَّبَتْ kadhabat telah mendustakan قَبْلَهُمْ qablahum sebelum mereka قَوْمُ qawmu kaum نُوحٍۢ nūḥin Nuh وَٱلْأَحْزَابُ wal-aḥzābu dan golongan yang bersekutu مِنۢ min dari بَعْدِهِمْ ۖ baʿdihim sesudah mereka وَهَمَّتْ wahammat dan menuju/berniat كُلُّ kullu tiap-tiap أُمَّةٍۭ ummatin ummat بِرَسُولِهِمْ birasūlihim dengan rasul لِيَأْخُذُوهُ ۖ liyakhudhūhu untuk mereka menangkapnya وَجَـٰدَلُوا۟ wajādalū dan mereka membantah بِٱلْبَـٰطِلِ bil-bāṭili dengan yang batil لِيُدْحِضُوا۟ liyud'ḥiḍū untuk melenyapkan بِهِ bihi dengannya ٱلْحَقَّ l-ḥaqa kebenaran فَأَخَذْتُهُمْ ۖ fa-akhadhtuhum maka Aku mengazab mereka فَكَيْفَ fakayfa maka bagaimana كَانَ kāna adalah عِقَابِ ʿiqābi hukuman-Ku
Sebelum mereka, kaum Nūḥ dan golongan-golongan yang bersekutu sesudah mereka telah mendustakan (rasul) dan tiap-tiap umat telah merencanakan makar terhadap rasul mereka untuk menawannya dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran dengan yang batil itu, karena itu Aku azab mereka. Maka betapa (pedihnya) azab-Ku?
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah حَقَّتْ ḥaqqat telah pasti كَلِمَتُ kalimatu beberapa kalimat رَبِّكَ rabbika Tuhanmu عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلنَّارِ l-nāri neraka
Dan demikianlah, telah pasti berlaku ketetapan azab Tuhan-mu terhadap orang-orang kafir karena sesungguhnya mereka adalah penghuni neraka.
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَحْمِلُونَ yaḥmilūna mereka memikul ٱلْعَرْشَ l-ʿarsha 'Arsy وَمَنْ waman dan orang/malaikat حَوْلَهُۥ ḥawlahu sekitarnya/sekelilingnya يُسَبِّحُونَ yusabbiḥūna mereka bertasbih بِحَمْدِ biḥamdi dengan memuji رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَيُؤْمِنُونَ wayu'minūna dan mereka beriman بِهِۦ bihi kepada-Nya وَيَسْتَغْفِرُونَ wayastaghfirūna dan mereka memintakan ampun لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū mereka beriman رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami وَسِعْتَ wasiʿ'ta luas/meliputi Engkau كُلَّ kulla segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu رَّحْمَةًۭ raḥmatan rahmat وَعِلْمًۭا waʿil'man dan ilmu فَٱغْفِرْ fa-igh'fir maka ampunilah لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang تَابُوا۟ tābū mereka bertaubat وَٱتَّبَعُوا۟ wa-ittabaʿū dan mereka mengikuti سَبِيلَكَ sabīlaka jalan-Mu وَقِهِمْ waqihim dan peliharalah mereka عَذَابَ ʿadhāba azab ٱلْجَحِيمِ l-jaḥīmi neraka yang menyala-nyala
(Malaikat-malaikat) yang memikul arasy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhan-nya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan), "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala,
رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami وَأَدْخِلْهُمْ wa-adkhil'hum dan masukkanlah mereka جَنَّـٰتِ jannāti surga عَدْنٍ ʿadnin 'Adn ٱلَّتِى allatī yang وَعَدتَّهُمْ waʿadttahum Engkau janjikan kepada mereka وَمَن waman dan orang صَلَحَ ṣalaḥa berbuat baik مِنْ min diantara ءَابَآئِهِمْ ābāihim bapak-bapak mereka وَأَزْوَٰجِهِمْ wa-azwājihim dan isteri-isteri mereka وَذُرِّيَّـٰتِهِمْ ۚ wadhurriyyātihim dan keturunan mereka إِنَّكَ innaka sesunguhnya Engkau أَنتَ anta Engkau ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana
ya Tuhan kami dan masukkanlah mereka ke dalam surga ʻAdn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka dan istri-istri mereka dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,
وَقِهِمُ waqihimu dan peliharalah mereka ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ l-sayiāti kejahatan-kejahatan وَمَن waman dan siapa/orang تَقِ taqi Engkau pelihara ٱلسَّيِّـَٔاتِ l-sayiāti kejahatan-kejahatan يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu فَقَدْ faqad maka sesungguhnya رَحِمْتَهُۥ ۚ raḥim'tahu Engkau telah merahmatinya وَذَٰلِكَ wadhālika dan demikian itu هُوَ huwa ia ٱلْفَوْزُ l-fawzu keuntungan/kemenangan ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu yang besar
dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu, maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar".
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar يُنَادَوْنَ yunādawna mereka di seru لَمَقْتُ lamaqtu sungguh kemurkaan/kebencian ٱللَّهِ l-lahi Allah أَكْبَرُ akbaru lebih besar مِن min daripada مَّقْتِكُمْ maqtikum kebencianmu أَنفُسَكُمْ anfusakum diri kalian sendiri إِذْ idh ketika/karena تُدْعَوْنَ tud'ʿawna kamu di seru إِلَى ilā kepada ٱلْإِيمَـٰنِ l-īmāni iman فَتَكْفُرُونَ fatakfurūna lalu kamu ingkar
Sesungguhnya orang-orang yang kafir diserukan kepada mereka (pada hari kiamat), "Sesungguhnya kebencian Allah (kepadamu) lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri karena kamu diseru untuk beriman, lalu kamu kafir".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami أَمَتَّنَا amattanā Engkau mematikan kami ٱثْنَتَيْنِ ith'natayni dua kali وَأَحْيَيْتَنَا wa-aḥyaytanā dan Engkau menghidupkan kami ٱثْنَتَيْنِ ith'natayni dua kali فَٱعْتَرَفْنَا fa-iʿ'tarafnā lalu kami mengakui بِذُنُوبِنَا bidhunūbinā dengan dosa-dosa kami فَهَلْ fahal maka adakah إِلَىٰ ilā untuk خُرُوجٍۢ khurūjin keluar مِّن min dari سَبِيلٍۢ sabīlin jalan
Mereka menjawab, "Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?"
ذَٰلِكُم dhālikum demikian itu بِأَنَّهُۥٓ bi-annahu karena sesungguhnya إِذَا idhā apabila دُعِىَ duʿiya di seru/di sembah ٱللَّهُ l-lahu Allah وَحْدَهُۥ waḥdahu sendiri-Nya كَفَرْتُمْ ۖ kafartum kamu kafir وَإِن wa-in dan jika يُشْرَكْ yush'rak dipersekutukan بِهِۦ bihi dengan-Nya تُؤْمِنُوا۟ ۚ tu'minū kamu percaya فَٱلْحُكْمُ fal-ḥuk'mu maka hukum/keputusan لِلَّهِ lillahi bagi Allah ٱلْعَلِىِّ l-ʿaliyi Maha Tinggi ٱلْكَبِيرِ l-kabīri Maha Besar
Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja disembah. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan. Maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.
هُوَ huwa Dia ٱلَّذِى alladhī yang يُرِيكُمْ yurīkum memperlihatkan kepadamu ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi tanda-tanda-Nya وَيُنَزِّلُ wayunazzilu dan Dia menurunkan لَكُم lakum bagi kalian مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit رِزْقًۭا ۚ riz'qan rezeki وَمَا wamā dan tidak يَتَذَكَّرُ yatadhakkaru mendapat pelajaran إِلَّا illā kecuali مَن man orang yang يُنِيبُ yunību kembali
Dia-lah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Nya dan menurunkan untukmu rezeki dari langit. Dan tiadalah mendapat pelajaran, kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah).
فَٱدْعُوا۟ fa-id'ʿū maka sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah مُخْلِصِينَ mukh'liṣīna dengan ikhlas لَهُ lahu kepada-Nya ٱلدِّينَ l-dīna ketaatan/agama وَلَوْ walaw meskipun كَرِهَ kariha benci/tidak menyukai ٱلْكَـٰفِرُونَ l-kāfirūna orang-orang yang kafir
Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadat kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya).
رَفِيعُ rafīʿu yang tinggi ٱلدَّرَجَـٰتِ l-darajāti derajat-Nya ذُو dhū yang mempunyai ٱلْعَرْشِ l-ʿarshi 'Arsy يُلْقِى yul'qī Dia menurunkan ٱلرُّوحَ l-rūḥa roh/jibril مِنْ min dari أَمْرِهِۦ amrihi perintah-Nya عَلَىٰ ʿalā kepada مَن man siapa yang يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki مِنْ min dari عِبَادِهِۦ ʿibādihi hamba-hamba-Nya لِيُنذِرَ liyundhira supaya memberi peringatan يَوْمَ yawma hari ٱلتَّلَاقِ l-talāqi pertemuan
(Dia-lah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai arasy, Yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat),
يَوْمَ yawma pada hari هُم hum mereka بَـٰرِزُونَ ۖ bārizūna mereka keluar لَا lā tidak يَخْفَىٰ yakhfā tersembunyi عَلَى ʿalā atas/bagi ٱللَّهِ l-lahi Allah مِنْهُمْ min'hum dari mereka شَىْءٌۭ ۚ shayon sesuatu pun لِّمَنِ limani kepunyaan siapa ٱلْمُلْكُ l-mul'ku kerajaan ٱلْيَوْمَ ۖ l-yawma hari ini لِلَّهِ lillahi kepunyaan Allah ٱلْوَٰحِدِ l-wāḥidi satu/Esa ٱلْقَهَّارِ l-qahāri Maha mengalahkan/Perkasa
(Yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tiada suatu pun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah. (Lalu, Allah berfirman), "Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?" Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.
ٱلْيَوْمَ al-yawma pada hari تُجْزَىٰ tuj'zā diberi balasan كُلُّ kullu tiap-tiap نَفْسٍۭ nafsin jiwa بِمَا bimā dengan menurut كَسَبَتْ ۚ kasabat ia telah usahakan لَا lā tidak ظُلْمَ ẓul'ma dirugikan ٱلْيَوْمَ ۚ l-yawma pada hari إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah سَرِيعُ sarīʿu amat cepat ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi perhitungan
Pada hari ini, tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya.
وَأَنذِرْهُمْ wa-andhir'hum dan berilah mereka peringatan يَوْمَ yawma hari ٱلْـَٔازِفَةِ l-āzifati yang dekat إِذِ idhi ketika ٱلْقُلُوبُ l-qulūbu hati لَدَى ladā sampai pada ٱلْحَنَاجِرِ l-ḥanājiri kerongkongan كَـٰظِمِينَ ۚ kāẓimīna menahan kesedihan مَا mā tidaklah لِلظَّـٰلِمِينَ lilẓẓālimīna bagi orang-orang yang zalim مِنْ min dari حَمِيمٍۢ ḥamīmin kawan dekat وَلَا walā dan tidak شَفِيعٍۢ shafīʿin penolong يُطَاعُ yuṭāʿu dipatuhi
Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat, yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorang pun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafaat yang diterima syafaatnya.
يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui خَآئِنَةَ khāinata khianat ٱلْأَعْيُنِ l-aʿyuni mata وَمَا wamā dan apa تُخْفِى tukh'fī disembunyikan ٱلصُّدُورُ l-ṣudūru dada(hati)
Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat 1 dan apa yang disembunyikan oleh hati.
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَقْضِى yaqḍī menghukum بِٱلْحَقِّ ۖ bil-ḥaqi dengan hak/adil وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يَدْعُونَ yadʿūna mereka seru/sembah مِن min dari دُونِهِۦ dūnihi selain Dia لَا lā tidak يَقْضُونَ yaqḍūna mereka menghukum بِشَىْءٍ ۗ bishayin dengan sesuatu apapun إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah هُوَ huwa Dia ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْبَصِيرُ l-baṣīru Maha Melihat
Dan Allah menghukum dengan keadilan. Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tiada dapat menghukum dengan sesuatu apa pun. Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
۞ أَوَلَمْ awalam dan apakah يَسِيرُوا۟ yasīrū mereka berjalan فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi فَيَنظُرُوا۟ fayanẓurū lalu mereka memperhatikan كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَانُوا۟ kānū adalah mereka مِن min dari قَبْلِهِمْ ۚ qablihim sebelum mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka هُمْ hum mereka أَشَدَّ ashadda sangat/lebih مِنْهُمْ min'hum dari mereka قُوَّةًۭ quwwatan kekuatan وَءَاثَارًۭا waāthāran dan bekas-bekas mereka فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi فَأَخَذَهُمُ fa-akhadhahumu maka mengambil/mengazab mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah بِذُنُوبِهِمْ bidhunūbihim dengan dosa-dosa mereka وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna adalah لَهُم lahum bagi mereka مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah مِن min dari وَاقٍۢ wāqin seorang pelindung
Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi, lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka itu adalah lebih hebat kekuatannya daripada mereka dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi 1, maka Allah mengazab mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan mereka tidak mempunyai seorang pelindung dari azab Allah.
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka كَانَت kānat adalah تَّأْتِيهِمْ tatīhim datang kepada mereka رُسُلُهُم rusuluhum rasul-rasul mereka بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan bukti-bukti yang nyata فَكَفَرُوا۟ fakafarū lalu mereka kafir فَأَخَذَهُمُ fa-akhadhahumu lalu mengazab mereka ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia قَوِىٌّۭ qawiyyun Maha Kuat شَدِيدُ shadīdu sangat/keras ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi hukuman
Yang demiklan itu adalah karena telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata 1, lalu mereka kafir; maka Allah mengazab mereka. Sesungguhnya Dia Maha Kuat lagi Maha Keras hukuman-Nya.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَرْسَلْنَا arsalnā Kami telah mengutus مُوسَىٰ mūsā Musa بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami وَسُلْطَـٰنٍۢ wasul'ṭānin dan kekuasaan/keterangan مُّبِينٍ mubīnin yang nyata
Dan sesungguhnya telah Kami utus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami dan keterangan yang nyata,
إِلَىٰ ilā kepada فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun وَهَـٰمَـٰنَ wahāmāna dan Haman وَقَـٰرُونَ waqārūna dan Karun فَقَالُوا۟ faqālū maka mereka berkata سَـٰحِرٌۭ sāḥirun seorang ahli sihir كَذَّابٌۭ kadhābun pendusta
kepada Firʻawn , Hāmān, dan Qārūn; maka mereka berkata, "(Ia) adalah seorang ahli sihir yang pendusta".
فَلَمَّا falammā maka ketika جَآءَهُم jāahum dia datang kepada mereka بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran مِنْ min dari عِندِنَا ʿindinā sisi kami قَالُوا۟ qālū mereka berkata ٱقْتُلُوٓا۟ uq'tulū bunuhlah أَبْنَآءَ abnāa anak-anak lelaki ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman مَعَهُۥ maʿahu bersama dengan dia وَٱسْتَحْيُوا۟ wa-is'taḥyū dan biarkan hidup نِسَآءَهُمْ ۚ nisāahum perempuan-perempuan mereka وَمَا wamā dan tidaklah كَيْدُ kaydu tipu daya ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir إِلَّا illā kecuali فِى fī dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan
Maka tatkala Musa datang kepada mereka membawa kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata, "Bunuhlah anak-anak orang-orang yang beriman bersama dengan dia dan biarkanlah hidup wanita-wanita mereka". Dan tipu daya orang-orang kafir itu tak lain hanyalah sia-sia (belaka).
وَقَالَ waqāla dan berkata فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun ذَرُونِىٓ dharūnī biarkan aku أَقْتُلْ aqtul aku membunuh مُوسَىٰ mūsā Musa وَلْيَدْعُ walyadʿu dan hendaklah dia berdo'a رَبَّهُۥٓ ۖ rabbahu Tuhannya إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu aku takut أَن an bahwa يُبَدِّلَ yubaddila dia akan menukar دِينَكُمْ dīnakum agamamu أَوْ aw atau أَن an bahwa يُظْهِرَ yuẓ'hira dia akan menimbulkan فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi ٱلْفَسَادَ l-fasāda kerusakan
Dan berkata Firʻawn (kepada pembesar-pembesarnya), "Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhan-nya karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi".
وَقَالَ waqāla dan berkata مُوسَىٰٓ mūsā Musa إِنِّى innī sesungguhnya aku عُذْتُ ʿudh'tu aku berlindung بِرَبِّى birabbī kepada Tuhanku وَرَبِّكُم warabbikum dan Tuhanmu مِّن min dari كُلِّ kulli setiap مُتَكَبِّرٍۢ mutakabbirin orang yang menyombongkan diri لَّا lā tidak يُؤْمِنُ yu'minu yang beriman بِيَوْمِ biyawmi kepada hari ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi perhitungan
Dan Musa berkata, "Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhan-ku dan Tuhan-mu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab".
وَقَالَ waqāla dan berkata رَجُلٌۭ rajulun seorang laki-laki مُّؤْمِنٌۭ mu'minun beriman مِّنْ min dari ءَالِ āli keluarga/pengikut فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun يَكْتُمُ yaktumu ia menyembunyikan إِيمَـٰنَهُۥٓ īmānahu imannya أَتَقْتُلُونَ ataqtulūna apakah kamu akan membunuhnya رَجُلًا rajulan seorang laki-laki أَن an bahwa يَقُولَ yaqūla dia mengatakan رَبِّىَ rabbiya Tuhanku ٱللَّهُ l-lahu Allah وَقَدْ waqad dan sesungguhnya جَآءَكُم jāakum dia datang kepadamu بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan keterangan yang nyata مِن min dari رَّبِّكُمْ ۖ rabbikum Tuhan kalian وَإِن wa-in dan jika dia يَكُ yaku adalah ia كَـٰذِبًۭا kādhiban seorang pendusta فَعَلَيْهِ faʿalayhi maka atasnya كَذِبُهُۥ ۖ kadhibuhu dustanya وَإِن wa-in dan jika dia يَكُ yaku adalah ia صَادِقًۭا ṣādiqan benar يُصِبْكُم yuṣib'kum akan menimpamu بَعْضُ baʿḍu sebagian ٱلَّذِى alladhī yang يَعِدُكُمْ ۖ yaʿidukum diancamkan kepadamu إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk مَنْ man orang هُوَ huwa ia مُسْرِفٌۭ mus'rifun seorang yang melampaui batas كَذَّابٌۭ kadhābun pendusta
Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Firʻawn yang menyembunyikan imannya berkata, "Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan, 'Tuhan-ku ialah Allah' padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhan-mu. Dan jika ia seorang pendusta, maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu". Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta.
يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْمُلْكُ l-mul'ku kerajaan ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ini ظَـٰهِرِينَ ẓāhirīna berkuasa فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi فَمَن faman maka siapa يَنصُرُنَا yanṣurunā menolong kita مِنۢ min dari بَأْسِ basi siksaan ٱللَّهِ l-lahi Allah إِن in jika جَآءَنَا ۚ jāanā ia datang kepada kami قَالَ qāla berkata فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun مَآ mā tidak أُرِيكُمْ urīkum aku kemukakan kepadamu إِلَّا illā kecuali مَآ mā apa yang أَرَىٰ arā aku pandang وَمَآ wamā dan tidak أَهْدِيكُمْ ahdīkum aku beri petunjuk kamu إِلَّا illā kecuali سَبِيلَ sabīla jalan ٱلرَّشَادِ l-rashādi petunjuk/benar
(Musa berkata), "Hai kaumku, untukmulah kerajaan pada hari ini dengan berkuasa di muka bumi. Siapakah yang akan menolong kita dari azab Allah jika azab itu menimpa kita!" Firʻawn berkata, "Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar".
وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِىٓ alladhī orang yang ءَامَنَ āmana ia beriman يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu aku takut/khawatir عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian مِّثْلَ mith'la seperti يَوْمِ yawmi hari ٱلْأَحْزَابِ l-aḥzābi golongan yang bersekutu
Dan orang yang beriman itu berkata, "Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa (bencana) seperti peristiwa kehancuran golongan yang bersekutu.
مِثْلَ mith'la seperti دَأْبِ dabi keadaan قَوْمِ qawmi kaum نُوحٍۢ nūḥin Nuh وَعَادٍۢ waʿādin dan 'Ad وَثَمُودَ wathamūda dan Tsamud وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang مِنۢ min dari بَعْدِهِمْ ۚ baʿdihim sesudah mereka وَمَا wamā dan tidaklah ٱللَّهُ l-lahu Allah يُرِيدُ yurīdu menghendaki ظُلْمًۭا ẓul'man berbuat zalim لِّلْعِبَادِ lil'ʿibādi kepada hamba-hamba
(Yakni) seperti keadaan kaum Nūḥ, ‘Ād, Ṡamūd, dan orang-orang yang datang sesudah mereka. Dan Allah tidak menghendaki berbuat kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya.
وَيَـٰقَوْمِ wayāqawmi hai kaumku إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu aku takut/khawatir عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian يَوْمَ yawma hari ٱلتَّنَادِ l-tanādi panggil-memanggil
Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan siksaan hari panggil-memanggil 1,
يَوْمَ yawma pada hari تُوَلُّونَ tuwallūna kamu berpaling مُدْبِرِينَ mud'birīna ke belakang مَا mā tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah مِنْ min dari عَاصِمٍۢ ۗ ʿāṣimin pelindung/penyelamat وَمَن waman dan barang siapa يُضْلِلِ yuḍ'lili menyesatkan ٱللَّهُ l-lahu Allah فَمَا famā maka tidak ada لَهُۥ lahu baginya مِنْ min dari هَادٍۢ hādin seorang pemberi petunjuk
(yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang, tidak ada bagimu seorang pun yang menyelamatkan kamu dari (azab) Allah dan siapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorang pun yang akan memberi petunjuk.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya جَآءَكُمْ jāakum telah datang kepadamu يُوسُفُ yūsufu Yusuf مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum/dahulu بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan keterangan yang nyata فَمَا famā maka tidak زِلْتُمْ zil'tum senantiasa فِى fī dalam شَكٍّۢ shakkin keraguan مِّمَّا mimmā tentang apa جَآءَكُم jāakum dia datang kepadamu بِهِۦ ۖ bihi dengannya حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā ketika هَلَكَ halaka dia binasa/meninggal قُلْتُمْ qul'tum kamu berkata لَن lan tidak akan يَبْعَثَ yabʿatha mengutus ٱللَّهُ l-lahu Allah مِنۢ min dari بَعْدِهِۦ baʿdihi sesudahnya رَسُولًۭا ۚ rasūlan seorang rasul كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يُضِلُّ yuḍillu menyesatkan ٱللَّهُ l-lahu Allah مَنْ man orang هُوَ huwa ia مُسْرِفٌۭ mus'rifun melampaui batas مُّرْتَابٌ mur'tābun ragu-ragu
Dan sesungguhnya telah datang Yūsuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika dia meninggal, kamu berkata, "Allah tidak akan mengirim seorang (rasul pun) sesudahnya. Demikianlah, Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu.
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُجَـٰدِلُونَ yujādilūna mereka membantah فِىٓ fī pada ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa سُلْطَـٰنٍ sul'ṭānin alasan أَتَىٰهُمْ ۖ atāhum datang kepada mereka كَبُرَ kabura amat besar مَقْتًا maqtan kemurkaan/kebencian عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَعِندَ waʿinda dan di sisi ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ ۚ āmanū beriman كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يَطْبَعُ yaṭbaʿu menutup ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli setiap قَلْبِ qalbi hati مُتَكَبِّرٍۢ mutakabbirin orang yang sombong جَبَّارٍۢ jabbārin sewenang-wenang
(Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka 1. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.
وَقَالَ waqāla dan berkata فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun يَـٰهَـٰمَـٰنُ yāhāmānu hai Haman ٱبْنِ ib'ni buatkan لِى lī untukku صَرْحًۭا ṣarḥan istana/bangunan yang tinggi لَّعَلِّىٓ laʿallī supaya aku أَبْلُغُ ablughu aku sampai ٱلْأَسْبَـٰبَ l-asbāba pintu-pintu
Dan berkatalah Firʻawn , "Hai Hāmān, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu,
أَسْبَـٰبَ asbāba pintu-pintu ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) فَأَطَّلِعَ fa-aṭṭaliʿa maka aku akan melihat إِلَىٰٓ ilā kepada إِلَـٰهِ ilāhi Tuhan مُوسَىٰ mūsā Musa وَإِنِّى wa-innī dan sesungguhnya aku لَأَظُنُّهُۥ la-aẓunnuhu sungguh aku menyangkanya كَـٰذِبًۭا ۚ kādhiban seorang pendusta وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah زُيِّنَ zuyyina dijadikan memandang baik لِفِرْعَوْنَ lifir'ʿawna bagi Fir'aun سُوٓءُ sūu seburuk-buruk عَمَلِهِۦ ʿamalihi perbuatannya وَصُدَّ waṣudda dan dia dihalangi عَنِ ʿani dari ٱلسَّبِيلِ ۚ l-sabīli jalan وَمَا wamā dan tidaklah كَيْدُ kaydu tipu daya فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun إِلَّا illā kecuali فِى fī dalam تَبَابٍۢ tabābin kerugian/kebinasaan
(yaitu) pintu-pintu langit supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta". Demikianlah dijadikan Firʻawn memandang baik perbuatan yang buruk itu dan dia dihalangi dari jalan (yang benar) dan tipu daya Firʻawn itu tidak lain hanyalah membawa kerugian.
وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِىٓ alladhī orang-orang yang ءَامَنَ āmana beriman يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku ٱتَّبِعُونِ ittabiʿūni ikutilah aku أَهْدِكُمْ ahdikum aku akan tunjukkan kepadamu سَبِيلَ sabīla jalan ٱلرَّشَادِ l-rashādi petunjuk/benar
Orang yang beriman itu berkata, "Hai kaumku, ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar.
يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia مَتَـٰعٌۭ matāʿun kesenangan وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱلْـَٔاخِرَةَ l-ākhirata akhirat هِىَ hiya itu دَارُ dāru tempat/negri ٱلْقَرَارِ l-qarāri kekal
Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.
مَنْ man barang siapa عَمِلَ ʿamila berbuat سَيِّئَةًۭ sayyi-atan kejahatan فَلَا falā maka tidak يُجْزَىٰٓ yuj'zā ia di beri balasan إِلَّا illā kecuali مِثْلَهَا ۖ mith'lahā sebanding dengannya وَمَنْ waman dan barang siapa عَمِلَ ʿamila berbuat صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebajikan مِّن min dari ذَكَرٍ dhakarin laki-laki أَوْ aw atau أُنثَىٰ unthā perempuan وَهُوَ wahuwa dan dia مُؤْمِنٌۭ mu'minun mukmin فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu يَدْخُلُونَ yadkhulūna mereka masuk ٱلْجَنَّةَ l-janata surga يُرْزَقُونَ yur'zaqūna mereka di beri rezeki فِيهَا fīhā di dalamnya بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa حِسَابٍۢ ḥisābin perhitungan
Barang siapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalasi, melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barang siapa mengerjakan amal yang saleh, baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga; mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa hisab.
۞ وَيَـٰقَوْمِ wayāqawmi hai kaumku مَا mā mengapa لِىٓ lī aku أَدْعُوكُمْ adʿūkum aku menyeru kamu إِلَى ilā kepada ٱلنَّجَوٰةِ l-najati keselamatan وَتَدْعُونَنِىٓ watadʿūnanī dan kamu menyeru-ku إِلَى ilā kepada ٱلنَّارِ l-nāri neraka
Hai kaumku, bagaimanakah kamu, aku menyeru kamu kepada keselamatan, tetapi kamu menyeru aku ke neraka?
تَدْعُونَنِى tadʿūnanī kamu menyeruku لِأَكْفُرَ li-akfura supaya aku kafir بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَأُشْرِكَ wa-ush'rika dan aku mempersekutukan بِهِۦ bihi dengan-Nya مَا mā apa-apa لَيْسَ laysa tidak لِى lī bagiku بِهِۦ bihi tentang itu عِلْمٌۭ ʿil'mun pengetahuan وَأَنَا۠ wa-anā dan/padahal aku أَدْعُوكُمْ adʿūkum aku menyeru kamu إِلَى ilā kepada ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Perkasa ٱلْغَفَّـٰرِ l-ghafāri Maha Pengampun
(Mengapa) kamu menyeruku supaya kafir kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan apa yang tidak kuketahui, padahal aku menyeru kamu (beriman) kepada Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun?
لَا lā tidak جَرَمَ jarama ragu-ragu أَنَّمَا annamā bahwasanya تَدْعُونَنِىٓ tadʿūnanī kamu menyeru kepadaku إِلَيْهِ ilayhi kepadanya لَيْسَ laysa tidak لَهُۥ lahu baginya دَعْوَةٌۭ daʿwatun seruan فِى fī di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَلَا walā dan tidak فِى fī di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya مَرَدَّنَآ maraddanā tempat kembali kita إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya ٱلْمُسْرِفِينَ l-mus'rifīna orang-orang yang melampaui batas هُمْ hum mereka أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلنَّارِ l-nāri neraka
Sudah pasti bahwa apa yang kamu seru supaya aku (beriman) kepadanya tidak dapat memperkenankan seruan apa pun, baik di dunia maupun di akhirat 1. Dan sesungguhnya, kita kembali kepada Allah dan sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, mereka itulah penghuni neraka.
فَسَتَذْكُرُونَ fasatadhkurūna maka kelak kamu akan ingat مَآ mā apa yang أَقُولُ aqūlu ku katakan لَكُمْ ۚ lakum bagi kalian وَأُفَوِّضُ wa-ufawwiḍu dan aku menyerahkan أَمْرِىٓ amrī urusanku إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بَصِيرٌۢ baṣīrun Maha Melihat بِٱلْعِبَادِ bil-ʿibādi kepada hamba-hamba-Nya
Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya".
فَوَقَىٰهُ fawaqāhu maka melindungi/memeliharanya ٱللَّهُ l-lahu Allah سَيِّـَٔاتِ sayyiāti kejahatan مَا mā apa yang مَكَرُوا۟ ۖ makarū mereka tipu dayakan وَحَاقَ waḥāqa dan meliputi/mengepung بِـَٔالِ biāli dengan keluarga/kaum فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun سُوٓءُ sūu seburuk-buruk ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab
Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka dan Firʻawn beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk.
ٱلنَّارُ al-nāru api neraka يُعْرَضُونَ yuʿ'raḍūna mereka dinampakkan عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya غُدُوًّۭا ghuduwwan pagi وَعَشِيًّۭا ۖ waʿashiyyan dan petang وَيَوْمَ wayawma dan pada hari تَقُومُ taqūmu terjadinya ٱلسَّاعَةُ l-sāʿatu kiamat أَدْخِلُوٓا۟ adkhilū masukkanlah ءَالَ āla keluarga/kaum فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun أَشَدَّ ashadda sangat keras ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab
Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang1 dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat), "Masukkanlah Firʻawn dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras".
وَإِذْ wa-idh dan ketika يَتَحَآجُّونَ yataḥājjūna mereka berbantah-bantahan فِى fī dalam ٱلنَّارِ l-nāri neraka فَيَقُولُ fayaqūlu maka berkatalah ٱلضُّعَفَـٰٓؤُا۟ l-ḍuʿafāu orang-orang yang lemah لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang ٱسْتَكْبَرُوٓا۟ is'takbarū menyombongkan diri إِنَّا innā sesungguhnya kami كُنَّا kunnā adalah kami لَكُمْ lakum bagi kalian تَبَعًۭا tabaʿan pengikut-pengikut فَهَلْ fahal maka apakah أَنتُم antum kamu مُّغْنُونَ mugh'nūna menghindarkan عَنَّا ʿannā dari kami نَصِيبًۭا naṣīban bahagian مِّنَ mina dari ٱلنَّارِ l-nāri neraka
Dan (ingatlah) ketika mereka berbantah-bantah dalam neraka, maka orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, "Sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan dari kami sebagian azab api neraka?"
قَالَ qāla berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱسْتَكْبَرُوٓا۟ is'takbarū menyombongkan diri إِنَّا innā sesungguhnya kami كُلٌّۭ kullun masing-masing/semua فِيهَآ fīhā di dalamnya(neraka) إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah قَدْ qad sungguh حَكَمَ ḥakama Dia telah memutuskan بَيْنَ bayna diantara ٱلْعِبَادِ l-ʿibādi hamba-hamba
Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab, "Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka karena sesungguhnya Allah telah menetapkan keputusan antara hamba-hamba-(Nya)".
وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang فِى fī di dalam ٱلنَّارِ l-nāri neraka لِخَزَنَةِ likhazanati kepada penjaga جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam ٱدْعُوا۟ id'ʿū mohonkanlah رَبَّكُمْ rabbakum Tuhan kalian يُخَفِّفْ yukhaffif supaya Dia meringankan عَنَّا ʿannā dari kami يَوْمًۭا yawman sehari مِّنَ mina dari ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab
Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahanam, "Mohonkanlah kepada Tuhan-mu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari".
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَوَلَمْ awalam ataukah tidak تَكُ taku kepadamu تَأْتِيكُمْ tatīkum datang kepadamu رُسُلُكُم rusulukum rasul-rasul kamu بِٱلْبَيِّنَـٰتِ ۖ bil-bayināti dengan keterangan yang nyata قَالُوا۟ qālū mereka berkata بَلَىٰ ۚ balā ya benar قَالُوا۟ qālū mereka berkata فَٱدْعُوا۟ ۗ fa-id'ʿū maka berdo'alah وَمَا wamā dan tidaklah دُعَـٰٓؤُا۟ duʿāu do'a ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang yang kafir إِلَّا illā kecuali فِى fī dalam ضَلَـٰلٍ ḍalālin kesesatan
Penjaga Jahanam berkata, "Dan apakah belum datang kepada kamu rasul-rasulmu dengan membawa keterangan-keterangan?" Mereka menjawab, "Benar, sudah datang". Penjaga-penjaga Jahanam berkata, "Berdoalah kamu". Dan doa orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka.
إِنَّا innā sesungguhnya Kami لَنَنصُرُ lananṣuru benar-benar kami menolong رُسُلَنَا rusulanā rasul-rasul Kami وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū mereka beriman فِى fī dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يَقُومُ yaqūmu wahai kaumku ٱلْأَشْهَـٰدُ l-ashhādu saksi-saksi
Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat),
يَوْمَ yawma pada hari لَا lā tidak يَنفَعُ yanfaʿu berguna ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim مَعْذِرَتُهُمْ ۖ maʿdhiratuhum permintaan maaf mereka وَلَهُمُ walahumu dan bagi mereka ٱللَّعْنَةُ l-laʿnatu kutukan وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka سُوٓءُ sūu seburuk-buruk ٱلدَّارِ l-dāri tempat tinggal
(yaitu) hari yang tidak berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah laknat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ءَاتَيْنَا ātaynā telah Kami berikan مُوسَى mūsā Musa ٱلْهُدَىٰ l-hudā petunjuk وَأَوْرَثْنَا wa-awrathnā dan Kami wariskan بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab
Dan sesungguhnya telah Kami berikan petunjuk kepada Musa dan Kami wariskan Taurat kepada Bani Isrā`īl,
هُدًۭى hudan petunjuk وَذِكْرَىٰ wadhik'rā dan peringatan لِأُو۟لِى li-ulī bagi orang-orang yang mempunyai ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi pikiran
untuk menjadi petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang berpikir.
فَٱصْبِرْ fa-iṣ'bir maka bersabarlah kamu إِنَّ inna sesungguhnya وَعْدَ waʿda janji ٱللَّهِ l-lahi Allah حَقٌّۭ ḥaqqun benar وَٱسْتَغْفِرْ wa-is'taghfir dan mohon ampunlah لِذَنۢبِكَ lidhanbika untuk dosamu وَسَبِّحْ wasabbiḥ dan bertasbihlah بِحَمْدِ biḥamdi dengan memuji رَبِّكَ rabbika Tuhanmu بِٱلْعَشِىِّ bil-ʿashiyi di waktu pagi وَٱلْإِبْكَـٰرِ wal-ib'kāri dan petang
Maka bersabarlah kamu karena sesungguhnya janji Allah itu benar dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhan-mu pada waktu petang dan pagi.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُجَـٰدِلُونَ yujādilūna mereka membantah فِىٓ fī pada ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa سُلْطَـٰنٍ sul'ṭānin kekuasaan/alasan أَتَىٰهُمْ ۙ atāhum ia datang pada mereka إِن in tidak ada فِى fī dalam صُدُورِهِمْ ṣudūrihim dada mereka إِلَّا illā kecuali كِبْرٌۭ kib'run kebesaran مَّا mā tidaklah هُم hum mereka بِبَـٰلِغِيهِ ۚ bibālighīhi mencapainya فَٱسْتَعِذْ fa-is'taʿidh maka berlindunglah بِٱللَّهِ ۖ bil-lahi kepada Allah إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia هُوَ huwa Dia ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْبَصِيرُ l-baṣīru Maha Melihat
Sesungguhhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka 1 tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
لَخَلْقُ lakhalqu sungguh penciptaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi أَكْبَرُ akbaru lebih besar مِنْ min dari خَلْقِ khalqi penciptaan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mengetahui
Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
وَمَا wamā dan tidaklah يَسْتَوِى yastawī sama ٱلْأَعْمَىٰ l-aʿmā orang yang buta وَٱلْبَصِيرُ wal-baṣīru dan orang yang melihat وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti shaleh وَلَا walā dan tidak ٱلْمُسِىٓءُ ۚ l-musīu orang yang jahat قَلِيلًۭا qalīlan sedikit sekali مَّا mā apa-apa تَتَذَكَّرُونَ tatadhakkarūna kamu mengambil pelajaran
Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat dan tidaklah (pula sama) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh dengan orang-orang yang durhaka. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلسَّاعَةَ l-sāʿata hari kiamat لَـَٔاتِيَةٌۭ laātiyatun pasti akan datang لَّا lā tidak ada رَيْبَ rayba keraguan فِيهَا fīhā di dalamnya وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman
Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman.
وَقَالَ waqāla dan berfirman رَبُّكُمُ rabbukumu Tuhan kalian ٱدْعُونِىٓ id'ʿūnī berdo'alah kepada-Ku أَسْتَجِبْ astajib akan Ku perkenankan لَكُمْ ۚ lakum bagi kalian إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَسْتَكْبِرُونَ yastakbirūna menyombongkan diri عَنْ ʿan dari عِبَادَتِى ʿibādatī menyembah-Ku سَيَدْخُلُونَ sayadkhulūna mereka akan masuk جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam دَاخِرِينَ dākhirīna keadaan hina
Dan Tuhan-mu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku1 akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina".
ٱللَّهُ al-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلَ jaʿala menjadikan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلَّيْلَ al-layla malam لِتَسْكُنُوا۟ litaskunū supaya kamu beristirahat فِيهِ fīhi padanya وَٱلنَّهَارَ wal-nahāra dan siang مُبْصِرًا ۚ mub'ṣiran terang benderang إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَذُو ladhū benar-benar mempunyai فَضْلٍ faḍlin karunia عَلَى ʿalā atas ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا lā tidak يَشْكُرُونَ yashkurūna bersyukur
Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyal karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.
ذَٰلِكُمُ dhālikumu demikian itu ٱللَّهُ l-lahu Allah رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian خَـٰلِقُ khāliqu Pencipta كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu لَّآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā kecuali هُوَ ۖ huwa Dia فَأَنَّىٰ fa-annā maka bagaimana تُؤْفَكُونَ tu'fakūna kamu dipalingkan
Yang demikian itu adalah Allah, Tuhan-mu, Pencipta segala sesuatu, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka bagaimanakah kamu dapat dipalingkan?
كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikianlah يُؤْفَكُ yu'faku dipalingkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَانُوا۟ kānū adalah mereka بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah يَجْحَدُونَ yajḥadūna mereka mengingkari
Seperti demikianlah dipalingkan orang-orang yang selalu mengingkari ayat-ayat Allah.
ٱللَّهُ al-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلَ jaʿala menjadikan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi قَرَارًۭا qarāran tempat menetap وَٱلسَّمَآءَ wal-samāa dan langit بِنَآءًۭ bināan atap وَصَوَّرَكُمْ waṣawwarakum dan Dia membentuk kamu فَأَحْسَنَ fa-aḥsana lalu Dia membaguskan صُوَرَكُمْ ṣuwarakum bentuk/rupamu وَرَزَقَكُم warazaqakum dan Dia memberimu rezeki مِّنَ mina dari ٱلطَّيِّبَـٰتِ ۚ l-ṭayibāti yang baik-baik ذَٰلِكُمُ dhālikumu demikian itu ٱللَّهُ l-lahu Allah رَبُّكُمْ ۖ rabbukum Tuhan kalian فَتَبَارَكَ fatabāraka Maha Suci ٱللَّهُ l-lahu Allah رَبُّ rabbu Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap dan membentuk kamu, lalu membaguskan rupamu serta memberi kamu rezeki dengan sebagian yang baik-baik. Yang demikian itu adalah Allah Tuhan-mu, Maha Agung Allah, Tuhan semesta alam.
هُوَ huwa Dia ٱلْحَىُّ l-ḥayu yang hidup لَآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā kecuali هُوَ huwa Dia فَٱدْعُوهُ fa-id'ʿūhu maka sembahlah Dia مُخْلِصِينَ mukh'liṣīna dengan ikhlas لَهُ lahu kepada-Nya ٱلدِّينَ ۗ l-dīna agama/ketaatan ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah رَبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Dialah Yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadat kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
۞ قُلْ qul katakanlah إِنِّى innī sesungguhnya aku نُهِيتُ nuhītu aku dilarang أَنْ an bahwa أَعْبُدَ aʿbuda aku menyembah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang تَدْعُونَ tadʿūna kamu sembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah لَمَّا lammā setelah جَآءَنِىَ jāaniya datang kepadaku ٱلْبَيِّنَـٰتُ l-bayinātu keterangan yang nyata مِن min dari رَّبِّى rabbī Tuhanku وَأُمِرْتُ wa-umir'tu dan aku di perintah أَنْ an supaya أُسْلِمَ us'lima aku berserah diri لِرَبِّ lirabbi kepada Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Katakanlah (ya Muhammad), "Sesungguhnya aku dilarang menyembah sembahan yang kamu sembah selain Allah setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhan-ku dan aku diperintahkan supaya tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam.
هُوَ huwa Dia ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَكُم khalaqakum menciptakan kalian مِّن min dari تُرَابٍۢ turābin tanah ثُمَّ thumma kemudian مِن min dari نُّطْفَةٍۢ nuṭ'fatin setetes mani ثُمَّ thumma kemudian مِنْ min dari عَلَقَةٍۢ ʿalaqatin segumpal darah ثُمَّ thumma kemudian يُخْرِجُكُمْ yukh'rijukum Dia mengeluarkan kamu طِفْلًۭا ṭif'lan anak kecil ثُمَّ thumma kemudian لِتَبْلُغُوٓا۟ litablughū supaya kamu sampai أَشُدَّكُمْ ashuddakum kedewasaanmu ثُمَّ thumma kemudian لِتَكُونُوا۟ litakūnū supaya kamu menjadi شُيُوخًۭا ۚ shuyūkhan tua وَمِنكُم waminkum dan diantara kamu مَّن man orang يُتَوَفَّىٰ yutawaffā diwafatkan مِن min dari قَبْلُ ۖ qablu sebelum itu وَلِتَبْلُغُوٓا۟ walitablughū dan supaya kamu sampai أَجَلًۭا ajalan waktu مُّسَمًّۭى musamman telah ditentukan وَلَعَلَّكُمْ walaʿallakum dan supaya kamu تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal
Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).
هُوَ huwa Dia ٱلَّذِى alladhī yang يُحْىِۦ yuḥ'yī menghidupkan وَيُمِيتُ ۖ wayumītu dan mematikan فَإِذَا fa-idhā maka apabila قَضَىٰٓ qaḍā Dia menetapkan أَمْرًۭا amran suatu urusan فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah يَقُولُ yaqūlu Dia berkata لَهُۥ lahu kepadanya كُن kun jadilah فَيَكُونُ fayakūnu maka jadilah ia
Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya bekata kepadanya, "Jadilah", maka jadilah ia.
أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara kamu memperhatikan إِلَى ilā kepada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُجَـٰدِلُونَ yujādilūna mereka membantah فِىٓ fī pada ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah أَنَّىٰ annā bagaimana يُصْرَفُونَ yuṣ'rafūna mereka dipalingkan
Apakah kamu tidak melihat kepada orang-orang yang membantah ayat-ayat Allah? Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan?
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka mendustakan بِٱلْكِتَـٰبِ bil-kitābi dengan kitab وَبِمَآ wabimā dan dengan apa أَرْسَلْنَا arsalnā Kami utus بِهِۦ bihi dengannya رُسُلَنَا ۖ rusulanā rasul-rasul Kami فَسَوْفَ fasawfa maka kelak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
(Yaitu) orang-orang yang mendustakan Alkitab (Al-Qur`ān) dan wahyu yang dibawa oleh rasul-rasul Kami yang telah Kami utus. Kelak mereka akan mengetahui,
إِذِ idhi ketika ٱلْأَغْلَـٰلُ l-aghlālu belenggu فِىٓ fī pada أَعْنَـٰقِهِمْ aʿnāqihim leher mereka وَٱلسَّلَـٰسِلُ wal-salāsilu dan rantai يُسْحَبُونَ yus'ḥabūna mereka di seret
ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret,
فِى fī dalam ٱلْحَمِيمِ l-ḥamīmi air yang panas ثُمَّ thumma kemudian فِى fī dalam ٱلنَّارِ l-nāri api يُسْجَرُونَ yus'jarūna mereka di bakar
ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api,
ثُمَّ thumma kemudian قِيلَ qīla dikatakan لَهُمْ lahum kepada mereka أَيْنَ ayna dimanakah مَا mā apa (berhala) كُنتُمْ kuntum kalian adalah تُشْرِكُونَ tush'rikūna kamu persekutukan
kemudian dikatakan kepada mereka, "Manakah berhala-berhala yang selalu kamu persekutukan,
مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah قَالُوا۟ qālū mereka berkata ضَلُّوا۟ ḍallū merekah telah sesat عَنَّا ʿannā dari kami بَل bal bahkan لَّمْ lam tidak ada نَكُن nakun kami نَّدْعُوا۟ nadʿū kami menyembah مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum شَيْـًۭٔا ۚ shayan sesuatu كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikian يُضِلُّ yuḍillu menyesatkan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir
(yang kamu sembah) selain Allah?" Mereka menjawab, "Mereka telah hilang lenyap dari kami, bahkan kami dahulu tiada pernah menyembah sesuatu". Seperti demikianlah Allah menyesatkan orang-orang kafir.
ذَٰلِكُم dhālikum demikian itu بِمَا bimā dengan apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَفْرَحُونَ tafraḥūna bersuka ria فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi بِغَيْرِ bighayri dengan tidak ٱلْحَقِّ l-ḥaqi benar وَبِمَا wabimā dan dengan apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَمْرَحُونَ tamraḥūna kamu sombong/congkak
Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di muka bumi dengan tidak benar dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan).
ٱدْخُلُوٓا۟ ud'khulū masuklah أَبْوَٰبَ abwāba pintu-pintu جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam خَـٰلِدِينَ khālidīna dalam keadaan kekal فِيهَا ۖ fīhā di dalamnya فَبِئْسَ fabi'sa maka amat buruk مَثْوَى mathwā tempat ٱلْمُتَكَبِّرِينَ l-mutakabirīna orang-orang yang sombong
(Dikatakan kepada mereka), "Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahanam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong".
فَٱصْبِرْ fa-iṣ'bir maka bersabarlah kamu إِنَّ inna sesungguhnya وَعْدَ waʿda janji ٱللَّهِ l-lahi Allah حَقٌّۭ ۚ ḥaqqun benar فَإِمَّا fa-immā maka adapun نُرِيَنَّكَ nuriyannaka Kami perlihatkan kepadamu بَعْضَ baʿḍa sebagai ٱلَّذِى alladhī yang نَعِدُهُمْ naʿiduhum Kami ancamkan pada mereka أَوْ aw atau نَتَوَفَّيَنَّكَ natawaffayannaka Kami wafatkan kamu فَإِلَيْنَا fa-ilaynā maka kepada Kami يُرْجَعُونَ yur'jaʿūna mereka dikembalikan
Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar; maka meskipun Kami perlihatkan kepadamu sebagian siksa yang Kami ancamkan kepada mereka ataupun Kami wafatkan kamu (sebelum ajal menimpa mereka), namun kepada Kami sajalah mereka dikembalikan.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَرْسَلْنَا arsalnā telah Kami utus رُسُلًۭا rusulan beberapa rasul مِّن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu مِنْهُم min'hum di antara mereka مَّن man orang قَصَصْنَا qaṣaṣnā Kami ceritakan عَلَيْكَ ʿalayka kepadamu وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مَّن man orang لَّمْ lam tidak نَقْصُصْ naqṣuṣ Kami ceritakan عَلَيْكَ ۗ ʿalayka kepadamu وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada لِرَسُولٍ lirasūlin bagi seorang rasul أَن an bahwa يَأْتِىَ yatiya dia mendatangkan بِـَٔايَةٍ biāyatin dengan suatu ayat/mu'jizat إِلَّا illā kecuali بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan seizin ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah فَإِذَا fa-idhā maka apabila جَآءَ jāa datang أَمْرُ amru perintah ٱللَّهِ l-lahi Allah قُضِىَ quḍiya diputuskan بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan benar/adil وَخَسِرَ wakhasira dan rugilah هُنَالِكَ hunālika di waktu itu ٱلْمُبْطِلُونَ l-mub'ṭilūna orang-orang yang berpegang pada yang bathil
Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah; maka apabila telah datang perintah Allah diputuskan (semua perkara) dengan adil. Dan ketika itu, rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil.
ٱللَّهُ al-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلَ jaʿala menjadikan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْأَنْعَـٰمَ l-anʿāma binatang ternak لِتَرْكَبُوا۟ litarkabū untuk kamu kendarai مِنْهَا min'hā sebagiannya وَمِنْهَا wamin'hā dan sebagiannya تَأْكُلُونَ takulūna kamu makan
Allah-lah yang menjadikan binatang ternak untuk kamu, sebagiannya untuk kamu kendarai dan sebagiannya untuk kamu makan.
وَلَكُمْ walakum dan untuk kamu فِيهَا fīhā padanya مَنَـٰفِعُ manāfiʿu beberapa manfaat وَلِتَبْلُغُوا۟ walitablughū dan supaya kamu mencapai عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya حَاجَةًۭ ḥājatan keperluan فِى fī dalam صُدُورِكُمْ ṣudūrikum dada kamu وَعَلَيْهَا waʿalayhā dan diatasnya وَعَلَى waʿalā dan di atas ٱلْفُلْكِ l-ful'ki perahu تُحْمَلُونَ tuḥ'malūna kamu di bawa/ di angkut
Dan (ada lagi) manfaat-manfaat yang lain pada binatang ternak itu untuk kamu 1 dan supaya kamu mencapai suatu keperluan yang tersimpan dalam hati dengan mengendarainya. Dan kamu dapat diangkut dengan mengendarai binatang-binatang itu dan dengan mengendarai bahtera.
وَيُرِيكُمْ wayurīkum dan Dia memperlihatkan padamu ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi tanda-tanda-Nya فَأَىَّ fa-ayya maka yang manakah ءَايَـٰتِ āyāti tanda-tanda ٱللَّهِ l-lahi Allah تُنكِرُونَ tunkirūna kamu ingkari
Dan Dia memperlihatkan kepada kamu tanda-tanda (kekuasaan-Nya); maka tanda-tanda (kekuasaan) Allah yang manakah yang kamu ingkari?
أَفَلَمْ afalam apakah maka tidak يَسِيرُوا۟ yasīrū mereka berjalan فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi فَيَنظُرُوا۟ fayanẓurū lalu mereka memperhatikan كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ ۚ qablihim sebelum mereka كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka أَكْثَرَ akthara lebih banyak مِنْهُمْ min'hum daripada mereka وَأَشَدَّ wa-ashadda dan lebih hebat قُوَّةًۭ quwwatan kekuatan وَءَاثَارًۭا waāthāran dan bekas-bekas فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi فَمَآ famā maka tidak أَغْنَىٰ aghnā berguna عَنْهُم ʿanhum bagi mereka مَّا mā apa كَانُوا۟ kānū yang adalah mereka يَكْسِبُونَ yaksibūna mereka usahakan
Maka apakah mereka tiada mengadakan perjalanan di muka bumi, lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Adalah orang-orang yang sebelum mereka itu lebih hebat kekuatannya dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi 1, maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka.
فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَتْهُمْ jāathum datang kepada mereka رُسُلُهُم rusuluhum rasul-rasul mereka بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan keterangan yang nyata فَرِحُوا۟ fariḥū mereka bergembira بِمَا bimā dengan apa عِندَهُم ʿindahum di sisi mereka مِّنَ mina daripada ٱلْعِلْمِ l-ʿil'mi ilmu pengetahuan وَحَاقَ waḥāqa dan mengepung بِهِم bihim pada mereka مَّا mā apa (azab) كَانُوا۟ kānū adalah mereka بِهِۦ bihi dengannya يَسْتَهْزِءُونَ yastahziūna mereka memperolok-olok
Maka tatkala datang kepada mereka rasul-rasul (yang diutus kepada) mereka dengan membawa ketarangan-keterangan, mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka 1 dan mereka dikepung oleh azab Allah yang selalu mereka perolok-olokkan itu.
فَلَمَّا falammā maka tatkala رَأَوْا۟ ra-aw mereka melihat بَأْسَنَا basanā azab Kami قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَحْدَهُۥ waḥdahu sendiri-Nya وَكَفَرْنَا wakafarnā dan kami ingkar بِمَا bimā dengan apa كُنَّا kunnā adalah kami بِهِۦ bihi dengan-Nya مُشْرِكِينَ mush'rikīna orang-orang yang mempersekutukan
Maka tatkala mereka melihat azab Kami, mereka berkata, "Kami beriman hanya kepada Allah saja dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah".
فَلَمْ falam maka tidak ada يَكُ yaku adalah يَنفَعُهُمْ yanfaʿuhum berguna bagi mereka إِيمَـٰنُهُمْ īmānuhum iman mereka لَمَّا lammā tatkala رَأَوْا۟ ra-aw mereka melihat بَأْسَنَا ۖ basanā azab Kami سُنَّتَ sunnata sunnah/ketetapan ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلَّتِى allatī yang قَدْ qad sungguh خَلَتْ khalat telah berlaku فِى fī pada عِبَادِهِۦ ۖ ʿibādihi hamba-hamba-Nya وَخَسِرَ wakhasira dan rugi هُنَالِكَ hunālika di waktu itu ٱلْكَـٰفِرُونَ l-kāfirūna orang-orang yang kafir
Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. Itulah sunah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan pada waktu itu, binasalah orang-orang kafir.