المائدة
Al-Ma'idah
Jamuan (Hidangan Makanan) Madaniyah
Memuat audio qari…
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman أَوْفُوا۟ awfū penuhilah olehmu بِٱلْعُقُودِ ۚ bil-ʿuqūdi dengan/akan janji-janji أُحِلَّتْ uḥillat dihalalkan لَكُم lakum bagi kalian بَهِيمَةُ bahīmatu binatang ٱلْأَنْعَـٰمِ l-anʿāmi ternak إِلَّا illā kecuali مَا mā apa يُتْلَىٰ yut'lā dibacakan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian غَيْرَ ghayra bukan/tidak مُحِلِّى muḥillī menghalalkan ٱلصَّيْدِ l-ṣaydi berburu وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian حُرُمٌ ۗ ḥurumun ihram/mengerjakan haji إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَحْكُمُ yaḥkumu Dia menetapkan hukum مَا mā apa يُرِيدُ yurīdu Dia kehendaki
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu1. Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu, (Yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا lā jangan تُحِلُّوا۟ tuḥillū kamu melanggar شَعَـٰٓئِرَ shaʿāira syiar-syiar ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَا walā dan jangan ٱلشَّهْرَ l-shahra bulan-bulan ٱلْحَرَامَ l-ḥarāma haram/suci وَلَا walā dan jangan ٱلْهَدْىَ l-hadya binatang hadiah/korban وَلَا walā dan jangan ٱلْقَلَـٰٓئِدَ l-qalāida binatang yang diberi kalung untuk korban وَلَآ walā dan jangan ءَآمِّينَ āmmīna orang-orang yang mengunjungi ٱلْبَيْتَ l-bayta Baitul ٱلْحَرَامَ l-ḥarāma Haram يَبْتَغُونَ yabtaghūna mereka bermaksud mencari فَضْلًۭا faḍlan karunia مِّن min dari رَّبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَرِضْوَٰنًۭا ۚ wariḍ'wānan dan keridhaan وَإِذَا wa-idhā dan apabila حَلَلْتُمْ ḥalaltum kamu telah menyelesaikan ibadah haji فَٱصْطَادُوا۟ ۚ fa-iṣ'ṭādū maka berburulah kamu وَلَا walā dan jangan يَجْرِمَنَّكُمْ yajrimannakum ganjaran(dosa) yang kamu lakukan شَنَـَٔانُ shanaānu kebencian قَوْمٍ qawmin suatu kaum أَن an bahwa صَدُّوكُمْ ṣaddūkum mereka menghalang-halangi kamu عَنِ ʿani dari ٱلْمَسْجِدِ l-masjidi Masjidil ٱلْحَرَامِ l-ḥarāmi Haram أَن an bahwa تَعْتَدُوا۟ ۘ taʿtadū kamu melampaui batas/aniaya وَتَعَاوَنُوا۟ wataʿāwanū dan tolong menolonglah kamu عَلَى ʿalā atas/dalam ٱلْبِرِّ l-biri kebaikan وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ wal-taqwā dan takwa وَلَا walā dan jangan تَعَاوَنُوا۟ taʿāwanū kamu tolong menolong عَلَى ʿalā atas/dalam ٱلْإِثْمِ l-ith'mi berbuat dosa وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ wal-ʿud'wāni dan permusuhan وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ ۖ l-laha Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah شَدِيدُ shadīdu sangat keras ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksa
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syiar-syiar Allah1, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram2, jangan (mengganggu) binatang-binatang hadya3, dan binatang-binatang qalā`id4, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah, sedang mereka mencari karunia dan keridaan dari Tuhan-nya5 dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidil Haram, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.
حُرِّمَتْ ḥurrimat diharamkan عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلْمَيْتَةُ l-maytatu bangkai وَٱلدَّمُ wal-damu dan darah وَلَحْمُ walaḥmu dan daging ٱلْخِنزِيرِ l-khinzīri babi وَمَآ wamā dan apa (binatang) أُهِلَّ uhilla disembelih لِغَيْرِ lighayri karena bukan (atas nama) ٱللَّهِ l-lahi Allah بِهِۦ bihi dengannya وَٱلْمُنْخَنِقَةُ wal-mun'khaniqatu dan yang tercekik وَٱلْمَوْقُوذَةُ wal-mawqūdhatu dan yang dipukul وَٱلْمُتَرَدِّيَةُ wal-mutaradiyatu dan yang jatuh وَٱلنَّطِيحَةُ wal-naṭīḥatu dan binatang yang ditanduk وَمَآ wamā dan apa (binatang) أَكَلَ akala memakan (menerkam) ٱلسَّبُعُ l-sabuʿu binatang buas إِلَّا illā kecuali مَا mā apa ذَكَّيْتُمْ dhakkaytum kamu menyembelihnya وَمَا wamā dan apa (binatang) ذُبِحَ dhubiḥa disembelih عَلَى ʿalā atas/untuk ٱلنُّصُبِ l-nuṣubi berhala وَأَن wa-an dan bahwa تَسْتَقْسِمُوا۟ tastaqsimū kamu mengundi nasib بِٱلْأَزْلَـٰمِ ۚ bil-azlāmi dengan anak panah ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu فِسْقٌ ۗ fis'qun fasik ٱلْيَوْمَ l-yawma pada hari ini يَئِسَ ya-isa putus asa ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِن min dari دِينِكُمْ dīnikum agamamu فَلَا falā maka janganlah تَخْشَوْهُمْ takhshawhum kamu takut kepada mereka وَٱخْشَوْنِ ۚ wa-ikh'shawni dan takutlah kepadaKu ٱلْيَوْمَ l-yawma pada hari ini أَكْمَلْتُ akmaltu Aku sempurnakan لَكُمْ lakum bagi kalian دِينَكُمْ dīnakum agamamu وَأَتْمَمْتُ wa-atmamtu dan Aku cukupkan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian نِعْمَتِى niʿ'matī nikmatKu وَرَضِيتُ waraḍītu dan Aku telah rela لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْإِسْلَـٰمَ l-is'lāma Islam دِينًۭا ۚ dīnan agama فَمَنِ famani maka barang siapa ٱضْطُرَّ uḍ'ṭurra terpaksa فِى fī dalam مَخْمَصَةٍ makhmaṣatin kelaparan غَيْرَ ghayra bukan/tanpa مُتَجَانِفٍۢ mutajānifin disengaja لِّإِثْمٍۢ ۙ li-ith'min untuk berbuat dosa فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah1, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya2, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah3, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini4, orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini, telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa5 karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
يَسْـَٔلُونَكَ yasalūnaka mereka akan bertanya kepadamu مَاذَآ mādhā apa-apa yang أُحِلَّ uḥilla dihalalkan لَهُمْ ۖ lahum bagi mereka قُلْ qul katakanlah أُحِلَّ uḥilla dihalalkan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلطَّيِّبَـٰتُ ۙ l-ṭayibātu yang baik-baik وَمَا wamā dan apa عَلَّمْتُم ʿallamtum kamu ajari مِّنَ mina dari ٱلْجَوَارِحِ l-jawāriḥi binatang buas مُكَلِّبِينَ mukallibīna dengan melatih untuk berburu تُعَلِّمُونَهُنَّ tuʿallimūnahunna kamu mengajarnya مِمَّا mimmā dari apa/menurut apa عَلَّمَكُمُ ʿallamakumu mengajarkan kepadamu ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah فَكُلُوا۟ fakulū maka makanlah مِمَّآ mimmā dari apa أَمْسَكْنَ amsakna ia tangkap عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَٱذْكُرُوا۟ wa-udh'kurū dan sebutlah ٱسْمَ is'ma nama ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْهِ ۖ ʿalayhi atasnya وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah سَرِيعُ sarīʿu sangat cepat ٱلْحِسَابِ l-ḥisābi perhitungan
Mereka menanyakan kepadamu, "Apakah yang dihalalkan bagi mereka?" Katakanlah, "Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatih nya untuk berburu; kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu1. Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu2, dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepaskannya)3. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya".
ٱلْيَوْمَ al-yawma pada hari ini أُحِلَّ uḥilla dihalalkan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلطَّيِّبَـٰتُ ۖ l-ṭayibātu yang baik-baik وَطَعَامُ waṭaʿāmu dan makanan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab حِلٌّۭ ḥillun halal لَّكُمْ lakum bagi kalian وَطَعَامُكُمْ waṭaʿāmukum dan makananmu حِلٌّۭ ḥillun halal لَّهُمْ ۖ lahum bagi mereka وَٱلْمُحْصَنَـٰتُ wal-muḥ'ṣanātu dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan مِنَ mina dari ٱلْمُؤْمِنَـٰتِ l-mu'mināti wanita-wanita mukmin وَٱلْمُحْصَنَـٰتُ wal-muḥ'ṣanātu dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan مِنَ mina dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab مِن min dari قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian إِذَآ idhā jika ءَاتَيْتُمُوهُنَّ ātaytumūhunna kamu memberikan kepada mereka أُجُورَهُنَّ ujūrahunna mas kawin mereka مُحْصِنِينَ muḥ'ṣinīna mengawininya غَيْرَ ghayra bukan مُسَـٰفِحِينَ musāfiḥīna berzina وَلَا walā dan tidak مُتَّخِذِىٓ muttakhidhī menjadikannya أَخْدَانٍۢ ۗ akhdānin gundik وَمَن waman dan barang siapa يَكْفُرْ yakfur kafir/ingkar بِٱلْإِيمَـٰنِ bil-īmāni dengan/sesudah beriman فَقَدْ faqad maka sungguh حَبِطَ ḥabiṭa terhapus عَمَلُهُۥ ʿamaluhu amalnya وَهُوَ wahuwa dan dia فِى fī di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat مِنَ mina dari/termasuk ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang rugi
Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Alkitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (Dan dihalalkan mangawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan1 di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Alkitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar maskawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barang siapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam), maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِذَا idhā apabila قُمْتُمْ qum'tum berdiri/mengerjakan إِلَى ilā kepada/untuk ٱلصَّلَوٰةِ l-ṣalati sholat فَٱغْسِلُوا۟ fa-igh'silū maka basuhlah وُجُوهَكُمْ wujūhakum mukamu وَأَيْدِيَكُمْ wa-aydiyakum dan tanganmu إِلَى ilā sampai ٱلْمَرَافِقِ l-marāfiqi siku-siku وَٱمْسَحُوا۟ wa-im'saḥū dan sapulah بِرُءُوسِكُمْ biruūsikum dengan/pada kepalamu وَأَرْجُلَكُمْ wa-arjulakum dan kaki-kakimu إِلَى ilā sampai ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ l-kaʿbayni kedua mata-kaki وَإِن wa-in dan jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah جُنُبًۭا junuban berjunub فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ fa-iṭṭahharū maka bersucilah kamui وَإِن wa-in dan jika كُنتُم kuntum kalian adalah مَّرْضَىٰٓ marḍā sakit أَوْ aw atau عَلَىٰ ʿalā atas/dalam سَفَرٍ safarin perjalanan أَوْ aw atau جَآءَ jāa datang أَحَدٌۭ aḥadun seseorang مِّنكُم minkum di antara kamu مِّنَ mina dari ٱلْغَآئِطِ l-ghāiṭi tempat buang air أَوْ aw atau لَـٰمَسْتُمُ lāmastumu kamu menyentuh ٱلنِّسَآءَ l-nisāa perempuan فَلَمْ falam maka tidak تَجِدُوا۟ tajidū kamu mendapatkan مَآءًۭ māan air فَتَيَمَّمُوا۟ fatayammamū maka bertayamunlah kamu صَعِيدًۭا ṣaʿīdan debu/tanah طَيِّبًۭا ṭayyiban baik/bersih فَٱمْسَحُوا۟ fa-im'saḥū maka usaplah بِوُجُوهِكُمْ biwujūhikum dengan/pada mukamu وَأَيْدِيكُم wa-aydīkum dan tangan-tangan kamu مِّنْهُ ۚ min'hu dari padanya مَا mā tidak يُرِيدُ yurīdu menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah لِيَجْعَلَ liyajʿala untuk menjadikan عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian مِّنْ min dari حَرَجٍۢ ḥarajin kesempitan/kesulitan وَلَـٰكِن walākin akan tetapi يُرِيدُ yurīdu Dia menghendaki لِيُطَهِّرَكُمْ liyuṭahhirakum untuk membersihkan kamu وَلِيُتِمَّ waliyutimma dan untuk menyempurnakan نِعْمَتَهُۥ niʿ'matahu nikmat عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu, dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit1 atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh2 perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.
وَٱذْكُرُوا۟ wa-udh'kurū dan ingatlah نِعْمَةَ niʿ'mata nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَمِيثَـٰقَهُ wamīthāqahu dan perjanjianNya ٱلَّذِى alladhī yang وَاثَقَكُم wāthaqakum Dia janjikan kepadamu بِهِۦٓ bihi dengannya إِذْ idh ketika قُلْتُمْ qul'tum kamu mengatakan سَمِعْنَا samiʿ'nā kami dengar وَأَطَعْنَا ۖ wa-aṭaʿnā dan kami taat وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِذَاتِ bidhāti dengan/terhadap isi ٱلصُّدُورِ l-ṣudūri hati
Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya1 yang telah diikat-Nya dengan kamu, ketika kamu mengatakan, "Kami dengar dan kami taati". Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mengetahui isi hati(mu).
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman كُونُوا۟ kūnū adalah/jadilah kamu قَوَّٰمِينَ qawwāmīna orang-orang yang menegakkan لِلَّهِ lillahi karena Allah شُهَدَآءَ shuhadāa saksi-saksi بِٱلْقِسْطِ ۖ bil-qis'ṭi dengan adil وَلَا walā dan jangan يَجْرِمَنَّكُمْ yajrimannakum membuatmu berdosa شَنَـَٔانُ shanaānu kebencian قَوْمٍ qawmin kaum عَلَىٰٓ ʿalā atas أَلَّا allā untuk tidak تَعْدِلُوا۟ ۚ taʿdilū kamu berlaku adil ٱعْدِلُوا۟ iʿ'dilū berlaku adillah هُوَ huwa ia أَقْرَبُ aqrabu lebih dekat لِلتَّقْوَىٰ ۖ lilttaqwā untuk/kepada takwa وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah خَبِيرٌۢ khabīrun Maha Mengetahui بِمَا bimā dengan/terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
وَعَدَ waʿada telah menjanjikan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ ۙ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh لَهُم lahum bagi mereka مَّغْفِرَةٌۭ maghfiratun ampunan وَأَجْرٌ wa-ajrun dan pahala عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar
Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَكَذَّبُوا۟ wakadhabū dan mereka mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَآ biāyātinā dengan ayat-ayat Kami أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلْجَحِيمِ l-jaḥīmi neraka
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu adalah penghuni neraka.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱذْكُرُوا۟ udh'kurū ingatlah نِعْمَتَ niʿ'mata nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian إِذْ idh ketika هَمَّ hamma berkehendak قَوْمٌ qawmun kaum أَن an untuk يَبْسُطُوٓا۟ yabsuṭū memanjangkan/meluaskan إِلَيْكُمْ ilaykum kepadamu أَيْدِيَهُمْ aydiyahum tangan-tangan mereka فَكَفَّ fakaffa maka Dia menahan أَيْدِيَهُمْ aydiyahum tangan-tangan mereka عَنكُمْ ۖ ʿankum dari kalian وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah وَعَلَى waʿalā dan atas/kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah فَلْيَتَوَكَّلِ falyatawakkali hendaklah bertawakkal ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang mukmin
Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu harus bertawakal.
۞ وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَخَذَ akhadha telah mengambil ٱللَّهُ l-lahu Allah مِيثَـٰقَ mīthāqa perjanjian بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil وَبَعَثْنَا wabaʿathnā dan Kami telah mengangkat مِنْهُمُ min'humu diantara mereka ٱثْنَىْ ith'nay dua عَشَرَ ʿashara belas (orang) نَقِيبًۭا ۖ naqīban pemimpin وَقَالَ waqāla dan berfirman ٱللَّهُ l-lahu Allah إِنِّى innī sesungguhnya Aku مَعَكُمْ ۖ maʿakum beserta kamu لَئِنْ la-in sungguh jika أَقَمْتُمُ aqamtumu kamu mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَءَاتَيْتُمُ waātaytumu dan kamu menunaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat وَءَامَنتُم waāmantum dan kamu beriman بِرُسُلِى birusulī kepada Rasul-Rasul-Ku وَعَزَّرْتُمُوهُمْ waʿazzartumūhum dan kamu membantu mereka وَأَقْرَضْتُمُ wa-aqraḍtumu dan kamu meminjamkan ٱللَّهَ l-laha Allah قَرْضًا qarḍan pinjaman حَسَنًۭا ḥasanan baik لَّأُكَفِّرَنَّ la-ukaffiranna sungguh Aku akan menghapus عَنكُمْ ʿankum dari kalian سَيِّـَٔاتِكُمْ sayyiātikum kesalahan-kesalahanmu وَلَأُدْخِلَنَّكُمْ wala-ud'khilannakum dan sungguh Aku akan memasukkan kamu جَنَّـٰتٍۢ jannātin sorga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ ۚ l-anhāru sungai-sungai فَمَن faman maka barang siapa كَفَرَ kafara kafir/ingkar بَعْدَ baʿda sesudah ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu مِنكُمْ minkum diantara kamu فَقَدْ faqad maka sungguh ضَلَّ ḍalla dia telah sesat سَوَآءَ sawāa sama/lurus ٱلسَّبِيلِ l-sabīli jalan
Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Isrā`īl dan telah Kami angkat diantara mereka dua belas orang pemimpin dan Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan salat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik1 sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air didalamnya sungai-sungai . Maka barang siapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus".
فَبِمَا fabimā maka dengan sebab نَقْضِهِم naqḍihim mereka melanggar مِّيثَـٰقَهُمْ mīthāqahum perjanjian mereka لَعَنَّـٰهُمْ laʿannāhum Kami mengutuk mereka وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan قُلُوبَهُمْ qulūbahum hati mereka قَـٰسِيَةًۭ ۖ qāsiyatan keras membatu يُحَرِّفُونَ yuḥarrifūna mereka merubah ٱلْكَلِمَ l-kalima perkataan عَن ʿan dari مَّوَاضِعِهِۦ ۙ mawāḍiʿihi tempat-tempatnya وَنَسُوا۟ wanasū dan mereka melupakan حَظًّۭا ḥaẓẓan bagian مِّمَّا mimmā dari apa ذُكِّرُوا۟ dhukkirū mereka telah diperingatkan بِهِۦ ۚ bihi dengannya وَلَا walā dan jangan تَزَالُ tazālu kamu senantiasa تَطَّلِعُ taṭṭaliʿu kamu akan melihat عَلَىٰ ʿalā atas خَآئِنَةٍۢ khāinatin orang yang khianat مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka إِلَّا illā kecuali قَلِيلًۭا qalīlan sedikit مِّنْهُمْ ۖ min'hum diantara mereka فَٱعْفُ fa-uʿ'fu maka maafkanlah عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka وَٱصْفَحْ ۚ wa-iṣ'faḥ dan biarkanlah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik
(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya1, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
وَمِنَ wamina dan dari/diantara ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang قَالُوٓا۟ qālū (mereka) mengatakan إِنَّا innā sesungguhnya kami نَصَـٰرَىٰٓ naṣārā orang-orang Nasrani أَخَذْنَا akhadhnā Kami telah mengambil مِيثَـٰقَهُمْ mīthāqahum perjanjian mereka فَنَسُوا۟ fanasū maka/tetapi mereka melupakan حَظًّۭا ḥaẓẓan bagian مِّمَّا mimmā dari apa ذُكِّرُوا۟ dhukkirū mereka diperingatkan بِهِۦ bihi dengannya فَأَغْرَيْنَا fa-aghraynā maka Kami timbulkan بَيْنَهُمُ baynahumu di antara mereka ٱلْعَدَاوَةَ l-ʿadāwata permusuhan وَٱلْبَغْضَآءَ wal-baghḍāa dan kebencian/kemarahan إِلَىٰ ilā sampai يَوْمِ yawmi hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ l-qiyāmati kiamat وَسَوْفَ wasawfa dan kelak يُنَبِّئُهُمُ yunabbi-uhumu akan memberitahukan pada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah بِمَا bimā dengan apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَصْنَعُونَ yaṣnaʿūna (mereka) kerjakan
Dan di antara orang-orang yang mengatakan, "Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani", ada yang telah kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya, maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang selalu mereka kerjakan.
يَـٰٓأَهْلَ yāahla Wahai ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab قَدْ qad sungguh جَآءَكُمْ jāakum telah datang kepadamu رَسُولُنَا rasūlunā Rasul Kami يُبَيِّنُ yubayyinu dia menjelaskan لَكُمْ lakum bagi kalian كَثِيرًۭا kathīran banyak مِّمَّا mimmā dari apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تُخْفُونَ tukh'fūna (kamu) sembunyikan مِنَ mina dari ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi (isi) Kitab وَيَعْفُوا۟ wayaʿfū dan memaafkan/membiarkan عَن ʿan dari كَثِيرٍۢ ۚ kathīrin kebanyakan قَدْ qad sungguh جَآءَكُم jāakum telah datang kepadamu مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah نُورٌۭ nūrun cahaya وَكِتَـٰبٌۭ wakitābun dan kitab مُّبِينٌۭ mubīnun terang/nyata
Hai ahli kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Alkitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan1.
يَهْدِى yahdī memberi petunjuk بِهِ bihi dengannya (Kitab) ٱللَّهُ l-lahu Allah مَنِ mani orang ٱتَّبَعَ ittabaʿa mengikuti رِضْوَٰنَهُۥ riḍ'wānahu keridhaanNya سُبُلَ subula jalan ٱلسَّلَـٰمِ l-salāmi keselamatan وَيُخْرِجُهُم wayukh'rijuhum dan Dia mengeluarkan mereka مِّنَ mina dari ٱلظُّلُمَـٰتِ l-ẓulumāti kegelapan إِلَى ilā kepada ٱلنُّورِ l-nūri cahaya/terang بِإِذْنِهِۦ bi-idh'nihi dengan izinNya وَيَهْدِيهِمْ wayahdīhim dan Dia memberi petunjuk mereka إِلَىٰ ilā kepada صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin lurus
Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.
لَّقَدْ laqad sungguh كَفَرَ kafara telah kafir ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang قَالُوٓا۟ qālū (mereka) berkata إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah هُوَ huwa Dia ٱلْمَسِيحُ l-masīḥu Al Masih ٱبْنُ ub'nu putera مَرْيَمَ ۚ maryama Maryam قُلْ qul katakanlah فَمَن faman maka siapakah يَمْلِكُ yamliku yang menguasai مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah شَيْـًٔا shayan sesuatu إِنْ in jika أَرَادَ arāda menghendaki أَن an untuk يُهْلِكَ yuh'lika membinasakan ٱلْمَسِيحَ l-masīḥa Al Masih ٱبْنَ ib'na putera مَرْيَمَ maryama Maryam وَأُمَّهُۥ wa-ummahu dan ibunya وَمَن waman dan siapa/orang فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi جَمِيعًۭا ۗ jamīʿan seluruhnya وَلِلَّهِ walillahi dan milik Allah مُلْكُ mul'ku kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَمَا wamā dan apa بَيْنَهُمَا ۚ baynahumā diantara keduanya يَخْلُقُ yakhluqu Dia menciptakan مَا mā apa يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah itu ialah Al-Masih putra Maryam". Katakanlah, "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al-Masih putra Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?" Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
وَقَالَتِ waqālati dan berkata ٱلْيَهُودُ l-yahūdu orang-orang Yahudi وَٱلنَّصَـٰرَىٰ wal-naṣārā dan orang-orang Nasrani نَحْنُ naḥnu kami أَبْنَـٰٓؤُا۟ abnāu anak-anak ٱللَّهِ l-lahi Allah وَأَحِبَّـٰٓؤُهُۥ ۚ wa-aḥibbāuhu dan kekasih-kekasihNya قُلْ qul katakan فَلِمَ falima maka mengapa يُعَذِّبُكُم yuʿadhibukum Dia menyiksa kamu بِذُنُوبِكُم ۖ bidhunūbikum karena dosa-dosa kamu بَلْ bal bahkan/tetapi أَنتُم antum kamu بَشَرٌۭ basharun manusia مِّمَّنْ mimman diantara orang خَلَقَ ۚ khalaqa Dia ciptakan يَغْفِرُ yaghfiru Dia mengampuni لِمَن liman bagi siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيُعَذِّبُ wayuʿadhibu dan Dia menyiksa مَن man orang/siapa يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki وَلِلَّهِ walillahi dan milik Allah مُلْكُ mul'ku kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَمَا wamā dan apa بَيْنَهُمَا ۖ baynahumā diantara keduanya وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepadaNya ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali
Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan, "Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya". Katakanlah, "Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?" (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu).
يَـٰٓأَهْلَ yāahla Wahai ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab قَدْ qad sungguh جَآءَكُمْ jāakum telah datang kepadamu رَسُولُنَا rasūlunā Rasul Kami يُبَيِّنُ yubayyinu dia menjelaskan لَكُمْ lakum bagi kalian عَلَىٰ ʿalā atas فَتْرَةٍۢ fatratin terputusnya مِّنَ mina dari ٱلرُّسُلِ l-rusuli para Rasul أَن an supaya تَقُولُوا۟ taqūlū kamu mengatakan مَا mā tidak جَآءَنَا jāanā datang kepada kami مِنۢ min dari بَشِيرٍۢ bashīrin pembawa berita gembira وَلَا walā dan tidak نَذِيرٍۢ ۖ nadhīrin pembawa peringatan فَقَدْ faqad maka sungguh جَآءَكُم jāakum telah datang kepadamu بَشِيرٌۭ bashīrun pembawa berita gembira وَنَذِيرٌۭ ۗ wanadhīrun dan pembawa peringatan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa
Hai ahli kitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu rasul Kami, menjelaskan (syariat Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul agar kamu tidak mengatakan, "Tidak ada datang kepada kami, baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan". Sesungguhnya telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالَ qāla berkata مُوسَىٰ mūsā Musa لِقَوْمِهِۦ liqawmihi kepada kaumnya يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku ٱذْكُرُوا۟ udh'kurū ingatlah نِعْمَةَ niʿ'mata nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian إِذْ idh ketika جَعَلَ jaʿala Dia menjadikan فِيكُمْ fīkum diantara kamu أَنۢبِيَآءَ anbiyāa para Nabi وَجَعَلَكُم wajaʿalakum dan Dia menjadikan kamu مُّلُوكًۭا mulūkan penguasa-penguasa وَءَاتَىٰكُم waātākum dan Dia memberikan kamu مَّا mā apa لَمْ lam tidak/belum يُؤْتِ yu'ti Dia berikan أَحَدًۭا aḥadan seseorang مِّنَ mina dari ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna alam semesta
Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi nabi di antaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorang pun di antara umat-umat yang lain.
يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku ٱدْخُلُوا۟ ud'khulū masuklah ٱلْأَرْضَ l-arḍa tanah/bumi ٱلْمُقَدَّسَةَ l-muqadasata suci ٱلَّتِى allatī yang كَتَبَ kataba tentukan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمْ lakum bagi kalian وَلَا walā dan jangan تَرْتَدُّوا۟ tartaddū kamu berbalik/lari عَلَىٰٓ ʿalā atas أَدْبَارِكُمْ adbārikum belakangmu فَتَنقَلِبُوا۟ fatanqalibū maka kamu akan kembali خَـٰسِرِينَ khāsirīna orang-orang yang rugi
Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu1, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰمُوسَىٰٓ yāmūsā wahai musa إِنَّ inna sesungguhnya فِيهَا fīhā di dalamnya قَوْمًۭا qawman kaum جَبَّارِينَ jabbārīna gagah perkasa وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami لَن lan tidak akan نَّدْخُلَهَا nadkhulahā kami memasukinya حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَخْرُجُوا۟ yakhrujū mereka keluar مِنْهَا min'hā daripadanya فَإِن fa-in maka jika يَخْرُجُوا۟ yakhrujū mereka keluar مِنْهَا min'hā daripadanya فَإِنَّا fa-innā maka sesungguhnya kami دَٰخِلُونَ dākhilūna orang-orang yang masuk
Mereka berkata, "Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar darinya. Jika mereka ke luar darinya, pasti kami akan memasukinya".
قَالَ qāla berkata رَجُلَانِ rajulāni dua orang laki-laki مِنَ mina dari/diantara ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَخَافُونَ yakhāfūna (mereka) takut أَنْعَمَ anʿama telah memberi nikmat ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْهِمَا ʿalayhimā atas keduanya ٱدْخُلُوا۟ ud'khulū masuklah عَلَيْهِمُ ʿalayhimu mereka ٱلْبَابَ l-bāba pintu gerbang فَإِذَا fa-idhā maka jika دَخَلْتُمُوهُ dakhaltumūhu kamu telah memasukinya فَإِنَّكُمْ fa-innakum maka sesungguhnya kamu غَـٰلِبُونَ ۚ ghālibūna orang-orang yang mengalahkan/menang وَعَلَى waʿalā dan kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah فَتَوَكَّلُوٓا۟ fatawakkalū maka bertawakkallah إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman
Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya, "Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰمُوسَىٰٓ yāmūsā wahai musa إِنَّا innā sesungguhnya kami لَن lan tidak akan نَّدْخُلَهَآ nadkhulahā kami memasukinya أَبَدًۭا abadan selama-lamanya مَّا mā selama/selagi دَامُوا۟ dāmū mereka فِيهَا ۖ fīhā di dalamnya فَٱذْهَبْ fa-idh'hab maka pergilah أَنتَ anta kamu وَرَبُّكَ warabbuka dan Tuhanmu فَقَـٰتِلَآ faqātilā maka berperanglah kamu berdua إِنَّا innā sesungguhnya kami هَـٰهُنَا hāhunā di sini قَـٰعِدُونَ qāʿidūna orang-orang yang duduk
Mereka berkata, "Hai Musa, kami sekali sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhan-mu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja".
قَالَ qāla (Musa) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku إِنِّى innī sesungguhnya aku لَآ lā tidak أَمْلِكُ amliku aku menguasai إِلَّا illā kecuali نَفْسِى nafsī diriku وَأَخِى ۖ wa-akhī dan saudaraku فَٱفْرُقْ fa-uf'ruq maka pisahkanlah بَيْنَنَا baynanā antara kami وَبَيْنَ wabayna dan antara ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلْفَـٰسِقِينَ l-fāsiqīna orang-orang yang fasik
Berkata Musa, "Ya Tuhan-ku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu, pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu".
قَالَ qāla (Allah) berfirman فَإِنَّهَا fa-innahā maka sesungguhnya ia (negeri itu) مُحَرَّمَةٌ muḥarramatun diharamkan/dilarang عَلَيْهِمْ ۛ ʿalayhim atas mereka أَرْبَعِينَ arbaʿīna empat puluh سَنَةًۭ ۛ sanatan tahun يَتِيهُونَ yatīhūna mereka mengembara kebingungan فِى fī di/pada ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi فَلَا falā maka jangan تَأْسَ tasa kamu putus asa عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلْفَـٰسِقِينَ l-fāsiqīna orang-orang yang fasik
Allah berfirman, "(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tīh) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu".
۞ وَٱتْلُ wa-ut'lu dan bacakanlah عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka نَبَأَ naba-a berita/cerita ٱبْنَىْ ib'nay dua orang anak ءَادَمَ ādama Adam بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan sebenarnya إِذْ idh ketika قَرَّبَا qarrabā keduanya mempersembahkan korban قُرْبَانًۭا qur'bānan korban فَتُقُبِّلَ fatuqubbila maka diterima مِنْ min dari أَحَدِهِمَا aḥadihimā salah satunya وَلَمْ walam dan tidak يُتَقَبَّلْ yutaqabbal diterima مِنَ mina dari ٱلْـَٔاخَرِ l-ākhari yang lain قَالَ qāla dia berkata لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ la-aqtulannaka sungguh aku akan membunuhmu قَالَ qāla ia berkata إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يَتَقَبَّلُ yataqabbalu akan menerima ٱللَّهُ l-lahu Allah مِنَ mina dari ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa
Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Hābīl dan Qābīl) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Hābīl) dan tidak diterima dari yang lain ( Qābīl). Ia berkata ( Qābīl), "Aku pasti membunuhmu!" Berkata Habil, "Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa".
لَئِنۢ la-in sungguh jika بَسَطتَ basaṭta kamu mengembangkan/mengayunkan إِلَىَّ ilayya kepadaku يَدَكَ yadaka tanganmu لِتَقْتُلَنِى litaqtulanī untuk membunuhmu مَآ mā tidak أَنَا۠ anā aku بِبَاسِطٍۢ bibāsiṭin mengembangkan/mengayunkan يَدِىَ yadiya tanganku إِلَيْكَ ilayka kepadamu لِأَقْتُلَكَ ۖ li-aqtulaka untuk membunuhmu إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu aku takut ٱللَّهَ l-laha Allah رَبَّ rabba Tuhan Pemelihara ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna alam semesta/seru sekalian alam
"Sungguh, kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam".
إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أُرِيدُ urīdu aku ingin أَن an agar تَبُوٓأَ tabūa kamu kembali بِإِثْمِى bi-ith'mī dengan dosaku وَإِثْمِكَ wa-ith'mika dan dosamu فَتَكُونَ fatakūna maka kamu adalah/menjadi مِنْ min dari أَصْحَـٰبِ aṣḥābi penghuni ٱلنَّارِ ۚ l-nāri neraka وَذَٰلِكَ wadhālika dan yang demikian itu جَزَٰٓؤُا۟ jazāu pembalasan ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang dzalim
"Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim".
فَطَوَّعَتْ faṭawwaʿat maka menjadikan mudah لَهُۥ lahu baginya (Qabil) نَفْسُهُۥ nafsuhu hawa nafsunya قَتْلَ qatla membunuh أَخِيهِ akhīhi saudaranya فَقَتَلَهُۥ faqatalahu maka ia membunuhnya فَأَصْبَحَ fa-aṣbaḥa maka jadilah ia مِنَ mina dari ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang rugi
Maka hawa nafsu Qābīl menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang di antara orang-orang yang merugi.
فَبَعَثَ fabaʿatha maka mengirimkan ٱللَّهُ l-lahu Allah غُرَابًۭا ghurāban seekor burung gagak يَبْحَثُ yabḥathu menggali فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi لِيُرِيَهُۥ liyuriyahu untuk memperlihatkannya كَيْفَ kayfa bagaimana يُوَٰرِى yuwārī menutupi/mengubur سَوْءَةَ sawata mayat أَخِيهِ ۚ akhīhi saudaranya قَالَ qāla ia berkata يَـٰوَيْلَتَىٰٓ yāwaylatā aduh celakalah aku أَعَجَزْتُ aʿajaztu mengapa aku tidak mampu أَنْ an agar أَكُونَ akūna aku adalah مِثْلَ mith'la seperti هَـٰذَا hādhā ini ٱلْغُرَابِ l-ghurābi burung gagak فَأُوَٰرِىَ fa-uwāriya maka/lalu aku menutupi/menguburkan سَوْءَةَ sawata mayat أَخِى ۖ akhī saudaraku فَأَصْبَحَ fa-aṣbaḥa maka jadilah ia مِنَ mina dari ٱلنَّـٰدِمِينَ l-nādimīna orang-orang yang menyesal
Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qābīl) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya1. Berkata Qābīl, "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang di antara orang-orang yang menyesal.
مِنْ min dari أَجْلِ ajli sebab/oleh karena ذَٰلِكَ dhālika itu/demikian كَتَبْنَا katabnā Kami tetapkan عَلَىٰ ʿalā atas بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil أَنَّهُۥ annahu bahwasanya ia مَن man barang siapa قَتَلَ qatala membunuh نَفْسًۢا nafsan seorang بِغَيْرِ bighayri bukan karena نَفْسٍ nafsin seseorang أَوْ aw atau فَسَادٍۢ fasādin membuat kerusakan فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi فَكَأَنَّمَا faka-annamā maka seakan-akan قَتَلَ qatala ia membunuh ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia جَمِيعًۭا jamīʿan seluruhnya وَمَنْ waman dan barang siapa أَحْيَاهَا aḥyāhā menghidupkannya فَكَأَنَّمَآ faka-annamā maka seakan-akan أَحْيَا aḥyā ia menghidupkan ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia جَمِيعًۭا ۚ jamīʿan seluruhnya وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya جَآءَتْهُمْ jāathum telah datang kepada mereka رُسُلُنَا rusulunā Rasul-Rasul Kami بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan keterangan-keterangan ثُمَّ thumma kemudian إِنَّ inna sungguh كَثِيرًۭا kathīran banyak مِّنْهُم min'hum dari/diantara mereka بَعْدَ baʿda sesudah ذَٰلِكَ dhālika itu/demikian فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi لَمُسْرِفُونَ lamus'rifūna sungguh orang-orang yang melampaui batas
Oleh karena itu, Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Isrā`īl, bahwa barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain1, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya2. Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu3 sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi.
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah جَزَٰٓؤُا۟ jazāu pembalasan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُحَارِبُونَ yuḥāribūna (mereka) memerangi ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan rasulNya وَيَسْعَوْنَ wayasʿawna dan mereka berusaha/membuat فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi فَسَادًا fasādan kerusakan أَن an bahwa يُقَتَّلُوٓا۟ yuqattalū mereka dibunuh أَوْ aw atau يُصَلَّبُوٓا۟ yuṣallabū mereka disalib أَوْ aw atau تُقَطَّعَ tuqaṭṭaʿa dipotong أَيْدِيهِمْ aydīhim tangan mereka وَأَرْجُلُهُم wa-arjuluhum dan kaki mereka مِّنْ min dari خِلَـٰفٍ khilāfin berlainan/silang أَوْ aw atau يُنفَوْا۟ yunfaw mereka dibuang مِنَ mina dari ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi muka bumi/negeri ذَٰلِكَ dhālika demikian لَهُمْ lahum bagi mereka خِزْىٌۭ khiz'yun kehinaan فِى fī di ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka فِى fī di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat عَذَابٌ ʿadhābun siksaan عَظِيمٌ ʿaẓīmun besar
Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik1, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,
إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang تَابُوا۟ tābū (mereka) bertaubat مِن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa تَقْدِرُوا۟ taqdirū kamu menguasai عَلَيْهِمْ ۖ ʿalayhim atas mereka فَٱعْلَمُوٓا۟ fa-iʿ'lamū maka ketahuilah أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang
kecuali orang-orang yang tobat (di antara mereka) sebelum kamu dapat menguasai (menangkap) mereka; maka ketahuilah bahwasanya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱتَّقُوا۟ ittaqū bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱبْتَغُوٓا۟ wa-ib'taghū dan carilah إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya ٱلْوَسِيلَةَ l-wasīlata jalan yang mendekatkan وَجَـٰهِدُوا۟ wajāhidū dan berjihadlah فِى fī di/pada سَبِيلِهِۦ sabīlihi jalanNya لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُفْلِحُونَ tuf'liḥūna kamu mendapatkan keuntungan
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لَوْ law sekiranya أَنَّ anna bahwasanya لَهُم lahum bagi mereka/mereka mempunyai مَّا mā apa-apa فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi جَمِيعًۭا jamīʿan seluruhnya وَمِثْلَهُۥ wamith'lahu dan seperti/sebanyak itu مَعَهُۥ maʿahu bersamanya لِيَفْتَدُوا۟ liyaftadū untuk menebus diri بِهِۦ bihi dengannya مِنْ min dari عَذَابِ ʿadhābi siksaan يَوْمِ yawmi hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat مَا mā tidak تُقُبِّلَ tuqubbila diterima مِنْهُمْ ۖ min'hum dari mereka وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun siksaan أَلِيمٌۭ alīmun yang pedih
Sesungguhnya orang-orang yang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang di bumi ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebusi diri mereka dengan itu dari azab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh azab yang pedih.
يُرِيدُونَ yurīdūna mereka ingin أَن an supaya يَخْرُجُوا۟ yakhrujū mereka keluar مِنَ mina dari ٱلنَّارِ l-nāri neraka وَمَا wamā dan tidak هُم hum mereka بِخَـٰرِجِينَ bikhārijīna orang-orang yang keluar مِنْهَا ۖ min'hā daripadanya وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun siksaan مُّقِيمٌۭ muqīmun lama/kekal
Mereka ingin keluar dari neraka, padahal mereka sekali-kali tidak dapat keluar darinya, dan mereka beroleh azab yang kekal.
وَٱلسَّارِقُ wal-sāriqu dan pencuri laki-laki وَٱلسَّارِقَةُ wal-sāriqatu dan pencuri perempuan فَٱقْطَعُوٓا۟ fa-iq'ṭaʿū maka potonglah أَيْدِيَهُمَا aydiyahumā tangan keduanya جَزَآءًۢ jazāan pembalasan بِمَا bimā dengan/bagi apa كَسَبَا kasabā keduanya lakukan نَكَـٰلًۭا nakālan siksaan/pembalasan مِّنَ mina dari ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana
Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
فَمَن faman maka barang siapa تَابَ tāba kembali/bertaubat مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ظُلْمِهِۦ ẓul'mihi kedzalimannya وَأَصْلَحَ wa-aṣlaḥa dan ia memperbaiki diri فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَتُوبُ yatūbu akan menerima taubat عَلَيْهِ ۗ ʿalayhi atasnya إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌ raḥīmun Maha Penyayang
Maka barang siapa bertobat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
أَلَمْ alam tidakkah تَعْلَمْ taʿlam kamu mengetahui أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah لَهُۥ lahu bagiNya (mempunyai) مُلْكُ mul'ku kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi يُعَذِّبُ yuʿadhibu Dia menyiksa مَن man siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيَغْفِرُ wayaghfiru dan Dia mengampuni لِمَن liman bagi siapa يَشَآءُ ۗ yashāu Dia kehendaki وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa
Tidakkah kamu tahu, sesungguhnya Allah-lah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi, disiksa-Nya siapa yang dikehendaki-Nya dan diampuni-Nya bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
۞ يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلرَّسُولُ l-rasūlu Rasul لَا lā janganlah يَحْزُنكَ yaḥzunka menyedihkan kamu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُسَـٰرِعُونَ yusāriʿūna (mereka) bersegera فِى fī dalam ٱلْكُفْرِ l-kuf'ri kekafiran مِنَ mina dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang قَالُوٓا۟ qālū (mereka) berkata ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِأَفْوَٰهِهِمْ bi-afwāhihim dengan mulut mereka وَلَمْ walam dan/padahal belum تُؤْمِن tu'min beriman قُلُوبُهُمْ ۛ qulūbuhum hati mereka وَمِنَ wamina dan dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang هَادُوا۟ ۛ hādū Yahudi سَمَّـٰعُونَ sammāʿūna orang-orang yang suka mendengarkan لِلْكَذِبِ lil'kadhibi pada yang bohong سَمَّـٰعُونَ sammāʿūna orang-orang yang suka mendengar لِقَوْمٍ liqawmin kepada kaum/orang ءَاخَرِينَ ākharīna yang lain لَمْ lam tidak يَأْتُوكَ ۖ yatūka datang kepadamu يُحَرِّفُونَ yuḥarrifūna mereka merubah ٱلْكَلِمَ l-kalima perkataan مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَوَاضِعِهِۦ ۖ mawāḍiʿihi tempat-tempatnya يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan إِنْ in jika أُوتِيتُمْ ūtītum diberikan kepadamu هَـٰذَا hādhā ini فَخُذُوهُ fakhudhūhu maka ambillah dia وَإِن wa-in dan jika لَّمْ lam tidak تُؤْتَوْهُ tu'tawhu diberikannya فَٱحْذَرُوا۟ ۚ fa-iḥ'dharū maka hati-hatilah kamu وَمَن waman dan barangsiapa يُرِدِ yuridi menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah فِتْنَتَهُۥ fit'natahu fitnahnya/kesesatannya فَلَن falan maka tidak تَمْلِكَ tamlika kamu tidak mampu (menolak) لَهُۥ lahu baginya مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah شَيْـًٔا ۚ shayan sedikitpun أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَمْ lam tidak يُرِدِ yuridi menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah أَن an agar يُطَهِّرَ yuṭahhira membersihkan diri قُلُوبَهُمْ ۚ qulūbahum hati mereka لَهُمْ lahum bagi mereka فِى fī di ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia خِزْىٌۭ ۖ khiz'yun kehinaan وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka فِى fī di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat عَذَابٌ ʿadhābun siksaan عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar
Hai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu di antara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka, "Kami telah beriman", padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong1 dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu2; mereka mengubah3 perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan, "Jika diberikan ini (yang sudah diubah-ubah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini maka hati-hatilah". Barang siapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatu pun (yang datang) dari Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak menyucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.
سَمَّـٰعُونَ sammāʿūna orang-orang yang suka mendengarkan لِلْكَذِبِ lil'kadhibi pada yang bohong أَكَّـٰلُونَ akkālūna orang-orang yang banyak memakan لِلسُّحْتِ ۚ lilssuḥ'ti bagi yang haram فَإِن fa-in maka jika جَآءُوكَ jāūka mereka datang kepadamu فَٱحْكُم fa-uḥ'kum maka putuskanlah بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka أَوْ aw atau أَعْرِضْ aʿriḍ berpalinglah عَنْهُمْ ۖ ʿanhum dari mereka وَإِن wa-in dan jika تُعْرِضْ tuʿ'riḍ kamu berpaling عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka فَلَن falan maka tidak يَضُرُّوكَ yaḍurrūka mereka memudharatkan شَيْـًۭٔا ۖ shayan sedikitpun وَإِنْ wa-in dan jika حَكَمْتَ ḥakamta kamu memutuskan فَٱحْكُم fa-uḥ'kum maka putuskanlah بَيْنَهُم baynahum diantara mereka بِٱلْقِسْطِ ۚ bil-qis'ṭi dengan adil إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْمُقْسِطِينَ l-muq'siṭīna orang-orang yang berbuat adil
Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram1. Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (untuk meminta putusan), maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka, atau berpalinglah dari mereka; jika kamu berpaling dari mereka, maka mereka tidak akan memberi mudarat kepadamu sedikit pun. Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.
وَكَيْفَ wakayfa dan bagaimana يُحَكِّمُونَكَ yuḥakkimūnaka mereka mengangkatmu menjadi hakim وَعِندَهُمُ waʿindahumu dan disisi mereka ٱلتَّوْرَىٰةُ l-tawrātu Taurat فِيهَا fīhā di dalamnya حُكْمُ ḥuk'mu hukum-hukum ٱللَّهِ l-lahi Allah ثُمَّ thumma kemudian يَتَوَلَّوْنَ yatawallawna mereka berpaling مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ذَٰلِكَ ۚ dhālika itu وَمَآ wamā dan bukan أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka بِٱلْمُؤْمِنِينَ bil-mu'minīna dengan orang-orang yang beriman
Dan bagaimanakah mereka mengangkatmu menjadi hakim mereka, padahal mereka mempunyai Taurat yang di dalamnya (ada) hukum Allah, kemudian mereka berpaling sesudah itu (dari putusanmu)? Dan mereka sungguh-sungguh bukan orang yang beriman.
إِنَّآ innā sesungguhnya أَنزَلْنَا anzalnā Kami telah turunkan ٱلتَّوْرَىٰةَ l-tawrāta Taurat فِيهَا fīhā di dalamnya هُدًۭى hudan petunjuk وَنُورٌۭ ۚ wanūrun dan cahaya يَحْكُمُ yaḥkumu memutuskan perkara بِهَا bihā dengannya ٱلنَّبِيُّونَ l-nabiyūna Nabi-Nabi ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَسْلَمُوا۟ aslamū (mereka) menyerahkan diri لِلَّذِينَ lilladhīna terhadap orang-orang هَادُوا۟ hādū Yahudi وَٱلرَّبَّـٰنِيُّونَ wal-rabāniyūna dan orang-orang alim mereka وَٱلْأَحْبَارُ wal-aḥbāru dan para pendeta بِمَا bimā dengan sebab ٱسْتُحْفِظُوا۟ us'tuḥ'fiẓū mereka diperintah memelihara مِن min dari كِتَـٰبِ kitābi Kitab ٱللَّهِ l-lahi Allah وَكَانُوا۟ wakānū dan mereka menjadi عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya شُهَدَآءَ ۚ shuhadāa saksi-saksi فَلَا falā maka jangan تَخْشَوُا۟ takhshawū kamu takut ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia وَٱخْشَوْنِ wa-ikh'shawni dan takutlah kepadaKu وَلَا walā dan jangan تَشْتَرُوا۟ tashtarū kamu jual/menukar بِـَٔايَـٰتِى biāyātī dengan ayat-ayatKu ثَمَنًۭا thamanan harga قَلِيلًۭا ۚ qalīlan sedikit وَمَن waman dan barang siapa لَّمْ lam tidak يَحْكُم yaḥkum memutuskan perkara بِمَآ bimā dengan apa أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْكَـٰفِرُونَ l-kāfirūna orang-orang kafir
Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang berserah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu, janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.
وَكَتَبْنَا wakatabnā dan Kami telah menetapkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka فِيهَآ fīhā di dalamnya أَنَّ anna bahwasanya ٱلنَّفْسَ l-nafsa jiwa بِٱلنَّفْسِ bil-nafsi dengan jiwa وَٱلْعَيْنَ wal-ʿayna dan mata بِٱلْعَيْنِ bil-ʿayni dengan mata وَٱلْأَنفَ wal-anfa dan hidung بِٱلْأَنفِ bil-anfi dengan hidung وَٱلْأُذُنَ wal-udhuna dan telinga بِٱلْأُذُنِ bil-udhuni dengan telinga وَٱلسِّنَّ wal-sina dan gigi بِٱلسِّنِّ bil-sini dengan gigi وَٱلْجُرُوحَ wal-jurūḥa dan luka-luka قِصَاصٌۭ ۚ qiṣāṣun balasan (qisas) فَمَن faman maka barang siapa تَصَدَّقَ taṣaddaqa bersedekah/melepaskan hak بِهِۦ bihi dengannya (qisas) فَهُوَ fahuwa maka dia كَفَّارَةٌۭ kaffāratun penembus (dosa) لَّهُۥ ۚ lahu baginya وَمَن waman dan barang siapa لَّمْ lam tidak يَحْكُم yaḥkum memutuskan perkara بِمَآ bimā dengan/menurut apa أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu هُمُ humu mereka ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang dzalim
Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barang siapa yang melepaskan (hak kisas)nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.
وَقَفَّيْنَا waqaffaynā dan Kami telah mengiringkan عَلَىٰٓ ʿalā atas ءَاثَـٰرِهِم āthārihim jejak-jejak mereka بِعِيسَى biʿīsā dengan Isa ٱبْنِ ib'ni putera مَرْيَمَ maryama Maryam مُصَدِّقًۭا muṣaddiqan yang membenarkan لِّمَا limā terhadap apa (Kitab) بَيْنَ bayna antara يَدَيْهِ yadayhi dua tangannya/sebelumnya مِنَ mina dari ٱلتَّوْرَىٰةِ ۖ l-tawrāti Taurat وَءَاتَيْنَـٰهُ waātaynāhu dan Kami telah memberitakannya ٱلْإِنجِيلَ l-injīla Injil فِيهِ fīhi di dalamnya هُدًۭى hudan petunjuk وَنُورٌۭ wanūrun dan cahaya وَمُصَدِّقًۭا wamuṣaddiqan dan yang membenarkan لِّمَا limā terhadap apa (Kitab) بَيْنَ bayna antara يَدَيْهِ yadayhi dua tangannya/sebelumnya مِنَ mina dari ٱلتَّوْرَىٰةِ l-tawrāti Taurat وَهُدًۭى wahudan dan menjadi petunjuk وَمَوْعِظَةًۭ wamawʿiẓatan dan pelajaran لِّلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa
Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Isrā`īl) dengan ʻIsa putra Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pelajaran untuk orang-orang yang bertakwa.
وَلْيَحْكُمْ walyaḥkum dan hendaklah memutuskan أَهْلُ ahlu keluarga/pengikut ٱلْإِنجِيلِ l-injīli Injil بِمَآ bimā dengan/menurut apa أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah فِيهِ ۚ fīhi di dalamnya وَمَن waman dan barang siapa لَّمْ lam tidak يَحْكُم yaḥkum memutuskan بِمَآ bimā dengan/menurut apa أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْفَـٰسِقُونَ l-fāsiqūna orang-orang yang fasik
Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya1. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik2.
وَأَنزَلْنَآ wa-anzalnā dan Kami telah menurunkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran مُصَدِّقًۭا muṣaddiqan yang membenarkan لِّمَا limā terhadap apa بَيْنَ bayna antara يَدَيْهِ yadayhi dua tangan/sebelumnya مِنَ mina dari ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab وَمُهَيْمِنًا wamuhayminan dan yang menjaga عَلَيْهِ ۖ ʿalayhi atasnya فَٱحْكُم fa-uḥ'kum maka putuskanlah بَيْنَهُم baynahum diantara mereka بِمَآ bimā dengan/menurut apa أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah وَلَا walā dan janganlah تَتَّبِعْ tattabiʿ kamu mengikuti أَهْوَآءَهُمْ ahwāahum hawa nafsu mereka عَمَّا ʿammā dari apa جَآءَكَ jāaka telah datang kepadamu مِنَ mina dari ٱلْحَقِّ ۚ l-ḥaqi kebenaran لِكُلٍّۢ likullin bagi tiap-tiap ummat جَعَلْنَا jaʿalnā Kami telah menjadikan مِنكُمْ minkum diantara kamu شِرْعَةًۭ shir'ʿatan peraturan وَمِنْهَاجًۭا ۚ wamin'hājan dan jalan yang terang وَلَوْ walaw dan sekiranya شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah لَجَعَلَكُمْ lajaʿalakum niscaya Dia menjadikan kamu أُمَّةًۭ ummatan ummat وَٰحِدَةًۭ wāḥidatan yang satu وَلَـٰكِن walākin akan tetapi لِّيَبْلُوَكُمْ liyabluwakum Dia hendak menguji kamu فِى fī dalam/terhadap مَآ mā apa ءَاتَىٰكُمْ ۖ ātākum Dia berikan kepadamu فَٱسْتَبِقُوا۟ fa-is'tabiqū maka berlomba-lombalah ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ l-khayrāti kebajikan إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah مَرْجِعُكُمْ marjiʿukum tempat kembalimu جَمِيعًۭا jamīʿan semua فَيُنَبِّئُكُم fayunabbi-ukum lalu Dia memberitahukan padamu بِمَا bimā dengan/tentang apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah فِيهِ fīhi di dalamnya تَخْتَلِفُونَ takhtalifūna kamu perselisihkan
Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur`ān dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian1 terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu2, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,
وَأَنِ wa-ani dan hendaklah ٱحْكُم uḥ'kum kamu memutuskan بَيْنَهُم baynahum diantara mereka بِمَآ bimā dengan/menurut apa أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah وَلَا walā dan jangan تَتَّبِعْ tattabiʿ kamu mengikuti أَهْوَآءَهُمْ ahwāahum hawa nafsu mereka وَٱحْذَرْهُمْ wa-iḥ'dharhum dan hati-hatilah terhadap mereka أَن an bahwa/supaya يَفْتِنُوكَ yaftinūka mereka (tidak) memalingkan/menyesatkan kamu عَنۢ ʿan dari بَعْضِ baʿḍi sebagian مَآ mā apa أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah إِلَيْكَ ۖ ilayka kepadamu فَإِن fa-in maka jika تَوَلَّوْا۟ tawallaw mereka berpaling فَٱعْلَمْ fa-iʿ'lam maka ketahuilah أَنَّمَا annamā bahwasanya يُرِيدُ yurīdu menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah أَن an agar يُصِيبَهُم yuṣībahum menimpakan bencana kepada mereka بِبَعْضِ bibaʿḍi dengan sebagian ذُنُوبِهِمْ ۗ dhunūbihim dosa-dosa mereka وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan مِّنَ mina dari ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَفَـٰسِقُونَ lafāsiqūna sungguh orang-orang fasik
dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.
أَفَحُكْمَ afaḥuk'ma apakah hukum ٱلْجَـٰهِلِيَّةِ l-jāhiliyati Jahiliyah يَبْغُونَ ۚ yabghūna mereka kehendaki وَمَنْ waman dan siapakah أَحْسَنُ aḥsanu lebih baik مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah حُكْمًۭا ḥuk'man hukumNya لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يُوقِنُونَ yūqinūna mereka yakin
Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?
۞ يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا lā jangan تَتَّخِذُوا۟ tattakhidhū kamu mengambil ٱلْيَهُودَ l-yahūda orang-orang Yahudi وَٱلنَّصَـٰرَىٰٓ wal-naṣārā dan orang-orang Nasrani أَوْلِيَآءَ ۘ awliyāa pemimpin بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka أَوْلِيَآءُ awliyāu pemimpin بَعْضٍۢ ۚ baʿḍin sebagian yang lain وَمَن waman dan barang siapa يَتَوَلَّهُم yatawallahum mengangkat mereka مِّنكُمْ minkum diantara kamu فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya ia مِنْهُمْ ۗ min'hum dari (golongan) mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum/golongan ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
فَتَرَى fatarā maka kamu akan melihat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang فِى fī dalam قُلُوبِهِم qulūbihim hati mereka مَّرَضٌۭ maraḍun penyakit يُسَـٰرِعُونَ yusāriʿūna mereka bersegera فِيهِمْ fīhim pada mereka (Yahudi dan Nasrani) يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata نَخْشَىٰٓ nakhshā kami takut أَن an agar تُصِيبَنَا tuṣībanā menimpa kami دَآئِرَ ةٌۭ ۚ dāiratun bencana/bahaya فَعَسَى faʿasā maka mudah-mudahan ٱللَّهُ l-lahu Allah أَن an agar يَأْتِىَ yatiya Dia mendatangkan بِٱلْفَتْحِ bil-fatḥi dengan kemenangan أَوْ aw atau أَمْرٍۢ amrin keputusan مِّنْ min dari عِندِهِۦ ʿindihi sisiNya فَيُصْبِحُوا۟ fayuṣ'biḥū maka mereka menjadi عَلَىٰ ʿalā atas مَآ mā apa أَسَرُّوا۟ asarrū rahasiakan فِىٓ fī dalam أَنفُسِهِمْ anfusihim diri mereka نَـٰدِمِينَ nādimīna orang-orang yang menyesal
Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata, "Kami takut akan mendapat bencana". Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.
وَيَقُولُ wayaqūlu dan akan mengatakan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman أَهَـٰٓؤُلَآءِ ahāulāi inikah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَقْسَمُوا۟ aqsamū (mereka) bersumpah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah جَهْدَ jahda sungguh-sungguh أَيْمَـٰنِهِمْ ۙ aymānihim sumpah mereka إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka لَمَعَكُمْ ۚ lamaʿakum benar-benar besertamu حَبِطَتْ ḥabiṭat rusaklah أَعْمَـٰلُهُمْ aʿmāluhum amal-amal mereka فَأَصْبَحُوا۟ fa-aṣbaḥū maka mereka menjadi خَـٰسِرِينَ khāsirīna orang-orang yang rugi
Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan, "Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu?" Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman مَن man barang siapa يَرْتَدَّ yartadda murtad مِنكُمْ minkum diantara kamu عَن ʿan dari دِينِهِۦ dīnihi agamanya فَسَوْفَ fasawfa maka bakal/akan يَأْتِى yatī mendatangkan ٱللَّهُ l-lahu Allah بِقَوْمٍۢ biqawmin dengan suatu kaum يُحِبُّهُمْ yuḥibbuhum Dia mencintai mereka وَيُحِبُّونَهُۥٓ wayuḥibbūnahu mereka mencintaiNya أَذِلَّةٍ adhillatin lemah-lembut عَلَى ʿalā atas ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin أَعِزَّةٍ aʿizzatin keras عَلَى ʿalā atas ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir يُجَـٰهِدُونَ yujāhidūna mereka berjihad فِى fī pada سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَا walā dan tidak يَخَافُونَ yakhāfūna mereka takut لَوْمَةَ lawmata celaan لَآئِمٍۢ ۚ lāimin orang-orang mencela ذَٰلِكَ dhālika demikian itu فَضْلُ faḍlu karunia ٱللَّهِ l-lahi Allah يُؤْتِيهِ yu'tīhi Dia berikan مَن man pada siapa يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki وَٱللَّهُ wal-lahu Allah وَٰسِعٌ wāsiʿun Maha Luas عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui
Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah وَلِيُّكُمُ waliyyukumu pemimpin kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah وَرَسُولُهُۥ warasūluhu dan RasulNya وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُقِيمُونَ yuqīmūna (mereka) mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَيُؤْتُونَ wayu'tūna dan mereka menunaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat وَهُمْ wahum dan mereka رَٰكِعُونَ rākiʿūna orang-orang yang tunduk
Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan salat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).
وَمَن waman dan barang siapa يَتَوَلَّ yatawalla menjadikan pemimpin ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan RasulNya وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya حِزْبَ ḥiz'ba golongan/pengikut ٱللَّهِ l-lahi Allah هُمُ humu mereka ٱلْغَـٰلِبُونَ l-ghālibūna orang-orang yang menang
Dan barangsiapa mengambil Allah, rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah1 itulah yang pasti menang.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا lā jangan تَتَّخِذُوا۟ tattakhidhū kamu mengambil/menjadikan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū (mereka) mengambil/menjadikan دِينَكُمْ dīnakum agamamu هُزُوًۭا huzuwan ejekan وَلَعِبًۭا walaʿiban dan permainan مِّنَ mina dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab مِن min dari قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian وَٱلْكُفَّارَ wal-kufāra dan orang-orang kafir أَوْلِيَآءَ ۚ awliyāa pemimpin وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.
وَإِذَا wa-idhā dan jika نَادَيْتُمْ nādaytum kamu menyeru/memanggil إِلَى ilā kepada ٱلصَّلَوٰةِ l-ṣalati sholat ٱتَّخَذُوهَا ittakhadhūhā mereka menjadikannya هُزُوًۭا huzuwan ejekan وَلَعِبًۭا ۚ walaʿiban dan permainan ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمْ bi-annahum disebabkan mereka benar-benar قَوْمٌۭ qawmun kaum لَّا lā tidak يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka menggunakan akal
Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) salat, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal.
قُلْ qul katakanlah يَـٰٓأَهْلَ yāahla Wahai ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab هَلْ hal apakah تَنقِمُونَ tanqimūna kamu membenci مِنَّآ minnā dari/kepada kami إِلَّآ illā kecuali/lantaran أَنْ an bahwa ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَمَآ wamā dan apa yang أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْنَا ilaynā kepada kami وَمَآ wamā dan apa أُنزِلَ unzila diturunkan مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum وَأَنَّ wa-anna dan/sedangkan sesungguhnya أَكْثَرَكُمْ aktharakum kebanyakan kamu فَـٰسِقُونَ fāsiqūna orang-orang yang fasik
Katakanlah, "Hai ahli kitab, apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya? sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang-orang yang fasik?".
قُلْ qul katakanlah هَلْ hal apakah أُنَبِّئُكُم unabbi-ukum aku memberitahukan kepadamu بِشَرٍّۢ bisharrin dengan yang lebih buruk مِّن min dari ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu مَثُوبَةً mathūbatan pembalasan عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah مَن man orang لَّعَنَهُ laʿanahu mengutukinya ٱللَّهُ l-lahu Allah وَغَضِبَ waghaḍiba dan memurkai عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia menjadikan مِنْهُمُ min'humu diantara mereka ٱلْقِرَدَةَ l-qiradata kera وَٱلْخَنَازِيرَ wal-khanāzīra dan babi وَعَبَدَ waʿabada dan penyembah ٱلطَّـٰغُوتَ ۚ l-ṭāghūta Thagut أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu شَرٌّۭ sharrun lebih buruk مَّكَانًۭا makānan tempat وَأَضَلُّ wa-aḍallu dan lebih tersesat عَن ʿan dari سَوَآءِ sawāi lurus ٱلسَّبِيلِ l-sabīli jalan
Katakanlah, "Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi1 dan (orang yang) menyembah ṭāgūt?" Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.
وَإِذَا wa-idhā dan jika جَآءُوكُمْ jāūkum mereka datang kepadamu قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata ءَامَنَّا āmannā kami beriman وَقَد waqad dan sesungguhnya دَّخَلُوا۟ dakhalū mereka masuk/datang بِٱلْكُفْرِ bil-kuf'ri dengan kekafiran وَهُمْ wahum dan mereka قَدْ qad sesungguhnya خَرَجُوا۟ kharajū mereka keluar/pergi بِهِۦ ۚ bihi dengannya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā dengan/kepada apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَكْتُمُونَ yaktumūna mereka sembunyikan
Dan apabila orang-orang (Yahudi atau munafik) datang kepadamu, mereka mengatakan, "Kami telah beriman", padahal mereka datang kepada kamu dengan kekafirannya dan mereka pergi (dari kamu) dengan kekafirannya (pula); dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.
وَتَرَىٰ watarā dan kamu akan melihat كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka يُسَـٰرِعُونَ yusāriʿūna mereka bersegera فِى fī di dalam ٱلْإِثْمِ l-ith'mi dosa وَٱلْعُدْوَٰنِ wal-ʿud'wāni dan permusuhan وَأَكْلِهِمُ wa-aklihimu dan makan mereka ٱلسُّحْتَ ۚ l-suḥ'ta haram لَبِئْسَ labi'sa sungguh amat buruk مَا mā apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna (mereka) kerjakan
Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram1. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu.
لَوْلَا lawlā mengapa tidak يَنْهَىٰهُمُ yanhāhumu melarang mereka ٱلرَّبَّـٰنِيُّونَ l-rabāniyūna orang-orang alim Yahudi وَٱلْأَحْبَارُ wal-aḥbāru dan pendeta-pendeta عَن ʿan dari قَوْلِهِمُ qawlihimu ucapan mereka ٱلْإِثْمَ l-ith'ma dosa/bohong وَأَكْلِهِمُ wa-aklihimu dan makan mereka ٱلسُّحْتَ ۚ l-suḥ'ta haram لَبِئْسَ labi'sa sungguh amat buruk مَا mā apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَصْنَعُونَ yaṣnaʿūna (mereka) kerjakan
Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu.
وَقَالَتِ waqālati dan berkata ٱلْيَهُودُ l-yahūdu orang-orang Yahudi يَدُ yadu tangan ٱللَّهِ l-lahi Allah مَغْلُولَةٌ ۚ maghlūlatun terbelenggu غُلَّتْ ghullat terbelenggu أَيْدِيهِمْ aydīhim tangan mereka وَلُعِنُوا۟ waluʿinū dan mereka dikutuk بِمَا bimā dengan/disebabkan apa قَالُوا۟ ۘ qālū mereka berkata بَلْ bal tetapi/bahkan يَدَاهُ yadāhu kedua tanganNya مَبْسُوطَتَانِ mabsūṭatāni terbuka keduanya يُنفِقُ yunfiqu Dia menafkahkan كَيْفَ kayfa sebagaimana يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki وَلَيَزِيدَنَّ walayazīdanna dan sungguh akan menambah كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan مِّنْهُم min'hum diantara mereka مَّآ mā apa أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu مِن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu طُغْيَـٰنًۭا ṭugh'yānan kedurhakaan وَكُفْرًۭا ۚ wakuf'ran dan kekafiran وَأَلْقَيْنَا wa-alqaynā dan Kami jatuhkan/timbulkan بَيْنَهُمُ baynahumu diantara mereka ٱلْعَدَٰوَةَ l-ʿadāwata permusuhan وَٱلْبَغْضَآءَ wal-baghḍāa dan kebencian إِلَىٰ ilā kepada/sampai يَوْمِ yawmi hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ l-qiyāmati kiamat كُلَّمَآ kullamā setiap أَوْقَدُوا۟ awqadū mereka menyalakan نَارًۭا nāran api لِّلْحَرْبِ lil'ḥarbi untuk peperangan أَطْفَأَهَا aṭfa-ahā memadamkan ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah وَيَسْعَوْنَ wayasʿawna dan mereka berusaha فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi فَسَادًۭا ۚ fasādan (membuat) kerusakan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا lā tidak يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْمُفْسِدِينَ l-muf'sidīna orang-orang yang membuat kerusakan
Orang-orang Yahudi berkata, "Tangan Allah terbelenggu"1, sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu2 dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al-Qur`ān yang diturunkan kepadamu dari Tuhan-mu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.
وَلَوْ walaw dan kalau أَنَّ anna sekiranya أَهْلَ ahla Ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَٱتَّقَوْا۟ wa-ittaqaw dan (mereka) bertakwa لَكَفَّرْنَا lakaffarnā tentu Kami hapuskan عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka سَيِّـَٔاتِهِمْ sayyiātihim kesalahan-kesalahan mereka وَلَأَدْخَلْنَـٰهُمْ wala-adkhalnāhum dan tentu Kami masukkan mereka جَنَّـٰتِ jannāti surga ٱلنَّعِيمِ l-naʿīmi penuh kenikmatan
Dan sekiranya ahli kitab beriman dan bertakwa, tentulah Kami tutup (hapus) kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah Kami masukkan mereka kedalam surga-surga yang penuh kenikmatan.
وَلَوْ walaw dan kalau أَنَّهُمْ annahum sekiranya mereka أَقَامُوا۟ aqāmū (mereka) menegakkan ٱلتَّوْرَىٰةَ l-tawrāta Taurat وَٱلْإِنجِيلَ wal-injīla dan Injil وَمَآ wamā dan apa أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْهِم ilayhim kepada mereka مِّن min dari رَّبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka لَأَكَلُوا۟ la-akalū niscaya mereka mendapat makanan مِن min dari فَوْقِهِمْ fawqihim atas mereka وَمِن wamin dan dari تَحْتِ taḥti bawah أَرْجُلِهِم ۚ arjulihim kaki mereka مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka أُمَّةٌۭ ummatun umat/golongan مُّقْتَصِدَةٌۭ ۖ muq'taṣidatun pertengahan وَكَثِيرٌۭ wakathīrun dan kebanyakan مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka سَآءَ sāa amat buruk مَا mā apa يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil, dan (Al-Qur`ān) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhan-nya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka1. Di antara mereka ada golongan yang pertengahan2. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka.
۞ يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلرَّسُولُ l-rasūlu Rasul بَلِّغْ balligh sampaikanlah مَآ mā apa أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu مِن min dari رَّبِّكَ ۖ rabbika Tuhanmu وَإِن wa-in dan jika لَّمْ lam tidak تَفْعَلْ tafʿal kamu kerjakan فَمَا famā maka tidak بَلَّغْتَ ballaghta kamu menyampaikan رِسَالَتَهُۥ ۚ risālatahu risalahNya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعْصِمُكَ yaʿṣimuka Dia memelihara kamu مِنَ mina dari ٱلنَّاسِ ۗ l-nāsi manusia إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يَهْدِى yahdī Dia memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir
Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhan-mu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia1. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
قُلْ qul katakanlah يَـٰٓأَهْلَ yāahla Wahai ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab لَسْتُمْ lastum kamu tidak عَلَىٰ ʿalā atas شَىْءٍ shayin sesuatu حَتَّىٰ ḥattā sehingga تُقِيمُوا۟ tuqīmū kamu menegakkan ٱلتَّوْرَىٰةَ l-tawrāta Taurat وَٱلْإِنجِيلَ wal-injīla dan Injil وَمَآ wamā dan apa أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْكُم ilaykum kepadamu مِّن min dari رَّبِّكُمْ ۗ rabbikum Tuhan kalian وَلَيَزِيدَنَّ walayazīdanna dan sungguh akan menambah كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan مِّنْهُم min'hum diantara mereka مَّآ mā apa أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu مِن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu طُغْيَـٰنًۭا ṭugh'yānan kedurhakaan وَكُفْرًۭا ۖ wakuf'ran dan kekafiran فَلَا falā maka janganlah تَأْسَ tasa kamu berputus asa عَلَى ʿalā atas ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang yang kafir
Katakanlah, "Hai ahli kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al-Qur`ān yang diturunkan kepadamu dari Tuhan-mu". Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhan-mu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang هَادُوا۟ hādū Yahudi وَٱلصَّـٰبِـُٔونَ wal-ṣābiūna dan Shabi-in وَٱلنَّصَـٰرَىٰ wal-naṣārā dan Nasrani مَنْ man orang/siapa ءَامَنَ āmana beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhirat وَعَمِلَ waʿamila dan beramal صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan saleh فَلَا falā maka tidak ada خَوْفٌ khawfun kekhawatiran عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يَحْزَنُونَ yaḥzanūna (mereka) bersedih hati
Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Ṣābi`īn, dan orang-orang Nasrani, siapa saja1 (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian, dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
لَقَدْ laqad sesungguhnya أَخَذْنَا akhadhnā Kami telah mengambil مِيثَـٰقَ mīthāqa perjanjian بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil وَأَرْسَلْنَآ wa-arsalnā dan Kami telah mengutus إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka رُسُلًۭا ۖ rusulan Rasul-Rasul كُلَّمَا kullamā setiap جَآءَهُمْ jāahum datang kepada mereka رَسُولٌۢ rasūlun seorang Rasul بِمَا bimā dengan apa لَا lā tidak تَهْوَىٰٓ tahwā menginginkan أَنفُسُهُمْ anfusuhum hawa nafsu mereka فَرِيقًۭا farīqan segolongan/sebagian كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka dustakan وَفَرِيقًۭا wafarīqan dan segolongan/sebagian يَقْتُلُونَ yaqtulūna mereka bunuh
Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Isrā`īl, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh. 1
وَحَسِبُوٓا۟ waḥasibū dan mereka mengira أَلَّا allā bahwa tidak akan تَكُونَ takūna terjadi فِتْنَةٌۭ fit'natun bencana فَعَمُوا۟ faʿamū maka mereka menjadi buta وَصَمُّوا۟ waṣammū dan mereka menjadi tuli ثُمَّ thumma kemudian تَابَ tāba menerima taubat ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka ثُمَّ thumma kemudian عَمُوا۟ ʿamū mereka menjadi buta وَصَمُّوا۟ waṣammū dan mereka menjadi tuli كَثِيرٌۭ kathīrun kebanyakan مِّنْهُمْ ۚ min'hum diantara mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بَصِيرٌۢ baṣīrun Maha Melihat بِمَا bimā dengan/terhadap apa يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencana pun (terhadap mereka dengan membunuh nabi-nabi itu), maka (karena itu) mereka menjadi buta dan pekak, kemudian Allah menerima tobat mereka, kemudian kebanyakan dari mereka buta dan tuli (lagi). Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
لَقَدْ laqad sesungguhnya كَفَرَ kafara telah kafir ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang قَالُوٓا۟ qālū (mereka) mengatakan إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah هُوَ huwa Dia ٱلْمَسِيحُ l-masīḥu Al Masih ٱبْنُ ub'nu putera مَرْيَمَ ۖ maryama Maryam وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلْمَسِيحُ l-masīḥu Al Masih يَـٰبَنِىٓ yābanī Wahai keturunan إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah رَبِّى rabbī Tuhanku وَرَبَّكُمْ ۖ warabbakum dan Tuhanmu إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya مَن man barang siapa يُشْرِكْ yush'rik mempersekutukan بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/kepada Allah فَقَدْ faqad maka sungguh حَرَّمَ ḥarrama mengharamkan ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya ٱلْجَنَّةَ l-janata surga وَمَأْوَىٰهُ wamawāhu dan tempatnya ٱلنَّارُ ۖ l-nāru neraka وَمَا wamā dan tidaklah لِلظَّـٰلِمِينَ lilẓẓālimīna orang-orang yang dzalim مِنْ min dari أَنصَارٍۢ anṣārin penolong
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putra Maryam", padahal Al-Masih (sendiri) berkata, "Hai Bani Isrā`īl, sembahlah Allah Tuhan-ku dan Tuhan-mu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.
لَّقَدْ laqad sesungguhnya كَفَرَ kafara telah kafir ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang قَالُوٓا۟ qālū (mereka) mengatakan إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah ثَالِثُ thālithu tiga ثَلَـٰثَةٍۢ ۘ thalāthatin dari tiga وَمَا wamā dan tidak مِنْ min dari إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan إِلَّآ illā selain إِلَـٰهٌۭ ilāhun Tuhan وَٰحِدٌۭ ۚ wāḥidun satu/esa وَإِن wa-in dan jika لَّمْ lam tidak يَنتَهُوا۟ yantahū mereka berhenti عَمَّا ʿammā dari apa يَقُولُونَ yaqūlūna mereka katakan لَيَمَسَّنَّ layamassanna tentu akan menyentuh ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِنْهُمْ min'hum diantara mereka عَذَابٌ ʿadhābun siksa أَلِيمٌ alīmun pedih
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan, "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.
أَفَلَا afalā maka mengapa tidak يَتُوبُونَ yatūbūna mereka bertaubat إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah وَيَسْتَغْفِرُونَهُۥ ۚ wayastaghfirūnahu dan mereka memohon ampun kepadaNya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang
Maka mengapa mereka tidak bertobat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
مَّا mā bukanlah ٱلْمَسِيحُ l-masīḥu Al Masih ٱبْنُ ub'nu putera مَرْيَمَ maryama Maryam إِلَّا illā melainkan رَسُولٌۭ rasūlun seorang Rasul قَدْ qad sungguh خَلَتْ khalat telah berlalu مِن min dari قَبْلِهِ qablihi sebelumnya ٱلرُّسُلُ l-rusulu beberapa Rasul وَأُمُّهُۥ wa-ummuhu dan ibunya صِدِّيقَةٌۭ ۖ ṣiddīqatun seorang wanita yang sangat benar كَانَا kānā adalah keduanya يَأْكُلَانِ yakulāni keduanya memakan ٱلطَّعَامَ ۗ l-ṭaʿāma makanan ٱنظُرْ unẓur perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana نُبَيِّنُ nubayyinu Kami menjelaskan لَهُمُ lahumu bagi/kepada mereka ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti keterangan-keterangan ثُمَّ thumma kemudian ٱنظُرْ unẓur perhatikanlah أَنَّىٰ annā kemana يُؤْفَكُونَ yu'fakūna mereka berpaling
Al-Masih putra Maryam itu hanyalah seorang rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan1. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).
قُلْ qul katakanlah أَتَعْبُدُونَ ataʿbudūna mengapa kamu menyembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah مَا mā apa لَا lā tidak يَمْلِكُ yamliku berkuasa لَكُمْ lakum bagi kalian ضَرًّۭا ḍarran membahayakan وَلَا walā dan tidak نَفْعًۭا ۚ nafʿan memberi manfaat وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah هُوَ huwa Dia ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui
Katakanlah, "Mengapa kamu menyembah selain dari Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudarat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?" Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
قُلْ qul katakanlah يَـٰٓأَهْلَ yāahla Wahai ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Kitab لَا lā janganlah تَغْلُوا۟ taghlū kamu berlebih-lebihan فِى fī dalam دِينِكُمْ dīnikum agamamu غَيْرَ ghayra tidak/tanpa ٱلْحَقِّ l-ḥaqi kebenaran وَلَا walā dan janganlah تَتَّبِعُوٓا۟ tattabiʿū kamu mengikuti أَهْوَآءَ ahwāa hawa nafsu قَوْمٍۢ qawmin kaum/orang-orang قَدْ qad sungguh ضَلُّوا۟ ḍallū mereka telah sesat مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum وَأَضَلُّوا۟ wa-aḍallū dan mereka menyesatkan كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan وَضَلُّوا۟ waḍallū dan mereka sesat عَن ʿan dari سَوَآءِ sawāi lurus ٱلسَّبِيلِ l-sabīli jalan
Katakanlah, "Hai ahli kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus".
لُعِنَ luʿina telah dikutuk ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِنۢ min dari بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil عَلَىٰ ʿalā atas لِسَانِ lisāni lisan دَاوُۥدَ dāwūda Daud وَعِيسَى waʿīsā dan Isa ٱبْنِ ib'ni putera مَرْيَمَ ۚ maryama Maryam ذَٰلِكَ dhālika demikian بِمَا bimā disebabkan عَصَوا۟ ʿaṣaw mereka durhaka وَّكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka يَعْتَدُونَ yaʿtadūna (mereka) melampaui batas
Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Isrā`īl dengan lisan Dāwūd dan ʻIsa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.
كَانُوا۟ kānū mereka adalah لَا lā tidak يَتَنَاهَوْنَ yatanāhawna saling melarang عَن ʿan dari مُّنكَرٍۢ munkarin perbuatan mungkar فَعَلُوهُ ۚ faʿalūhu mereka lakukannya لَبِئْسَ labi'sa sungguh amat buruk مَا mā apa كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَفْعَلُونَ yafʿalūna (mereka) perbuat
Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.
تَرَىٰ tarā kamu melihat كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka يَتَوَلَّوْنَ yatawallawna (mereka) menjadikan pemimpin ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ ۚ kafarū kafir/ingkar لَبِئْسَ labi'sa sungguh amat buruk مَا mā apa قَدَّمَتْ qaddamat telah disediakan لَهُمْ lahum bagi mereka أَنفُسُهُمْ anfusuhum diri mereka sendiri أَن an bahwa سَخِطَ sakhiṭa kemurkaan ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَفِى wafī dan didalam ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi siksaan هُمْ hum mereka خَـٰلِدُونَ khālidūna (mereka) kekal
Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka dan mereka akan kekal dalam siksaan.
وَلَوْ walaw dan sekiranya كَانُوا۟ kānū mereka adalah يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِٱللَّهِ bil-lahi dengan/kepada Allah وَٱلنَّبِىِّ wal-nabiyi dan Nabi وَمَآ wamā dan apa أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْهِ ilayhi kepadanya مَا mā tidak ٱتَّخَذُوهُمْ ittakhadhūhum mengambil mereka أَوْلِيَآءَ awliyāa pemimpin وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka فَـٰسِقُونَ fāsiqūna orang-orang fasik
Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa), dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.
۞ لَتَجِدَنَّ latajidanna sungguh kamu akan mendapati أَشَدَّ ashadda paling keras ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia عَدَٰوَةًۭ ʿadāwatan permusuhan لِّلَّذِينَ lilladhīna terhadap orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱلْيَهُودَ l-yahūda orang-orang Yahudi وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang أَشْرَكُوا۟ ۖ ashrakū (mereka) musyrik وَلَتَجِدَنَّ walatajidanna dan sungguh kamu akan mendapati أَقْرَبَهُم aqrabahum mereka paling dekat مَّوَدَّةًۭ mawaddatan persahabatan لِّلَّذِينَ lilladhīna terhadap orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang قَالُوٓا۟ qālū (mereka) mengatakan إِنَّا innā sesungguhnya kami نَصَـٰرَىٰ ۚ naṣārā orang-orang Nasrani ذَٰلِكَ dhālika demikian بِأَنَّ bi-anna disebabkan مِنْهُمْ min'hum diantara meraka قِسِّيسِينَ qissīsīna pendeta-pendeta وَرُهْبَانًۭا waruh'bānan dan rahib-rahib وَأَنَّهُمْ wa-annahum dan bahwasanya mereka لَا lā tidak يَسْتَكْبِرُونَ yastakbirūna mereka menyombongkan diri
Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila سَمِعُوا۟ samiʿū mereka mendengarkan مَآ mā apa أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَى ilā kepada ٱلرَّسُولِ l-rasūli Rasul تَرَىٰٓ tarā kamu lihat أَعْيُنَهُمْ aʿyunahum mata mereka تَفِيضُ tafīḍu mencucurkan مِنَ mina dari ٱلدَّمْعِ l-damʿi air mata مِمَّا mimmā dari apa/disebabkan عَرَفُوا۟ ʿarafū mereka ketahui مِنَ mina dari ٱلْحَقِّ ۖ l-ḥaqi kebenaran يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan ءَامَنَّا āmannā kami telah beriman فَٱكْتُبْنَا fa-uk'tub'nā maka catatlah kami مَعَ maʿa bersama ٱلشَّـٰهِدِينَ l-shāhidīna orang-orang yang menjadi saksi
Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al-Qur`ān) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri) seraya berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al-Qur`ān dan kenabian Muhammad).
وَمَا wamā dan mengapa لَنَا lanā bagi kami لَا lā tidak نُؤْمِنُ nu'minu (kami) beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَمَا wamā dan apa جَآءَنَا jāanā datang kepada kami مِنَ mina dari ٱلْحَقِّ l-ḥaqi kebenaran وَنَطْمَعُ wanaṭmaʿu dan kami menginginkan أَن an agar يُدْخِلَنَا yud'khilanā memasukkan kami رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami مَعَ maʿa beserta ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh
Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami? Padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh?"
فَأَثَـٰبَهُمُ fa-athābahumu maka memberi pahala kepada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah بِمَا bimā dengan apa قَالُوا۟ qālū mereka katakan جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا ۚ fīhā didalamnya وَذَٰلِكَ wadhālika dan itulah جَزَآءُ jazāu balasan ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat kebaikan
Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya).
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَكَذَّبُوا۟ wakadhabū dan mereka mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَآ biāyātinā dengan ayat-ayat Kami أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلْجَحِيمِ l-jaḥīmi neraka
Dan orang-orang kafir serta mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا lā jangan تُحَرِّمُوا۟ tuḥarrimū kamu mengharamkan طَيِّبَـٰتِ ṭayyibāti yang baik-baik مَآ mā apa أَحَلَّ aḥalla menghalalkan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمْ lakum bagi kalian وَلَا walā dan jangan تَعْتَدُوٓا۟ ۚ taʿtadū kamu melampaui batas إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يُحِبُّ yuḥibbu menyukai ٱلْمُعْتَدِينَ l-muʿ'tadīna orang-orang yang melampaui batas
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
وَكُلُوا۟ wakulū dan makanlah مِمَّا mimmā dari apa رَزَقَكُمُ razaqakumu telah memberi rezki kepadamu ٱللَّهُ l-lahu Allah حَلَـٰلًۭا ḥalālan halal طَيِّبًۭا ۚ ṭayyiban baik وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَنتُم antum kamu بِهِۦ bihi denganNya مُؤْمِنُونَ mu'minūna orang-orang beriman
Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezkikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.
لَا lā tidak يُؤَاخِذُكُمُ yuākhidhukumu menghukum kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah بِٱللَّغْوِ bil-laghwi karena main-main فِىٓ fī di dalam أَيْمَـٰنِكُمْ aymānikum sumpahmu وَلَـٰكِن walākin tetapi يُؤَاخِذُكُم yuākhidhukum Dia menghukum kamu بِمَا bimā dengan sebab عَقَّدتُّمُ ʿaqqadttumu kamu sengaja ٱلْأَيْمَـٰنَ ۖ l-aymāna sumpah-sumpah itu فَكَفَّـٰرَتُهُۥٓ fakaffāratuhu maka dendanya إِطْعَامُ iṭ'ʿāmu memberi makan عَشَرَةِ ʿasharati sepuluh مَسَـٰكِينَ masākīna orang-orang miskin مِنْ min dari أَوْسَطِ awsaṭi pertengahan/biasa مَا mā apa تُطْعِمُونَ tuṭ'ʿimūna kamu berikan makan أَهْلِيكُمْ ahlīkum keluargamu أَوْ aw atau كِسْوَتُهُمْ kis'watuhum memberi mereka pakaian أَوْ aw atau تَحْرِيرُ taḥrīru memerdekakan رَقَبَةٍۢ ۖ raqabatin seorang budak فَمَن faman maka barang siapa لَّمْ lam tidak يَجِدْ yajid mendapatkan فَصِيَامُ faṣiyāmu maka berpuasalah ثَلَـٰثَةِ thalāthati tiga أَيَّامٍۢ ۚ ayyāmin hari ذَٰلِكَ dhālika demikian كَفَّـٰرَةُ kaffāratu denda أَيْمَـٰنِكُمْ aymānikum sumpah-sumpahmu إِذَا idhā jika/bila حَلَفْتُمْ ۚ ḥalaftum kamu bersumpah وَٱحْفَظُوٓا۟ wa-iḥ'faẓū dan jagalah أَيْمَـٰنَكُمْ ۚ aymānakum sumpah-sumpahmu كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikianlah يُبَيِّنُ yubayyinu menerangkan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمْ lakum bagi kalian ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayatNya لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur
Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kafarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kafaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kafarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلْخَمْرُ l-khamru minuman keras وَٱلْمَيْسِرُ wal-maysiru dan judi وَٱلْأَنصَابُ wal-anṣābu dan berhala-berhala وَٱلْأَزْلَـٰمُ wal-azlāmu dan mengundi nasib dengan anak panah رِجْسٌۭ rij'sun perbuatan keji مِّنْ min dari عَمَلِ ʿamali perbuatan ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan فَٱجْتَنِبُوهُ fa-ij'tanibūhu maka jauhilah perbuatan itu لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُفْلِحُونَ tuf'liḥūna (kamu) beruntung
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar (arak), berjudi, (berkurban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah1 adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يُرِيدُ yurīdu bermaksud ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan أَن an hendak يُوقِعَ yūqiʿa menimbulkan بَيْنَكُمُ baynakumu diantara kamu ٱلْعَدَٰوَةَ l-ʿadāwata permusuhan وَٱلْبَغْضَآءَ wal-baghḍāa dan kebencian فِى fī di dalam ٱلْخَمْرِ l-khamri minuman keras وَٱلْمَيْسِرِ wal-maysiri dan berjudi وَيَصُدَّكُمْ wayaṣuddakum dan ia menghalangi kamu عَن ʿan dari ذِكْرِ dhik'ri mengingat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَعَنِ waʿani dan dari ٱلصَّلَوٰةِ ۖ l-ṣalati sholat فَهَلْ fahal maka apakah أَنتُم antum kamu مُّنتَهُونَ muntahūna orang-orang yang berhenti
Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar (arak) dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan salat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).
وَأَطِيعُوا۟ wa-aṭīʿū dan taatlah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَطِيعُوا۟ wa-aṭīʿū dan taatlah kamu ٱلرَّسُولَ l-rasūla Rasul وَٱحْذَرُوا۟ ۚ wa-iḥ'dharū dan berhati-hatilah kamu فَإِن fa-in maka jika تَوَلَّيْتُمْ tawallaytum kamu berpaling فَٱعْلَمُوٓا۟ fa-iʿ'lamū maka ketahuilah أَنَّمَا annamā bahwasanya عَلَىٰ ʿalā atas رَسُولِنَا rasūlinā Rasul Kami ٱلْبَلَـٰغُ l-balāghu penyampaian ٱلْمُبِينُ l-mubīnu yang nyata
Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepadarasul-(Nya), dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.
لَيْسَ laysa tidak/bukan عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh جُنَاحٌۭ junāḥun berdosa فِيمَا fīmā tentang apa طَعِمُوٓا۟ ṭaʿimū mereka telah memakannya إِذَا idhā apabila/jika مَا mā apa ٱتَّقَوا۟ ittaqaw mereka bertakwa وَّءَامَنُوا۟ waāmanū dan mereka beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh ثُمَّ thumma kemudian ٱتَّقَوا۟ ittaqaw mereka bertakwa وَّءَامَنُوا۟ waāmanū dan mereka beriman ثُمَّ thumma kemudian ٱتَّقَوا۟ ittaqaw mereka bertakwa وَّأَحْسَنُوا۟ ۗ wa-aḥsanū dan mereka berbuat kebaikan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat kebaikan
Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang saleh karena memakan makanan yang telah mereka makan dahulu, apabila mereka bertakwa serta beriman, dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, kemudian mereka tetap bertakwa dan beriman, kemudian mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَيَبْلُوَنَّكُمُ layabluwannakumu sungguh akan menguji kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah بِشَىْءٍۢ bishayin dengan sesuatu مِّنَ mina dari ٱلصَّيْدِ l-ṣaydi binatang buruan تَنَالُهُۥٓ tanāluhu kamu perolehnya أَيْدِيكُمْ aydīkum tanganmu وَرِمَاحُكُمْ warimāḥukum dan tombakmu لِيَعْلَمَ liyaʿlama karena hendak mengetahui ٱللَّهُ l-lahu Allah مَن man siapa يَخَافُهُۥ yakhāfuhu takut kepadanya بِٱلْغَيْبِ ۚ bil-ghaybi dengan yang gaib/tidak terlihat فَمَنِ famani maka barang siapa ٱعْتَدَىٰ iʿ'tadā melanggar batas بَعْدَ baʿda sesudah ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu فَلَهُۥ falahu maka baginya عَذَابٌ ʿadhābun siksa أَلِيمٌۭ alīmun pedih
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan sesuatu dari binatang buruan yang mudah didapat oleh tangan dan tombakmu1 supaya Allah mengetahui orang yang takut kepada-Nya, biarpun ia tidak dapat melihat-Nya. Barang siapa yang melanggar batas sesudah itu, maka baginya azab yang pedih.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا lā jangan تَقْتُلُوا۟ taqtulū kamu membunuh ٱلصَّيْدَ l-ṣayda binatang buruan وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian حُرُمٌۭ ۚ ḥurumun berihram وَمَن waman dan barang siapa قَتَلَهُۥ qatalahu membunuhnya مِنكُم minkum diantara kamu مُّتَعَمِّدًۭا mutaʿammidan dengan sengaja فَجَزَآءٌۭ fajazāon maka balasannya مِّثْلُ mith'lu seperti مَا mā apa قَتَلَ qatala ia membunuh مِنَ mina dari ٱلنَّعَمِ l-naʿami binatang ternak يَحْكُمُ yaḥkumu memutuskan hukum بِهِۦ bihi dengannya/padanya ذَوَا dhawā dua orang عَدْلٍۢ ʿadlin adil مِّنكُمْ minkum diantara kamu هَدْيًۢا hadyan (sebagai) korban بَـٰلِغَ bāligha sampai ٱلْكَعْبَةِ l-kaʿbati Ka'bah أَوْ aw atau كَفَّـٰرَةٌۭ kaffāratun (sebagai) denda طَعَامُ ṭaʿāmu memberi makan مَسَـٰكِينَ masākīna orang-orang miskin أَوْ aw atau عَدْلُ ʿadlu mengganti ذَٰلِكَ dhālika demikian صِيَامًۭا ṣiyāman berpuasa لِّيَذُوقَ liyadhūqa supaya ia merasakan وَبَالَ wabāla akibat buruk أَمْرِهِۦ ۗ amrihi urusan/pekerjaannya عَفَا ʿafā telah memaafkan ٱللَّهُ l-lahu Allah عَمَّا ʿammā tentang apa سَلَفَ ۚ salafa telah lalu وَمَنْ waman dan barang siapa عَادَ ʿāda kembali فَيَنتَقِمُ fayantaqimu maka akan menyiksa ٱللَّهُ l-lahu Allah مِنْهُ ۗ min'hu daripadanya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَزِيزٌۭ ʿazīzun Maha Perkasa ذُو dhū mempunyai ٱنتِقَامٍ intiqāmin hak menyiksa
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan1 ketika kamu sedang ihram. Barang siapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai hadya2 yang dibawa sampai ke Kakbah3, atau (dendanya) membayar kafarat dengan memberi makan orang-orang miskin4, atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu5, supaya dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu6. Dan barang siapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa.
أُحِلَّ uḥilla dihalalkan لَكُمْ lakum bagi kalian صَيْدُ ṣaydu binatang buruan ٱلْبَحْرِ l-baḥri laut وَطَعَامُهُۥ waṭaʿāmuhu dan memakannya مَتَـٰعًۭا matāʿan kesenangan لَّكُمْ lakum bagi kalian وَلِلسَّيَّارَةِ ۖ walilssayyārati dan bagi yang dalam perjalanan وَحُرِّمَ waḥurrima dan diharamkan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian صَيْدُ ṣaydu binatang buruan ٱلْبَرِّ l-bari darat مَا mā apa دُمْتُمْ dum'tum selama kamu حُرُمًۭا ۗ ḥuruman berihram وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah ٱلَّذِىٓ alladhī yang إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya تُحْشَرُونَ tuḥ'sharūna kamu dikumpulkan
Dihalalkan bagimu binatang buruan laut1 dan makanan (yang berasal) dari laut2 sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat selama kamu dalam ihram. Dan bertakwalah kepada Allah Yang kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.
۞ جَعَلَ jaʿala telah menjadikan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْكَعْبَةَ l-kaʿbata Ka'bah ٱلْبَيْتَ l-bayta rumah ٱلْحَرَامَ l-ḥarāma suci قِيَـٰمًۭا qiyāman menegakkan لِّلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia وَٱلشَّهْرَ wal-shahra dan bulan ٱلْحَرَامَ l-ḥarāma suci وَٱلْهَدْىَ wal-hadya dan binatang kurban وَٱلْقَلَـٰٓئِدَ ۚ wal-qalāida dan binatang yang diberi kalung ذَٰلِكَ dhālika demikian لِتَعْلَمُوٓا۟ litaʿlamū agar kamu mengetahui أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui مَا mā apa فِى fī di dalam ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa فِى fī di dalam ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah بِكُلِّ bikulli dengan segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui
Allah telah menjadikan Kakbah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia1, dan (demikian pula) bulan Haram2, hadya3, qalā`id4. (Allah menjadikan yang) demikian itu agar kamu tahu bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
ٱعْلَمُوٓا۟ iʿ'lamū ketahuilah أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah شَدِيدُ shadīdu sangat keras ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksa وَأَنَّ wa-anna dan bahwa sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang
Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
مَّا mā tidak عَلَى ʿalā atas ٱلرَّسُولِ l-rasūli Rasul إِلَّا illā kecuali ٱلْبَلَـٰغُ ۗ l-balāghu penyampaian وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui مَا mā apa تُبْدُونَ tub'dūna kamu lahirkan وَمَا wamā dan apa تَكْتُمُونَ taktumūna kamu sembunyikan
Kewajiban rasul tidak lain hanyalah menyampaikan, dan Allah mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan.
قُل qul katakanlah لَّا lā tidak يَسْتَوِى yastawī sama ٱلْخَبِيثُ l-khabīthu yang buruk وَٱلطَّيِّبُ wal-ṭayibu dan yang baik وَلَوْ walaw meskipun أَعْجَبَكَ aʿjabaka menarik hatimu كَثْرَةُ kathratu banyak ٱلْخَبِيثِ ۚ l-khabīthi yang buruk فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah يَـٰٓأُو۟لِى yāulī wahai orang-orang ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi yang berakal لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُفْلِحُونَ tuf'liḥūna kamu beruntung
Katakanlah, "Tidak sama yang buruk dengan yang baik meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan".
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا lā jangan تَسْـَٔلُوا۟ tasalū kamu menanyakan عَنْ ʿan dari أَشْيَآءَ ashyāa sesuatu/perkara إِن in jika تُبْدَ tub'da diterangkan لَكُمْ lakum bagi kalian تَسُؤْكُمْ tasu'kum menyusahkan kamu وَإِن wa-in dan jika تَسْـَٔلُوا۟ tasalū kamu menanyakan عَنْهَا ʿanhā daripadanya حِينَ ḥīna ketika يُنَزَّلُ yunazzalu diturunkan ٱلْقُرْءَانُ l-qur'ānu Al Qur'an تُبْدَ tub'da diterangkan لَكُمْ lakum bagi kalian عَفَا ʿafā memaafkan ٱللَّهُ l-lahu Allah عَنْهَا ۗ ʿanhā daripadanya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah غَفُورٌ ghafūrun Maha Pengampun حَلِيمٌۭ ḥalīmun Maha Penyantun
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu Al-Qur`ān itu diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu, Allah memaafkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.
قَدْ qad sungguh سَأَلَهَا sa-alahā telah menanyakannya قَوْمٌۭ qawmun kaum مِّن min dari قَبْلِكُمْ qablikum sebelum kalian ثُمَّ thumma kemudian أَصْبَحُوا۟ aṣbaḥū jadilah mereka بِهَا bihā dengannya كَـٰفِرِينَ kāfirīna orang-orang kafir
Sesungguhnya telah ada segolongan manusia sebelum kamu menanyakan hal-hal yang serupa itu (kepada nabi mereka), kemudian mereka tidak percaya kepadanya1.
مَا mā tidak جَعَلَ jaʿala menjadikan ٱللَّهُ l-lahu Allah مِنۢ min dari بَحِيرَةٍۢ baḥīratin bahirah (unta yang dipotong telinganya) وَلَا walā dan tidak سَآئِبَةٍۢ sāibatin saibah (unta yang tidak boleh diganggu) وَلَا walā dan tidak وَصِيلَةٍۢ waṣīlatin wasilah (anak kambing وَلَا walā dan tidak حَامٍۢ ۙ ḥāmin haam (unta larangan yang tidak boleh dibebani) وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka membuat-buat عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْكَذِبَ ۖ l-kadhiba kebohongan وَأَكْثَرُهُمْ wa-aktharuhum dan kebanyakan mereka لَا lā tidak يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka berakal
Allah sekali-kali tidak pernah mensyariatkan adanya baḥīrah1, sā`ibah2, waṣīlah3, dan ḥām4. Akan tetapi, orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila قِيلَ qīla dikatakan لَهُمْ lahum kepada mereka تَعَالَوْا۟ taʿālaw marilah إِلَىٰ ilā kepada مَآ mā apa أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah وَإِلَى wa-ilā dan kepada ٱلرَّسُولِ l-rasūli Rasul قَالُوا۟ qālū mereka berkata حَسْبُنَا ḥasbunā cukuplah kami مَا mā apa وَجَدْنَا wajadnā kami dapati عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya ءَابَآءَنَآ ۚ ābāanā bapak-bapak kami أَوَلَوْ awalaw apakah meskipun كَانَ kāna adalah ءَابَآؤُهُمْ ābāuhum bapak-bapak mereka لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui شَيْـًۭٔا shayan sesuatu وَلَا walā dan tidak يَهْتَدُونَ yahtadūna mereka mendapat petunjuk
Apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti rasul". Mereka menjawab, "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian أَنفُسَكُمْ ۖ anfusakum diri kalian sendiri لَا lā tidak يَضُرُّكُم yaḍurrukum memberi mudharat kepadamu مَّن man orang ضَلَّ ḍalla ia sesat إِذَا idhā apabila ٱهْتَدَيْتُمْ ۚ ih'tadaytum kamu mendapat petunjuk إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah مَرْجِعُكُمْ marjiʿukum tempat kembalimu جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya فَيُنَبِّئُكُم fayunabbi-ukum maka Dia akan menerangkan kepadamu بِمَا bimā tentang apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudarat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk1. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman شَهَـٰدَةُ shahādatu penyaksian بَيْنِكُمْ baynikum diantara kamu إِذَا idhā apabila حَضَرَ ḥaḍara datang/menghadapi أَحَدَكُمُ aḥadakumu salah seorang kamu ٱلْمَوْتُ l-mawtu kematian حِينَ ḥīna ketika ٱلْوَصِيَّةِ l-waṣiyati berwasiat ٱثْنَانِ ith'nāni dua orang ذَوَا dhawā mempunyai عَدْلٍۢ ʿadlin keadilan مِّنكُمْ minkum diantara kamu أَوْ aw atau ءَاخَرَانِ ākharāni dua orang lain مِنْ min dari غَيْرِكُمْ ghayrikum selain kamu إِنْ in jika أَنتُمْ antum kamu ضَرَبْتُمْ ḍarabtum kamu bepergian فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi فَأَصَـٰبَتْكُم fa-aṣābatkum maka/lalu menimpa kamu مُّصِيبَةُ muṣībatu bencana ٱلْمَوْتِ ۚ l-mawti kematian تَحْبِسُونَهُمَا taḥbisūnahumā kamu menahan keduanya مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ٱلصَّلَوٰةِ l-ṣalati sholat فَيُقْسِمَانِ fayuq'simāni maka/lalu keduanya bersumpah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan (nama) Allah إِنِ ini jika ٱرْتَبْتُمْ ir'tabtum kamu ragu-ragu لَا lā tidak نَشْتَرِى nashtarī kami membeli بِهِۦ bihi dengannya ثَمَنًۭا thamanan harga وَلَوْ walaw walaupun كَانَ kāna adalah ذَا dhā memiliki قُرْبَىٰ ۙ qur'bā kerabat وَلَا walā dan tidak نَكْتُمُ naktumu kami menyembunyikan شَهَـٰدَةَ shahādata kesaksian ٱللَّهِ l-lahi Allah إِنَّآ innā sesungguhnya kami إِذًۭا idhan jika demikian لَّمِنَ lamina tentu termasuk ٱلْـَٔاثِمِينَ l-āthimīna orang-orang yang berdosa
Hai orang-orang yang beriman, apabila salah seorang kamu menghadapi kematian, sedang dia akan berwasiat, maka hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dua orang yang adil di antara kamu, atau dua orang yang berlainan agama dengan kamu1, jika kamu dalam perjalanan dimuka bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian. Kamu tahan kedua saksi itu sesudah salat (untuk bersumpah), lalu mereka keduanya bersumpah dengan nama Allah jika kamu ragu-ragu, "(Demi Allah) kami tidak akan menukar sumpah ini harga yang sedikit (untuk kepentingan seseorang), walaupun dia karib kerabat, dan tidak (pula) kami menyembunyikan persaksian Allah; sesungguhnya kami kalau demikian tentulah termasuk orang-orang yang berdosa".
فَإِنْ fa-in maka jika عُثِرَ ʿuthira diketahui عَلَىٰٓ ʿalā atas أَنَّهُمَا annahumā keduanya ٱسْتَحَقَّآ is'taḥaqqā keduanya berbuat إِثْمًۭا ith'man dosa فَـَٔاخَرَانِ faākharāni maka dua orang yang lain يَقُومَانِ yaqūmāni keduanya berdiri مَقَامَهُمَا maqāmahumā tempat kedudukan keduanya مِنَ mina dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱسْتَحَقَّ is'taḥaqqa berhak عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْأَوْلَيَـٰنِ l-awlayāni dua orang pertama/lebih dekat فَيُقْسِمَانِ fayuq'simāni maka keduanya bersumpah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan (nama) Allah لَشَهَـٰدَتُنَآ lashahādatunā sesungguhnya kesaksian kami أَحَقُّ aḥaqqu lebih berhak مِن min dari شَهَـٰدَتِهِمَا shahādatihimā kesaksian keduanya وَمَا wamā dan tidak ٱعْتَدَيْنَآ iʿ'tadaynā kami melanggar batas إِنَّآ innā sesungguhnya kami إِذًۭا idhan jika demikian لَّمِنَ lamina tentu termasuk ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim
Jika diketahui bahwa kedua (saksi itu) memperbuat dosa1, maka dua orang yang lain di antara ahli waris yang berhak yang lebih dekat kepada orang yang meninggal (memajukan tuntutan) untuk menggantikannya, lalu keduanya bersumpah dengan nama Allah, "Sesungguhnya persaksian kami labih layak diterima daripada persaksian kedua saksi itu, dan kami tidak melanggar batas, sesungguhnya kami kalau demikian tentulah termasuk orang yang menganiaya diri sendiri".
ذَٰلِكَ dhālika demikian أَدْنَىٰٓ adnā lebih dekat أَن an agar يَأْتُوا۟ yatū mereka datang بِٱلشَّهَـٰدَةِ bil-shahādati dengan kesaksian عَلَىٰ ʿalā atas وَجْهِهَآ wajhihā sebenarnya أَوْ aw atau يَخَافُوٓا۟ yakhāfū mereka takut أَن an akan تُرَدَّ turadda dikembalikan أَيْمَـٰنٌۢ aymānun sumpah بَعْدَ baʿda sesudah أَيْمَـٰنِهِمْ ۗ aymānihim sumpah mereka وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱسْمَعُوا۟ ۗ wa-is'maʿū dan dengarkanlah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا lā tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلْفَـٰسِقِينَ l-fāsiqīna orang-orang yang fasik
Itu lebih dekat untuk (menjadikan para saksi) mengemukakan persaksiannya menurut apa yang sebenarnya, dan (lebih dekat untuk menjadikan mereka) merasa takut akan dikembalikan sumpahnya1 (kepada ahli waris) sesudah mereka bersumpah. Dan bertakwalah kepada Allah dan dengarkanlah (perintah-Nya). Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
۞ يَوْمَ yawma pada hari يَجْمَعُ yajmaʿu mengumpulkan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلرُّسُلَ l-rusula Rasul-Rasul فَيَقُولُ fayaqūlu lalu Dia berkata/bertanya مَاذَآ mādhā bagaimanakah أُجِبْتُمْ ۖ ujib'tum kamu dijawab قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَا lā tidak ada عِلْمَ ʿil'ma pengetahuan لَنَآ ۖ lanā bagi kami إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau أَنتَ anta Engkau عَلَّـٰمُ ʿallāmu Maha Mengetahui ٱلْغُيُوبِ l-ghuyūbi perkara-perkara gaib
(Ingatlah) hari di waktu Allah mengumpulkan para rasul lalu Allah bertanya (kepada mereka), "Apa jawaban kaummu terhadap (seruan)mu?" Para rasul menjawab, "Tidak ada pengetahuan kami (tentang itu); sesungguhnya Engkau-lah yang mengetahui perkara yang gaib".
إِذْ idh ketika قَالَ qāla mengatakan ٱللَّهُ l-lahu Allah يَـٰعِيسَى yāʿīsā Wahai Isa ٱبْنَ ib'na putera مَرْيَمَ maryama Maryam ٱذْكُرْ udh'kur ingatlah نِعْمَتِى niʿ'matī nikmatiKu عَلَيْكَ ʿalayka atasmu وَعَلَىٰ waʿalā dan atas وَٰلِدَتِكَ wālidatika ibumu إِذْ idh ketika/di waktu أَيَّدتُّكَ ayyadttuka Aku menguatkan kamu بِرُوحِ birūḥi dengan ruhul ٱلْقُدُسِ l-qudusi qudus تُكَلِّمُ tukallimu kamu berbicara ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia فِى fī dalam ٱلْمَهْدِ l-mahdi buaian وَكَهْلًۭا ۖ wakahlan dan sesudah dewasa وَإِذْ wa-idh dan ketika عَلَّمْتُكَ ʿallamtuka Aku mengajarkan kamu ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab وَٱلْحِكْمَةَ wal-ḥik'mata dan Hikmat وَٱلتَّوْرَىٰةَ wal-tawrāta dan Taurat وَٱلْإِنجِيلَ ۖ wal-injīla dan Injil وَإِذْ wa-idh dan ketika تَخْلُقُ takhluqu kamu membentuk مِنَ mina dari ٱلطِّينِ l-ṭīni tanah كَهَيْـَٔةِ kahayati seperti bentuk ٱلطَّيْرِ l-ṭayri burung بِإِذْنِى bi-idh'nī dengan izinKu فَتَنفُخُ fatanfukhu maka/lalu meniup فِيهَا fīhā di dalamnya فَتَكُونُ fatakūnu maka jadilah ia طَيْرًۢا ṭayran burung بِإِذْنِى ۖ bi-idh'nī dengan izinKu وَتُبْرِئُ watub'ri-u dan kamu menyembuhkan ٱلْأَكْمَهَ l-akmaha orang buta وَٱلْأَبْرَصَ wal-abraṣa dan orang sakit lepra بِإِذْنِى ۖ bi-idh'nī dengan izinKu وَإِذْ wa-idh dan ketika تُخْرِجُ tukh'riju kamu mengeluarkan ٱلْمَوْتَىٰ l-mawtā orang mati بِإِذْنِى ۖ bi-idh'nī dengan izinKu وَإِذْ wa-idh dan ketika كَفَفْتُ kafaftu Aku menahan بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil عَنكَ ʿanka dari kamu إِذْ idh ketika جِئْتَهُم ji'tahum kamu datang kepada mereka بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan keterangan-keterangan فَقَالَ faqāla maka berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِنْهُمْ min'hum diantara mereka إِنْ in tidaklah هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّا illā kecuali سِحْرٌۭ siḥ'run sihir مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata
(Ingatlah), ketika Allah mengatakan, "Hai ʻIsa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan Rūḥul Qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat, dan Injil, dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Isrā`īl (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata, "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata".
وَإِذْ wa-idh dan ketika أَوْحَيْتُ awḥaytu Aku wahyukan إِلَى ilā kepada ٱلْحَوَارِيِّـۧنَ l-ḥawāriyīna pengikut yang setia أَنْ an hendaknya ءَامِنُوا۟ āminū beriman بِى bī kepadaKu وَبِرَسُولِى wabirasūlī dan kepada RasulKu قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata ءَامَنَّا āmannā kami telah beriman وَٱشْهَدْ wa-ish'had dan saksikanlah بِأَنَّنَا bi-annanā bahwa sesungguhnya kami مُسْلِمُونَ mus'limūna orang-orang muslim
Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengiku tʻIsa yang setia, "Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku". Mereka menjawab, " Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu)".
إِذْ idh ketika قَالَ qāla berkata ٱلْحَوَارِيُّونَ l-ḥawāriyūna pengikut-pengikut yang setia يَـٰعِيسَى yāʿīsā Wahai Isa ٱبْنَ ib'na putera مَرْيَمَ maryama Maryam هَلْ hal apakah يَسْتَطِيعُ yastaṭīʿu dapat رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu أَن an hendak يُنَزِّلَ yunazzila menurunkan عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami مَآئِدَةًۭ māidatan makanan مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ ۖ l-samāi langit قَالَ qāla ia (Isa) berkata ٱتَّقُوا۟ ittaqū bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman
(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut ʻIsa berkata, "Hai ʻIsa putra Maryam, bersediakah Tuhan-mu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?" ʻIsa menjawab, "Bertakwalah kepada Allah jika betul-betul kamu orang yang beriman".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata نُرِيدُ nurīdu kami ingin أَن an untuk نَّأْكُلَ nakula kami memakan مِنْهَا min'hā daripadanya وَتَطْمَئِنَّ wataṭma-inna dan menentramkan قُلُوبُنَا qulūbunā hati kami وَنَعْلَمَ wanaʿlama dan kami mengetahui أَن an bahwa قَدْ qad sungguh صَدَقْتَنَا ṣadaqtanā kamu berkata benar kepada kami وَنَكُونَ wanakūna dan kami adalah عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya مِنَ mina dari ٱلشَّـٰهِدِينَ l-shāhidīna orang-orang yang menyaksikan
Mereka berkata, "Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami, dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu".
قَالَ qāla berkata عِيسَى ʿīsā Isa ٱبْنُ ub'nu putera مَرْيَمَ maryama Maryam ٱللَّهُمَّ l-lahuma ya Allah رَبَّنَآ rabbanā Tuhan kami أَنزِلْ anzil turunkan عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami مَآئِدَةًۭ māidatan hidangan مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit تَكُونُ takūnu jadilah ia لَنَا lanā bagi kami عِيدًۭا ʿīdan hari raya لِّأَوَّلِنَا li-awwalinā bagi yang pertama dari kami وَءَاخِرِنَا waākhirinā dan yang kemudian dari kami وَءَايَةًۭ waāyatan dan tanda-tanda kekuasaan مِّنكَ ۖ minka dari Engkau وَٱرْزُقْنَا wa-ur'zuq'nā dan berilah kami rezki وَأَنتَ wa-anta dan Engkau خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلرَّٰزِقِينَ l-rāziqīna pemberi rezki
ʻIsa putra Maryam berdoa, "Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkau-lah pemberi rezeki yang paling utama".
قَالَ qāla berfirman ٱللَّهُ l-lahu Allah إِنِّى innī sesungguhnya Aku مُنَزِّلُهَا munazziluhā menurunkannya عَلَيْكُمْ ۖ ʿalaykum atas kalian فَمَن faman maka barang siapa يَكْفُرْ yakfur ia ingkar بَعْدُ baʿdu sesudah مِنكُمْ minkum diantara kamu فَإِنِّىٓ fa-innī maka sesungguhnya Aku أُعَذِّبُهُۥ uʿadhibuhu Aku akan menyiksanya عَذَابًۭا ʿadhāban siksaan لَّآ lā belum pernah أُعَذِّبُهُۥٓ uʿadhibuhu Aku menyiksanya أَحَدًۭا aḥadan seorang مِّنَ mina dari ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam/ummat manusia
Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barang siapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia".
وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالَ qāla berfirman ٱللَّهُ l-lahu Allah يَـٰعِيسَى yāʿīsā Wahai Isa ٱبْنَ ib'na putera مَرْيَمَ maryama Maryam ءَأَنتَ a-anta adakah kamu قُلْتَ qul'ta kamu mengatakan لِلنَّاسِ lilnnāsi kepada manusia ٱتَّخِذُونِى ittakhidhūnī jadikanlah aku وَأُمِّىَ wa-ummiya dan ibuku إِلَـٰهَيْنِ ilāhayni dua Tuhan مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah قَالَ qāla (Isa) berkata سُبْحَـٰنَكَ sub'ḥānaka Maha Suci Engkau مَا mā tidak يَكُونُ yakūnu ada لِىٓ lī bagiku أَنْ an bahwa أَقُولَ aqūla aku mengatakan مَا mā apa لَيْسَ laysa bukan لِى lī bagiku بِحَقٍّ ۚ biḥaqqin dengan hak إِن in jika كُنتُ kuntu aku adalah قُلْتُهُۥ qul'tuhu aku mengatakannya فَقَدْ faqad maka sesungguhnya عَلِمْتَهُۥ ۚ ʿalim'tahu Engkau mengetahuinya تَعْلَمُ taʿlamu Engkau mengetahui مَا mā apa فِى fī di dalam نَفْسِى nafsī diriku وَلَآ walā dan tidak أَعْلَمُ aʿlamu aku mengetahui مَا mā apa فِى fī di dalam نَفْسِكَ ۚ nafsika diri Engkau إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau أَنتَ anta Engkau عَلَّـٰمُ ʿallāmu Maha Mengetahui ٱلْغُيُوبِ l-ghuyūbi yang gaib
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, "Hai ʻIsa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia, "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?" `Isa menjawab, "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya, maka tentulah Engkau mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib".
مَا mā tidak قُلْتُ qul'tu aku mengatakan لَهُمْ lahum kepada mereka إِلَّا illā kecuali مَآ mā apa أَمَرْتَنِى amartanī Engkau perintahkan kepadaku بِهِۦٓ bihi dengannya أَنِ ani hendaknya ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah رَبِّى rabbī Tuhanku وَرَبَّكُمْ ۚ warabbakum dan Tuhanmu وَكُنتُ wakuntu dan aku adalah عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka شَهِيدًۭا shahīdan menjadi saksi مَّا mā apa دُمْتُ dum'tu selama aku فِيهِمْ ۖ fīhim diantara mereka فَلَمَّا falammā maka setelah تَوَفَّيْتَنِى tawaffaytanī Engkau mewafatkan aku كُنتَ kunta Engkau adalah أَنتَ anta Engkau ٱلرَّقِيبَ l-raqība pengawas عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas mereka وَأَنتَ wa-anta dan Engkau عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu شَهِيدٌ shahīdun menjadi saksi
Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya, yaitu, "Sembahlah Allah, Tuhan-ku dan Tuhan-mu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.
إِن in jika تُعَذِّبْهُمْ tuʿadhib'hum Engkau menyiksa mereka فَإِنَّهُمْ fa-innahum maka sesungguhnya mereka عِبَادُكَ ۖ ʿibāduka hamba-hamba Engkau وَإِن wa-in dan jika تَغْفِرْ taghfir Engkau mengampuni لَهُمْ lahum kepada mereka فَإِنَّكَ fa-innaka maka sesungguhnya Engkau أَنتَ anta Engkau ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana
Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
قَالَ qāla berfirman ٱللَّهُ l-lahu Allah هَـٰذَا hādhā inilah يَوْمُ yawmu suatu hari يَنفَعُ yanfaʿu bermanfaat ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar صِدْقُهُمْ ۚ ṣid'quhum kebenaran mereka لَهُمْ lahum bagi mereka جَنَّـٰتٌۭ jannātun surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَآ fīhā didalamnya أَبَدًۭا ۚ abadan selama-lamanya رَّضِىَ raḍiya ridha ٱللَّهُ l-lahu Allah عَنْهُمْ ʿanhum terhadap mereka وَرَضُوا۟ waraḍū dan ridha عَنْهُ ۚ ʿanhu terhadapNya ذَٰلِكَ dhālika demikian ٱلْفَوْزُ l-fawzu keberuntungan ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu paling besar
Allah berfirman, "Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida terhadap-Nya1. Itulah keberuntungan yang paling besar".
لِلَّهِ lillahi bagi/milik Allah مُلْكُ mul'ku kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَمَا wamā dan apa فِيهِنَّ ۚ fīhinna di dalamnya وَهُوَ wahuwa dan Dia عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۢ qadīrun Maha Kuasa
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.