فصلت
Fussilat
Yang Dijelaskan Makkiyah
Memuat audio qari…
حمٓ hha-meem Haa miim
Ḥā Mīm 1.
تَنزِيلٌۭ tanzīlun diturunkan مِّنَ mina dari ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Maha Pengasih ٱلرَّحِيمِ l-raḥīmi Maha Penyayang
Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
كِتَـٰبٌۭ kitābun kitab فُصِّلَتْ fuṣṣilat dijelaskan ءَايَـٰتُهُۥ āyātuhu ayat-ayatnya قُرْءَانًا qur'ānan bacaan عَرَبِيًّۭا ʿarabiyyan bahasa Arab لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab untuk kaum yang mengetahui,
بَشِيرًۭا bashīran berita gembira وَنَذِيرًۭا wanadhīran dan peringatan فَأَعْرَضَ fa-aʿraḍa tetapi berpaling أَكْثَرُهُمْ aktharuhum kebanyakan mereka فَهُمْ fahum maka mereka لَا lā tidak يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mereka mendengarkan
yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling (daripadanya), maka mereka tidak mau mendengarkan.
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata قُلُوبُنَا qulūbunā hati kami فِىٓ fī dalam أَكِنَّةٍۢ akinnatin tutupan مِّمَّا mimmā dari apa تَدْعُونَآ tadʿūnā kamu menyeru kami إِلَيْهِ ilayhi kepadanya وَفِىٓ wafī dan dalam ءَاذَانِنَا ādhāninā telinga kami وَقْرٌۭ waqrun sumbat وَمِنۢ wamin dan dari بَيْنِنَا bayninā antara kami وَبَيْنِكَ wabaynika dan antara kamu حِجَابٌۭ ḥijābun dinding فَٱعْمَلْ fa-iʿ'mal maka bekerjalah إِنَّنَا innanā sesungguhnya kami عَـٰمِلُونَ ʿāmilūna orang-orang yang bekerja
Mereka berkata, "Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya dan di telinga kami ada sumbatan dan antara kami dan kamu ada dinding, maka bekerjalah kamu; sesungguhnya kami bekerja (pula)".
قُلْ qul katakanlah إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَنَا۠ anā aku بَشَرٌۭ basharun seorang manusia مِّثْلُكُمْ mith'lukum seperti kamu يُوحَىٰٓ yūḥā diwahyukan إِلَىَّ ilayya kepadaku أَنَّمَآ annamā bahwasanya إِلَـٰهُكُمْ ilāhukum Tuhanmu إِلَـٰهٌۭ ilāhun Tuhan وَٰحِدٌۭ wāḥidun Maha Esa فَٱسْتَقِيمُوٓا۟ fa-is'taqīmū maka tetaplah إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya وَٱسْتَغْفِرُوهُ ۗ wa-is'taghfirūhu dan mohonlah ampunan kepada-Nya وَوَيْلٌۭ wawaylun dan kecelakaanlah لِّلْمُشْرِكِينَ lil'mush'rikīna bagi orang-orang yang mempersekutukan
Katakanlah, "Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu; diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-(Nya),
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا lā tidak يُؤْتُونَ yu'tūna menunaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat وَهُم wahum dan mereka بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan akhirat هُمْ hum mereka كَـٰفِرُونَ kāfirūna kafir
(yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya (kehidupan) akhirat.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan berbuat ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti baik لَهُمْ lahum bagi mereka أَجْرٌ ajrun pahala غَيْرُ ghayru tidak مَمْنُونٍۢ mamnūnin terputus-putus
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh, mereka mendapat pahala yang tiada putus-putusnya".
۞ قُلْ qul katakanlah أَئِنَّكُمْ a-innakum apakah sesungguhnya kamu لَتَكْفُرُونَ latakfurūna sungguh kamu kafir بِٱلَّذِى bi-alladhī dengan yang خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi فِى fī dalam يَوْمَيْنِ yawmayni dua masa/hari وَتَجْعَلُونَ watajʿalūna dan kamu menjadikan لَهُۥٓ lahu bagi-Nya أَندَادًۭا ۚ andādan sekutu-sekutu ذَٰلِكَ dhālika demikian itu رَبُّ rabbu Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Katakanlah, "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua hari dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Tuhan semesta alam".
وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia menjadikan فِيهَا fīhā didalamnya (bumi) رَوَٰسِىَ rawāsiya gunung-gunung مِن min dari فَوْقِهَا fawqihā atasnya وَبَـٰرَكَ wabāraka dan Dia berkati فِيهَا fīhā didalamnya وَقَدَّرَ waqaddara dan Dia menentukan فِيهَآ fīhā didalamnya أَقْوَٰتَهَا aqwātahā makanan-makanannya فِىٓ fī dalam أَرْبَعَةِ arbaʿati empat أَيَّامٍۢ ayyāmin masa/hari سَوَآءًۭ sawāan sama لِّلسَّآئِلِينَ lilssāilīna bagi orang-orang yang bertanya
Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat hari. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.
ثُمَّ thumma kemudian ٱسْتَوَىٰٓ is'tawā Dia menuju إِلَى ilā kepada ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit وَهِىَ wahiya dan ia/langit دُخَانٌۭ dukhānun asap فَقَالَ faqāla lalu Dia berkata لَهَا lahā kepadanya وَلِلْأَرْضِ walil'arḍi dan kepada bumi ٱئْتِيَا i'tiyā datanglah kamu berdua طَوْعًا ṭawʿan suka hati أَوْ aw atau كَرْهًۭا karhan terpaksa قَالَتَآ qālatā keduanya berkata أَتَيْنَا ataynā kami datang طَآئِعِينَ ṭāiʿīna dengan suka hati
Kemudian, Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi, "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab, "Kami datang dengan suka hati".
فَقَضَىٰهُنَّ faqaḍāhunna maka Dia menjadikannya سَبْعَ sabʿa tujuh سَمَـٰوَاتٍۢ samāwātin langit فِى fī dalam يَوْمَيْنِ yawmayni dua masa/hari وَأَوْحَىٰ wa-awḥā dan Dia mewahyukan فِى fī pada كُلِّ kulli tiap-tiap سَمَآءٍ samāin langit أَمْرَهَا ۚ amrahā urusannya وَزَيَّنَّا wazayyannā dan Kami hiasi ٱلسَّمَآءَ l-samāa langit ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia بِمَصَـٰبِيحَ bimaṣābīḥa dengan bintang-bintang وَحِفْظًۭا ۚ waḥif'ẓan dan memelihara ذَٰلِكَ dhālika demikian itu تَقْدِيرُ taqdīru ketentuan ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Perkasa ٱلْعَلِيمِ l-ʿalīmi Maha Mengetahui
Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua hari. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
فَإِنْ fa-in maka jika أَعْرَضُوا۟ aʿraḍū mereka berpaling فَقُلْ faqul maka katakanlah أَنذَرْتُكُمْ andhartukum aku telah peringatkan kamu صَـٰعِقَةًۭ ṣāʿiqatan petir مِّثْلَ mith'la seperti صَـٰعِقَةِ ṣāʿiqati petir عَادٍۢ ʿādin kaum'Ad وَثَمُودَ wathamūda dan kaum Tsamud
Jika mereka berpaling maka katakanlah, "Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum ‘Ād dan Ṡamūd".
إِذْ idh ketika جَآءَتْهُمُ jāathumu datang kepada mereka ٱلرُّسُلُ l-rusulu rasul-rasul مِنۢ min dari بَيْنِ bayni antara أَيْدِيهِمْ aydīhim depan mereka وَمِنْ wamin dan dari خَلْفِهِمْ khalfihim belakang mereka أَلَّا allā bahwa janganlah تَعْبُدُوٓا۟ taʿbudū kamu menyembah إِلَّا illā kecuali ٱللَّهَ ۖ l-laha Allah قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَوْ law kalau شَآءَ shāa menghendaki رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami لَأَنزَلَ la-anzala tentu Dia menurunkan مَلَـٰٓئِكَةًۭ malāikatan malaikat-malaikat فَإِنَّا fa-innā maka sesungguhnya kami بِمَآ bimā kepada apa أُرْسِلْتُم ur'sil'tum kamu di utus بِهِۦ bihi dengannya كَـٰفِرُونَ kāfirūna orang-orang kafir
Ketika rasul-rasul datang kepada mereka dari depan dan belakang mereka 1 (dengan menyerukan), "Janganlah kamu menyembah selain Allah". Mereka menjawab, "Kalau Tuhan kami menghendaki, tentu Dia akan menurunkan malaikat-malaikat-Nya, maka sesungguhnya kami kafir kepada wahyu yang kamu diutus membawanya".
فَأَمَّا fa-ammā maka adapun عَادٌۭ ʿādun kaum'Ad فَٱسْتَكْبَرُوا۟ fa-is'takbarū maka mereka menyombngkan diri فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa ٱلْحَقِّ l-ḥaqi yang benar وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata مَنْ man siapakah أَشَدُّ ashaddu lebih مِنَّا minnā dari kami قُوَّةً ۖ quwwatan kekuatan أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَرَوْا۟ yaraw mereka memperhatikan أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَهُمْ khalaqahum menciptakan mereka هُوَ huwa dia أَشَدُّ ashaddu lebih مِنْهُمْ min'hum dari mereka قُوَّةًۭ ۖ quwwatan kekuatan وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā terhadap tanda-tanda Kami يَجْحَدُونَ yajḥadūna mereka mengingkari
Adapun kaum ‘Ād maka mereka menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dan berkata, "Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami?" Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah Yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya dari mereka? Dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuatan) Kami.
فَأَرْسَلْنَا fa-arsalnā maka Kami mengirimkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka رِيحًۭا rīḥan angin صَرْصَرًۭا ṣarṣaran gemuruh/sangat ribut فِىٓ fī dalam أَيَّامٍۢ ayyāmin beberapa hari نَّحِسَاتٍۢ naḥisātin celaka لِّنُذِيقَهُمْ linudhīqahum karena Kami hendak merasakan pada mereka عَذَابَ ʿadhāba azab ٱلْخِزْىِ l-khiz'yi yang hina فِى fī dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia وَلَعَذَابُ walaʿadhābu dan sungguh azab ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat أَخْزَىٰ ۖ akhzā lebih hina وَهُمْ wahum dan mereka لَا lā tidak يُنصَرُونَ yunṣarūna mereka diberi pertolongan
Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang sial karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam kehidupan dunia. Dan Sesungguhnya, siksaan akhirat lebih menghinakan, sedang mereka tidak diberi pertolongan.
وَأَمَّا wa-ammā dan adapun ثَمُودُ thamūdu Tsamud فَهَدَيْنَـٰهُمْ fahadaynāhum maka Kami beri petunjuk mereka فَٱسْتَحَبُّوا۟ fa-is'taḥabbū maka (tetapi) mereka menyukai ٱلْعَمَىٰ l-ʿamā buta عَلَى ʿalā daripada ٱلْهُدَىٰ l-hudā petunjuk فَأَخَذَتْهُمْ fa-akhadhathum maka menyambar mereka صَـٰعِقَةُ ṣāʿiqatu petir ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab ٱلْهُونِ l-hūni yang menghinakan بِمَا bimā dengan apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَكْسِبُونَ yaksibūna mereka kerjakan
Dan adapun kaum Ṡamūd, maka mereka telah Kami beri petunjuk, tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) dari petunjuk, maka mereka disambar petir azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan.
وَنَجَّيْنَا wanajjaynā dan Kami selamatkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka يَتَّقُونَ yattaqūna mereka bertakwa
Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka adalah orang-orang yang bertakwa.
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يُحْشَرُ yuḥ'sharu dikumpulkan أَعْدَآءُ aʿdāu musuh-musuh ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَى ilā ke ٱلنَّارِ l-nāri neraka فَهُمْ fahum lalu mereka يُوزَعُونَ yūzaʿūna mereka di bagi-bagi
Dan (ingatlah) hari (ketika) musuh-musuh Allah digiring ke dalam neraka, lalu mereka dikumpulkan semuanya.
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila مَا mā apa-apa جَآءُوهَا jāūhā mereka datang kepadanya شَهِدَ shahida menjadi saksi عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka سَمْعُهُمْ samʿuhum pendengaran mereka وَأَبْصَـٰرُهُمْ wa-abṣāruhum dan penglihatan mereka وَجُلُودُهُم wajulūduhum dan kulit-kulit mereka بِمَا bimā tentang apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan, dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan.
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata لِجُلُودِهِمْ lijulūdihim kepada kulit-kulit mereka لِمَ lima mengapa شَهِدتُّمْ shahidttum kamu menjadi saksi عَلَيْنَا ۖ ʿalaynā atas kami قَالُوٓا۟ qālū (kulit-kulit) berkata أَنطَقَنَا anṭaqanā menjadikan kami berkata ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَنطَقَ anṭaqa menjadikan berkata كُلَّ kulla segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu وَهُوَ wahuwa dan Dia خَلَقَكُمْ khalaqakum menciptakan kalian أَوَّلَ awwala pertama مَرَّةٍۢ marratin kali وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepada-Nya تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan
Dan mereka berkata kepada kulit mereka, "Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?" Kulit mereka menjawab, "Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan".
وَمَا wamā dan tidak ada كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَسْتَتِرُونَ tastatirūna kamu bersembunyi أَن an untuk يَشْهَدَ yashhada menyaksikan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian سَمْعُكُمْ samʿukum pendengaranmu وَلَآ walā dan tidak أَبْصَـٰرُكُمْ abṣārukum penglihatanmu وَلَا walā dan tidak جُلُودُكُمْ julūdukum kulit-kulitmu وَلَـٰكِن walākin akan tetapi ظَنَنتُمْ ẓanantum kamu mengira أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan مِّمَّا mimmā dari apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan, dan kulitmu kepadamu 1, bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan.
وَذَٰلِكُمْ wadhālikum dan yang demikian itu ظَنُّكُمُ ẓannukumu persangkaanmu ٱلَّذِى alladhī yang ظَنَنتُم ẓanantum kamu telah menyangka بِرَبِّكُمْ birabbikum terhadap Tuhanmu أَرْدَىٰكُمْ ardākum Dia menjerumuskan kamu فَأَصْبَحْتُم fa-aṣbaḥtum maka jadilah kamu مِّنَ mina termasuk ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang rugi
Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka kepada Tuhan-mu, prasangka itu telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi.
فَإِن fa-in maka jika يَصْبِرُوا۟ yaṣbirū mereka bersabar فَٱلنَّارُ fal-nāru maka neraka مَثْوًۭى mathwan tempat tinggal لَّهُمْ ۖ lahum bagi mereka وَإِن wa-in dan jika يَسْتَعْتِبُوا۟ yastaʿtibū mereka minta dikasihani فَمَا famā maka tidaklah هُم hum mereka مِّنَ mina termasuk ٱلْمُعْتَبِينَ l-muʿ'tabīna orang-orang yang dikasihani
Jika mereka bersabar (menderita azab), maka nerakalah tempat diam mereka dan jika mereka mengemukakan alasan-alasan, maka tidaklah mereka termasuk orang-orang yang diterima alasannya.
۞ وَقَيَّضْنَا waqayyaḍnā dan Kami tetapkan لَهُمْ lahum bagi mereka قُرَنَآءَ quranāa teman-teman فَزَيَّنُوا۟ fazayyanū maka mereka menjadikan memandang baik لَهُم lahum bagi mereka مَّا mā apa yang بَيْنَ bayna diantara أَيْدِيهِمْ aydīhim hadapan mereka وَمَا wamā dan apa خَلْفَهُمْ khalfahum belakang mereka وَحَقَّ waḥaqqa dan pasti عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْقَوْلُ l-qawlu perkataan فِىٓ fī pada أُمَمٍۢ umamin umat-umat قَدْ qad sungguh خَلَتْ khalat telah lewat مِن min dari قَبْلِهِم qablihim sebelum mereka مِّنَ mina dari ٱلْجِنِّ l-jini jin وَٱلْإِنسِ ۖ wal-insi dan manusia إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka خَـٰسِرِينَ khāsirīna orang-orang yang rugi
Dan Kami tetapkan bagi mereka, teman-teman yang menjadikan mereka memandang bagus apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka 1 dan tetaplah atas mereka keputusan azab pada umat-umat yang terdahulu sebelum mereka dari jin dan manusia; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi.
وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لَا lā janganlah تَسْمَعُوا۟ tasmaʿū kamu mendengar لِهَـٰذَا lihādhā kepada ini ٱلْقُرْءَانِ l-qur'āni Al Qur'an وَٱلْغَوْا۟ wal-ghaw dan buatlah keributan فِيهِ fīhi padanya لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَغْلِبُونَ taghlibūna kamu dapat mengalahkan
Dan orang-orang yang kafir berkata, "Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al-Qur`ān ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya supaya kamu dapat mengalahkan (mereka)".
فَلَنُذِيقَنَّ falanudhīqanna maka sungguh Kami akan merasakan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar عَذَابًۭا ʿadhāban azab شَدِيدًۭا shadīdan sangat keras وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ walanajziyannahum dan sungguh Kami akan memberi balasan mereka أَسْوَأَ aswa-a sangat buruk ٱلَّذِى alladhī yang كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
Maka sesungguhnya, Kami akan merasakan azab yang keras kepada orang-orang kafir dan Kami akan memberi balasan kepada mereka dengan seburuk-buruk pembalasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.
ذَٰلِكَ dhālika demikianlah جَزَآءُ jazāu balasan أَعْدَآءِ aʿdāi musuh-musuh ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلنَّارُ ۖ l-nāru neraka لَهُمْ lahum bagi mereka فِيهَا fīhā di dalamnya دَارُ dāru tempat tinggal ٱلْخُلْدِ ۖ l-khul'di kekal جَزَآءًۢ jazāan pembalasan بِمَا bimā dengan apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā terhadap ayat-ayat Kami يَجْحَدُونَ yajḥadūna mereka ingkar
Demikianlah balasan (terhadap) musuh-musuh Allah, (yaitu) neraka; mereka mendapat tempat tinggal yang kekal di dalamnya sebagai pembalasan atas keingkaran mereka terhadap ayat-ayat Kami.
وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami أَرِنَا arinā perlihatkan kepada kami ٱلَّذَيْنِ alladhayni orang-orang yang أَضَلَّانَا aḍallānā telah menyesatkan kami مِنَ mina dari ٱلْجِنِّ l-jini jin وَٱلْإِنسِ wal-insi dan manusia نَجْعَلْهُمَا najʿalhumā kami jadikan keduanya تَحْتَ taḥta di bawah أَقْدَامِنَا aqdāminā telapak kaki kami لِيَكُونَا liyakūnā supaya keduanya menjadi مِنَ mina dari ٱلْأَسْفَلِينَ l-asfalīna orang-orang yang hina
Dan orang-orang kafir berkata, "Ya Tuhan kami perlihatkanlah kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami, (yaitu) sebagian dari jin dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina".
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang قَالُوا۟ qālū mereka mengatakan رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami ٱللَّهُ l-lahu Allah ثُمَّ thumma kemudian ٱسْتَقَـٰمُوا۟ is'taqāmū mereka meneguhkan pendirian تَتَنَزَّلُ tatanazzalu akan turun عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu malaikat أَلَّا allā janganlah تَخَافُوا۟ takhāfū kamu takut وَلَا walā dan janganlah تَحْزَنُوا۟ taḥzanū kamu merasa bersedih وَأَبْشِرُوا۟ wa-abshirū dan gembirakanlah mereka بِٱلْجَنَّةِ bil-janati dengan surga ٱلَّتِى allatī yang كُنتُمْ kuntum kalian adalah تُوعَدُونَ tūʿadūna kamu dijanjikan
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), "Janganlah kamu takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu".
نَحْنُ naḥnu kami أَوْلِيَآؤُكُمْ awliyāukum pelindung-pelindungmu فِى fī dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَفِى wafī dan dalam ٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ l-ākhirati kehidupan akhirat وَلَكُمْ walakum dan bagimu فِيهَا fīhā didalamnya مَا mā apa yang تَشْتَهِىٓ tashtahī kamu inginkan أَنفُسُكُمْ anfusukum diri kalian sendiri وَلَكُمْ walakum dan bagimu فِيهَا fīhā didalamnya مَا mā apa yang تَدَّعُونَ taddaʿūna kamu minta
Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.
نُزُلًۭا nuzulan pemberian مِّنْ min dari غَفُورٍۢ ghafūrin Maha Pengampun رَّحِيمٍۢ raḥīmin Maha Penyayang
Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وَمَنْ waman dan siapa أَحْسَنُ aḥsanu lebih baik قَوْلًۭا qawlan perkataan مِّمَّن mimman daripada orang دَعَآ daʿā dia menyeru إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah وَعَمِلَ waʿamila dan berbuat صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebaikan وَقَالَ waqāla dan dia berkata إِنَّنِى innanī sesungguhnya aku مِنَ mina termasuk ٱلْمُسْلِمِينَ l-mus'limīna orang-orang yang berserah diri
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata, "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?"
وَلَا walā dan tidaklah تَسْتَوِى tastawī sama ٱلْحَسَنَةُ l-ḥasanatu kebaikan وَلَا walā dan tidaklah ٱلسَّيِّئَةُ ۚ l-sayi-atu kejahatan ٱدْفَعْ id'faʿ tolaklah بِٱلَّتِى bi-allatī dengan yang هِىَ hiya ia (cara) أَحْسَنُ aḥsanu lebih baik فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba ٱلَّذِى alladhī orang yang بَيْنَكَ baynaka diantaramu وَبَيْنَهُۥ wabaynahu dan antara dia عَدَٰوَةٌۭ ʿadāwatun permusuhan كَأَنَّهُۥ ka-annahu seakan-akan وَلِىٌّ waliyyun penolong حَمِيمٌۭ ḥamīmun teman
Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.
وَمَا wamā dan tidak يُلَقَّىٰهَآ yulaqqāhā dijumpainya إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang صَبَرُوا۟ ṣabarū sabar وَمَا wamā dan tidak يُلَقَّىٰهَآ yulaqqāhā dijumpainya إِلَّا illā kecuali ذُو dhū (orang yang) mempunyai حَظٍّ ḥaẓẓin keberuntungan عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin besar
Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan, melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan, melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.
وَإِمَّا wa-immā dan jika يَنزَغَنَّكَ yanzaghannaka mengganggu kamu مِنَ mina dari ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan نَزْغٌۭ nazghun gangguan فَٱسْتَعِذْ fa-is'taʿidh maka berlindunglah بِٱللَّهِ ۖ bil-lahi kepada Allah إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia هُوَ huwa Dia ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha mendengar ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui
Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
وَمِنْ wamin dan dari ءَايَـٰتِهِ āyātihi tanda-tanda-Nya ٱلَّيْلُ al-laylu malam وَٱلنَّهَارُ wal-nahāru dan siang وَٱلشَّمْسُ wal-shamsu dan matahari وَٱلْقَمَرُ ۚ wal-qamaru dan bulan لَا lā tidak تَسْجُدُوا۟ tasjudū kamu bersujud لِلشَّمْسِ lilshamsi kepada matahari وَلَا walā dan jangan لِلْقَمَرِ lil'qamari pada bulan وَٱسْجُدُوا۟ wa-us'judū dan bersujudlah لِلَّهِ lillahi kepada Allah ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَهُنَّ khalaqahunna menciptakan semuanya إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah إِيَّاهُ iyyāhu hanya kepada-Nya تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu menyembah
Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.
فَإِنِ fa-ini maka jika ٱسْتَكْبَرُوا۟ is'takbarū mereka menyombongkan diri فَٱلَّذِينَ fa-alladhīna maka orang-orang (malaikat) عِندَ ʿinda di sisi رَبِّكَ rabbika Tuhanmu يُسَبِّحُونَ yusabbiḥūna mereka bertasbih لَهُۥ lahu kepada-Nya بِٱلَّيْلِ bi-al-layli pada malam وَٱلنَّهَارِ wal-nahāri dan siang وَهُمْ wahum dan mereka لَا lā tidak يَسْـَٔمُونَ ۩ yasamūna jemu-jemu
Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhan-mu bertasbih kepada-Nya pada malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu.
وَمِنْ wamin dan dari ءَايَـٰتِهِۦٓ āyātihi tanda-tanda-Nya أَنَّكَ annaka bahwasanya kamu تَرَى tarā melihat ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi خَـٰشِعَةًۭ khāshiʿatan tandus فَإِذَآ fa-idhā maka apabila أَنزَلْنَا anzalnā Kami turunkan عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya ٱلْمَآءَ l-māa air ٱهْتَزَّتْ ih'tazzat ia bergerak وَرَبَتْ ۚ warabat dan berkembang إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَحْيَاهَا aḥyāhā menghidupkannya لَمُحْىِ lamuḥ'yī tentu dapat menghidupkan ٱلْمَوْتَىٰٓ ۚ l-mawtā yang mati إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌ qadīrun Maha Kuasa
Dan sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya bahwa kamu melihat bumi itu kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, tentu dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُلْحِدُونَ yul'ḥidūna mereka ingkar فِىٓ fī pada ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami لَا lā tidak يَخْفَوْنَ yakhfawna mereka tersembunyi عَلَيْنَآ ۗ ʿalaynā dari/atas Kami أَفَمَن afaman apakah maka orang يُلْقَىٰ yul'qā ia dilemparkan فِى fī dalam ٱلنَّارِ l-nāri neraka خَيْرٌ khayrun lebih baik أَم am ataukah/apakah مَّن man orang يَأْتِىٓ yatī ia datang ءَامِنًۭا āminan aman يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ l-qiyāmati kiamat ٱعْمَلُوا۟ iʿ'malū berbuatlah مَا mā apa yang شِئْتُمْ ۖ shi'tum kalian kehendaki إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia بِمَا bimā terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan بَصِيرٌ baṣīrun Maha Melihat
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Kami, mereka tidak tersembunyi dari Kami. Maka apakah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka lebih baik ataukah orang-orang yang datang dengan aman sentosa pada hari Kiamat? Perbuatlah apa yang kamu kehendaki; Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِٱلذِّكْرِ bil-dhik'ri dengan peringatan/Al Qur'an لَمَّا lammā ketika جَآءَهُمْ ۖ jāahum ia datang kepada mereka وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya ia (Al Qur'an) لَكِتَـٰبٌ lakitābun sungguh kitab عَزِيزٌۭ ʿazīzun mulia
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al-Qur`ān ketika Al-Qur`ān itu datang kepada mereka, (mereka itu pasti akan celaka) dan sesungguhnya Al-Qur`ān itu adalah kitab yang mulia.
لَّا lā tidak يَأْتِيهِ yatīhi datang kepadanya ٱلْبَـٰطِلُ l-bāṭilu kebathilan مِنۢ min dari بَيْنِ bayni antara يَدَيْهِ yadayhi depannya وَلَا walā dan tidak مِنْ min dari خَلْفِهِۦ ۖ khalfihi belakangnya تَنزِيلٌۭ tanzīlun diturunkan مِّنْ min dari حَكِيمٍ ḥakīmin Yang Maha Bijaksana حَمِيدٍۢ ḥamīdin Maha Terpuji
Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur`ān) kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.
مَّا mā tidak يُقَالُ yuqālu dikatakan لَكَ laka kepadamu إِلَّا illā kecuali مَا mā apa قَدْ qad sesungguhnya قِيلَ qīla dikatakan لِلرُّسُلِ lilrrusuli kepada rasul-rasul مِن min dari قَبْلِكَ ۚ qablika sebelum kamu إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَذُو ladhū benar-benar mempunyai مَغْفِرَةٍۢ maghfiratin ampunan وَذُو wadhū dan mempunyai عِقَابٍ ʿiqābin siksaan/hukuman أَلِيمٍۢ alīmin pedih
Tidaklah ada yang dikatakan (oleh orang-orang kafir) kepadamu itu, selain apa yang sesungguhnya telah dikatakan kepada rasul-rasul sebelum kamu. Sesungguhnya Tuhan kamu benar-benar mempunyai ampunan dan hukuman yang pedih.
وَلَوْ walaw dan jika جَعَلْنَـٰهُ jaʿalnāhu Kami jadikannya قُرْءَانًا qur'ānan bacaan أَعْجَمِيًّۭا aʿjamiyyan bahasa asing/selain bahasa Arab لَّقَالُوا۟ laqālū tentu mereka mengatakan لَوْلَا lawlā mengapa tidak فُصِّلَتْ fuṣṣilat dijelaskan ءَايَـٰتُهُۥٓ ۖ āyātuhu ayat-ayatnya ءَا۬عْجَمِىٌّۭ āʿ'jamiyyun apakah bahasa asing/selain bahasa Arab وَعَرَبِىٌّۭ ۗ waʿarabiyyun dan orang Arab/bahasa Arab قُلْ qul katakanlah هُوَ huwa ia/Al Qur'an لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman هُدًۭى hudan petunjuk وَشِفَآءٌۭ ۖ washifāon dan penawar/obat وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman فِىٓ fī pada ءَاذَانِهِمْ ādhānihim telinga mereka وَقْرٌۭ waqrun sumbat وَهُوَ wahuwa dan ia/Al Qur'an عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka عَمًى ۚ ʿaman buta/kegelapan أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu يُنَادَوْنَ yunādawna mereka dipanggil مِن min dari مَّكَانٍۭ makānin tempat بَعِيدٍۢ baʿīdin yang jauh
Dan jikalau Kami jadikan Al-Qur`ān itu suatu bacaan dalam bahasa selain bahasa Arab, tentulah mereka mengatakan, "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?" Apakah (patut Al-Qur`ān) dalam bahasa asing, sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah, "Al-Qur`ān itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al-Qur`ān itu suatu kegelapan bagi mereka 1. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh".
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ءَاتَيْنَا ātaynā telah Kami berikan مُوسَى mūsā Musa ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab فَٱخْتُلِفَ fa-ukh'tulifa maka ia diperselisihkan فِيهِ ۗ fīhi didalamnya وَلَوْلَا walawlā dan jika tidak كَلِمَةٌۭ kalimatun kalimat/ketetapan سَبَقَتْ sabaqat telah lewat/terdahulu مِن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu لَقُضِىَ laquḍiya tentu diputuskan بَيْنَهُمْ ۚ baynahum diantara mereka وَإِنَّهُمْ wa-innahum dan sesungguhnya mereka لَفِى lafī benar-benar dalam شَكٍّۢ shakkin keraguan مِّنْهُ min'hu dari padanya مُرِيبٍۢ murībin kebingungan
Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Taurat, lalu diperselisihkan tentang Taurat itu. Kalau tidak ada keputusan yang telah terdahulu dari Tuhan-mu, tentulah orang-orang kafir itu sudah dibinasakan. Dan Sesungguhnya, mereka terhadap Al-Qur`ān benar-benar dalam keragu-raguan yang membingungkan.
مَّنْ man barang siapa عَمِلَ ʿamila berbuat صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebaikan فَلِنَفْسِهِۦ ۖ falinafsihi maka untuk dirinya sendiri وَمَنْ waman dan barang siapa أَسَآءَ asāa berbuat jahat فَعَلَيْهَا ۗ faʿalayhā maka atasnya وَمَا wamā dan tidaklah رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu بِظَلَّـٰمٍۢ biẓallāmin berbuat aniaya لِّلْعَبِيدِ lil'ʿabīdi terhadap hamba-hambanya
Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa yang berbuat jahat, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri dan sekali-kali tidaklah Tuhan-mu menganiaya hamba-hamba(Nya).
۞ إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya يُرَدُّ yuraddu dikembalikan عِلْمُ ʿil'mu pengetahuan ٱلسَّاعَةِ ۚ l-sāʿati hari kiamat وَمَا wamā dan tidak تَخْرُجُ takhruju keluar مِن min dari ثَمَرَٰتٍۢ thamarātin buah-buahan مِّنْ min dari أَكْمَامِهَا akmāmihā kelopaknya وَمَا wamā dan tidak تَحْمِلُ taḥmilu mengandung مِنْ min dari seorang أُنثَىٰ unthā perempuan وَلَا walā dan tidak تَضَعُ taḍaʿu melahirkan إِلَّا illā kecuali بِعِلْمِهِۦ ۚ biʿil'mihi dengan pengetahuan-Nya وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يُنَادِيهِمْ yunādīhim Dia memanggil mereka أَيْنَ ayna dimana شُرَكَآءِى shurakāī sekutu-sekutu-Ku قَالُوٓا۟ qālū mereka menjawab ءَاذَنَّـٰكَ ādhannāka kami nyatakan kepada Engaku مَا mā tidak ada مِنَّا minnā diantara kami مِن min dari شَهِيدٍۢ shahīdin seorang saksi
Kepada-Nyalah dikembalikan pengetahuan tentang hari kiamat 1. Dan tidak ada buah-buahan keluar dari kelopaknya dan tidak seorang perempuan pun mengandung dan tidak (pula) melahirkan, melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Pada hari Tuhan memanggil mereka, "Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu? 2", mereka menjawab, "Kami nyatakan kepada Engkau bahwa tidak ada seorang pun di antara kami yang memberi kesaksian (bahwa Engkau punya sekutu)".
وَضَلَّ waḍalla dan sesat/lenyap عَنْهُم ʿanhum dari mereka مَّا mā apa yang كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَدْعُونَ yadʿūna mereka sembah مِن min dari قَبْلُ ۖ qablu sebelum وَظَنُّوا۟ waẓannū dan mereka menyangka مَا mā tidak ada لَهُم lahum bagi mereka مِّن min dari مَّحِيصٍۢ maḥīṣin tempat lari
Dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka sembah dahulu dan mereka yakin bahwa tidak ada bagi mereka sesatu jalan keluar pun.
لَّا lā tidak يَسْـَٔمُ yasamu jemu-jemu ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia مِن min dari دُعَآءِ duʿāi memohon ٱلْخَيْرِ l-khayri kebaikan وَإِن wa-in dan jika مَّسَّهُ massahu menimpa dia ٱلشَّرُّ l-sharu kejelekan فَيَـُٔوسٌۭ fayaūsun maka dia jemu قَنُوطٌۭ qanūṭun putus asa
Manusia tidak jemu memohon kebaikan dan jika mereka ditimpa malapetaka, dia menjadi putus asa lagi putus harapan.
وَلَئِنْ wala-in dan jika أَذَقْنَـٰهُ adhaqnāhu Kami rasakan kepadanya رَحْمَةًۭ raḥmatan rahmat مِّنَّا minnā dari Kami مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ضَرَّآءَ ḍarrāa kesusahan مَسَّتْهُ massathu menimpanya لَيَقُولَنَّ layaqūlanna tentu dia berkata هَـٰذَا hādhā ini لِى lī bagiku وَمَآ wamā dan tidak أَظُنُّ aẓunnu aku mengira ٱلسَّاعَةَ l-sāʿata hari kiamat قَآئِمَةًۭ qāimatan terjadi وَلَئِن wala-in dan jika رُّجِعْتُ rujiʿ'tu aku dikembalikan إِلَىٰ ilā kepada رَبِّىٓ rabbī Tuhanku إِنَّ inna sesungguhnya لِى lī bagiku عِندَهُۥ ʿindahu di sisi-Nya لَلْحُسْنَىٰ ۚ lalḥus'nā kebaikan فَلَنُنَبِّئَنَّ falanunabbi-anna maka sungguh akan Kami beritakan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِمَا bimā dengan apa عَمِلُوا۟ ʿamilū mereka kerjakan وَلَنُذِيقَنَّهُم walanudhīqannahum dan sungguh akan Kami rasakan kepada mereka مِّنْ min dari عَذَابٍ ʿadhābin azab غَلِيظٍۢ ghalīẓin keras
Dan jika Kami merasakan kepadanya sesuatu rahmat dari Kami sesudah dia ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata, "Ini adalah hakku dan aku tidak yakin bahwa hari kiamat itu akan datang. Dan jika aku dikembalikan kepada Tuhan-ku, maka sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan pada sisi-Nya". Maka Kami benar-benar akan memberitakan kepada orang-orang kafir, apa yang telah mereka kerjakan dan akan Kami rasakan kepada mereka azab yang keras.
وَإِذَآ wa-idhā dan apabila أَنْعَمْنَا anʿamnā Kami berikan nikmat عَلَى ʿalā atas ٱلْإِنسَـٰنِ l-insāni manusia أَعْرَضَ aʿraḍa ia berpaling وَنَـَٔا wanaā dan menjauhkan diri بِجَانِبِهِۦ bijānibihi disampingnya وَإِذَا wa-idhā dan apabila مَسَّهُ massahu menimpanya ٱلشَّرُّ l-sharu kejelekan فَذُو fadhū maka ia mempunyai دُعَآءٍ duʿāin permohonan عَرِيضٍۢ ʿarīḍin luas/panjang
Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka, maka ia banyak berdoa.
قُلْ qul katakanlah أَرَءَيْتُمْ ara-aytum bagaimana pendapatmu إِن in jika كَانَ kāna ia adalah مِنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah ثُمَّ thumma kemudian كَفَرْتُم kafartum kamu ingkar بِهِۦ bihi padanya مَنْ man siapakah أَضَلُّ aḍallu lebih sesat مِمَّنْ mimman dari pada orang هُوَ huwa dia فِى fī dalam شِقَاقٍۭ shiqāqin perselisihan بَعِيدٍۢ baʿīdin jauh
Katakanlah, "Bagaimana pendapatmu jika (Al-Qur`ān) itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh?"
سَنُرِيهِمْ sanurīhim akan Kami perlihatkan kepada mereka ءَايَـٰتِنَا āyātinā tanda-tanda Kami فِى fī pada ٱلْـَٔافَاقِ l-āfāqi segenap penjuru وَفِىٓ wafī dan pada أَنفُسِهِمْ anfusihim diri mereka حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَتَبَيَّنَ yatabayyana jelas لَهُمْ lahum bagi mereka أَنَّهُ annahu bahwasanya ia ٱلْحَقُّ ۗ l-ḥaqu hak/benar أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَكْفِ yakfi cukup بِرَبِّكَ birabbika dengan Tuhanmu أَنَّهُۥ annahu bahwasanya Dia عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu شَهِيدٌ shahīdun menjadi saksi
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur`ān itu adalah benar. Dan apakah Tuhan-mu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?
أَلَآ alā ingatlah إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka فِى fī dalam مِرْيَةٍۢ mir'yatin keraguan مِّن min dari لِّقَآءِ liqāi pertemuan رَبِّهِمْ ۗ rabbihim Tuhan mereka أَلَآ alā ingatlah إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia بِكُلِّ bikulli dengan segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu مُّحِيطٌۢ muḥīṭun Maha Meliputi
Ingatlah bahwa sesungguhnya mereka adalah dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ingatlah bahwa sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu.