الشورى
Ash-Shuraa
Musyawarah Makkiyah
Memuat audio qari…
حمٓ hha-meem Haa Miim
Ḥā Mīm 1.
عٓسٓقٓ ain-seen-qaf 'Ain Siin Qaaf
ʻAin Sīn Qāf 1.
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يُوحِىٓ yūḥī Dia mewahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu وَإِلَى wa-ilā dan kepada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana
Demikianlah, Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana mewahyukan kepada kamu dan kepada orang-orang sebelum kamu.
لَهُۥ lahu kepunyaan-Nya مَا mā apa فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa فِى fī di ٱلْأَرْضِ ۖ l-arḍi bumi وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَلِىُّ l-ʿaliyu Maha Tinggi ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu Maha Besar
Kepunyaan-Nya-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.
تَكَادُ takādu hampir ٱلسَّمَـٰوَٰتُ l-samāwātu langit(jamak) يَتَفَطَّرْنَ yatafaṭṭarna pecah/terbelah مِن min dari فَوْقِهِنَّ ۚ fawqihinna atasnya وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ wal-malāikatu dan malaikat يُسَبِّحُونَ yusabbiḥūna mereka bertasbih بِحَمْدِ biḥamdi dengan memuji رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَيَسْتَغْفِرُونَ wayastaghfirūna dan mereka memohonkan ampun لِمَن liman bagi orang فِى fī di ٱلْأَرْضِ ۗ l-arḍi bumi أَلَآ alā ingatlah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah هُوَ huwa Dia ٱلْغَفُورُ l-ghafūru Maha Pengampun ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha penyayang
Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya (karena kebesaran Tuhan) dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Tuhan-nya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi. Ingatlah bahwa sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Penyayang.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū mengambil مِن min dari دُونِهِۦٓ dūnihi selain Dia أَوْلِيَآءَ awliyāa pelindung-pelindung ٱللَّهُ l-lahu Allah حَفِيظٌ ḥafīẓun Penjaga عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَمَآ wamā dan tidaklah أَنتَ anta kamu عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka بِوَكِيلٍۢ biwakīlin pengawal/pengurus
Dan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah, Allah mengawasi (perbuatan) mereka; dan kamu (ya Muhammad) bukanlah orang yang diserahi mengawasi mereka.
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikian أَوْحَيْنَآ awḥaynā Kami wahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu قُرْءَانًا qur'ānan Al Qur'an عَرَبِيًّۭا ʿarabiyyan bahasa Arab لِّتُنذِرَ litundhira supaya kamu memberi peringatan أُمَّ umma ibu ٱلْقُرَىٰ l-qurā kota وَمَنْ waman dan orang yang حَوْلَهَا ḥawlahā sekelilingnya وَتُنذِرَ watundhira dan kamu memberi peringatan يَوْمَ yawma pada hari ٱلْجَمْعِ l-jamʿi berkumpul لَا lā tidak ada رَيْبَ rayba keraguan فِيهِ ۚ fīhi didalamnya فَرِيقٌۭ farīqun segolongan فِى fī dalam ٱلْجَنَّةِ l-janati surga وَفَرِيقٌۭ wafarīqun dan segolongan فِى fī dalam ٱلسَّعِيرِ l-saʿīri neraka
Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al-Qur`ān dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qurā (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya 1 serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka.
وَلَوْ walaw dan jika شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah لَجَعَلَهُمْ lajaʿalahum tentu Dia menjadikan mereka أُمَّةًۭ ummatan ummat وَٰحِدَةًۭ wāḥidatan satu وَلَـٰكِن walākin akan tetapi يُدْخِلُ yud'khilu Dia memasukkan مَن man orang yang يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki فِى fī ke dalam رَحْمَتِهِۦ ۚ raḥmatihi rahmat-Nya وَٱلظَّـٰلِمُونَ wal-ẓālimūna dan orang-orang yang zalim مَا mā tidaklah لَهُم lahum bagi mereka مِّن min dari وَلِىٍّۢ waliyyin seorang pelindung وَلَا walā dan tidak نَصِيرٍ naṣīrin seorang penolong
Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Allah menjadikan mereka satu umat (saja), tetapi Dia memasukkan orang-orang yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Dan orang-orang yang zalim, tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dan tidak pula seorang penolong.
أَمِ ami atau ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū mereka mengambil مِن min dari دُونِهِۦٓ dūnihi selain Dia أَوْلِيَآءَ ۖ awliyāa pelindung-pelindung فَٱللَّهُ fal-lahu maka Allah هُوَ huwa Dia ٱلْوَلِىُّ l-waliyu pelindung وَهُوَ wahuwa dan Dia يُحْىِ yuḥ'yī menghidupkan ٱلْمَوْتَىٰ l-mawtā orang-orang yang mati وَهُوَ wahuwa dan Dia عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha kuasa
Atau patutkah mereka mengambil pelindung-pelindung selain Allah? Maka Allah, Dia-lah pelindung (yang sebenarnya) dan Dia menghidupkan orang-orang yang mati dan Dia adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
وَمَا wamā dan apa yang ٱخْتَلَفْتُمْ ikh'talaftum kamu perselisihkan فِيهِ fīhi didalamnya مِن min dari شَىْءٍۢ shayin sesuatu فَحُكْمُهُۥٓ faḥuk'muhu maka hukumnya إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah ذَٰلِكُمُ dhālikumu demikian itu ٱللَّهُ l-lahu Allah رَبِّى rabbī Tuhanku عَلَيْهِ ʿalayhi atas-Nya تَوَكَّلْتُ tawakkaltu aku bertawakkal وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepada-Nya أُنِيبُ unību aku kembali
Tentang sesuatu apa pun kamu berselisih, maka putusannya (terserah) kepada Allah. (Yang mempunyai sifat-sifat demikian) itulah Allah Tuhan-ku. Kepada-Nya lah aku bertawakal dan kepada-Nya-lah aku kembali.
فَاطِرُ fāṭiru pencipta ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi جَعَلَ jaʿala Dia menjadikan لَكُم lakum bagi kalian مِّنْ min dari أَنفُسِكُمْ anfusikum diri kalian sendiri أَزْوَٰجًۭا azwājan berpasang-pasangan وَمِنَ wamina dan dari ٱلْأَنْعَـٰمِ l-anʿāmi binatang ternak أَزْوَٰجًۭا ۖ azwājan berpasang-pasangan يَذْرَؤُكُمْ yadhra-ukum Dia menjadikan kamu berkembang فِيهِ ۚ fīhi padanya لَيْسَ laysa tidak ada كَمِثْلِهِۦ kamith'lihi serupa dengan Dia شَىْءٌۭ ۖ shayon sesuatu وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْبَصِيرُ l-baṣīru Maha Melihat
(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula); dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.
لَهُۥ lahu bagi-Nya مَقَالِيدُ maqālīdu perbendaharaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi يَبْسُطُ yabsuṭu Dia lapangkan ٱلرِّزْقَ l-riz'qa rezeki لِمَن liman bagi siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيَقْدِرُ ۚ wayaqdiru dan Dia sempitkan إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia بِكُلِّ bikulli dengan segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui
Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan(nya). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
۞ شَرَعَ sharaʿa Dia mensyari'atkan لَكُم lakum bagi kalian مِّنَ mina dari pada ٱلدِّينِ l-dīni agama مَا mā apa yang وَصَّىٰ waṣṣā diwasiatkan بِهِۦ bihi dengannya نُوحًۭا nūḥan Nuh وَٱلَّذِىٓ wa-alladhī dan yang أَوْحَيْنَآ awḥaynā Kami wahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu وَمَا wamā dan apa وَصَّيْنَا waṣṣaynā yang Kami wasiatkan بِهِۦٓ bihi dengannya إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim وَمُوسَىٰ wamūsā dan Musa وَعِيسَىٰٓ ۖ waʿīsā dan 'Isa أَنْ an hendaklah أَقِيمُوا۟ aqīmū kamu tegakkan ٱلدِّينَ l-dīna agama وَلَا walā dan jangan تَتَفَرَّقُوا۟ tatafarraqū kamu berpecah belah فِيهِ ۚ fīhi didalamnya كَبُرَ kabura amat berat عَلَى ʿalā atas ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang yang musyrik مَا mā apa (agama) yang تَدْعُوهُمْ tadʿūhum kamu seru mereka إِلَيْهِ ۚ ilayhi kepadanya ٱللَّهُ l-lahu Allah يَجْتَبِىٓ yajtabī Dia memilih إِلَيْهِ ilayhi kepadanya مَن man siapa yang يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيَهْدِىٓ wayahdī dan Dia memberi petunjuk إِلَيْهِ ilayhi kepadanya مَن man siapa يُنِيبُ yunību ia kembali
Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nūḥ dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrāhīm, Musa, dan `Isa, yaitu, Tegakkanlah agama1 dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).
وَمَا wamā dan tidak تَفَرَّقُوٓا۟ tafarraqū mereka berpecah belah إِلَّا illā kecuali مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا mā apa yang جَآءَهُمُ jāahumu datang kepada mereka ٱلْعِلْمُ l-ʿil'mu pengetahuan بَغْيًۢا baghyan kedengkian بَيْنَهُمْ ۚ baynahum diantara mereka وَلَوْلَا walawlā dan kalau tidak كَلِمَةٌۭ kalimatun kalimat/ketetapan سَبَقَتْ sabaqat telah lewat/lalu مِن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu إِلَىٰٓ ilā sampai pada أَجَلٍۢ ajalin waktu مُّسَمًّۭى musamman ditentukan لَّقُضِىَ laquḍiya pasti diputuskan بَيْنَهُمْ ۚ baynahum diantara mereka وَإِنَّ wa-inna dan sesunguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُورِثُوا۟ ūrithū mereka diwarisi ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab مِنۢ min dari بَعْدِهِمْ baʿdihim sesudah mereka لَفِى lafī benar-benar dalam شَكٍّۢ shakkin keragu-raguan مِّنْهُ min'hu daripadanya مُرِيبٍۢ murībin kebimbangan
Dan mereka (ahli kitab) tidak berpecah belah, melainkan sesudah datangnya pengetahuan kepada mereka karena kedengkian di antara mereka1. Kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhan-mu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya, orang-orang yang diwariskan kepada mereka Alkitab (Taurat dan Injil)2 sesudah mereka, benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu.
فَلِذَٰلِكَ falidhālika maka karena itu فَٱدْعُ ۖ fa-ud'ʿu serulah وَٱسْتَقِمْ wa-is'taqim dan tetaplah كَمَآ kamā sebagaimana أُمِرْتَ ۖ umir'ta kamu diperintah وَلَا walā dan janganlah تَتَّبِعْ tattabiʿ kamu mengikuti أَهْوَآءَهُمْ ۖ ahwāahum hawa nafsu mereka وَقُلْ waqul dan katakan ءَامَنتُ āmantu aku beriman بِمَآ bimā dengan apa yang أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah مِن min dari كِتَـٰبٍۢ ۖ kitābin kitab وَأُمِرْتُ wa-umir'tu dan aku diperintah لِأَعْدِلَ li-aʿdila untuk berbuat adil بَيْنَكُمُ ۖ baynakumu diantara kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami وَرَبُّكُمْ ۖ warabbukum dan Tuhan kamu لَنَآ lanā bagi kami أَعْمَـٰلُنَا aʿmālunā amal-amal kami وَلَكُمْ walakum dan bagi kamu أَعْمَـٰلُكُمْ ۖ aʿmālukum amal-pamal kamu لَا lā tidak ada حُجَّةَ ḥujjata pertengkaran بَيْنَنَا baynanā diantara kami وَبَيْنَكُمُ ۖ wabaynakumu dan diantara kamu ٱللَّهُ l-lahu Allah يَجْمَعُ yajmaʿu Dia akan mengumpulkan بَيْنَنَا ۖ baynanā diantara kami وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepada-Nya ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali
Maka karena itu, serulah (mereka kepada agama itu) dan tetaplah 1 sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah, "Aku beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami, amal-amal kami dan bagi kamu, amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu; Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah kembali (kita)".
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يُحَآجُّونَ yuḥājjūna mereka membantah فِى fī pada ٱللَّهِ l-lahi Allah مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا mā apa(agama) ٱسْتُجِيبَ us'tujība diterima لَهُۥ lahu padanya حُجَّتُهُمْ ḥujjatuhum bantahan mereka دَاحِضَةٌ dāḥiḍatun batil/sia-sia عِندَ ʿinda di sisi رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَعَلَيْهِمْ waʿalayhim dan atas mereka غَضَبٌۭ ghaḍabun kemurkaan وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun azab شَدِيدٌ shadīdun sangat keras
Dan orang-orang yang membantah (agama) Allah sesudah agama itu diterima, maka bantahan mereka itu sia-sia saja di sisi Tuhan mereka. Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan bagi mereka azab yang sangat keras.
ٱللَّهُ al-lahu Allah ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَنزَلَ anzala menurunkan ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran وَٱلْمِيزَانَ ۗ wal-mīzāna dan neraca وَمَا wamā dan tidaklah يُدْرِيكَ yud'rīka kamu mengetahui لَعَلَّ laʿalla barangkali ٱلسَّاعَةَ l-sāʿata kiamat قَرِيبٌۭ qarībun dekat
Allah-lah yang menurunkan kitab dengan (membawa) kebenaran dan (menurunkan) neraca (keadilan). Dan tahukah kamu, boleh jadi hari kiamat itu (sudah) dekat?
يَسْتَعْجِلُ yastaʿjilu minta disegerakan بِهَا bihā dengannya(kiamat) ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman بِهَا ۖ bihā dengannya وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū mereka beriman مُشْفِقُونَ mush'fiqūna merasa takut مِنْهَا min'hā daripadanya وَيَعْلَمُونَ wayaʿlamūna dan mereka mengetahui أَنَّهَا annahā bahwasanya ia(kiamat) ٱلْحَقُّ ۗ l-ḥaqu benar أَلَآ alā ingatlah إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُمَارُونَ yumārūna mereka membantah فِى fī pada ٱلسَّاعَةِ l-sāʿati hari kiamat لَفِى lafī benar-benar dalam ضَلَـٰلٍۭ ḍalālin kesesatan بَعِيدٍ baʿīdin jauh
Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya kiamat itu benar-benar dalam kesesatan yang jauh.
ٱللَّهُ al-lahu Allah لَطِيفٌۢ laṭīfun Maha Lembut بِعِبَادِهِۦ biʿibādihi terhadap hamba-hamba-Nya يَرْزُقُ yarzuqu Dia memberi rezeki مَن man siapa يَشَآءُ ۖ yashāu Dia kehendaki وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْقَوِىُّ l-qawiyu Maha Kuat ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa
Allah Maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada yang dikehendaki-Nya dan Dia-lah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
مَن man barang siapa كَانَ kāna adalah يُرِيدُ yurīdu menghendaki حَرْثَ ḥartha keuntungan ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat نَزِدْ nazid Kami tambahkan لَهُۥ lahu baginya فِى fī pada حَرْثِهِۦ ۖ ḥarthihi keuntungan itu وَمَن waman dan barang siapa كَانَ kāna adalah يُرِيدُ yurīdu menghendaki حَرْثَ ḥartha keuntungan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia نُؤْتِهِۦ nu'tihi Kami berikan kepadanya مِنْهَا min'hā daripadanya(keuntungan itu) وَمَا wamā tidak ada لَهُۥ lahu baginya فِى fī di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat مِن min dari نَّصِيبٍ naṣībin bahagian
Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia, Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bagian pun di akhirat.
أَمْ am atau لَهُمْ lahum mereka mempunyai شُرَكَـٰٓؤُا۟ shurakāu sekutu-sekutu شَرَعُوا۟ sharaʿū mereka mensyari'atkan لَهُم lahum bagi mereka مِّنَ mina daripada ٱلدِّينِ l-dīni agama مَا mā apa-apa لَمْ lam tidak يَأْذَنۢ yadhan mengizinkan بِهِ bihi dengannya ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah وَلَوْلَا walawlā dan jika tidak كَلِمَةُ kalimatu kalimat/ketetapan ٱلْفَصْلِ l-faṣli putusan لَقُضِىَ laquḍiya niscaya diputuskan بَيْنَهُمْ ۗ baynahum diantara mereka وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab أَلِيمٌۭ alīmun pedih
Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah), tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya, orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih.
تَرَى tarā kamu akan melihat ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim مُشْفِقِينَ mush'fiqīna mereka ketakutan مِمَّا mimmā karena apa(kejahatan) كَسَبُوا۟ kasabū mereka kerjakan وَهُوَ wahuwa dan ia/balasannya وَاقِعٌۢ wāqiʿun menimpa بِهِمْ ۗ bihim pada mereka وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebaikan فِى fī dalam رَوْضَاتِ rawḍāti taman-taman ٱلْجَنَّاتِ ۖ l-janāti surga لَهُم lahum bagi mereka مَّا mā apa yang يَشَآءُونَ yashāūna mereka kehendaki عِندَ ʿinda di sisi رَبِّهِمْ ۚ rabbihim Tuhan mereka ذَٰلِكَ dhālika demikian itu هُوَ huwa ia ٱلْفَضْلُ l-faḍlu karunia ٱلْكَبِيرُ l-kabīru besar
Kamu lihat orang-orang yang zalim sangat ketakutan karena kejahatan-kejahatan yang telah mereka kerjakan, sedang siksaan menimpa mereka. Dan orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh (berada) di dalam taman-taman surga, mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu ٱلَّذِى alladhī yang يُبَشِّرُ yubashiru menggembirakan ٱللَّهُ l-lahu Allah عِبَادَهُ ʿibādahu hamba-hamba-Nya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ ۗ l-ṣāliḥāti kebaikan قُل qul katakanlah لَّآ lā tidak أَسْـَٔلُكُمْ asalukum aku minta kepadamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya أَجْرًا ajran upah إِلَّا illā kecuali ٱلْمَوَدَّةَ l-mawadata kasih sayang فِى fī dalam ٱلْقُرْبَىٰ ۗ l-qur'bā kekeluargaan وَمَن waman dan barang siapa يَقْتَرِفْ yaqtarif mengerjakan حَسَنَةًۭ ḥasanatan kebaikan نَّزِدْ nazid Kami tambahkan لَهُۥ lahu baginya فِيهَا fīhā padanya حُسْنًا ۚ ḥus'nan kebaikan إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun شَكُورٌ shakūrun Maha mensyukuri
Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Katakanlah, "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upah pun atas seruanku, kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan". Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri 1.
أَمْ am atau يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan ٱفْتَرَىٰ if'tarā dia mengada-adakan عَلَى ʿalā terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah كَذِبًۭا ۖ kadhiban dusta فَإِن fa-in maka jika يَشَإِ yasha-i menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah يَخْتِمْ yakhtim Dia menutup عَلَىٰ ʿalā atas قَلْبِكَ ۗ qalbika hatimu وَيَمْحُ wayamḥu dan menghapuskan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْبَـٰطِلَ l-bāṭila bathil وَيُحِقُّ wayuḥiqqu dan Dia membenarkan ٱلْحَقَّ l-ḥaqa benar بِكَلِمَـٰتِهِۦٓ ۚ bikalimātihi dengan kalimat-kalimat-Nya إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِذَاتِ bidhāti dengan yang ada ٱلصُّدُورِ l-ṣudūri dada
Bahkan, mereka mengatakan, "Dia (Muhammad) telah mengada-adakan dusta terhadap Allah". Maka jika Allah menghendaki, niscaya Dia mengunci mati hatimu dan Allah menghapuskan yang batil dan membenarkan yang hak dengan kalimat-kalimat-Nya (Al-Qur`ān). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang يَقْبَلُ yaqbalu menerima ٱلتَّوْبَةَ l-tawbata taubat عَنْ ʿan dari عِبَادِهِۦ ʿibādihi hamba-hamba-Nya وَيَعْفُوا۟ wayaʿfū dan Dia memaafkan عَنِ ʿani dari ٱلسَّيِّـَٔاتِ l-sayiāti kesalahan-kesalahan وَيَعْلَمُ wayaʿlamu dan Dia mengetahui مَا mā apa yang تَفْعَلُونَ tafʿalūna kamu kerjakan
Dan Dia-lah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan,
وَيَسْتَجِيبُ wayastajību dan Dia memperkenankan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebaikan وَيَزِيدُهُم wayazīduhum dan Dia menambah mereka مِّن min dari فَضْلِهِۦ ۚ faḍlihi karunia-Nya وَٱلْكَـٰفِرُونَ wal-kāfirūna dan orang-orang kafir لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun azab شَدِيدٌۭ shadīdun sangat keras
dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras.
۞ وَلَوْ walaw dan jika بَسَطَ basaṭa melapangkan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلرِّزْقَ l-riz'qa rezeki لِعِبَادِهِۦ liʿibādihi bagi hamba-hamba-Nya لَبَغَوْا۟ labaghaw tentu mereka akan melampaui batas فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَلَـٰكِن walākin tetapi يُنَزِّلُ yunazzilu Dia menurunkan بِقَدَرٍۢ biqadarin dengan ketentuan/ukuran مَّا mā apa yang يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya بِعِبَادِهِۦ biʿibādihi terhadap hamba-hamba-Nya خَبِيرٌۢ khabīrun Maha Mengetahui بَصِيرٌۭ baṣīrun Maha Melihat
Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya, tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang يُنَزِّلُ yunazzilu menurunkan ٱلْغَيْثَ l-ghaytha hujan مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا mā apa قَنَطُوا۟ qanaṭū mereka berputus asa وَيَنشُرُ wayanshuru dan Dia menyebarkan رَحْمَتَهُۥ ۚ raḥmatahu rahmat-Nya وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْوَلِىُّ l-waliyu Maha Pelindung ٱلْحَمِيدُ l-ḥamīdu Maha Terpuji
Dan Dia-lah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dia-lah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.
وَمِنْ wamin dan diantara ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi tanda-tanda-Nya خَلْقُ khalqu ciptaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَمَا wamā dan apa yang بَثَّ batha bertebaran فِيهِمَا fīhimā pada keduanya مِن min dari دَآبَّةٍۢ ۚ dābbatin makhluk melata وَهُوَ wahuwa dan Dia عَلَىٰ ʿalā atas جَمْعِهِمْ jamʿihim mengumpulkan mereka إِذَا idhā apabila يَشَآءُ yashāu Dia menghendaki قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa
Di antara ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan)-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.
وَمَآ wamā dan apa yang أَصَـٰبَكُم aṣābakum menimpa kamu مِّن min dari suatu مُّصِيبَةٍۢ muṣībatin musibah فَبِمَا fabimā maka disebabkan كَسَبَتْ kasabat perbuatan أَيْدِيكُمْ aydīkum tangan-tanganmu وَيَعْفُوا۟ wayaʿfū dan Dia memaafkan عَن ʿan dari كَثِيرٍۢ kathīrin kebanyakan
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).
وَمَآ wamā dan tidaklah أَنتُم antum kamu بِمُعْجِزِينَ bimuʿ'jizīna dengan melepaskan فِى fī di ٱلْأَرْضِ ۖ l-arḍi bumi وَمَا wamā dan tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah مِن min dari وَلِىٍّۢ waliyyin seorang pelindung وَلَا walā dan tidak نَصِيرٍۢ naṣīrin seorang penolong
Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung dan tidak pula penolong selain Allah.
وَمِنْ wamin dan dari ءَايَـٰتِهِ āyātihi tanda-tanda-Nya ٱلْجَوَارِ l-jawāri kapal-kapal فِى fī di ٱلْبَحْرِ l-baḥri laut كَٱلْأَعْلَـٰمِ kal-aʿlāmi seperti gunung-gunung
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah kapal-kapal (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung.
إِن in jika يَشَأْ yasha Dia menghendaki يُسْكِنِ yus'kini Dia menenangkan ٱلرِّيحَ l-rīḥa angin فَيَظْلَلْنَ fayaẓlalna maka jadilah ia kapal-kapal) رَوَاكِدَ rawākida terhenti عَلَىٰ ʿalā atas ظَهْرِهِۦٓ ۚ ẓahrihi permukaan إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada yang ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin benar-benar tanda-tanda لِّكُلِّ likulli bagi setiap صَبَّارٍۢ ṣabbārin orang yang bersabar شَكُورٍ shakūrin orang yang bersyukur
Jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda (kekuasaan)-Nya bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur,
أَوْ aw atau يُوبِقْهُنَّ yūbiq'hunna Dia membinasakannya بِمَا bimā dengan sebab كَسَبُوا۟ kasabū perbuatan mereka وَيَعْفُ wayaʿfu dan Dia memberi maaf عَن ʿan dari كَثِيرٍۢ kathīrin kebanyakan
atau kapal-kapal itu dibinasakan-Nya karena perbuatan mereka atau Dia memberi maaf sebagian besar (dari mereka).
وَيَعْلَمَ wayaʿlama dan mengetahui ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُجَـٰدِلُونَ yujādilūna mereka membantah فِىٓ fī pada ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami مَا mā tidak ada لَهُم lahum bagi mereka مِّن min dari مَّحِيصٍۢ maḥīṣin tempat lari
Dan supaya orang-orang yang membantah ayat-ayat (kekuasaan) Kami mengetahui bahwa mereka sekali-kali tidak akan memperoleh jalan ke luar (dari siksaan).
فَمَآ famā maka apa yang أُوتِيتُم ūtītum diberikan kepadamu مِّن min dari شَىْءٍۢ shayin sesuatu فَمَتَـٰعُ famatāʿu maka kesenangan ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia وَمَا wamā dan apa yang عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah خَيْرٌۭ khayrun lebih baik وَأَبْقَىٰ wa-abqā dan lebih kekal لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَلَىٰ waʿalā dan kepada رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka يَتَوَكَّلُونَ yatawakkalūna mereka bertawakkal
Maka sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakal.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يَجْتَنِبُونَ yajtanibūna mereka menjauhi كَبَـٰٓئِرَ kabāira besar ٱلْإِثْمِ l-ith'mi dosa وَٱلْفَوَٰحِشَ wal-fawāḥisha dan perbuatan keji وَإِذَا wa-idhā dan apabila مَا mā apa-apa غَضِبُوا۟ ghaḍibū marah هُمْ hum mereka يَغْفِرُونَ yaghfirūna mereka mengampuni
Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji dan apabila mereka marah, mereka memberi maaf.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ٱسْتَجَابُوا۟ is'tajābū mereka memperkenankan لِرَبِّهِمْ lirabbihim kepada Tuhan mereka وَأَقَامُوا۟ wa-aqāmū dan mereka mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَأَمْرُهُمْ wa-amruhum dan urusan mereka شُورَىٰ shūrā musyawarah بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka وَمِمَّا wamimmā dan sebagian apa رَزَقْنَـٰهُمْ razaqnāhum Kami beri rezeki mereka يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka menafkahkan
Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhan-nya dan mendirikan salat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang إِذَآ idhā apabila أَصَابَهُمُ aṣābahumu menimpa mereka ٱلْبَغْىُ l-baghyu kezaliman هُمْ hum mereka يَنتَصِرُونَ yantaṣirūna mereka membela diri
Dan ( bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri.
وَجَزَٰٓؤُا۟ wajazāu dan balasan سَيِّئَةٍۢ sayyi-atin kejahatan سَيِّئَةٌۭ sayyi-atun kejahatan مِّثْلُهَا ۖ mith'luhā serupa dengannya فَمَنْ faman maka barang siapa عَفَا ʿafā memaafkan وَأَصْلَحَ wa-aṣlaḥa dan berbuat baik فَأَجْرُهُۥ fa-ajruhu maka pahalanya عَلَى ʿalā atas ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia لَا lā tidak يُحِبُّ yuḥibbu menyukai ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim
Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik 1, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.
وَلَمَنِ walamani dan sungguh orang-orang ٱنتَصَرَ intaṣara menolong/membela diri بَعْدَ baʿda sesudah ظُلْمِهِۦ ẓul'mihi teraniayanya فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu مَا mā tidak ada عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مِّن min dari سَبِيلٍ sabīlin jalan
Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada suatu dosa pun terhadap mereka.
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلسَّبِيلُ l-sabīlu jalan عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَظْلِمُونَ yaẓlimūna zalim ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia وَيَبْغُونَ wayabghūna dan mereka melampaui batas فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa ٱلْحَقِّ ۚ l-ḥaqi kebenaran أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab أَلِيمٌۭ alīmun pedih
Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.
وَلَمَن walaman dan sungguh orang صَبَرَ ṣabara dia sabar وَغَفَرَ waghafara dan dia memaafkan إِنَّ inna sesungguhnya ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَمِنْ lamin benar-benar termasuk عَزْمِ ʿazmi teguh hati ٱلْأُمُورِ l-umūri urusan
Tetapi, orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.
وَمَن waman dan barang siapa يُضْلِلِ yuḍ'lili menyesatkan ٱللَّهُ l-lahu Allah فَمَا famā maka tidak ada لَهُۥ lahu baginya مِن min dari وَلِىٍّۢ waliyyin seorang pelindung مِّنۢ min dari بَعْدِهِۦ ۗ baʿdihi sesudah itu وَتَرَى watarā dan kamu akan melihat ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim لَمَّا lammā ketika رَأَوُا۟ ra-awū mereka melihat ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata هَلْ hal apakah إِلَىٰ ilā untuk مَرَدٍّۢ maraddin kembali مِّن min dari سَبِيلٍۢ sabīlin jalan
Dan siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada baginya seorang pemimpin pun sesudah itu. Dan kamu akan melihat orang-orang yang zalim ketika mereka melihat azab berkata, "Adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia)?"
وَتَرَىٰهُمْ watarāhum dan kamu akan melihat يُعْرَضُونَ yuʿ'raḍūna mereka dihadapkan عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya(neraka) خَـٰشِعِينَ khāshiʿīna keadaan tunduk مِنَ mina dari pada ٱلذُّلِّ l-dhuli rendah/hina يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka melihat مِن min dari طَرْفٍ ṭarfin pandangan mata خَفِىٍّۢ ۗ khafiyyin tersembunyi وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang merugi ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang خَسِرُوٓا۟ khasirū mereka merugi أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka وَأَهْلِيهِمْ wa-ahlīhim dan keluarga mereka يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ l-qiyāmati kiamat أَلَآ alā ingatlah إِنَّ inna sesungguhnya ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim فِى fī dalam عَذَابٍۢ ʿadhābin azab مُّقِيمٍۢ muqīmin kekal
Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk karena (merasa) hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu. Dan orang-orang yang beriman berkata, "Sesungguhnya orang-orang yang merugi ialah orang-orang yang kehilangan diri mereka sendiri dan (kehilangan) keluarga mereka pada hari kiamat 1. Ingatlah, sesungguhnya orang-orang yang zalim itu berada dalam azab yang kekal.
وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna adalah لَهُم lahum bagi mereka مِّنْ min dari أَوْلِيَآءَ awliyāa pelindung-pelindung يَنصُرُونَهُم yanṣurūnahum menolong mereka مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَمَن waman dan barang siapa يُضْلِلِ yuḍ'lili menyesatkan ٱللَّهُ l-lahu Allah فَمَا famā maka tidak ada لَهُۥ lahu baginya مِن min dari سَبِيلٍ sabīlin jalan
Dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung-pelindung yang dapat menolong mereka selain Allah. Dan siapa yang disesatkan Allah, maka tidaklah ada baginya sesuatu jalan pun (untuk mendapat petunjuk).
ٱسْتَجِيبُوا۟ is'tajībū perkenankanlah لِرَبِّكُم lirabbikum bagi Tuhanmu مِّن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa يَأْتِىَ yatiya akan datang يَوْمٌۭ yawmun suatu hari لَّا lā tidak مَرَدَّ maradda di tolak لَهُۥ lahu padanya مِنَ mina dari ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah مَا mā tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari مَّلْجَإٍۢ malja-in tempat berlindung يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu وَمَا wamā dan tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari نَّكِيرٍۢ nakīrin mengingkari
Patuhilah seruan Tuhan-mu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. Kamu tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu).
فَإِنْ fa-in maka jika أَعْرَضُوا۟ aʿraḍū mereka berpaling فَمَآ famā maka tidak أَرْسَلْنَـٰكَ arsalnāka Kami mengutus kamu عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka حَفِيظًا ۖ ḥafīẓan penjaga إِنْ in tidaklah عَلَيْكَ ʿalayka atasmu إِلَّا illā kecuali ٱلْبَلَـٰغُ ۗ l-balāghu penyampaian وَإِنَّآ wa-innā dan sesungguhnya Kami إِذَآ idhā apabila أَذَقْنَا adhaqnā Kami merasakan ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia مِنَّا minnā dari Kami رَحْمَةًۭ raḥmatan rahmat فَرِحَ fariḥa dia gembira بِهَا ۖ bihā karenanya وَإِن wa-in dan jika تُصِبْهُمْ tuṣib'hum menimpa mereka سَيِّئَةٌۢ sayyi-atun kesusahan بِمَا bimā dengan sebab قَدَّمَتْ qaddamat perbuatan أَيْدِيهِمْ aydīhim tangan-tangan mereka فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia كَفُورٌۭ kafūrun sangat ingkar
Jika mereka berpaling, maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah). Sesungguhnya apabila Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami, dia bergembira ria karena rahmat itu. Dan jika mereka ditimpa kesusahan disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, (niscaya mereka ingkar) karena sesungguhnya manusia itu amat ingkar (kepada nikmat).
لِّلَّهِ lillahi bagi Allah مُلْكُ mul'ku kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi يَخْلُقُ yakhluqu Dia menciptakan مَا mā apa yang يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki يَهَبُ yahabu Dia memberi لِمَن liman kepada siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki إِنَـٰثًۭا ināthan anak perempuan وَيَهَبُ wayahabu dan Dia memberi لِمَن liman kepada siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki ٱلذُّكُورَ l-dhukūra anak laki-laki
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki,
أَوْ aw atau يُزَوِّجُهُمْ yuzawwijuhum Dia menjodohkan mereka ذُكْرَانًۭا dhuk'rānan laki-laki وَإِنَـٰثًۭا ۖ wa-ināthan dan perempuan وَيَجْعَلُ wayajʿalu dan Dia menjadikan مَن man siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki عَقِيمًا ۚ ʿaqīman mandul إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa
atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya) dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.
۞ وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada لِبَشَرٍ libasharin bagi seorang manusia أَن an bahwa يُكَلِّمَهُ yukallimahu berkata dengannya ٱللَّهُ l-lahu Allah إِلَّا illā kecuali وَحْيًا waḥyan wahyu أَوْ aw atau مِن min dari وَرَآئِ warāi belakang حِجَابٍ ḥijābin tabir أَوْ aw atau يُرْسِلَ yur'sila mengutus رَسُولًۭا rasūlan utusan فَيُوحِىَ fayūḥiya lalu diwahyukan بِإِذْنِهِۦ bi-idh'nihi dengan idzin-Nya مَا mā apa yang يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia عَلِىٌّ ʿaliyyun Maha Tinggi حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana
Dan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengan dia, kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir 1 atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat), lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah أَوْحَيْنَآ awḥaynā Kami wahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu رُوحًۭا rūḥan roh/Al Qur'an مِّنْ min dari أَمْرِنَا ۚ amrinā urusan Kami مَا mā tidaklah كُنتَ kunta kamu adalah تَدْرِى tadrī kamu mengetahui مَا mā apakah ٱلْكِتَـٰبُ l-kitābu Al kitab وَلَا walā dan tidak ٱلْإِيمَـٰنُ l-īmānu iman وَلَـٰكِن walākin akan tetapi جَعَلْنَـٰهُ jaʿalnāhu Kami jadikannya نُورًۭا nūran cahaya نَّهْدِى nahdī Kami beri petunjuk بِهِۦ bihi dengannya مَن man siapa نَّشَآءُ nashāu Kami kehendaki مِنْ min dari عِبَادِنَا ۚ ʿibādinā hamba-hamba Kami وَإِنَّكَ wa-innaka dan sesungguhnya kamu لَتَهْدِىٓ latahdī benar-benar kamu memberi petunjuk إِلَىٰ ilā kepada صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin yang lurus
Dan demikianlah, Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al-Qur`ān) dengan perintah Kami. Sebelumnya, kamu tidaklah mengetahui apakah Alkitab (Al-Qur`ān) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur`ān itu cahaya yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya, kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
صِرَٰطِ ṣirāṭi jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلَّذِى alladhī yang لَهُۥ lahu kepunyaan-Nya مَا mā segala apa yang فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan segala apa yang فِى fī di ٱلْأَرْضِ ۗ l-arḍi bumi أَلَآ alā ingatlah إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah تَصِيرُ taṣīru kembali ٱلْأُمُورُ l-umūru segala urusan
(Yaitu) jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan.