الزخرف
Az-Zukhruf
Perhiasan Makkiyah
Memuat audio qari…
حمٓ hha-meem Haa Miim
Ḥā Mīm 1.
وَٱلْكِتَـٰبِ wal-kitābi demi kitab ٱلْمُبِينِ l-mubīni yang nyata
Demi Kitab (Al-Qur`ān) yang menerangkan.
إِنَّا innā sesungguhnya Kami جَعَلْنَـٰهُ jaʿalnāhu Kami jadikannya قُرْءَٰنًا qur'ānan Al Qur'an عَرَبِيًّۭا ʿarabiyyan bahasa Arab لَّعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal
Sesungguhnya Kami menjadikan Al-Qur`ān dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya).
وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya ia/Al Qur'an فِىٓ fī dalam أُمِّ ummi induk ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al kitab لَدَيْنَا ladaynā di sisi Kami لَعَلِىٌّ laʿaliyyun benar-benar tinggi حَكِيمٌ ḥakīmun hikmah
Dan sesungguhnya, Al-Qur`ān itu dalam induk Alkitab (Lawḥ Maḥfūẓ) di sisi Kami adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah.
أَفَنَضْرِبُ afanaḍribu apakah maka Kami jadikan عَنكُمُ ʿankumu dari kalian ٱلذِّكْرَ l-dhik'ra pengajaran/Al Qur'an صَفْحًا ṣafḥan hentikan أَن an karena كُنتُمْ kuntum kalian adalah قَوْمًۭا qawman kaum مُّسْرِفِينَ mus'rifīna orang-orang yang melampaui batas
Maka apakah Kami akan berhenti menurunkan Al-Qur`ān kepadamu karena kamu adalah kaum yang melampaui batas?
وَكَمْ wakam dan berapa banyak أَرْسَلْنَا arsalnā telah Kami turunkan مِن min dari نَّبِىٍّۢ nabiyyin nabi-nabi فِى fī pada ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna ummat-ummat terdahulu
Berapa banyaknya nabi-nabi yang telah Kami utus kepada umat-umat yang terdahulu.
وَمَا wamā dan tidak يَأْتِيهِم yatīhim datang kepada mereka مِّن min dari نَّبِىٍّ nabiyyin seorang nabi إِلَّا illā kecuali كَانُوا۟ kānū mereka adalah بِهِۦ bihi kepadanya يَسْتَهْزِءُونَ yastahziūna mereka memperolok-olok
Dan tiada seorang nabi pun datang kepada mereka, melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.
فَأَهْلَكْنَآ fa-ahlaknā maka Kami binasakan أَشَدَّ ashadda sangat مِنْهُم min'hum dari mereka بَطْشًۭا baṭshan kekuatan وَمَضَىٰ wamaḍā dan telah lewat مَثَلُ mathalu perumpamaan ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang terdahulu
Maka telah Kami binasakan orang-orang yang lebih besar kekuatannya dari mereka itu (musyrikin Mekah) dan telah terdahulu (tersebut dalam Al-Qur`ān) perumpamaan umat-umat masa dahulu.
وَلَئِن wala-in dan jika سَأَلْتَهُم sa-altahum kamu bertanya kepada mereka مَّنْ man siapakah خَلَقَ khalaqa yang menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi لَيَقُولُنَّ layaqūlunna tentu mereka mengatakan خَلَقَهُنَّ khalaqahunna menciptakan mereka semua ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha perkasa ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui
Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?", niscaya mereka akan menjawab, "Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui".
ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلَ jaʿala menjadikan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi مَهْدًۭا mahdan tempat menetap وَجَعَلَ wajaʿala dan menjadikan لَكُمْ lakum bagi kalian فِيهَا fīhā diatasnya سُبُلًۭا subulan jalan-jalan لَّعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَهْتَدُونَ tahtadūna kalian mendapat petunjuk
Yang menjadikan bumi untuk kamu sebagai tempat menetap dan Dia membuat jalan-jalan di atas bumi untuk kamu supaya kamu mendapat petunjuk.
وَٱلَّذِى wa-alladhī dan yang نَزَّلَ nazzala menurunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۢ māan air بِقَدَرٍۢ biqadarin menurut ukuran فَأَنشَرْنَا fa-ansharnā lalu Kami hidupkan بِهِۦ bihi dengannya بَلْدَةًۭ baldatan negeri مَّيْتًۭا ۚ maytan mati كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikian تُخْرَجُونَ tukh'rajūna kamu dikeluarkan
Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan), lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).
وَٱلَّذِى wa-alladhī dan yang خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱلْأَزْوَٰجَ l-azwāja berpasangan كُلَّهَا kullahā semuanya وَجَعَلَ wajaʿala dan menjadikan لَكُم lakum bagi kalian مِّنَ mina dari ٱلْفُلْكِ l-ful'ki bahtera وَٱلْأَنْعَـٰمِ wal-anʿāmi dan binatang ternak مَا mā apa yang تَرْكَبُونَ tarkabūna kamu kendarai
Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi.
لِتَسْتَوُۥا۟ litastawū supaya kamu sama(duduk) عَلَىٰ ʿalā atas ظُهُورِهِۦ ẓuhūrihi punggungnya ثُمَّ thumma kemudian تَذْكُرُوا۟ tadhkurū kamu ingat نِعْمَةَ niʿ'mata nikmat رَبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian إِذَا idhā apabila ٱسْتَوَيْتُمْ is'tawaytum kamu sama duduk عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya وَتَقُولُوا۟ wataqūlū dan kamu mengucapkan سُبْحَـٰنَ sub'ḥāna Maha Suci Dia ٱلَّذِى alladhī yang سَخَّرَ sakhara menundukkan لَنَا lanā untuk kami هَـٰذَا hādhā ini وَمَا wamā dan tidaklah كُنَّا kunnā kami لَهُۥ lahu baginya مُقْرِنِينَ muq'rinīna menguasai
Supaya kamu duduk di atas punggungnya, kemudian kamu ingat nikmat Tuhan-mu apabila kamu telah duduk di atasnya dan supaya kamu mengucapkan, "Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya,
وَإِنَّآ wa-innā dan sesungguhnya kami إِلَىٰ ilā kepada رَبِّنَا rabbinā Tuhan kami لَمُنقَلِبُونَ lamunqalibūna benar-benar orang yang kembali
dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami."
وَجَعَلُوا۟ wajaʿalū dan mereka menjadikan لَهُۥ lahu baginya مِنْ min sebagian dari عِبَادِهِۦ ʿibādihi hamba-hamba-Nya جُزْءًا ۚ juz'an bahagian إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia لَكَفُورٌۭ lakafūrun benar-benar ingkar مُّبِينٌ mubīnun nyata
Dan mereka menjadikan sebagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bagian dari-Nya 1. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah).
أَمِ ami atau ٱتَّخَذَ ittakhadha Dia mengambil مِمَّا mimmā dari apa يَخْلُقُ yakhluqu Dia ciptakan بَنَاتٍۢ banātin anak perempuan وَأَصْفَىٰكُم wa-aṣfākum dan Dia pilih kamu بِٱلْبَنِينَ bil-banīna dengan anak laki-laki
Patutkah Dia mengambil anak perempuan dari yang diciptakan-Nya dan Dia mengkhususkan buat kamu anak laki-laki.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila بُشِّرَ bushira diberi kabar gembira أَحَدُهُم aḥaduhum salah seorang di antara mereka بِمَا bimā dengan apa ضَرَبَ ḍaraba menjadikan لِلرَّحْمَـٰنِ lilrraḥmāni bagi Yang Maha Pengasih مَثَلًۭا mathalan perumpamaan ظَلَّ ẓalla jadilah وَجْهُهُۥ wajhuhu mukanya مُسْوَدًّۭا mus'waddan hitam pekat وَهُوَ wahuwa dan dia كَظِيمٌ kaẓīmun menahan marah
Padahal apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira dengan apa 1 yang dijadikan sebagai misal bagi Allah Yang Maha Pemurah; jadilah mukanya hitam pekat, sedang dia amat menahan sedih 2.
أَوَمَن awaman ataukah orang يُنَشَّؤُا۟ yunasha-u dibesarkan فِى fī dalam ٱلْحِلْيَةِ l-ḥil'yati perhiasan وَهُوَ wahuwa dan dia فِى fī dalam ٱلْخِصَامِ l-khiṣāmi terang غَيْرُ ghayru tidak مُبِينٍۢ mubīnin nyata
Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan, sedang dia tidak dapat memberi alasan yang terang dalam pertengkaran 1.
وَجَعَلُوا۟ wajaʿalū dan mereka menjadikan ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ l-malāikata malaikat-malaikat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang هُمْ hum mereka itu عِبَـٰدُ ʿibādu hamba-hamba ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Maha Pengasih إِنَـٰثًا ۚ ināthan orang-orang perempuan أَشَهِدُوا۟ ashahidū apakah mereka menyaksikan خَلْقَهُمْ ۚ khalqahum penciptaan mereka سَتُكْتَبُ satuk'tabu kelak akan ditulis شَهَـٰدَتُهُمْ shahādatuhum persaksian mereka وَيُسْـَٔلُونَ wayus'alūna dan mereka akan ditanya
Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaika-malaikat itu? Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggungjawaban.
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata لَوْ law jika شَآءَ shāa menghendaki ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Maha Pengasih مَا mā tidak عَبَدْنَـٰهُم ۗ ʿabadnāhum kami menyembah mereka مَّا mā tidak ada لَهُم lahum bagi mereka بِذَٰلِكَ bidhālika demikian itu مِنْ min dari عِلْمٍ ۖ ʿil'min pengetahuan إِنْ in tidak lain هُمْ hum mereka إِلَّا illā kecuali يَخْرُصُونَ yakhruṣūna mereka mengada-adakan kebohongan
Dan mereka berkata, "Jikalau Allah Yang Maha Pemurah menghendaki, tentulah kami tidak menyembah mereka (malaikat)." Mereka tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang itu; mereka tidak lain hanyalah menduga-duga belaka.
أَمْ am atau ءَاتَيْنَـٰهُمْ ātaynāhum Kami berikan pada mereka كِتَـٰبًۭا kitāban sebuah kitab مِّن min dari قَبْلِهِۦ qablihi sebelumnya فَهُم fahum lalu mereka بِهِۦ bihi dengannya مُسْتَمْسِكُونَ mus'tamsikūna mereka berpegang
Atau adakah Kami memberikan sebuah kitab kepada mereka sebelum Al-Qur`ān, lalu mereka berpegang dengan kitab itu?
بَلْ bal bahkan قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنَّا innā sesungguhnya kami وَجَدْنَآ wajadnā kami mendapati ءَابَآءَنَا ābāanā bapak-bapak kami عَلَىٰٓ ʿalā atas أُمَّةٍۢ ummatin ummat وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami عَلَىٰٓ ʿalā atas ءَاثَـٰرِهِم āthārihim bekas-bekas mereka مُّهْتَدُونَ muh'tadūna orang-orang yang mendapat petunjuk
Bahkan mereka berkata, "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka."
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikian itu مَآ mā tidak أَرْسَلْنَا arsalnā Kami mengutus مِن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu فِى fī dalam قَرْيَةٍۢ qaryatin suatu negeri مِّن min dari نَّذِيرٍ nadhīrin seorang pemberi peringatan إِلَّا illā kecuali قَالَ qāla berkata مُتْرَفُوهَآ mut'rafūhā orang-orang mewah hidupnya إِنَّا innā sesungguhnya kami وَجَدْنَآ wajadnā mendapati ءَابَآءَنَا ābāanā bapak-bapak kami عَلَىٰٓ ʿalā atas أُمَّةٍۢ ummatin ummat وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami عَلَىٰٓ ʿalā atas ءَاثَـٰرِهِم āthārihim bekas-bekas mereka مُّقْتَدُونَ muq'tadūna orang-orang pengikut
Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata, "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka."
۞ قَـٰلَ qāla (Rasul) berkata أَوَلَوْ awalaw apakah meskipun جِئْتُكُم ji'tukum aku datang بِأَهْدَىٰ bi-ahdā dengan petunjuk مِمَّا mimmā dari pada apa وَجَدتُّمْ wajadttum kamu dapati عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya ءَابَآءَكُمْ ۖ ābāakum bapak-bapak kamu قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنَّا innā sesungguhnya kami بِمَآ bimā terhadap apa أُرْسِلْتُم ur'sil'tum kamu di utus بِهِۦ bihi dengannya كَـٰفِرُونَ kāfirūna orang-orang yang ingkar
(Rasul itu) berkata, "Apakah (kamu akan mengikutinya juga) sekali pun aku membawa untukmu (agama) yang lebih (nyata) memberi petunjuk daripada apa yang kamu dapati bapak-bapakmu menganutnya?" Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami mengingkari agama yang kamu diutus untuk menyampaikannya."
فَٱنتَقَمْنَا fa-intaqamnā maka Kami siksa مِنْهُمْ ۖ min'hum diantara mereka فَٱنظُرْ fa-unẓur maka perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat ٱلْمُكَذِّبِينَ l-mukadhibīna orang-orang yang mendustakan
Maka Kami binasakan mereka, maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.
وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالَ qāla berkata إِبْرَٰهِيمُ ib'rāhīmu Ibrahim لِأَبِيهِ li-abīhi kepada bapaknya وَقَوْمِهِۦٓ waqawmihi dan kaumnya إِنَّنِى innanī sesungguhnya aku بَرَآءٌۭ barāon berlepas diri مِّمَّا mimmā dari apa تَعْبُدُونَ taʿbudūna kamu sembah
Dan ingatlah ketika Ibrāhīm berkata kepada bapaknya 1 dan kaumnya, "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah 2,
إِلَّا illā kecuali ٱلَّذِى alladhī yang فَطَرَنِى faṭaranī menciptakan aku فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya Dia سَيَهْدِينِ sayahdīni akan memberi petunjuk kepadaku
tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku".
وَجَعَلَهَا wajaʿalahā dan(Ibrahim) menjadikannya كَلِمَةًۢ kalimatan kalimat بَاقِيَةًۭ bāqiyatan kekal فِى fī pada عَقِبِهِۦ ʿaqibihi keturunannya لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka kembali
Dan (lbrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu 1.
بَلْ bal bahkan مَتَّعْتُ mattaʿtu Aku telah memberi kesenangan هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itu وَءَابَآءَهُمْ waābāahum dan bapak-bapak mereka حَتَّىٰ ḥattā sehingga جَآءَهُمُ jāahumu datang kepada mereka ٱلْحَقُّ l-ḥaqu kebenaran وَرَسُولٌۭ warasūlun dan seorang rasul مُّبِينٌۭ mubīnun memberi penjelasan
Tetapi Aku telah memberikan kenikmatan hidup kepada mereka dan bapak-bapak mereka sehingga datanglah kepada mereka kebenaran (Al-Qur`ān) dan seorang rasul yang memberi penjelasan 1.
وَلَمَّا walammā dan tatkala جَآءَهُمُ jāahumu datang kepada mereka ٱلْحَقُّ l-ḥaqu kebenaran قَالُوا۟ qālū mereka berkata هَـٰذَا hādhā ini سِحْرٌۭ siḥ'run sihir وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami بِهِۦ bihi dengannya كَـٰفِرُونَ kāfirūna orang-orang yang ingkar
Dan tatkala kebenaran (Al-Qur`ān) itu datang kepada mereka, mereka berkata, "Ini adalah sihir dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingkarinya".
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata لَوْلَا lawlā mengapa tidak نُزِّلَ nuzzila diturunkan هَـٰذَا hādhā ini ٱلْقُرْءَانُ l-qur'ānu Al Qur'an عَلَىٰ ʿalā atas رَجُلٍۢ rajulin seorang laki-laki مِّنَ mina dari ٱلْقَرْيَتَيْنِ l-qaryatayni dua negeri عَظِيمٍ ʿaẓīmin besar
Dan mereka berkata, "Mengapa Al-Qur`ān ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekah dan Ṭā`if) ini 1?
أَهُمْ ahum mengapa mereka يَقْسِمُونَ yaqsimūna mereka membagi-bagi رَحْمَتَ raḥmata rahmat رَبِّكَ ۚ rabbika Tuhanmu نَحْنُ naḥnu Kami قَسَمْنَا qasamnā Kami membagi-bagi بَيْنَهُم baynahum diantara mereka مَّعِيشَتَهُمْ maʿīshatahum penghidupan mereka فِى fī dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا ۚ l-dun'yā dunia وَرَفَعْنَا warafaʿnā dan Kami tinggikan بَعْضَهُمْ baʿḍahum sebagian mereka فَوْقَ fawqa di atas بَعْضٍۢ baʿḍin sebagian دَرَجَـٰتٍۢ darajātin derajat لِّيَتَّخِذَ liyattakhidha agar mengambil بَعْضُهُم baʿḍuhum sebagian mereka بَعْضًۭا baʿḍan sebagian سُخْرِيًّۭا ۗ sukh'riyyan pekerjaan وَرَحْمَتُ waraḥmatu dan rahmat رَبِّكَ rabbika Tuhanmu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik مِّمَّا mimmā dari apa يَجْمَعُونَ yajmaʿūna mereka kumpulkan
Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhan-mu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia dan kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhan-mu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.
وَلَوْلَآ walawlā dan jika tidak أَن an bahwa يَكُونَ yakūna adalah ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia أُمَّةًۭ ummatan ummat وَٰحِدَةًۭ wāḥidatan satu لَّجَعَلْنَا lajaʿalnā tentu Kami jadikan لِمَن liman bagi orang يَكْفُرُ yakfuru ingkar بِٱلرَّحْمَـٰنِ bil-raḥmāni kepada Yang Maha Pengasih لِبُيُوتِهِمْ libuyūtihim bagi rumah-rumah mereka سُقُفًۭا suqufan atap مِّن min dari فِضَّةٍۢ fiḍḍatin perak وَمَعَارِجَ wamaʿārija dan tangga عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya يَظْهَرُونَ yaẓharūna mereka menaiki
Dan sekiranya bukan karena hendak menghindari manusia menjadi umat yang satu (dalam kekafiran), tentulah kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah loteng-loteng perak bagi rumah mereka dan (juga) tangga-tangga (perak) yang mereka menaikinya.
وَلِبُيُوتِهِمْ walibuyūtihim dan bagi rumah-rumah mereka أَبْوَٰبًۭا abwāban pintu-pintu وَسُرُرًا wasururan dan ranjang/dipan عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya يَتَّكِـُٔونَ yattakiūna mereka bersandar
Dan (Kami buatkan pula) pintu-pintu (perak) bagi rumah-rumah mereka dan (begitu pula) dipan-dipan yang mereka bertelekan atasnya.
وَزُخْرُفًۭا ۚ wazukh'rufan dan perhiasan-perhiasan وَإِن wa-in dan tidaklah كُلُّ kullu semua ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَمَّا lammā melainkan مَتَـٰعُ matāʿu kesenangan ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا ۚ l-dun'yā dunia وَٱلْـَٔاخِرَةُ wal-ākhiratu dan akhirat عِندَ ʿinda di sisi رَبِّكَ rabbika Tuhanmu لِلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa
Dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan (dari emas untuk mereka). Dan semuanya itu, tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia dan kehidupan akhirat itu di sisi Tuhan-mu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
وَمَن waman dan barang siapa يَعْشُ yaʿshu berpaling عَن ʿan dari ذِكْرِ dhik'ri mengingat ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Maha Pengasih نُقَيِّضْ nuqayyiḍ Kami tentukan لَهُۥ lahu baginya شَيْطَـٰنًۭا shayṭānan syaitan فَهُوَ fahuwa maka ia/syaitan لَهُۥ lahu baginya قَرِينٌۭ qarīnun teman
Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur`ān), kami adakan baginya setan (yang menyesatkan), maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.
وَإِنَّهُمْ wa-innahum dan sesungguhnya mereka لَيَصُدُّونَهُمْ layaṣuddūnahum benar-benar menghalangi mereka عَنِ ʿani dari ٱلسَّبِيلِ l-sabīli jalan وَيَحْسَبُونَ wayaḥsabūna dan mereka mengira أَنَّهُم annahum bahwa sesungguhnya mereka مُّهْتَدُونَ muh'tadūna mendapat petunjuk
Dan sesungguhnya, setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila جَآءَنَا jāanā datang kepada Kami قَالَ qāla dia berkata يَـٰلَيْتَ yālayta seandainya بَيْنِى baynī antara aku وَبَيْنَكَ wabaynaka dan antara kamu بُعْدَ buʿ'da sejauh ٱلْمَشْرِقَيْنِ l-mashriqayni dua masyrik/barat dan timur فَبِئْسَ fabi'sa maka sejahat-jahat ٱلْقَرِينُ l-qarīnu teman
Sehingga apabila orang-orang yang berpaling itu datang kepada kami (pada hari kiamat), dia berkata, "Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara masyrik dan maghrib, maka setan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia)".
وَلَن walan dan tidak يَنفَعَكُمُ yanfaʿakumu memberi manfaat kepadamu ٱلْيَوْمَ l-yawma hari itu إِذ idh apabila ظَّلَمْتُمْ ẓalamtum kalian telah menganiaya أَنَّكُمْ annakum sesungguhnya kamu فِى fī dalam ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi azab مُشْتَرِكُونَ mush'tarikūna orang-orang yang bersekutu
(Harapanmu itu) sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu pada hari itu karena kamu telah menganiaya (dirimu sendiri). Sesungguhnya kamu bersekutu dalam azab itu.
أَفَأَنتَ afa-anta apakah maka kamu تُسْمِعُ tus'miʿu dapat menjadikan mendengar ٱلصُّمَّ l-ṣuma orang yang tuli أَوْ aw atau تَهْدِى tahdī kamu beri petunjuk ٱلْعُمْىَ l-ʿum'ya orang yang buta وَمَن waman dan orang كَانَ kāna adalah فِى fī dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍۢ mubīnin nyata
Maka apakah kamu dapat menjadikan orang yang pekak bisa mendengar atau (dapatkah) kamu memberi petunjuk kepada orang yang buta (hatinya) dan kepada orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata?
فَإِمَّا fa-immā maka jika نَذْهَبَنَّ nadhhabanna sungguh Kami wafatkan بِكَ bika dengan kamu فَإِنَّا fa-innā maka sesungguhnya Kami مِنْهُم min'hum dari mereka مُّنتَقِمُونَ muntaqimūna orang-orang yang disiksa
Sungguh, jika Kami mewafatkan kamu (sebelum kamu mencapai kemenangan), maka sesungguhnya Kami akan menyiksa mereka (di akhirat).
أَوْ aw atau نُرِيَنَّكَ nuriyannaka Kami perlihatkan kepadamu ٱلَّذِى alladhī yang(azab) وَعَدْنَـٰهُمْ waʿadnāhum Kami ancamkan kepada kamu فَإِنَّا fa-innā maka sesungguhnya Kami عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مُّقْتَدِرُونَ muq'tadirūna berkuasa
Atau Kami memperlihatkan kepadamu (azab) yang telah Kami (Allah) ancamkan kepada mereka 1. Maka sesungguhnya, Kami berkuasa atas mereka.
فَٱسْتَمْسِكْ fa-is'tamsik maka berpegang teguhlah kamu بِٱلَّذِىٓ bi-alladhī kepada apa yang أُوحِىَ ūḥiya diwahyukan إِلَيْكَ ۖ ilayka kepadamu إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu عَلَىٰ ʿalā di atas صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin lurus
Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus.
وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya ia لَذِكْرٌۭ ladhik'run benar-benar pengajaran لَّكَ laka bagimu وَلِقَوْمِكَ ۖ waliqawmika dan bagi kaummu وَسَوْفَ wasawfa dan kelak تُسْـَٔلُونَ tus'alūna kamu akan ditanya
Dan sesungguhnya, Al-Qur`ān itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab.
وَسْـَٔلْ wasal dan tanyakan مَنْ man orang(rasul-rasul) أَرْسَلْنَا arsalnā Kami utus مِن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu مِن min dari رُّسُلِنَآ rusulinā rasul-rasul Kami أَجَعَلْنَا ajaʿalnā adakah Kami jadikan مِن min dari دُونِ dūni selain ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Maha Pengasih ءَالِهَةًۭ ālihatan tuhan-tuhan يُعْبَدُونَ yuʿ'badūna maka disembah
Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum kamu, "Adakah Kami menentukan tuhan-tuhan untuk disembah selain Allah Yang Maha Pemurah?"
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَرْسَلْنَا arsalnā Kami telah mengutus مُوسَىٰ mūsā Musa بِـَٔايَـٰتِنَآ biāyātinā dengan ayat-ayat Kami إِلَىٰ ilā kepada فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun وَمَلَإِي۟هِۦ wamala-ihi dan pemuka-pemukanya فَقَالَ faqāla maka dia berkata إِنِّى innī sesungguhnya aku رَسُولُ rasūlu utusan رَبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Dan sesunguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami kepada Firʻawn dan pemuka-pemuka kaumnya. Maka Musa berkata, "Sesungguhnya aku adalah utusan dari Tuhan seru sekalian alam".
فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَهُم jāahum dia datang pada mereka بِـَٔايَـٰتِنَآ biāyātinā dengan ayat-ayat Kami إِذَا idhā tiba-tiba هُم hum mereka مِّنْهَا min'hā daripadanya يَضْحَكُونَ yaḍḥakūna mereka mentertawakan
Maka tatkala dia datang kepada mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami dengan serta merta mereka menertawakannya.
وَمَا wamā dan tidak نُرِيهِم nurīhim Kami perlihatkan pada mereka مِّنْ min dari ءَايَةٍ āyatin suatu ayat إِلَّا illā kecuali هِىَ hiya ia/ayat أَكْبَرُ akbaru lebih besar مِنْ min dari أُخْتِهَا ۖ ukh'tihā saudaranya وَأَخَذْنَـٰهُم wa-akhadhnāhum dan Kami timpakan kepada mereka بِٱلْعَذَابِ bil-ʿadhābi dengan azab لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka kembali
Dan tidaklah Kami perlihatkan kepada mereka sesuatu mukjizat, kecuali mukjizat itu lebih besar dari mukjizat-mukjizat yang sebelumnya. Dan Kami timpakan kepada mereka azab 1 supaya mereka kembali (ke jalan yang benar).
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata يَـٰٓأَيُّهَ yāayyuha hai ٱلسَّاحِرُ l-sāḥiru ahli sihir ٱدْعُ ud'ʿu berdo'alah kamu لَنَا lanā untuk kami رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu بِمَا bimā dengan apa عَهِدَ ʿahida Dia janjikan عِندَكَ ʿindaka di sisimu إِنَّنَا innanā sesungguhnya kami لَمُهْتَدُونَ lamuh'tadūna benar-benar mendapat petunjuk
Dan mereka berkata, "Hai ahli sihir1, berdoalah kepada Tuhan-mu untuk (melepaskan) kami sesuai dengan apa yang telah dijanjikan-Nya kepadamu; sesungguhnya kami (jika doamu dikabulkan) benar-benar akan menjadi orang yang mendapat petunjuk.
فَلَمَّا falammā maka tatkala كَشَفْنَا kashafnā Kami hilangkan عَنْهُمُ ʿanhumu dari mereka ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab إِذَا idhā tiba-tiba هُمْ hum mereka يَنكُثُونَ yankuthūna mereka memungkiri
Maka tatkala Kami hilangkan azab itu dari mereka dengan serta merta mereka memungkiri (janjinya).
وَنَادَىٰ wanādā dan berseru فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun فِى fī kepada قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya قَالَ qāla dia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku أَلَيْسَ alaysa bukankah لِى lī kepunyaanku مُلْكُ mul'ku kerajaan مِصْرَ miṣ'ra Mesir وَهَـٰذِهِ wahādhihi dan ini ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِىٓ ۖ taḥtī bawahku أَفَلَا afalā apakah maka tidak تُبْصِرُونَ tub'ṣirūna kamu melihat
Dan Firʻawn berseru kepada kaumnya (seraya) berkata, "Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; maka apakah kamu tidak melihat(nya)?
أَمْ am bukankah أَنَا۠ anā aku خَيْرٌۭ khayrun lebih baik مِّنْ min dari هَـٰذَا hādhā ini ٱلَّذِى alladhī yang هُوَ huwa ia مَهِينٌۭ mahīnun orang yang hina وَلَا walā dan tidak يَكَادُ yakādu hampir يُبِينُ yubīnu ia menjelaskan
Bukankah aku lebih baik dari orang yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya)?
فَلَوْلَآ falawlā maka mengapa tidak أُلْقِىَ ul'qiya dilemparkan عَلَيْهِ ʿalayhi kepadanya أَسْوِرَةٌۭ aswiratun gelang مِّن min dari ذَهَبٍ dhahabin emas أَوْ aw atau جَآءَ jāa datang مَعَهُ maʿahu bersama ia ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu malaikat مُقْتَرِنِينَ muq'tarinīna menyertai
Mengapa tidak dipakaikan kepadanya gelang dari emas 1 atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya."
فَٱسْتَخَفَّ fa-is'takhaffa maka ia meremehkan قَوْمَهُۥ qawmahu kaumnya فَأَطَاعُوهُ ۚ fa-aṭāʿūhu lalu mereka patuh kepadanya إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka قَوْمًۭا qawman kaum فَـٰسِقِينَ fāsiqīna orang-orang yang fasik
Maka Firʻawn mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu), lalu mereka patuh kepadanya. Karena sesungguhnya, mereka adalah kaum yang fasik.
فَلَمَّآ falammā maka tatkala ءَاسَفُونَا āsafūnā mereka membuat Kami murka ٱنتَقَمْنَا intaqamnā Kami hukum مِنْهُمْ min'hum dari mereka فَأَغْرَقْنَـٰهُمْ fa-aghraqnāhum lalu Kami tenggelamkan mereka أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semua
Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka, lalu kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut),
فَجَعَلْنَـٰهُمْ fajaʿalnāhum maka Kami jadikan mereka سَلَفًۭا salafan terdahulu وَمَثَلًۭا wamathalan dan perumpamaan لِّلْـَٔاخِرِينَ lil'ākhirīna bagi orang-orang yang kemudian
dan Kami jadikan mereka sebagai pelajaran dan contoh bagi orang-orang yang kemudian.
۞ وَلَمَّا walammā dan tatkala ضُرِبَ ḍuriba dijadikan ٱبْنُ ub'nu anak مَرْيَمَ maryama Maryam مَثَلًا mathalan perumpamaan إِذَا idhā tiba-tiba قَوْمُكَ qawmuka kaummu مِنْهُ min'hu karenanya يَصِدُّونَ yaṣiddūna mereka gempar/bersorak
Dan tatkala putra Maryam (ʻIsa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya.
وَقَالُوٓا۟ waqālū dan mereka berkata ءَأَـٰلِهَتُنَا aālihatunā apakah Tuhan kami خَيْرٌ khayrun lebih baik أَمْ am atau هُوَ ۚ huwa dia مَا mā tidak ضَرَبُوهُ ḍarabūhu mereka menjadikannya لَكَ laka bagimu إِلَّا illā kecuali جَدَلًۢا ۚ jadalan bantahan بَلْ bal bahkan هُمْ hum mereka قَوْمٌ qawmun kaum خَصِمُونَ khaṣimūna mereka bertengkar
Dan mereka berkata, "Manakah yang lebih baik tuhan-tuhan kami atau dia (`Isa)? Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu, melainkan dengan maksud membantah saja; sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar1.
إِنْ in tidak lain هُوَ huwa dia إِلَّا illā kecuali عَبْدٌ ʿabdun seorang hamba أَنْعَمْنَا anʿamnā Kami beri nikmat عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya وَجَعَلْنَـٰهُ wajaʿalnāhu dan Kami jadikan dia مَثَلًۭا mathalan perumpamaan لِّبَنِىٓ libanī bagi Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil
ʻIsa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Isrā`īl 1.
وَلَوْ walaw dan jika نَشَآءُ nashāu Kami menghendaki لَجَعَلْنَا lajaʿalnā niscaya Kami jadikan مِنكُم minkum dari kamu مَّلَـٰٓئِكَةًۭ malāikatan malaikat-malaikat فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi يَخْلُفُونَ yakhlufūna mereka menggantikan
Dan kalau Kami kehendaki benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun-temurun.
وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya ia لَعِلْمٌۭ laʿil'mun benar-benar pengetahuan لِّلسَّاعَةِ lilssāʿati tentang hari kiamat فَلَا falā maka janganlah تَمْتَرُنَّ tamtarunna kamu ragu-ragu بِهَا bihā dengannya وَٱتَّبِعُونِ ۚ wa-ittabiʿūni dan ikutilah Aku هَـٰذَا hādhā ini صِرَٰطٌۭ ṣirāṭun jalan مُّسْتَقِيمٌۭ mus'taqīmun lurus
Dan sesungguhnya (turunnya) ʻIsa itu pertanda akan datangnya hari kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah-Aku. Inilah jalan yang lurus.
وَلَا walā dan jangan يَصُدَّنَّكُمُ yaṣuddannakumu memalingkan kamu ٱلشَّيْطَـٰنُ ۖ l-shayṭānu syaitan إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia لَكُمْ lakum bagi kalian عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh مُّبِينٌۭ mubīnun nyata
Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh setan; sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.
وَلَمَّا walammā dan tatkala جَآءَ jāa datang عِيسَىٰ ʿīsā 'Isa بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan keterangan قَالَ qāla dia berkata قَدْ qad sesungguhnya جِئْتُكُم ji'tukum aku datang kepadamu بِٱلْحِكْمَةِ bil-ḥik'mati dengan hikmah وَلِأُبَيِّنَ wali-ubayyina dan untuk aku jelaskan لَكُم lakum bagi kalian بَعْضَ baʿḍa sebagian ٱلَّذِى alladhī yang تَخْتَلِفُونَ takhtalifūna kamu perselisihkan فِيهِ ۖ fīhi didalamnya فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَطِيعُونِ wa-aṭīʿūni dan taatilah aku
Dan tatkala ʻIsa datang membawa keterangan dia berkata, "Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmat1 dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada)ku".
إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah هُوَ huwa Dia رَبِّى rabbī Tuhanku وَرَبُّكُمْ warabbukum dan Tuhanmu فَٱعْبُدُوهُ ۚ fa-uʿ'budūhu maka sembahlah Dia هَـٰذَا hādhā ini صِرَٰطٌۭ ṣirāṭun jalan مُّسْتَقِيمٌۭ mus'taqīmun lurus
Sesungguhnya Allah Dia-lah Tuhan-ku dan Tuhan kamu maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus.
فَٱخْتَلَفَ fa-ikh'talafa maka berselisih ٱلْأَحْزَابُ l-aḥzābu beberapa golongan مِنۢ min dari بَيْنِهِمْ ۖ baynihim antara mereka فَوَيْلٌۭ fawaylun maka kecelakaanlah لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū zalim مِنْ min dari عَذَابِ ʿadhābi azab يَوْمٍ yawmin hari أَلِيمٍ alīmin pedih
Maka berselisihlah golongan-golongan (yang terdapat) di antara mereka, lalu kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang zalim, yakni siksaan hari yang pedih (kiamat).
هَلْ hal tidakkah يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka menunggu إِلَّا illā kecuali ٱلسَّاعَةَ l-sāʿata hari kiamat أَن an bahwa تَأْتِيَهُم tatiyahum ia datang kepada mereka بَغْتَةًۭ baghtatan dengan tiba-tiba وَهُمْ wahum dan mereka لَا lā tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari
Mereka tidak menunggu, kecuali kedatangan hari kiamat kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya.
ٱلْأَخِلَّآءُ al-akhilāu sahabat-sahabat akrab يَوْمَئِذٍۭ yawma-idhin pada hari itu بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka لِبَعْضٍ libaʿḍin bagi sebagian عَدُوٌّ ʿaduwwun musuh إِلَّا illā kecuali ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa
Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.
يَـٰعِبَادِ yāʿibādi hai hamba-hambaKu لَا lā tidak ada خَوْفٌ khawfun ketakutan عَلَيْكُمُ ʿalaykumu atas kalian ٱلْيَوْمَ l-yawma pada hari itu وَلَآ walā dan tidak أَنتُمْ antum kamu تَحْزَنُونَ taḥzanūna kamu bersedih
"Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati.
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā kepada ayat-ayat Kami وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka مُسْلِمِينَ mus'limīna orang-orang yang berserah diri
(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri.
ٱدْخُلُوا۟ ud'khulū masuklah ٱلْجَنَّةَ l-janata surga أَنتُمْ antum kamu وَأَزْوَٰجُكُمْ wa-azwājukum dan isteri-isterimu تُحْبَرُونَ tuḥ'barūna kamu digembirakan
Masuklah kamu ke dalam surga, kamu, dan istri-istri kamu digembirakan."
يُطَافُ yuṭāfu dikelilingi عَلَيْهِم ʿalayhim kepada mereka بِصِحَافٍۢ biṣiḥāfin dengan piring-piring مِّن min dari ذَهَبٍۢ dhahabin emas وَأَكْوَابٍۢ ۖ wa-akwābin dan piala-piala وَفِيهَا wafīhā dan didalamnya(surga) مَا mā apa yang تَشْتَهِيهِ tashtahīhi diingininya ٱلْأَنفُسُ l-anfusu jiwa/hati وَتَلَذُّ wataladhu dan sedap ٱلْأَعْيُنُ ۖ l-aʿyunu mata وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian فِيهَا fīhā didalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal
Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas dan piala-piala, dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya."
وَتِلْكَ watil'ka dan itulah ٱلْجَنَّةُ l-janatu surga ٱلَّتِىٓ allatī yang أُورِثْتُمُوهَا ūrith'tumūhā diwariskan kepadanya بِمَا bimā sebab كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan.
لَكُمْ lakum bagi kalian فِيهَا fīhā didalamnya فَـٰكِهَةٌۭ fākihatun buah-buahan كَثِيرَةٌۭ kathīratun banyak مِّنْهَا min'hā daripadanya تَأْكُلُونَ takulūna kamu makan
Di dalam surga itu, ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebagiannya kamu makan.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa فِى fī dalam عَذَابِ ʿadhābi azab جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di dalam azab neraka Jahanam.
لَا lā tidak يُفَتَّرُ yufattaru diringankan عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka وَهُمْ wahum dan mereka فِيهِ fīhi didalamnya مُبْلِسُونَ mub'lisūna orang-orang yang berputus asa
Tidak diringankan azab itu dari mereka dan mereka di dalamnya berputus asa.
وَمَا wamā dan tidaklah ظَلَمْنَـٰهُمْ ẓalamnāhum Kami menganiaya mereka وَلَـٰكِن walākin tetapi كَانُوا۟ kānū adalah mereka هُمُ humu mereka ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim/aniaya
Dan tidaklah Kami menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
وَنَادَوْا۟ wanādaw dan mereka berseru يَـٰمَـٰلِكُ yāmāliku hai Malik لِيَقْضِ liyaqḍi hendaklah mengakhiri عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami رَبُّكَ ۖ rabbuka Tuhanmu قَالَ qāla ia berkata إِنَّكُم innakum sesungguhnya kalian مَّـٰكِثُونَ mākithūna orang-orang yang tetap tinggal
Mereka berseru, "Hai Malik1, biarlah Tuhan-mu membunuh kami saja". Dia menjawab, "Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)".
لَقَدْ laqad sesungguhnya جِئْنَـٰكُم ji'nākum Kami datang kepadamu بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran وَلَـٰكِنَّ walākinna tetapi أَكْثَرَكُمْ aktharakum kebanyakan kamu لِلْحَقِّ lil'ḥaqqi pada kebenaran كَـٰرِهُونَ kārihūna benci
Sesungguhnya Kami benar-benar telah memhawa kebenaran kepada kamu, tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu.
أَمْ am bahkan أَبْرَمُوٓا۟ abramū mereka menetapkan أَمْرًۭا amran suatu perkara فَإِنَّا fa-innā maka sesungguhnya Kami مُبْرِمُونَ mub'rimūna menetapkan
Bahkan mereka telah menetapkan satu tipu daya (jahat), maka sesungguhnya Kami akan membalas tipu daya mereka 1.
أَمْ am atau يَحْسَبُونَ yaḥsabūna mereka mengira أَنَّا annā bahwasanya kami لَا lā tidak نَسْمَعُ nasmaʿu mendengar سِرَّهُمْ sirrahum rahasia mereka وَنَجْوَىٰهُم ۚ wanajwāhum dan bisik-bisik mereka بَلَىٰ balā ya/sebenarnya وَرُسُلُنَا warusulunā dan utusan-utusan Kami لَدَيْهِمْ ladayhim di sisi mereka يَكْتُبُونَ yaktubūna mereka tulis
Apakah mereka mengira bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar) dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka.
قُلْ qul katakanlah إِن in jika كَانَ kāna adalah لِلرَّحْمَـٰنِ lilrraḥmāni bagi Yang Maha Pengasih وَلَدٌۭ waladun seorang anak فَأَنَا۠ fa-anā maka aku أَوَّلُ awwalu pertama-tama ٱلْعَـٰبِدِينَ l-ʿābidīna orang yang menyembah
Katakanlah, jika benar Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak, maka akulah (Muhammad) orang yang mula-mula memuliakan (anak itu).
سُبْحَـٰنَ sub'ḥāna Maha Suci رَبِّ rabbi Tuhan/Pemelihara ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi رَبِّ rabbi Tuhan/Pemelihara ٱلْعَرْشِ l-ʿarshi 'Arsy عَمَّا ʿammā dari apa يَصِفُونَ yaṣifūna mereka sifatkan
Maha Suci Tuhan Yang empunya langit dan bumi, Tuhan Yang empunya arasy dari apa yang mereka sifatkan itu.
فَذَرْهُمْ fadharhum maka biarkanlah mereka يَخُوضُوا۟ yakhūḍū mereka sesat وَيَلْعَبُوا۟ wayalʿabū dan mereka bermain-main حَتَّىٰ ḥattā sehingga يُلَـٰقُوا۟ yulāqū mereka menemui يَوْمَهُمُ yawmahumu hari mereka ٱلَّذِى alladhī yang يُوعَدُونَ yūʿadūna mereka dijanjikan
Maka biarlah mereka tenggelam (dalam kesesatan) dan bermain-main sampai mereka menemui hari yang dijanjikan kepada mereka.
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang فِى fī di ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit إِلَـٰهٌۭ ilāhun Tuhan وَفِى wafī dan di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi إِلَـٰهٌۭ ۚ ilāhun Tuhan وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui
Dan Dia-lah Tuhan (Yang disembah) di langit dan Tuhan (Yang disembah) di bumi dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
وَتَبَارَكَ watabāraka dan Maha Suci Engkau ٱلَّذِى alladhī yang لَهُۥ lahu bagi-Nya مُلْكُ mul'ku kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَمَا wamā dan apa yang بَيْنَهُمَا baynahumā diantara keduanya وَعِندَهُۥ waʿindahu dan di sisi-Nya عِلْمُ ʿil'mu pengetahuan ٱلسَّاعَةِ l-sāʿati hari kiamat وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepada-Nya تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan
Dan Maha Suci Tuhan Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, dan di sisi-Nya-lah pengetahuan tentang hari kiamat, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
وَلَا walā dan tidak يَمْلِكُ yamliku memiliki ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَدْعُونَ yadʿūna mereka sembah مِن min dari دُونِهِ dūnihi selain ٱلشَّفَـٰعَةَ l-shafāʿata pertolongan/syafa'at إِلَّا illā kecuali مَن man orang شَهِدَ shahida dia menyaksikan/mengakui بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan yang benar وَهُمْ wahum dan mereka يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memberi syafaat, akan tetapi (orang yang dapat memberi syafaat ialah) orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini(nya) 1.
وَلَئِن wala-in dan jika سَأَلْتَهُم sa-altahum kamu bertanya pada mereka مَّنْ man siapa خَلَقَهُمْ khalaqahum menciptakan mereka لَيَقُولُنَّ layaqūlunna tentu mereka mengatakan ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah فَأَنَّىٰ fa-annā maka bagaimana يُؤْفَكُونَ yu'fakūna mereka dipalingkan
Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab, "Allah", maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?,
وَقِيلِهِۦ waqīlihi dan perkataannya يَـٰرَبِّ yārabbi wahai Tuhanku إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itu قَوْمٌۭ qawmun kaum لَّا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
dan (Allah mengetahui) ucapan Muhammad, "Ya Tuhan-ku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman".
فَٱصْفَحْ fa-iṣ'faḥ maka maafkanlah عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka وَقُلْ waqul dan katakanlah سَلَـٰمٌۭ ۚ salāmun selamat/sejahtera فَسَوْفَ fasawfa maka kelak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka akan mengetahui
Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari mereka dan katakanlah, "Salam (selamat tinggal)." Kelak, mereka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk).