الجاثية
Al-Jathiyah
Yang Bertekuk Lutut Makkiyah
Memuat audio qari…
حمٓ hha-meem Haa miim
Ḥā Mīm 1.
تَنزِيلُ tanzīlu turunnya ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Perkasa ٱلْحَكِيمِ l-ḥakīmi Maha Bijaksana
Kitab (ini) diturunkan dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin benar-benar terdapat tanda-tanda لِّلْمُؤْمِنِينَ lil'mu'minīna bagi orang-orang yang beriman
Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk orang-orang yang beriman.
وَفِى wafī dan pada خَلْقِكُمْ khalqikum menciptakan kalian وَمَا wamā dan apa yang يَبُثُّ yabuthu bertebaran مِن min dari دَآبَّةٍ dābbatin binatang ternak ءَايَـٰتٌۭ āyātun tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يُوقِنُونَ yūqinūna mereka meyakini
Dan pada penciptakan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini,
وَٱخْتِلَـٰفِ wa-ikh'tilāfi dan pergantian ٱلَّيْلِ al-layli malam وَٱلنَّهَارِ wal-nahāri dan siang وَمَآ wamā dan apa yang أَنزَلَ anzala diturunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مِن min dari رِّزْقٍۢ riz'qin rezeki فَأَحْيَا fa-aḥyā lalu Dia menghidupkan بِهِ bihi dengannya ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi بَعْدَ baʿda sesudah مَوْتِهَا mawtihā matinya وَتَصْرِيفِ wataṣrīfi dan perkisaran ٱلرِّيَـٰحِ l-riyāḥi angin ءَايَـٰتٌۭ āyātun tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka berakal
dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit, lalu dihidupkanNya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya, dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal.
تِلْكَ til'ka itulah ءَايَـٰتُ āyātu ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah نَتْلُوهَا natlūhā Kami bacakan عَلَيْكَ ʿalayka atas kamu بِٱلْحَقِّ ۖ bil-ḥaqi dengan benar فَبِأَىِّ fabi-ayyi maka dengan yang mana حَدِيثٍۭ ḥadīthin perkataan بَعْدَ baʿda sesudah ٱللَّهِ l-lahi Allah وَءَايَـٰتِهِۦ waāyātihi dan ayat-ayat-Nya يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
Itulah ayat-ayat Allah yang Kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya, maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan keterangan-keterangan-Nya.
وَيْلٌۭ waylun kecelakaanlah لِّكُلِّ likulli bagi tiap-tiap أَفَّاكٍ affākin banyak berdusta أَثِيمٍۢ athīmin berdosa
Kecelakaan besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa,
يَسْمَعُ yasmaʿu dia mendengar ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah تُتْلَىٰ tut'lā dibacakan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya ثُمَّ thumma kemudian يُصِرُّ yuṣirru dia tetap مُسْتَكْبِرًۭا mus'takbiran menyombongkan diri كَأَن ka-an seakan-akan لَّمْ lam tidak يَسْمَعْهَا ۖ yasmaʿhā dia mendengar فَبَشِّرْهُ fabashir'hu maka beri kabar gembira بِعَذَابٍ biʿadhābin dengan azab أَلِيمٍۢ alīmin pedih
dia mendengar ayat-ayat Allah dibacakan kepadanya, kemudian dia tetap menyombongkan diri seakan-akan dia tidak mendengarnya. Maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila عَلِمَ ʿalima dia mengetahui مِنْ min dari ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami شَيْـًٔا shayan sesuatu ٱتَّخَذَهَا ittakhadhahā dia menjadikannya هُزُوًا ۚ huzuwan ejekan أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun azab مُّهِينٌۭ muhīnun menghinakan
Dan apabila dia mengetahui barang sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok. Merekalah 1 yang memperoleh azab yang menghinakan.
مِّن min dari وَرَآئِهِمْ warāihim belakang mereka جَهَنَّمُ ۖ jahannamu neraka jahanam وَلَا walā dan tidak يُغْنِى yugh'nī berguna عَنْهُم ʿanhum dari mereka مَّا mā apa-apa كَسَبُوا۟ kasabū yang mereka kerjakan شَيْـًۭٔا shayan sesuatu وَلَا walā dan tidak مَا mā apa yang ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū mereka jadikan مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah أَوْلِيَآءَ ۖ awliyāa penolong وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab عَظِيمٌ ʿaẓīmun besar
Di hadapan mereka neraka Jahanam dan tidak akan berguna bagi mereka sedikit pun apa yang telah mereka kerjakan dan tidak pula berguna apa yang mereka jadikan sebagai sembahan-sembahan (mereka) dari selain Allah. Dan bagi mereka azab yang besar.
هَـٰذَا hādhā ini هُدًۭى ۖ hudan petunjuk وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِـَٔايَـٰتِ biāyāti terhadap ayat-ayat رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun azab مِّن min dari رِّجْزٍ rij'zin siksaan أَلِيمٌ alīmun pedih
Ini (Al-Qur`ān) adalah petunjuk. Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Tuhan-nya bagi mereka azab, yaitu siksaan yang sangat pedih.
۞ ٱللَّهُ al-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang سَخَّرَ sakhara menundukkan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْبَحْرَ l-baḥra lautan لِتَجْرِىَ litajriya supaya berlayar ٱلْفُلْكُ l-ful'ku perahu فِيهِ fīhi di dalamnya/padanya بِأَمْرِهِۦ bi-amrihi dengan perintah-Nya وَلِتَبْتَغُوا۟ walitabtaghū dan supaya kamu mencari مِن min dari فَضْلِهِۦ faḍlihi karunia-Nya وَلَعَلَّكُمْ walaʿallakum dan supaya kamu تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur
Allahlah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur.
وَسَخَّرَ wasakhara dan Dia menundukkan لَكُم lakum bagi kalian مَّا mā apa yang فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa yang فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya مِّنْهُ ۚ min'hu dari pada-Nya إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī pada yang ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin benar-benar terdapat tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَتَفَكَّرُونَ yatafakkarūna mereka berfikir
Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir.
قُل qul katakanlah لِّلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman يَغْفِرُوا۟ yaghfirū mereka memaafkan لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang لَا lā tidak يَرْجُونَ yarjūna mereka mengharap أَيَّامَ ayyāma hari-hari ٱللَّهِ l-lahi Allah لِيَجْزِىَ liyajziya untuk Dia memberi balasan قَوْمًۢا qawman kaum بِمَا bimā terhadap apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَكْسِبُونَ yaksibūna mereka kerjakan
Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tiada takut akan hari-hari Allah 1 karena Dia akan membalas sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
مَنْ man barang siapa عَمِلَ ʿamila berbuat صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebaikan فَلِنَفْسِهِۦ ۖ falinafsihi maka untuk dirinya sendiri وَمَنْ waman dan barang siapa أَسَآءَ asāa berbuat kejahatan فَعَلَيْهَا ۖ faʿalayhā maka atasnya ثُمَّ thumma kemudian إِلَىٰ ilā kepada رَبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian تُرْجَعُونَ tur'jaʿūna kalian dikembalikan
Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhan-mulah kamu dikembalikan.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ءَاتَيْنَا ātaynā telah Kami berikan بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al kitab وَٱلْحُكْمَ wal-ḥuk'ma dan hukkum-hukum وَٱلنُّبُوَّةَ wal-nubuwata dan kenabian وَرَزَقْنَـٰهُم warazaqnāhum dan Kami berikan mereka rezeki مِّنَ mina dari ٱلطَّيِّبَـٰتِ l-ṭayibāti yang baik-baik وَفَضَّلْنَـٰهُمْ wafaḍḍalnāhum dan Kami lebihkan mereka عَلَى ʿalā atas ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna alam semesta
Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Bani Isrā`īl Alkitab (Taurat), kekuasaan dan kenabian, dan Kami berikan kepada mereka rezeki-rezeki yang baik, dan Kami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa (pada masanya).
وَءَاتَيْنَـٰهُم waātaynāhum dan Kami berikan kepada mereka بَيِّنَـٰتٍۢ bayyinātin keterangan-keterangan مِّنَ mina dari ٱلْأَمْرِ ۖ l-amri urusan فَمَا famā maka tidak ٱخْتَلَفُوٓا۟ ikh'talafū mereka perselisihkan إِلَّا illā kecuali مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا mā apa جَآءَهُمُ jāahumu datang kepada mereka ٱلْعِلْمُ l-ʿil'mu ilmu pengetahuan بَغْيًۢا baghyan kedengkian بَيْنَهُمْ ۚ baynahum diantara mereka إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu يَقْضِى yaqḍī Dia akan memutuskan بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat فِيمَا fīmā tentang apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka فِيهِ fīhi didalamnya يَخْتَلِفُونَ yakhtalifūna mereka perselisihkan
Dan Kami berikan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata tentang urusan (agama), maka mereka tidak berselisih, melainkan sesudah datang kepada mereka pengetahuan karena kedengkian yang ada di antara mereka. Sesungguhnya Tuhan-mu akan memutuskan antara mereka pada hari kiamat terhadap apa yang mereka selalu berselisih padanya.
ثُمَّ thumma kemudian جَعَلْنَـٰكَ jaʿalnāka Kami jadikan kamu عَلَىٰ ʿalā atas شَرِيعَةٍۢ sharīʿatin suatu syari'at مِّنَ mina dari ٱلْأَمْرِ l-amri urusan itu فَٱتَّبِعْهَا fa-ittabiʿ'hā maka ikutilah ia وَلَا walā dan jangan تَتَّبِعْ tattabiʿ kamu mengikuti أَهْوَآءَ ahwāa keinginan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Kemudian, Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka لَن lan tidak يُغْنُوا۟ yugh'nū mereka dapat menolak عَنكَ ʿanka dari kamu مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah شَيْـًۭٔا ۚ shayan sedikit وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang ynag zalim بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka أَوْلِيَآءُ awliyāu penolong/pelindung بَعْضٍۢ ۖ baʿḍin sebagian وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah وَلِىُّ waliyyu penolong/pelindung ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa
Sesungguhnya mereka sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sedikit pun dari (siksaan) Allah. Dan Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain, dan Allah adalah pelindung orang-orang yang bertakwa.
هَـٰذَا hādhā ini بَصَـٰٓئِرُ baṣāiru pedoman لِلنَّاسِ lilnnāsi bagi manusia وَهُدًۭى wahudan dan petunjuk وَرَحْمَةٌۭ waraḥmatun dan rahmat لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يُوقِنُونَ yūqinūna mereka meyakini
Al-Qur`ān ini adalah pedoman bagi manusia; petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.
أَمْ am ataukah/apakah حَسِبَ ḥasiba mengira ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱجْتَرَحُوا۟ ij'taraḥū mereka berbuat ٱلسَّيِّـَٔاتِ l-sayiāti kejahatan أَن an bahwa نَّجْعَلَهُمْ najʿalahum Kami menjadikan mereka كَٱلَّذِينَ ka-alladhīna seperti orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan berbuat ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebaikan سَوَآءًۭ sawāan sama مَّحْيَاهُمْ maḥyāhum kehidupan mereka وَمَمَاتُهُمْ ۚ wamamātuhum dan kematian mereka سَآءَ sāa amat buruk مَا mā apa yang يَحْكُمُونَ yaḥkumūna mereka putuskan
Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu.
وَخَلَقَ wakhalaqa dan menciptakan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan benar وَلِتُجْزَىٰ walituj'zā dan untuk diberi balasan كُلُّ kullu tiap-tiap نَفْسٍۭ nafsin jiwa بِمَا bimā dengan apa كَسَبَتْ kasabat ia usahakan وَهُمْ wahum dan mereka لَا lā tidak يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna mereka dianiaya/dirugikan
Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya dan mereka tidak akan dirugikan.
أَفَرَءَيْتَ afara-ayta adakah kamu melihat مَنِ mani orang ٱتَّخَذَ ittakhadha ia menjadikan إِلَـٰهَهُۥ ilāhahu Tuhannya هَوَىٰهُ hawāhu hawa nafsunya وَأَضَلَّهُ wa-aḍallahu dan membiarkan sesat padanya ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas عِلْمٍۢ ʿil'min pengetahuan وَخَتَمَ wakhatama dan Dia menutup عَلَىٰ ʿalā atas سَمْعِهِۦ samʿihi pendengarannya وَقَلْبِهِۦ waqalbihi dan hatinya وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia menjadikan عَلَىٰ ʿalā atas بَصَرِهِۦ baṣarihi penglihatannya غِشَـٰوَةًۭ ghishāwatan tutupan فَمَن faman maka siapakah يَهْدِيهِ yahdīhi memberi petunjuk kepadanya مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah أَفَلَا afalā apakah maka tidak تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu ingat/mengambil pelajaran
Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya 1 dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata مَا mā tidaklah هِىَ hiya ini إِلَّا illā kecuali حَيَاتُنَا ḥayātunā kehidupan kami ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia نَمُوتُ namūtu kami mati وَنَحْيَا wanaḥyā dan kami hidup وَمَا wamā dan tidak يُهْلِكُنَآ yuh'likunā membinasakan kami إِلَّا illā kecuali ٱلدَّهْرُ ۚ l-dahru masa وَمَا wamā dan tidak لَهُم lahum mereka mempunyai بِذَٰلِكَ bidhālika tentang itu مِنْ min dari عِلْمٍ ۖ ʿil'min pengetahuan إِنْ in tidaklah هُمْ hum mereka إِلَّا illā kecuali يَظُنُّونَ yaẓunnūna mereka menduga-duga
Dan mereka berkata, "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja; kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa"; dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu; mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila تُتْلَىٰ tut'lā dibacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka ءَايَـٰتُنَا āyātunā ayat-ayat Kami بَيِّنَـٰتٍۢ bayyinātin nyata/jelas مَّا mā tidak كَانَ kāna adalah حُجَّتَهُمْ ḥujjatahum bantahan mereka إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa قَالُوا۟ qālū mereka mengatakan ٱئْتُوا۟ i'tū datangkanlah بِـَٔابَآئِنَآ biābāinā dengan bapak-bapak kami إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas, tidak ada bantahan mereka selain dari mengatakan, "Datangkanlah nenek moyang kami, jika kamu adalah orang-orang yang benar.
قُلِ quli katakanlah ٱللَّهُ l-lahu Allah يُحْيِيكُمْ yuḥ'yīkum Dia menghidupkan kalian ثُمَّ thumma kemudian يُمِيتُكُمْ yumītukum Dia mematikan kalian ثُمَّ thumma kemudian يَجْمَعُكُمْ yajmaʿukum Dia mengumpulkan kamu إِلَىٰ ilā pada يَوْمِ yawmi hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat لَا lā tidak ada رَيْبَ rayba keraguan فِيهِ fīhi didalamnya وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Katakanlah, "Allah-lah yang menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu; setelah itu, mengumpulkan kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
وَلِلَّهِ walillahi dan bagi Allah مُلْكُ mul'ku kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi وَيَوْمَ wayawma dan hari تَقُومُ taqūmu terjadi ٱلسَّاعَةُ l-sāʿatu kiamat يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu يَخْسَرُ yakhsaru rugilah ٱلْمُبْطِلُونَ l-mub'ṭilūna orang-orang yang mengerjakan kebathilan
Dan hanya kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi. Dan pada hari terjadinya kebangkitan, akan rugilah pada hari itu orang-orang yang mengerjakan kebatilan.
وَتَرَىٰ watarā dan kamu lihat كُلَّ kulla tiap-tiap أُمَّةٍۢ ummatin ummat جَاثِيَةًۭ ۚ jāthiyatan berlutut كُلُّ kullu setiap أُمَّةٍۢ ummatin ummat تُدْعَىٰٓ tud'ʿā dipanggil إِلَىٰ ilā kepada كِتَـٰبِهَا kitābihā kitabnya/catatannya ٱلْيَوْمَ l-yawma pada hari تُجْزَوْنَ tuj'zawna kamu diberi balasan مَا mā apa yang كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
Dan (pada hari itu), kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu, kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.
هَـٰذَا hādhā ini كِتَـٰبُنَا kitābunā kitab/catatan kami يَنطِقُ yanṭiqu ia menuturkan عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian بِٱلْحَقِّ ۚ bil-ḥaqi dengan benar إِنَّا innā sesungguhnya Kami كُنَّا kunnā adalah Kami نَسْتَنسِخُ nastansikhu Kami menyuruh mencatat مَا mā apa yang كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
(Allah berfirman), "Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan."
فَأَمَّا fa-ammā maka adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan berbuat ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebaikan فَيُدْخِلُهُمْ fayud'khiluhum maka memasukkan mereka رَبُّهُمْ rabbuhum Tuhan mereka فِى fī dalam رَحْمَتِهِۦ ۚ raḥmatihi rahmat-Nya ذَٰلِكَ dhālika demikian itu هُوَ huwa ia/itu ٱلْفَوْزُ l-fawzu keuntungan ٱلْمُبِينُ l-mubīnu nyata
Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka Tuhan mereka memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga). Itulah keberuntungan yang nyata.
وَأَمَّا wa-ammā dan adapun ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar أَفَلَمْ afalam apakah belum/tidak تَكُنْ takun adalah ءَايَـٰتِى āyātī ayat-ayat-Ku تُتْلَىٰ tut'lā dibacakan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian فَٱسْتَكْبَرْتُمْ fa-is'takbartum lalu kamu menyombngkan diri وَكُنتُمْ wakuntum dan kalian قَوْمًۭا qawman kaum مُّجْرِمِينَ muj'rimīna orang-orang yang berdosa
Dan adapun orang-orang yang kafir (kepada mereka dikatakan), "Maka apakah belum ada ayat-ayat-Ku yang dibacakan kepadamu, lalu kamu menyombongkan diri dan kamu jadi kaum yang berbuat dosa?"
وَإِذَا wa-idhā dan apabila قِيلَ qīla dikatakan إِنَّ inna sesungguhnya وَعْدَ waʿda janji ٱللَّهِ l-lahi Allah حَقٌّۭ ḥaqqun benar وَٱلسَّاعَةُ wal-sāʿatu dan kiamat لَا lā tidak ada رَيْبَ rayba keraguan فِيهَا fīhā didalamnya قُلْتُم qul'tum kamu mengatakan مَّا mā tidak نَدْرِى nadrī kami tahu مَا mā apa ٱلسَّاعَةُ l-sāʿatu kiamat itu إِن in tidaklah نَّظُنُّ naẓunnu kami mengira إِلَّا illā kecuali ظَنًّۭا ẓannan dugaan وَمَا wamā dan tidaklah نَحْنُ naḥnu kami بِمُسْتَيْقِنِينَ bimus'tayqinīna orang-orang yang meyakini
Dan apabila dikatakan (kepadamu), "Sesungguhnya janji Allah itu adalah benar dan hari berbangkit itu tidak ada keraguan padanya", niscaya kamu menjawab, "Kami tidak tahu apakah hari kiamat itu; kami sekali-kali tidak lain hanyalah menduga-duga saja dan kami sekali-kali tidak meyakini(nya)".
وَبَدَا wabadā dan nyata لَهُمْ lahum bagi mereka سَيِّـَٔاتُ sayyiātu kejelekan-kejelekan مَا mā apa yang عَمِلُوا۟ ʿamilū mereka perbuat وَحَاقَ waḥāqa dan meliputi بِهِم bihim pada mereka مَّا mā apa yang كَانُوا۟ kānū mereka adalah بِهِۦ bihi dengannya يَسْتَهْزِءُونَ yastahziūna mereka memperolok-olokan
Dan nyatalah bagi mereka keburukan-keburukan dari apa yang mereka kerjakan dan mereka diliputi oleh (azab) yang mereka selalu memperolok-olokkannya.
وَقِيلَ waqīla dan dikatakan ٱلْيَوْمَ l-yawma pada hari نَنسَىٰكُمْ nansākum Kami melupakan كَمَا kamā sebagaimana نَسِيتُمْ nasītum kamu melupakan لِقَآءَ liqāa perjumpaan يَوْمِكُمْ yawmikum harimu هَـٰذَا hādhā ini وَمَأْوَىٰكُمُ wamawākumu dan tempat tinggalmu ٱلنَّارُ l-nāru neraka وَمَا wamā dan tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari نَّـٰصِرِينَ nāṣirīna seorang penolong
Dan dikatakan (kepada mereka), "Pada hari ini Kami melupakan kamu sebagaimana kamu telah melupakan pertemuan (dengan) harimu ini dan tempat kembalimu ialah neraka dan kamu sekali-kali tidak memperoleh penolong.
ذَٰلِكُم dhālikum demikian tiu بِأَنَّكُمُ bi-annakumu karena sesungguhnya kamu ٱتَّخَذْتُمْ ittakhadhtum kalian menjadikan ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah هُزُوًۭا huzuwan olok-olokan وَغَرَّتْكُمُ wagharratkumu dan telah menipu kamu ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan ٱلدُّنْيَا ۚ l-dun'yā dunia فَٱلْيَوْمَ fal-yawma maka pada hari لَا lā tidak يُخْرَجُونَ yukh'rajūna mereka dikeluarkan مِنْهَا min'hā darinya(neraka) وَلَا walā dan tidaklah هُمْ hum mereka يُسْتَعْتَبُونَ yus'taʿtabūna mereka diberi kesempatan bertaubat
Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia. Maka pada hari ini, mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertobat.
فَلِلَّهِ falillahi maka bagi Allah ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji رَبِّ rabbi Tuhan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَرَبِّ warabbi dan Tuhan ٱلْأَرْضِ l-arḍi Bumi رَبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Maka bagi Allah-lah segala puji, Tuhan langit dan Tuhan bumi, Tuhan semesta alam.
وَلَهُ walahu dan bagi-Nya ٱلْكِبْرِيَآءُ l-kib'riyāu kebesaran فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana
Dan bagi-Nya-lah keagungan di langit dan bumi, Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.