الأحقاف
Al-Ahqaf
Bukit-bukir Pasir Makkiyah
Memuat audio qari…
حمٓ hha-meem Haa Miim
ῌā Mīm1.
تَنزِيلُ tanzīlu turunnya ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Perkasa ٱلْحَكِيمِ l-ḥakīmi Maha Bijaksana
Diturunkan kitab ini dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
مَا mā tidak خَلَقْنَا khalaqnā Kami menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi وَمَا wamā dan apa yang ada بَيْنَهُمَآ baynahumā diantara keduanya إِلَّا illā kecuali بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan benar وَأَجَلٍۢ wa-ajalin dan waktu مُّسَمًّۭى ۚ musamman ditentukan وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar عَمَّآ ʿammā dari apa أُنذِرُوا۟ undhirū mereka diperingatkan مُعْرِضُونَ muʿ'riḍūna oran-orang yang berpaling
Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka.
قُلْ qul katakanlah أَرَءَيْتُم ara-aytum adakah kamu perhatikan مَّا mā apa yang تَدْعُونَ tadʿūna kamu sembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah أَرُونِى arūnī perlihatkan kepadaku مَاذَا mādhā apa yang خَلَقُوا۟ khalaqū mereka ciptakan مِنَ mina dari ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi أَمْ am atau لَهُمْ lahum bagi mereka شِرْكٌۭ shir'kun berserikat فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ ۖ l-samāwāti langit(jamak) ٱئْتُونِى i'tūnī datangkan kepadaku بِكِتَـٰبٍۢ bikitābin dengan sebuah kitab مِّن min dari قَبْلِ qabli sebelum هَـٰذَآ hādhā ini أَوْ aw atau أَثَـٰرَةٍۢ athāratin bekas-bekas/peninggalan مِّنْ min dari عِلْمٍ ʿil'min ilmu pengetahuan إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar
Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu sembah selain Allah; perlihatkan kepada-Ku apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi ini atau adakah mereka berserikat (dengan Allah) dalam (penciptaan) langit? Bawalah kepada-Ku Kitab yang sebelum (Al-Qur`ān) ini atau peninggalan dari pengetahuan (orang-orang dahulu), jika kamu adalah orang-orang yang benar".
وَمَنْ waman dan siapa أَضَلُّ aḍallu lebih sesat مِمَّن mimman dari pada orang يَدْعُوا۟ yadʿū mereka menyembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah مَن man orang/sesembahan لَّا lā tidak يَسْتَجِيبُ yastajību ia dapat memperkenankan لَهُۥٓ lahu padanya إِلَىٰ ilā sampai يَوْمِ yawmi hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat وَهُمْ wahum dan mereka عَن ʿan dari دُعَآئِهِمْ duʿāihim do'a mereka غَـٰفِلُونَ ghāfilūna mereka lalai
Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa)nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?
وَإِذَا wa-idhā dan apabila حُشِرَ ḥushira dikumpulkan ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia كَانُوا۟ kānū adalah mereka/sesembahan لَهُمْ lahum bagi mereka أَعْدَآءًۭ aʿdāan musuh-musuh وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka(sesembahan) بِعِبَادَتِهِمْ biʿibādatihim pada pemujaan mereka كَـٰفِرِينَ kāfirīna mereka mengingkari
Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat), niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan mereka.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila تُتْلَىٰ tut'lā dibacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka ءَايَـٰتُنَا āyātunā ayat-ayat Kami بَيِّنَـٰتٍۢ bayyinātin menjelaskan قَالَ qāla berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لِلْحَقِّ lil'ḥaqqi pada kebenaran لَمَّا lammā ketika جَآءَهُمْ jāahum ia datang kepada mereka هَـٰذَا hādhā ini سِحْرٌۭ siḥ'run sihir مُّبِينٌ mubīnun nyata
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang menjelaskan, berkatalah orang-orang yang mengingkari kebenaran ketika kebenaran itu datang kepada mereka, "Ini adalah sihir yang nyata".
أَمْ am atau/bahkan يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan ٱفْتَرَىٰهُ ۖ if'tarāhu dia mengada-adakannya قُلْ qul katakanlah إِنِ ini jika ٱفْتَرَيْتُهُۥ if'taraytuhu aku mengada-adakannya فَلَا falā maka tidaklah تَمْلِكُونَ tamlikūna kamu memiliki/kuasa لِى lī bagi aku مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah شَيْـًٔا ۖ shayan sesuatupun هُوَ huwa Dia أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَا bimā dengan apa-apa تُفِيضُونَ tufīḍūna kamu percakapkan فِيهِ ۖ fīhi padanya كَفَىٰ kafā cukuplah بِهِۦ bihi dengan dia شَهِيدًۢا shahīdan menjadi saksi بَيْنِى baynī antaraku وَبَيْنَكُمْ ۖ wabaynakum dan antara kamu وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْغَفُورُ l-ghafūru Maha Pengampun ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang
Bahkan mereka mengatakan, "Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya (Al-Qur`ān)", Katakanlah, "Jika aku mengada-adakannya, maka kamu tiada mempunyai kuasa sedikit pun mempertahankan aku dari (azab) Allah itu. Dia lebih mengetahui apa-apa yang kamu percakapkan tentang Al-Qur`ān itu. Cukuplah Dia menjadi saksi antaraku dan antaramu dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
قُلْ qul katakanlah مَا mā tidaklah كُنتُ kuntu aku adalah بِدْعًۭا bid'ʿan yang pertama مِّنَ mina dari ٱلرُّسُلِ l-rusuli rasul-rasul وَمَآ wamā dan tidak أَدْرِى adrī aku mnegetahui مَا mā apa yang يُفْعَلُ yuf'ʿalu akan diperbuat بِى bī terhadapku وَلَا walā dan tidak بِكُمْ ۖ bikum dengan/untuk kalian إِنْ in tidak أَتَّبِعُ attabiʿu aku mengikuti إِلَّا illā kecuali مَا mā apa yang يُوحَىٰٓ yūḥā diwahyukan إِلَىَّ ilayya kepadaku وَمَآ wamā dan tidaklah أَنَا۠ anā aku إِلَّا illā kecuali نَذِيرٌۭ nadhīrun seorang pemberi peringatan مُّبِينٌۭ mubīnun nyata
Katakanlah, "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan".
قُلْ qul katakanlah أَرَءَيْتُمْ ara-aytum apakah kamu lihat إِن in jika كَانَ kāna adalah ia مِنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَكَفَرْتُم wakafartum dan kamu mengingkari بِهِۦ bihi padanya وَشَهِدَ washahida dan menyaksikan شَاهِدٌۭ shāhidun seorang saksi مِّنۢ min dari بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil عَلَىٰ ʿalā atas مِثْلِهِۦ mith'lihi perumpamaannya فَـَٔامَنَ faāmana lalu dia beriman وَٱسْتَكْبَرْتُمْ ۖ wa-is'takbartum dan kamu menyombongkan diri إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim
Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al-Qur`ān itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Isrā`īl1 mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang tersebut dalam) Al-Qur`ān lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim".
وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَوْ law jika ia كَانَ kāna adalah خَيْرًۭا khayran baik مَّا mā tidak سَبَقُونَآ sabaqūnā mereka mendahului kami إِلَيْهِ ۚ ilayhi kepadanya وَإِذْ wa-idh dan karena لَمْ lam tidak يَهْتَدُوا۟ yahtadū mereka mendapat petunjuk بِهِۦ bihi dengannya فَسَيَقُولُونَ fasayaqūlūna maka mereka akan mengatakan هَـٰذَآ hādhā ini إِفْكٌۭ if'kun kedustaan قَدِيمٌۭ qadīmun lama
Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, "Kalau sekiranya dia (Al-Qur`ān) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya"1. Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka akan berkata, "Ini adalah dusta yang lama".
وَمِن wamin dan dari قَبْلِهِۦ qablihi sebelumnya كِتَـٰبُ kitābu kitab مُوسَىٰٓ mūsā Musa إِمَامًۭا imāman petunjuk وَرَحْمَةًۭ ۚ waraḥmatan dan rahmat وَهَـٰذَا wahādhā dan ini كِتَـٰبٌۭ kitābun kitab مُّصَدِّقٌۭ muṣaddiqun membenarkan لِّسَانًا lisānan lisan/bahasa عَرَبِيًّۭا ʿarabiyyan Arab لِّيُنذِرَ liyundhira untuk memberi peringatan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū zalim وَبُشْرَىٰ wabush'rā dan memberi kabar gembira لِلْمُحْسِنِينَ lil'muḥ'sinīna kepada orang-orang yang berbuat baik
Dan sebelum Al-Qur`ān itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan ini (Al-Qur`ān) adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang قَالُوا۟ qālū mengatakan رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami ٱللَّهُ l-lahu Allah ثُمَّ thumma kemudian ٱسْتَقَـٰمُوا۟ is'taqāmū mereka meneguhkan فَلَا falā maka tidak ada خَوْفٌ khawfun rasa takut عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يَحْزَنُونَ yaḥzanūna mereka bersedih hati
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istikamah1 maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلْجَنَّةِ l-janati surga خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا fīhā didalamnya جَزَآءًۢ jazāan balasan بِمَا bimā terhadap apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.
وَوَصَّيْنَا wawaṣṣaynā dan Kami wasiatkan ٱلْإِنسَـٰنَ l-insāna manusia بِوَٰلِدَيْهِ biwālidayhi terhadap kedua orang tuanya إِحْسَـٰنًا ۖ iḥ'sānan berbuat baik حَمَلَتْهُ ḥamalathu mengandungnya أُمُّهُۥ ummuhu ibunya كُرْهًۭا kur'han susah payah وَوَضَعَتْهُ wawaḍaʿathu dan melahirkannya كُرْهًۭا ۖ kur'han susah payah وَحَمْلُهُۥ waḥamluhu dan mengandungnya وَفِصَـٰلُهُۥ wafiṣāluhu dan menyapihnya ثَلَـٰثُونَ thalāthūna tiga puluh شَهْرًا ۚ shahran bulan حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila بَلَغَ balagha dia sampai أَشُدَّهُۥ ashuddahu dewasanya وَبَلَغَ wabalagha dan sampai أَرْبَعِينَ arbaʿīna empat puluh سَنَةًۭ sanatan tahun قَالَ qāla dia berkata رَبِّ rabbi ya Tuhan أَوْزِعْنِىٓ awziʿ'nī Tunjukilah aku أَنْ an untuk أَشْكُرَ ashkura aku bersyukur نِعْمَتَكَ niʿ'mataka nikmat Engkau ٱلَّتِىٓ allatī yang أَنْعَمْتَ anʿamta Engkau beri nikmat عَلَىَّ ʿalayya kepadaku وَعَلَىٰ waʿalā dan kepada وَٰلِدَىَّ wālidayya kedua orang tuaku وَأَنْ wa-an dan agar أَعْمَلَ aʿmala aku beramal صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan shaleh تَرْضَىٰهُ tarḍāhu Engkau meridhainya وَأَصْلِحْ wa-aṣliḥ dan berilah kebaikan لِى lī kepadaku فِى fī pada ذُرِّيَّتِىٓ ۖ dhurriyyatī keturunanku إِنِّى innī sesungguhnya aku تُبْتُ tub'tu aku bertaubat إِلَيْكَ ilayka kepada-Mu وَإِنِّى wa-innī dan sesungguhnya aku مِنَ mina termasuk/dari ٱلْمُسْلِمِينَ l-mus'limīna orang-orang yang berserah diri
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun, ia berdo`a, "Ya Tuhan-ku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang نَتَقَبَّلُ nataqabbalu Kami terima عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka أَحْسَنَ aḥsana lebih baik مَا mā apa yang عَمِلُوا۟ ʿamilū mereka kerjakan وَنَتَجَاوَزُ wanatajāwazu dan Kami hapus عَن ʿan dari سَيِّـَٔاتِهِمْ sayyiātihim kesalahan mereka فِىٓ fī dalam أَصْحَـٰبِ aṣḥābi penghuni ٱلْجَنَّةِ ۖ l-janati surga وَعْدَ waʿda janji ٱلصِّدْقِ l-ṣid'qi benar ٱلَّذِى alladhī yang كَانُوا۟ kānū adalah mereka يُوعَدُونَ yūʿadūna mereka dijanjikan
Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.
وَٱلَّذِى wa-alladhī dan orang yang قَالَ qāla berkata لِوَٰلِدَيْهِ liwālidayhi pada kedua orang tuanya أُفٍّۢ uffin hus/cis لَّكُمَآ lakumā bagi kamu berdua أَتَعِدَانِنِىٓ ataʿidāninī apakah kamu berdua mengancamku أَنْ an bahwa أُخْرَجَ ukh'raja aku akan dibangkitkan وَقَدْ waqad dan sesungguhnya خَلَتِ khalati telah berlalu ٱلْقُرُونُ l-qurūnu ummat-ummat مِن min dari قَبْلِى qablī sebelumku وَهُمَا wahumā dan keduanya يَسْتَغِيثَانِ yastaghīthāni keduanya memohon pertolongan ٱللَّهَ l-laha Allah وَيْلَكَ waylaka celaka kamu ءَامِنْ āmin berimanlah إِنَّ inna sesungguhnya وَعْدَ waʿda janji ٱللَّهِ l-lahi Allah حَقٌّۭ ḥaqqun benar فَيَقُولُ fayaqūlu maka dia berkata مَا mā tidaklah هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّآ illā kecuali أَسَـٰطِيرُ asāṭīru dongengan ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang terdahulu
Dan orang yang berkata kepada dua orang ibu bapaknya, "Cis bagi kamu keduanya, apakah kamu keduanya memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan, padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku? Lalu kedua ibu bapaknya itu memohon pertolongan kepada Allah seraya mengatakan, "Celaka kamu, berimanlah! Sesungguhnya janji Allah adalah benar". Lalu dia berkata, "Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu belaka".
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang حَقَّ ḥaqqa telah pasti عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْقَوْلُ l-qawlu perkataan فِىٓ fī pada أُمَمٍۢ umamin ummat-ummat قَدْ qad sungguh خَلَتْ khalat telah berlalu مِن min dari قَبْلِهِم qablihim sebelum mereka مِّنَ mina dari ٱلْجِنِّ l-jini jin وَٱلْإِنسِ ۖ wal-insi dan manusia إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka خَـٰسِرِينَ khāsirīna orang-orang yang merugi
Mereka itulah orang-orang yang telah pasti ketetapan (azab) atas mereka bersama umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka dari jin dan manusia. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi.
وَلِكُلٍّۢ walikullin dan bagi tiap-tiap دَرَجَـٰتٌۭ darajātun derajat مِّمَّا mimmā dari apa عَمِلُوا۟ ۖ ʿamilū mereka kerjakan وَلِيُوَفِّيَهُمْ waliyuwaffiyahum dan karena Allah akan mencukupi mereka أَعْمَـٰلَهُمْ aʿmālahum amal pekerjaan mereka وَهُمْ wahum dan mereka لَا lā tidak يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna mereka dirugikan/aniaya
Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka, sedang mereka tiada dirugikan.
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يُعْرَضُ yuʿ'raḍu dihadapkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar عَلَى ʿalā atas/pada ٱلنَّارِ l-nāri neraka أَذْهَبْتُمْ adhhabtum kamu telah hilangkan طَيِّبَـٰتِكُمْ ṭayyibātikum rezekimu yang baik-baik فِى fī dalam حَيَاتِكُمُ ḥayātikumu kehidupanmu ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَٱسْتَمْتَعْتُم wa-is'tamtaʿtum dan kamu telah bersenang-senang بِهَا bihā dengannya فَٱلْيَوْمَ fal-yawma maka pada hari ini تُجْزَوْنَ tuj'zawna kamu diberi balasan عَذَابَ ʿadhāba azab ٱلْهُونِ l-hūni hina بِمَا bimā dengan sebab كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَسْتَكْبِرُونَ tastakbirūna kamu menyombongkan diri فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa ٱلْحَقِّ l-ḥaqi kebenaran وَبِمَا wabimā dan dengan sebab كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَفْسُقُونَ tafsuqūna kamu berbuat fasik
Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan), "Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik".
۞ وَٱذْكُرْ wa-udh'kur dan ingatlah أَخَا akhā saudara عَادٍ ʿādin kaum 'Ad إِذْ idh ketika أَنذَرَ andhara dia memberi peringatan قَوْمَهُۥ qawmahu kaumnya بِٱلْأَحْقَافِ bil-aḥqāfi di bukit pasir وَقَدْ waqad dan sesungguhnya خَلَتِ khalati telah berlalu ٱلنُّذُرُ l-nudhuru pemberi peringatan مِنۢ min dari بَيْنِ bayni antara يَدَيْهِ yadayhi hadapannya وَمِنْ wamin dan dari خَلْفِهِۦٓ khalfihi belakangnya أَلَّا allā bahwa janganlah تَعْبُدُوٓا۟ taʿbudū kamu menyembah إِلَّا illā kecuali ٱللَّهَ l-laha Allah إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu aku takut عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian عَذَابَ ʿadhāba azab يَوْمٍ yawmin pada hari عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin besar
Dan ingatlah (Hūd) saudara kaum ʻĀd, yaitu ketika dia memberi peringatan kepada kaumnya di Al-Aḥqāf dan sesungguhnya telah terdahulu beberapa orang pemberi peringatan sebelumnya dan sesudahnya (dengan mengatakan), "Janganlah kamu menyembah selain Allah, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab hari yang besar".
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَجِئْتَنَا aji'tanā apakah kamu datang kepada kami لِتَأْفِكَنَا litafikanā untuk memalingkan kami عَنْ ʿan dari ءَالِهَتِنَا ālihatinā Tuhan-tuhan kami فَأْتِنَا fatinā maka datangkanlah kepada kami بِمَا bimā dengan apa تَعِدُنَآ taʿidunā kamu ancamkan kepada kami إِن in jika كُنتَ kunta kamu adalah مِنَ mina dari ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar
Mereka menjawab, "Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari (menyembah) tuhan-tuhan kami? Maka datangkanlah kepada kami azab yang telah kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar".
قَالَ qāla dia berkata إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلْعِلْمُ l-ʿil'mu pengetahuan عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَأُبَلِّغُكُم wa-uballighukum dan aku menyampaikan kepadamu مَّآ mā apa yang أُرْسِلْتُ ur'sil'tu aku di utus بِهِۦ bihi dengannya وَلَـٰكِنِّىٓ walākinnī akan tetapi aku أَرَىٰكُمْ arākum aku melihatmu قَوْمًۭا qawman kaum تَجْهَلُونَ tajhalūna orang-orang yang bodoh
Ia berkata, "Sesungguhnya pengetahuan (tentang itu) hanya pada sisi Allah dan aku (hanya) menyampaikan kepadamu apa yang aku diutus dengan membawanya, tetapi aku lihat kamu adalah kaum yang bodoh".
فَلَمَّا falammā maka tatkala رَأَوْهُ ra-awhu mereka melihatnya عَارِضًۭا ʿāriḍan awan مُّسْتَقْبِلَ mus'taqbila menuju أَوْدِيَتِهِمْ awdiyatihim lembah-lembah mereka قَالُوا۟ qālū mereka berkata هَـٰذَا hādhā ini عَارِضٌۭ ʿāriḍun awan مُّمْطِرُنَا ۚ mum'ṭirunā menghujani kami بَلْ bal tetapi هُوَ huwa itu(azab) مَا mā apa yang ٱسْتَعْجَلْتُم is'taʿjaltum kamu minta disegerakan بِهِۦ ۖ bihi dengannya رِيحٌۭ rīḥun angin فِيهَا fīhā didalamnya عَذَابٌ ʿadhābun azab أَلِيمٌۭ alīmun pedih
Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka, "Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami". (Bukan!) bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera, (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih,
تُدَمِّرُ tudammiru menghancurkan كُلَّ kulla segala شَىْءٍۭ shayin sesuatu بِأَمْرِ bi-amri dengan perintah رَبِّهَا rabbihā Tuhannya فَأَصْبَحُوا۟ fa-aṣbaḥū maka jadikanlah mereka لَا lā tidak يُرَىٰٓ yurā mereka terlihat إِلَّا illā kecuali مَسَـٰكِنُهُمْ ۚ masākinuhum tempat tinggal mereka كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah نَجْزِى najzī Kami memberi balasan ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa
yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhan-nya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya مَكَّنَّـٰهُمْ makkannāhum Kami meneguhkan kedudukan mereka فِيمَآ fīmā di dalam hal إِن in tidak مَّكَّنَّـٰكُمْ makkannākum Kami meneguhkan kedudukanmu فِيهِ fīhi dalam hal itu وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan لَهُمْ lahum bagi mereka سَمْعًۭا samʿan pendengaran وَأَبْصَـٰرًۭا wa-abṣāran dan penglihatan وَأَفْـِٔدَةًۭ wa-afidatan dan hati فَمَآ famā tetapi tidak أَغْنَىٰ aghnā berguna عَنْهُمْ ʿanhum bagi mereka سَمْعُهُمْ samʿuhum pendengaran mereka وَلَآ walā dan tidak أَبْصَـٰرُهُمْ abṣāruhum penglihatan mereka وَلَآ walā dan tidak أَفْـِٔدَتُهُم afidatuhum hati mereka مِّن min dari شَىْءٍ shayin sesuatu/sedikitpun إِذْ idh ketika كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَجْحَدُونَ yajḥadūna mereka mengingkari بِـَٔايَـٰتِ biāyāti terhadap ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَحَاقَ waḥāqa dan meliputi بِهِم bihim pada mereka مَّا mā apa yang كَانُوا۟ kānū mereka adalah بِهِۦ bihi dengannya يَسْتَهْزِءُونَ yastahziūna mereka memperolok-olok
Dan sesungguhnya Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam hal-hal yang Kami belum pernah meneguhkan kedudukanmu dalam hal itu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan, dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan, dan hati mereka itu tidak berguna sedikit jua pun bagi mereka, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan mereka telah diliputi oleh siksa yang dahulu selalu mereka memperolok-olokkannya.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَهْلَكْنَا ahlaknā Kami telah membinasakan مَا mā apa yang حَوْلَكُم ḥawlakum di sekitarmu مِّنَ mina dari ٱلْقُرَىٰ l-qurā negeri-negeri وَصَرَّفْنَا waṣarrafnā dan Kami mengulang-ulang ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka kembali
Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan negeri-negeri di sekitarmu1 dan Kami telah mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami berulang-ulang supaya mereka kembali (bertobat).
فَلَوْلَا falawlā maka mengapa tidak نَصَرَهُمُ naṣarahumu menolong mereka ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū mereka jadikan مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah قُرْبَانًا qur'bānan pendekatan diri ءَالِهَةًۢ ۖ ālihatan Tuhan بَلْ bal tetapi ضَلُّوا۟ ḍallū lenyap عَنْهُمْ ۚ ʿanhum dari mereka وَذَٰلِكَ wadhālika dan itulah إِفْكُهُمْ if'kuhum kebohongan mereka وَمَا wamā dan apa yang كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka ada-adakan
Maka mengapa yang mereka sembah selain Allah sebagai Tuhan untuk mendekatkan diri (kepada Allah) tidak dapat menolong mereka. Bahkan tuhan-tuhan itu telah lenyap dari mereka? Itulah akibat kebohongan mereka dan apa yang dahulu mereka ada-adakan.
وَإِذْ wa-idh dan ketika صَرَفْنَآ ṣarafnā Kami hadapkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu نَفَرًۭا nafaran golongan/rombongan مِّنَ mina dari ٱلْجِنِّ l-jini jin يَسْتَمِعُونَ yastamiʿūna mereka mendengarkan ٱلْقُرْءَانَ l-qur'āna Al Qur'an فَلَمَّا falammā maka tatkala حَضَرُوهُ ḥaḍarūhu mereka menghadirinya قَالُوٓا۟ qālū mareka berkata أَنصِتُوا۟ ۖ anṣitū diamlah kamu فَلَمَّا falammā maka tatkala قُضِىَ quḍiya telah selesai وَلَّوْا۟ wallaw dan mereka kembali إِلَىٰ ilā kepada قَوْمِهِم qawmihim kaumnya مُّنذِرِينَ mundhirīna orang-orang yanng memberi peringatan
Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al-Qur`ān, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan(nya), lalu mereka berkata, "Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)". Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.
قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰقَوْمَنَآ yāqawmanā hai kaum kami إِنَّا innā sesungguhnya kami سَمِعْنَا samiʿ'nā kami telah mendengarkan كِتَـٰبًا kitāban kitab أُنزِلَ unzila diturunkan مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah مُوسَىٰ mūsā Musa مُصَدِّقًۭا muṣaddiqan membenarkan لِّمَا limā terhadap apa بَيْنَ bayna antara يَدَيْهِ yadayhi sebelumnya يَهْدِىٓ yahdī memberi petunjuk إِلَى ilā kepada ٱلْحَقِّ l-ḥaqi kebenaran وَإِلَىٰ wa-ilā dan kepada طَرِيقٍۢ ṭarīqin jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin lurus
Mereka berkata, "Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al-Qur`ān) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.
يَـٰقَوْمَنَآ yāqawmanā hai kaum kami أَجِيبُوا۟ ajībū penuhilah دَاعِىَ dāʿiya orang yang menyeru ٱللَّهِ l-lahi Allah وَءَامِنُوا۟ waāminū dan berimanlah بِهِۦ bihi kepada-Nya يَغْفِرْ yaghfir Dia akan mengampuni لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari ذُنُوبِكُمْ dhunūbikum dosa-dosa kamu وَيُجِرْكُم wayujir'kum dan Dia akan melepaskan kamu مِّنْ min dari عَذَابٍ ʿadhābin azab أَلِيمٍۢ alīmin pedih
Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu1 dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.
وَمَن waman dan barang siapa لَّا lā tidak يُجِبْ yujib memenuhi دَاعِىَ dāʿiya orang yang menyeru ٱللَّهِ l-lahi Allah فَلَيْسَ falaysa maka tidaklah ia بِمُعْجِزٍۢ bimuʿ'jizin menyelamatkan فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَلَيْسَ walaysa dan tidak ia لَهُۥ lahu baginya مِن min dari دُونِهِۦٓ dūnihi selain Dia أَوْلِيَآءُ ۚ awliyāu pelindung أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu فِى fī dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍ mubīnin nyata
Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata".
أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَرَوْا۟ yaraw mereka memperhatikan أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi وَلَمْ walam dan tidak يَعْىَ yaʿya Dia merasa payah بِخَلْقِهِنَّ bikhalqihinna dengan menciptakannya بِقَـٰدِرٍ biqādirin berkuasa عَلَىٰٓ ʿalā atas أَن an bahwa يُحْـِۧىَ yuḥ'yiya menghidupkan ٱلْمَوْتَىٰ ۚ l-mawtā orang mati بَلَىٰٓ balā ya/benar إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya, (bahkan) sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يُعْرَضُ yuʿ'raḍu dihadapkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar عَلَى ʿalā ke ٱلنَّارِ l-nāri neraka أَلَيْسَ alaysa bukankah هَـٰذَا hādhā ini بِٱلْحَقِّ ۖ bil-ḥaqi dengan benar قَالُوا۟ qālū mereka berkata بَلَىٰ balā ya/benar وَرَبِّنَا ۚ warabbinā dan demi Tuhan kami قَالَ qāla Dia berkata فَذُوقُوا۟ fadhūqū maka rasakan ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab بِمَا bimā sebab كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَكْفُرُونَ takfurūna kalian kafir
Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan kepada neraka, (dikatakan kepada mereka), "Bukankah (azab) ini benar?" Mereka menjawab, "Ya benar, demi Tuhan kami". Allah berfirman, "Maka rasakanlah azab ini disebabkan kamu selalu ingkar".
فَٱصْبِرْ fa-iṣ'bir maka bersabarlah kamu كَمَا kamā sebagaimana صَبَرَ ṣabara bersabar أُو۟لُوا۟ ulū orang-orang yang mempunyai ٱلْعَزْمِ l-ʿazmi keteguhan hati مِنَ mina dari ٱلرُّسُلِ l-rusuli rasul-rasul وَلَا walā dan jangan تَسْتَعْجِل tastaʿjil kamu minta disegerakan لَّهُمْ ۚ lahum bagi mereka كَأَنَّهُمْ ka-annahum seakan-akan mereka يَوْمَ yawma pada hari يَرَوْنَ yarawna mereka melihat مَا mā apa yang يُوعَدُونَ yūʿadūna mereka diancam لَمْ lam tidak يَلْبَثُوٓا۟ yalbathū mereka tinggal إِلَّا illā kecuali سَاعَةًۭ sāʿatan sesaat مِّن min dari نَّهَارٍۭ ۚ nahārin siang hari بَلَـٰغٌۭ ۚ balāghun penjelasan فَهَلْ fahal maka tidaklah يُهْلَكُ yuh'laku dibinasakan إِلَّا illā kecuali ٱلْقَوْمُ l-qawmu kaum ٱلْفَـٰسِقُونَ l-fāsiqūna orang-orang yang fasik
Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka, mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.