Tilawahku
Masuk
۞

الحجرات

Al-Hujurat

Kamar-kamar Madaniyah

Memuat audio qari…

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا jangan تُقَدِّمُوا۟ tuqaddimū kamu mendahului بَيْنَ bayna antara يَدَىِ yadayi hadapan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَرَسُولِهِۦ ۖ warasūlihi dan rasul-Nya وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan rasulnya1 dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا jangan تَرْفَعُوٓا۟ tarfaʿū kamu meninggikan أَصْوَٰتَكُمْ aṣwātakum suaramu فَوْقَ fawqa di atas صَوْتِ ṣawti suara ٱلنَّبِىِّ l-nabiyi nabi وَلَا walā dan jangan تَجْهَرُوا۟ tajharū kamu keraskan لَهُۥ lahu kepadanya بِٱلْقَوْلِ bil-qawli dengan perkataan كَجَهْرِ kajahri seperti keras بَعْضِكُمْ baʿḍikum sebagian kamu لِبَعْضٍ libaʿḍin terhadap sebagian أَن an bahwa تَحْبَطَ taḥbaṭa akan hapus أَعْمَـٰلُكُمْ aʿmālukum amal-amal kamu وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian لَا tidak تَشْعُرُونَ tashʿurūna menyadari

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara nabi1, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَغُضُّونَ yaghuḍḍūna merendahkan أَصْوَٰتَهُمْ aṣwātahum suara mereka عِندَ ʿinda di sisi رَسُولِ rasūli rasul ٱللَّهِ l-lahi Allah أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱمْتَحَنَ im'taḥana menguji ٱللَّهُ l-lahu Allah قُلُوبَهُمْ qulūbahum hati mereka لِلتَّقْوَىٰ ۚ lilttaqwā untuk bertakwa لَهُم lahum bagi mereka مَّغْفِرَةٌۭ maghfiratun ampunan وَأَجْرٌ wa-ajrun dan pahala عَظِيمٌ ʿaẓīmun besar

Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُنَادُونَكَ yunādūnaka mereka memanggil kamu مِن min dari وَرَآءِ warāi belakang ٱلْحُجُرَٰتِ l-ḥujurāti kamar-kamar أَكْثَرُهُمْ aktharuhum kebanyakan mereka لَا tidak يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mengerti

Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar(mu) kebanyakan mereka tidak mengerti.

🔊 Sedang diputar

وَلَوْ walaw dan kalau أَنَّهُمْ annahum sekiranya mereka صَبَرُوا۟ ṣabarū mereka sabar حَتَّىٰ ḥattā sehingga تَخْرُجَ takhruja kamu keluar إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka لَكَانَ lakāna sungguh adalah خَيْرًۭا khayran lebih baik لَّهُمْ ۚ lahum bagi mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Dan kalau sekiranya mereka bersabar sampai kamu keluar menemui mereka, sesungguhnya itu lebih baik bagi mereka, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِن in jika جَآءَكُمْ jāakum datang kepadamu فَاسِقٌۢ fāsiqun orang fasik بِنَبَإٍۢ binaba-in dengan berita فَتَبَيَّنُوٓا۟ fatabayyanū maka jelaskan أَن an agar تُصِيبُوا۟ tuṣībū kamu (tidak) menimpakan قَوْمًۢا qawman kaum بِجَهَـٰلَةٍۢ bijahālatin karena kebodohan/tidak tahu فَتُصْبِحُوا۟ fatuṣ'biḥū maka jadilah kamu عَلَىٰ ʿalā atas مَا apa فَعَلْتُمْ faʿaltum perbuatanmu نَـٰدِمِينَ nādimīna orang-orang yang menyesal

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

🔊 Sedang diputar

وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّ anna bahwa فِيكُمْ fīkum diantara kamu رَسُولَ rasūla rasul ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah لَوْ law jika يُطِيعُكُمْ yuṭīʿukum dia mentaati kamu فِى dalam كَثِيرٍۢ kathīrin banyak مِّنَ mina dari ٱلْأَمْرِ l-amri urusan لَعَنِتُّمْ laʿanittum tentu menyusahkan kamu وَلَـٰكِنَّ walākinna tetapi ٱللَّهَ l-laha Allah حَبَّبَ ḥabbaba menjadikan cinta إِلَيْكُمُ ilaykumu kepadamu ٱلْإِيمَـٰنَ l-īmāna keimanan وَزَيَّنَهُۥ wazayyanahu dan Dia menjadikannya indah فِى dalam قُلُوبِكُمْ qulūbikum hatimu وَكَرَّهَ wakarraha dan Dia menjadikan benci إِلَيْكُمُ ilaykumu kepadamu ٱلْكُفْرَ l-kuf'ra kekafiran وَٱلْفُسُوقَ wal-fusūqa dan kefasikan وَٱلْعِصْيَانَ ۚ wal-ʿiṣ'yāna dan kedurhakaan أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu هُمُ humu mereka ٱلرَّٰشِدُونَ l-rāshidūna orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus

Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan, benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,

🔊 Sedang diputar

فَضْلًۭا faḍlan karunia مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَنِعْمَةًۭ ۚ waniʿ'matan dan nikmat وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana

sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

وَإِن wa-in dan jika طَآئِفَتَانِ ṭāifatāni dua golongan مِنَ mina dari ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman ٱقْتَتَلُوا۟ iq'tatalū mereka berperang فَأَصْلِحُوا۟ fa-aṣliḥū maka damaikanlah بَيْنَهُمَا ۖ baynahumā diantara keduanya فَإِنۢ fa-in maka jika بَغَتْ baghat berbuat aniaya إِحْدَىٰهُمَا iḥ'dāhumā salah seorang dari keduanya عَلَى ʿalā atas ٱلْأُخْرَىٰ l-ukh'rā yang lain فَقَـٰتِلُوا۟ faqātilū maka perangilah ٱلَّتِى allatī yang تَبْغِى tabghī berbuat aniaya حَتَّىٰ ḥattā sehingga تَفِىٓءَ tafīa (golongan) kembali إِلَىٰٓ ilā kepada أَمْرِ amri perintah ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah فَإِن fa-in maka jika فَآءَتْ fāat kembali فَأَصْلِحُوا۟ fa-aṣliḥū maka damaikanlah بَيْنَهُمَا baynahumā diantara keduanya بِٱلْعَدْلِ bil-ʿadli dengan adil وَأَقْسِطُوٓا۟ ۖ wa-aqsiṭū dan berlaku adil-lah kamu إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُحِبُّ yuḥibbu menyukai ٱلْمُقْسِطِينَ l-muq'siṭīna orang-orang yang berbuat adil

Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain, maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

🔊 Sedang diputar

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang yang beriman إِخْوَةٌۭ ikh'watun bersaudara فَأَصْلِحُوا۟ fa-aṣliḥū maka damaikanlah بَيْنَ bayna antara أَخَوَيْكُمْ ۚ akhawaykum kedua saudaramu وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُرْحَمُونَ tur'ḥamūna kamu dirahmati

Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا jangan يَسْخَرْ yaskhar memperolok-olok قَوْمٌۭ qawmun suatu kamu مِّن min dari قَوْمٍ qawmin kaum عَسَىٰٓ ʿasā boleh jadi أَن an bahwa يَكُونُوا۟ yakūnū adalah mereka خَيْرًۭا khayran lebih baik مِّنْهُمْ min'hum dari pada mereka وَلَا walā dan jangan نِسَآءٌۭ nisāon wanita مِّن min dari نِّسَآءٍ nisāin wanita عَسَىٰٓ ʿasā boleh jadi أَن an bahwa يَكُنَّ yakunna mereka adalah خَيْرًۭا khayran lebih baik مِّنْهُنَّ ۖ min'hunna dari mereka وَلَا walā dan jangan تَلْمِزُوٓا۟ talmizū kamu mencela أَنفُسَكُمْ anfusakum diri kalian sendiri وَلَا walā dan jangan تَنَابَزُوا۟ tanābazū kamu panggil memanggil بِٱلْأَلْقَـٰبِ ۖ bil-alqābi dengan julukan بِئْسَ bi'sa seburuk-buruk ٱلِٱسْمُ l-s'mu nama ٱلْفُسُوقُ l-fusūqu fasik بَعْدَ baʿda sesudah ٱلْإِيمَـٰنِ ۚ l-īmāni keimanan وَمَن waman dan barang siapa لَّمْ lam tidak يَتُبْ yatub berbuat فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu هُمُ humu mereka ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim

Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih dari mereka (yang mengolok-olokkan), dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan), dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri1, dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman2, dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱجْتَنِبُوا۟ ij'tanibū jauhilah كَثِيرًۭا kathīran banyak مِّنَ mina dari ٱلظَّنِّ l-ẓani berprasangka إِنَّ inna sesungguhnya بَعْضَ baʿḍa sebagian ٱلظَّنِّ l-ẓani berprasangka إِثْمٌۭ ۖ ith'mun dosa وَلَا walā dan jangan تَجَسَّسُوا۟ tajassasū kamu mencari kesalahan وَلَا walā dan jangan يَغْتَب yaghtab kamu mengumpat بَّعْضُكُم baʿḍukum sebagian kamu بَعْضًا ۚ baʿḍan sebagian أَيُحِبُّ ayuḥibbu apakah kamu menyukai أَحَدُكُمْ aḥadukum salah seorang diantara kamu أَن an bahwa يَأْكُلَ yakula memakan لَحْمَ laḥma daging أَخِيهِ akhīhi saudaranya مَيْتًۭا maytan yang mati فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ fakarih'tumūhu maka kamu jijik padanya وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah تَوَّابٌۭ tawwābun Maha Penerima taubat رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia إِنَّا innā sesungguhnya Kami خَلَقْنَـٰكُم khalaqnākum Kami menciptakan Kamu مِّن min dari ذَكَرٍۢ dhakarin laki-laki وَأُنثَىٰ wa-unthā dan perempuan وَجَعَلْنَـٰكُمْ wajaʿalnākum dan Kami jadikan kamu شُعُوبًۭا shuʿūban berbangsa-bangsa وَقَبَآئِلَ waqabāila dan bersuku-suku لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ litaʿārafū supaya kamu saling mengenal إِنَّ inna sesungguhnya أَكْرَمَكُمْ akramakum paling mulia diantara kamu عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah أَتْقَىٰكُمْ ۚ atqākum paling bertakwa diantara kamu إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui خَبِيرٌۭ khabīrun Maha Melihat

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

🔊 Sedang diputar

۞ قَالَتِ qālati berkata ٱلْأَعْرَابُ l-aʿrābu orang-orang Arab dusun ءَامَنَّا ۖ āmannā kami telah beriman قُل qul katakanlah لَّمْ lam belum تُؤْمِنُوا۟ tu'minū kamu beriman وَلَـٰكِن walākin tetapi قُولُوٓا۟ qūlū katakan أَسْلَمْنَا aslamnā kami telah menyerahkan diri وَلَمَّا walammā dan belum يَدْخُلِ yadkhuli masuk ٱلْإِيمَـٰنُ l-īmānu keimanan فِى dalam قُلُوبِكُمْ ۖ qulūbikum hati kamu وَإِن wa-in dan jika تُطِيعُوا۟ tuṭīʿū kamu taat ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan rasul-Nya لَا tidak يَلِتْكُم yalit'kum Dia mengurangi kamu مِّنْ min dari أَعْمَـٰلِكُمْ aʿmālikum amalanmu شَيْـًٔا ۚ shayan sesuatu pun إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌ raḥīmun Maha Penyayang

Orang-orang Arab Badui itu berkata, "Kami telah beriman". Katakanlah (kepada mereka), "Kamu belum beriman, tetapi katakanlah, `Kami telah tunduk`, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu, dan jika kamu taat kepada Allah dan rasul-Nya, Dia tiada akan mengurangi sedikit pun (pahala) amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

🔊 Sedang diputar

إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang mukmin ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan rasul-Nya ثُمَّ thumma kemudian لَمْ lam tidak يَرْتَابُوا۟ yartābū mereka ragu-ragu وَجَـٰهَدُوا۟ wajāhadū dan mereka berjihad بِأَمْوَٰلِهِمْ bi-amwālihim dengan harta mereka وَأَنفُسِهِمْ wa-anfusihim dan diri/jiwa mereka فِى di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu هُمُ humu mereka ٱلصَّـٰدِقُونَ l-ṣādiqūna orang-orang yang benar

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang beriman kepada Allah dan rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.

🔊 Sedang diputar

قُلْ qul katakanlah أَتُعَلِّمُونَ atuʿallimūna apakah kamu akan memberitahukan ٱللَّهَ l-laha Allah بِدِينِكُمْ bidīnikum tentang agamamu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui مَا apa yang ada فِى di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa yang ada فِى di ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِكُلِّ bikulli terhadap segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui

Katakanlah (kepada mereka), "Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu (keyakinanmu), padahal Allah mengetahui apa yang di langit dan apa yang di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

🔊 Sedang diputar

يَمُنُّونَ yamunnūna mereka merasa memberi nikmat عَلَيْكَ ʿalayka atas kamu أَنْ an bahwa أَسْلَمُوا۟ ۖ aslamū mereka masuk Islam قُل qul katakan لَّا jangan تَمُنُّوا۟ tamunnū kamu merasa memberi nikmat عَلَىَّ ʿalayya atas إِسْلَـٰمَكُم ۖ is'lāmakum keislamanmu بَلِ bali bahkan ٱللَّهُ l-lahu Allah يَمُنُّ yamunnu memberi nikmat عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian أَنْ an bahwa هَدَىٰكُمْ hadākum Dia memberi petunjuk kepadamu لِلْإِيمَـٰنِ lil'īmāni kepada keimanan إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar

Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah, "Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah Dia-lah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar".

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَعْلَمُ yaʿlamu Maha Mengetahui غَيْبَ ghayba kegaiban ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بَصِيرٌۢ baṣīrun Maha Melihat بِمَا bimā terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan

Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Ayat /18