الأنعام
Al-An'am
Binatang Ternak Makkiyah
Memuat audio qari…
ٱلْحَمْدُ al-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa telah menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia telah menjadikan ٱلظُّلُمَـٰتِ l-ẓulumāti gelap وَٱلنُّورَ ۖ wal-nūra dan cahaya/terang ثُمَّ thumma kemudian ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِرَبِّهِمْ birabbihim dengan Tuhan mereka يَعْدِلُونَ yaʿdilūna mereka menyamakan/mempersekutukan
Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi, dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.
هُوَ huwa Dia ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَكُم khalaqakum menciptakan kalian مِّن min dari طِينٍۢ ṭīnin tanah ثُمَّ thumma kemudian قَضَىٰٓ qaḍā Dia menentukan أَجَلًۭا ۖ ajalan waktu وَأَجَلٌۭ wa-ajalun dan waktu مُّسَمًّى musamman ditentukan عِندَهُۥ ۖ ʿindahu di sisiNya ثُمَّ thumma kemudian أَنتُمْ antum kamu تَمْتَرُونَ tamtarūna kamu ragu-ragu
Dia-lah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukan-Nya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan (untuk berbangkit) yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu).
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱللَّهُ l-lahu Allah فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَفِى wafī dan di ٱلْأَرْضِ ۖ l-arḍi bumi يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui سِرَّكُمْ sirrakum rahasiamu وَجَهْرَكُمْ wajahrakum dan yang kamu lahirkan وَيَعْلَمُ wayaʿlamu dan Dia mengetahui مَا mā apa تَكْسِبُونَ taksibūna yang kamu usahakan
Dan Dia-lah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.
وَمَا wamā dan tidak تَأْتِيهِم tatīhim datang kepada mereka مِّنْ min dari ءَايَةٍۢ āyatin suatu ayat مِّنْ min dari ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka إِلَّا illā kecuali كَانُوا۟ kānū mereka adalah عَنْهَا ʿanhā daripadanya مُعْرِضِينَ muʿ'riḍīna orang-orang yang berpaling
Dan tak ada sesuatu ayat pun dari ayat-ayat1 Tuhan sampai kepada mereka, melainkan mereka selalu berpaling darinya (mendustakannya).
فَقَدْ faqad maka sesungguhnya كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka telah mendustakan بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran لَمَّا lammā ketika جَآءَهُمْ ۖ jāahum datang kepada mereka فَسَوْفَ fasawfa maka kelak يَأْتِيهِمْ yatīhim sampai kepada mereka أَنۢبَـٰٓؤُا۟ anbāu berita مَا mā apa كَانُوا۟ kānū yang mereka بِهِۦ bihi dengannya يَسْتَهْزِءُونَ yastahziūna mereka memperolok-olokkan
Sesungguhnya mereka telah mendustakan yang haq (Al-Qur`ān) tatkala sampai kepada mereka, maka kelak akan sampai kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan.
أَلَمْ alam apakah tidak يَرَوْا۟ yaraw kamu perhatikan كَمْ kam berapa banyak أَهْلَكْنَا ahlaknā Kami telah binasakan مِن min dari قَبْلِهِم qablihim sebelum mereka مِّن min dari قَرْنٍۢ qarnin kurun مَّكَّنَّـٰهُمْ makkannāhum Kami telah teguhkan mereka فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi مَا mā apa لَمْ lam yang belum نُمَكِّن numakkin Kami teguhkan لَّكُمْ lakum bagi kalian وَأَرْسَلْنَا wa-arsalnā dan Kami telah mengirimkan ٱلسَّمَآءَ l-samāa langit/hujan عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مِّدْرَارًۭا mid'rāran lebat وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami telah jadikan ٱلْأَنْهَـٰرَ l-anhāra sungai-sungai تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهِمْ taḥtihim bawah mereka فَأَهْلَكْنَـٰهُم fa-ahlaknāhum lalu Kami binasakan mereka بِذُنُوبِهِمْ bidhunūbihim dengan dosa-dosa mereka وَأَنشَأْنَا wa-anshanā dan Kami tumbuhkan/ciptakan مِنۢ min dari بَعْدِهِمْ baʿdihim sesudah mereka قَرْنًا qarnan kurun/generasi ءَاخَرِينَ ākharīna yang lain
Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu), telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.
وَلَوْ walaw dan jika نَزَّلْنَا nazzalnā Kami turunkan عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/kepadamu كِتَـٰبًۭا kitāban tulisan فِى fī di قِرْطَاسٍۢ qir'ṭāsin kertas فَلَمَسُوهُ falamasūhu lalu mereka menyentuhnya بِأَيْدِيهِمْ bi-aydīhim dengan tangan mereka لَقَالَ laqāla tentulah berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar إِنْ in jika/tidak lain هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّا illā kecuali/hanyalah سِحْرٌۭ siḥ'run sihir مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata
Dan kalau Kami turunkan kepadamu tulisan di atas kertas, lalu mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri, tentulah orang-orang kafir itu berkata, "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata".
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata لَوْلَآ lawlā mengapa tidak أُنزِلَ unzila diturunkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/kepadanya مَلَكٌۭ ۖ malakun seorang Malaikat وَلَوْ walaw dan kalau أَنزَلْنَا anzalnā Kami turunkan مَلَكًۭا malakan seorang Malaikat لَّقُضِىَ laquḍiya tentu diputuskan ٱلْأَمْرُ l-amru perkata itu ثُمَّ thumma kemudian لَا lā tidak يُنظَرُونَ yunẓarūna mereka diberi tangguh
Dan mereka berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) seorang malaikat1?" Dan kalau Kami turunkan (kepadanya) seorang malaikat, tentulah selesai urusan itu2, kemudian mereka tidak diberi tangguh (sedikit pun).
وَلَوْ walaw dan jika جَعَلْنَـٰهُ jaʿalnāhu Kami jadikannya مَلَكًۭا malakan seorang Malaikat لَّجَعَلْنَـٰهُ lajaʿalnāhu tentu Kami jadikan dia رَجُلًۭا rajulan seorang laki-laki وَلَلَبَسْنَا walalabasnā tentu Kami membuat ragu-ragu عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مَّا mā apa يَلْبِسُونَ yalbisūna mereka ragu-ragukan
Dan kalau Kami jadikan rasul itu (dari) malaikat, tentulah Kami jadikan dia berupa laki-laki dan (jika Kami jadikan ia berupa laki-laki), Kami pun akan jadikan mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu1.
وَلَقَدِ walaqadi dan sesungguhnya ٱسْتُهْزِئَ us'tuh'zi-a telah diperolok-olok بِرُسُلٍۢ birusulin pada beberapa Rasul مِّن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu فَحَاقَ faḥāqa maka turunlah بِٱلَّذِينَ bi-alladhīna pada orang-orang yang سَخِرُوا۟ sakhirū (mereka)mencemoohkan مِنْهُم min'hum diantara mereka مَّا mā apa كَانُوا۟ kānū yang mereka بِهِۦ bihi dengannya يَسْتَهْزِءُونَ yastahziūna mereka memperolok-olok
Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu, maka turunlah kepada orang-orang yang mencemoohkan di antara mereka balasan (azab) olok-olokan mereka.
قُلْ qul katakanlah سِيرُوا۟ sīrū berjalanlah kamu فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi ثُمَّ thumma kemudian ٱنظُرُوا۟ unẓurū perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan ٱلْمُكَذِّبِينَ l-mukadhibīna orang-orang yang mendustakan
Katakanlah, "Berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu".
قُل qul katakanlah لِّمَن liman kepunyaan siapakah مَّا mā apa فِى fī di dalam ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi قُل qul katakanlah لِّلَّهِ ۚ lillahi untuk Allah كَتَبَ kataba Dia telah menetapkan عَلَىٰ ʿalā atas نَفْسِهِ nafsihi diriNya ٱلرَّحْمَةَ ۚ l-raḥmata kasih sayang لَيَجْمَعَنَّكُمْ layajmaʿannakum sungguh Dia akan mengumpulkan kamu إِلَىٰ ilā pada يَوْمِ yawmi hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat لَا lā tidak ada رَيْبَ rayba keraguan فِيهِ ۚ fīhi padanya/terhadapnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang خَسِرُوٓا۟ khasirū (mereka)merugikan أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka فَهُمْ fahum maka mereka itu لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
Katakanlah, "Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi"? Katakanlah, "Kepunyaan Allah". Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang1. Dia sungguh-sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan terhadapnya. Orang-orang yang merugikan dirinya mereka itu tidak beriman2.
۞ وَلَهُۥ walahu dan kepunyaanNya مَا mā apa سَكَنَ sakana yang diam فِى fī pada/di ٱلَّيْلِ al-layli malam وَٱلنَّهَارِ ۚ wal-nahāri dan siang وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui
Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada pada malam dan siang hari. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
قُلْ qul katakanlah أَغَيْرَ aghayra apakah selain ٱللَّهِ l-lahi Allah أَتَّخِذُ attakhidhu aku mengambil/menjadikan وَلِيًّۭا waliyyan pelindung فَاطِرِ fāṭiri Pencipta ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَهُوَ wahuwa dan Dia يُطْعِمُ yuṭ'ʿimu memberi makan وَلَا walā dan tidak يُطْعَمُ ۗ yuṭ'ʿamu diberi makan قُلْ qul katakanlah إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أُمِرْتُ umir'tu aku diperintahkan أَنْ an supaya أَكُونَ akūna aku ada/menjadi أَوَّلَ awwala pertama مَنْ man orang أَسْلَمَ ۖ aslama menyerahkan diri/islam وَلَا walā dan tidak/jangan تَكُونَنَّ takūnanna sekali-kali kamu menjadi مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik
Katakanlah, "Apakah akan aku jadikan pelindung selain dari Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak diberi makan?" Katakanlah, "Sesungguhnya aku diperintah supaya aku menjadi orang yang pertama kali menyerah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang musyrik".
قُلْ qul katakanlah إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu aku takut إِنْ in jika عَصَيْتُ ʿaṣaytu aku mendurhakai رَبِّى rabbī Tuhanku عَذَابَ ʿadhāba azab يَوْمٍ yawmin hari عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin yang besar
Katakanlah, "Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Tuhan-ku".
مَّن man barang siapa يُصْرَفْ yuṣ'raf dipalingkan/dijauhkan عَنْهُ ʿanhu dari padanya/azab يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu فَقَدْ faqad maka sungguh رَحِمَهُۥ ۚ raḥimahu Dia telah merahmatinya وَذَٰلِكَ wadhālika dan demikian/itulah ٱلْفَوْزُ l-fawzu keuntungan ٱلْمُبِينُ l-mubīnu nyata
Barang siapa yang dijauhkan azab darinya pada hari itu, maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah keberuntungan yang nyata.
وَإِن wa-in dan jika يَمْسَسْكَ yamsaska menimpakan kepadamu ٱللَّهُ l-lahu Allah بِضُرٍّۢ biḍurrin dengan suatu bencana فَلَا falā maka tidak ada كَاشِفَ kāshifa yang menghilangkan لَهُۥٓ lahu baginya/padanya إِلَّا illā kecuali/melainkan هُوَ ۖ huwa Dia(sendiri) وَإِن wa-in dan jika يَمْسَسْكَ yamsaska Dia menimpakan kepadamu بِخَيْرٍۢ bikhayrin dengan kebaikan فَهُوَ fahuwa maka Dia عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa
Jika Allah menimpakan sesuatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْقَاهِرُ l-qāhiru berkuasa فَوْقَ fawqa di atas عِبَادِهِۦ ۚ ʿibādihi hamba-hambaNya وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana ٱلْخَبِيرُ l-khabīru Maha Mengetahui
Dan Dia-lah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. Dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
قُلْ qul katakanlah أَىُّ ayyu manakah/siapakah شَىْءٍ shayin perkara أَكْبَرُ akbaru lebih besar/kuat شَهَـٰدَةًۭ ۖ shahādatan kesaksian قُلِ quli katakanlah ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah شَهِيدٌۢ shahīdun menjadi saksi بَيْنِى baynī antara aku وَبَيْنَكُمْ ۚ wabaynakum dan antara kamu وَأُوحِىَ waūḥiya dan diwahyukan إِلَىَّ ilayya kepadaku هَـٰذَا hādhā ini ٱلْقُرْءَانُ l-qur'ānu Al Qur'an لِأُنذِرَكُم li-undhirakum supaya aku memberi peringatan kepadamu بِهِۦ bihi dengannya وَمَنۢ waman dan siapa/orang بَلَغَ ۚ balagha ia telah sampai أَئِنَّكُمْ a-innakum apakah sesungguhnya kamu لَتَشْهَدُونَ latashhadūna sungguh kamu mengakui أَنَّ anna bahwa مَعَ maʿa bersama/disamping ٱللَّهِ l-lahi Allah ءَالِهَةً ālihatan Tuhan-Tuhan أُخْرَىٰ ۚ ukh'rā yang lain قُل qul katakanlah لَّآ lā tidak أَشْهَدُ ۚ ashhadu aku mengakui قُلْ qul katakanlah إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah هُوَ huwa Dia إِلَـٰهٌۭ ilāhun Tuhan وَٰحِدٌۭ wāḥidun satu/esa وَإِنَّنِى wa-innanī dan sesungguhnya aku بَرِىٓءٌۭ barīon berlepas diri مِّمَّا mimmā dari apa yang تُشْرِكُونَ tush'rikūna kamu persekutukan
Katakanlah, "Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?" Katakanlah, "Allah, Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al-Qur`ān ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Qur`ān (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan lain di samping Allah?" Katakanlah, "Aku tidak mengakui". Katakanlah, "Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)".
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَاتَيْنَـٰهُمُ ātaynāhumu Kami berikan kepada mereka ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab يَعْرِفُونَهُۥ yaʿrifūnahu mereka mengetahui kitanya كَمَا kamā sebagaimana يَعْرِفُونَ yaʿrifūna mereka mengetahui/mengenalnya (kitab) أَبْنَآءَهُمُ ۘ abnāahumu anak-anak mereka ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang خَسِرُوٓا۟ khasirū (mereka)merugikan أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka فَهُمْ fahum maka mereka لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna (mereka)beriman
Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya, mereka mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman (kepada Allah).
وَمَنْ waman dan siapakah أَظْلَمُ aẓlamu lebih aniaya مِمَّنِ mimmani daripada orang ٱفْتَرَىٰ if'tarā mengadakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah كَذِبًا kadhiban kedustaan أَوْ aw atau كَذَّبَ kadhaba ia mendustakan بِـَٔايَـٰتِهِۦٓ ۗ biāyātihi ayat-ayatNya إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya لَا lā tidak يُفْلِحُ yuf'liḥu beruntung ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang aniaya
Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang membuat-buat suatu kedustaan terhadap Allah, atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang aniaya itu tidak mendapat keberuntungan.
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari نَحْشُرُهُمْ naḥshuruhum Kami menghimpun mereka جَمِيعًۭا jamīʿan semua ثُمَّ thumma kemudian نَقُولُ naqūlu Kami berkata لِلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang أَشْرَكُوٓا۟ ashrakū (mereka)musyrik أَيْنَ ayna dimana شُرَكَآؤُكُمُ shurakāukumu sekutu-sekutu/sesembahan kamu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَزْعُمُونَ tazʿumūna kamu katakan/mengakui
Dan (ingatlah), hari yang di waktu itu Kami menghimpun mereka semuanya1, kemudian Kami berkata kepada orang-orang musyrik, "Di manakah sembahan-sembahan kamu yang dahulu kamu katakan (sekutu-sekutu Kami)?"
ثُمَّ thumma kemudian لَمْ lam tidak تَكُن takun ada فِتْنَتُهُمْ fit'natuhum fitnah mereka إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa قَالُوا۟ qālū mereka mengatakan وَٱللَّهِ wal-lahi demi Allah رَبِّنَا rabbinā Tuhan kami مَا mā tidak ada كُنَّا kunnā kami menjadi مُشْرِكِينَ mush'rikīna orang-orang musyrik
Kemudian tiadalah fitnah1 mereka, kecuali mengatakan, "Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah".
ٱنظُرْ unẓur perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana كَذَبُوا۟ kadhabū mereka mendustakan عَلَىٰٓ ʿalā atas أَنفُسِهِمْ ۚ anfusihim diri mereka وَضَلَّ waḍalla dan telah sesat/hilang عَنْهُم ʿanhum dari mereka مَّا mā apa كَانُوا۟ kānū yang mereka يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka ada-adakan
Lihatlah, bagaimana mereka telah berdusta terhadap diri mereka sendiri dan hilanglah dari mereka sembahan-sembahan yang dahulu mereka ada-adakan.
وَمِنْهُم wamin'hum dan diantara mereka مَّن man orang يَسْتَمِعُ yastamiʿu ia mendengarkan إِلَيْكَ ۖ ilayka kepadamu وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami telah menjadikan عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka أَكِنَّةً akinnatan sumbat/tutup أَن an untuk يَفْقَهُوهُ yafqahūhu memahaminya وَفِىٓ wafī dan dalam ءَاذَانِهِمْ ādhānihim telinga mereka وَقْرًۭا ۚ waqran sumbat/pekak وَإِن wa-in dan jika يَرَوْا۟ yaraw mereka melihat كُلَّ kulla segala ءَايَةٍۢ āyatin ayat-ayat/tanda-tanda لَّا lā tidak يُؤْمِنُوا۟ yu'minū mereka beriman بِهَا ۚ bihā dengannya حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila جَآءُوكَ jāūka mereka datang kepadamu يُجَـٰدِلُونَكَ yujādilūnaka mereka membantahmu يَقُولُ yaqūlu berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar إِنْ in tidak lain هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّآ illā kecuali أَسَـٰطِيرُ asāṭīru dongeng ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang dahulu
Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan (bacaan)mu, padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jika pun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata, "Al-Qur`ān ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu".
وَهُمْ wahum dan mereka يَنْهَوْنَ yanhawna (mereka)melarang عَنْهُ ʿanhu daripadaNya(Al Quran) وَيَنْـَٔوْنَ wayanawna dan mereka jauhkan عَنْهُ ۖ ʿanhu daripadaNya(Al Quran) وَإِن wa-in dan jika (dan tidaklah) يُهْلِكُونَ yuh'likūna mereka membinasakan إِلَّآ illā kecuali أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka sendiri وَمَا wamā dan/sedangkan tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari
Dan mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al-Qur`ān dan mereka sendiri menjauhkan diri darinya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari.
وَلَوْ walaw dan kalau تَرَىٰٓ tarā kamu melihat إِذْ idh ketika وُقِفُوا۟ wuqifū mereka dihentikan/dihadapkan عَلَى ʿalā atas/ke ٱلنَّارِ l-nāri neraka فَقَالُوا۟ faqālū lalu mereka berkata يَـٰلَيْتَنَا yālaytanā kiranya نُرَدُّ nuraddu kami dikembalikan وَلَا walā dan tidak نُكَذِّبَ nukadhiba kami akan mendustakan بِـَٔايَـٰتِ biāyāti pada ayat-ayat رَبِّنَا rabbinā Tuhan kami وَنَكُونَ wanakūna dan kami menjadi مِنَ mina dari ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang beriman
Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata, "Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman", (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan).
بَلْ bal bahkan بَدَا badā telah nyata لَهُم lahum bagi mereka مَّا mā apa yang كَانُوا۟ kānū mereka adalah يُخْفُونَ yukh'fūna mereka sembunyikan مِن min dari قَبْلُ ۖ qablu sebelumnya/dahulu وَلَوْ walaw dan sekiranya رُدُّوا۟ ruddū mereka dikembalikan لَعَادُوا۟ laʿādū tentu mereka kembali لِمَا limā kepada apa نُهُوا۟ nuhū mereka dilarang عَنْهُ ʿanhu daripadanya وَإِنَّهُمْ wa-innahum dan sesungguhnya mereka لَكَـٰذِبُونَ lakādhibūna sungguh pendusta-pendusta
Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya1. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka.
وَقَالُوٓا۟ waqālū dan mereka berkata إِنْ in tidak lain هِىَ hiya ia/kehidupan إِلَّا illā kecuali/hanyalah حَيَاتُنَا ḥayātunā kehidupan kita ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَمَا wamā dan tidaklah نَحْنُ naḥnu kita بِمَبْعُوثِينَ bimabʿūthīna orang-orang yang dibangkitkan
Dan tentu mereka akan mengatakan (pula), "Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia ini saja, dan kita sekali-sekali tidak akan dibangkitkan1".
وَلَوْ walaw dan sekiranya تَرَىٰٓ tarā kamu melihat إِذْ idh ketika وُقِفُوا۟ wuqifū mereka dihentikan/dihadapkan عَلَىٰ ʿalā atas رَبِّهِمْ ۚ rabbihim Tuhan mereka قَالَ qāla (Allah)berfirman أَلَيْسَ alaysa bukankah هَـٰذَا hādhā ini بِٱلْحَقِّ ۚ bil-ḥaqi dengan benar قَالُوا۟ qālū mereka berkata بَلَىٰ balā ya benar وَرَبِّنَا ۚ warabbinā dan demi Tuhan kami قَالَ qāla (Allah)berfirman فَذُوقُوا۟ fadhūqū maka rasakanlah ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab ini بِمَا bimā dengan sebab كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَكْفُرُونَ takfurūna kalian kafir
Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhan-nya (tentulah kamu melihat peristiwa yang mengharukan). Berfirman Allah, "Bukankah (kebangkitan ini benar?" Mereka menjawab, "Sungguh benar, demi Tuhan kami". Berfirman Allah, "Karena itu, rasakanlah azab ini disebabkan kamu mengingkari(nya)".
قَدْ qad sungguh خَسِرَ khasira telah merugi ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka)mendustakan بِلِقَآءِ biliqāi dengan perumpamaan ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā jika جَآءَتْهُمُ jāathumu datang kepada mereka ٱلسَّاعَةُ l-sāʿatu saat/kiamat بَغْتَةًۭ baghtatan dengan tiba-tiba قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰحَسْرَتَنَا yāḥasratanā Alangkah besarnya penyesalan kami عَلَىٰ ʿalā atas مَا mā apa فَرَّطْنَا farraṭnā kelalaian kami فِيهَا fīhā padanya(kiamat) وَهُمْ wahum dan mereka يَحْمِلُونَ yaḥmilūna mereka memikul أَوْزَارَهُمْ awzārahum beban/dosa-dosa mereka عَلَىٰ ʿalā atas ظُهُورِهِمْ ۚ ẓuhūrihim punggung mereka أَلَا alā ingatlah سَآءَ sāa amat buruk مَا mā apa يَزِرُونَ yazirūna mereka pikul
Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata, "Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!" Sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amatlah buruk apa yang mereka pikul itu.
وَمَا wamā dan tidaklah ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan ٱلدُّنْيَآ l-dun'yā dunia إِلَّا illā kecuali/selain لَعِبٌۭ laʿibun permainan وَلَهْوٌۭ ۖ walahwun dan senda gurau وَلَلدَّارُ walalddāru dan sungguh kampung ٱلْـَٔاخِرَةُ l-ākhiratu akhirat خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang يَتَّقُونَ ۗ yattaqūna (mereka)bertakwa أَفَلَا afalā apakah tidak تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal
Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka1. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?
قَدْ qad sesungguhnya نَعْلَمُ naʿlamu Kami mengetahui إِنَّهُۥ innahu bahwasanya لَيَحْزُنُكَ layaḥzunuka tentu akan menyedihkan kamu ٱلَّذِى alladhī yang يَقُولُونَ ۖ yaqūlūna mereka katakan فَإِنَّهُمْ fa-innahum maka sesungguhnya mereka لَا lā tidak يُكَذِّبُونَكَ yukadhibūnaka mereka mendustakan kamu وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim بِـَٔايَـٰتِ biāyāti pada ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah يَجْحَدُونَ yajḥadūna mereka menyangkal
Sesungguhnya Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah1.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya كُذِّبَتْ kudhibat telah didustakan رُسُلٌۭ rusulun Rasul-Rasul مِّن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu فَصَبَرُوا۟ faṣabarū (akan tetapi) mereka sabar عَلَىٰ ʿalā atas مَا mā apa كُذِّبُوا۟ kudhibū mereka didustakan وَأُوذُوا۟ waūdhū dan mereka dianiaya حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga/sampai أَتَىٰهُمْ atāhum datang kepada mereka نَصْرُنَا ۚ naṣrunā pertolongan Kami وَلَا walā dan tidak مُبَدِّلَ mubaddila dapat merubah لِكَلِمَـٰتِ likalimāti bagi kalimat-kalimat ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya جَآءَكَ jāaka telah datang kepadamu مِن min dari نَّبَإِى۟ naba-i sebagian berita ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna Rasul-Rasul
Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tak ada seorang pun yang dapat mengubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu.
وَإِن wa-in dan jika كَانَ kāna ada/menjadi كَبُرَ kabura besar/berat عَلَيْكَ ʿalayka atasmu/bagimu إِعْرَاضُهُمْ iʿ'rāḍuhum perpalingan mereka فَإِنِ fa-ini maka jika ٱسْتَطَعْتَ is'taṭaʿta kamu dapat أَن an bahwa تَبْتَغِىَ tabtaghiya kamu mencari/membuat نَفَقًۭا nafaqan lubang فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi أَوْ aw atau سُلَّمًۭا sullaman tangga فِى fī di ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit فَتَأْتِيَهُم fatatiyahum lalu kamu mendatangkan kepada mereka بِـَٔايَةٍۢ ۚ biāyatin dengan keterangan-keterangan وَلَوْ walaw dan jika/kalau شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah لَجَمَعَهُمْ lajamaʿahum tentu Dia menghimpun/menjadikan mereka عَلَى ʿalā atas ٱلْهُدَىٰ ۚ l-hudā petunjuk فَلَا falā maka jangan تَكُونَنَّ takūnanna kamu sekali-kali menjadi مِنَ mina dari/termasuk ٱلْجَـٰهِلِينَ l-jāhilīna orang-orang yang jahil
Dan jika pembangkangan mereka (darimu) terasa amat berat bagimu, maka jika kamu dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit, lalu kamu dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka, (maka buatlah)1. Kalau Allah menghendaki, tentu saja Allah menjadikan mereka semua dalam petunjuk, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang jahil.
۞ إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah يَسْتَجِيبُ yastajību akan memperkenankan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَسْمَعُونَ ۘ yasmaʿūna (mereka)mendengar وَٱلْمَوْتَىٰ wal-mawtā dan orang-orang mati يَبْعَثُهُمُ yabʿathuhumu akan membangkitkan mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah ثُمَّ thumma kemudian إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya يُرْجَعُونَ yur'jaʿūna mereka dikembalikan
Hanya mereka yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah); dan orang-orang yang mati (hatinya)1, akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepada-Nya-lah mereka dikembalikan.
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata لَوْلَا lawlā mengapa tidak نُزِّلَ nuzzila diturunkan عَلَيْهِ ʿalayhi kepadanya ءَايَةٌۭ āyatun suatu ayat/mukjizat مِّن min dari رَّبِّهِۦ ۚ rabbihi Tuhannya قُلْ qul katakanlah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah قَادِرٌ qādirun kuasa عَلَىٰٓ ʿalā atas أَن an bahwa يُنَزِّلَ yunazzila menurunkan ءَايَةًۭ āyatan suatu ayat/mukjizat وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mengetahui
Dan mereka (orang-orang musyrik Mekah) berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu mukjizat dari Tuhan-nya?" Katakanlah, "Sesungguhnya Allah kuasa menurunkan suatu mukjizat, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui".
وَمَا wamā dan tidaklah مِن min dari دَآبَّةٍۢ dābbatin binatang-binatang فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَلَا walā dan tidak طَـٰٓئِرٍۢ ṭāirin burung-burung يَطِيرُ yaṭīru yang terbang بِجَنَاحَيْهِ bijanāḥayhi dengan kedua sayapnya إِلَّآ illā kecuali/melainkan أُمَمٌ umamun ummat-ummat أَمْثَالُكُم ۚ amthālukum seperti kamu مَّا mā tidaklah فَرَّطْنَا farraṭnā Kami alpakan فِى fī didalam ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi Al Kitab مِن min dari شَىْءٍۢ ۚ shayin sesuatu ثُمَّ thumma kemudian إِلَىٰ ilā kepada رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka يُحْشَرُونَ yuḥ'sharūna mereka akan dihimpun
Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam Alkitab1, kemudian kepada Tuhan-lah mereka dihimpunkan.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka)mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā pada ayat-ayat Kami صُمٌّۭ ṣummun pekak/tuli وَبُكْمٌۭ wabuk'mun dan bisu فِى fī dalam ٱلظُّلُمَـٰتِ ۗ l-ẓulumāti kegelapan مَن man barang siapa يَشَإِ yasha-i menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah يُضْلِلْهُ yuḍ'lil'hu Dia akan menyesatkan وَمَن waman dan barang siapa يَشَأْ yasha menghendaki يَجْعَلْهُ yajʿalhu Dia akan menjadikannya عَلَىٰ ʿalā diatas صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin yang lurus
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu, dan berada dalam gelap gulita. Barang siapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikan-Nya berada di atas jalan yang lurus. 1
قُلْ qul katakanlah أَرَءَيْتَكُمْ ara-aytakum apakah pendapatmu/terangkan kepadaku إِنْ in jika أَتَىٰكُمْ atākum datang kepadamu عَذَابُ ʿadhābu azab ٱللَّهِ l-lahi Allah أَوْ aw atau أَتَتْكُمُ atatkumu datang kepadamu ٱلسَّاعَةُ l-sāʿatu kiamat أَغَيْرَ aghayra apakah selain ٱللَّهِ l-lahi Allah تَدْعُونَ tadʿūna kamu menyeru إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar
Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku jika datang siksaan Allah kepadamu, atau datang kepadamu hari kiamat, apakah kamu menyeru (tuhan) selain Allah; jika kamu orang-orang yang benar!"
بَلْ bal bahkan/tetapi إِيَّاهُ iyyāhu hanya kepada Dia تَدْعُونَ tadʿūna kamu menyeru فَيَكْشِفُ fayakshifu maka Dia menghilangkan مَا mā apa(bahaya) تَدْعُونَ tadʿūna kamu menyeru إِلَيْهِ ilayhi kepadanya إِن in jika شَآءَ shāa Dia menghendaki وَتَنسَوْنَ watansawna dan kalian melupakan مَا mā apa تُشْرِكُونَ tush'rikūna kamu sekutukan
(Tidak), tetapi hanya Dia-lah yang kamu seru, maka Dia menghilangkan bahaya, yang karenanya kamu berdoa kepada-Nya, jika Dia menghendaki, dan kamu tinggalkan sembahan-sembahan yang kamu sekutukan (dengan Allah).
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَرْسَلْنَآ arsalnā Kami telah mngutus إِلَىٰٓ ilā kepada أُمَمٍۢ umamin ummat-ummat مِّن min dari قَبْلِكَ qablika sebelum kamu فَأَخَذْنَـٰهُم fa-akhadhnāhum maka Kami siksa mereka بِٱلْبَأْسَآءِ bil-basāi dengan kesengsaraan وَٱلضَّرَّآءِ wal-ḍarāi dan kemelaratan لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَتَضَرَّعُونَ yataḍarraʿūna mereka tunduk
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka bermohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.
فَلَوْلَآ falawlā maka mengapa tidak إِذْ idh ketika جَآءَهُم jāahum datang kepada mereka بَأْسُنَا basunā siksaan Kami تَضَرَّعُوا۟ taḍarraʿū mereka menundukan hati وَلَـٰكِن walākin akan tetapi قَسَتْ qasat menjadi keras قُلُوبُهُمْ qulūbuhum hati mereka وَزَيَّنَ wazayyana dan menampakan bagus لَهُمُ lahumu kepada mereka ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan مَا mā apa كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan setan pun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan.
فَلَمَّا falammā maka setelah نَسُوا۟ nasū mereka melupakan مَا mā apa ذُكِّرُوا۟ dhukkirū diperingatkan kepada mereka بِهِۦ bihi dengannya فَتَحْنَا fataḥnā Kami bukakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka أَبْوَٰبَ abwāba pintu-pintu كُلِّ kulli segala شَىْءٍ shayin sesuatu حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā tatkala فَرِحُوا۟ fariḥū mereka bergembira بِمَآ bimā dengan apa أُوتُوٓا۟ ūtū mereka diberi أَخَذْنَـٰهُم akhadhnāhum Kami siksa mereka بَغْتَةًۭ baghtatan dengan tiba-tiba فَإِذَا fa-idhā maka ketika itu هُم hum mereka مُّبْلِسُونَ mub'lisūna orang-orang yang putus asa
Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.
فَقُطِعَ faquṭiʿa maka dipotong/dimusnahkan دَابِرُ dābiru seluruh ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ۚ ẓalamū (mereka)zalim وَٱلْحَمْدُ wal-ḥamdu dan segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah رَبِّ rabbi Tuhan/Pemelihara ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
قُلْ qul katakanlah أَرَءَيْتُمْ ara-aytum bagaimana pendapatmu إِنْ in jika أَخَذَ akhadha mengambil ٱللَّهُ l-lahu Allah سَمْعَكُمْ samʿakum pendengaranmu وَأَبْصَـٰرَكُمْ wa-abṣārakum dan penglihatanmu وَخَتَمَ wakhatama dan Dia menutup عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِكُم qulūbikum hatimu مَّنْ man siapakah إِلَـٰهٌ ilāhun tuhan غَيْرُ ghayru selain ٱللَّهِ l-lahi Allah يَأْتِيكُم yatīkum mendatangkan/mengembalikan kepadamu بِهِ ۗ bihi dengannya ٱنظُرْ unẓur perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana نُصَرِّفُ nuṣarrifu Kami mengulang-ulang ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti tanda-tanda(kebesaran) ثُمَّ thumma kemudian هُمْ hum mereka يَصْدِفُونَ yaṣdifūna mereka berpaling
Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?" Perhatikanlah, bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami), kemudian mereka tetap berpaling (juga).
قُلْ qul katakanlah أَرَءَيْتَكُمْ ara-aytakum bagaimanakah pendapatmu إِنْ in jika أَتَىٰكُمْ atākum datang kepadamu عَذَابُ ʿadhābu azab/siksaan ٱللَّهِ l-lahi Allah بَغْتَةً baghtatan dengan tiba-tiba أَوْ aw atau جَهْرَةً jahratan terang-terangan هَلْ hal apakah/tidaklah يُهْلَكُ yuh'laku akan dibinasakan إِلَّا illā kecuali ٱلْقَوْمُ l-qawmu kaum ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim
Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku, jika datang siksaan Allah kepadamu dengan sekonyong-konyong atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan (Allah) selain dari orang yang zalim?"
وَمَا wamā dan tidak نُرْسِلُ nur'silu Kami mengutus ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para Rasul إِلَّا illā kecuali مُبَشِّرِينَ mubashirīna memberi kabar gembira وَمُنذِرِينَ ۖ wamundhirīna dan memberi peringatan فَمَنْ faman maka barang siapa ءَامَنَ āmana beriman وَأَصْلَحَ wa-aṣlaḥa dan mengadakan perbaikan فَلَا falā maka tidak ada خَوْفٌ khawfun rasa takut عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يَحْزَنُونَ yaḥzanūna mereka bersedih hati
Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barang siapa yang beriman dan mengadakan perbaikan1, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka)mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami يَمَسُّهُمُ yamassuhumu akan menimpa mereka ٱلْعَذَابُ l-ʿadhābu azab بِمَا bimā dengan sebab كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَفْسُقُونَ yafsuqūna mereka berbuat fasik
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik.
قُل qul katakanlah لَّآ lā tidak أَقُولُ aqūlu aku mengatakan لَكُمْ lakum bagi kalian عِندِى ʿindī kepunyaanku/ada padaku خَزَآئِنُ khazāinu perbendaharaan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَآ walā dan tidak أَعْلَمُ aʿlamu aku mengetahui ٱلْغَيْبَ l-ghayba yang gaib وَلَآ walā dan tidak أَقُولُ aqūlu aku mengatakan لَكُمْ lakum bagi kalian إِنِّى innī sesungguhnya aku مَلَكٌ ۖ malakun malaikat إِنْ in jika أَتَّبِعُ attabiʿu aku mengikuti إِلَّا illā kecuali مَا mā apa يُوحَىٰٓ yūḥā diwahyukan إِلَىَّ ۚ ilayya kepadaku قُلْ qul katakanlah هَلْ hal apakah يَسْتَوِى yastawī sama ٱلْأَعْمَىٰ l-aʿmā orang yang buta وَٱلْبَصِيرُ ۚ wal-baṣīru dan orang yang melihat أَفَلَا afalā apakah tidak تَتَفَكَّرُونَ tatafakkarūna kamu berpikir
Katakanlah, "Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang gaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku". Katakanlah, "Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?" Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?
وَأَنذِرْ wa-andhir dan berilah peringatan بِهِ bihi dengannya (Al Qur'an) ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَخَافُونَ yakhāfūna (mereka)takut أَن an bahwa يُحْشَرُوٓا۟ yuḥ'sharū mereka akan dikumpulkan إِلَىٰ ilā kepada رَبِّهِمْ ۙ rabbihim Tuhan mereka لَيْسَ laysa tidak ada لَهُم lahum bagi mereka مِّن min dari دُونِهِۦ dūnihi selain Dia/Allah وَلِىٌّۭ waliyyun pelindung وَلَا walā dan tidak شَفِيعٌۭ shafīʿun penolong لَّعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَتَّقُونَ yattaqūna mereka bertakwa
Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhan-nya (pada hari kiamat), sedang bagi mereka tidak ada seorang pelindung dan pemberi syafaat pun selain dari Allah, agar mereka bertakwa.
وَلَا walā dan janganlah تَطْرُدِ taṭrudi kamu mengusir ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَدْعُونَ yadʿūna (mereka)menyeru رَبَّهُم rabbahum Tuhan mereka بِٱلْغَدَوٰةِ bil-ghadati pada pagi hari وَٱلْعَشِىِّ wal-ʿashiyi dan petang hari يُرِيدُونَ yurīdūna mereka menghendaki وَجْهَهُۥ ۖ wajhahu wajahNya/keridhaanNya مَا mā tidak عَلَيْكَ ʿalayka atasmu مِنْ min dari حِسَابِهِم ḥisābihim perhitungan mereka مِّن min dari شَىْءٍۢ shayin segala sesuatu وَمَا wamā dan tidak مِنْ min dari حِسَابِكَ ḥisābika perhitunganmu عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مِّن min dari شَىْءٍۢ shayin segala sesuatu فَتَطْرُدَهُمْ fataṭrudahum mengusir mereka فَتَكُونَ fatakūna maka kamu menjadi مِنَ mina dari/termasuk ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim
Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhan-nya di pagi dan di petang hari, sedang mereka menghendaki keridaan-Nya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka dan mereka pun tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim1.
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah فَتَنَّا fatannā Kami menguji بَعْضَهُم baʿḍahum sebagian mereka بِبَعْضٍۢ bibaʿḍin dengan sebagian lain لِّيَقُولُوٓا۟ liyaqūlū supaya mereka mengatakan أَهَـٰٓؤُلَآءِ ahāulāi inikah orang-orang yang مَنَّ manna telah menganugerahi ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مِّنۢ min dari/di بَيْنِنَآ ۗ bayninā antara kita أَلَيْسَ alaysa bukankah/tidakkah ٱللَّهُ l-lahu Allah بِأَعْلَمَ bi-aʿlama lebih mengetahui بِٱلشَّـٰكِرِينَ bil-shākirīna terhadap orang-orang yang bersyukur
Dan demikianlah telah Kami uji sebagian mereka (orang-orang kaya) dengan sebagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata, "Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka?" (Allah berfirman), "Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?"
وَإِذَا wa-idhā dan apabila جَآءَكَ jāaka datang kepadamu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُؤْمِنُونَ yu'minūna (mereka)beriman بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā kepada ayat-ayat Kami فَقُلْ faqul maka katakanlah سَلَـٰمٌ salāmun kebahagiaan عَلَيْكُمْ ۖ ʿalaykum atas kalian كَتَبَ kataba telah menetapkan رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian عَلَىٰ ʿalā atas نَفْسِهِ nafsihi diriNya ٱلرَّحْمَةَ ۖ l-raḥmata kasih sayang أَنَّهُۥ annahu bahwasanya مَنْ man barang siapa عَمِلَ ʿamila berbuat مِنكُمْ minkum diantara kamu سُوٓءًۢا sūan kejahatan بِجَهَـٰلَةٍۢ bijahālatin karena bodoh ثُمَّ thumma kemudian تَابَ tāba ia bertaubat مِنۢ min dari بَعْدِهِۦ baʿdihi sesudahnya/itu وَأَصْلَحَ wa-aṣlaḥa dan ia mengadakan perbaikan فَأَنَّهُۥ fa-annahu maka sesungguhnya Dia غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang
Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah, "Salāmun ʻalaikum 1. Tuhan-mu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang2, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan3, kemudian ia bertobat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah نُفَصِّلُ nufaṣṣilu Kami jelaskan ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat itu وَلِتَسْتَبِينَ walitastabīna agar menjadi jelas سَبِيلُ sabīlu jalan ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa
Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Qur`ān, (supaya jelas jalan orang-orang yang saleh) dan supaya jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa.
قُلْ qul katakanlah إِنِّى innī sesungguhnya aku نُهِيتُ nuhītu aku dilarang أَنْ an bahwa أَعْبُدَ aʿbuda aku menyembah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang تَدْعُونَ tadʿūna kamu seru/sembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah قُل qul katakanlah لَّآ lā tidak أَتَّبِعُ attabiʿu aku mengikuti أَهْوَآءَكُمْ ۙ ahwāakum hawa nafsumu قَدْ qad sungguh ضَلَلْتُ ḍalaltu aku tersesat إِذًۭا idhan jika demikian وَمَآ wamā dan tidaklah أَنَا۠ anā aku مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُهْتَدِينَ l-muh'tadīna orang-orang yang mendapat petunjuk
Katakanlah, "Sesungguhnya aku dilarang menyembah tuhan-tuhan yang kamu sembah selain Allah". Katakanlah, "Aku tidak akan mengikuti hawa nafsumu, sungguh tersesatlah aku jika berbuat demikian dan tidaklah (pula) aku termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk".
قُلْ qul katakanlah إِنِّى innī sesungguhnya aku عَلَىٰ ʿalā di atas بَيِّنَةٍۢ bayyinatin (dasar)keterangan yang nyata مِّن min dari رَّبِّى rabbī Tuhanku وَكَذَّبْتُم wakadhabtum dan kamu mendustakan بِهِۦ ۚ bihi dengannya مَا mā tidak ada عِندِى ʿindī padaku مَا mā apa تَسْتَعْجِلُونَ tastaʿjilūna kamu minta disegerakan بِهِۦٓ ۚ bihi dengannya إِنِ ini tidaklah ٱلْحُكْمُ l-ḥuk'mu keputusan itu إِلَّا illā kecuali لِلَّهِ ۖ lillahi dari Allah يَقُصُّ yaquṣṣu Dia menerangkan ٱلْحَقَّ ۖ l-ḥaqa kebenaran وَهُوَ wahuwa dan Dia خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلْفَـٰصِلِينَ l-fāṣilīna pemberi keputusan
Katakanlah, "Sesungguhnya aku (berada) di atas hujah yang nyata (Al-Qur`ān) dari Tuhan-ku1, sedang kamu mendustakannya. Bukanlah wewenangku (untuk menurunkan azab) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia pemberi keputusan yang paling baik".
قُل qul katakanlah لَّوْ law kalau أَنَّ anna sekiranya عِندِى ʿindī pada sisiku مَا mā apa تَسْتَعْجِلُونَ tastaʿjilūna kamu minta segerakan بِهِۦ bihi dengannya (kedatangannya) لَقُضِىَ laquḍiya tentu telah diputuskan ٱلْأَمْرُ l-amru perkara itu بَيْنِى baynī di antaraku وَبَيْنَكُمْ ۗ wabaynakum dan antara kamu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِٱلظَّـٰلِمِينَ bil-ẓālimīna pada orang-orang yang zalim
Katakanlah, "Kalau sekiranya ada padaku apa (azab) yang kamu minta supaya disegerakan kedatangannya, tentu telah diselesaikan Allah urusan yang ada antara aku dan kamu1. Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim.
۞ وَعِندَهُۥ waʿindahu dan pada sisiNya/Allah مَفَاتِحُ mafātiḥu kunci-kunci ٱلْغَيْبِ l-ghaybi semua yang gaib لَا lā tidak ada يَعْلَمُهَآ yaʿlamuhā mengetahuinya إِلَّا illā kecuali هُوَ ۚ huwa Dia(sendiri) وَيَعْلَمُ wayaʿlamu dan Dia mengetahui مَا mā apa فِى fī di dalam ٱلْبَرِّ l-bari daratan وَٱلْبَحْرِ ۚ wal-baḥri dan lautan وَمَا wamā dan apa تَسْقُطُ tasquṭu jatuh مِن min dari وَرَقَةٍ waraqatin sehelai daun إِلَّا illā melainkan/kecuali يَعْلَمُهَا yaʿlamuhā Dia mengetahuinya وَلَا walā dan tidak حَبَّةٍۢ ḥabbatin sebutir biji فِى fī dalam ظُلُمَـٰتِ ẓulumāti kegelapan ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَلَا walā dan tidak رَطْبٍۢ raṭbin biji yang basah وَلَا walā dan tidak يَابِسٍ yābisin biji yang kering إِلَّا illā melainkan فِى fī di dalam كِتَـٰبٍۢ kitābin Kitab مُّبِينٍۢ mubīnin yang nyata
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lawḥ Maḥfūẓ).
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang يَتَوَفَّىٰكُم yatawaffākum mewafatkan/menidurkan kamu بِٱلَّيْلِ bi-al-layli di malam hari وَيَعْلَمُ wayaʿlamu dan Dia mengetahui مَا mā apa جَرَحْتُم jaraḥtum kamu kerjakan بِٱلنَّهَارِ bil-nahāri pada siang hari ثُمَّ thumma kemudian يَبْعَثُكُمْ yabʿathukum Dia membangunkan kamu فِيهِ fīhi padanya(siang hari) لِيُقْضَىٰٓ liyuq'ḍā untuk disempurnakan أَجَلٌۭ ajalun waktu/umur مُّسَمًّۭى ۖ musamman telah ditentukan ثُمَّ thumma kemudian إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya مَرْجِعُكُمْ marjiʿukum tempat kembalimu ثُمَّ thumma kemudian/lalu يُنَبِّئُكُم yunabbi-ukum Dia menerangkan kepadamu بِمَا bimā tentang apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
Dan Dia-lah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan1, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْقَاهِرُ l-qāhiru berkuasa mutlak فَوْقَ fawqa diatas عِبَادِهِۦ ۖ ʿibādihi hamba-hambaNya وَيُرْسِلُ wayur'silu dan Dia mengutus عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian حَفَظَةً ḥafaẓatan (Malaikat-Malaikat)penjaga حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila جَآءَ jāa telah datang أَحَدَكُمُ aḥadakumu salah seorang diantara kamu ٱلْمَوْتُ l-mawtu kematian تَوَفَّتْهُ tawaffathu mewafatkannya رُسُلُنَا rusulunā utusan-utusan Kami وَهُمْ wahum dan mereka لَا lā tidak يُفَرِّطُونَ yufarriṭūna malalaikan kewajibannya
Dan Dia-lah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.
ثُمَّ thumma kemudian رُدُّوٓا۟ ruddū mereka dikembalikan إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah مَوْلَىٰهُمُ mawlāhumu Penguasa/Pemimpin mereka ٱلْحَقِّ ۚ l-ḥaqi sebenarnya أَلَا alā ketahuilah لَهُ lahu bagiNya ٱلْحُكْمُ l-ḥuk'mu segala hukum وَهُوَ wahuwa dan Dia أَسْرَعُ asraʿu paling cepat ٱلْحَـٰسِبِينَ l-ḥāsibīna pembuat perhitungan
Kemudian mereka (hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) kepunyaan-Nya. Dan Dia-lah pembuat perhitungan yang paling cepat.
قُلْ qul katakanlah مَن man siapa يُنَجِّيكُم yunajjīkum yang dapat menyelamatkan kamu مِّن min dari ظُلُمَـٰتِ ẓulumāti kegelapan ٱلْبَرِّ l-bari darat وَٱلْبَحْرِ wal-baḥri dan laut تَدْعُونَهُۥ tadʿūnahu kamu mohon kepadaNya تَضَرُّعًۭا taḍarruʿan dengan merendahkan diri وَخُفْيَةًۭ wakhuf'yatan dan sembunyi/suara lembut لَّئِنْ la-in sungguh jika أَنجَىٰنَا anjānā Dia menyelamatkan kami مِنْ min dari هَـٰذِهِۦ hādhihi ini لَنَكُونَنَّ lanakūnanna tentu kami menjadi مِنَ mina dari/termasuk ٱلشَّـٰكِرِينَ l-shākirīna orang-orang yang bersyukur
Katakanlah, "Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan berendah diri dengan suara yang lembut (dengan mengatakan), "Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur".
قُلِ quli katakanlah ٱللَّهُ l-lahu Allah يُنَجِّيكُم yunajjīkum Dia menyelamatkan kamu مِّنْهَا min'hā dari padanya/bencana وَمِن wamin dan dari كُلِّ kulli segala كَرْبٍۢ karbin kesukaran ثُمَّ thumma kemudian أَنتُمْ antum kamu تُشْرِكُونَ tush'rikūna kamu mempersekutukan
Katakanlah, "Allah menyelamatkan kamu daripada bencana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya".
قُلْ qul katakanlah هُوَ huwa Dia ٱلْقَادِرُ l-qādiru berkuasa عَلَىٰٓ ʿalā atas أَن an untuk يَبْعَثَ yabʿatha mengirimkan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian عَذَابًۭا ʿadhāban azab مِّن min dari فَوْقِكُمْ fawqikum atas kamu أَوْ aw atau مِن min dari تَحْتِ taḥti bawah أَرْجُلِكُمْ arjulikum kakimu أَوْ aw atau يَلْبِسَكُمْ yalbisakum Dia mencampurkan kamu شِيَعًۭا shiyaʿan golongan-golongan وَيُذِيقَ wayudhīqa dan Dia merasakan/menimpakan بَعْضَكُم baʿḍakum sebagian kamu بَأْسَ basa bencana/keganasan بَعْضٍ ۗ baʿḍin sebagian yang lain ٱنظُرْ unẓur perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana نُصَرِّفُ nuṣarrifu Kami mengulang-ulang/menerangkan ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat itu لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَفْقَهُونَ yafqahūna mereka memahami
Katakanlah, "Dia-lah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu1 atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti2 agar mereka memahami(nya)".
وَكَذَّبَ wakadhaba dan mendustakan بِهِۦ bihi dengannya قَوْمُكَ qawmuka kaummu وَهُوَ wahuwa dan/padahal ia/azab ٱلْحَقُّ ۚ l-ḥaqu benar قُل qul katakanlah لَّسْتُ lastu aku bukan عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian بِوَكِيلٍۢ biwakīlin yang berkuasa
Dan kaummu mendustakannya (azab)1 padahal azab itu benar adanya. Katakanlah, "Aku ini bukanlah orang yang diserahi mengurus urusanmu".
لِّكُلِّ likulli untuk tiap-tiap نَبَإٍۢ naba-in berita مُّسْتَقَرٌّۭ ۚ mus'taqarrun masa kepastiannya/terjadinya وَسَوْفَ wasawfa dan kelak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Untuk setiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila رَأَيْتَ ra-ayta kamu melihat ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَخُوضُونَ yakhūḍūna (mereka)memperolok-olok فِىٓ fī pada ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami فَأَعْرِضْ fa-aʿriḍ maka berpalinglah/tinggalkanlah عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَخُوضُوا۟ yakhūḍū mereka memperolok-olok/membicarakan فِى fī tentang حَدِيثٍ ḥadīthin pembicaraan غَيْرِهِۦ ۚ ghayrihi lainnya وَإِمَّا wa-immā dan jika يُنسِيَنَّكَ yunsiyannaka menjadikan kamu lupa ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan فَلَا falā maka jangan تَقْعُدْ taqʿud kamu duduk-duduk بَعْدَ baʿda sesudah ٱلذِّكْرَىٰ l-dhik'rā teringat مَعَ maʿa bersama ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim
Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika setan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).
وَمَا wamā dan bukanlah عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَتَّقُونَ yattaqūna (mereka)bertakwa مِنْ min dari حِسَابِهِم ḥisābihim perhitungan mereka مِّن min dari شَىْءٍۢ shayin segala وَلَـٰكِن walākin akan tetapi ذِكْرَىٰ dhik'rā peringatan لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَتَّقُونَ yattaqūna mereka bertakwa
Dan tidak ada pertanggunganjawaban sedikit pun atas orang-orang yang bertakwa terhadap dosa mereka; akan tetapi (kewajiban mereka ialah) mengingatkan agar mereka bertakwa.
وَذَرِ wadhari dan tinggalkanlah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū (mereka)mengambil/menjadikan دِينَهُمْ dīnahum agama mereka لَعِبًۭا laʿiban permainan وَلَهْوًۭا walahwan dan senda gurau وَغَرَّتْهُمُ wagharrathumu dan menipu mereka ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan ٱلدُّنْيَا ۚ l-dun'yā dunia وَذَكِّرْ wadhakkir dan peringatkanlah بِهِۦٓ bihi dengannya (Al Qur'an) أَن an bahwa تُبْسَلَ tub'sala dibinasakan/dijerumuskan نَفْسٌۢ nafsun (setiap) jiwa/diri بِمَا bimā disebabkan apa كَسَبَتْ kasabat ia kerjakan لَيْسَ laysa tidak ada لَهَا lahā baginya مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلِىٌّۭ waliyyun pelindung وَلَا walā dan tidak شَفِيعٌۭ shafīʿun penolong وَإِن wa-in dan jika تَعْدِلْ taʿdil ia menebus كُلَّ kulla segala عَدْلٍۢ ʿadlin tebusan لَّا lā tidak يُؤْخَذْ yu'khadh diambil/diterima مِنْهَآ ۗ min'hā dari padanya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُبْسِلُوا۟ ub'silū (mereka) dibinasakan/dijerumuskan بِمَا bimā disebabkan apa كَسَبُوا۟ ۖ kasabū mereka kerjakan لَهُمْ lahum bagi mereka شَرَابٌۭ sharābun minuman مِّنْ min dari حَمِيمٍۢ ḥamīmin air yang mendidih وَعَذَابٌ waʿadhābun dan azab أَلِيمٌۢ alīmun sangat pedih بِمَا bimā disebabkan apa كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَكْفُرُونَ yakfurūna mereka kafir/ingkar
Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama1 mereka sebagai main-main dan senda gurau2, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Qur`ān itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak (pula) pemberi syafaat3 selain dari Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusan pun, niscaya tidak akan diterima itu darinya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka disebabkan perbuatan mereka sendiri. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.
قُلْ qul katakanlah أَنَدْعُوا۟ anadʿū apakah kita akan menyeru مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah مَا mā apa لَا lā tidak يَنفَعُنَا yanfaʿunā memberi manfaat kepada kita وَلَا walā dan tidak يَضُرُّنَا yaḍurrunā memberi mudharat kepada kita وَنُرَدُّ wanuraddu dan kita dikembalikan عَلَىٰٓ ʿalā atas أَعْقَابِنَا aʿqābinā tumit/belakang kita بَعْدَ baʿda sesudah/setelah إِذْ idh ketika هَدَىٰنَا hadānā memberi petunjuk kepada kita ٱللَّهُ l-lahu Allah كَٱلَّذِى ka-alladhī seperti orang ٱسْتَهْوَتْهُ is'tahwathu telah menyesatkannya ٱلشَّيَـٰطِينُ l-shayāṭīnu syaitan-syaitan فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi حَيْرَانَ ḥayrāna kebingungan لَهُۥٓ lahu baginya أَصْحَـٰبٌۭ aṣḥābun kawan-kawan يَدْعُونَهُۥٓ yadʿūnahu memanggilnya إِلَى ilā kepada ٱلْهُدَى l-hudā jalan yang lurus ٱئْتِنَا ۗ i'tinā marilah ikuti kami قُلْ qul katakanlah إِنَّ inna sesungguhnya هُدَى hudā petunjuk ٱللَّهِ l-lahi Allah هُوَ huwa itulah/Dialah ٱلْهُدَىٰ ۖ l-hudā petunjuk وَأُمِرْنَا wa-umir'nā dan kita diperintahkan لِنُسْلِمَ linus'lima agar kita menyerahkan diri لِرَبِّ lirabbi kepada Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Katakanlah, "Apakah kita akan menyeru selain dari Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudaratan kepada kita dan (apakah) kita akan kembali ke belakang1, sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh setan di pesawangan yang menakutkan; dalam keadaan bingung, dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan), "Marilah ikuti kami". Katakanlah, "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam,
وَأَنْ wa-an dan hendaknya أَقِيمُوا۟ aqīmū mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَٱتَّقُوهُ ۚ wa-ittaqūhu dan bertkawalah kepadaNya وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِىٓ alladhī yang إِلَيْهِ ilayhi kepadaNYa تُحْشَرُونَ tuḥ'sharūna kamu dikumpulkan
dan agar mendirikan salat serta bertakwa kepada-Nya". Dan Dia-lah Tuhan yang kepada-Nya-lah kamu akan dihimpunkan.
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi بِٱلْحَقِّ ۖ bil-ḥaqi dengan benar وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يَقُولُ yaqūlu Dia berfirman كُن kun jadilah فَيَكُونُ ۚ fayakūnu lalu jadilah ia قَوْلُهُ qawluhu firmanNya ٱلْحَقُّ ۚ l-ḥaqu benar وَلَهُ walahu dan baginya ٱلْمُلْكُ l-mul'ku kerajaan/kekuasaan يَوْمَ yawma pada hari يُنفَخُ yunfakhu ditiup فِى fī dalam ٱلصُّورِ ۚ l-ṣūri sangkala عَـٰلِمُ ʿālimu yang mengetahui ٱلْغَيْبِ l-ghaybi yang gaib وَٱلشَّهَـٰدَةِ ۚ wal-shahādati dan yang nampak وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana ٱلْخَبِيرُ l-khabīru Maha Mengetahui
Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan, "Jadilah", lalu terjadilah, dan di tangan-Nya-lah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang gaib dan yang tampak. Dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
۞ وَإِذْ wa-idh dan tatkala قَالَ qāla berkata إِبْرَٰهِيمُ ib'rāhīmu Ibrahim لِأَبِيهِ li-abīhi kepada bapaknya ءَازَرَ āzara Azar أَتَتَّخِذُ atattakhidhu apakah kamu mengambil/jadikan أَصْنَامًا aṣnāman berhala-berhala ءَالِهَةً ۖ ālihatan Tuhan إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَرَىٰكَ arāka aku melihat kamu وَقَوْمَكَ waqawmaka dan kaummu فِى fī dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍۢ mubīnin yang nyata
Dan (ingatlah) di waktu Ibrāhīm berkata kepada bapaknya1, Āzar, "Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata".
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah نُرِىٓ nurī kami perhatikan إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim مَلَكُوتَ malakūta kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَلِيَكُونَ waliyakūna dan agar dia menjadi مِنَ mina dari ٱلْمُوقِنِينَ l-mūqinīna orang-orang yang yakin
Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrāhīm tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi, dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin.
فَلَمَّا falammā maka ketika جَنَّ janna telah gelap عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya ٱلَّيْلُ al-laylu malam رَءَا raā dia melihat كَوْكَبًۭا ۖ kawkaban bintang قَالَ qāla dia berkata هَـٰذَا hādhā ini رَبِّى ۖ rabbī Tuhanku فَلَمَّآ falammā maka ketika أَفَلَ afala terbenam قَالَ qāla berkata لَآ lā tidak أُحِبُّ uḥibbu menyukai ٱلْـَٔافِلِينَ l-āfilīna yang terbenam
Ketika malam telah menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata, "Inilah Tuhan-ku". Tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata, "Saya tidak suka kepada yang tenggelam".
فَلَمَّا falammā maka ketika رَءَا raā dia melihat ٱلْقَمَرَ l-qamara bulan بَازِغًۭا bāzighan terbit قَالَ qāla dia berkata هَـٰذَا hādhā ini رَبِّى ۖ rabbī Tuhanku فَلَمَّآ falammā maka ketika أَفَلَ afala ia terbenam قَالَ qāla dia berkata لَئِن la-in sungguh jika لَّمْ lam tidak يَهْدِنِى yahdinī memberi petunjuk kepadaku رَبِّى rabbī Tuhanku لَأَكُونَنَّ la-akūnanna tentu aku menjadi/termasuk مِنَ mina dari ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum/golongan ٱلضَّآلِّينَ l-ḍālīna orang-orang yang sesat
Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata, "Inilah Tuhan-ku". Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata, "Sesungguhnya jika Tuhan-ku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat".
فَلَمَّا falammā maka ketika رَءَا raā dia melihat ٱلشَّمْسَ l-shamsa matahari بَازِغَةًۭ bāzighatan terbit قَالَ qāla dia berkata هَـٰذَا hādhā ini رَبِّى rabbī Tuhanku هَـٰذَآ hādhā inilah أَكْبَرُ ۖ akbaru lebih besar فَلَمَّآ falammā maka ketika أَفَلَتْ afalat terbenam قَالَ qāla dia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku إِنِّى innī sesungguhnya aku بَرِىٓءٌۭ barīon berlepas diri مِّمَّا mimmā dari apa تُشْرِكُونَ tush'rikūna kamu persekutukan
Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata, "Inilah Tuhan-ku, ini yang lebih besar". Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata, "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan".
إِنِّى innī sesungguhnya aku وَجَّهْتُ wajjahtu aku menghadapkan وَجْهِىَ wajhiya wajahku/diriku لِلَّذِى lilladhī kepada (Tuhan) yang فَطَرَ faṭara menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi حَنِيفًۭا ۖ ḥanīfan cenderung/ikhlas وَمَآ wamā dan bukanlah أَنَا۠ anā aku مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang yang mempersekutukan
"Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan".
وَحَآجَّهُۥ waḥājjahu dan membantah kepadanya قَوْمُهُۥ ۚ qawmuhu kaumnya قَالَ qāla dia berkata أَتُحَـٰٓجُّوٓنِّى atuḥājjūnnī apakah kamu hendak membantahku فِى fī tentang ٱللَّهِ l-lahi Allah وَقَدْ waqad dan sesungguhnya هَدَىٰنِ ۚ hadāni Dia telah memberi petunjuk padaku وَلَآ walā dan tidak أَخَافُ akhāfu aku takut مَا mā apa تُشْرِكُونَ tush'rikūna kamu persekutukan بِهِۦٓ bihi denganNya/Allah إِلَّآ illā kecuali أَن an jika يَشَآءَ yashāa menghendaki رَبِّى rabbī Tuhanku شَيْـًۭٔا ۗ shayan sesuatu وَسِعَ wasiʿa meliputi رَبِّى rabbī Tuhanku كُلَّ kulla segala شَىْءٍ shayin sesuatu عِلْمًا ۗ ʿil'man ilmu أَفَلَا afalā apakah/maka tidak تَتَذَكَّرُونَ tatadhakkarūna kamu ingat
Dan dia dibantah oleh kaumnya. Dia berkata, "Apakah kamu hendak membantahku tentang Allah, padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku. Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali di kala Tuhan-ku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. Pengetahuan Tuhan-ku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (darinya)?
وَكَيْفَ wakayfa dan bagaimana أَخَافُ akhāfu aku takut مَآ mā apa أَشْرَكْتُمْ ashraktum kamu persekutukan وَلَا walā dan tidak تَخَافُونَ takhāfūna kamu takut أَنَّكُمْ annakum bahwa kamu أَشْرَكْتُم ashraktum kamu persekutukan بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah مَا mā apa لَمْ lam tidak يُنَزِّلْ yunazzil (Allah) menurunkan بِهِۦ bihi dengannya/tentang itu عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian سُلْطَـٰنًۭا ۚ sul'ṭānan kekuasaan/keterangan فَأَىُّ fa-ayyu maka manakah ٱلْفَرِيقَيْنِ l-farīqayni dua golongan أَحَقُّ aḥaqqu lebih berhak بِٱلْأَمْنِ ۖ bil-amni dengan keamanan إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Bagaimana aku takut kepada sembahan-sembahan yang kamu persekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak takut mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang Allah sendiri tidak menurunkan hujah kepadamu untuk mempersekutukan-Nya. Maka manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak mendapat keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui1?"
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَلَمْ walam dan tidak يَلْبِسُوٓا۟ yalbisū mereka mencampur adukkan إِيمَـٰنَهُم īmānahum iman mereka بِظُلْمٍ biẓul'min dengan kezaliman أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلْأَمْنُ l-amnu keamanan وَهُم wahum dan mereka مُّهْتَدُونَ muh'tadūna orang-orang yang mendapat petunjuk
Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
وَتِلْكَ watil'ka dan itulah حُجَّتُنَآ ḥujjatunā alasan/hujjah Kami ءَاتَيْنَـٰهَآ ātaynāhā Kami berikannya إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim عَلَىٰ ʿalā atas قَوْمِهِۦ ۚ qawmihi kaumnya نَرْفَعُ narfaʿu Kami tinggikan دَرَجَـٰتٍۢ darajātin beberapa derajat مَّن man siapa نَّشَآءُ ۗ nashāu Kami kehendaki إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui
Dan itulah hujah Kami yang Kami berikan kepada Ibrāhīm untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Tuhan-mu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
وَوَهَبْنَا wawahabnā dan Kami berikan لَهُۥٓ lahu kepadanya إِسْحَـٰقَ is'ḥāqa Ishak وَيَعْقُوبَ ۚ wayaʿqūba dan Ya'kub كُلًّا kullan masing-masing هَدَيْنَا ۚ hadaynā Kami beri petunjuk وَنُوحًا wanūḥan dan Nuh هَدَيْنَا hadaynā Kami beri petunjuk مِن min dari قَبْلُ ۖ qablu sebelum itu وَمِن wamin dan dari ذُرِّيَّتِهِۦ dhurriyyatihi keturunannya دَاوُۥدَ dāwūda Daud وَسُلَيْمَـٰنَ wasulaymāna dan Sulaiman وَأَيُّوبَ wa-ayyūba dan Ayub وَيُوسُفَ wayūsufa dan Yusuf وَمُوسَىٰ wamūsā dan Musa وَهَـٰرُونَ ۚ wahārūna dan Harun وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah نَجْزِى najzī Kami membalas/ganjaran ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik
Dan Kami telah menganugerahkan Isḥāq dan Ya`qūb kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nūḥ sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebagian dari keturunannya (Nūḥ) yaitu Dāwūd, Sulaymān, Ayyūb, Yūsuf, Musa dan Hārūn. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik,
وَزَكَرِيَّا wazakariyyā dan Zakaria وَيَحْيَىٰ wayaḥyā dan Yahya وَعِيسَىٰ waʿīsā dan Isa وَإِلْيَاسَ ۖ wa-il'yāsa dan Ilyas كُلٌّۭ kullun semuanya مِّنَ mina termasuk ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang soleh
dan Zakariyyā, Yaḥyā, ʻIsa, dan Ilyās. Semuanya termasuk orang-orang yang saleh, 1
وَإِسْمَـٰعِيلَ wa-is'māʿīla dan Ismail وَٱلْيَسَعَ wal-yasaʿa dan Alyasa' وَيُونُسَ wayūnusa dan Yunus وَلُوطًۭا ۚ walūṭan dan Luth وَكُلًّۭا wakullan dan makanlah فَضَّلْنَا faḍḍalnā Kami lebihkan عَلَى ʿalā atas ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna umat/semesta alam
dan Ismā`īl, Ilyasaʻ, Yūnus, dan Lūṭ. Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya),
وَمِنْ wamin dan dari/diantara ءَابَآئِهِمْ ābāihim bapak-bapak mereka وَذُرِّيَّـٰتِهِمْ wadhurriyyātihim dan keturunan mereka وَإِخْوَٰنِهِمْ ۖ wa-ikh'wānihim dan saudara-saudara mereka وَٱجْتَبَيْنَـٰهُمْ wa-ij'tabaynāhum dan Kami telah memilih mereka وَهَدَيْنَـٰهُمْ wahadaynāhum dan Kami beri petunjuk mereka إِلَىٰ ilā kepada صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin yang lurus
(dan Kami lebihkan pula derajat) sebagian dari bapak-bapak mereka, keturunan mereka, dan saudara-saudara mereka. Dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi nabi-nabi dan rasul-rasul) dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus.
ذَٰلِكَ dhālika demikianlah/itulah هُدَى hudā petunjuk ٱللَّهِ l-lahi Allah يَهْدِى yahdī Dia memberi petunjuk بِهِۦ bihi dengannya مَن man siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki مِنْ min dari/diantara عِبَادِهِۦ ۚ ʿibādihi hamba-hambaNya وَلَوْ walaw dan kalau أَشْرَكُوا۟ ashrakū mereka mempersekutukan لَحَبِطَ laḥabiṭa niscaya hilanglah عَنْهُم ʿanhum dari mereka مَّا mā apa (amalan) كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَاتَيْنَـٰهُمُ ātaynāhumu telah Kami berikan kepada mereka ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab وَٱلْحُكْمَ wal-ḥuk'ma dan hikmat وَٱلنُّبُوَّةَ ۚ wal-nubuwata dan kenabian فَإِن fa-in maka jika يَكْفُرْ yakfur mengingkari بِهَا bihā padanya هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka ini فَقَدْ faqad maka sesungguhnya وَكَّلْنَا wakkalnā Kami menyerahkan بِهَا bihā padanya (perkara itu) قَوْمًۭا qawman kaum لَّيْسُوا۟ laysū tidaklah mereka بِهَا bihā padanya بِكَـٰفِرِينَ bikāfirīna dengan orang-orang yang ingkar
Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka kitab, hikmah (pemahaman agama), dan kenabian. Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya (yang tiga macam itu), maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya.
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang هَدَى hadā memberi petunjuk ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah فَبِهُدَىٰهُمُ fabihudāhumu maka dengan petunjuk mereka ٱقْتَدِهْ ۗ iq'tadih ikutilah dia قُل qul katakanlah لَّآ lā tidak أَسْـَٔلُكُمْ asalukum aku minta kepadamu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya أَجْرًا ۖ ajran upah إِنْ in tidak lain هُوَ huwa dia إِلَّا illā kecuali/hanyalah ذِكْرَىٰ dhik'rā peringatan لِلْعَـٰلَمِينَ lil'ʿālamīna untuk ummat/semesta alam
Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah, "Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Qur`ān)". Al-Qur`an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk segala umat.
وَمَا wamā dan tidak قَدَرُوا۟ qadarū mereka menghormati ٱللَّهَ l-laha Allah حَقَّ ḥaqqa sebenarnya/semestinya قَدْرِهِۦٓ qadrihi penghormatan إِذْ idh ketika قَالُوا۟ qālū mereka berkata مَآ mā tidak أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas بَشَرٍۢ basharin manusia مِّن min dari شَىْءٍۢ ۗ shayin sesuatu قُلْ qul katakanlah مَنْ man siapa أَنزَلَ anzala menurunkan ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab ٱلَّذِى alladhī yang جَآءَ jāa datang (dibawa) بِهِۦ bihi dengannya مُوسَىٰ mūsā Musa نُورًۭا nūran cahaya وَهُدًۭى wahudan dan petunjuk لِّلنَّاسِ ۖ lilnnāsi bagi manusia تَجْعَلُونَهُۥ tajʿalūnahu kamu jadikannya (kitab itu) قَرَاطِيسَ qarāṭīsa lembaran-lembaran kertas تُبْدُونَهَا tub'dūnahā kamu perlihatkannya وَتُخْفُونَ watukh'fūna dan kamu sembunyikan كَثِيرًۭا ۖ kathīran kebanyakan/sebagian besar وَعُلِّمْتُم waʿullim'tum dan kamu diajarkan مَّا mā apa لَمْ lam belum/tidak تَعْلَمُوٓا۟ taʿlamū kamu ketahui أَنتُمْ antum kamu وَلَآ walā dan tidak ءَابَآؤُكُمْ ۖ ābāukum bapak-bapak kamu قُلِ quli katakanlah ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah ثُمَّ thumma kemudian ذَرْهُمْ dharhum biarkanlah mereka فِى fī di dalam خَوْضِهِمْ khawḍihim kesesatan mereka يَلْعَبُونَ yalʿabūna mereka bermain-main
Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya di kala mereka berkata, "Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia". Katakanlah, "Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia; kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui(nya)?" Katakanlah, "Allah-lah (yang menurunkannya)", kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al-Qur`ān kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya1.
وَهَـٰذَا wahādhā dan ini كِتَـٰبٌ kitābun kitab أَنزَلْنَـٰهُ anzalnāhu telah Kami turunkannya مُبَارَكٌۭ mubārakun yang diberkahi مُّصَدِّقُ muṣaddiqu yang membenarkan ٱلَّذِى alladhī yang بَيْنَ bayna antara يَدَيْهِ yadayhi kedua tangannya وَلِتُنذِرَ walitundhira dan agar kamu memberi peringatan أُمَّ umma ummul ٱلْقُرَىٰ l-qurā Qura وَمَنْ waman dan orang-orang حَوْلَهَا ۚ ḥawlahā di sekitarnya وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan/kepada akhirat يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِهِۦ ۖ bihi dengannya/kepadanya وَهُمْ wahum dan mereka عَلَىٰ ʿalā atas صَلَاتِهِمْ ṣalātihim sholat mereka يُحَافِظُونَ yuḥāfiẓūna mereka memelihara/menjaga
Dan ini (Al-Qur`ān) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya1 dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qurā (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al-Qur`ān) dan mereka selalu memelihara salatnya.
وَمَنْ waman dan siapakah أَظْلَمُ aẓlamu yang lebih zalim مِمَّنِ mimmani daripada orang ٱفْتَرَىٰ if'tarā ia membuat-buat عَلَى ʿalā atas ٱللَّهِ l-lahi Allah كَذِبًا kadhiban kedustaan أَوْ aw atau قَالَ qāla ia berkata أُوحِىَ ūḥiya telah diwahyukan إِلَىَّ ilayya kepada saya وَلَمْ walam dan/padahal tidak يُوحَ yūḥa diwahyukan إِلَيْهِ ilayhi kepadanya شَىْءٌۭ shayon sesuatu وَمَن waman dan orang قَالَ qāla berkata سَأُنزِلُ sa-unzilu saya akan menurunkan مِثْلَ mith'la seperti مَآ mā apa أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah وَلَوْ walaw sekiranya تَرَىٰٓ tarā kamu lihat إِذِ idhi ketika ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang zalim فِى fī dalam غَمَرَٰتِ ghamarāti kesengsaraan/sekarat ٱلْمَوْتِ l-mawti maut/mati وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ wal-malāikatu dan Malaikat بَاسِطُوٓا۟ bāsiṭū mengembangkan/memukul أَيْدِيهِمْ aydīhim tangan-tangan mereka أَخْرِجُوٓا۟ akhrijū keluarkanlah أَنفُسَكُمُ ۖ anfusakumu diri kalian sendiri ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ini تُجْزَوْنَ tuj'zawna kamu dibalas عَذَابَ ʿadhāba siksaan ٱلْهُونِ l-hūni menghinakan بِمَا bimā disebabkan كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَقُولُونَ taqūlūna kamu mengatakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah غَيْرَ ghayra tidak ٱلْحَقِّ l-ḥaqi benar وَكُنتُمْ wakuntum dan kalian عَنْ ʿan dari/terhadap ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayatNya تَسْتَكْبِرُونَ tastakbirūna kamu menyombongkan diri
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata, "Telah diwahyukan kepada saya", padahal tidak ada diwahyukan sesuatu pun kepadanya, dan orang yang berkata, "Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah". Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada (dalam) tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), "Keluarkanlah nyawamu". Di hari ini, kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya جِئْتُمُونَا ji'tumūnā kamu datang kepada Kami فُرَٰدَىٰ furādā sendiri-sendiri كَمَا kamā seperti/sebagaimana خَلَقْنَـٰكُمْ khalaqnākum Kami menciptakan kamu أَوَّلَ awwala pertama مَرَّةٍۢ marratin kali وَتَرَكْتُم wataraktum dan kamu tinggalkan مَّا mā apa خَوَّلْنَـٰكُمْ khawwalnākum Kami karuniakan kepadamu وَرَآءَ warāa belakang ظُهُورِكُمْ ۖ ẓuhūrikum punggungmu وَمَا wamā dan tidak نَرَىٰ narā Kami melihat مَعَكُمْ maʿakum besertamu شُفَعَآءَكُمُ shufaʿāakumu pemberi syafa'atmu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang زَعَمْتُمْ zaʿamtum kamu anggap أَنَّهُمْ annahum bahwa mereka فِيكُمْ fīkum di antara kamu شُرَكَـٰٓؤُا۟ ۚ shurakāu sekutu-sekutu لَقَد laqad sungguh تَّقَطَّعَ taqaṭṭaʿa telah terputus بَيْنَكُمْ baynakum antara kamu وَضَلَّ waḍalla dan telah sesat/lenyap عَنكُم ʿankum dari kalian مَّا mā apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَزْعُمُونَ tazʿumūna kamu sangka/anggap
Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu; dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafaat yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah).
۞ إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah فَالِقُ fāliqu membelah/menumbuhkan ٱلْحَبِّ l-ḥabi butir tumbuh-tumbuhan وَٱلنَّوَىٰ ۖ wal-nawā dan biji buah-buahan يُخْرِجُ yukh'riju Dia mengeluarkan ٱلْحَىَّ l-ḥaya yang hidup مِنَ mina dari ٱلْمَيِّتِ l-mayiti yang mati وَمُخْرِجُ wamukh'riju dan mengeluarkan ٱلْمَيِّتِ l-mayiti yang mati مِنَ mina dari ٱلْحَىِّ ۚ l-ḥayi yang hidup ذَٰلِكُمُ dhālikumu demikian ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah فَأَنَّىٰ fa-annā maka mengapa تُؤْفَكُونَ tu'fakūna kamu berpaling
Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?
فَالِقُ fāliqu Dia membelah/menyingsingkan ٱلْإِصْبَاحِ l-iṣ'bāḥi pagi وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia menjadikan ٱلَّيْلَ al-layla malam سَكَنًۭا sakanan beristirahat وَٱلشَّمْسَ wal-shamsa dan matahari وَٱلْقَمَرَ wal-qamara dan bulan حُسْبَانًۭا ۚ ḥus'bānan perhitungan ذَٰلِكَ dhālika demikianlah/itulah تَقْدِيرُ taqdīru ketentuan ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Kuasa ٱلْعَلِيمِ l-ʿalīmi Maha Mengetahui
Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلَ jaʿala menjadikan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلنُّجُومَ l-nujūma bintang-bintang لِتَهْتَدُوا۟ litahtadū agar kamu menjadikan petunjuk بِهَا bihā dengannya فِى fī dalam ظُلُمَـٰتِ ẓulumāti kegelapan ٱلْبَرِّ l-bari daratan وَٱلْبَحْرِ ۗ wal-baḥri dan lautan قَدْ qad sesungguhnya فَصَّلْنَا faṣṣalnā Kami telah menjelaskan ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat/tanda-tanda لِقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum/orang-orang يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Dan Dia-lah yang menjadikan bintang-bintang bagimu agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَنشَأَكُم ansha-akum menciptakan kamu مِّن min dari نَّفْسٍۢ nafsin jiwa/diri وَٰحِدَةٍۢ wāḥidatin satu/seorang فَمُسْتَقَرٌّۭ famus'taqarrun maka tempat tetap وَمُسْتَوْدَعٌۭ ۗ wamus'tawdaʿun dan tempat simpanan قَدْ qad sesungguhnya فَصَّلْنَا faṣṣalnā Kami telah menjelaskan ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat/tanda-tanda لِقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum/orang-orang يَفْقَهُونَ yafqahūna mereka yang memahami
Dan Dia-lah yang menciptakan kamu dari seorang diri1, maka (bagimu) ada tempat tetap dan tempat simpanan2. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda kebesaran Kami kepada orang-orang yang mengetahui.
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَنزَلَ anzala menurunkan مِنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۭ māan air فَأَخْرَجْنَا fa-akhrajnā lalu Kami keluarkan بِهِۦ bihi dengannya (air itu) نَبَاتَ nabāta tumbuh-tumbuhan كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu/macam فَأَخْرَجْنَا fa-akhrajnā maka/lalu Kami keluarkan مِنْهُ min'hu daripadanya خَضِرًۭا khaḍiran menghijau نُّخْرِجُ nukh'riju Kami keluarkan مِنْهُ min'hu daripadanya حَبًّۭا ḥabban butir buah مُّتَرَاكِبًۭا mutarākiban yang bersusun-susun وَمِنَ wamina dan dari ٱلنَّخْلِ l-nakhli pohon kurma مِن min dari طَلْعِهَا ṭalʿihā mayangnya قِنْوَانٌۭ qin'wānun tangkai-tangkai دَانِيَةٌۭ dāniyatun menjulai وَجَنَّـٰتٍۢ wajannātin dan kebun-kebun مِّنْ min dari أَعْنَابٍۢ aʿnābin anggur وَٱلزَّيْتُونَ wal-zaytūna dan zaitun وَٱلرُّمَّانَ wal-rumāna dan delima مُشْتَبِهًۭا mush'tabihan yang serupa وَغَيْرَ waghayra dan tidak مُتَشَـٰبِهٍ ۗ mutashābihin serupa ٱنظُرُوٓا۟ unẓurū perhatikanlah إِلَىٰ ilā kepada ثَمَرِهِۦٓ thamarihi buahnya إِذَآ idhā ketika أَثْمَرَ athmara berbuah وَيَنْعِهِۦٓ ۚ wayanʿihi dan kematangannya إِنَّ inna sesungguhnya فِى fī di/pada ذَٰلِكُمْ dhālikum yang demikian لَـَٔايَـٰتٍۢ laāyātin sungguh ada tanda-tanda لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum/orang-orang يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
Dan Dia-lah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.
وَجَعَلُوا۟ wajaʿalū dan mereka menjadikan لِلَّهِ lillahi Allah شُرَكَآءَ shurakāa sekutu-sekutu ٱلْجِنَّ l-jina jin وَخَلَقَهُمْ ۖ wakhalaqahum dan/padahal Dia menciptakan mereka وَخَرَقُوا۟ wakharaqū dan mereka mengada-adakan لَهُۥ lahu bagiNya (Allah) بَنِينَ banīna anak laki-laki وَبَنَـٰتٍۭ wabanātin dan anak perempuan بِغَيْرِ bighayri dengan tidak/tanpa عِلْمٍۢ ۚ ʿil'min ilmu pengetahuan سُبْحَـٰنَهُۥ sub'ḥānahu Maha Suci Dia وَتَعَـٰلَىٰ wataʿālā dan Maha Tinggi عَمَّا ʿammā dari apa يَصِفُونَ yaṣifūna mereka sifatkan
Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka berbohong (dengan mengatakan), "Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan1, tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan.
بَدِيعُ badīʿu Pencipta ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi أَنَّىٰ annā bagaimana يَكُونُ yakūnu terjadi لَهُۥ lahu bagiNya وَلَدٌۭ waladun anak وَلَمْ walam dan tidak تَكُن takun ada لَّهُۥ lahu bagiNya صَـٰحِبَةٌۭ ۖ ṣāḥibatun teman wanita (isteri) وَخَلَقَ wakhalaqa dan Dia menciptakan كُلَّ kulla segala شَىْءٍۢ ۖ shayin sesuatu وَهُوَ wahuwa dan Dia بِكُلِّ bikulli dengan segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui
Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.
ذَٰلِكُمُ dhālikumu demikian itulah ٱللَّهُ l-lahu Allah رَبُّكُمْ ۖ rabbukum Tuhan kalian لَآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha tuhan إِلَّا illā selain هُوَ ۖ huwa Dia خَـٰلِقُ khāliqu Pencipta كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu فَٱعْبُدُوهُ ۚ fa-uʿ'budūhu maka sembahlah Dia وَهُوَ wahuwa dan Dia عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu وَكِيلٌۭ wakīlun Pengurus
(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.
لَّا lā tidak تُدْرِكُهُ tud'rikuhu dapat dicapaiNya ٱلْأَبْصَـٰرُ l-abṣāru penglihatan (mata) وَهُوَ wahuwa dan Dia يُدْرِكُ yud'riku dapat mencapai/melihat ٱلْأَبْصَـٰرَ ۖ l-abṣāra penglihatan/yang kelihatan وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱللَّطِيفُ l-laṭīfu Maha Halus ٱلْخَبِيرُ l-khabīru Maha Mengetahui
Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dia-lah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.
قَدْ qad sesungguhnya جَآءَكُم jāakum telah datang kepadamu بَصَآئِرُ baṣāiru beberapa pandangan/keterangan مِن min dari رَّبِّكُمْ ۖ rabbikum Tuhan kalian فَمَنْ faman maka barang siapa أَبْصَرَ abṣara melihat فَلِنَفْسِهِۦ ۖ falinafsihi maka untuk dirinya sendiri وَمَنْ waman dan barang siapa عَمِىَ ʿamiya buta فَعَلَيْهَا ۚ faʿalayhā maka atasnya وَمَآ wamā dan bukanlah أَنَا۠ anā aku عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian بِحَفِيظٍۢ biḥafīẓin dengan penjaga
Sesungguhnya telah datang dari Tuhan-mu bukti-bukti yang terang; maka barang siapa melihat (kebenaran) itu1, maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri, dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudaratannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah نُصَرِّفُ nuṣarrifu Kami mengulang-ulang ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat وَلِيَقُولُوا۟ waliyaqūlū dan supaya mereka berkata دَرَسْتَ darasta kamu telah mempelajari وَلِنُبَيِّنَهُۥ walinubayyinahu dan agar Kami menjelaskan لِقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum orang-orang يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Demikianlah Kami mengulang-ulangi ayat-ayat Kami supaya (orang-orang yang beriman mendapat petunjuk) dan yang mengakibatkan orang-orang musyrik mengatakan, "Kamu telah mempelajari ayat-ayat itu (dari ahli kitab)", dan supaya Kami menjelaskan Al-Qur`ān itu kepada orang-orang yang mengetahui.
ٱتَّبِعْ ittabiʿ ikutilah مَآ mā apa أُوحِىَ ūḥiya diwahyukan إِلَيْكَ ilayka kepadamu مِن min dari رَّبِّكَ ۖ rabbika Tuhanmu لَآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā kecuali/selain هُوَ ۖ huwa Dia وَأَعْرِضْ wa-aʿriḍ dan berpalinglah kamu عَنِ ʿani dari ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik
Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu; tidak ada Tuhan selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.
وَلَوْ walaw dan kalau شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah مَآ mā tidak أَشْرَكُوا۟ ۗ ashrakū mereka mempersekutukan وَمَا wamā dan tidak جَعَلْنَـٰكَ jaʿalnāka Kami menjadikan kamu عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka حَفِيظًۭا ۖ ḥafīẓan penjaga وَمَآ wamā dan tidak/bukan أَنتَ anta kamu عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka بِوَكِيلٍۢ biwakīlin dengan pengurus
Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mempersekutukan-(Nya). Dan Kami tidak menjadikan kamu pemelihara bagi mereka; dan kamu sekali-kali bukanlah pemelihara bagi mereka.
وَلَا walā dan jangan تَسُبُّوا۟ tasubbū kamu memaki-maki ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَدْعُونَ yadʿūna (mereka) seru/sembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah فَيَسُبُّوا۟ fayasubbū maka mereka akan memaki ٱللَّهَ l-laha Allah عَدْوًۢا ʿadwan melampaui batas بِغَيْرِ bighayri dengan tidak/tanpa عِلْمٍۢ ۗ ʿil'min pengetahuan كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah زَيَّنَّا zayyannā Kami jadikan mereka memandang baik لِكُلِّ likulli bagi setiap أُمَّةٍ ummatin ummat عَمَلَهُمْ ʿamalahum pekerjaan mereka ثُمَّ thumma kemudian إِلَىٰ ilā kepada رَبِّهِم rabbihim Tuhan mereka مَّرْجِعُهُمْ marjiʿuhum tempat kembali فَيُنَبِّئُهُم fayunabbi-uhum lalu Dia menerangkan kepada mereka بِمَا bimā dengan apa كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah mereka kembali, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.
وَأَقْسَمُوا۟ wa-aqsamū dan mereka bersumoah بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah جَهْدَ jahda kesungguhan أَيْمَـٰنِهِمْ aymānihim sumpah mereka لَئِن la-in sesungguhnya jika جَآءَتْهُمْ jāathum datang kepada mereka ءَايَةٌۭ āyatun suatu mukjizat لَّيُؤْمِنُنَّ layu'minunna tentu mereka akan beriman بِهَا ۚ bihā dengannya/padanya قُلْ qul katakanlah إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلْـَٔايَـٰتُ l-āyātu mukjizat itu عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَمَا wamā dan tidak يُشْعِرُكُمْ yush'ʿirukum kamu sadar أَنَّهَآ annahā bahwa sesungguhnya إِذَا idhā apabila جَآءَتْ jāat datang ia/mukjizat لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa sungguh jika datang kepada mereka sesuatu mukjizat, pastilah mereka beriman kepada-Nya. Katakanlah, "Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanya berada di sisi Allah". Dan apakah yang memberitahukan kepadamu bahwa apabila mukjizat datang mereka tidak akan beriman1.
وَنُقَلِّبُ wanuqallibu dan Kami memutar balikkan أَفْـِٔدَتَهُمْ afidatahum hati mereka وَأَبْصَـٰرَهُمْ wa-abṣārahum dan penglihatan mereka كَمَا kamā sebagaimana لَمْ lam tidak يُؤْمِنُوا۟ yu'minū mereka beriman بِهِۦٓ bihi dengannya/kepadanya أَوَّلَ awwala pertama مَرَّةٍۢ marratin kali وَنَذَرُهُمْ wanadharuhum dan Kami biarkan mereka فِى fī dalam طُغْيَـٰنِهِمْ ṭugh'yānihim kedurhakaan/kesesatan mereka يَعْمَهُونَ yaʿmahūna mereka kebingungan
Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al-Qur`ān) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat.
۞ وَلَوْ walaw dan kalau أَنَّنَا annanā sekiranya Kami نَزَّلْنَآ nazzalnā Kami menurunkan إِلَيْهِمُ ilayhimu kepada mereka ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ l-malāikata Malaikat وَكَلَّمَهُمُ wakallamahumu dan berbicara dengan mereka ٱلْمَوْتَىٰ l-mawtā orang mati وَحَشَرْنَا waḥasharnā dan Kami mengumpulkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka كُلَّ kulla segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قُبُلًۭا qubulan berhadapan مَّا mā tidak كَانُوا۟ kānū adalah mereka لِيُؤْمِنُوٓا۟ liyu'minū akan beriman mereka إِلَّآ illā kecuali أَن an jika يَشَآءَ yashāa dikehendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka يَجْهَلُونَ yajhalūna mereka bodoh/tidak mengetahui
Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka1, niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan لِكُلِّ likulli bagi tiap-tiap نَبِىٍّ nabiyyin Nabi عَدُوًّۭا ʿaduwwan musuh شَيَـٰطِينَ shayāṭīna syaitan-syaitan ٱلْإِنسِ l-insi manusia وَٱلْجِنِّ wal-jini dan jin يُوحِى yūḥī membisikkan بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka إِلَىٰ ilā kepada بَعْضٍۢ baʿḍin sebagian yang lain زُخْرُفَ zukh'rufa palsu yang indah-indah ٱلْقَوْلِ l-qawli perkataan غُرُورًۭا ۚ ghurūran tipuan/menipu وَلَوْ walaw dan jika شَآءَ shāa menghendaki رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu مَا mā tidak فَعَلُوهُ ۖ faʿalūhu mereka mengerjakannya فَذَرْهُمْ fadharhum maka tinggalkan mereka وَمَا wamā dan apa يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka mengada-adakan
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)1. Jikalau Tuhan-mu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.
وَلِتَصْغَىٰٓ walitaṣghā dan supaya cenderung إِلَيْهِ ilayhi kepadanya (bisikan) أَفْـِٔدَةُ afidatu hati ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati kepada hari akhirat وَلِيَرْضَوْهُ waliyarḍawhu dan supaya senang kepadanya وَلِيَقْتَرِفُوا۟ waliyaqtarifū dan supaya mereka kerjakan مَا mā apa هُم hum mereka مُّقْتَرِفُونَ muq'tarifūna orang-orang yang mengerjakan
Dan (juga) agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat cenderung kepada bisikan itu, mereka merasa senang kepadanya dan supaya mereka mengerjakan apa yang mereka (setan) kerjakan.
أَفَغَيْرَ afaghayra apakah selain ٱللَّهِ l-lahi Allah أَبْتَغِى abtaghī aku mencari حَكَمًۭا ḥakaman hakim وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَنزَلَ anzala menurunkan إِلَيْكُمُ ilaykumu kepadamu ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab مُفَصَّلًۭا ۚ mufaṣṣalan terperinci وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَاتَيْنَـٰهُمُ ātaynāhumu Kami datangkan kepada mereka ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui أَنَّهُۥ annahu bahwasanya ia مُنَزَّلٌۭ munazzalun diturunkan مِّن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu بِٱلْحَقِّ ۖ bil-ḥaqi dengan sebenarnya فَلَا falā maka jangan تَكُونَنَّ takūnanna kamu menjadi مِنَ mina dari ٱلْمُمْتَرِينَ l-mum'tarīna orang-orang yang ragu-ragu
Maka patutkah aku mencari hakim selain dari Allah, padahal Dia-lah yang telah menurunkan kitab (Al-Qur`ān) kepadamu dengan terperinci? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al-Qur`ān itu diturunkan dari Tuhan-mu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu.
وَتَمَّتْ watammat dan telah sempurna كَلِمَتُ kalimatu beberapa kalimat رَبِّكَ rabbika Tuhanmu صِدْقًۭا ṣid'qan dengan kebenaran وَعَدْلًۭا ۚ waʿadlan dan keadilan لَّا lā tidak dapat مُبَدِّلَ mubaddila merubah-rubah لِكَلِمَـٰتِهِۦ ۚ likalimātihi pada kalimatNya وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui
Telah sempurnalah kalimat Tuhan-mu (Al-Qur`ān) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah-ubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
وَإِن wa-in dan jika تُطِعْ tuṭiʿ kamu mengikuti أَكْثَرَ akthara kebanyakan مَن man orang فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi يُضِلُّوكَ yuḍillūka ia menyesatkan kamu عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah إِن in tidaklah يَتَّبِعُونَ yattabiʿūna mereka mengikuti إِلَّا illā kecuali/hanyalah ٱلظَّنَّ l-ẓana prasangka وَإِنْ wa-in dan tidaklah هُمْ hum mereka إِلَّا illā kecuali/hanyalah يَخْرُصُونَ yakhruṣūna mereka berdusta
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)1.
إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu هُوَ huwa Dialah أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui مَن man orang يَضِلُّ yaḍillu tersesat عَن ʿan dari سَبِيلِهِۦ ۖ sabīlihi jalanNya وَهُوَ wahuwa dan Dia أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِٱلْمُهْتَدِينَ bil-muh'tadīna pada orang-orang yang mendapat petunjuk
Sesungguhnya Tuhan-mu, Dia-lah yang lebih mengetahui tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang orang yang mendapat petunjuk.
فَكُلُوا۟ fakulū maka makanlah مِمَّا mimmā dari apa (binatang) ذُكِرَ dhukira disebut ٱسْمُ us'mu nama ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah بِـَٔايَـٰتِهِۦ biāyātihi kepada ayat-ayatNya مُؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman
Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya.
وَمَا wamā dan tidak لَكُمْ lakum bagi kalian أَلَّا allā kecuali تَأْكُلُوا۟ takulū kamu memakan مِمَّا mimmā dari apa (binatang) ذُكِرَ dhukira disebut ٱسْمُ us'mu nama ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya وَقَدْ waqad dan/padahal sungguh فَصَّلَ faṣṣala Dia telah menjelaskan لَكُم lakum bagi kalian مَّا mā apa حَرَّمَ ḥarrama Dia haramkan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian إِلَّا illā kecuali مَا mā apa ٱضْطُرِرْتُمْ uḍ'ṭurir'tum kamu terpaksa إِلَيْهِ ۗ ilayhi kepadanya وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan (manusia) لَّيُضِلُّونَ layuḍillūna sungguh hendak menyesatkan بِأَهْوَآئِهِم bi-ahwāihim dengan hawa nafsu mereka بِغَيْرِ bighayri dengan tidak/tanpa عِلْمٍ ۗ ʿil'min pengetahuan إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu هُوَ huwa Dia أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِٱلْمُعْتَدِينَ bil-muʿ'tadīna kepada orang-orang yang melampaui batas
Mengapa kamu tidak mau memakan (binatang-binatang yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya. Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhan-mu, Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.
وَذَرُوا۟ wadharū dan tinggalkanlah ظَـٰهِرَ ẓāhira yang lahir/tampak ٱلْإِثْمِ l-ith'mi dosa وَبَاطِنَهُۥٓ ۚ wabāṭinahu dan yang tersembunyi إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَكْسِبُونَ yaksibūna (mereka) mengerjakan ٱلْإِثْمَ l-ith'ma dosa سَيُجْزَوْنَ sayuj'zawna kelak akan diberi balasan بِمَا bimā dengan apa/disebabkan كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَقْتَرِفُونَ yaqtarifūna mereka perbuat
Dan tinggalkanlah dosa yang tampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan (pada hari kiamat) disebabkan apa yang mereka telah kerjakan.
وَلَا walā dan janganlah تَأْكُلُوا۟ takulū kamu memakan مِمَّا mimmā dari apa (binatang) لَمْ lam tidak يُذْكَرِ yudh'kari disebut ٱسْمُ us'mu nama ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya (perbuatan) itu لَفِسْقٌۭ ۗ lafis'qun kefasikan/kejahatan وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱلشَّيَـٰطِينَ l-shayāṭīna syaitan-syaitan لَيُوحُونَ layūḥūna mereka membisikkan إِلَىٰٓ ilā kepada أَوْلِيَآئِهِمْ awliyāihim kawan-kawan mereka لِيُجَـٰدِلُوكُمْ ۖ liyujādilūkum agar mereka membantah kamu وَإِنْ wa-in dan jika أَطَعْتُمُوهُمْ aṭaʿtumūhum kamu menuruti mereka إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian لَمُشْرِكُونَ lamush'rikūna tentu orang-orang musyrik
Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya1. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya setan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.
أَوَمَن awaman Ataukah orang كَانَ kāna adalah dia مَيْتًۭا maytan mati فَأَحْيَيْنَـٰهُ fa-aḥyaynāhu maka/kemudian Kami menghidupkannya وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami jadikan لَهُۥ lahu untuknya نُورًۭا nūran cahaya yang terang يَمْشِى yamshī berjalan بِهِۦ bihi dengannya (cahaya itu) فِى fī di (tengah-tengah) ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia كَمَن kaman seperti orang مَّثَلُهُۥ mathaluhu serupa dengan dia فِى fī dalam ٱلظُّلُمَـٰتِ l-ẓulumāti kegelapan لَيْسَ laysa tidak dapat بِخَارِجٍۢ bikhārijin keluar مِّنْهَا ۚ min'hā daripadanya كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah زُيِّنَ zuyyina dijadikan memandang baik لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir مَا mā apa كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
Dan apakah orang yang sudah mati1 kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar darinya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah جَعَلْنَا jaʿalnā Kami telah menjadikan فِى fī pada كُلِّ kulli tiap-tiap قَرْيَةٍ qaryatin negeri أَكَـٰبِرَ akābira pembesar-pembesar مُجْرِمِيهَا muj'rimīhā orang-orang yang berdosa/jahat لِيَمْكُرُوا۟ liyamkurū agar mereka mengadakan tipu daya فِيهَا ۖ fīhā didalamnya (negeri itu) وَمَا wamā dan tidaklah يَمْكُرُونَ yamkurūna mereka memperdayakan إِلَّا illā kecuali/melainkan بِأَنفُسِهِمْ bi-anfusihim pada diri mereka وَمَا wamā dan/sedang tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari
Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila جَآءَتْهُمْ jāathum datang kepada mereka ءَايَةٌۭ āyatun sesuatu ayat قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَن lan tidak نُّؤْمِنَ nu'mina kami beriman حَتَّىٰ ḥattā sehingga نُؤْتَىٰ nu'tā kami diberi مِثْلَ mith'la seperti مَآ mā apa أُوتِىَ ūtiya diberikan رُسُلُ rusulu Rasul-Rasul ٱللَّهِ ۘ l-lahi Allah ٱللَّهُ l-lahu Allah أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui حَيْثُ ḥaythu di mana يَجْعَلُ yajʿalu Dia menjadikan رِسَالَتَهُۥ ۗ risālatahu kerasulanNya سَيُصِيبُ sayuṣību akan menimpa ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَجْرَمُوا۟ ajramū (mereka) berdoa صَغَارٌ ṣaghārun kecil/kehinaan عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَعَذَابٌۭ waʿadhābun dan siksa شَدِيدٌۢ shadīdun yang sangat pedih بِمَا bimā dengan apa/disebabkan كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَمْكُرُونَ yamkurūna mereka membuat tipu daya
Apabila datang sesuatu ayat kepada mereka, mereka berkata, "Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah". Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan. Orang-orang yang berdosa nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya.
فَمَن faman maka barang siapa يُرِدِ yuridi menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah أَن an bahwa يَهْدِيَهُۥ yahdiyahu memberikan petunjukNya يَشْرَحْ yashraḥ Dia melapangkan صَدْرَهُۥ ṣadrahu dadanya لِلْإِسْلَـٰمِ ۖ lil'is'lāmi untuk Islam وَمَن waman dan barang siapa يُرِدْ yurid Dia kehendaki أَن an bahwa يُضِلَّهُۥ yuḍillahu Dia menyesatkannya يَجْعَلْ yajʿal Dia akan menjadikan صَدْرَهُۥ ṣadrahu dadanya ضَيِّقًا ḍayyiqan sempit حَرَجًۭا ḥarajan kesukaran كَأَنَّمَا ka-annamā seakan-akan يَصَّعَّدُ yaṣṣaʿʿadu ia mendaki فِى fī di/ke ٱلسَّمَآءِ ۚ l-samāi langit كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يَجْعَلُ yajʿalu menjadikan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلرِّجْسَ l-rij'sa kekejian عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya1, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.
وَهَـٰذَا wahādhā dan inilah صِرَٰطُ ṣirāṭu jalan رَبِّكَ rabbika Tuhanmu مُسْتَقِيمًۭا ۗ mus'taqīman yang lurus قَدْ qad sesungguhnya فَصَّلْنَا faṣṣalnā Kami telah menjelaskan ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat لِقَوْمٍۢ liqawmin bagi/kepada kaum يَذَّكَّرُونَ yadhakkarūna mereka memperhatikan
Dan inilah jalan Tuhan-mu; (jalan) yang lurus. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran.
۞ لَهُمْ lahum bagi mereka دَارُ dāru rumah ٱلسَّلَـٰمِ l-salāmi perdamaian عِندَ ʿinda di sisi رَبِّهِمْ ۖ rabbihim Tuhan mereka وَهُوَ wahuwa dan Dia وَلِيُّهُم waliyyuhum Pelindung mereka بِمَا bimā dengan/disebabkan apa كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
Bagi mereka (disediakan) darusalam (surga) pada sisi Tuhan-nya dan Dia-lah Pelindung mereka disebabkan amal-amal saleh yang selalu mereka kerjakan.
وَيَوْمَ wayawma dan pada hari يَحْشُرُهُمْ yaḥshuruhum (Allah) menghimpun mereka جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya يَـٰمَعْشَرَ yāmaʿshara hai golongan ٱلْجِنِّ l-jini jin قَدِ qadi sesungguhnya ٱسْتَكْثَرْتُم is'takthartum kamu telah banyak مِّنَ mina dari ٱلْإِنسِ ۖ l-insi manusia وَقَالَ waqāla dan berkata أَوْلِيَآؤُهُم awliyāuhum kawan-kawan mereka مِّنَ mina dari ٱلْإِنسِ l-insi manusia رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami ٱسْتَمْتَعَ is'tamtaʿa telah mendapat kesenangan بَعْضُنَا baʿḍunā sebagian kami بِبَعْضٍۢ bibaʿḍin dengan/dari sebagian yang lain وَبَلَغْنَآ wabalaghnā dan Kami telah sampai أَجَلَنَا ajalanā ajal/waktu kami ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَجَّلْتَ ajjalta Engkau tentukan waktunya لَنَا ۚ lanā bagi kami قَالَ qāla (Allah) berfirman ٱلنَّارُ l-nāru neraka مَثْوَىٰكُمْ mathwākum tempat tinggal kamu خَـٰلِدِينَ khālidīna yang kekal فِيهَآ fīhā di dalamnya إِلَّا illā kecuali مَا mā apa (jika) شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ ۗ l-lahu Allah إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui
Dan (ingatlah) hari diwaktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (dan Allah berfirman), "Hai golongan jin (setan), sesungguhnya kamu telah banyak menyesatkan manusia", lalu berkatalah kawan-kawan meraka dari golongan manusia, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebagian dari kami telah dapat kesenangan dari sebagian (yang lain)1 dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami". Allah berfirman, "Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)". Sesungguhnya Tuhan-mu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah نُوَلِّى nuwallī Kami jadikan pemimpin بَعْضَ baʿḍa sebagian ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim بَعْضًۢا baʿḍan sebagian yang lain بِمَا bimā dengan apa disebabkan كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَكْسِبُونَ yaksibūna mereka usahakan
Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang zalim itu menjadi teman bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan.
يَـٰمَعْشَرَ yāmaʿshara hai golongan ٱلْجِنِّ l-jini jin وَٱلْإِنسِ wal-insi dan manusia أَلَمْ alam apakah belum يَأْتِكُمْ yatikum datang kepadamu رُسُلٌۭ rusulun Rasul-Rasul مِّنكُمْ minkum dari antara kamu sendiri يَقُصُّونَ yaquṣṣūna mereka menceritakan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian ءَايَـٰتِى āyātī ayat-ayatKu وَيُنذِرُونَكُمْ wayundhirūnakum dan mereka memberi peringatan Kami kepadamu لِقَآءَ liqāa pertemuan يَوْمِكُمْ yawmikum hari kamu هَـٰذَا ۚ hādhā ini قَالُوا۟ qālū mereka berkata شَهِدْنَا shahid'nā kami menjadi saksi عَلَىٰٓ ʿalā atas أَنفُسِنَا ۖ anfusinā diri kami sendiri وَغَرَّتْهُمُ wagharrathumu dan telah menipu mereka ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia وَشَهِدُوا۟ washahidū dan mereka menjadi saksi عَلَىٰٓ ʿalā atas أَنفُسِهِمْ anfusihim diri mereka sendiri أَنَّهُمْ annahum bahwa sesungguhnya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka كَـٰفِرِينَ kāfirīna orang-orang kafir
Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata, "Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri", kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.
ذَٰلِكَ dhālika yang demikian itu أَن an bahwa لَّمْ lam tidak يَكُن yakun akan ada رَّبُّكَ rabbuka Tuhanmu مُهْلِكَ muh'lika membinasakan ٱلْقُرَىٰ l-qurā negeri-negeri بِظُلْمٍۢ biẓul'min dengan aniaya وَأَهْلُهَا wa-ahluhā dan penduduknya غَـٰفِلُونَ ghāfilūna orang-orang yang lengah
Yang demikian itu adalah karena Tuhan-mu tidaklah membinasakan kota-kota secara aniaya, sedang penduduknya dalam keadaan lengah1.
وَلِكُلٍّۢ walikullin dan bagi tiap-tiap دَرَجَـٰتٌۭ darajātun derajat مِّمَّا mimmā dari apa yang عَمِلُوا۟ ۚ ʿamilū mereka kerjakan وَمَا wamā dan tidaklah رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu بِغَـٰفِلٍ bighāfilin dengan lengah عَمَّا ʿammā dari apa yang يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhan-mu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.
وَرَبُّكَ warabbuka dan Tuhanmu ٱلْغَنِىُّ l-ghaniyu Maha Kaya ذُو dhū mempunyai ٱلرَّحْمَةِ ۚ l-raḥmati rahmat إِن in jika يَشَأْ yasha Dia menghendaki يُذْهِبْكُمْ yudh'hib'kum Dia akan melenyapkan kamu وَيَسْتَخْلِفْ wayastakhlif dan Dia menggantikan مِنۢ min dari بَعْدِكُم baʿdikum sesudah kamu مَّا mā apa/siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki كَمَآ kamā sebagaimana أَنشَأَكُم ansha-akum Dia menjadikan kamu مِّن min dari ذُرِّيَّةِ dhurriyyati keturunan قَوْمٍ qawmin kaum/orang-orang ءَاخَرِينَ ākharīna yang lain
Dan Tuhan-mu Maha Kaya lagi mempunyai rahmat. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan menggantimu dengan siapa yang dikehendaki-Nya setelah kamu (musnah), sebagaimana Dia telah menjadikan kamu dari keturunan orang-orang lain.
إِنَّ inna sesungguhnya مَا mā apa yang تُوعَدُونَ tūʿadūna dijanjikan kepadamu لَـَٔاتٍۢ ۖ laātin pasti akan datang وَمَآ wamā dan tidaklah أَنتُم antum kamu بِمُعْجِزِينَ bimuʿ'jizīna orang-orang yang menolak
Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti datang, dan kamu sekali-kali tidak sanggup menolaknya.
قُلْ qul katakanlah يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku ٱعْمَلُوا۟ iʿ'malū bekerjalah kamu عَلَىٰ ʿalā atas/menurut مَكَانَتِكُمْ makānatikum kesanggupanmu إِنِّى innī sesungguhnya aku عَامِلٌۭ ۖ ʿāmilun orang yang bekerja فَسَوْفَ fasawfa maka kelak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui مَن man siapa تَكُونُ takūnu adalah kamu لَهُۥ lahu baginya عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu kesudahan (hasil) ٱلدَّارِ ۗ l-dāri tempat kediaman/dunia إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia لَا lā tidak يُفْلِحُ yuf'liḥu mendapatkan keuntungan ٱلظَّـٰلِمُونَ l-ẓālimūna orang-orang yang zalim
Katakanlah, "Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu1, sesungguhnya aku pun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui, siapakah (di antara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik dari dunia ini2. Sesungguhnya, orang-orang yang zalim itu tidak akan mendapatkan keberuntungan.
وَجَعَلُوا۟ wajaʿalū dan mereka menjadikan/menyediakan لِلَّهِ lillahi untuk Allah مِمَّا mimmā dari apa yang ذَرَأَ dhara-a Dia telah ciptakan مِنَ mina dari ٱلْحَرْثِ l-ḥarthi ladang وَٱلْأَنْعَـٰمِ wal-anʿāmi dan binatang ternak نَصِيبًۭا naṣīban bagian/sebagian فَقَالُوا۟ faqālū lalu mereka mengatakan هَـٰذَا hādhā ini لِلَّهِ lillahi untuk Allah بِزَعْمِهِمْ bizaʿmihim menurut anggapan mereka وَهَـٰذَا wahādhā dan ini لِشُرَكَآئِنَا ۖ lishurakāinā untuk sekutu/berhala kami فَمَا famā maka apa yang كَانَ kāna ada لِشُرَكَآئِهِمْ lishurakāihim untuk sekutu/berhala mereka فَلَا falā maka tidak يَصِلُ yaṣilu dia sampai إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَمَا wamā dan apa yang كَانَ kāna ada لِلَّهِ lillahi untuk Allah فَهُوَ fahuwa maka Dia يَصِلُ yaṣilu sampai إِلَىٰ ilā kepada شُرَكَآئِهِمْ ۗ shurakāihim sekutu/berhala mereka سَآءَ sāa amat buruk مَا mā apa يَحْكُمُونَ yaḥkumūna mereka tetapkan
Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka, "Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami". Maka saji-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan saji-sajian yang diperuntukkan bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka1. Amat buruklah ketetapan mereka itu.
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah زَيَّنَ zayyana menjadikan memandang baik لِكَثِيرٍۢ likathīrin bagi kebanyakan مِّنَ mina dari ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang musyrik قَتْلَ qatla membunuh أَوْلَـٰدِهِمْ awlādihim anak-anak mereka شُرَكَآؤُهُمْ shurakāuhum sekutu/pemimpin mereka لِيُرْدُوهُمْ liyur'dūhum untuk membinasakan mereka وَلِيَلْبِسُوا۟ waliyalbisū dan untuk mencampurkan/mengaburkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka دِينَهُمْ ۖ dīnahum agama mereka وَلَوْ walaw dan jika شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah مَا mā tidak فَعَلُوهُ ۖ faʿalūhu mereka mengerjakannya فَذَرْهُمْ fadharhum maka tinggalkanlah mereka وَمَا wamā dan apa يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka ada-adakan
Dan demikianlah pemimpin-pemimpin mereka telah menjadikan kebanyakan dari orang-orang musyrik itu memandang baik membunuh anak-anak mereka untuk membinasakan mereka dan untuk mengaburkan bagi mereka agamanya1. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka mengatakan هَـٰذِهِۦٓ hādhihi ini أَنْعَـٰمٌۭ anʿāmun binatang ternak وَحَرْثٌ waḥarthun dan tanaman حِجْرٌۭ ḥij'run larangan لَّا lā tidak (boleh) يَطْعَمُهَآ yaṭʿamuhā memakannya إِلَّا illā kecuali مَن man orang نَّشَآءُ nashāu kami kehendaki بِزَعْمِهِمْ bizaʿmihim menurut anggapan mereka وَأَنْعَـٰمٌ wa-anʿāmun dan binatang ternak حُرِّمَتْ ḥurrimat diharamkan ظُهُورُهَا ẓuhūruhā punggungnya/menungganginya وَأَنْعَـٰمٌۭ wa-anʿāmun dan binatang ternak لَّا lā tidak يَذْكُرُونَ yadhkurūna mereka menyebut ٱسْمَ is'ma nama ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya ٱفْتِرَآءً if'tirāan mengada-adakan (untuk mendustakan) عَلَيْهِ ۚ ʿalayhi atasNya/terhadap Allah سَيَجْزِيهِم sayajzīhim kelak (Allah) akan memberi balasan mereka بِمَا bimā dengan/terhadap apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka mengada-adakan
Dan mereka mengatakan, "Inilah binatang ternak dan tanaman yang dilarang; tidak boleh memakannya, kecuali orang yang kami kehendaki"1, menurut anggapan mereka dan ada binatang ternak yang diharamkan menungganginya dan ada binatang ternak yang mereka tidak menyebut nama Allah waktu menyembelihnya2, semata-mata membuat-buat kedustaan terhadap Allah. Kelak Allah akan membalas mereka terhadap apa yang selalu mereka ada-adakan.
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata مَا mā apa yang ada فِى fī didalam بُطُونِ buṭūni perut هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلْأَنْعَـٰمِ l-anʿāmi binatang ternak خَالِصَةٌۭ khāliṣatun khusus لِّذُكُورِنَا lidhukūrinā untuk laki-laki kami وَمُحَرَّمٌ wamuḥarramun dan yang diharamkan عَلَىٰٓ ʿalā atas أَزْوَٰجِنَا ۖ azwājinā isteri-isteri kami وَإِن wa-in dan jika يَكُن yakun adalah مَّيْتَةًۭ maytatan mati فَهُمْ fahum maka mereka فِيهِ fīhi padanya شُرَكَآءُ ۚ shurakāu bersekutu (makan) bersama سَيَجْزِيهِمْ sayajzīhim kelak (Allah) akan membalas mereka وَصْفَهُمْ ۚ waṣfahum ketetapan mereka إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui
Dan mereka mengatakan, "Apa yang ada dalam perut binatang ternak ini1 adalah khusus untuk pria kami dan diharamkan atas wanita kami," dan jika yang dalam perut itu dilahirkan mati, maka pria dan wanita sama-sama boleh memakannya. Kelak Allah akan membalas mereka terhadap ketetapan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
قَدْ qad sesungguhnya خَسِرَ khasira rugilah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang قَتَلُوٓا۟ qatalū (mereka) membunuh أَوْلَـٰدَهُمْ awlādahum anak-anak mereka سَفَهًۢا safahan kebodohan بِغَيْرِ bighayri dengan tidak عِلْمٍۢ ʿil'min pengetahuan وَحَرَّمُوا۟ waḥarramū dan mereka mengharamkan مَا mā apa رَزَقَهُمُ razaqahumu rezkikan kepada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱفْتِرَآءً if'tirāan mengada-adakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah قَدْ qad sesungguhnya ضَلُّوا۟ ḍallū mereka sesat وَمَا wamā dan tidaklah كَانُوا۟ kānū mereka مُهْتَدِينَ muh'tadīna orang-orang yang mendapat petunjuk
Sesungguhnya rugilah orang yang membunuh anak-anak mereka karena kebodohan lagi tidak mengetahui1, dan mereka mengharamkan apa yang Allah telah rezekikan pada mereka dengan semata-mata mengada-adakan terhadap Allah. Sesungguhnya mereka telah sesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.
۞ وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَنشَأَ ansha-a menumbuhkan جَنَّـٰتٍۢ jannātin kebun-kebun مَّعْرُوشَـٰتٍۢ maʿrūshātin yang berjunjung وَغَيْرَ waghayra dan tidak مَعْرُوشَـٰتٍۢ maʿrūshātin yang berjunjung وَٱلنَّخْلَ wal-nakhla dan pohon kurma وَٱلزَّرْعَ wal-zarʿa dan tanaman-tanaman مُخْتَلِفًا mukh'talifan bermacam-macam أُكُلُهُۥ ukuluhu makannya/rasanya وَٱلزَّيْتُونَ wal-zaytūna dan zaitun وَٱلرُّمَّانَ wal-rumāna dan delima مُتَشَـٰبِهًۭا mutashābihan yang serupa وَغَيْرَ waghayra dan tidak مُتَشَـٰبِهٍۢ ۚ mutashābihin serupa كُلُوا۟ kulū makanlah مِن min dari ثَمَرِهِۦٓ thamarihi buahnya إِذَآ idhā apabila أَثْمَرَ athmara berbuah وَءَاتُوا۟ waātū dan berikan حَقَّهُۥ ḥaqqahu haknya يَوْمَ yawma pada hari حَصَادِهِۦ ۖ ḥaṣādihi mengetamnya وَلَا walā dan jangan تُسْرِفُوٓا۟ ۚ tus'rifū kamu berlebih-lebihan إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia/Allah لَا lā tidak يُحِبُّ yuḥibbu Dia menyukai ٱلْمُسْرِفِينَ l-mus'rifīna orang-orang yang berlebihan
Dan Dia-lah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya), dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.
وَمِنَ wamina dan diantara ٱلْأَنْعَـٰمِ l-anʿāmi binatang ternak حَمُولَةًۭ ḥamūlatan untuk pengangkutan وَفَرْشًۭا ۚ wafarshan dan untuk disembelih كُلُوا۟ kulū makanlah مِمَّا mimmā dari apa رَزَقَكُمُ razaqakumu memberikan rezki kepadamu ٱللَّهُ l-lahu Allah وَلَا walā dan jangan تَتَّبِعُوا۟ tattabiʿū kamu mengikuti خُطُوَٰتِ khuṭuwāti langkah-langkah ٱلشَّيْطَـٰنِ ۚ l-shayṭāni syaitan إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia/syaitan لَكُمْ lakum bagi kalian عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata
Dan di antara binatang ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu,
ثَمَـٰنِيَةَ thamāniyata delapan (binatang) أَزْوَٰجٍۢ ۖ azwājin berpasangan مِّنَ mina dari ٱلضَّأْنِ l-ḍani domba ٱثْنَيْنِ ith'nayni dua (sepasang) وَمِنَ wamina dan dari ٱلْمَعْزِ l-maʿzi kambing ٱثْنَيْنِ ۗ ith'nayni dua (sepasang) قُلْ qul katakanlah ءَآلذَّكَرَيْنِ āldhakarayni apakah dua yang jantan حَرَّمَ ḥarrama (Allah) mengharamkan أَمِ ami ataukah ٱلْأُنثَيَيْنِ l-unthayayni dua yang betina أَمَّا ammā atau ٱشْتَمَلَتْ ish'tamalat terkandung عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya أَرْحَامُ arḥāmu rahim ٱلْأُنثَيَيْنِ ۖ l-unthayayni dua yang betina نَبِّـُٔونِى nabbiūnī terangkanlah kepadaku بِعِلْمٍ biʿil'min dengan pengetahuan إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar
(yaitu) delapan binatang yang berpasangan1, sepasang domba2, sepasang dari kambing3. Katakanlah, "Apakah dua yang jantan yang diharamkan Allah ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya?" Terangkanlah kepadaku dengan berdasar pengetahuan jika kamu memang orang-orang yang benar,
وَمِنَ wamina dan dari ٱلْإِبِلِ l-ibili unta ٱثْنَيْنِ ith'nayni dua (sepasang) وَمِنَ wamina dan dari ٱلْبَقَرِ l-baqari sapi ٱثْنَيْنِ ۗ ith'nayni dua (sepasang) قُلْ qul katakanlah ءَآلذَّكَرَيْنِ āldhakarayni apakah dua yang jantan حَرَّمَ ḥarrama (Allah) mengharamkan أَمِ ami ataukah ٱلْأُنثَيَيْنِ l-unthayayni dua yang betina أَمَّا ammā atau ٱشْتَمَلَتْ ish'tamalat yang terkandung عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya أَرْحَامُ arḥāmu rahim ٱلْأُنثَيَيْنِ ۖ l-unthayayni dua yang betina أَمْ am ataukah كُنتُمْ kuntum kalian adalah شُهَدَآءَ shuhadāa menjadi saksi إِذْ idh ketika وَصَّىٰكُمُ waṣṣākumu mewasiatkan ٱللَّهُ l-lahu Allah بِهَـٰذَا ۚ bihādhā dengan ini فَمَنْ faman maka barang siapa أَظْلَمُ aẓlamu lebih zalim مِمَّنِ mimmani daripada orang-orang ٱفْتَرَىٰ if'tarā mengada-adakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah كَذِبًۭا kadhiban dusta لِّيُضِلَّ liyuḍilla untuk menyesatkan ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia بِغَيْرِ bighayri dengan tidak/tanpa عِلْمٍ ۗ ʿil'min pengetahuan إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim
dan sepasang dari unta dan sepasang dari lembu. Katakanlah, "Apakah dua yang jantan yang diharamkan ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya. Apakah kamu menyaksikan di waktu Allah menetapkan ini bagimu? Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan?" Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
قُل qul katakanlah لَّآ lā tidak أَجِدُ ajidu aku mendapati فِى fī di dalam مَآ mā apa أُوحِىَ ūḥiya diwahyukan إِلَىَّ ilayya kepadaku مُحَرَّمًا muḥarraman sesuatu yang diharamkan عَلَىٰ ʿalā atas طَاعِمٍۢ ṭāʿimin orang yang makan يَطْعَمُهُۥٓ yaṭʿamuhu memakannya إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa يَكُونَ yakūna adalah مَيْتَةً maytatan bangkai أَوْ aw atau دَمًۭا daman darah مَّسْفُوحًا masfūḥan tertumpah/mengalir أَوْ aw atau لَحْمَ laḥma daging خِنزِيرٍۢ khinzīrin babi فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya itu رِجْسٌ rij'sun kotor أَوْ aw atau فِسْقًا fis'qan kejahatan أُهِلَّ uhilla disembelih لِغَيْرِ lighayri bagi selain ٱللَّهِ l-lahi Allah بِهِۦ ۚ bihi dengannya فَمَنِ famani maka barang siapa ٱضْطُرَّ uḍ'ṭurra terpaksa غَيْرَ ghayra tidak/bukan بَاغٍۢ bāghin sengaja وَلَا walā dan tidak عَادٍۢ ʿādin melampaui batas فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengasih رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang
Katakanlah, "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir, atau daging babi karena sesungguhnya semua itu kotor, atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barang siapa yang dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhan-mu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
وَعَلَى waʿalā dan atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang هَادُوا۟ hādū (mereka) Yahudi حَرَّمْنَا ḥarramnā Kami haramkan كُلَّ kulla setiap ذِى dhī memiliki ظُفُرٍۢ ۖ ẓufurin berkuku وَمِنَ wamina dan dari ٱلْبَقَرِ l-baqari sapi وَٱلْغَنَمِ wal-ghanami dan kambing حَرَّمْنَا ḥarramnā Kami haramkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka شُحُومَهُمَآ shuḥūmahumā lemak dari kedua-duanya إِلَّا illā kecuali مَا mā apa حَمَلَتْ ḥamalat terbawa/melekat ظُهُورُهُمَآ ẓuhūruhumā punggung keduanya أَوِ awi atau ٱلْحَوَايَآ l-ḥawāyā perut besar أَوْ aw atau مَا mā apa ٱخْتَلَطَ ikh'talaṭa tercampur بِعَظْمٍۢ ۚ biʿaẓmin dengan tulang ذَٰلِكَ dhālika demikianlah جَزَيْنَـٰهُم jazaynāhum Kami beri balasan mereka بِبَغْيِهِمْ ۖ bibaghyihim dengan sebab kedurhakaan mereka وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya Kami لَصَـٰدِقُونَ laṣādiqūna sungguh yang benar
Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang berkuku1; dan dari sapi dan domba, Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di punggung keduanya, atau yang di perut besar dan usus atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah, Kami hukum mereka disebabkan kedurhakaan mereka; dan sesungguhnya Kami adalah Maha Benar.
فَإِن fa-in maka jika كَذَّبُوكَ kadhabūka mereka mendustakan kamu فَقُل faqul maka katakanlah رَّبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian ذُو dhū mempunyai رَحْمَةٍۢ raḥmatin rahmat وَٰسِعَةٍۢ wāsiʿatin yang luas وَلَا walā dan tidak dapat يُرَدُّ yuraddu ditolak بَأْسُهُۥ basuhu siksaNya عَنِ ʿani dari ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang -orang yang berdosa
Maka jika mereka mendustakan kamu, katakanlah, "Tuhan-mu mempunyai rahmat yang luas; dan siksa-Nya tidak dapat ditolak dari kaum yang berdosa".
سَيَقُولُ sayaqūlu nanti akan mengatakan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَشْرَكُوا۟ ashrakū (mereka) mempersekutukan لَوْ law jikalau شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah مَآ mā tidak أَشْرَكْنَا ashraknā kami mempersekutukan وَلَآ walā dan tidak ءَابَآؤُنَا ābāunā bapak-bapak kami وَلَا walā dan tidak حَرَّمْنَا ḥarramnā kami mengharamkan مِن min dari شَىْءٍۢ ۚ shayin barang sesuatu كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah كَذَّبَ kadhaba telah mendustakan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka حَتَّىٰ ḥattā sehingga ذَاقُوا۟ dhāqū mereka merasakan بَأْسَنَا ۗ basanā siksaan Kami قُلْ qul katakanlah هَلْ hal apakah عِندَكُم ʿindakum disisimu/kamu mempunyai مِّنْ min dari عِلْمٍۢ ʿil'min pengetahuan فَتُخْرِجُوهُ fatukh'rijūhu maka/lalu kamu mengemukakannya/mengeluarkannya لَنَآ ۖ lanā kepada kami إِن in jika تَتَّبِعُونَ tattabiʿūna mengikuti إِلَّا illā kecuali ٱلظَّنَّ l-ẓana prasangka وَإِنْ wa-in dan tidak lain أَنتُمْ antum kamu إِلَّا illā kecuali تَخْرُصُونَ takhruṣūna kamu berdusta
Orang-orang yang mempersekutukan Tuhan akan mengatakan, "Jika Allah menghendaki, niscaya kami dan bapak-bapak kami tidak mempersekutukan-Nya dan tidak (pula) kami mengharamkan barang sesuatu apa pun". Demikian pulalah orang-orang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul) sampai mereka merasakan siksaan Kami. Katakanlah, "Adakah kamu mempunyai sesuatu pengetahuan sehingga dapat kamu mengemukakannya kepada Kami?" Kamu tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka, dan kamu tidak lain hanyalah berdusta.
قُلْ qul katakanlah فَلِلَّهِ falillahi maka bagi Allah ٱلْحُجَّةُ l-ḥujatu hujjah/alasan ٱلْبَـٰلِغَةُ ۖ l-bālighatu yang jelas lagi kuat فَلَوْ falaw maka jika شَآءَ shāa Dia menghendaki لَهَدَىٰكُمْ lahadākum pasti Dia memberi petunjuk kepadamu أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semuanya
Katakanlah, "Allah mempunyai hujah yang jelas lagi kuat; maka jika Dia menghendaki, pasti Dia memberi petunjuk kepada kamu semuanya".
قُلْ qul katakanlah هَلُمَّ halumma bawalah kemari شُهَدَآءَكُمُ shuhadāakumu saksi-saksi kamu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَشْهَدُونَ yashhadūna (mereka) mempersaksikan أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah حَرَّمَ ḥarrama mengharamkan هَـٰذَا ۖ hādhā ini فَإِن fa-in maka jika شَهِدُوا۟ shahidū mereka mempersaksikan فَلَا falā maka janganlah تَشْهَدْ tashhad kamu menjadi saksi مَعَهُمْ ۚ maʿahum bersama mereka وَلَا walā dan jangan تَتَّبِعْ tattabiʿ kamu mengikuti أَهْوَآءَ ahwāa hawa nafsu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan kehidupan akhirat وَهُم wahum dan/sedang mereka بِرَبِّهِمْ birabbihim dengan Tuhan mereka يَعْدِلُونَ yaʿdilūna mereka mempersekutukan
Katakanlah, "Bawalah kemari saksi-saksi kamu yang dapat mempersaksikan bahwasanya Allah telah mengharamkan (makanan yang kamu) haramkan ini". Jika mereka mempersaksikan, maka janganlah kamu ikut pula menjadi saksi bersama mereka; dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sedang mereka mempersekutukan Tuhan mereka.
۞ قُلْ qul katakanlah تَعَالَوْا۟ taʿālaw marilah أَتْلُ atlu aku bacakan مَا mā apa حَرَّمَ ḥarrama mengharamkan رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian عَلَيْكُمْ ۖ ʿalaykum atas kalian أَلَّا allā bahwa janganlah تُشْرِكُوا۟ tush'rikū kamu mempersekutukan بِهِۦ bihi denganNya/Tuhan شَيْـًۭٔا ۖ shayan sesuatu وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ wabil-wālidayni dan/terhadap kedua orang tua إِحْسَـٰنًۭا ۖ iḥ'sānan berbuat baiklah وَلَا walā dan jangan تَقْتُلُوٓا۟ taqtulū kamu membunuh أَوْلَـٰدَكُم awlādakum anak-anakmu مِّنْ min dari إِمْلَـٰقٍۢ ۖ im'lāqin kemiskinan نَّحْنُ naḥnu Kami نَرْزُقُكُمْ narzuqukum Kami memberi rezki kepadamu وَإِيَّاهُمْ ۖ wa-iyyāhum dan kepada mereka وَلَا walā dan janganlah تَقْرَبُوا۟ taqrabū mendekati ٱلْفَوَٰحِشَ l-fawāḥisha perbuatan keji مَا mā apa ظَهَرَ ẓahara nampak مِنْهَا min'hā daripadanya وَمَا wamā dan apa بَطَنَ ۖ baṭana tersembunyi وَلَا walā dan janganlah تَقْتُلُوا۟ taqtulū kamu membunuh ٱلنَّفْسَ l-nafsa jiwa ٱلَّتِى allatī yang حَرَّمَ ḥarrama mengharamkan ٱللَّهُ l-lahu Allah إِلَّا illā kecuali بِٱلْحَقِّ ۚ bil-ḥaqi dengan hak/benar ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu وَصَّىٰكُم waṣṣākum (Allah) mewasiatkan بِهِۦ bihi dengannya لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal
Katakanlah, "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhan-mu, yaitu janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapak, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang tampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar"1. Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya).
وَلَا walā dan janganlah تَقْرَبُوا۟ taqrabū kamu dekati مَالَ māla harta ٱلْيَتِيمِ l-yatīmi anak yatim إِلَّا illā kecuali بِٱلَّتِى bi-allatī dengan yang (cara) هِىَ hiya dia أَحْسَنُ aḥsanu lebih baik حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَبْلُغَ yablugha dia sampai أَشُدَّهُۥ ۖ ashuddahu dewasa وَأَوْفُوا۟ wa-awfū dan penuhilah ٱلْكَيْلَ l-kayla takaran وَٱلْمِيزَانَ wal-mīzāna dan timbangan بِٱلْقِسْطِ ۖ bil-qis'ṭi dengan adil لَا lā tidak نُكَلِّفُ nukallifu Kami membebani نَفْسًا nafsan seseorang إِلَّا illā kecuali وُسْعَهَا ۖ wus'ʿahā kesanggupannya وَإِذَا wa-idhā dan apabila قُلْتُمْ qul'tum kamu berkata فَٱعْدِلُوا۟ fa-iʿ'dilū maka berlaku adillah kamu وَلَوْ walaw walaupun كَانَ kāna adalah ذَا dhā mempunyai قُرْبَىٰ ۖ qur'bā kerabat وَبِعَهْدِ wabiʿahdi dan dengan janji ٱللَّهِ l-lahi Allah أَوْفُوا۟ ۚ awfū penuhilah ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu وَصَّىٰكُم waṣṣākum (Allah) mewasiatkan kepadamu بِهِۦ bihi dengannya لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu ingat
Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, "Maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabat(mu)1, dan penuhilah janji Allah2. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat.
وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini صِرَٰطِى ṣirāṭī jalanku مُسْتَقِيمًۭا mus'taqīman yang lurus فَٱتَّبِعُوهُ ۖ fa-ittabiʿūhu maka ikutilah dia وَلَا walā dan janganlah تَتَّبِعُوا۟ tattabiʿū kamu mengikuti ٱلسُّبُلَ l-subula jalan-jalan فَتَفَرَّقَ fatafarraqa karena maka mereka mencerai beraikan بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian عَن ʿan dari سَبِيلِهِۦ ۚ sabīlihi jalanNya ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu وَصَّىٰكُم waṣṣākum (Allah) mewasiatkan padamu بِهِۦ bihi dengannya لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa
dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain)1, karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.
ثُمَّ thumma kemudian ءَاتَيْنَا ātaynā Kami telah berikan مُوسَى mūsā Musa ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Al Kitab تَمَامًا tamāman menyempurnakan عَلَى ʿalā atas ٱلَّذِىٓ alladhī orang yang أَحْسَنَ aḥsana berbuat baik وَتَفْصِيلًۭا watafṣīlan dan penjelasan لِّكُلِّ likulli bagi segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu وَهُدًۭى wahudan dan petunjuk وَرَحْمَةًۭ waraḥmatan dan rahmat لَّعَلَّهُم laʿallahum agar mereka بِلِقَآءِ biliqāi dengan perjumpaan رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
Kemudian Kami telah memberikan Alkitab (Taurat) kepada Musa untuk menyempurnakan (nikmat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, dan untuk menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat agar mereka beriman (bahwa) mereka akan menemui Tuhan mereka.
وَهَـٰذَا wahādhā dan inilah كِتَـٰبٌ kitābun kitab أَنزَلْنَـٰهُ anzalnāhu Kami turunkannya مُبَارَكٌۭ mubārakun diberkati فَٱتَّبِعُوهُ fa-ittabiʿūhu maka ikutilah dia وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُرْحَمُونَ tur'ḥamūna kamu diberi rahmat
Dan Al-Qur`ān itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkahi, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat,
أَن an bahwa/supaya تَقُولُوٓا۟ taqūlū kamu mengatakan إِنَّمَآ innamā sesungguhnya/hanyalah أُنزِلَ unzila diturunkan ٱلْكِتَـٰبُ l-kitābu kitab عَلَىٰ ʿalā atas طَآئِفَتَيْنِ ṭāifatayni dua golongan مِن min dari قَبْلِنَا qablinā sebelum kami وَإِن wa-in dan sesungguhnya كُنَّا kunnā kami عَن ʿan dari دِرَاسَتِهِمْ dirāsatihim pelajaran/bacaan mereka لَغَـٰفِلِينَ laghāfilīna sungguh orang-orang yang lalai/tidak memperhatikan
(Kami turunkan Al-Qur`ān itu) agar kamu (tidak) mengatakan, "Bahwa kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan1 saja sebelum kami, dan sesungguhnya kami tidak memperhatikan apa yang mereka baca"2.
أَوْ aw atau تَقُولُوا۟ taqūlū kamu mengatakan لَوْ law jikalau أَنَّآ annā sesungguhnya Kami أُنزِلَ unzila diturunkan عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami ٱلْكِتَـٰبُ l-kitābu kitab لَكُنَّآ lakunnā sungguh kami adalah أَهْدَىٰ ahdā lebih mendapat petunjuk مِنْهُمْ ۚ min'hum daripada mereka فَقَدْ faqad maka sesungguhnya جَآءَكُم jāakum telah datang kepadamu بَيِّنَةٌۭ bayyinatun keterangan yang nyata مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian وَهُدًۭى wahudan dan petunjuk وَرَحْمَةٌۭ ۚ waraḥmatun dan rahmat فَمَنْ faman maka siapakah أَظْلَمُ aẓlamu lebih zalim مِمَّن mimman daripada orang كَذَّبَ kadhaba mendustakan بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَصَدَفَ waṣadafa dan dia berpaling عَنْهَا ۗ ʿanhā daripadanya سَنَجْزِى sanajzī kelak Kami kelak akan memberi balasan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَصْدِفُونَ yaṣdifūna (mereka) berpaling عَنْ ʿan dari ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami سُوٓءَ sūa seburuk-buruk ٱلْعَذَابِ l-ʿadhābi siksaan بِمَا bimā dengan apa/disebabkan كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَصْدِفُونَ yaṣdifūna mereka berpaling
Atau agar kamu (tidak) mengatakan, "Sesungguhnya jikalau kitab ini diturunkan kepada kami, tentulah kami lebih mendapat petunjuk dari mereka". Sesungguhnya telah datang kepada kamu keterangan yang nyata dari Tuhan-mu, petunjuk, dan rahmat. Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling daripadanya? Kelak Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan siksa yang buruk, disebabkan mereka selalu berpaling.
هَلْ hal tidaklah يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka menanti-nanti إِلَّآ illā kecuali/selain أَن an bahwa تَأْتِيَهُمُ tatiyahumu datang kepadamu ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu Malaikat أَوْ aw atau يَأْتِىَ yatiya datang رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu أَوْ aw atau يَأْتِىَ yatiya datang بَعْضُ baʿḍu sebagian ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat رَبِّكَ ۗ rabbika Tuhanmu يَوْمَ yawma pada hari يَأْتِى yatī datang بَعْضُ baʿḍu sebagian ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat رَبِّكَ rabbika Tuhanmu لَا lā tidak يَنفَعُ yanfaʿu bermanfaat نَفْسًا nafsan dirinya sendiri إِيمَـٰنُهَا īmānuhā imannya/seseorang لَمْ lam tidak تَكُنْ takun adalah/ada ءَامَنَتْ āmanat ia beriman مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum أَوْ aw atau كَسَبَتْ kasabat ia mengusahakan فِىٓ fī dalam/pada إِيمَـٰنِهَا īmānihā imannya خَيْرًۭا ۗ khayran kebaikan قُلِ quli katakanlah ٱنتَظِرُوٓا۟ intaẓirū tunggulah olehmu إِنَّا innā sesungguhnya kami مُنتَظِرُونَ muntaẓirūna orang-orang yang menunggu
Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka), atau kedatangan Tuhan-mu atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhan-mu1. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhan-mu, tidaklah bermanfaaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah, "Tunggulah olehmu sesungguhnya Kami pun menunggu (pula)".
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang فَرَّقُوا۟ farraqū (mereka) memecah belah دِينَهُمْ dīnahum agama mereka وَكَانُوا۟ wakānū dan mereka adalah شِيَعًۭا shiyaʿan bergolong-golong لَّسْتَ lasta tidaklah kamu مِنْهُمْ min'hum dari/diantara mereka فِى fī dalam شَىْءٍ ۚ shayin sesuatu/sedikitpun إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَمْرُهُمْ amruhum urusan mereka إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah ثُمَّ thumma kemudian يُنَبِّئُهُم yunabbi-uhum Dia menerangkan kepada mereka بِمَا bimā dengan apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَفْعَلُونَ yafʿalūna mereka perbuat
Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan1, tidak ada sedikit pun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.
مَن man barang siapa جَآءَ jāa datang بِٱلْحَسَنَةِ bil-ḥasanati dengan kebaikan فَلَهُۥ falahu maka baginya عَشْرُ ʿashru sepuluh أَمْثَالِهَا ۖ amthālihā serupanya/kali lipat amalnya وَمَن waman dan barang siapa جَآءَ jāa datang بِٱلسَّيِّئَةِ bil-sayi-ati dengan kejahatan فَلَا falā maka tidak يُجْزَىٰٓ yuj'zā diberi balasan إِلَّا illā kecuali/melainkan مِثْلَهَا mith'lahā serupa/seimbang dengannya وَهُمْ wahum dan/sedang mereka لَا lā tidak يُظْلَمُونَ yuẓ'lamūna mereka dianiaya
Barang siapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barang siapa yang membawa perbuatan jahat, maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan).
قُلْ qul katakanlah إِنَّنِى innanī sesungguhnya aku هَدَىٰنِى hadānī telah memimpin aku رَبِّىٓ rabbī Tuhanku إِلَىٰ ilā kepada صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin yang lurus دِينًۭا dīnan agama قِيَمًۭا qiyaman benar/lurus مِّلَّةَ millata agama إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim حَنِيفًۭا ۚ ḥanīfan yang lurus وَمَا wamā dan tidaklah كَانَ kāna dia adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُشْرِكِينَ l-mush'rikīna orang-orang yang musyrik
Katakanlah, "Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhan-ku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrāhīm yang lurus; dan Ibrāhīm itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik".
قُلْ qul katakanlah إِنَّ inna sesungguhnya صَلَاتِى ṣalātī sholatku وَنُسُكِى wanusukī dan ibadahku وَمَحْيَاىَ wamaḥyāya dan hidupku وَمَمَاتِى wamamātī dan matiku لِلَّهِ lillahi untuk Allah رَبِّ rabbi Tuhan/Pemelihara ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Katakanlah, "Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam".
لَا lā tidak شَرِيكَ sharīka sekutu لَهُۥ ۖ lahu bagiNya وَبِذَٰلِكَ wabidhālika dan dengan demikian/itulah أُمِرْتُ umir'tu aku diperintahkan وَأَنَا۠ wa-anā dan aku أَوَّلُ awwalu pertama ٱلْمُسْلِمِينَ l-mus'limīna orang-orang yang menyerahkan diri
Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)".
قُلْ qul katakanlah أَغَيْرَ aghayra apakah selain ٱللَّهِ l-lahi Allah أَبْغِى abghī aku mencari رَبًّۭا rabban tuhan وَهُوَ wahuwa dan/padahal Dia رَبُّ rabbu Tuhan كُلِّ kulli segala/tiap-tiap شَىْءٍۢ ۚ shayin sesuatu وَلَا walā dan tidak تَكْسِبُ taksibu mengerjakan كُلُّ kullu tiap-tiap نَفْسٍ nafsin seseorang/jiwa إِلَّا illā kecuali/melainkan عَلَيْهَا ۚ ʿalayhā atasnya وَلَا walā dan tidak تَزِرُ taziru memikul beban/dosa وَازِرَةٌۭ wāziratun orang yang berdosa وِزْرَ wiz'ra beban/dosa أُخْرَىٰ ۚ ukh'rā orang lain ثُمَّ thumma kemudian إِلَىٰ ilā kepada رَبِّكُم rabbikum Tuhan kalian مَّرْجِعُكُمْ marjiʿukum tempat kembalimu فَيُنَبِّئُكُم fayunabbi-ukum maka Dia akan menerangkan kepadamu بِمَا bimā tentang apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah فِيهِ fīhi didalamnya تَخْتَلِفُونَ takhtalifūna kamu perselisihkan
Katakanlah, "Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudaratannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain1. Kemudian kepada Tuhan-mulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan".
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلَكُمْ jaʿalakum menjadikan kamu خَلَـٰٓئِفَ khalāifa penguasa-penguasa ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَرَفَعَ warafaʿa dan Dia meninggikan بَعْضَكُمْ baʿḍakum sebagian kamu فَوْقَ fawqa diatas بَعْضٍۢ baʿḍin sebagian lainnya دَرَجَـٰتٍۢ darajātin beberapa derajat لِّيَبْلُوَكُمْ liyabluwakum karena Dia hendak mengujimu فِى fī dalam/tentang مَآ mā apa ءَاتَىٰكُمْ ۗ ātākum Dia telah berikan kepadamu إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu سَرِيعُ sarīʿu amat cepat ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksa وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya Dia لَغَفُورٌۭ laghafūrun sungguh Maha Pengampun رَّحِيمٌۢ raḥīmun Maha Penyayang
Dan Dia-lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhan-mu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.