الذاريات
Adh-Dhariyat
Angin yang Menerbangkan Makkiyah
Memuat audio qari…
وَٱلذَّٰرِيَـٰتِ wal-dhāriyāti demi yang menerbangkan ذَرْوًۭا dharwan dengan menerbangkan sekuat-kuatnya
Demi (angin) yang menerbangkan debu dengan kuat,
فَٱلْحَـٰمِلَـٰتِ fal-ḥāmilāti maka yang mengandung وِقْرًۭا wiq'ran beban berat
dan awan yang mengandung hujan,
فَٱلْجَـٰرِيَـٰتِ fal-jāriyāti maka yang berlayar يُسْرًۭا yus'ran dengan mudah
dan kapal-kapal yang berlayar dengan mudah,
فَٱلْمُقَسِّمَـٰتِ fal-muqasimāti maka yang membagi أَمْرًا amran pekara/urusan
dan (malaikat-malaikat) yang membagi-bagi urusan1,
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah تُوعَدُونَ tūʿadūna kamu dijanjikan لَصَادِقٌۭ laṣādiqun pasti benar
sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti benar,
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱلدِّينَ l-dīna pembalasan لَوَٰقِعٌۭ lawāqiʿun pasti terjadi
dan sesungguhnya (hari) pembalasan pasti terjadi.
وَٱلسَّمَآءِ wal-samāi demi langit ذَاتِ dhāti mempunyai ٱلْحُبُكِ l-ḥubuki jalan-jalan
Demi langit yang mempunyai jalan-jalan1,
إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian لَفِى lafī benar-benar dalam قَوْلٍۢ qawlin perkataan مُّخْتَلِفٍۢ mukh'talifin berbeda-beda
sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berbeda pendapat1,
يُؤْفَكُ yu'faku dipalingkan عَنْهُ ʿanhu darinya مَنْ man orang yang أُفِكَ ufika dipalingkan
dipalingkan darinya (rasul dan Al-Qur`ān) orang yang dipalingkan.
قُتِلَ qutila dibunuh ٱلْخَرَّٰصُونَ l-kharāṣūna orang-orang yang banyak berdusta
Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang هُمْ hum mereka فِى fī dalam غَمْرَةٍۢ ghamratin kebodohan سَاهُونَ sāhūna orang-orang yang lalai
(yaitu) orang-orang yang terbenam dalam kebodohan yang lalai,
يَسْـَٔلُونَ yasalūna mereka bertanya أَيَّانَ ayyāna kapankah يَوْمُ yawmu hari ٱلدِّينِ l-dīni pembalasan
mereka bertanya, "Bilakah hari pembalasan itu?"
يَوْمَ yawma pada hari هُمْ hum mereka عَلَى ʿalā di atas ٱلنَّارِ l-nāri neraka يُفْتَنُونَ yuf'tanūna mereka disiksa
(Hari pembalasan itu ialah) pada hari ketika mereka diazab di atas api neraka.
ذُوقُوا۟ dhūqū rasakanlah فِتْنَتَكُمْ fit'natakum siksaanmu هَـٰذَا hādhā ini ٱلَّذِى alladhī yang كُنتُم kuntum kalian adalah بِهِۦ bihi dengannya تَسْتَعْجِلُونَ tastaʿjilūna kamu minta disegerakan
(Dikatakan kepada mereka), "Rasakanlah azabmu itu. Inilah azab yang dulu kamu minta untuk disegerakan".
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa فِى fī dalam جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga وَعُيُونٍ waʿuyūnin dan mata air
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air,
ءَاخِذِينَ ākhidhīna mereka mengambil مَآ mā apa yang ءَاتَىٰهُمْ ātāhum memberikan pada mereka رَبُّهُمْ ۚ rabbuhum Tuhan mereka إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka قَبْلَ qabla sebelum ذَٰلِكَ dhālika demikian itu مُحْسِنِينَ muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik
sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik.
كَانُوا۟ kānū adalah mereka قَلِيلًۭا qalīlan sedikit مِّنَ mina dari/di waktu ٱلَّيْلِ al-layli malam مَا mā tidak يَهْجَعُونَ yahjaʿūna mereka tidur
Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.
وَبِٱلْأَسْحَارِ wabil-asḥāri dan di waktu sahur هُمْ hum mereka يَسْتَغْفِرُونَ yastaghfirūna mereka mohon ampun
Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).
وَفِىٓ wafī dan dalam أَمْوَٰلِهِمْ amwālihim harta mereka حَقٌّۭ ḥaqqun hak لِّلسَّآئِلِ lilssāili untuk orang yang meminta وَٱلْمَحْرُومِ wal-maḥrūmi dan orang yang tidak meminta
Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian1.
وَفِى wafī dan di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi itu ءَايَـٰتٌۭ āyātun tanda-tanda لِّلْمُوقِنِينَ lil'mūqinīna bagi orang-orang yang yakin
Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin,
وَفِىٓ wafī dan pada أَنفُسِكُمْ ۚ anfusikum diri kalian sendiri أَفَلَا afalā maka apakah tidak تُبْصِرُونَ tub'ṣirūna kamu memperhatikan
dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?
وَفِى wafī dan di ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit رِزْقُكُمْ riz'qukum rezekimu وَمَا wamā dan apa yang تُوعَدُونَ tūʿadūna dijanjikan padamu
Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu1 dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu2.
فَوَرَبِّ fawarabbi demi Tuhan ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya لَحَقٌّۭ laḥaqqun sungguh benar مِّثْلَ mith'la seperti مَآ mā apa أَنَّكُمْ annakum bahwasanya kamu تَنطِقُونَ tanṭiqūna kamu ucapkan
Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi), seperti perkataan yang kamu ucapkan.
هَلْ hal apakah أَتَىٰكَ atāka telah sampai kepadamu حَدِيثُ ḥadīthu cerita ضَيْفِ ḍayfi tamu إِبْرَٰهِيمَ ib'rāhīma Ibrahim ٱلْمُكْرَمِينَ l-muk'ramīna orang-orang yang dimuliakan
Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrāhīm (malaikat-malaikat) yang dimuliakan?
إِذْ idh ketika دَخَلُوا۟ dakhalū mereka masuk عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya فَقَالُوا۟ faqālū lalu mereka berkata سَلَـٰمًۭا ۖ salāman selamat قَالَ qāla berkata سَلَـٰمٌۭ salāmun selamat قَوْمٌۭ qawmun kaum مُّنكَرُونَ munkarūna orang-orang yang tidak dikenal
(Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan, "Salāman". Ibrāhīm menjawab, "Salāmun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal".
فَرَاغَ farāgha lalu dia pergi diam-diam إِلَىٰٓ ilā kepada أَهْلِهِۦ ahlihi keluarganya فَجَآءَ fajāa lalu dia datang/membawa بِعِجْلٍۢ biʿij'lin dengan anak sapi سَمِينٍۢ samīnin gemuk
Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk (yang dibakar),
فَقَرَّبَهُۥٓ faqarrabahu lalu dihidangkannya إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka قَالَ qāla (Ibrahim)berkata أَلَا alā mengapa tidak تَأْكُلُونَ takulūna kamu makan
lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrāhīm lalu berkata, "Silakan kamu makan".
فَأَوْجَسَ fa-awjasa maka dia merasa مِنْهُمْ min'hum dari mereka خِيفَةًۭ ۖ khīfatan takut قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَا lā jangan تَخَفْ ۖ takhaf kamu takut وَبَشَّرُوهُ wabasharūhu dan mereka memberi kabar gembira بِغُلَـٰمٍ bighulāmin dengan seorang anak عَلِيمٍۢ ʿalīmin pandai
(Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrāhīm merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata, "Janganlah kamu takut," dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Isḥāq).
فَأَقْبَلَتِ fa-aqbalati maka menghadap/datang ٱمْرَأَتُهُۥ im'ra-atuhu isterinya فِى fī dalam صَرَّةٍۢ ṣarratin teriakan فَصَكَّتْ faṣakkat lalu ia menampar وَجْهَهَا wajhahā mukanya وَقَالَتْ waqālat dan berkata عَجُوزٌ ʿajūzun seorang perempuan tua عَقِيمٌۭ ʿaqīmun mandul
Kemudian istrinya datang memekik (tercengang) lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata, "(Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata كَذَٰلِكِ kadhāliki demikianlah قَالَ qāla berfirman رَبُّكِ ۖ rabbuki Tuhanmu إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia هُوَ huwa Dia ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui
Mereka berkata, "Demikianlah Tuhan-mu memfirmankan. " Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
۞ قَالَ qāla (Ibrahim)berkata فَمَا famā maka apakah خَطْبُكُمْ khaṭbukum pembicaraanmu أَيُّهَا ayyuhā wahai ٱلْمُرْسَلُونَ l-mur'salūna para utusan
Ibrāhīm bertanya, "Apakah urusanmu, hai para utusan?"
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنَّآ innā sesungguhnya kami أُرْسِلْنَآ ur'sil'nā kami di utus إِلَىٰ ilā kepada قَوْمٍۢ qawmin kaum مُّجْرِمِينَ muj'rimīna orang-orang yang berdosa
Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Lūṭ),
لِنُرْسِلَ linur'sila agar kami kirimkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka حِجَارَةًۭ ḥijāratan batu-batu مِّن min dari طِينٍۢ ṭīnin tanah
agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah (yang keras),
مُّسَوَّمَةً musawwamatan yang ditandai عِندَ ʿinda di sisi رَبِّكَ rabbika Tuhanmu لِلْمُسْرِفِينَ lil'mus'rifīna untuk orang-orang yang melampaui batas
yang ditandai di sisi Tuhan-mu untuk (membinasakan) orang-orang yang melampaui batas"1.
فَأَخْرَجْنَا fa-akhrajnā maka Kami keluarkan مَن man orang yang كَانَ kāna adalah فِيهَا fīhā didalamnya مِنَ mina dari ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman
Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Lūṭ itu.
فَمَا famā maka tidak وَجَدْنَا wajadnā kami dapati فِيهَا fīhā didalamnya غَيْرَ ghayra selain بَيْتٍۢ baytin sebuah rumah مِّنَ mina dari ٱلْمُسْلِمِينَ l-mus'limīna orang-orang yang berserah diri
Dan Kami tidak mendapati di negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang yang berserah diri1.
وَتَرَكْنَا wataraknā dan kami tinggalkan فِيهَآ fīhā didalamnya ءَايَةًۭ āyatan tanda-tanda لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang يَخَافُونَ yakhāfūna mereka takut ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab ٱلْأَلِيمَ l-alīma pedih
Dan Kami tinggalkan pada negeri itu suatu tanda1 bagi orang-orang yang takut kepada siksa yang pedih.
وَفِى wafī dan pada مُوسَىٰٓ mūsā Musa إِذْ idh ketika أَرْسَلْنَـٰهُ arsalnāhu Kami mengutusnya إِلَىٰ ilā kepada فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun بِسُلْطَـٰنٍۢ bisul'ṭānin dengan kekuasaan/mu'jizat مُّبِينٍۢ mubīnin nyata
Dan juga pada Musa (terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah) ketika Kami mengutusnya kepada Firʻawn dengan membawa mukjizat yang nyata.
فَتَوَلَّىٰ fatawallā maka dia berpaling بِرُكْنِهِۦ biruk'nihi dengan kekuatannya وَقَالَ waqāla dan dia berkata سَـٰحِرٌ sāḥirun seorang tukang sihir أَوْ aw atau مَجْنُونٌۭ majnūnun seorang gila
Maka dia (Firʻawn ) berpaling (dari iman) bersama tentaranya dan berkata, "Dia adalah seorang tukang sihir atau seorang gila".
فَأَخَذْنَـٰهُ fa-akhadhnāhu maka Kami ambil/siksa dia وَجُنُودَهُۥ wajunūdahu dan bala tentaranya فَنَبَذْنَـٰهُمْ fanabadhnāhum lalu Kami lemparkan mereka فِى fī ke dalam ٱلْيَمِّ l-yami laut وَهُوَ wahuwa dan dia مُلِيمٌۭ mulīmun seorang tercela
Maka Kami siksa dia dan tentaranya lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut, sedang dia melakukan pekerjaan yang tercela.
وَفِى wafī dan pada عَادٍ ʿādin 'Ad إِذْ idh ketika أَرْسَلْنَا arsalnā Kami kirimkan عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلرِّيحَ l-rīḥa angin ٱلْعَقِيمَ l-ʿaqīma membinasakan
Dan juga pada (kisah) ʻĀd ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan,
مَا mā tidak تَذَرُ tadharu membiarkan مِن min dari شَىْءٍ shayin sesuatu أَتَتْ atat ia datang عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya إِلَّا illā kecuali جَعَلَتْهُ jaʿalathu ia jadikannya كَٱلرَّمِيمِ kal-ramīmi seperti abu/hancur
angin itu tidak membiarkan satu pun yang dilandanya, melainkan dijadikannya seperti serbuk.
وَفِى wafī dan pada ثَمُودَ thamūda kaum Tsamud إِذْ idh ketika قِيلَ qīla dikatakan لَهُمْ lahum kepada mereka تَمَتَّعُوا۟ tamattaʿū bersenang-senanglah حَتَّىٰ ḥattā sehingga حِينٍۢ ḥīnin suatu waktu
Dan pada (kisah) kaum Ṡamūd ketika dikatakan kepada mereka, "Bersenang-senanglah kalian sampai suatu waktu".
فَعَتَوْا۟ faʿataw maka mereka angkuh عَنْ ʿan dari أَمْرِ amri perintah رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka فَأَخَذَتْهُمُ fa-akhadhathumu maka menyambar ٱلصَّـٰعِقَةُ l-ṣāʿiqatu petir وَهُمْ wahum sedang mereka يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka melihat
Maka mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan-nya, lalu mereka disambar petir sedang mereka melihatnya.
فَمَا famā maka tidak ٱسْتَطَـٰعُوا۟ is'taṭāʿū mereka kuasa مِن min dari قِيَامٍۢ qiyāmin berdiri/bangun وَمَا wamā dan tidak ada كَانُوا۟ kānū adalah mereka مُنتَصِرِينَ muntaṣirīna mendapat pertolongan
Maka mereka sekali-kali tidak dapat bangun dan tidak pula mendapat pertolongan,
وَقَوْمَ waqawma dan kaum نُوحٍۢ nūḥin Nuh مِّن min dari قَبْلُ ۖ qablu sebelum itu إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka قَوْمًۭا qawman kaum فَـٰسِقِينَ fāsiqīna orang-orang yang fasik
dan (Kami membinasakan) kaum Nūḥ sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.
وَٱلسَّمَآءَ wal-samāa dan langit بَنَيْنَـٰهَا banaynāhā Kami bangun ia بِأَيْي۟دٍۢ bi-aydin dengan kekuasaan وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya Kami لَمُوسِعُونَ lamūsiʿūna benar-benar luas
Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa
وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi فَرَشْنَـٰهَا farashnāhā Kami hamparkannya فَنِعْمَ faniʿ'ma maka sebaik-baik ٱلْمَـٰهِدُونَ l-māhidūna yang menghamparkan
Dan bumi itu Kami hamparkan; maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami).
وَمِن wamin dan dari كُلِّ kulli segala شَىْءٍ shayin sesuatu خَلَقْنَا khalaqnā Kami ciptakan زَوْجَيْنِ zawjayni berpasang-pasangan لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu ingat
Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.
فَفِرُّوٓا۟ fafirrū maka segeralah إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah إِنِّى innī sesungguhnya aku لَكُم lakum bagi kalian مِّنْهُ min'hu daripada-Nya نَذِيرٌۭ nadhīrun seorang pemberi peringatan مُّبِينٌۭ mubīnun nyata
Maka segeralah kembali kepada (menaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.
وَلَا walā dan jangan تَجْعَلُوا۟ tajʿalū kalian jadikan مَعَ maʿa beserta ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَـٰهًا ilāhan Tuhan ءَاخَرَ ۖ ākhara lain إِنِّى innī sesungguhnya aku لَكُم lakum bagi kalian مِّنْهُ min'hu darinya نَذِيرٌۭ nadhīrun seorang pemberi peringatan مُّبِينٌۭ mubīnun nyata
Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain disamping Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.
كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah مَآ mā tidak أَتَى atā datang ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِم qablihim sebelum mereka مِّن min dari رَّسُولٍ rasūlin seorang rasul إِلَّا illā kecuali قَالُوا۟ qālū mereka berkata سَاحِرٌ sāḥirun seorang tukang sihir أَوْ aw atau مَجْنُونٌ majnūnun seorang gila
Demikianlah tidak seorang rasul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan, "Ia adalah seorang tukang sihir atau seorang gila".
أَتَوَاصَوْا۟ atawāṣaw apakah mereka saling berwasiat بِهِۦ ۚ bihi tentang itu بَلْ bal bahkan هُمْ hum mereka قَوْمٌۭ qawmun kaum طَاغُونَ ṭāghūna melampaui batas
Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas.
فَتَوَلَّ fatawalla maka berpalinglah kamu عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka فَمَآ famā maka tidaklah أَنتَ anta kamu بِمَلُومٍۢ bimalūmin orang-orang yang tercela
Maka berpalinglah kamu dari mereka, dan kamu sekali-kali tidak tercela.
وَذَكِّرْ wadhakkir dan berilah peringatan فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱلذِّكْرَىٰ l-dhik'rā peringatan itu تَنفَعُ tanfaʿu memberi manfaat ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman
Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.
وَمَا wamā dan tidaklah خَلَقْتُ khalaqtu Aku menciptakan ٱلْجِنَّ l-jina jin وَٱلْإِنسَ wal-insa dan manusia إِلَّا illā kecuali لِيَعْبُدُونِ liyaʿbudūni supaya mereka menyembah-Ku
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.
مَآ mā tidak أُرِيدُ urīdu Aku menghendaki مِنْهُم min'hum dari mereka مِّن min dari رِّزْقٍۢ riz'qin rezeki وَمَآ wamā dan tidak أُرِيدُ urīdu Aku menghendaki أَن an supaya يُطْعِمُونِ yuṭ'ʿimūni mereka memberi Aku makan
Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah هُوَ huwa Dia ٱلرَّزَّاقُ l-razāqu Maha Pemberi rezeki ذُو dhū mempunyai ٱلْقُوَّةِ l-quwati kekuatan ٱلْمَتِينُ l-matīnu teguh/kokoh
Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi sangat kukuh.
فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū zalim ذَنُوبًۭا dhanūban bahagian(siksa) مِّثْلَ mith'la seperti ذَنُوبِ dhanūbi bahagian(siksa) أَصْحَـٰبِهِمْ aṣḥābihim teman-teman mereka فَلَا falā maka jangan يَسْتَعْجِلُونِ yastaʿjilūni mereka meminta disegerakan kepada-Ku
Maka sesungguhnya untuk orang-orang zalim ada bagian (siksa) seperti bagian teman mereka (dahulu); maka janganlah mereka meminta kepada-Ku menyegerakannya.
فَوَيْلٌۭ fawaylun maka kecelakaanlah لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِن min dari يَوْمِهِمُ yawmihimu pada hari mereka ٱلَّذِى alladhī yang يُوعَدُونَ yūʿadūna mereka diancam
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang kafir pada hari yang diancamkan kepada mereka1.