الطور
At-Tur
Bukit Makkiyah
Memuat audio qari…
وَٱلطُّورِ wal-ṭūri demi bukit
Demi bukit1,
وَكِتَـٰبٍۢ wakitābin dan kitab مَّسْطُورٍۢ masṭūrin tertulis
dan kitab yang ditulis,
فِى fī pada رَقٍّۢ raqqin lembaran مَّنشُورٍۢ manshūrin terbentang
pada lembaran yang terbuka,
وَٱلْبَيْتِ wal-bayti dan rumah ٱلْمَعْمُورِ l-maʿmūri dimakmurkan
dan demi Baitul Makmur1,
وَٱلسَّقْفِ wal-saqfi dan atap ٱلْمَرْفُوعِ l-marfūʿi ditinggikan
dan atap yang ditinggikan (langit),
وَٱلْبَحْرِ wal-baḥri dan laut ٱلْمَسْجُورِ l-masjūri mendidih
dan laut yang di dalam tanahnya ada api,
إِنَّ inna sesungguhnya عَذَابَ ʿadhāba azab رَبِّكَ rabbika Tuhanmu لَوَٰقِعٌۭ lawāqiʿun pasti terjadi
sesungguhnya azab Tuhan-mu pasti terjadi,
مَّا mā tidak ada لَهُۥ lahu baginya مِن min dari yang دَافِعٍۢ dāfiʿin menolak
tidak seorang pun yang dapat menolaknya,
يَوْمَ yawma pada hari تَمُورُ tamūru bergoncang ٱلسَّمَآءُ l-samāu langit مَوْرًۭا mawran sungguh-sungguh bergoncang
pada hari ketika langit benar-benar berguncang,
وَتَسِيرُ watasīru dan berjalan ٱلْجِبَالُ l-jibālu gunung-gunung سَيْرًۭا sayran sungguh-sungguh berjalan
dan gunung benar-benar berjalan.
فَوَيْلٌۭ fawaylun maka kecelakaanlah يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu لِّلْمُكَذِّبِينَ lil'mukadhibīna bagi orang-orang yang mendustakan
Maka kecelakaan yang besarlah di hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang هُمْ hum mereka فِى fī dalam خَوْضٍۢ khawḍin kesesatan يَلْعَبُونَ yalʿabūna mereka bermain-main
(yaitu) orang-orang yang bermain-main dalam kebatilan,
يَوْمَ yawma pada hari يُدَعُّونَ yudaʿʿūna mereka di dorong إِلَىٰ ilā kepada نَارِ nāri api neraka جَهَنَّمَ jahannama jahanam دَعًّا daʿʿan sungguh-sungguh di dorong
pada hari mereka didorong ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya.
هَـٰذِهِ hādhihi inilah ٱلنَّارُ l-nāru api/neraka ٱلَّتِى allatī yang كُنتُم kuntum kalian adalah بِهَا bihā dengannya تُكَذِّبُونَ tukadhibūna kamu mendustakan
(Dikatakan kepada mereka), "Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya".
أَفَسِحْرٌ afasiḥ'run maka apakah sihir هَـٰذَآ hādhā ini أَمْ am atau أَنتُمْ antum kamu لَا lā tidak تُبْصِرُونَ tub'ṣirūna kamu melihat
Maka apakah ini sihir? Ataukah kamu tidak melihat?
ٱصْلَوْهَا iṣ'lawhā masuklah kedalam فَٱصْبِرُوٓا۟ fa-iṣ'birū maka bersabarlah kamu أَوْ aw atau لَا lā tidak تَصْبِرُوا۟ taṣbirū kamu sabar سَوَآءٌ sawāon sama saja عَلَيْكُمْ ۖ ʿalaykum atas kalian إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah تُجْزَوْنَ tuj'zawna kamu diberi balasan مَا mā apa yang كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu perbuat
Masukklah kamu ke dalamnya (rasakanlah panas apinya); maka baik kamu bersabar atau tidak, sama saja bagimu; kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْمُتَّقِينَ l-mutaqīna orang-orang yang bertakwa فِى fī dalam جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga وَنَعِيمٍۢ wanaʿīmin dan kenikmatan
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan,
فَـٰكِهِينَ fākihīna mereka bersuka ria بِمَآ bimā dengan apa yang ءَاتَىٰهُمْ ātāhum memberikan kepada mereka رَبُّهُمْ rabbuhum Tuhan mereka وَوَقَىٰهُمْ wawaqāhum dan memelihara mereka رَبُّهُمْ rabbuhum Tuhan mereka عَذَابَ ʿadhāba azab ٱلْجَحِيمِ l-jaḥīmi neraka jahanam
mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka.
كُلُوا۟ kulū makanlah وَٱشْرَبُوا۟ wa-ish'rabū dan minumlah هَنِيٓـًٔۢا hanīan dengan enak بِمَا bimā terhadap apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
(Dikatakan kepada mereka), "Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan",
مُتَّكِـِٔينَ muttakiīna mereka bersandar عَلَىٰ ʿalā atas سُرُرٍۢ sururin dipan مَّصْفُوفَةٍۢ ۖ maṣfūfatin berbaris/teratur وَزَوَّجْنَـٰهُم wazawwajnāhum dan Kami jodohkan mereka بِحُورٍ biḥūrin jelita/bidadari عِينٍۢ ʿīnin mata
mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَٱتَّبَعَتْهُمْ wa-ittabaʿathum dan mengikuti mereka ذُرِّيَّتُهُم dhurriyyatuhum anak cucu mereka بِإِيمَـٰنٍ biīmānin dalam keimanan أَلْحَقْنَا alḥaqnā Kami pertemukan بِهِمْ bihim dengan mereka ذُرِّيَّتَهُمْ dhurriyyatahum anak cucu mereka وَمَآ wamā dan tidak أَلَتْنَـٰهُم alatnāhum Kami mengurangi mereka مِّنْ min dari عَمَلِهِم ʿamalihim amal perbuatan mereka مِّن min dari شَىْءٍۢ ۚ shayin sedikit pun كُلُّ kullu tiap-tiap ٱمْرِئٍۭ im'ri-in seseorang بِمَا bimā dengan apa yang كَسَبَ kasaba ia kerjakan رَهِينٌۭ rahīnun terikat/tergantung
Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka1, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.
وَأَمْدَدْنَـٰهُم wa-amdadnāhum dan Kami tambah mereka بِفَـٰكِهَةٍۢ bifākihatin dengan buah-buahan وَلَحْمٍۢ walaḥmin dan daging مِّمَّا mimmā dari apa يَشْتَهُونَ yashtahūna mereka ingini
Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.
يَتَنَـٰزَعُونَ yatanāzaʿūna mereka saling mengedarkan فِيهَا fīhā didalamnya كَأْسًۭا kasan piala-piala لَّا lā tidak ada لَغْوٌۭ laghwun sesuatu yang sia-sia فِيهَا fīhā didalamnya وَلَا walā dan tidak ada تَأْثِيمٌۭ tathīmun perbuatan dosa
Di dalam surga mereka saling memperebutkan piala (gelas) yang isinya tidak (menimbulkan) kata-kata yang tidak berfaedah dan tiada pula perbuatan dosa.
۞ وَيَطُوفُ wayaṭūfu dan berkeliling عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka غِلْمَانٌۭ ghil'mānun anak-anak muda لَّهُمْ lahum untuk mereka كَأَنَّهُمْ ka-annahum seakan-akan mereka لُؤْلُؤٌۭ lu'lu-on mutiara مَّكْنُونٌۭ maknūnun tersimpan
Dan berkeliling di sekitar mereka anak-anak muda untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan.
وَأَقْبَلَ wa-aqbala dan menghadap بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka عَلَىٰ ʿalā atas بَعْضٍۢ baʿḍin sebagian يَتَسَآءَلُونَ yatasāalūna mereka saling tanya menanya
Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling bertanya.
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنَّا innā sesungguhnya kami كُنَّا kunnā adalah kami قَبْلُ qablu dahulu فِىٓ fī dalam أَهْلِنَا ahlinā keluarga kami مُشْفِقِينَ mush'fiqīna orang-orang yang takut
Mereka berkata, "Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab)".
فَمَنَّ famanna maka memberi karunia ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami وَوَقَىٰنَا wawaqānā dan Dia memelihara kami عَذَابَ ʿadhāba azab ٱلسَّمُومِ l-samūmi sangat panas
Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.
إِنَّا innā sesungguhnya kami كُنَّا kunnā adalah kami مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum نَدْعُوهُ ۖ nadʿūhu kami menyembah-Nya إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia هُوَ huwa Dia ٱلْبَرُّ l-baru Yang Melimpahkan Kebaikan ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang
Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.
فَذَكِّرْ fadhakkir maka berilah peringatan فَمَآ famā maka tidaklah أَنتَ anta kamu بِنِعْمَتِ biniʿ'mati dengan nikmat رَبِّكَ rabbika Tuhanmu بِكَاهِنٍۢ bikāhinin dengan dukun/tukang tenung وَلَا walā dan tidak مَجْنُونٍ majnūnin seorang gila
Maka tetaplah memberi peringatan, dan kamu disebabkan nikmat Tuhan-mu bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula seorang gila.
أَمْ am ataukah/apakah يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan شَاعِرٌۭ shāʿirun seorang penyair نَّتَرَبَّصُ natarabbaṣu kita tunggu-tunggu بِهِۦ bihi dengannya رَيْبَ rayba ragu-ragu ٱلْمَنُونِ l-manūni zaman/masa
Bahkan mereka mengatakan, "Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya".
قُلْ qul katakanlah تَرَبَّصُوا۟ tarabbaṣū tunggulah فَإِنِّى fa-innī maka sesungguhnya aku مَعَكُم maʿakum bersamamu مِّنَ mina dari ٱلْمُتَرَبِّصِينَ l-mutarabiṣīna orang-orang yanng menunggu
Katakanlah, "Tunggulah, maka sesungguhnya aku pun termasuk orang yang menunggu (pula) bersama kamu".
أَمْ am ataukah/apakah تَأْمُرُهُمْ tamuruhum memerintahkan mereka أَحْلَـٰمُهُم aḥlāmuhum pikiran-pikiran mereka بِهَـٰذَآ ۚ bihādhā dengan ini أَمْ am ataukah/apakah هُمْ hum mereka قَوْمٌۭ qawmun kaum طَاغُونَ ṭāghūna melampaui batas
Apakah mereka diperintah oleh pikiran-pikiran mereka untuk mengucapkan tuduhan-tuduhan ini ataukah mereka kaum yang melampaui batas?
أَمْ am ataukah/apakah يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan تَقَوَّلَهُۥ ۚ taqawwalahu ia mengada-adakannya بَل bal bahkan لَّا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka tidak beriman
Ataukah mereka mengatakan, "Dia (Muhammad) membuat-buatnya". Sebenarnya mereka tidak beriman.
فَلْيَأْتُوا۟ falyatū maka hendaklah mereka mendatangkan بِحَدِيثٍۢ biḥadīthin dengan perkataan مِّثْلِهِۦٓ mith'lihi serupa dengannya إِن in jika كَانُوا۟ kānū mereka adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar
Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal Al-Qur`ān itu jika mereka orang-orang yang benar.
أَمْ am ataukah/apakah خُلِقُوا۟ khuliqū mereka diciptakan مِنْ min dari غَيْرِ ghayri selain شَىْءٍ shayin sesuatu أَمْ am ataukah/apakah هُمُ humu mereka ٱلْخَـٰلِقُونَ l-khāliqūna yang menciptakan
Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?
أَمْ am ataukah/apakah خَلَقُوا۟ khalaqū mereka menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ ۚ wal-arḍa dan bumi بَل bal tetapi لَّا lā tidak يُوقِنُونَ yūqinūna mereka meyakini
Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan).
أَمْ am ataukah/apakah عِندَهُمْ ʿindahum di sisi mereka خَزَآئِنُ khazāinu perbendaharaan رَبِّكَ rabbika Tuhanmu أَمْ am ataukah/apakah هُمُ humu mereka ٱلْمُصَۣيْطِرُونَ l-muṣayṭirūna yang berkuasa
Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhan-mu atau merekakah yang berkuasa?
أَمْ am ataukah/apakah لَهُمْ lahum bagi mereka سُلَّمٌۭ sullamun tangga يَسْتَمِعُونَ yastamiʿūna mereka mendengarkan فِيهِ ۖ fīhi padanya فَلْيَأْتِ falyati maka hendaklah mendatangkan مُسْتَمِعُهُم mus'tamiʿuhum orang yang mendengarkan diantara mereka بِسُلْطَـٰنٍۢ bisul'ṭānin dengan kekuasaan/keterangan مُّبِينٍ mubīnin nyata
Ataukah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan pada tangga itu (hal-hal yang gaib)? Maka hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka mendatangkan suatu keterangan yang nyata.
أَمْ am ataukah/apakah لَهُ lahu bagi-Nya ٱلْبَنَـٰتُ l-banātu anak-anak perempuan وَلَكُمُ walakumu dan bagimu ٱلْبَنُونَ l-banūna anak-anak laki-laki
Ataukah untuk Allah anak-anak perempuan dan untuk kamu anak-anak laki-laki?
أَمْ am atau تَسْـَٔلُهُمْ tasaluhum kamu meminta kepada mereka أَجْرًۭا ajran upah فَهُم fahum maka mereka مِّن min dari مَّغْرَمٍۢ maghramin hutang مُّثْقَلُونَ muth'qalūna orang-orang yang dibebani
Ataukah kamu meminta upah kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan utang?
أَمْ am ataukah/apakah عِندَهُمُ ʿindahumu di sisi mereka ٱلْغَيْبُ l-ghaybu kegaiban فَهُمْ fahum lalu mereka يَكْتُبُونَ yaktubūna mereka menulis
Apakah ada pada sisi mereka pengetahuan tentang yang gaib lalu mereka menuliskannya?
أَمْ am ataukah/apakah يُرِيدُونَ yurīdūna mereka hendak كَيْدًۭا ۖ kaydan tipu-daya فَٱلَّذِينَ fa-alladhīna maka orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar هُمُ humu mereka ٱلْمَكِيدُونَ l-makīdūna orang-orang yang kena tipu daya
Ataukah mereka hendak melakukan tipu daya? Maka orang-orang yang kafir itu, merekalah yang kena tipu daya.
أَمْ am ataukah/apakah لَهُمْ lahum bagi mereka إِلَـٰهٌ ilāhun Tuhan غَيْرُ ghayru selain ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah سُبْحَـٰنَ sub'ḥāna Maha Suci ٱللَّهِ l-lahi Allah عَمَّا ʿammā dari apa yang يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka persekutukan
Ataukah mereka mempunyai tuhan selain Allah. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
وَإِن wa-in dan jika يَرَوْا۟ yaraw mereka melihat كِسْفًۭا kis'fan sepotong/sebagian مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit سَاقِطًۭا sāqiṭan jatuh يَقُولُوا۟ yaqūlū mereka mengatakan سَحَابٌۭ saḥābun awan مَّرْكُومٌۭ markūmun bertumpuk-tumpuk
Jika mereka melihat sebagian dari langit gugur, mereka akan mengatakan, "Itu adalah awan yang bertindih-tindih".
فَذَرْهُمْ fadharhum maka biarkanlah mereka حَتَّىٰ ḥattā sehingga يُلَـٰقُوا۟ yulāqū mereka menemui يَوْمَهُمُ yawmahumu hari mereka ٱلَّذِى alladhī yang فِيهِ fīhi pada hari itu يُصْعَقُونَ yuṣ'ʿaqūna mereka dibinasakan
Maka biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka yang pada hari itu mereka dibinasakan,
يَوْمَ yawma hari لَا lā tidak يُغْنِى yugh'nī berguna عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka كَيْدُهُمْ kayduhum tipu daya mereka شَيْـًۭٔا shayan sedikit pun وَلَا walā dan tidaklah هُمْ hum mereka يُنصَرُونَ yunṣarūna mereka di tolong
(yaitu) hari ketika tidak berguna bagi mereka sedikit pun tipu daya mereka dan mereka tidak ditolong.
وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū zallim عَذَابًۭا ʿadhāban azab دُونَ dūna selain ذَٰلِكَ dhālika demikian itu/dari itu وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang zalim ada azab selain itu1. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
وَٱصْبِرْ wa-iṣ'bir dan bersabarlah لِحُكْمِ liḥuk'mi pada ketetapan رَبِّكَ rabbika Tuhanmu فَإِنَّكَ fa-innaka maka sesungguhnya kamu بِأَعْيُنِنَا ۖ bi-aʿyuninā pada pengawasan Kami وَسَبِّحْ wasabbiḥ dan bertasbihlah بِحَمْدِ biḥamdi dengan memuji رَبِّكَ rabbika Tuhanmu حِينَ ḥīna ketika تَقُومُ taqūmu kamu berdiri/bangun
Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhan-mu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhan-mu ketika kamu bangun berdiri,
وَمِنَ wamina dan dari ٱلَّيْلِ al-layli malam فَسَبِّحْهُ fasabbiḥ'hu maka bertasbihlah وَإِدْبَـٰرَ wa-id'bāra dan dibelakang/terbenam ٱلنُّجُومِ l-nujūmi bintang-bintang
dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar)1.