النجم
An-Najm
Bintang Makkiyah
Memuat audio qari…
وَٱلنَّجْمِ wal-najmi demi bintang إِذَا idhā apabila هَوَىٰ hawā terbenam
Demi bintang ketika terbenam,
مَا mā tidak ضَلَّ ḍalla sesat صَاحِبُكُمْ ṣāḥibukum kawanmu وَمَا wamā dan tidak غَوَىٰ ghawā keliru/sesat
kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru,
وَمَا wamā dan tidak يَنطِقُ yanṭiqu dia mengucap/berkata عَنِ ʿani dari ٱلْهَوَىٰٓ l-hawā hawa nafsu
dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur`ān) menurut kemauan hawa nafsunya.
إِنْ in tidak lain هُوَ huwa dia إِلَّا illā kecuali وَحْىٌۭ waḥyun wahyu يُوحَىٰ yūḥā diwahyukan
Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya),
عَلَّمَهُۥ ʿallamahu mengajarkan kepadanya شَدِيدُ shadīdu sangat ٱلْقُوَىٰ l-quwā kuat
yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat,
ذُو dhū mempunyai مِرَّةٍۢ mirratin kekuatan/kecerdasan فَٱسْتَوَىٰ fa-is'tawā lalu dia cukup sempurna
yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli,
وَهُوَ wahuwa dan dia بِٱلْأُفُقِ bil-ufuqi di ufuk ٱلْأَعْلَىٰ l-aʿlā yang tinggi
sedang dia berada di ufuk yang tinggi.
ثُمَّ thumma kemudian دَنَا danā dia mendekat فَتَدَلَّىٰ fatadallā lalu dia turun
Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi,
فَكَانَ fakāna maka adalah dia قَابَ qāba ukuran/jarak قَوْسَيْنِ qawsayni dua busur panah أَوْ aw atau أَدْنَىٰ adnā lebih dekat
maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).
فَأَوْحَىٰٓ fa-awḥā maka Dia mewahyukan إِلَىٰ ilā kepada عَبْدِهِۦ ʿabdihi hamba-Nya مَآ mā apa yang أَوْحَىٰ awḥā Dia wahyukan
Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan.
مَا mā tidak كَذَبَ kadhaba mendustakan ٱلْفُؤَادُ l-fuādu hati itu مَا mā apa رَأَىٰٓ raā dia lihat
Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya1.
أَفَتُمَـٰرُونَهُۥ afatumārūnahu apakah maka kamu membantahnya عَلَىٰ ʿalā atas مَا mā apa yang يَرَىٰ yarā dia lihat
Maka apakah kamu (musyrikin Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya?
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya رَءَاهُ raāhu dia telah melihatnya نَزْلَةً nazlatan satu kali turun أُخْرَىٰ ukh'rā yang lain
Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,
عِندَ ʿinda di sisi سِدْرَةِ sid'rati Sidratil ٱلْمُنتَهَىٰ l-muntahā Muntaha
(yaitu) di Sidratul Muntaha1.
عِندَهَا ʿindahā di sisinya جَنَّةُ jannatu surga ٱلْمَأْوَىٰٓ l-mawā tempat tinggal
Di dekatnya ada surga tempat tinggal,
إِذْ idh ketika يَغْشَى yaghshā meliputi ٱلسِّدْرَةَ l-sid'rata Sidratil مَا mā apa/sesuatu يَغْشَىٰ yaghshā yang meliputi
(Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.
مَا mā tidak زَاغَ zāgha berpaling ٱلْبَصَرُ l-baṣaru penglihatan وَمَا wamā dan tidak طَغَىٰ ṭaghā melampaui batas
Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.
لَقَدْ laqad sesungguhnya رَأَىٰ raā dia telah melihat مِنْ min dari/sebagian ءَايَـٰتِ āyāti tanda-tanda رَبِّهِ rabbihi Tuhannya ٱلْكُبْرَىٰٓ l-kub'rā paling besar
Sesungguhnya dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhan-nya yang paling besar.
أَفَرَءَيْتُمُ afara-aytumu apakah maka kamu perhatikan ٱللَّـٰتَ l-lāta Al Lata وَٱلْعُزَّىٰ wal-ʿuzā dan Al 'Uzza
Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap Al-Lāta dan Al-ʻUzzā,
وَمَنَوٰةَ wamanata dan Manah ٱلثَّالِثَةَ l-thālithata yang ketiga ٱلْأُخْرَىٰٓ l-ukh'rā yang lain/hina
dan Manāh yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)1?
أَلَكُمُ alakumu apakah bagimu ٱلذَّكَرُ l-dhakaru laki-laki وَلَهُ walahu dan bagi-Nya ٱلْأُنثَىٰ l-unthā perempuan
Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan?
تِلْكَ til'ka itu إِذًۭا idhan jika demikian قِسْمَةٌۭ qis'matun pembagian ضِيزَىٰٓ ḍīzā tidak adil
Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil.
إِنْ in tidak lain هِىَ hiya dia إِلَّآ illā kecuali أَسْمَآءٌۭ asmāon nama-nama سَمَّيْتُمُوهَآ sammaytumūhā kamu menamainya أَنتُمْ antum kamu وَءَابَآؤُكُم waābāukum dan bapak-bapakmu مَّآ mā tidak أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah بِهَا bihā dengannya مِن min dari سُلْطَـٰنٍ ۚ sul'ṭānin kekuasaan إِن in tidak lain يَتَّبِعُونَ yattabiʿūna mereka mengikuti إِلَّا illā kecuali ٱلظَّنَّ l-ẓana sangkaan وَمَا wamā dan apa yang تَهْوَى tahwā menginginkan ٱلْأَنفُسُ ۖ l-anfusu hawa nafsu وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya جَآءَهُم jāahum telah datang kepada mereka مِّن min dari رَّبِّهِمُ rabbihimu Tuhan mereka ٱلْهُدَىٰٓ l-hudā petunjuk
Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengadakannya; Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun untuk (menyembah)nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka.
أَمْ am ataukah/apakah لِلْإِنسَـٰنِ lil'insāni bagi manusia مَا mā apa yang تَمَنَّىٰ tamannā ia inginkan
Atau apakah manusia akan mendapat segala yang dicita-citakannya?
فَلِلَّهِ falillahi maka kepunyaan Allah ٱلْـَٔاخِرَةُ l-ākhiratu kehidupan akhirat وَٱلْأُولَىٰ wal-ūlā dan kehidupan dunia
(Tidak), maka hanya bagi Allah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia.
۞ وَكَم wakam dan berapa banyak مِّن min dari مَّلَكٍۢ malakin malaikat فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) لَا lā tidak تُغْنِى tugh'nī berguna شَفَـٰعَتُهُمْ shafāʿatuhum pertolongan mereka شَيْـًٔا shayan sedikitpun إِلَّا illā kecuali مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah أَن an bahwa يَأْذَنَ yadhana memberi izin ٱللَّهُ l-lahu Allah لِمَن liman bagi siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيَرْضَىٰٓ wayarḍā dan Dia ridhai
Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafaat mereka sedikit pun tidak berguna, kecuali sesudah Allah mengijinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridai-(Nya).
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati kepada akhirat لَيُسَمُّونَ layusammūna sungguh mereka menamakan ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ l-malāikata malaikat تَسْمِيَةَ tasmiyata nama ٱلْأُنثَىٰ l-unthā perempuan
Sesungguhnya orang-orang yang tiada beriman kepada kehidupan akhirat, mereka benar-benar menamakan malaikat itu dengan nama perempuan.
وَمَا wamā dan tidak لَهُم lahum mereka mempunyai بِهِۦ bihi dengannya مِنْ min dari عِلْمٍ ۖ ʿil'min pengetahuan إِن in tidak lain يَتَّبِعُونَ yattabiʿūna mereka mengikuti إِلَّا illā kecuali ٱلظَّنَّ ۖ l-ẓana sangkaan وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱلظَّنَّ l-ẓana sankaan لَا lā tidak يُغْنِى yugh'nī berguna مِنَ mina dari ٱلْحَقِّ l-ḥaqi kebenaran شَيْـًۭٔا shayan sedikitpun
Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuan pun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran.
فَأَعْرِضْ fa-aʿriḍ maka berpalinglah عَن ʿan dari مَّن man siapa yang تَوَلَّىٰ tawallā dia berpaling عَن ʿan dari ذِكْرِنَا dhik'rinā mengingat Kami وَلَمْ walam dan tidak يُرِدْ yurid dia menghendaki إِلَّا illā kecuali ٱلْحَيَوٰةَ l-ḥayata kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia
Maka berpalinglah, (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan tidak mengingini kecuali kehidupan duniawi.
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu مَبْلَغُهُم mablaghuhum kesudahan mereka مِّنَ mina dari ٱلْعِلْمِ ۚ l-ʿil'mi penegtahuan إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu هُوَ huwa Dia أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَن biman kepada siapa ضَلَّ ḍalla dia tersesat عَن ʿan dari سَبِيلِهِۦ sabīlihi jalan-Nya وَهُوَ wahuwa dan Dia أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَنِ bimani kepada siapa ٱهْتَدَىٰ ih'tadā mendapat petunjuk
Itulah sejauh-jauh pengetahuan mereka. Sesungguhnya Tuhan-mu, Dia-lah yang paling mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pulalah yang paling mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.
وَلِلَّهِ walillahi dan kepunyaan Allah مَا mā apa yang فِى fī ada di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa yang فِى fī ada di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi لِيَجْزِىَ liyajziya Dia akan memberi balasan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَسَـٰٓـُٔوا۟ asāū mereka berbuat jahat بِمَا bimā terhadap apa عَمِلُوا۟ ʿamilū mereka kerjakan وَيَجْزِىَ wayajziya dan dia akan memberi balasan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَحْسَنُوا۟ aḥsanū mereka berbuat baik بِٱلْحُسْنَى bil-ḥus'nā denganyang lebih baik
Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَجْتَنِبُونَ yajtanibūna mereka menjauhi كَبَـٰٓئِرَ kabāira besar ٱلْإِثْمِ l-ith'mi dosa وَٱلْفَوَٰحِشَ wal-fawāḥisha dan perbuatan keji إِلَّا illā kecuali ٱللَّمَمَ ۚ l-lamama teringat sepintas lalu إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu وَٰسِعُ wāsiʿu Maha Luas ٱلْمَغْفِرَةِ ۚ l-maghfirati ampunan هُوَ huwa Dia أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِكُمْ bikum dengan/untuk kalian إِذْ idh ketika أَنشَأَكُم ansha-akum Dia menjadikan kamu مِّنَ mina dari ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَإِذْ wa-idh dan ketika أَنتُمْ antum kamu أَجِنَّةٌۭ ajinnatun janin فِى fī dalam بُطُونِ buṭūni perut أُمَّهَـٰتِكُمْ ۖ ummahātikum ibu-ibu kamu فَلَا falā maka jangan تُزَكُّوٓا۟ tuzakkū kamu menganggap suci أَنفُسَكُمْ ۖ anfusakum diri kalian sendiri هُوَ huwa Dia أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَنِ bimani dengan siapa ٱتَّقَىٰٓ ittaqā yang bertakwa
(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhan-mu maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dia-lah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.
أَفَرَءَيْتَ afara-ayta maka apakah kamu memperhatikan ٱلَّذِى alladhī orang yang تَوَلَّىٰ tawallā dia berpaling
Maka apakah kamu melihat orang yang berpaling (dari Al-Qur`ān)?
وَأَعْطَىٰ wa-aʿṭā dan Dia memberi قَلِيلًۭا qalīlan sedikit وَأَكْدَىٰٓ wa-akdā dan Dia menahan/tidak memberi
Serta memberi sedikit dan tidak mau memberi lagi?
أَعِندَهُۥ aʿindahu apakah di sisi عِلْمُ ʿil'mu pengetahuan ٱلْغَيْبِ l-ghaybi gaib فَهُوَ fahuwa maka dia يَرَىٰٓ yarā dia melihat
Apakah dia mempunyai pengetahuan tentang yang gaib, sehingga dia mengetahui (apa yang dikatakan)?
أَمْ am ataukah/apakah لَمْ lam belum يُنَبَّأْ yunabba diberitakan dia بِمَا bimā dengan apa فِى fī dalam صُحُفِ ṣuḥufi lembaran-lembaran مُوسَىٰ mūsā Musa
Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa?
وَإِبْرَٰهِيمَ wa-ib'rāhīma dan Ibrahim ٱلَّذِى alladhī yang وَفَّىٰٓ waffā dia sempurnakan
dan lembaran-lembaran Ibrāhīm yang selalu menyempurnakan janji?
أَلَّا allā bahwa tidak تَزِرُ taziru kamu memikul dosa وَازِرَةٌۭ wāziratun orang yang berdosa وِزْرَ wiz'ra beban/dosa أُخْرَىٰ ukh'rā orang lain
(yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,
وَأَن wa-an dan bahwa لَّيْسَ laysa tidak لِلْإِنسَـٰنِ lil'insāni bagi manusia إِلَّا illā kecuali مَا mā apa yang سَعَىٰ saʿā ia usahakan
dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,
وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya سَعْيَهُۥ saʿyahu usahanya سَوْفَ sawfa kelak يُرَىٰ yurā diperlihatkan
dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).
ثُمَّ thumma kemudian يُجْزَىٰهُ yuj'zāhu diberi balasan kepadanya ٱلْجَزَآءَ l-jazāa balasan ٱلْأَوْفَىٰ l-awfā cukup/sempurna
Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna,
وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya إِلَىٰ ilā kepada رَبِّكَ rabbika Tuhanmu ٱلْمُنتَهَىٰ l-muntahā akhir tujuan
dan bahwasanya kepada Tuhan-mulah kesudahan (segala sesuatu),
وَأَنَّهُۥ wa-annahu dan bahwasanya هُوَ huwa Dia أَضْحَكَ aḍḥaka menjadikan ia tertawa وَأَبْكَىٰ wa-abkā dan menjadikan ia menangis
dan bahwasanya Dia-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis,
وَأَنَّهُۥ wa-annahu dan bahwasanya هُوَ huwa Dia أَمَاتَ amāta mematikan وَأَحْيَا wa-aḥyā dan menghidupkan
dan bahwasanya Dia-lah yang mematikan dan menghidupkan,
وَأَنَّهُۥ wa-annahu dan bahwasanya خَلَقَ khalaqa Dia menciptakan ٱلزَّوْجَيْنِ l-zawjayni berpasangan ٱلذَّكَرَ l-dhakara laki-laki وَٱلْأُنثَىٰ wal-unthā dan perempuan
dan bahwasanya Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan.
مِن min dari نُّطْفَةٍ nuṭ'fatin air mani إِذَا idhā apabila تُمْنَىٰ tum'nā dipancarkan
dari air mani, apabila dipancarkan.
وَأَنَّ wa-anna dan bahwasanya عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya ٱلنَّشْأَةَ l-nashata kejadian ٱلْأُخْرَىٰ l-ukh'rā yang lain
Dan bahwasanya Dia-lah yang menetapkan kejadian yang lain (kebangkitan sesudah mati),
وَأَنَّهُۥ wa-annahu dan bahwasanya هُوَ huwa Dia أَغْنَىٰ aghnā memberikan kekayaan وَأَقْنَىٰ wa-aqnā dan memberikan kecukupan
dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan,
وَأَنَّهُۥ wa-annahu dan bahwasanya هُوَ huwa dia رَبُّ rabbu Tuhan ٱلشِّعْرَىٰ l-shiʿ'rā bintang syi'ra
dan bahwasanya Dia-lah Tuhan (yang memiliki) bintang Syiʻrā1,
وَأَنَّهُۥٓ wa-annahu dan bahwasanya أَهْلَكَ ahlaka Dia telah membinasakan عَادًا ʿādan kaum'Ad ٱلْأُولَىٰ l-ūlā dahulu
dan bahwasanya Dia telah membinasakan kaum ʻĀd yang pertama,
وَثَمُودَا۟ wathamūdā dan kaum Tsamud فَمَآ famā maka tidak أَبْقَىٰ abqā Dia tertinggal
dan kaum Ṡamūd. Maka tidak seorang pun yang ditinggalkan-Nya (hidup).
وَقَوْمَ waqawma dan kaum نُوحٍۢ nūḥin Nuh مِّن min dari قَبْلُ ۖ qablu sebelum itu إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka هُمْ hum mereka أَظْلَمَ aẓlama lebih zalim وَأَطْغَىٰ wa-aṭghā dan lebih durhaka
Dan kaum Nūḥ sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang paling zalim dan paling durhaka,
وَٱلْمُؤْتَفِكَةَ wal-mu'tafikata dan Mu'tafikah أَهْوَىٰ ahwā Dia hancurkan
dan negeri-negeri kaum Lūṭ yang telah dihancurkan Allah1,
فَغَشَّىٰهَا faghashāhā maka Dia menutupinya مَا mā apa(azab) غَشَّىٰ ghashā menutupi/menimpa
lalu Allah menimpakan atas negeri itu azab besar yang menimpanya.
فَبِأَىِّ fabi-ayyi maka terhadap ءَالَآءِ ālāi atas رَبِّكَ rabbika Tuhanmu تَتَمَارَىٰ tatamārā ragu
Maka terhadap nikmat Tuhan-mu yang manakah kamu ragu-ragu?
هَـٰذَا hādhā Ini نَذِيرٌۭ nadhīrun pemberi peringatan مِّنَ mina dari ٱلنُّذُرِ l-nudhuri antara pemberi peringatan ٱلْأُولَىٰٓ l-ūlā terdahulu
Ini (Muhammad) adalah seorang pemberi peringatan di antara pemberi-pemberi peringatan yang terdahulu.
أَزِفَتِ azifati telah dekat ٱلْـَٔازِفَةُ l-āzifatu kiamat
Telah dekat terjadinya hari kiamat.
لَيْسَ laysa tidak لَهَا lahā padanya مِن min dari دُونِ dūni sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah كَاشِفَةٌ kāshifatun menyatakan
Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah.
أَفَمِنْ afamin maka apakah هَـٰذَا hādhā ini ٱلْحَدِيثِ l-ḥadīthi pemberitaan تَعْجَبُونَ taʿjabūna kamu heran
Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?
وَتَضْحَكُونَ wataḍḥakūna dan kamu mentertawakan وَلَا walā dan tidak تَبْكُونَ tabkūna menangis
Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis?
وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian سَـٰمِدُونَ sāmidūna melengahkan
Sedang kamu melengahkan(nya)?
فَٱسْجُدُوا۟ fa-us'judū maka bersujudlah لِلَّهِ lillahi kepada Allah وَٱعْبُدُوا۟ ۩ wa-uʿ'budū dan sembahlah (Dia)
Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).