الواقعة
Al-Waqi'ah
Hari Kiamat Makkiyah
Memuat audio qari…
إِذَا idhā apabila وَقَعَتِ waqaʿati jatuh/terjadi ٱلْوَاقِعَةُ l-wāqiʿatu kejadian/peristiwa yang besar
Apabila terjadi hari kiamat,
لَيْسَ laysa tidak لِوَقْعَتِهَا liwaqʿatihā bagi/tentang terjadinya كَاذِبَةٌ kādhibatun seseorang yang mendustakan
terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal).
خَافِضَةٌۭ khāfiḍatun yang merendahkan رَّافِعَةٌ rāfiʿatun yang meninggikan
(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain),
إِذَا idhā apabila رُجَّتِ rujjati digoncangkan ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi رَجًّۭا rajjan goncangan yang keras
apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya,
وَبُسَّتِ wabussati dan dihancurkan ٱلْجِبَالُ l-jibālu gunung-gunung بَسًّۭا bassan sehancur-hancurnya
dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya,
فَكَانَتْ fakānat dan adalah/jadilah ia هَبَآءًۭ habāan debu مُّنۢبَثًّۭا munbathan berterbangan
maka jadilah ia debu yang beterbangan,
وَكُنتُمْ wakuntum dan kalian أَزْوَٰجًۭا azwājan pasangan/golongan ثَلَـٰثَةًۭ thalāthatan tiga
dan kamu menjadi tiga golongan.
فَأَصْحَـٰبُ fa-aṣḥābu maka kaum/golongan ٱلْمَيْمَنَةِ l-maymanati kanan مَآ mā apa/siapa أَصْحَـٰبُ aṣḥābu kaum/golongan ٱلْمَيْمَنَةِ l-maymanati kanan
Yaitu golongan kanan1. Alangkah mulianya golongan kanan itu.
وَأَصْحَـٰبُ wa-aṣḥābu dan kaum/golongan ٱلْمَشْـَٔمَةِ l-mashamati celaka/kiri مَآ mā apa/siapa أَصْحَـٰبُ aṣḥābu kaum/golongan ٱلْمَشْـَٔمَةِ l-mashamati kiri
Dan golongan kiri1. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
وَٱلسَّـٰبِقُونَ wal-sābiqūna dan orang-orang terdahulu ٱلسَّـٰبِقُونَ l-sābiqūna orang-orang terdahulu
Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk surga).
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah ٱلْمُقَرَّبُونَ l-muqarabūna orang-orang yang dekat
Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah).
فِى fī pada جَنَّـٰتِ jannāti surga/taman ٱلنَّعِيمِ l-naʿīmi kenikmatan
Berada dalam surga kenikmatan.
ثُلَّةٌۭ thullatun rombongan/golongan besar مِّنَ mina dari ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang pertama/dahulu
Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
وَقَلِيلٌۭ waqalīlun dan sedikit مِّنَ mina dari ٱلْـَٔاخِرِينَ l-ākhirīna orang-orang kemudian
dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian1.
عَلَىٰ ʿalā di atas سُرُرٍۢ sururin divan مَّوْضُونَةٍۢ mawḍūnatin tersulam/bertahtakan emas permata
Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata,
مُّتَّكِـِٔينَ muttakiīna mereka bersandar عَلَيْهَا ʿalayhā diatasnya مُتَقَـٰبِلِينَ mutaqābilīna mereka berhadap-hadapan
seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan.
يَطُوفُ yaṭūfu mengelilingi عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وِلْدَٰنٌۭ wil'dānun anak-anak muda مُّخَلَّدُونَ mukhalladūna kekal/tetap
Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,
بِأَكْوَابٍۢ bi-akwābin dengan cangkir-cangkir وَأَبَارِيقَ wa-abārīqa dan cerek-cerek وَكَأْسٍۢ wakasin dan piala-piala مِّن min dari مَّعِينٍۢ maʿīnin mata air
dengan membawa gelas, cerek, dan seloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir,
لَّا lā tidak يُصَدَّعُونَ yuṣaddaʿūna mereka sakit kepala/pening عَنْهَا ʿanhā dari padanya/karenanya وَلَا walā dan tidak يُنزِفُونَ yunzifūna mereka mabuk
mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,
وَفَـٰكِهَةٍۢ wafākihatin dan buah-buahan مِّمَّا mimmā dari apa يَتَخَيَّرُونَ yatakhayyarūna mereka pilih
dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih,
وَلَحْمِ walaḥmi dan daging طَيْرٍۢ ṭayrin burung مِّمَّا mimmā dari apa يَشْتَهُونَ yashtahūna mereka inginkan
dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.
وَحُورٌ waḥūrun dan bidadari عِينٌۭ ʿīnun bermata jeli
Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli,
كَأَمْثَـٰلِ ka-amthāli seperti/laksana ٱللُّؤْلُؤِ l-lu'lu-i mutiara ٱلْمَكْنُونِ l-maknūni tersimpan baik
laksana mutiara yang tersimpan baik.
جَزَآءًۢ jazāan balasan بِمَا bimā bagi apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka telah kerjakan
Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.
لَا lā tidak يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mereka mendengar فِيهَا fīhā didalamnya لَغْوًۭا laghwan sia-sia وَلَا walā dan tidak تَأْثِيمًا tathīman menimbulkan dosa
Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa,
إِلَّا illā kecuali قِيلًۭا qīlan perkataan سَلَـٰمًۭا salāman selamat/sejahtera سَلَـٰمًۭا salāman selamat/sejahtera
akan tetapi mereka mendengar ucapan salam.
وَأَصْحَـٰبُ wa-aṣḥābu dan kaum/golongan ٱلْيَمِينِ l-yamīni kanan مَآ mā apa/siapa أَصْحَـٰبُ aṣḥābu kaum/golongan ٱلْيَمِينِ l-yamīni kanan
Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu.
فِى fī pada سِدْرٍۢ sid'rin pohon bidara مَّخْضُودٍۢ makhḍūdin tidak berduri
Berada di antara pohon bidara yang tak berduri,
وَطَلْحٍۢ waṭalḥin dan pohon pisang مَّنضُودٍۢ manḍūdin bersusun-susun
dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),
وَظِلٍّۢ waẓillin dan naungan مَّمْدُودٍۢ mamdūdin memanjang/terbentang luas
dan naungan yang terbentang luas,
وَمَآءٍۢ wamāin dan air مَّسْكُوبٍۢ maskūbin tercurah
dan air yang tercurah,
وَفَـٰكِهَةٍۢ wafākihatin dan buah-buahan كَثِيرَةٍۢ kathīratin yang banyak
dan buah-buahan yang banyak,
لَّا lā tidak مَقْطُوعَةٍۢ maqṭūʿatin terputus وَلَا walā dan tidak مَمْنُوعَةٍۢ mamnūʿatin tercegah/terlarang
yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya,
وَفُرُشٍۢ wafurushin dan hamparan/kasur-kasur مَّرْفُوعَةٍ marfūʿatin ditinggikan/tebal empuk
dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.
إِنَّآ innā sesungguhnya Kami أَنشَأْنَـٰهُنَّ anshanāhunna Kami jadikan mereka إِنشَآءًۭ inshāan dengan kejadian
Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung1,
فَجَعَلْنَـٰهُنَّ fajaʿalnāhunna maka Kami jadikan mereka أَبْكَارًا abkāran gadis-gadis perawan
dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan,
عُرُبًا ʿuruban penuh cinta أَتْرَابًۭا atrāban sebaya
penuh cinta lagi sebaya umurnya,
لِّأَصْحَـٰبِ li-aṣḥābi untuk kaum/golongan ٱلْيَمِينِ l-yamīni kanan
(Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan,
ثُلَّةٌۭ thullatun rombongan/golongan besar مِّنَ mina dari ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang pertama/terdahulu
(yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
وَثُلَّةٌۭ wathullatun rombongan/golongan besar مِّنَ mina dari ٱلْـَٔاخِرِينَ l-ākhirīna orang-orang kemudian
dan segolongan besar pula dari orang yang kemudian.
وَأَصْحَـٰبُ wa-aṣḥābu dan kaum/golongan ٱلشِّمَالِ l-shimāli kiri مَآ mā apa/siapa أَصْحَـٰبُ aṣḥābu kaum/golongan ٱلشِّمَالِ l-shimāli kiri
Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu.
فِى fī pada سَمُومٍۢ samūmin angin amat panas وَحَمِيمٍۢ waḥamīmin dan air yang sangat mendidih
Dalam (siksaan) angin yang amat panas dan air yang panas yang mendidih,
وَظِلٍّۢ waẓillin dan naungan مِّن min dari يَحْمُومٍۢ yaḥmūmin asap hitam
dan dalam naungan asap yang hitam.
لَّا lā tidak بَارِدٍۢ bāridin sejuk وَلَا walā dan tidak كَرِيمٍ karīmin enak/menyenangkan
Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.
إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka قَبْلَ qabla sebelum ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu مُتْرَفِينَ mut'rafīna dalam kesenangan/kemewahan
Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah.
وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka يُصِرُّونَ yuṣirrūna mereka tetap/terus-menerus عَلَى ʿalā atas ٱلْحِنثِ l-ḥinthi pelanggaran/dosa ٱلْعَظِيمِ l-ʿaẓīmi yang besar
Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar.
وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan أَئِذَا a-idhā apakah apabila مِتْنَا mit'nā kami telah mati وَكُنَّا wakunnā dan kami adalah/menjadi تُرَابًۭا turāban tanah وَعِظَـٰمًا waʿiẓāman dan tulang-belulang أَءِنَّا a-innā apakah sesungguhnya kami لَمَبْعُوثُونَ lamabʿūthūna sungguh akan dibangkitkan
Dan mereka selalu mengatakan, "Apakah apabila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?
أَوَءَابَآؤُنَا awaābāunā nenek moyang kita? ٱلْأَوَّلُونَ l-awalūna terdahulu
Apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (dibangkitkan pula)?"
قُلْ qul katakanlah إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang terdahulu وَٱلْـَٔاخِرِينَ wal-ākhirīna dan orang-orang yang kemudian
Katakanlah, "Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang kemudian,
لَمَجْمُوعُونَ lamajmūʿūna sungguh mereka dikumpulkan إِلَىٰ ilā atas مِيقَـٰتِ mīqāti waktu-waktu tertentu يَوْمٍۢ yawmin hari مَّعْلُومٍۢ maʿlūmin diketahui/ditentukan
benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal.
ثُمَّ thumma kemudian إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian أَيُّهَا ayyuhā hai ٱلضَّآلُّونَ l-ḍālūna orang-orang yang sesat ٱلْمُكَذِّبُونَ l-mukadhibūna orang-orang pendusta
Kemudian sesungguhnya kamu, hai orang yang sesat lagi mendustakan,
لَـَٔاكِلُونَ laākilūna pasti memakan مِن min dari شَجَرٍۢ shajarin pohon مِّن min dari زَقُّومٍۢ zaqqūmin zaqqum
benar-benar akan memakan pohon zakum,
فَمَالِـُٔونَ famāliūna maka menjadi penuh مِنْهَا min'hā dari padanya ٱلْبُطُونَ l-buṭūna perut-perut
dan akan memenuhi perutmu dengannya.
فَشَـٰرِبُونَ fashāribūna maka akan meminum عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya مِنَ mina dari ٱلْحَمِيمِ l-ḥamīmi air panas yang mendidih
Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.
فَشَـٰرِبُونَ fashāribūna maka akan meminum شُرْبَ shur'ba minuman ٱلْهِيمِ l-hīmi unta
Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum.
هَـٰذَا hādhā inilah نُزُلُهُمْ nuzuluhum pemberian/hidangan mereka يَوْمَ yawma hari ٱلدِّينِ l-dīni pembalasan
Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan".
نَحْنُ naḥnu Kami خَلَقْنَـٰكُمْ khalaqnākum Kami menciptakan kamu فَلَوْلَا falawlā maka mengapa tidak تُصَدِّقُونَ tuṣaddiqūna kamu membenarkan
Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan (hari berbangkit)?
أَفَرَءَيْتُم afara-aytum maka apakah kamu perhatikan مَّا mā apa تُمْنُونَ tum'nūna kamu tumpahkan/pancarkan
Maka terangkanlah kepada-Ku tentang nutfah yang kamu pancarkan.
ءَأَنتُمْ a-antum apakah kamu تَخْلُقُونَهُۥٓ takhluqūnahu kamu menciptakannya أَمْ am atau نَحْنُ naḥnu Kami ٱلْخَـٰلِقُونَ l-khāliqūna yang menciptakannya
Kamukah yang menciptakannya, atau Kami-kah yang menciptakannya?
نَحْنُ naḥnu Kami قَدَّرْنَا qaddarnā Kami telah menentukan بَيْنَكُمُ baynakumu diantara kamu ٱلْمَوْتَ l-mawta kematian وَمَا wamā dan tidaklah نَحْنُ naḥnu Kami بِمَسْبُوقِينَ bimasbūqīna dengan dikalahkan
Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-kali tidak akan dapat dikalahkan,
عَلَىٰٓ ʿalā atas أَن an bahwa نُّبَدِّلَ nubaddila menggantikan أَمْثَـٰلَكُمْ amthālakum yang serupa kamu وَنُنشِئَكُمْ wanunshi-akum dan menciptakan kamu فِى fī pada مَا mā apa لَا lā tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya عَلِمْتُمُ ʿalim'tumu kamu telah mengetahui ٱلنَّشْأَةَ l-nashata penciptaan ٱلْأُولَىٰ l-ūlā pertama فَلَوْلَا falawlā maka mengapa tidak تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu ingat/mengambil pelajaran
Dan Sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan yang pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran (untuk penciptaan yang kedua)?
أَفَرَءَيْتُم afara-aytum maka apakah kamu perhatikan مَّا mā apa تَحْرُثُونَ taḥruthūna kamu tanam
Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam?
ءَأَنتُمْ a-antum apakah kamu تَزْرَعُونَهُۥٓ tazraʿūnahu kamu menanamnya أَمْ am atau نَحْنُ naḥnu Kami ٱلزَّٰرِعُونَ l-zāriʿūna penanam(nya)
Kamukah yang menumbuhkannya atau Kami-kah yang menumbuhkannya?
لَوْ law jika نَشَآءُ nashāu Kami menghendaki لَجَعَلْنَـٰهُ lajaʿalnāhu niscaya Kami jadikan dia حُطَـٰمًۭا ḥuṭāman hancur/kering فَظَلْتُمْ faẓaltum maka jadilah kamu تَفَكَّهُونَ tafakkahūna kamu meratap/menyesal
Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia kering dan hancur; maka jadilah kamu heran tercengang.
إِنَّا innā sesungguhnya kami لَمُغْرَمُونَ lamugh'ramūna sungguh yang menanggung hutang
(Sambil berkata), "Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian,
بَلْ bal bahkan نَحْنُ naḥnu kami مَحْرُومُونَ maḥrūmūna orang yang tidak berusaha
bahkan kami menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa."
أَفَرَءَيْتُمُ afara-aytumu maka apakah kamu memperhatikan ٱلْمَآءَ l-māa air ٱلَّذِى alladhī yang تَشْرَبُونَ tashrabūna kamu minum
Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum.
ءَأَنتُمْ a-antum apakah kamu أَنزَلْتُمُوهُ anzaltumūhu kamu menurunkannya مِنَ mina dari ٱلْمُزْنِ l-muz'ni mendung/awan أَمْ am atau نَحْنُ naḥnu Kami ٱلْمُنزِلُونَ l-munzilūna yang menurunkan
Kamukah yang menurunkannya dari awan atau Kami-kah yang menurunkannya?
لَوْ law jika نَشَآءُ nashāu Kami menghendaki جَعَلْنَـٰهُ jaʿalnāhu Kami jadikannya أُجَاجًۭا ujājan asin فَلَوْلَا falawlā maka mengapa tidak تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur
Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?
أَفَرَءَيْتُمُ afara-aytumu maka apakah kamu memperhatikan ٱلنَّارَ l-nāra api ٱلَّتِى allatī yang تُورُونَ tūrūna kamu nyalakan
Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dari gosokan-gosokan kayu).
ءَأَنتُمْ a-antum apakah kamu أَنشَأْتُمْ anshatum kamu menumbuhkan شَجَرَتَهَآ shajaratahā kayunya أَمْ am atau نَحْنُ naḥnu Kami ٱلْمُنشِـُٔونَ l-munshiūna yang menumbuhkannya
Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kami-kah yang menjadikannya?
نَحْنُ naḥnu Kami جَعَلْنَـٰهَا jaʿalnāhā Kami menjadikannya تَذْكِرَةًۭ tadhkiratan peringatan/pengajaran وَمَتَـٰعًۭا wamatāʿan dan kesenangan/bahan yang berguna لِّلْمُقْوِينَ lil'muq'wīna bagi orang-orang yang musafir
Kami menjadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir.
فَسَبِّحْ fasabbiḥ maka bertasbihlah بِٱسْمِ bi-is'mi dengan nama رَبِّكَ rabbika Tuhanmu ٱلْعَظِيمِ l-ʿaẓīmi Maha Besar/Agung
Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhan-mu Yang Maha Besar.
۞ فَلَآ falā maka tidak أُقْسِمُ uq'simu aku bersumpah بِمَوَٰقِعِ bimawāqiʿi dengan tempat turun ٱلنُّجُومِ l-nujūmi bintang-bintang
Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang.
وَإِنَّهُۥ wa-innahu sesungguhnya ia لَقَسَمٌۭ laqasamun sungguh sumpah لَّوْ law jika تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui عَظِيمٌ ʿaẓīmun besar
Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui,
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia لَقُرْءَانٌۭ laqur'ānun sungguh Al Qur'an كَرِيمٌۭ karīmun yang mulia
Sesungguhnya Al-Qur`ān ini adalah bacaan yang sangat mulia,
فِى fī pada كِتَـٰبٍۢ kitābin kitab مَّكْنُونٍۢ maknūnin terpelihara baik
pada kitab yang terpelihara (Lawḥ Maḥfūẓ),
لَّا lā tidak يَمَسُّهُۥٓ yamassuhu menyentuhnya إِلَّا illā kecuali ٱلْمُطَهَّرُونَ l-muṭaharūna orang-orang yang disucikan
tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.
تَنزِيلٌۭ tanzīlun penurunan/diturunkan مِّن min dari رَّبِّ rabbi Tuhan/Pemelihara ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Diturunkan dari Tuhan semesta alam.
أَفَبِهَـٰذَا afabihādhā maka apakah dengan ini ٱلْحَدِيثِ l-ḥadīthi pembicaraan أَنتُم antum kamu مُّدْهِنُونَ mud'hinūna berpaling/menganggap remeh
Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Qur`ān ini?,
وَتَجْعَلُونَ watajʿalūna dan kamu menjadikan رِزْقَكُمْ riz'qakum rezki kamu أَنَّكُمْ annakum sesungguhnya kamu تُكَذِّبُونَ tukadhibūna kamu mendustakan
kamu (mengganti) rezeki (yang Allah berikan) dengan mendustakan (Allah).
فَلَوْلَآ falawlā mengapa tidak إِذَا idhā tatkala بَلَغَتِ balaghati telah sampai ٱلْحُلْقُومَ l-ḥul'qūma kerongkongan
Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,
وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian حِينَئِذٍۢ ḥīna-idhin ketika itu تَنظُرُونَ tanẓurūna kalian melihat
padahal kamu ketika itu melihat,
وَنَحْنُ wanaḥnu dan Kami أَقْرَبُ aqrabu lebih dekat إِلَيْهِ ilayhi kepadanya مِنكُمْ minkum dari pada kamu وَلَـٰكِن walākin tetapi لَّا lā tidak تُبْصِرُونَ tub'ṣirūna melihat
dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat,
فَلَوْلَآ falawlā maka mengapa tidak إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah غَيْرَ ghayra bukan/tidak مَدِينِينَ madīnīna menyerah pada kekuasaan/dikuasai
maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah),
تَرْجِعُونَهَآ tarjiʿūnahā kamu mengembalikan إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar
Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?
فَأَمَّآ fa-ammā maka adapun إِن in jika كَانَ kāna adalah مِنَ mina dari ٱلْمُقَرَّبِينَ l-muqarabīna orang yang didekatkan
adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang yang didekatkan (kepada Allah),
فَرَوْحٌۭ farawḥun maka kesenangan/ketentraman وَرَيْحَانٌۭ warayḥānun dan kepuasan وَجَنَّتُ wajannatu dan surga نَعِيمٍۢ naʿīmin kenikmatan
maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga kenikmatan.
وَأَمَّآ wa-ammā dan adapun إِن in bahwa كَانَ kāna adalah مِنْ min dari أَصْحَـٰبِ aṣḥābi kaum/golongan ٱلْيَمِينِ l-yamīni kanan
Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan,
فَسَلَـٰمٌۭ fasalāmun maka keselamatan لَّكَ laka bagimu مِنْ min dari أَصْحَـٰبِ aṣḥābi kaum/golongan ٱلْيَمِينِ l-yamīni kanan
maka keselamatanlah bagimu karena kamu dari golongan kanan.
وَأَمَّآ wa-ammā dan adapun إِن in jika كَانَ kāna dia adalah مِنَ mina dari ٱلْمُكَذِّبِينَ l-mukadhibīna orang-orang yang mendustakan ٱلضَّآلِّينَ l-ḍālīna orang-orang yang sesat
Dan adapun jika dia termasuk golongan yang mendustakan lagi sesat,
فَنُزُلٌۭ fanuzulun maka hidangan مِّنْ min dari حَمِيمٍۢ ḥamīmin air panas mendidih
maka dia mendapat hidangan air yang mendidih,
وَتَصْلِيَةُ wataṣliyatu dan dimasukkan جَحِيمٍ jaḥīmin neraka
dan dibakar di dalam neraka.
إِنَّ inna sesungguhnya ia هَـٰذَا hādhā ini لَهُوَ lahuwa sungguh ia حَقُّ ḥaqqu hak/benar ٱلْيَقِينِ l-yaqīni keyakinan
Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar.
فَسَبِّحْ fasabbiḥ maka bertasbihlah بِٱسْمِ bi-is'mi dengan nama رَبِّكَ rabbika Tuhanmu ٱلْعَظِيمِ l-ʿaẓīmi Maha Besar/Maha Agung
Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhan-mu yang Maha Besar.