المجادلة
Al-Mujadila
Wanita yang Menggugat Madaniyah
Memuat audio qari…
قَدْ qad sesungguhnya سَمِعَ samiʿa mendengar ٱللَّهُ l-lahu Allah قَوْلَ qawla perkataan ٱلَّتِى allatī yang (wanita) تُجَـٰدِلُكَ tujādiluka ia mengajukan gugatan kepadamu فِى fī pada/tentang زَوْجِهَا zawjihā suaminya/pasangannya وَتَشْتَكِىٓ watashtakī dan ia mengadukan إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَسْمَعُ yasmaʿu mendengar تَحَاوُرَكُمَآ ۚ taḥāwurakumā soal jawab kamu berdua إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah سَمِيعٌۢ samīʿun Maha Mendengar بَصِيرٌ baṣīrun Maha Melihat
Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang memajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat1.
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُظَـٰهِرُونَ yuẓāhirūna (mereka) menzihar مِنكُم minkum diantara kamu مِّن min dari نِّسَآئِهِم nisāihim istri-istri mereka مَّا mā tidak هُنَّ hunna mereka (istri-istri) أُمَّهَـٰتِهِمْ ۖ ummahātihim ibu-ibu mereka إِنْ in bahwa أُمَّهَـٰتُهُمْ ummahātuhum ibu mereka إِلَّا illā kecuali ٱلَّـٰٓـِٔى allāī yang (ibu-ibu) وَلَدْنَهُمْ ۚ waladnahum melahirkan mereka وَإِنَّهُمْ wa-innahum dan sesungguhnya mereka لَيَقُولُونَ layaqūlūna benar-benar mengatakan مُنكَرًۭا munkaran mungkar مِّنَ mina dari ٱلْقَوْلِ l-qawli perkataan وَزُورًۭا ۚ wazūran dan dusta وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَعَفُوٌّ laʿafuwwun benar-benar Maha Pemaaf غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun
Orang-orang yang men-ẓihār istrinya di antara kamu, (menganggap istrinya sebagai ibunya, padahal) tiadalah istri mereka itu ibu mereka. Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan yang mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يُظَـٰهِرُونَ yuẓāhirūna (mereka) menzhihar مِن min dari نِّسَآئِهِمْ nisāihim istri-istri mereka ثُمَّ thumma kemudian يَعُودُونَ yaʿūdūna mereka kembali لِمَا limā terhadap apa-apa قَالُوا۟ qālū mereka katakan/ucapkan فَتَحْرِيرُ fataḥrīru maka memerdekakan رَقَبَةٍۢ raqabatin seorang budak مِّن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa يَتَمَآسَّا ۚ yatamāssā keduanya bercampur ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu تُوعَظُونَ tūʿaẓūna kamu diajar بِهِۦ ۚ bihi dengannya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِمَا bimā terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan خَبِيرٌۭ khabīrun Maha Mengetahui
Orang-orang yang men-ẓihār istri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
فَمَن faman maka barang siapa لَّمْ lam tidak يَجِدْ yajid mendapatkan فَصِيَامُ faṣiyāmu maka berpuasalah شَهْرَيْنِ shahrayni dua bulan مُتَتَابِعَيْنِ mutatābiʿayni berturut-turut مِن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa يَتَمَآسَّا ۖ yatamāssā keduanya bercampur فَمَن faman maka barang siapa لَّمْ lam tidak يَسْتَطِعْ yastaṭiʿ kuasa فَإِطْعَامُ fa-iṭ'ʿāmu maka memberi makan سِتِّينَ sittīna enam puluh مِسْكِينًۭا ۚ mis'kīnan orang miskin ذَٰلِكَ dhālika demikian itu لِتُؤْمِنُوا۟ litu'minū supaya kamu beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَرَسُولِهِۦ ۚ warasūlihi dan rasulnya وَتِلْكَ watil'ka dan itulah حُدُودُ ḥudūdu batas/batas/hukum-hukum ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَلِلْكَـٰفِرِينَ walil'kāfirīna dan orang-orang kafir عَذَابٌ ʿadhābun azab أَلِيمٌ alīmun pedih
Barang siapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak kuasa (wajiblah atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang-orang kafir ada siksaan yang sangat pedih.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُحَآدُّونَ yuḥāddūna (mereka) menentang ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan rasulnya كُبِتُوا۟ kubitū mereka dihinakan كَمَا kamā sebagaimana كُبِتَ kubita dihinakan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ ۚ qablihim sebelum mereka وَقَدْ waqad dan sesungguhnya أَنزَلْنَآ anzalnā Kami menurunkan ءَايَـٰتٍۭ āyātin ayat-ayat بَيِّنَـٰتٍۢ ۚ bayyinātin jelas/nyata وَلِلْكَـٰفِرِينَ walil'kāfirīna dan bagi orang-orang kafir عَذَابٌۭ ʿadhābun azab مُّهِينٌۭ muhīnun menghinakan
Sesungguhnya orang-orang yang yang menentang Allah dan rasul-Nya pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang yang sebelum mereka telah mendapat kehinaan. Sesungguhnya Kami telah menurunkan bukti-bukti nyata. Dan bagi orang-orang kafir ada siksa yang menghinakan.
يَوْمَ yawma pada hari يَبْعَثُهُمُ yabʿathuhumu membangkitkan mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya فَيُنَبِّئُهُم fayunabbi-uhum lalu Dia memberi tahu mereka بِمَا bimā tentang apa-apa عَمِلُوٓا۟ ۚ ʿamilū mereka kerjakan أَحْصَىٰهُ aḥṣāhu menghitungnya ٱللَّهُ l-lahu Allah وَنَسُوهُ ۚ wanasūhu dan mereka melupakannya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli setiap/segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu شَهِيدٌ shahīdun Maha Menyaksikan
Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
أَلَمْ alam tidaklah تَرَ tara kamu lihat أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui مَا mā apa-apa فِى fī pada ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa-apa فِى fī pada ٱلْأَرْضِ ۖ l-arḍi bumi مَا mā tidak يَكُونُ yakūnu adalah مِن min dari نَّجْوَىٰ najwā pembicaraan rahasia ثَلَـٰثَةٍ thalāthatin tiga إِلَّا illā kecuali هُوَ huwa Dia رَابِعُهُمْ rābiʿuhum keempat mereka وَلَا walā dan tidak خَمْسَةٍ khamsatin kelima إِلَّا illā kecuali هُوَ huwa Dia سَادِسُهُمْ sādisuhum keenam mereka وَلَآ walā dan tidak أَدْنَىٰ adnā lebih kurang مِن min dari ذَٰلِكَ dhālika demikian itu وَلَآ walā dan tidak أَكْثَرَ akthara lebih banyak إِلَّا illā kecuali هُوَ huwa Dia مَعَهُمْ maʿahum bersama mereka أَيْنَ ayna dimana مَا mā apa كَانُوا۟ ۖ kānū adalah mereka ثُمَّ thumma kemudian يُنَبِّئُهُم yunabbi-uhum Dia memberitahukan kepada mereka بِمَا bimā tentang apa-apa عَمِلُوا۟ ʿamilū mereka telah kerjakan يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۚ l-qiyāmati kiamat إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بِكُلِّ bikulli dengan segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui
Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia-lah yang keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di mana pun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.
أَلَمْ alam tidaklah تَرَ tara kamu lihat إِلَى ilā atas ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang نُهُوا۟ nuhū (mereka) dilarang عَنِ ʿani dari ٱلنَّجْوَىٰ l-najwā pembicaraan rahasia ثُمَّ thumma kemudian يَعُودُونَ yaʿūdūna mereka kembali لِمَا limā kepada apa نُهُوا۟ nuhū mereka dilarang عَنْهُ ʿanhu dari padanya وَيَتَنَـٰجَوْنَ wayatanājawna dan mereka berbicara rahasia بِٱلْإِثْمِ bil-ith'mi untuk berbuat dosa وَٱلْعُدْوَٰنِ wal-ʿud'wāni dan permungsuhan وَمَعْصِيَتِ wamaʿṣiyati dan mendurhakai ٱلرَّسُولِ l-rasūli rasul وَإِذَا wa-idhā dan apabila جَآءُوكَ jāūka mereka datang kepadamu حَيَّوْكَ ḥayyawka mereka mengucapkan salam kehormatan kepadamu بِمَا bimā dengan apa-apa لَمْ lam tidak يُحَيِّكَ yuḥayyika menurut salam kehormatan kepadamu بِهِ bihi dengannya ٱللَّهُ l-lahu Allah وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka mengatakan فِىٓ fī pada أَنفُسِهِمْ anfusihim diri mereka sendiri لَوْلَا lawlā mengapa tidak يُعَذِّبُنَا yuʿadhibunā menyiksa kita ٱللَّهُ l-lahu Allah بِمَا bimā dengan apa/disebabkan نَقُولُ ۚ naqūlu kita katakan حَسْبُهُمْ ḥasbuhum cukup bagi mereka جَهَنَّمُ jahannamu neraka jahanam يَصْلَوْنَهَا ۖ yaṣlawnahā mereka memasukinya فَبِئْسَ fabi'sa maka seburuk-buruk ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali
Apakah tiada kamu perhatikan, orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan, dan durhaka kepada rasul. Dan apabila mereka datang kepadamu, mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan sebagai yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan kepada diri mereka sendiri, "Mengapa Allah tidak menyiksa kita disebabkan apa yang kita katakan itu?" Cukuplah bagi mereka Jahanam yang akan mereka masuki. Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِذَا idhā apabila تَنَـٰجَيْتُمْ tanājaytum kamu bicara rahasia فَلَا falā maka jangan تَتَنَـٰجَوْا۟ tatanājaw kamu bicara rahasia بِٱلْإِثْمِ bil-ith'mi dengan berbuat dosa وَٱلْعُدْوَٰنِ wal-ʿud'wāni dan permungsuhan وَمَعْصِيَتِ wamaʿṣiyati dan mendurhakai ٱلرَّسُولِ l-rasūli rasul وَتَنَـٰجَوْا۟ watanājaw dan berbicara rahasia بِٱلْبِرِّ bil-biri dengan kebaikan وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ wal-taqwā dan takwa وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah ٱلَّذِىٓ alladhī orang-orang yang إِلَيْهِ ilayhi kepada-Nya تُحْشَرُونَ tuḥ'sharūna kamu dikembalikan
Hai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan tentang membuat dosa, permusuhan, dan durhaka kepada rasul. Dan bicarakanlah tentang membuat kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikembalikan.
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلنَّجْوَىٰ l-najwā pembicaraan rahasia مِنَ mina dari ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan لِيَحْزُنَ liyaḥzuna supaya berduka cita ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَلَيْسَ walaysa dan tidaklah بِضَآرِّهِمْ biḍārrihim memberi mudarat kepada mereka شَيْـًٔا shayan sesuatu/sedikitpun إِلَّا illā kecuali بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَعَلَى waʿalā dan atas ٱللَّهِ l-lahi Allah فَلْيَتَوَكَّلِ falyatawakkali bertawakal ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang yang beriman
Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari setan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicaraan itu tiadalah memberi mudarat sedikit pun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِذَا idhā apabila قِيلَ qīla dikatakan لَكُمْ lakum bagi kalian تَفَسَّحُوا۟ tafassaḥū berlapang-lapanglah فِى fī dalam ٱلْمَجَـٰلِسِ l-majālisi majlis فَٱفْسَحُوا۟ fa-if'saḥū maka lapangkanlah يَفْسَحِ yafsaḥi melapangkan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian وَإِذَا wa-idhā dan apabila قِيلَ qīla dikatakan ٱنشُزُوا۟ unshuzū bangunlah فَٱنشُزُوا۟ fa-unshuzū maka bangunlah يَرْفَعِ yarfaʿi meninggikan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū yang beriman مِنكُمْ minkum diantara kamu وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْعِلْمَ l-ʿil'ma ilmu دَرَجَـٰتٍۢ ۚ darajātin derajat وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِمَا bimā dengan apa-apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan خَبِيرٌۭ khabīrun Maha Mengetahui
Hai orang-orang beriman, apabila dikatakan kepadamu, "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā Wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِذَا idhā apabila نَـٰجَيْتُمُ nājaytumu kamu berbicara rahasia ٱلرَّسُولَ l-rasūla rasul فَقَدِّمُوا۟ faqaddimū maka dahulukan بَيْنَ bayna diantara يَدَىْ yaday hadapan (sebelum) نَجْوَىٰكُمْ najwākum pembicaraan rahasiamu صَدَقَةًۭ ۚ ṣadaqatan bersedekahlah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكُمْ lakum bagi kalian وَأَطْهَرُ ۚ wa-aṭharu dan lebih bersih فَإِن fa-in maka jika لَّمْ lam tidak تَجِدُوا۟ tajidū kamu mendapatkan فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun maha Pengampun رَّحِيمٌ raḥīmun Maha Penyayang
Hai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan rasul hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum pembicaraan itu. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu dan lebih bersih; jika kamu tiada memperoleh (yang akan disedekahkan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
ءَأَشْفَقْتُمْ a-ashfaqtum apakah kamu takut أَن an bahwa تُقَدِّمُوا۟ tuqaddimū mendahulukan بَيْنَ bayna diantara يَدَىْ yaday hadapan (sebelum) نَجْوَىٰكُمْ najwākum pembicaraan rahasiamu صَدَقَـٰتٍۢ ۚ ṣadaqātin bersedekah فَإِذْ fa-idh maka jika لَمْ lam tidak تَفْعَلُوا۟ tafʿalū kalian kerjakan وَتَابَ watāba dan menerima taubat ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian فَأَقِيمُوا۟ fa-aqīmū maka dirikanlah ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَءَاتُوا۟ waātū dan tunaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat وَأَطِيعُوا۟ wa-aṭīʿū dan taatlah ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ ۚ warasūlahu dan rasul-Nya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah خَبِيرٌۢ khabīrun Maha Mengetahui بِمَا bimā dengan/terhadap apa-apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum pembicaraan dengan rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi tobat kepadamu maka dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, taatlah kepada Allah dan rasul-Nya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
۞ أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara kamu perhatikan إِلَى ilā kepada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang تَوَلَّوْا۟ tawallaw (mereka) menjadikan pemimpin قَوْمًا qawman kaum غَضِبَ ghaḍiba memurkai ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مَّا mā tidak هُم hum mereka مِّنكُمْ minkum dari kamu وَلَا walā dan tidak مِنْهُمْ min'hum dari mereka وَيَحْلِفُونَ wayaḥlifūna dan mereka bersumpah عَلَى ʿalā atas ٱلْكَذِبِ l-kadhibi kebohongan وَهُمْ wahum dan mereka يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui.
أَعَدَّ aʿadda menyediakan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابًۭا ʿadhāban azab شَدِيدًا ۖ shadīdan sangat keras إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka سَآءَ sāa amat buruk مَا mā apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
Allah telah menyediakan bagi mereka azab yang sangat keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.
ٱتَّخَذُوٓا۟ ittakhadhū mereka menjadikan أَيْمَـٰنَهُمْ aymānahum sumpah-sumpah mereka جُنَّةًۭ junnatan perisai فَصَدُّوا۟ faṣaddū lalu mereka menghalangi عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah فَلَهُمْ falahum maka bagi mereka عَذَابٌۭ ʿadhābun azab/siksa مُّهِينٌۭ muhīnun hina
Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka halangi (manusia) dari jalan Allah; karena itu mereka mendapat azab yang menghinakan.
لَّن lan tidak تُغْنِىَ tugh'niya berguna عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka أَمْوَٰلُهُمْ amwāluhum harta benda mereka وَلَآ walā dan tidak أَوْلَـٰدُهُم awlāduhum anak-anak mereka مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah شَيْـًٔا ۚ shayan sedikitpun أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلنَّارِ ۖ l-nāri neraka هُمْ hum mereka فِيهَا fīhā didalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna kekal
Harta benda dan anak-anak mereka tiada berguna sedikit pun (untuk menolong) mereka dari azab Allah. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
يَوْمَ yawma hari يَبْعَثُهُمُ yabʿathuhumu membangkitkan mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya فَيَحْلِفُونَ fayaḥlifūna lalu mereka bersumpah لَهُۥ lahu kepada-Nya كَمَا kamā sebagaimana يَحْلِفُونَ yaḥlifūna mereka bersumpah لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian وَيَحْسَبُونَ wayaḥsabūna dan mereka mengira أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka عَلَىٰ ʿalā atas شَىْءٍ ۚ shayin sesuatu أَلَآ alā ketahuilah إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka هُمُ humu mereka ٱلْكَـٰذِبُونَ l-kādhibūna orang-orang pendusta
(Ingatlah) hari (ketika) mereka semua dibangkitkan Allah, lalu mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan musyrikin) sebagaimana mereka bersumpah kepadamu; dan mereka menyangka bahwa sesungguhnya mereka akan memperoleh suatu (manfaat). Ketahuilah bahwa sesungguhnya merekalah orang-orang pendusta.
ٱسْتَحْوَذَ is'taḥwadha menguasai عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan فَأَنسَىٰهُمْ fa-ansāhum lalu menjadikan mereka lupa ذِكْرَ dhik'ra mengingat ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu حِزْبُ ḥiz'bu golongan ٱلشَّيْطَـٰنِ ۚ l-shayṭāni syaitan أَلَآ alā ketahuilah إِنَّ inna sesungguhnya حِزْبَ ḥiz'ba golongan ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan هُمُ humu mereka ٱلْخَـٰسِرُونَ l-khāsirūna lemah
Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah bahwa sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang merugi.
إِنَّ inna sesunguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُحَآدُّونَ yuḥāddūna (mereka) menentang ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥٓ warasūlahu dan rasul-Nya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu فِى fī dalam ٱلْأَذَلِّينَ l-adhalīna orang-orang yang hina
Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina.
كَتَبَ kataba menulis/menetapkan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَأَغْلِبَنَّ la-aghlibanna pasti mengalahkan أَنَا۠ anā Aku وَرُسُلِىٓ ۚ warusulī dan rasul-Ku إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah قَوِىٌّ qawiyyun Maha Kuat عَزِيزٌۭ ʿazīzun Maha Perkasa
Allah telah menetapkan, "Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang". Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
لَّا lā tidak تَجِدُ tajidu akan mendapati قَوْمًۭا qawman suatu kaum يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ l-ākhiri akhir يُوَآدُّونَ yuwāddūna mereka berkasih sayang مَنْ man siapa/orang حَآدَّ ḥādda ia menentang ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan rasul-Nya وَلَوْ walaw walaupun كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka ءَابَآءَهُمْ ābāahum bapak-bapak mereka أَوْ aw atau أَبْنَآءَهُمْ abnāahum anak-anak mereka أَوْ aw atau إِخْوَٰنَهُمْ ikh'wānahum saudara-saudara mereka أَوْ aw atau عَشِيرَتَهُمْ ۚ ʿashīratahum keluarga mereka أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu كَتَبَ kataba (Allah) menetapkan فِى fī dalam قُلُوبِهِمُ qulūbihimu hati mereka ٱلْإِيمَـٰنَ l-īmāna keimanan وَأَيَّدَهُم wa-ayyadahum dan Dia menguatkan mereka بِرُوحٍۢ birūḥin dengan roh pertolongan مِّنْهُ ۖ min'hu dari pada-Nya وَيُدْخِلُهُمْ wayud'khiluhum dan Dia memasukkan mereka جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَا ۚ fīhā di dalamnya رَضِىَ raḍiya meridai ٱللَّهُ l-lahu Allah عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka وَرَضُوا۟ waraḍū dan mereka rida عَنْهُ ۚ ʿanhu dari pada-Nya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu حِزْبُ ḥiz'bu golongan ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah أَلَآ alā ketahuilah إِنَّ inna sesungguhnya حِزْبَ ḥiz'ba golongan ٱللَّهِ l-lahi Allah هُمُ humu mereka ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung
Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak, atau saudara-saudara, ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan1 yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.