Tilawahku
Masuk
۞

الحشر

Al-Hashr

Pengusiran Madaniyah

Memuat audio qari…

🔊 Sedang diputar

سَبَّحَ sabbaḥa bertasbih/mensucikan لِلَّهِ lillahi kepada Allah مَا apa فِى pada ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa فِى pada ٱلْأَرْضِ ۖ l-arḍi bumi وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana

Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

🔊 Sedang diputar

هُوَ huwa Dia ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَخْرَجَ akhraja mengeluarkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِنْ min dari أَهْلِ ahli ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab مِن min dari دِيَـٰرِهِمْ diyārihim rumah/kampung mereka لِأَوَّلِ li-awwali pada yang pertama ٱلْحَشْرِ ۚ l-ḥashri pengusiran مَا tidak ظَنَنتُمْ ẓanantum menyangka أَن an bahwa يَخْرُجُوا۟ ۖ yakhrujū mereka akan keluar وَظَنُّوٓا۟ waẓannū dan menyangka أَنَّهُم annahum sesungguhnya mereka مَّانِعَتُهُمْ māniʿatuhum mencegah/mempertahankan mereka حُصُونُهُم ḥuṣūnuhum benteng-benteng mereka مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah فَأَتَىٰهُمُ fa-atāhumu maka mendatangkan pada mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah مِنْ min dari حَيْثُ ḥaythu arah لَمْ lam tidak يَحْتَسِبُوا۟ ۖ yaḥtasibū mengira وَقَذَفَ waqadhafa dan (Allah) mencampakkan فِى pada قُلُوبِهِمُ qulūbihimu hati mereka ٱلرُّعْبَ ۚ l-ruʿ'ba ketakutan يُخْرِبُونَ yukh'ribūna mereka meruntuhkan/memusnahkan بُيُوتَهُم buyūtahum rumah-rumah mereka بِأَيْدِيهِمْ bi-aydīhim dengan tangan mereka وَأَيْدِى wa-aydī dengan tangan ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman فَٱعْتَبِرُوا۟ fa-iʿ'tabirū maka ambillah pelajaran يَـٰٓأُو۟لِى yāulī wahai orang-orang ٱلْأَبْصَـٰرِ l-abṣāri yang mempunyai pandangan!

Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab1 dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran kali yang pertama. Kamu tiada menyangka bahwa mereka akan keluar dan mereka pun yakin bahwa benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari (siksaan) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah mencampakkan ketakutan ke dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang yang beriman. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai pandangan.

🔊 Sedang diputar

وَلَوْلَآ walawlā dan jika tidak أَن an bahwa كَتَبَ kataba telah menetapkan ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْجَلَآءَ l-jalāa pengusiran لَعَذَّبَهُمْ laʿadhabahum pasti (Allah) mengazab mereka فِى pada ٱلدُّنْيَا ۖ l-dun'yā dunia وَلَهُمْ walahum dan mereka فِى pada ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat عَذَابُ ʿadhābu azab ٱلنَّارِ l-nāri neraka

Dan jikalau tidaklah karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka, benar-benar Allah mengazab mereka di dunia. Dan bagi mereka di akhirat azab neraka.

🔊 Sedang diputar

ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka شَآقُّوا۟ shāqqū mereka menentang ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ ۖ warasūlahu dan rasul-Nya وَمَن waman dan siapa يُشَآقِّ yushāqqi menentang ٱللَّهَ l-laha Allah فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah شَدِيدُ shadīdu sangat/keras ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksaan/hukuman

Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan rasul-Nya. Barang siapa menentang Allah, maka sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.

🔊 Sedang diputar

مَا apa-apa قَطَعْتُم qaṭaʿtum kamu potong/tebang مِّن min dari لِّينَةٍ līnatin pohon kurma أَوْ aw atau تَرَكْتُمُوهَا taraktumūhā kamu tinggalkannya قَآئِمَةً qāimatan berdiri عَلَىٰٓ ʿalā atas أُصُولِهَا uṣūlihā pokoknya/batangnya فَبِإِذْنِ fabi-idh'ni maka dengan izin ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلِيُخْزِىَ waliyukh'ziya dan Dia hendak menghinakan ٱلْفَـٰسِقِينَ l-fāsiqīna orang-orang fasik

Apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya1, maka (semua itu) adalah dengan izin Allah; dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik.

🔊 Sedang diputar

وَمَآ wamā dan apa-apa أَفَآءَ afāa memberikan ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas رَسُولِهِۦ rasūlihi rasul-Nya مِنْهُمْ min'hum dari mereka فَمَآ famā maka tidak أَوْجَفْتُمْ awjaftum kamu mengerahkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya مِنْ min dari خَيْلٍۢ khaylin seekor kuda وَلَا walā dan tidak رِكَابٍۢ rikābin tunggangan وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱللَّهَ l-laha Allah يُسَلِّطُ yusalliṭu memberikan kekuasaan رُسُلَهُۥ rusulahu rasul-Nya عَلَىٰ ʿalā atas مَن man siapa يَشَآءُ ۚ yashāu sesuatu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa

Dan apa saja harta rampasan (fay`)1 yang diberikan Allah kepada rasul-Nya (dari harta benda) mereka, maka untuk mendapatkan itu kamu tidak mengerahkan seekor kuda pun dan (tidak pula) seekor unta pun, tetapi Allah yang memberikan kekuasaan kepada rasul-Nya terhadap siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

🔊 Sedang diputar

مَّآ apa أَفَآءَ afāa yang memberikan ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas رَسُولِهِۦ rasūlihi rasul-Nya مِنْ min dari أَهْلِ ahli ahli/penduduk ٱلْقُرَىٰ l-qurā negri/kota فَلِلَّهِ falillahi maka untuk Allah وَلِلرَّسُولِ walilrrasūli dan untuk rasul-Nya وَلِذِى walidhī dan yang memiliki ٱلْقُرْبَىٰ l-qur'bā hubungan kerabat وَٱلْيَتَـٰمَىٰ wal-yatāmā dan untuk anak yatim وَٱلْمَسَـٰكِينِ wal-masākīni dan orang-orang miskin وَٱبْنِ wa-ib'ni dan orang-orang ٱلسَّبِيلِ l-sabīli dalam perjalanan كَىْ kay supaya لَا jangan يَكُونَ yakūna adalah ia (harta) دُولَةًۢ dūlatan beredar بَيْنَ bayna diantara ٱلْأَغْنِيَآءِ l-aghniyāi orang-orang kaya مِنكُمْ ۚ minkum diantara kamu وَمَآ wamā dan tidak ءَاتَىٰكُمُ ātākumu yang diberikan kepadamu ٱلرَّسُولُ l-rasūlu rasul فَخُذُوهُ fakhudhūhu maka ambilah ia وَمَا wamā dan apa نَهَىٰكُمْ nahākum yang melarang kamu عَنْهُ ʿanhu dari padanya فَٱنتَهُوا۟ ۚ fa-intahū maka hentikan/tinggalkan وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ ۖ l-laha Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah شَدِيدُ shadīdu sangat/keras ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksaan/hukuman

Apa saja harta rampasan (fay`) yang diberikan Allah kepada rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, rasul, kerabat rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.

🔊 Sedang diputar

لِلْفُقَرَآءِ lil'fuqarāi bagi orang-orang fakir ٱلْمُهَـٰجِرِينَ l-muhājirīna orang-orang yang berhijrah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُخْرِجُوا۟ ukh'rijū (mereka) diusir مِن min dari دِيَـٰرِهِمْ diyārihim rumah-rumah/kampung mereka وَأَمْوَٰلِهِمْ wa-amwālihim dan harta mereka يَبْتَغُونَ yabtaghūna mereka mencari فَضْلًۭا faḍlan karunia مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَرِضْوَٰنًۭا wariḍ'wānan dan keridaan وَيَنصُرُونَ wayanṣurūna dan mereka menolong ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥٓ ۚ warasūlahu dan rasul-Nya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu هُمُ humu mereka ٱلصَّـٰدِقُونَ l-ṣādiqūna orang-orang yang benar

(Juga) bagi para fukara yang berhijrah1 yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridaan-Nya dan mereka menolong Allah dan rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar.

🔊 Sedang diputar

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang تَبَوَّءُو tabawwaū (mereka)menempati ٱلدَّارَ l-dāra rumah/kampung (kota) وَٱلْإِيمَـٰنَ wal-īmāna dan keimanan مِن min dari قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka يُحِبُّونَ yuḥibbūna dan mereka mencintai مَنْ man orang-orang هَاجَرَ hājara hijrah/pindah إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka وَلَا walā dan tidak يَجِدُونَ yajidūna mendapati/menaruh فِى pada صُدُورِهِمْ ṣudūrihim dada mereka حَاجَةًۭ ḥājatan hajat/keinginan مِّمَّآ mimmā terhadap apa أُوتُوا۟ ūtū mereka diberi وَيُؤْثِرُونَ wayu'thirūna dan mereka mengutamakan عَلَىٰٓ ʿalā atas أَنفُسِهِمْ anfusihim diri mereka sendiri وَلَوْ walaw walaupun كَانَ kāna adalah بِهِمْ bihim mereka خَصَاصَةٌۭ ۚ khaṣāṣatun kepapaan/kesusahan وَمَن waman dan barang siapa يُوقَ yūqa dipelihara شُحَّ shuḥḥa kekikiran نَفْسِهِۦ nafsihi dirinya فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung

Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Ansar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan ini). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung

🔊 Sedang diputar

وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang جَآءُو jāū (mereka) datang مِنۢ min dari بَعْدِهِمْ baʿdihim sesudah mereka يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami ٱغْفِرْ igh'fir ampunilah لَنَا lanā bagi kami وَلِإِخْوَٰنِنَا wali-ikh'wāninā dan bagi saudara-saudara kami ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang سَبَقُونَا sabaqūnā (mereka) mendahului kami بِٱلْإِيمَـٰنِ bil-īmāni dengan beriman وَلَا walā dan tidak تَجْعَلْ tajʿal Engkau jadikan فِى dalam قُلُوبِنَا qulūbinā hati kami غِلًّۭا ghillan kedengkian لِّلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang ءَامَنُوا۟ āmanū yang beriman رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau رَءُوفٌۭ raūfun Maha Penyantun رَّحِيمٌ raḥīmun Maha Penyayang

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa, "Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang".

🔊 Sedang diputar

۞ أَلَمْ alam tidaklah تَرَ tara kamu memperhatikan إِلَى ilā kepada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang نَافَقُوا۟ nāfaqū (mereka) munafik يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata لِإِخْوَٰنِهِمُ li-ikh'wānihimu kepada saudara-saudara mereka ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِنْ min dari أَهْلِ ahli ahli ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab لَئِنْ la-in sungguh jika أُخْرِجْتُمْ ukh'rij'tum kamu diusir لَنَخْرُجَنَّ lanakhrujanna niscaya kami akan keluar مَعَكُمْ maʿakum bersamamu وَلَا walā dan tidak نُطِيعُ nuṭīʿu kami taat/patuh فِيكُمْ fīkum pada/untuk kamu أَحَدًا aḥadan seseorang/siapapun أَبَدًۭا abadan selama-lamanya وَإِن wa-in dan jika قُوتِلْتُمْ qūtil'tum kamu di perangi لَنَنصُرَنَّكُمْ lananṣurannakum niscaya kami akan membantu kamu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَشْهَدُ yashhadu menyaksikan إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka لَكَـٰذِبُونَ lakādhibūna benar-benar pendusta

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir1 di antara ahli kitab, "Sesungguhnya jika kamu diusir, niscaya kami pun akan keluar bersamamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapa pun untuk (menyusahkan) kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantu kamu". Dan Allah menyaksikan bahwa sesungguhnya mereka benar-benar pendusta.

🔊 Sedang diputar

لَئِنْ la-in sungguh jika أُخْرِجُوا۟ ukh'rijū mereka diusir لَا tidak يَخْرُجُونَ yakhrujūna keluar مَعَهُمْ maʿahum bersama mereka وَلَئِن wala-in dan sungguh jika قُوتِلُوا۟ qūtilū mereka diperangi لَا tidak يَنصُرُونَهُمْ yanṣurūnahum menolong mereka وَلَئِن wala-in dan sungguh jika نَّصَرُوهُمْ naṣarūhum mereka menolongnya لَيُوَلُّنَّ layuwallunna niscaya mereka berpaling ٱلْأَدْبَـٰرَ l-adbāra belakang ثُمَّ thumma kemudian لَا tidak يُنصَرُونَ yunṣarūna ditolong

Sesungguhnya jika mereka diusir, orang-orang munafik itu tiada akan keluar bersama mereka; dan sesungguhnya jika mereka diperangi, niscaya mereka tiada akan menolongnya; sesungguhnya jika mereka menolongnya, niscaya mereka akan berpaling lari ke belakang, kemudian mereka tidak akan mendapat pertolongan.

🔊 Sedang diputar

لَأَنتُمْ la-antum sungguh kamu أَشَدُّ ashaddu sangat/lebih رَهْبَةًۭ rahbatan ketakutan/ditakuti فِى dalam صُدُورِهِم ṣudūrihim dada mereka مِّنَ mina dari ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمْ bi-annahum sesungguhnya mereka قَوْمٌۭ qawmun kaum لَّا tidak يَفْقَهُونَ yafqahūna mengerti

Sesungguhnya kamu, dalam hati mereka lebih ditakuti daripada Allah. Yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tiada mengerti.

🔊 Sedang diputar

لَا tidak يُقَـٰتِلُونَكُمْ yuqātilūnakum mereka memerangi kamu جَمِيعًا jamīʿan semuanya/bersatu إِلَّا illā kecuali فِى dalam قُرًۭى quran kampung-kampung مُّحَصَّنَةٍ muḥaṣṣanatin berbenteng أَوْ aw atau مِن min dari وَرَآءِ warāi belakang جُدُرٍۭ ۚ judurin tembok بَأْسُهُم basuhum kekuatan/permungsuhan mereka بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka شَدِيدٌۭ ۚ shadīdun sangat/keras تَحْسَبُهُمْ taḥsabuhum kamu mengira جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya/bersatu وَقُلُوبُهُمْ waqulūbuhum dan hati mereka شَتَّىٰ ۚ shattā pecah-belah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمْ bi-annahum sesungguhnya mereka قَوْمٌۭ qawmun kaum لَّا tidak يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka menggunakan akal

Mereka tiada akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti.

🔊 Sedang diputar

كَمَثَلِ kamathali seperti/perumpamaan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka قَرِيبًۭا ۖ qarīban dekat/belum lama ذَاقُوا۟ dhāqū mereka merasakan وَبَالَ wabāla kejahatan/akibat buruk أَمْرِهِمْ amrihim urusan/perbuatan mereka وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab أَلِيمٌۭ alīmun pedih

(Mereka adalah) seperti orang-orang Yahudi yang belum lama sebelum mereka1 telah merasai akibat buruk dari perbuatan mereka2 dan bagi mereka azab yang pedih.

🔊 Sedang diputar

كَمَثَلِ kamathali seperti/perumpamaan ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan إِذْ idh ketika قَالَ qāla dia berkata لِلْإِنسَـٰنِ lil'insāni kepada manusia ٱكْفُرْ uk'fur kafirlah kamu فَلَمَّا falammā maka tatkala كَفَرَ kafara (manusia) kafir قَالَ qāla dia berkata إِنِّى innī sesungguhnya aku بَرِىٓءٌۭ barīon berlepas diri مِّنكَ minka dari kamu إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu takut ٱللَّهَ l-laha Allah رَبَّ rabba Tuhan/Pemlihara ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna Alam semesta

(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia, "Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir, ia berkata, "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta Alam".

🔊 Sedang diputar

فَكَانَ fakāna maka adalah عَـٰقِبَتَهُمَآ ʿāqibatahumā akibat/kesudahan keduanya أَنَّهُمَا annahumā bahwasanya keduanya فِى pada/dalam ٱلنَّارِ l-nāri neraka خَـٰلِدَيْنِ khālidayni mereka kekal فِيهَا ۚ fīhā di dalamnya وَذَٰلِكَ wadhālika dan demikian itu جَزَٰٓؤُا۟ jazāu balasan ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang zalim

Maka adalah kesudahan keduanya bahwa sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan orang-orang yang zalim.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā hai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū yang beriman ٱتَّقُوا۟ ittaqū bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah وَلْتَنظُرْ waltanẓur dan hendaklah memperhatikan نَفْسٌۭ nafsun jiwa/diri/seseorang مَّا apa قَدَّمَتْ qaddamat yang ia telah perbuat لِغَدٍۢ ۖ lighadin untuk hari esok وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah خَبِيرٌۢ khabīrun Maha Mengetahui بِمَا bimā terhadap apa-apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu mengerjakan

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan janganlah تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi كَٱلَّذِينَ ka-alladhīna seperti orang-orang نَسُوا۟ nasū (mereka) lupa ٱللَّهَ l-laha Allah فَأَنسَىٰهُمْ fa-ansāhum lalu (Allah) menjadikan mereka lupa أَنفُسَهُمْ ۚ anfusahum diri mereka أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْفَـٰسِقُونَ l-fāsiqūna orang-orang yang fasik

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.

🔊 Sedang diputar

لَا tidak يَسْتَوِىٓ yastawī sama أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلنَّارِ l-nāri api/neraka وَأَصْحَـٰبُ wa-aṣḥābu dan penghuni ٱلْجَنَّةِ ۚ l-janati surga أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلْجَنَّةِ l-janati surga هُمُ humu mereka ٱلْفَآئِزُونَ l-fāizūna orang-orang yang beruntung

Tidaklah sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung.

🔊 Sedang diputar

لَوْ law sekiranya أَنزَلْنَا anzalnā Kami turunkan هَـٰذَا hādhā ini ٱلْقُرْءَانَ l-qur'āna Al-Quran عَلَىٰ ʿalā atas جَبَلٍۢ jabalin gunung لَّرَأَيْتَهُۥ lara-aytahu melihatnya خَـٰشِعًۭا khāshiʿan tunduk مُّتَصَدِّعًۭا mutaṣaddiʿan terpecah/terbelah مِّنْ min dari خَشْيَةِ khashyati takut ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَتِلْكَ watil'ka dan itulah ٱلْأَمْثَـٰلُ l-amthālu perumpamaan-perumpamaan نَضْرِبُهَا naḍribuhā Kami buatnya لِلنَّاسِ lilnnāsi untuk manusia لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَتَفَكَّرُونَ yatafakkarūna berfikir

Kalau sekiranya Kami menurunkan Al-Qur`ān ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir.

🔊 Sedang diputar

هُوَ huwa Dia ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang لَآ tidak إِلَـٰهَ ilāha tuhan إِلَّا illā kecuali هُوَ ۖ huwa Dia عَـٰلِمُ ʿālimu mengetahui ٱلْغَيْبِ l-ghaybi yang ghaib/tersembunyi وَٱلشَّهَـٰدَةِ ۖ wal-shahādati dan yang terang/nampak هُوَ huwa Dia ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Maha Pengasih ٱلرَّحِيمُ l-raḥīmu Maha Penyayang

Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

🔊 Sedang diputar

هُوَ huwa Dia ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang لَآ tidak إِلَـٰهَ ilāha tuhan إِلَّا illā kecuali هُوَ huwa Dia ٱلْمَلِكُ l-maliku Raja ٱلْقُدُّوسُ l-qudūsu Maha Suci ٱلسَّلَـٰمُ l-salāmu Maha Sejahtera ٱلْمُؤْمِنُ l-mu'minu Yang Mengaruniai Kemanan ٱلْمُهَيْمِنُ l-muhayminu Yang Mengawal/Maha Pemelihara ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْجَبَّارُ l-jabāru Maha Kuasa ٱلْمُتَكَبِّرُ ۚ l-mutakabiru yang Memiliki segala Kebesaran سُبْحَـٰنَ sub'ḥāna Maha Suci ٱللَّهِ l-lahi Allah عَمَّا ʿammā dari apa يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka persekutukan

Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

🔊 Sedang diputar

هُوَ huwa Dia ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْخَـٰلِقُ l-khāliqu Yang Menciptakan ٱلْبَارِئُ l-bāri-u Yang Mengadakan ٱلْمُصَوِّرُ ۖ l-muṣawiru Yang Membentuk rupa لَهُ lahu bagi-Nya ٱلْأَسْمَآءُ l-asmāu nama-nama ٱلْحُسْنَىٰ ۚ l-ḥus'nā yang baik يُسَبِّحُ yusabbiḥu bertasbih لَهُۥ lahu kepada-Nya مَا apa فِى pada ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana

Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai nama-nama yang paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Ayat /24