الأعراف
Al-A'raf
Tempat-tempat Tinggi Makkiyah
Memuat audio qari…
الٓمٓصٓ alif-lam-meem-sad Alif Lam Mim Shad
Alif Lām Mīm Ṣād1.
كِتَـٰبٌ kitābun Kitab أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْكَ ilayka kepadamu فَلَا falā maka janganlah يَكُن yakun ada فِى fī dalam صَدْرِكَ ṣadrika dadamu حَرَجٌۭ ḥarajun kesempitan مِّنْهُ min'hu daripadanya لِتُنذِرَ litundhira supaya kamu memberi peringatan بِهِۦ bihi dengannya وَذِكْرَىٰ wadhik'rā dan pelajaran لِلْمُؤْمِنِينَ lil'mu'minīna bagi orang-orang yang beriman
Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman.
ٱتَّبِعُوا۟ ittabiʿū ikutilah مَآ mā apa أُنزِلَ unzila diturunkan إِلَيْكُم ilaykum kepadamu مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian وَلَا walā dan jangan تَتَّبِعُوا۟ tattabiʿū kamu mengikuti مِن min dari دُونِهِۦٓ dūnihi selain Dia أَوْلِيَآءَ ۗ awliyāa pemimpin-pemimpin قَلِيلًۭا qalīlan amat sedikit مَّا mā apa تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu mengambil pelajaran
Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhan-mu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya1. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (darinya).
وَكَم wakam dan berapa banyak مِّن min dari قَرْيَةٍ qaryatin negeri أَهْلَكْنَـٰهَا ahlaknāhā telah kami binasakannya فَجَآءَهَا fajāahā maka datang kepadanya بَأْسُنَا basunā siksaan Kami بَيَـٰتًا bayātan diwaktu malam hari أَوْ aw atau هُمْ hum mereka قَآئِلُونَ qāilūna orang-orang yang istirahat ditengah siang hari
Betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan, maka datanglah siksaan Kami (menimpa penduduk)nya di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari.
فَمَا famā maka tidak كَانَ kāna ada دَعْوَىٰهُمْ daʿwāhum seruan/keluhan mereka إِذْ idh ketika جَآءَهُم jāahum datang kepada mereka بَأْسُنَآ basunā siksaan kami إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa قَالُوٓا۟ qālū mereka mengatakan إِنَّا innā sesungguhnya kami كُنَّا kunnā adalah kami ظَـٰلِمِينَ ẓālimīna orang-orang yang dzalim
Maka tidak adalah keluhan mereka di waktu datang kepada mereka siksaan Kami, kecuali mengatakan, "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim".
فَلَنَسْـَٔلَنَّ falanasalanna maka sesungguhnya Kami akan menanyai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُرْسِلَ ur'sila diutus إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka وَلَنَسْـَٔلَنَّ walanasalanna dan sesungguhnya Kami akan menanyai ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna para Rasul
Maka sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus rasul-rasul kepada mereka dan sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) rasul-rasul (Kami),
فَلَنَقُصَّنَّ falanaquṣṣanna maka sesungguhnya Kami akan عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka بِعِلْمٍۢ ۖ biʿil'min dengan pengetahuan وَمَا wamā dan tidaklah كُنَّا kunnā Kami adalah غَآئِبِينَ ghāibīna yang gaib
maka sesungguhnya akan Kami kabarkan kepada mereka (apa-apa yang telah mereka perbuat), sedang (Kami) mengetahui (keadaan mereka), dan Kami sekali-kali tidak jauh (dari mereka).
وَٱلْوَزْنُ wal-waznu dan timbangan يَوْمَئِذٍ yawma-idhin pada hari itu ٱلْحَقُّ ۚ l-ḥaqu kebenaran فَمَن faman maka siapa ثَقُلَتْ thaqulat berat مَوَٰزِينُهُۥ mawāzīnuhu timbangannya فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung
Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), maka barang siapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.
وَمَنْ waman dan siapa خَفَّتْ khaffat ringan مَوَٰزِينُهُۥ mawāzīnuhu timbangannya فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang خَسِرُوٓا۟ khasirū (mereka) merugikan أَنفُسَهُم anfusahum diri mereka sendiri بِمَا bimā dengan apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami يَظْلِمُونَ yaẓlimūna mereka ingkar
Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya مَكَّنَّـٰكُمْ makkannākum Kami telah menempatkan kamu فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَجَعَلْنَا wajaʿalnā dan Kami telah menjadikan لَكُمْ lakum bagi kalian فِيهَا fīhā didalamnya مَعَـٰيِشَ ۗ maʿāyisha penghidupan قَلِيلًۭا qalīlan sedikit مَّا mā sekali تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur
Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya خَلَقْنَـٰكُمْ khalaqnākum Kami telah menciptakan kamu ثُمَّ thumma kemudian صَوَّرْنَـٰكُمْ ṣawwarnākum Kami membentuk rupa (tubuh)mu ثُمَّ thumma kemudian قُلْنَا qul'nā Kami katakan لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ lil'malāikati kepada para malaikat ٱسْجُدُوا۟ us'judū bersujudlah kamu لِـَٔادَمَ liādama kepada Adam فَسَجَدُوٓا۟ fasajadū maka mereka bersujud إِلَّآ illā kecuali إِبْلِيسَ ib'līsa iblis لَمْ lam tidak يَكُن yakun dia ada مِّنَ mina dari/termasuk ٱلسَّـٰجِدِينَ l-sājidīna orang-orang yang bersujud
Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat, "Bersujudlah kamu kepada Adam"; maka mereka pun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.
قَالَ qāla (Allah) berfirman مَا mā apa مَنَعَكَ manaʿaka menghalangimu أَلَّا allā untuk tidak تَسْجُدَ tasjuda kamu bersujud إِذْ idh ketika أَمَرْتُكَ ۖ amartuka Aku memerintahkan kamu قَالَ qāla (iblis) berkata أَنَا۠ anā saya خَيْرٌۭ khayrun lebih baik مِّنْهُ min'hu daripadanya خَلَقْتَنِى khalaqtanī Engkau ciptakan saya مِن min dari نَّارٍۢ nārin api وَخَلَقْتَهُۥ wakhalaqtahu dan Engkau ciptakan dia مِن min dari طِينٍۢ ṭīnin tanah
Allah berfirman, "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis, "Saya lebih baik daripadanya; Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".
قَالَ qāla (Allah) berfirman فَٱهْبِطْ fa-ih'biṭ maka turunlah kamu مِنْهَا min'hā daripadanya فَمَا famā maka tidak يَكُونُ yakūnu ada لَكَ laka bagimu أَن an bahwa تَتَكَبَّرَ tatakabbara kamu menyombongkan diri فِيهَا fīhā di dalamnya فَٱخْرُجْ fa-ukh'ruj maka keluarlah kamu إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu مِنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰغِرِينَ l-ṣāghirīna orang-orang yang rendah
Allah berfirman, "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina".
قَالَ qāla (iblis) berkata أَنظِرْنِىٓ anẓir'nī beri tangguhlah saya إِلَىٰ ilā sampai يَوْمِ yawmi hari (waktu) يُبْعَثُونَ yub'ʿathūna mereka dibangkitkan
Iblis menjawab, "Beri tangguhlah saya1 sampai waktu mereka dibangkitkan".
قَالَ qāla (Allah) berfirman إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu مِنَ mina dari/termasuk ٱلْمُنظَرِينَ l-munẓarīna orang-orang yang diberi tangguh
Allah berfirman, "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh".
قَالَ qāla (iblis) berkata فَبِمَآ fabimā maka dengan apa أَغْوَيْتَنِى aghwaytanī Engkau menghukum saya tersesat لَأَقْعُدَنَّ la-aqʿudanna sungguh saya akan duduk لَهُمْ lahum kepada mereka صِرَٰطَكَ ṣirāṭaka jalan Engkau ٱلْمُسْتَقِيمَ l-mus'taqīma yang lurus
Iblis menjawab, "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
ثُمَّ thumma kemudian لَـَٔاتِيَنَّهُم laātiyannahum sungguh saya akan mendatanginya mereka مِّنۢ min dari بَيْنِ bayni antara أَيْدِيهِمْ aydīhim muka mereka وَمِنْ wamin dan dari خَلْفِهِمْ khalfihim belakang mereka وَعَنْ waʿan dan dari أَيْمَـٰنِهِمْ aymānihim kanan mereka وَعَن waʿan dan dari شَمَآئِلِهِمْ ۖ shamāilihim kiri mereka وَلَا walā dan tidak تَجِدُ tajidu Engkau mendapati أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka شَـٰكِرِينَ shākirīna orang-orang yang bersyukur
kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).
قَالَ qāla (Allah) berfirman ٱخْرُجْ ukh'ruj keluarlah kamu مِنْهَا min'hā daripadanya (surga) مَذْءُومًۭا madhūman tercela/terhina مَّدْحُورًۭا ۖ madḥūran terbuang/terusir لَّمَن laman sesungguhnya siapa تَبِعَكَ tabiʿaka mengikuti kamu مِنْهُمْ min'hum diantara mereka لَأَمْلَأَنَّ la-amla-anna sungguh Aku akan penuhi جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam مِنكُمْ minkum dari/dengan kamu أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semuanya
Allah berfirman, "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barang siapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu semuanya".
وَيَـٰٓـَٔادَمُ wayāādamu (Dan Allah berfirman) Hai Adam ٱسْكُنْ us'kun tinggallah أَنتَ anta kamu وَزَوْجُكَ wazawjuka dan isterimu ٱلْجَنَّةَ l-janata surga فَكُلَا fakulā makanlah kamu berdua مِنْ min dari حَيْثُ ḥaythu mana saja شِئْتُمَا shi'tumā kamu berdua kehendaki وَلَا walā dan jangan تَقْرَبَا taqrabā kamu berdua menghendaki هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلشَّجَرَةَ l-shajarata pohon فَتَكُونَا fatakūnā maka kamu berdua adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim
(Dan Allah berfirman), "Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan istrimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim".
فَوَسْوَسَ fawaswasa maka membisikkan pikiran jahat لَهُمَا lahumā kepada keduanya ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan لِيُبْدِىَ liyub'diya untuk menampakkan لَهُمَا lahumā kepada keduanya مَا mā apa وُۥرِىَ wūriya yang tertutup عَنْهُمَا ʿanhumā dari keduanya مِن min dari سَوْءَٰتِهِمَا sawātihimā keburukan/aurat keduanya وَقَالَ waqāla dan (syaitan) berkata مَا mā tidak نَهَىٰكُمَا nahākumā melarang kamu berdua رَبُّكُمَا rabbukumā Tuhanmu berdua عَنْ ʿan dari هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلشَّجَرَةِ l-shajarati pohon إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa/supaya تَكُونَا takūnā adalah kamu berdua مَلَكَيْنِ malakayni Malaikat keduanya أَوْ aw atau تَكُونَا takūnā kamu berdua adalah مِنَ mina dari ٱلْخَـٰلِدِينَ l-khālidīna orang-orang kekal
Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka, yaitu auratnya, dan setan berkata, "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)".
وَقَاسَمَهُمَآ waqāsamahumā dan dia bersumpah kepada keduanya إِنِّى innī sesungguhnya saya لَكُمَا lakumā kepada kamu berdua لَمِنَ lamina sungguh dari/termasuk ٱلنَّـٰصِحِينَ l-nāṣiḥīna orang-orang yang memberi nasehat
Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua",
فَدَلَّىٰهُمَا fadallāhumā maka dia membujuk keduanya بِغُرُورٍۢ ۚ bighurūrin dengan tipu daya فَلَمَّا falammā maka setelah ذَاقَا dhāqā keduanya merasakan ٱلشَّجَرَةَ l-shajarata pohon بَدَتْ badat nampaklah لَهُمَا lahumā bagi keduanya سَوْءَٰتُهُمَا sawātuhumā keburukan/aurat keduanya وَطَفِقَا waṭafiqā dan keduanya memulai يَخْصِفَانِ yakhṣifāni keduanya menutupi عَلَيْهِمَا ʿalayhimā atas keduanya مِن min dari وَرَقِ waraqi daun ٱلْجَنَّةِ ۖ l-janati surga وَنَادَىٰهُمَا wanādāhumā dan memanggil keduanya رَبُّهُمَآ rabbuhumā Tuhan keduanya أَلَمْ alam bukankah أَنْهَكُمَا anhakumā Aku telah larang kamu berdua عَن ʿan dari تِلْكُمَا til'kumā itu ٱلشَّجَرَةِ l-shajarati pohon وَأَقُل wa-aqul dan Aku telah katakan لَّكُمَآ lakumā kepada kamu berdua إِنَّ inna sesungguhnya ٱلشَّيْطَـٰنَ l-shayṭāna syaitan لَكُمَا lakumā bagi kamu berdua عَدُوٌّۭ ʿaduwwun musuh مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata
maka setan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka, "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu, "Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?"
قَالَا qālā keduanya berkata رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami ظَلَمْنَآ ẓalamnā kami telah menganiaya أَنفُسَنَا anfusanā diri kami sendiri وَإِن wa-in dan jika لَّمْ lam tidak تَغْفِرْ taghfir Engkau ampuni لَنَا lanā bagi kami وَتَرْحَمْنَا watarḥamnā dan Engkau memberi rahmat لَنَكُونَنَّ lanakūnanna sungguh kami adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang rugi
Keduanya berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.
قَالَ qāla (Allah) berfirman ٱهْبِطُوا۟ ih'biṭū pergilah kalian بَعْضُكُمْ baʿḍukum sebagian kamu لِبَعْضٍ libaʿḍin bagi sebagian yang lain عَدُوٌّۭ ۖ ʿaduwwun musuh وَلَكُمْ walakum dan bagi kamu فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi مُسْتَقَرٌّۭ mus'taqarrun tempat menetap وَمَتَـٰعٌ wamatāʿun dan kesenangan إِلَىٰ ilā sampai حِينٍۢ ḥīnin waktu yang ditentukan
Allah berfirman, "Turunlah kamu sekalian, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan".
قَالَ qāla (Allah) berfirman فِيهَا fīhā didalamnya (bumi) تَحْيَوْنَ taḥyawna kamu hidup وَفِيهَا wafīhā dan didalamnya (bumi) تَمُوتُونَ tamūtūna kamu mati وَمِنْهَا wamin'hā dan daripadanya (bumi) تُخْرَجُونَ tukh'rajūna kamu dikeluarkan
Allah berfirman, "Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.
يَـٰبَنِىٓ yābanī Wahai keturunan ءَادَمَ ādama Adam قَدْ qad sesungguhnya أَنزَلْنَا anzalnā Kami telah menurunkan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian لِبَاسًۭا libāsan pakaian يُوَٰرِى yuwārī menutupi سَوْءَٰتِكُمْ sawātikum keburukan/auratmu وَرِيشًۭا ۖ warīshan dan perhiasan وَلِبَاسُ walibāsu dan pakaian ٱلتَّقْوَىٰ l-taqwā takwa ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu خَيْرٌۭ ۚ khayrun lebih baik ذَٰلِكَ dhālika demikian itu مِنْ min dari ءَايَـٰتِ āyāti sebagian tanda-tanda kekuasaan ٱللَّهِ l-lahi Allah لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَذَّكَّرُونَ yadhakkarūna mereka ingat
Hai anak Adam1, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan . Dan pakaian takwa2 itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.
يَـٰبَنِىٓ yābanī Wahai keturunan ءَادَمَ ādama Adam لَا lā jangan يَفْتِنَنَّكُمُ yaftinannakumu dapat menipu kamu ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan كَمَآ kamā sebagaimana أَخْرَجَ akhraja ia mengeluarkan أَبَوَيْكُم abawaykum kedua ibu-bapakmu مِّنَ mina dari ٱلْجَنَّةِ l-janati surga يَنزِعُ yanziʿu ia mencabut/menanggalkan عَنْهُمَا ʿanhumā dari keduanya لِبَاسَهُمَا libāsahumā pakaian keduanya لِيُرِيَهُمَا liyuriyahumā untuk memperlihatkan keduanya سَوْءَٰتِهِمَآ ۗ sawātihimā keburukan/aurat keduanya إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya يَرَىٰكُمْ yarākum melihat kamu هُوَ huwa ia وَقَبِيلُهُۥ waqabīluhu dan golongannya مِنْ min dari حَيْثُ ḥaythu mana لَا lā tidak تَرَوْنَهُمْ ۗ tarawnahum kamu lihat mereka إِنَّا innā sesungguhnya Kami جَعَلْنَا jaʿalnā Kami telah menjadikan ٱلشَّيَـٰطِينَ l-shayāṭīna syaitan-syaitan أَوْلِيَآءَ awliyāa pemimpin لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman
Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapkamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila فَعَلُوا۟ faʿalū mereka melakukan فَـٰحِشَةًۭ fāḥishatan perbuatan keji قَالُوا۟ qālū mereka berkata وَجَدْنَا wajadnā kami dapati عَلَيْهَآ ʿalayhā atasnya ءَابَآءَنَا ābāanā nenek moyang kami وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah أَمَرَنَا amaranā menyuruh kami بِهَا ۗ bihā dengannya قُلْ qul katakan إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يَأْمُرُ yamuru menyuruh بِٱلْفَحْشَآءِ ۖ bil-faḥshāi dengan perbuatan keji أَتَقُولُونَ ataqūlūna mengapa kamu mengatakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah مَا mā apa لَا lā tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata, "Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya. Katakanlah, "Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji"1. Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?
قُلْ qul katakanlah أَمَرَ amara telah menyuruh رَبِّى rabbī Tuhanku بِٱلْقِسْطِ ۖ bil-qis'ṭi dengan berbuat keadilan وَأَقِيمُوا۟ wa-aqīmū dan dirikanlah وُجُوهَكُمْ wujūhakum wajahmu عِندَ ʿinda di كُلِّ kulli setiap مَسْجِدٍۢ masjidin bersujud (sholat) وَٱدْعُوهُ wa-id'ʿūhu dan berdoalah padaNya مُخْلِصِينَ mukh'liṣīna mengikhlaskan لَهُ lahu kepadaNya ٱلدِّينَ ۚ l-dīna agama/ketaatan كَمَا kamā sebagaimana بَدَأَكُمْ bada-akum Dia mulai menciptakan kamu تَعُودُونَ taʿūdūna kamu akan dikembalikan
Katakanlah, "Tuhan-ku menyuruh menjalankan keadilan". Dan (katakanlah), "Luruskanlah muka (diri)mu1 di setiap salat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepada-Nya)".
فَرِيقًا farīqan segolongan هَدَىٰ hadā Dia beri petunjuk وَفَرِيقًا wafarīqan dan segolongan حَقَّ ḥaqqa haq/pasti عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلضَّلَـٰلَةُ ۗ l-ḍalālatu kesesatan إِنَّهُمُ innahumu sesungguhnya mereka ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū mereka menjadikan ٱلشَّيَـٰطِينَ l-shayāṭīna syaitan-syaitan أَوْلِيَآءَ awliyāa pelindung/pemimpin مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah وَيَحْسَبُونَ wayaḥsabūna dan mereka mengira أَنَّهُم annahum bahwasanya mereka مُّهْتَدُونَ muh'tadūna orang-orang yang mendapat petunjuk
Sebagian diberi-Nya petunjuk dan sebagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan setan-setan pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.
۞ يَـٰبَنِىٓ yābanī Wahai keturunan ءَادَمَ ādama Adam خُذُوا۟ khudhū pakailah زِينَتَكُمْ zīnatakum perhiasanmu عِندَ ʿinda di كُلِّ kulli setiap مَسْجِدٍۢ masjidin masjid/bersujud/sholat وَكُلُوا۟ wakulū dan makanlah وَٱشْرَبُوا۟ wa-ish'rabū dan minumlah وَلَا walā dan jangan تُسْرِفُوٓا۟ ۚ tus'rifū kamu berlebih-lebihan إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia لَا lā tidak يُحِبُّ yuḥibbu menyukai ٱلْمُسْرِفِينَ l-mus'rifīna orang-orang yang berlebih-lebihan
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid1, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan2. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
قُلْ qul katakanlah مَنْ man siapakah حَرَّمَ ḥarrama mengharamkan زِينَةَ zīnata perhiasan ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلَّتِىٓ allatī yang أَخْرَجَ akhraja Dia keluarkan لِعِبَادِهِۦ liʿibādihi untuk hamba-hambaNya وَٱلطَّيِّبَـٰتِ wal-ṭayibāti dan yang baik-baik مِنَ mina dari ٱلرِّزْقِ ۚ l-riz'qi rezki قُلْ qul katakanlah هِىَ hiya ia/semuanya لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman فِى fī dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia خَالِصَةًۭ khāliṣatan khusus يَوْمَ yawma hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۗ l-qiyāmati kiamat كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah نُفَصِّلُ nufaṣṣilu Kami jelaskan ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat لِقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Katakanlah, "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?" Katakanlah, "Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat"1. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.
قُلْ qul katakanlah إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah حَرَّمَ ḥarrama mengharamkan رَبِّىَ rabbiya Tuhanku ٱلْفَوَٰحِشَ l-fawāḥisha perbuatan keji مَا mā apa ظَهَرَ ẓahara nampak مِنْهَا min'hā daripadanya وَمَا wamā dan apa بَطَنَ baṭana tersembunyi وَٱلْإِثْمَ wal-ith'ma dan perbuatan dosa وَٱلْبَغْىَ wal-baghya dan melanggar hak بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa (alasan) ٱلْحَقِّ l-ḥaqi yang benar وَأَن wa-an dan bahwa تُشْرِكُوا۟ tush'rikū kamu mepersekutukan بِٱللَّهِ bil-lahi dengan Allah مَا mā apa لَمْ lam tidak يُنَزِّلْ yunazzil Dia turunkan بِهِۦ bihi dengannya سُلْطَـٰنًۭا sul'ṭānan keterangan وَأَن wa-an dan supaya تَقُولُوا۟ taqūlū kamu mengatakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah مَا mā apa لَا lā tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Katakanlah, "Tuhan-ku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang tampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui".
وَلِكُلِّ walikulli dan bagi tiap-tiap أُمَّةٍ ummatin ummat أَجَلٌۭ ۖ ajalun waktu tertentu فَإِذَا fa-idhā maka jika جَآءَ jāa telah datang أَجَلُهُمْ ajaluhum waktu mereka لَا lā tidak يَسْتَأْخِرُونَ yastakhirūna mereka dapat mengundurkan diri سَاعَةًۭ ۖ sāʿatan sesaat وَلَا walā dan tidak يَسْتَقْدِمُونَ yastaqdimūna mereka dapat memajukan
Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu1; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.
يَـٰبَنِىٓ yābanī Wahai keturunan ءَادَمَ ādama Adam إِمَّا immā adapun/jika يَأْتِيَنَّكُمْ yatiyannakum datang kepada kalian رُسُلٌۭ rusulun Rasul-Rasul مِّنكُمْ minkum diantara kamu يَقُصُّونَ yaquṣṣūna mereka menceritakan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian ءَايَـٰتِى ۙ āyātī ayat-ayat-Ku فَمَنِ famani maka barang siapa ٱتَّقَىٰ ittaqā bertakwa وَأَصْلَحَ wa-aṣlaḥa dan mengadakan perbaikan فَلَا falā maka tidak ada خَوْفٌ khawfun rasa takut عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka وَلَا walā dan tidak هُمْ hum mereka يَحْزَنُونَ yaḥzanūna mereka bersedih hati
Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul dari kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barang siapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami وَٱسْتَكْبَرُوا۟ wa-is'takbarū dan mereka menyombongkan diri عَنْهَآ ʿanhā daripadanya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلنَّارِ ۖ l-nāri nereka هُمْ hum mereka فِيهَا fīhā di dalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
فَمَنْ faman maka siapakah أَظْلَمُ aẓlamu yang lebih dzalim مِمَّنِ mimmani daripada orang ٱفْتَرَىٰ if'tarā mengada-adakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah كَذِبًا kadhiban kedustaan أَوْ aw atau كَذَّبَ kadhaba dia mendustakan بِـَٔايَـٰتِهِۦٓ ۚ biāyātihi dengan ayat-ayatNya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu يَنَالُهُمْ yanāluhum mereka akan memperoleh نَصِيبُهُم naṣībuhum bagian mereka مِّنَ mina dari ٱلْكِتَـٰبِ ۖ l-kitābi Kitab حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila جَآءَتْهُمْ jāathum telah datang kepadamu رُسُلُنَا rusulunā utusan-utusan Kami يَتَوَفَّوْنَهُمْ yatawaffawnahum mewafatkan mereka قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَيْنَ ayna dimana مَا mā apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَدْعُونَ tadʿūna kamu seru/sembah مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah قَالُوا۟ qālū mereka berkata/menjawab ضَلُّوا۟ ḍallū mereka telah lenyap عَنَّا ʿannā dari kami وَشَهِدُوا۟ washahidū dan mereka mengakui عَلَىٰٓ ʿalā atas أَنفُسِهِمْ anfusihim diri mereka sendiri أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka كَـٰفِرِينَ kāfirīna orang-orang kafir
Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Orang-orang itu akan memperoleh bagian yang telah ditentukan untuknya dalam Kitab (Lawḥ Maḥfūẓ); hingga bila datang kepada mereka utusan-utusan Kami (malaikat) untuk mengambil nyawanya, (di waktu itu) utusan Kami bertanya, "Di mana (berhala-berhala) yang biasa kamu sembah selain Allah?" Orang-orang musyrik itu menjawab, "Berhala-berhala itu semuanya telah lenyap dari kami," dan mereka mengakui terhadap diri mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.
قَالَ qāla (Allah) berfirman ٱدْخُلُوا۟ ud'khulū masuklah فِىٓ fī dalam أُمَمٍۢ umamin ummat-ummat قَدْ qad sungguh خَلَتْ khalat telah lebih dulu مِن min dari قَبْلِكُم qablikum sebelum kalian مِّنَ mina dari ٱلْجِنِّ l-jini jin وَٱلْإِنسِ wal-insi dan manusia فِى fī dalam ٱلنَّارِ ۖ l-nāri neraka كُلَّمَا kullamā setiap دَخَلَتْ dakhalat masuk أُمَّةٌۭ ummatun suatu ummat لَّعَنَتْ laʿanat mengutuk أُخْتَهَا ۖ ukh'tahā kawannya حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila ٱدَّارَكُوا۟ iddārakū mereka mendapati/berkumpul فِيهَا fīhā di dalamnya جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya قَالَتْ qālat berkatalah أُخْرَىٰهُمْ ukh'rāhum orang-orang yang terakhir لِأُولَىٰهُمْ liūlāhum kepada orang-orang yang terdahulu رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itulah أَضَلُّونَا aḍallūnā telah menyesatkan kami فَـَٔاتِهِمْ faātihim maka datangkan kepada mereka عَذَابًۭا ʿadhāban siksaan ضِعْفًۭا ḍiʿ'fan berlipat ganda مِّنَ mina dari ٱلنَّارِ ۖ l-nāri apai neraka قَالَ qāla (Allah) berfirman لِكُلٍّۢ likullin bagi masing-masing ضِعْفٌۭ ḍiʿ'fun berlipat ganda وَلَـٰكِن walākin akan tetapi لَّا lā tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Allah berfirman, "Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanya, berkatalah orang-orang yang masuk kemudian1 di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu2, "Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka". Allah berfirman, "Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui".
وَقَالَتْ waqālat dan berkatalah أُولَىٰهُمْ ūlāhum orang-orang terdahulu لِأُخْرَىٰهُمْ li-ukh'rāhum kepada orang-orang yang terakhir فَمَا famā maka tidak كَانَ kāna ada لَكُمْ lakum bagi kalian عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami مِن min dari فَضْلٍۢ faḍlin kelebihan فَذُوقُوا۟ fadhūqū maka rasakanlah ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba siksaan بِمَا bimā dengan apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَكْسِبُونَ taksibūna kamu kerjakan
Dan berkata orang-orang yang masuk terdahulu di antara mereka kepada orang-orang yang masuk kemudian, "Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami, maka rasakanlah siksaan karena perbuatan yang telah kamu lakukan".
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami وَٱسْتَكْبَرُوا۟ wa-is'takbarū dan mereka menyombongkan diri عَنْهَا ʿanhā daripadanya لَا lā tidak تُفَتَّحُ tufattaḥu dibukakan لَهُمْ lahum bagi mereka أَبْوَٰبُ abwābu pintu-pintu ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit وَلَا walā dan tidak يَدْخُلُونَ yadkhulūna mereka masuk ٱلْجَنَّةَ l-janata surga حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَلِجَ yalija masuk ٱلْجَمَلُ l-jamalu unta فِى fī dalam سَمِّ sammi lubang ٱلْخِيَاطِ ۚ l-khiyāṭi jarum وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah نَجْزِى najzī Kami memberi balasan ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa
Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit1 dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum2. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.
لَهُم lahum bagi mereka مِّن min dari جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam مِهَادٌۭ mihādun tempat tidur وَمِن wamin dan dari فَوْقِهِمْ fawqihim atas mereka غَوَاشٍۢ ۚ ghawāshin tutup/selimut وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah نَجْزِى najzī Kami memberi balasan ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang dzalim
Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka)1. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim,
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan mereka berbuat/beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan لَا lā tidak نُكَلِّفُ nukallifu Kami memaksakan نَفْسًا nafsan seseorang إِلَّا illā kecuali وُسْعَهَآ wus'ʿahā kesanggupannya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلْجَنَّةِ ۖ l-janati surga هُمْ hum mereka فِيهَا fīhā didalamnya خَـٰلِدُونَ khālidūna mereka kekal
dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.
وَنَزَعْنَا wanazaʿnā dan Kami telah mencabut مَا mā apa فِى fī di dalam صُدُورِهِم ṣudūrihim dada mereka مِّنْ min dari غِلٍّۢ ghillin dendam/kedengkian تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهِمُ taḥtihimu bawah mereka ٱلْأَنْهَـٰرُ ۖ l-anhāru sungai-sungai وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata ٱلْحَمْدُ l-ḥamdu segala puji لِلَّهِ lillahi bagi Allah ٱلَّذِى alladhī yang هَدَىٰنَا hadānā telah menunjuki kami لِهَـٰذَا lihādhā kepada ini وَمَا wamā dan tidaklah كُنَّا kunnā kami adalah لِنَهْتَدِىَ linahtadiya kami akan mendapat petunjuk لَوْلَآ lawlā jika tidak أَنْ an bahwa هَدَىٰنَا hadānā memberi kami petunjuk ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah لَقَدْ laqad sesungguhnya جَآءَتْ jāat telah datang رُسُلُ rusulu Rasul-Rasul رَبِّنَا rabbinā Tuhan kami بِٱلْحَقِّ ۖ bil-ḥaqi dengan kebenaran وَنُودُوٓا۟ wanūdū dan mereka diserukan أَن an bahwa تِلْكُمُ til'kumu itulah ٱلْجَنَّةُ l-janatu surga أُورِثْتُمُوهَا ūrith'tumūhā diwariskannya بِمَا bimā dengan apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran". Dan diserukan kepada mereka, "ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan".
وَنَادَىٰٓ wanādā dan berseru أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلْجَنَّةِ l-janati surga أَصْحَـٰبَ aṣḥāba penghuni ٱلنَّارِ l-nāri neraka أَن an bahwa قَدْ qad sesungguhnya وَجَدْنَا wajadnā kami telah memperoleh مَا mā apa وَعَدَنَا waʿadanā menjanjikan kepada kami رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami حَقًّۭا ḥaqqan sebenarnya فَهَلْ fahal maka apakah وَجَدتُّم wajadttum kamu memperoleh مَّا mā apa وَعَدَ waʿada menjanjikan رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian حَقًّۭا ۖ ḥaqqan sebenarnya قَالُوا۟ qālū mereka berkata/menjawab نَعَمْ ۚ naʿam ya فَأَذَّنَ fa-adhana maka menyeru مُؤَذِّنٌۢ mu-adhinun seorang penyeru بَيْنَهُمْ baynahum diantara mereka أَن an bahwa لَّعْنَةُ laʿnatu kutukan ٱللَّهِ l-lahi Allah عَلَى ʿalā atas ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang dzalim
Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan), "Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?" Mereka (penduduk neraka) menjawab, "Betul". Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu, "Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَصُدُّونَ yaṣuddūna (mereka) meghalang-halangi عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَيَبْغُونَهَا wayabghūnahā dan mereka menginginkan عِوَجًۭا ʿiwajan bengkok وَهُم wahum dan mereka بِٱلْـَٔاخِرَةِ bil-ākhirati dengan/pada akhirat كَـٰفِرُونَ kāfirūna mereka ingkar
(yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kafir kepada kehidupan akhirat".
وَبَيْنَهُمَا wabaynahumā dan diantara keduanya حِجَابٌۭ ۚ ḥijābun dinding/batas وَعَلَى waʿalā dan diatas ٱلْأَعْرَافِ l-aʿrāfi A'raf رِجَالٌۭ rijālun beberapa orang laki-laki يَعْرِفُونَ yaʿrifūna mereka mengenal كُلًّۢا kullan masing-masing بِسِيمَىٰهُمْ ۚ bisīmāhum dengan tanda-tanda mereka وَنَادَوْا۟ wanādaw dan mereka menyeru أَصْحَـٰبَ aṣḥāba penghuni ٱلْجَنَّةِ l-janati surga أَن an bahwa سَلَـٰمٌ salāmun sejahtera عَلَيْكُمْ ۚ ʿalaykum atas kalian لَمْ lam belum يَدْخُلُوهَا yadkhulūhā mereka memasukinya وَهُمْ wahum dan mereka يَطْمَعُونَ yaṭmaʿūna mereka mengharapkan
Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas Al-Aʻrāf 1 itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga, "Salāmun ʻalaikum"2. Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya).
۞ وَإِذَا wa-idhā dan apabila صُرِفَتْ ṣurifat dipalingkan أَبْصَـٰرُهُمْ abṣāruhum pandangan mereka تِلْقَآءَ til'qāa menemui/kearah أَصْحَـٰبِ aṣḥābi penghuni ٱلنَّارِ l-nāri neraka قَالُوا۟ qālū mereka berkata رَبَّنَا rabbanā ya Tuhan kami لَا lā jangan تَجْعَلْنَا tajʿalnā Engkau jadikan kami مَعَ maʿa bersama-sama ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim
Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata, "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu".
وَنَادَىٰٓ wanādā dan berseru أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلْأَعْرَافِ l-aʿrāfi A'raf رِجَالًۭا rijālan beberapa orang laki-laki يَعْرِفُونَهُم yaʿrifūnahum mereka mengenalnya بِسِيمَىٰهُمْ bisīmāhum dengan tanda-tanda mereka قَالُوا۟ qālū mereka berkata مَآ mā tidak أَغْنَىٰ aghnā mencukupi/memberi manfaat عَنكُمْ ʿankum dari kalian جَمْعُكُمْ jamʿukum kamu kumpulkan وَمَا wamā dan apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَسْتَكْبِرُونَ tastakbirūna kamu sombongkan
Dan orang-orang yang di atas Al-Aʻrāf memanggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya dengan mengatakan, "Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan itu, tidaklah memberi manfaat kepadamu".
أَهَـٰٓؤُلَآءِ ahāulāi inikah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَقْسَمْتُمْ aqsamtum kamu bersumpah لَا lā tidak يَنَالُهُمُ yanāluhumu mereka akan menerima ٱللَّهُ l-lahu Allah بِرَحْمَةٍ ۚ biraḥmatin dengan rahmat ٱدْخُلُوا۟ ud'khulū masuklah ٱلْجَنَّةَ l-janata surga لَا lā tidak ada خَوْفٌ khawfun rasa takut عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian وَلَآ walā dan tidaklah أَنتُمْ antum kamu تَحْزَنُونَ taḥzanūna kamu merasa sedih
(Orang-orang di atas Al-Aʻrāf bertanya kepada penghuni neraka), "Itukah orang-orang1 yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?" (Kepada orang mukmin itu dikatakan), "Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati".
وَنَادَىٰٓ wanādā dan menyeru أَصْحَـٰبُ aṣḥābu penghuni ٱلنَّارِ l-nāri neraka أَصْحَـٰبَ aṣḥāba penghuni ٱلْجَنَّةِ l-janati surga أَنْ an bahwa أَفِيضُوا۟ afīḍū limpahkanlah عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami مِنَ mina dari ٱلْمَآءِ l-māi air أَوْ aw atau مِمَّا mimmā dari apa-apa رَزَقَكُمُ razaqakumu rezkikan kepadamu ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata/menjawab إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah حَرَّمَهُمَا ḥarramahumā mengharamkan keduanya عَلَى ʿalā atas ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir
Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga, "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu". Mereka (penghuni surga) menjawab, "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū (mereka) mengambil/menjadikan دِينَهُمْ dīnahum agama mereka لَهْوًۭا lahwan senda gurau وَلَعِبًۭا walaʿiban dan main-main وَغَرَّتْهُمُ wagharrathumu dan telah menipu mereka ٱلْحَيَوٰةُ l-ḥayatu kehidupan ٱلدُّنْيَا ۚ l-dun'yā dunia فَٱلْيَوْمَ fal-yawma maka pada hari itu نَنسَىٰهُمْ nansāhum Kami melupakan mereka كَمَا kamā sebagaimana نَسُوا۟ nasū mereka melupakan لِقَآءَ liqāa pertemuan يَوْمِهِمْ yawmihim hari mereka هَـٰذَا hādhā ini وَمَا wamā dan apa كَانُوا۟ kānū mereka adalah بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami يَجْحَدُونَ yajḥadūna mereka mengingkari
(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka". Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya جِئْنَـٰهُم ji'nāhum telah Kami datangkan kepada mereka بِكِتَـٰبٍۢ bikitābin dengan sebuah kitab فَصَّلْنَـٰهُ faṣṣalnāhu Kami jelaskannya عَلَىٰ ʿalā atas عِلْمٍ ʿil'min ilmu pengetahuan هُدًۭى hudan petunjuk وَرَحْمَةًۭ waraḥmatan dan rahmat لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum/orang-orang يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al-Qur`ān) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami1; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
هَلْ hal apakah يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka menunggu-nunggu إِلَّا illā kecuali/hanya تَأْوِيلَهُۥ ۚ tawīlahu kesudahan kejadiannya يَوْمَ yawma di hari يَأْتِى yatī datang تَأْوِيلُهُۥ tawīluhu kesudahan kejadiannya يَقُولُ yaqūlu berkatalah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang نَسُوهُ nasūhu (mereka) melupakannya مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum/dahulu قَدْ qad sesungguhnya جَآءَتْ jāat telah datang رُسُلُ rusulu Rasul-Rasul رَبِّنَا rabbinā Tuhan kami بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran فَهَل fahal maka apakah لَّنَا lanā bagi kami مِن min dari شُفَعَآءَ shufaʿāa pemberi syafaat فَيَشْفَعُوا۟ fayashfaʿū maka mereka memberi syafaat لَنَآ lanā bagi kami أَوْ aw atau نُرَدُّ nuraddu kami dikembalikan فَنَعْمَلَ fanaʿmala lalu kami beramal غَيْرَ ghayra selain ٱلَّذِى alladhī yang كُنَّا kunnā adalah kami نَعْمَلُ ۚ naʿmalu kami beramal قَدْ qad sesungguhnya خَسِرُوٓا۟ khasirū mereka merugikan أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka sendiri وَضَلَّ waḍalla dan telah lenyap عَنْهُم ʿanhum dari mereka مَّا mā apa كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَفْتَرُونَ yaftarūna mereka ada-adakan
Tiadalah mereka menunggu-nunggu kecuali (terlaksananya kebenaran) Al-Qur`ān itu. Pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al-Qur`ān itu, berkatalah orang-orang yang melupakannya1 sebelum itu, "Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami membawa yang hak, maka adakah bagi kami pemberi syafaat yang akan memberi syafaat bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?" Sungguh mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyaplah dari mereka tuhan-tuhan yang mereka ada-adakan.
إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكُمُ rabbakumu Tuhan kalian ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa telah menciptakan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi فِى fī pada سِتَّةِ sittati enam أَيَّامٍۢ ayyāmin hari/masa ثُمَّ thumma kemudian ٱسْتَوَىٰ is'tawā Dia menuju عَلَى ʿalā diatas ٱلْعَرْشِ l-ʿarshi Arasy يُغْشِى yugh'shī Dia menutup ٱلَّيْلَ al-layla malam ٱلنَّهَارَ l-nahāra siang يَطْلُبُهُۥ yaṭlubuhu mengikutinya حَثِيثًۭا ḥathīthan dengan cepat وَٱلشَّمْسَ wal-shamsa dan matahari وَٱلْقَمَرَ wal-qamara dan bulan وَٱلنُّجُومَ wal-nujūma dan bintang مُسَخَّرَٰتٍۭ musakharātin tunduk (menjalani kewajiban) بِأَمْرِهِۦٓ ۗ bi-amrihi dengan perintahNya أَلَا alā ingatlah لَهُ lahu bagiNya ٱلْخَلْقُ l-khalqu penciptaan وَٱلْأَمْرُ ۗ wal-amru dan perintah/pengurusan تَبَارَكَ tabāraka Maha Suci/Berkah ٱللَّهُ l-lahu Allah رَبُّ rabbu Tuhan/Pemelihara ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, lalu Dia bersemayam di atas arasy1. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan, dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.
ٱدْعُوا۟ id'ʿū berdoalah kamu رَبَّكُمْ rabbakum Tuhan kalian تَضَرُّعًۭا taḍarruʿan merendahkan diri وَخُفْيَةً ۚ wakhuf'yatan dan suara yang lembut إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia لَا lā tidak يُحِبُّ yuḥibbu menyukai ٱلْمُعْتَدِينَ l-muʿ'tadīna orang-orang yang melampaui batas
Berdoalah kepada Tuhan-mu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas1.
وَلَا walā dan jangan تُفْسِدُوا۟ tuf'sidū kalian membuat kerusakan فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi بَعْدَ baʿda sesudah إِصْلَـٰحِهَا iṣ'lāḥihā memperbaikinya وَٱدْعُوهُ wa-id'ʿūhu dan berdoalah kepadaNya خَوْفًۭا khawfan perasaan takut وَطَمَعًا ۚ waṭamaʿan dan penuh pengharapan إِنَّ inna sesungguhnya رَحْمَتَ raḥmata rahmat ٱللَّهِ l-lahi Allah قَرِيبٌۭ qarībun dekat مِّنَ mina dari ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang يُرْسِلُ yur'silu mengirim/meniup ٱلرِّيَـٰحَ l-riyāḥa angin بُشْرًۢا bush'ran berita gembira بَيْنَ bayna diantara يَدَىْ yaday hadapan رَحْمَتِهِۦ ۖ raḥmatihi rahmatNya حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَآ idhā apabila أَقَلَّتْ aqallat membawa سَحَابًۭا saḥāban awan ثِقَالًۭا thiqālan tebal/berat سُقْنَـٰهُ suq'nāhu Kami halau dia لِبَلَدٍۢ libaladin ke negeri/tanah مَّيِّتٍۢ mayyitin mati/tandus فَأَنزَلْنَا fa-anzalnā lalu Kami turunkan بِهِ bihi dengannya ٱلْمَآءَ l-māa air/hujan فَأَخْرَجْنَا fa-akhrajnā maka Kami keluarkan بِهِۦ bihi dengannya مِن min dari كُلِّ kulli setiap ٱلثَّمَرَٰتِ ۚ l-thamarāti buah-buahan كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikianlah نُخْرِجُ nukh'riju Kami keluarkan/bangkitkan ٱلْمَوْتَىٰ l-mawtā orang yang telah mati لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu mengambil pelajaran
Dan Dia-lah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.
وَٱلْبَلَدُ wal-baladu dan negeri/tanah ٱلطَّيِّبُ l-ṭayibu yang baik يَخْرُجُ yakhruju keluar/tumbuh نَبَاتُهُۥ nabātuhu tanaman/tanamannya بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan seizin رَبِّهِۦ ۖ rabbihi Tuhannya/Allah وَٱلَّذِى wa-alladhī dan yang خَبُثَ khabutha buruk لَا lā tidak يَخْرُجُ yakhruju keluar/tumbuh إِلَّا illā kecuali نَكِدًۭا ۚ nakidan merana/kerdil كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikian نُصَرِّفُ nuṣarrifu Kami jelaskan ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti tanda-tanda kekuasaan لِقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum/orang-orang يَشْكُرُونَ yashkurūna mereka bersyukur
Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.
لَقَدْ laqad sesungguhnya أَرْسَلْنَا arsalnā Kami utus نُوحًا nūḥan Nuh إِلَىٰ ilā kepada قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya فَقَالَ faqāla lalu dia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah مَا mā tidak لَكُم lakum bagi kalian مِّنْ min dari إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan غَيْرُهُۥٓ ghayruhu selain Dia إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَخَافُ akhāfu aku takut عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian عَذَابَ ʿadhāba siksaan يَوْمٍ yawmin hari عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin besar
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nūḥ kepada kaumnya, lalu ia berkata, "Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya". Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).
قَالَ qāla berkata ٱلْمَلَأُ l-mala-u pemuka-pemuka مِن min dari قَوْمِهِۦٓ qawmihi kaumnya إِنَّا innā sesungguhnya لَنَرَىٰكَ lanarāka kami memandang kamu فِى fī dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍۢ mubīnin yang nyata
Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata, "Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata".
قَالَ qāla (Nuh) berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku لَيْسَ laysa tidaklah بِى bī denganku ضَلَـٰلَةٌۭ ḍalālatun kesesatan وَلَـٰكِنِّى walākinnī akan tetapi aku رَسُولٌۭ rasūlun utusan مِّن min dari رَّبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Nūḥ menjawab, "Hai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikit pun tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam".
أُبَلِّغُكُمْ uballighukum aku menyampaikan kepadamu رِسَـٰلَـٰتِ risālāti risalah رَبِّى rabbī Tuhanku وَأَنصَحُ wa-anṣaḥu dan aku menasehatkan لَكُمْ lakum bagi kalian وَأَعْلَمُ wa-aʿlamu dan aku mengetahui مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah مَا mā apa لَا lā tidak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
"Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhan-ku dan aku memberi nasihat kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui"1.
أَوَعَجِبْتُمْ awaʿajib'tum ataukah mengherankan kamu أَن an bahwa جَآءَكُمْ jāakum telah datang kepadamu ذِكْرٌۭ dhik'run peringatan مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian عَلَىٰ ʿalā atas رَجُلٍۢ rajulin seorang laki-laki مِّنكُمْ minkum diantara kamu لِيُنذِرَكُمْ liyundhirakum untuk memberi peringatan kepadamu وَلِتَتَّقُوا۟ walitattaqū dan supaya kamu bertakwa وَلَعَلَّكُمْ walaʿallakum dan agar kamu تُرْحَمُونَ tur'ḥamūna kamu dirahmati
"Dan apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepada kamu peringatan dari Tuhan-mu dengan perantaraan seorang laki-laki dari golonganmu agar dia memberi peringatan kepadamu dan mudah-mudahan kamu bertakwa dan supaya kamu mendapat rahmat?"
فَكَذَّبُوهُ fakadhabūhu lalu mereka mendustakannya فَأَنجَيْنَـٰهُ fa-anjaynāhu maka Kami selamatkannya وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang مَعَهُۥ maʿahu bersama dia فِى fī dalam ٱلْفُلْكِ l-ful'ki perahu وَأَغْرَقْنَا wa-aghraqnā dan Kami tenggelamkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَآ ۚ biāyātinā dengan ayat-ayat Kami إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka قَوْمًا qawman kaum عَمِينَ ʿamīna buta
Maka mereka mendustakan Nūḥ, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).
۞ وَإِلَىٰ wa-ilā dan kepada عَادٍ ʿādin kaum 'Ad أَخَاهُمْ akhāhum saudara mereka هُودًۭا ۗ hūdan Hud قَالَ qāla dia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah مَا mā tidak لَكُم lakum bagi kalian مِّنْ min dari إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan غَيْرُهُۥٓ ۚ ghayruhu selain Dia أَفَلَا afalā maka mengapa tidak تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa
Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum ʻĀd saudara mereka, Hūd. Ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?"
قَالَ qāla berkata ٱلْمَلَأُ l-mala-u pemuka-pemuka ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِن min dari قَوْمِهِۦٓ qawmihi kaumnya إِنَّا innā sesungguhnya kami لَنَرَىٰكَ lanarāka kami memandang kamu فِى fī dalam سَفَاهَةٍۢ safāhatin keadaan kurang akal وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kami لَنَظُنُّكَ lanaẓunnuka kami menganggap kamu مِنَ mina dari ٱلْكَـٰذِبِينَ l-kādhibīna orang-orang yang berdusta
Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata, "Sesungguhnya kami benar benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang orang yang berdusta".
قَالَ qāla (Hud) berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku لَيْسَ laysa bukanlah بِى bī bagi aku سَفَاهَةٌۭ safāhatun kurang akal وَلَـٰكِنِّى walākinnī akan tetapi aku رَسُولٌۭ rasūlun utusan مِّن min dari رَّبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Hūd berkata "Hai kaumku, tidak ada padaku kekurangan akal sedikit pun, tetapi aku ini adalah utusan dari Tuhan semesta alam.
أُبَلِّغُكُمْ uballighukum aku menyampaikan رِسَـٰلَـٰتِ risālāti risalah رَبِّى rabbī Tuhanku وَأَنَا۠ wa-anā dan aku لَكُمْ lakum bagi kalian نَاصِحٌ nāṣiḥun pemberi nasehat أَمِينٌ amīnun dapat dipercaya
"Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhan-ku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasihat yang terpercaya bagimu".
أَوَعَجِبْتُمْ awaʿajib'tum apakah kamu heran أَن an bahwa جَآءَكُمْ jāakum telah datang kepadamu ذِكْرٌۭ dhik'run peringatan مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian عَلَىٰ ʿalā atas رَجُلٍۢ rajulin seorang laki-laki مِّنكُمْ minkum diantara kamu لِيُنذِرَكُمْ ۚ liyundhirakum untuk memperingatkan kepadamu وَٱذْكُرُوٓا۟ wa-udh'kurū dan ingatlah olehmu إِذْ idh ketika جَعَلَكُمْ jaʿalakum (Allah) menjadikan kamu خُلَفَآءَ khulafāa pengganti-pengganti مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah قَوْمِ qawmi kaum نُوحٍۢ nūḥin Nuh وَزَادَكُمْ wazādakum dan Dia menambahkan kamu فِى fī dalam ٱلْخَلْقِ l-khalqi penciptaan بَصْۜطَةًۭ ۖ baṣ'ṭatan tegap/kuat فَٱذْكُرُوٓا۟ fa-udh'kurū maka ingatlah olehmu ءَالَآءَ ālāa nikmat-nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُفْلِحُونَ tuf'liḥūna kamu beruntung
"Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhan-mu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nūḥ, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (dari kaum Nūḥ itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan".
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَجِئْتَنَا aji'tanā apakah kamu datang kepada kami لِنَعْبُدَ linaʿbuda agar kami menyembah ٱللَّهَ l-laha Allah وَحْدَهُۥ waḥdahu sendiriNya وَنَذَرَ wanadhara dan kami meninggalkan مَا mā apa كَانَ kāna adalah يَعْبُدُ yaʿbudu menyembah ءَابَآؤُنَا ۖ ābāunā bapak-bapak kami فَأْتِنَا fatinā maka datanglah kepada kami بِمَا bimā dengan apa تَعِدُنَآ taʿidunā kamu ancamkan pada kami إِن in jika كُنتَ kunta kamu adalah مِنَ mina dari ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar
Mereka berkata, "Apakah kamu datang kepada kami agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami? maka datangkanlah azab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar".
قَالَ qāla dia berkata قَدْ qad sungguh وَقَعَ waqaʿa akan menimpa عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian رِجْسٌۭ rij'sun azab وَغَضَبٌ ۖ waghaḍabun dan kemurkaan أَتُجَـٰدِلُونَنِى atujādilūnanī apakah kamu akan mendebatku فِىٓ fī dalam/tentang أَسْمَآءٍۢ asmāin nama-nama سَمَّيْتُمُوهَآ sammaytumūhā kamu menamakannya أَنتُمْ antum kamu وَءَابَآؤُكُم waābāukum dan nenek moyangmu مَّا mā tidak نَزَّلَ nazzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah بِهَا bihā dengannya مِن min dari سُلْطَـٰنٍۢ ۚ sul'ṭānin hujjah/keterangan فَٱنتَظِرُوٓا۟ fa-intaẓirū maka tunggulah alehmu إِنِّى innī sesungguhnya aku مَعَكُم maʿakum bersamamu مِّنَ mina dari/termasuk ٱلْمُنتَظِرِينَ l-muntaẓirīna orang-orang yang menunggu
Ia berkata, "Sungguh sudah pasti kamu akan ditimpa azab dan kemarahan dari Tuhan-mu. Apakah kamu sekalian hendak berbantah dengan aku tentang nama-nama (berhala) yang kamu beserta nenek moyangmu menamakannya, padahal Allah sekali-kali tidak menurunkan hujah untuk itu? Maka tunggulah (azab itu), sesungguhnya aku juga termasuk orang yamg menunggu bersama kamu".
فَأَنجَيْنَـٰهُ fa-anjaynāhu maka Kami selamatkan dia وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang مَعَهُۥ maʿahu bersama dia بِرَحْمَةٍۢ biraḥmatin dengan rahmat مِّنَّا minnā dari Kami وَقَطَعْنَا waqaṭaʿnā dan Kami potong/tumpas دَابِرَ dābira semua ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا ۖ biāyātinā dengan ayat-ayat Kami وَمَا wamā dan tidak ada كَانُوا۟ kānū adalah mereka مُؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman
Maka kami selamatkan Hūd beserta orang-orang yang bersamanya dengan rahmat yang besar dari Kami dan Kami tumpas orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan tiadalah mereka orang-orang yang beriman.
وَإِلَىٰ wa-ilā dan kepada ثَمُودَ thamūda kaum Samud أَخَاهُمْ akhāhum saudara mereka صَـٰلِحًۭا ۗ ṣāliḥan saleh قَالَ qāla dia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah مَا mā tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّنْ min dari إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan غَيْرُهُۥ ۖ ghayruhu selain Dia قَدْ qad sesungguhnya جَآءَتْكُم jāatkum telah datang kepadamu بَيِّنَةٌۭ bayyinatun bukti nyata مِّن min dari رَّبِّكُمْ ۖ rabbikum Tuhan kalian هَـٰذِهِۦ hādhihi ini نَاقَةُ nāqatu unta betina ٱللَّهِ l-lahi Allah لَكُمْ lakum bagi kalian ءَايَةًۭ ۖ āyatan suatu tanda فَذَرُوهَا fadharūhā maka biarkan dia تَأْكُلْ takul makan فِىٓ fī di أَرْضِ arḍi bumi ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah وَلَا walā dan jangan تَمَسُّوهَا tamassūhā kamu mengganggunya بِسُوٓءٍۢ bisūin dengan menyakiti فَيَأْخُذَكُمْ fayakhudhakum maka akan menimpa kamu عَذَابٌ ʿadhābun siksaan أَلِيمٌۭ alīmun pedih
Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Ṡamūd saudara mereka, Ṣālīḥ. Ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhan-mu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih".
وَٱذْكُرُوٓا۟ wa-udh'kurū dan ingatlah kamu إِذْ idh ketika جَعَلَكُمْ jaʿalakum Dia menjadikan kamu خُلَفَآءَ khulafāa pengganti-pengganti مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah عَادٍۢ ʿādin kaum 'Ad وَبَوَّأَكُمْ wabawwa-akum dan Dia menempatkan kamu فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi تَتَّخِذُونَ tattakhidhūna kamu dirikan مِن min dari سُهُولِهَا suhūlihā tanah datarnya قُصُورًۭا quṣūran istana-istana وَتَنْحِتُونَ watanḥitūna dan kamu pahat ٱلْجِبَالَ l-jibāla gunung-gunung بُيُوتًۭا ۖ buyūtan rumah-rumah فَٱذْكُرُوٓا۟ fa-udh'kurū maka ingatlah kamu ءَالَآءَ ālāa nikmat-nikmat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَا walā dan jangan تَعْثَوْا۟ taʿthaw kamu melampaui batas فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi مُفْسِدِينَ muf'sidīna orang-orang yang membuat kerusakan
Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum ʻĀd dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.
قَالَ qāla berkata ٱلْمَلَأُ l-mala-u pemuka-pemuka ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱسْتَكْبَرُوا۟ is'takbarū (mereka) menyombongkan مِن min dari قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang ٱسْتُضْعِفُوا۟ us'tuḍ'ʿifū (mereka) dianggap lemah لِمَنْ liman bagi orang ءَامَنَ āmana beriman مِنْهُمْ min'hum diantara mereka أَتَعْلَمُونَ ataʿlamūna tahukah kamu أَنَّ anna bahwa sesungguhnya صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan Saleh مُّرْسَلٌۭ mur'salun menjadi Rasul مِّن min dari رَّبِّهِۦ ۚ rabbihi Tuhannya قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata/menjawab إِنَّا innā sesungguhnya kami بِمَآ bimā dengan apa أُرْسِلَ ur'sila diutus/disampaikan بِهِۦ bihi dengannya مُؤْمِنُونَ mu'minūna orang-orang yang beriman
Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka, "Tahukah kamu bahwa Ṣālīḥ di utus (menjadi rasul) oleh Tuhan-nya?" Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Ṣālīḥ diutus untuk menyampaikannya".
قَالَ qāla berkata ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱسْتَكْبَرُوٓا۟ is'takbarū (mereka) menyombongkan diri إِنَّا innā sesungguhnya kami بِٱلَّذِىٓ bi-alladhī dengan yang ءَامَنتُم āmantum kamu imankan بِهِۦ bihi dengannya كَـٰفِرُونَ kāfirūna ingkar/tidak percaya
Orang-orang yang menyombongkan diri berkata, "Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu".
فَعَقَرُوا۟ faʿaqarū maka mereka menyembelih ٱلنَّاقَةَ l-nāqata unta betina وَعَتَوْا۟ waʿataw dan mereka durhaka عَنْ ʿan dari أَمْرِ amri perintah رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata يَـٰصَـٰلِحُ yāṣāliḥu Hai shaleh ٱئْتِنَا i'tinā datangkan kepada kami بِمَا bimā dengan apa تَعِدُنَآ taʿidunā kamu ancamkan pada kami إِن in jika كُنتَ kunta kamu adalah مِنَ mina dari ٱلْمُرْسَلِينَ l-mur'salīna orang-orang yang diutus
Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata, "Hai Ṣālīḥ, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah)".
فَأَخَذَتْهُمُ fa-akhadhathumu maka menimpa mereka ٱلرَّجْفَةُ l-rajfatu gempa فَأَصْبَحُوا۟ fa-aṣbaḥū maka jadilah mereka فِى fī dalam دَارِهِمْ dārihim rumah mereka جَـٰثِمِينَ jāthimīna mayat-mayat yang bergelimpangan
Karena itu, mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.
فَتَوَلَّىٰ fatawallā maka dia berpaling عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka وَقَالَ waqāla dan dia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku لَقَدْ laqad sesungguhnya أَبْلَغْتُكُمْ ablaghtukum aku telah menyampaikan kepadamu رِسَالَةَ risālata risalah رَبِّى rabbī Tuhanku وَنَصَحْتُ wanaṣaḥtu dan aku telah memberi nasehat لَكُمْ lakum bagi kalian وَلَـٰكِن walākin tetapi لَّا lā tidak تُحِبُّونَ tuḥibbūna kamu menyukai ٱلنَّـٰصِحِينَ l-nāṣiḥīna orang-orang yang memberi nasehat
Maka Ṣālīḥ meninggalkan mereka seraya berkata, "Hai kaumku sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhan-ku, dan aku telah memberi nasihat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasihat".
وَلُوطًا walūṭan dan Luth إِذْ idh ketika قَالَ qāla dia berkata لِقَوْمِهِۦٓ liqawmihi kepada kaumnya أَتَأْتُونَ atatūna mengapa kamu kerjakan ٱلْفَـٰحِشَةَ l-fāḥishata yang keji مَا mā tidak/belum pernah سَبَقَكُم sabaqakum dikerjakan kamu بِهَا bihā dengannya مِنْ min dari أَحَدٍۢ aḥadin seorang مِّنَ mina dari ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Dan (Kami juga telah mengutus) Lūṭ (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka, "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fāḥisyah itu1, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?"
إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian لَتَأْتُونَ latatūna sungguh kamu mendatangi ٱلرِّجَالَ l-rijāla orang laki-laki شَهْوَةًۭ shahwatan nafsu مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱلنِّسَآءِ ۚ l-nisāi perempuan بَلْ bal bahkan أَنتُمْ antum kamu قَوْمٌۭ qawmun kaum مُّسْرِفُونَ mus'rifūna orang-orang yang melampaui batas
Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.
وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada جَوَابَ jawāba jawaban قَوْمِهِۦٓ qawmihi kaumnya إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa قَالُوٓا۟ qālū mereka mengatakan أَخْرِجُوهُم akhrijūhum keluarlah mereka مِّن min dari قَرْيَتِكُمْ ۖ qaryatikum negerimu ini إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka أُنَاسٌۭ unāsun manusia يَتَطَهَّرُونَ yataṭahharūna mereka mensucikan diri
Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan, "Usirlah mereka (Lūṭ dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura menyucikan diri".
فَأَنجَيْنَـٰهُ fa-anjaynāhu maka Kami selamatkan dia وَأَهْلَهُۥٓ wa-ahlahu dan keluarganya إِلَّا illā kecuali ٱمْرَأَتَهُۥ im'ra-atahu isterinya كَانَتْ kānat adalah dia مِنَ mina dari/termasuk ٱلْغَـٰبِرِينَ l-ghābirīna orang-orang yang tertinggal
Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).
وَأَمْطَرْنَا wa-amṭarnā dan Kami hujani عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مَّطَرًۭا ۖ maṭaran hujan فَٱنظُرْ fa-unẓur maka perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa
Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.
وَإِلَىٰ wa-ilā dan kepada مَدْيَنَ madyana penduduk Madyan أَخَاهُمْ akhāhum saudara mereka شُعَيْبًۭا ۗ shuʿayban Syuaib قَالَ qāla dia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū sembahlah ٱللَّهَ l-laha Allah مَا mā tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّنْ min dari إِلَـٰهٍ ilāhin Tuhan غَيْرُهُۥ ۖ ghayruhu selain Dia قَدْ qad sesungguhnya جَآءَتْكُم jāatkum telah datang kepadamu بَيِّنَةٌۭ bayyinatun bukti nyata مِّن min dari رَّبِّكُمْ ۖ rabbikum Tuhan kalian فَأَوْفُوا۟ fa-awfū maka sempurnakanlah ٱلْكَيْلَ l-kayla takaran وَٱلْمِيزَانَ wal-mīzāna dan timbangan وَلَا walā dan jangan تَبْخَسُوا۟ tabkhasū kamu kurangi ٱلنَّاسَ l-nāsa manusia أَشْيَآءَهُمْ ashyāahum segala sesuatu mereka وَلَا walā dan jangan تُفْسِدُوا۟ tuf'sidū kalian membuat kerusakan فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi بَعْدَ baʿda sesudah إِصْلَـٰحِهَا ۚ iṣ'lāḥihā memperbaikinya ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكُمْ lakum bagi kalian إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman
Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan1 saudara mereka, Syuʻayb. Ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhan-mu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman".
وَلَا walā jangan تَقْعُدُوا۟ taqʿudū kamu duduk-duduk بِكُلِّ bikulli di setiap صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalanan تُوعِدُونَ tūʿidūna kamu menakut-nakuti وَتَصُدُّونَ wataṣuddūna dan kamu menghalang-halangi عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah مَنْ man orang ءَامَنَ āmana beriman بِهِۦ bihi dengannya وَتَبْغُونَهَا watabghūnahā dan kamu menginginkannya عِوَجًۭا ۚ ʿiwajan bengkok وَٱذْكُرُوٓا۟ wa-udh'kurū dan ingatlah إِذْ idh ketika كُنتُمْ kuntum kalian adalah قَلِيلًۭا qalīlan sedikit فَكَثَّرَكُمْ ۖ fakatharakum maka/lalu Dia memperbanyak kamu وَٱنظُرُوا۟ wa-unẓurū dan perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan ٱلْمُفْسِدِينَ l-muf'sidīna orang-orang yang berbuat kerusakan
Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, dan menginginkan agar jalan Allah itu menjadi bengkok. Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.
وَإِن wa-in dan jika كَانَ kāna ada طَآئِفَةٌۭ ṭāifatun segolongan مِّنكُمْ minkum diantara kamu ءَامَنُوا۟ āmanū mereka beriman بِٱلَّذِىٓ bi-alladhī dengan yang أُرْسِلْتُ ur'sil'tu aku diutus بِهِۦ bihi dengannya وَطَآئِفَةٌۭ waṭāifatun dan segolongan لَّمْ lam tidak يُؤْمِنُوا۟ yu'minū mereka beriman فَٱصْبِرُوا۟ fa-iṣ'birū maka bersabarlah kamu حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَحْكُمَ yaḥkuma menetapkan hukum ٱللَّهُ l-lahu Allah بَيْنَنَا ۚ baynanā diantara kita وَهُوَ wahuwa dan Dia خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلْحَـٰكِمِينَ l-ḥākimīna Penghukum/Hakim
Jika ada segolongan dari kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya.
۞ قَالَ qāla berkata ٱلْمَلَأُ l-mala-u pemuka-pemuka ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱسْتَكْبَرُوا۟ is'takbarū menyombongkan diri مِن min dari قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya لَنُخْرِجَنَّكَ lanukh'rijannaka untuk mengusir kamu يَـٰشُعَيْبُ yāshuʿaybu wahai Syu'aib وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman مَعَكَ maʿaka bersamamu مِن min dari قَرْيَتِنَآ qaryatinā negeri kami أَوْ aw atau لَتَعُودُنَّ lataʿūdunna kamu sungguh kembali فِى fī dalam مِلَّتِنَا ۚ millatinā agama kami قَالَ qāla (Syu'aib) berkata أَوَلَوْ awalaw apakah meskipun كُنَّا kunnā adalah kami كَـٰرِهِينَ kārihīna orang-orang yang membenci
Pemuka-pemuka dari kaum Syuʻayb yang menyombongkan diri berkata, "Sesungguhnya kami akan mengusir kamu, hai Syuʻayb, dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, kecuali kamu kembali kepada agama kami". Berkata Syuʻayb, "Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya?"
قَدِ qadi sesungguhnya ٱفْتَرَيْنَا if'taraynā kami mengada-adakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah كَذِبًا kadhiban kebohongan إِنْ in jika عُدْنَا ʿud'nā kami kembali فِى fī dalam مِلَّتِكُم millatikum agamamu بَعْدَ baʿda sesudah إِذْ idh ketika نَجَّىٰنَا najjānā menyelamatkan/melepaskan kami ٱللَّهُ l-lahu Allah مِنْهَا ۚ min'hā daripadanya وَمَا wamā dan tidak يَكُونُ yakūnu patut لَنَآ lanā bagi kami أَن an bahwa نَّعُودَ naʿūda menghendaki فِيهَآ fīhā didalamnya/kepadanya إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa يَشَآءَ yashāa dikehendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah رَبُّنَا ۚ rabbunā Tuhan kami وَسِعَ wasiʿa luas/meliputi رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami كُلَّ kulla segala شَىْءٍ shayin sesuatu عِلْمًا ۚ ʿil'man pengetahuan عَلَى ʿalā atas/kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah تَوَكَّلْنَا ۚ tawakkalnā kami bertawakkal رَبَّنَا rabbanā Tuhan kami ٱفْتَحْ if'taḥ berilah keputusan بَيْنَنَا baynanā antara kami وَبَيْنَ wabayna dan antara قَوْمِنَا qawminā kaum kami بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan hak/adil وَأَنتَ wa-anta dan Engkau خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلْفَـٰتِحِينَ l-fātiḥīna pemberi keputusan
Sungguh kami mengada-adakan kebohongan yang benar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, sesudah Allah melepaskan kami dari padanya. Dan tidaklah patut kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami menghendaki(nya). Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami bertawakkal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkau-lah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.
وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلْمَلَأُ l-mala-u pemuka-pemuka ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar مِن min dari قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya لَئِنِ la-ini sungguh jika ٱتَّبَعْتُمْ ittabaʿtum kamu mengikuti شُعَيْبًا shuʿayban Syu'aib إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian إِذًۭا idhan jika demikian لَّخَـٰسِرُونَ lakhāsirūna tentu orang-orang yang merugi
Pemuka-pemuka kaum Syuʻayb yang kafir berkata (kepada sesamanya), "Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syuʻayb, tentu kamu jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi".
فَأَخَذَتْهُمُ fa-akhadhathumu maka menimpa mereka ٱلرَّجْفَةُ l-rajfatu gempa فَأَصْبَحُوا۟ fa-aṣbaḥū maka jadilah mereka فِى fī dalam دَارِهِمْ dārihim rumah mereka جَـٰثِمِينَ jāthimīna mayat-mayat yang bergelimpangan
Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka.
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan شُعَيْبًۭا shuʿayban Syu'aib كَأَن ka-an seakan لَّمْ lam tidak يَغْنَوْا۟ yaghnaw mereka berdiam فِيهَا ۚ fīhā di dalamnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan شُعَيْبًۭا shuʿayban Syu'aib كَانُوا۟ kānū adalah mereka هُمُ humu mereka ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang merugi
(yaitu) orang-orang yang mendustakan Syuʻayb seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syuʻayb mereka itulah orang-orang yang merugi.
فَتَوَلَّىٰ fatawallā maka dia berpaling/meninggalkan عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka وَقَالَ waqāla dan dia berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku لَقَدْ laqad sesungguhnya أَبْلَغْتُكُمْ ablaghtukum aku telah menyampaikan kepadamu رِسَـٰلَـٰتِ risālāti risalah-risalah رَبِّى rabbī Tuhanku وَنَصَحْتُ wanaṣaḥtu dan aku telah memberi nasehat لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian فَكَيْفَ fakayfa maka bagaimana ءَاسَىٰ āsā aku bersedih hati عَلَىٰ ʿalā atas قَوْمٍۢ qawmin kaum كَـٰفِرِينَ kāfirīna orang-orang yang kafir
Maka Syuʻayb meninggalkan mereka seraya berkata, "Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhan-ku dan aku telah memberi nasihat kepadamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir?"
وَمَآ wamā dan tidak أَرْسَلْنَا arsalnā Kami mengutus فِى fī di dalam قَرْيَةٍۢ qaryatin sebuah negeri مِّن min dari نَّبِىٍّ nabiyyin seorang nabi إِلَّآ illā kecuali/melainkan أَخَذْنَآ akhadhnā kami ambil/timpakan أَهْلَهَا ahlahā penduduknya بِٱلْبَأْسَآءِ bil-basāi dengan kesempitan وَٱلضَّرَّآءِ wal-ḍarāi dan penderitaan لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَضَّرَّعُونَ yaḍḍarraʿūna mereka merendahkan diri
Kami tidaklah mengutus seseorang nabi pun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri.
ثُمَّ thumma kemudian بَدَّلْنَا baddalnā Kami ganti مَكَانَ makāna tempat ٱلسَّيِّئَةِ l-sayi-ati yang jelek ٱلْحَسَنَةَ l-ḥasanata yang baik حَتَّىٰ ḥattā sehingga عَفَوا۟ ʿafaw mereka berkembang biak وَّقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata قَدْ qad sungguh مَسَّ massa telah menimpa ءَابَآءَنَا ābāanā bapak-bapak/nenek moyang kami ٱلضَّرَّآءُ l-ḍarāu penderitaan وَٱلسَّرَّآءُ wal-sarāu dan kesenangan فَأَخَذْنَـٰهُم fa-akhadhnāhum maka Kami timpakan kepada mereka بَغْتَةًۭ baghtatan dengan tiba-tiba وَهُمْ wahum dan mereka لَا lā tidak يَشْعُرُونَ yashʿurūna mereka menyadari
Kemudian Kami ganti kesusahan itu dengan kesenangan hingga keturunan dan harta mereka bertambah banyak, dan mereka berkata, "Sesungguhnya nenek moyang kami pun telah merasai penderitaan dan kesenangan", maka Kami timpakan siksaan atas mereka dengan sekonyong-konyong, sedang mereka tidak menyadarinya.
وَلَوْ walaw dan sekiranya أَنَّ anna bahwasanya أَهْلَ ahla penduduk ٱلْقُرَىٰٓ l-qurā negeri ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَٱتَّقَوْا۟ wa-ittaqaw dan mereka bertakwa لَفَتَحْنَا lafataḥnā pasti Kami bukakan عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka بَرَكَـٰتٍۢ barakātin keberkahan مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَلَـٰكِن walākin akan tetapi كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka mendustakan فَأَخَذْنَـٰهُم fa-akhadhnāhum maka Kami timpakan kepada mereka بِمَا bimā dengan sebab كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَكْسِبُونَ yaksibūna mereka perbuat
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.
أَفَأَمِنَ afa-amina apakah merasa aman أَهْلُ ahlu penduduk ٱلْقُرَىٰٓ l-qurā negeri أَن an jika يَأْتِيَهُم yatiyahum akan datang kepada mereka بَأْسُنَا basunā siksaan Kami بَيَـٰتًۭا bayātan pada waktu malam وَهُمْ wahum dan mereka نَآئِمُونَ nāimūna mereka tidur
Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?
أَوَأَمِنَ awa-amina atau merasa aman أَهْلُ ahlu penduduk ٱلْقُرَىٰٓ l-qurā negeri أَن an jika يَأْتِيَهُم yatiyahum akan datang kepada mereka بَأْسُنَا basunā siksaan Kami ضُحًۭى ḍuḥan pada waktu pagi وَهُمْ wahum dan mereka يَلْعَبُونَ yalʿabūna mereka bermain
Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?
أَفَأَمِنُوا۟ afa-aminū apakah mereka merasa aman مَكْرَ makra rencana/azab ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah فَلَا falā maka tidak يَأْمَنُ yamanu merasa aman مَكْرَ makra rencana/azab ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَّا illā melainkan ٱلْقَوْمُ l-qawmu kaum ٱلْخَـٰسِرُونَ l-khāsirūna orang-orang yang merugi
Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.
أَوَلَمْ awalam apakah tidak يَهْدِ yahdi Dia memberi peunjuk لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang يَرِثُونَ yarithūna (mereka) mewarisi ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi/negeri مِنۢ min dari بَعْدِ baʿdi sesudah أَهْلِهَآ ahlihā penduduknya أَن an bahwa لَّوْ law kalau نَشَآءُ nashāu Kami menghendaki أَصَبْنَـٰهُم aṣabnāhum Kami azab mereka بِذُنُوبِهِمْ ۚ bidhunūbihim dengan dosa-dosa mereka وَنَطْبَعُ wanaṭbaʿu dan Kami tutup عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka فَهُمْ fahum maka mereka لَا lā tidak يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mereka dapat mendengar
Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya bahwa kalau Kami menghendaki, tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?
تِلْكَ til'ka itulah ٱلْقُرَىٰ l-qurā negeri-negeri نَقُصُّ naquṣṣu Kami kisahkan عَلَيْكَ ʿalayka kepadamu مِنْ min dari أَنۢبَآئِهَا ۚ anbāihā beritanya وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya جَآءَتْهُمْ jāathum telah datang kepada mereka رُسُلُهُم rusuluhum Rasul-Rasul mereka بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan bukti-bukti فَمَا famā maka tidak كَانُوا۟ kānū adalah mereka لِيُؤْمِنُوا۟ liyu'minū untuk mereka beriman بِمَا bimā dengan/kepada apa كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka telah mendustakan مِن min dari قَبْلُ ۚ qablu sebelum كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يَطْبَعُ yaṭbaʿu menutup ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِ qulūbi hati ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir
Negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu, Kami ceritakan sebagian dari berita-beritanya kepadamu. Dan sungguh telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, maka mereka (juga) tidak beriman kepada apa yang dahulunya mereka telah mendustakannya. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang kafir.
وَمَا wamā dan tidak وَجَدْنَا wajadnā Kami mendapati لِأَكْثَرِهِم li-aktharihim bagi kebanyakan mereka مِّنْ min dari عَهْدٍۢ ۖ ʿahdin janji وَإِن wa-in dan sesungguhnya وَجَدْنَآ wajadnā Kami mendapati أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka لَفَـٰسِقِينَ lafāsiqīna sungguh orang-orang fasik
Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sesungguhnya Kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik.
ثُمَّ thumma kemudian بَعَثْنَا baʿathnā Kami utus مِنۢ min dari بَعْدِهِم baʿdihim sesudah mereka (rasul-rasul) مُّوسَىٰ mūsā Musa بِـَٔايَـٰتِنَآ biāyātinā dengan ayat-ayat Kami إِلَىٰ ilā kepada فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun وَمَلَإِي۟هِۦ wamala-ihi dan pemuka-pemukanya فَظَلَمُوا۟ faẓalamū lalu mereka mengingkari بِهَا ۖ bihā dengannya/padanya فَٱنظُرْ fa-unẓur maka perhatikanlah كَيْفَ kayfa bagaimana كَانَ kāna adalah ia عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat ٱلْمُفْسِدِينَ l-muf'sidīna orang-orang yang membuat kerusakan
Kemudian Kami utus Musa sesudah rasul-rasul itu dengan membawa ayat-ayat Kami kepada Firʻawn1 dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari ayat-ayat itu. Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang membuat kerusakan.
وَقَالَ waqāla dan berkata مُوسَىٰ mūsā Musa يَـٰفِرْعَوْنُ yāfir'ʿawnu Hai fir'aun إِنِّى innī sesungguhnya aku رَسُولٌۭ rasūlun seorang Rasul مِّن min dari رَّبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Dan Musa berkata, "Firʻawn , sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan dari Tuhan semesta alam,
حَقِيقٌ ḥaqīqun sebenarnya عَلَىٰٓ ʿalā atas أَن an bahwa لَّآ lā tidak أَقُولَ aqūla mengatakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَّا illā kecuali ٱلْحَقَّ ۚ l-ḥaqa benar قَدْ qad sesungguhnya جِئْتُكُم ji'tukum aku datang kepadamu بِبَيِّنَةٍۢ bibayyinatin dengan bukti-bukti nyata مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian فَأَرْسِلْ fa-arsil maka lepaskanlah مَعِىَ maʿiya bersama aku بَنِىٓ banī orang-orang إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil
wajib atasku tidak mengatakan sesuatu terhadap Allah, kecuali yang hak. Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhan-mu, maka lepaskanlah Bani Isrā`īl(pergi) bersama aku".
قَالَ qāla dia berkata إِن in jika كُنتَ kunta kamu adalah جِئْتَ ji'ta kamu datang بِـَٔايَةٍۢ biāyatin dengan suatu ayat/bukti فَأْتِ fati maka datangkanlah بِهَآ bihā dengannya إِن in jika كُنتَ kunta kamu adalah مِنَ mina dari ٱلصَّـٰدِقِينَ l-ṣādiqīna orang-orang yang benar
Firʻawn menjawab, "Jika benar kamu membawa sesuatu bukti, maka datangkanlah bukti itu jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang benar".
فَأَلْقَىٰ fa-alqā maka ia menjatuhkan عَصَاهُ ʿaṣāhu tongkatnya فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هِىَ hiya ia (tongkat) ثُعْبَانٌۭ thuʿ'bānun ular مُّبِينٌۭ mubīnun nyata
Maka Musa menjatuhkan tongkat-nya, lalu seketika itu juga tongkat itu menjadi ular yang sebenarnya.
وَنَزَعَ wanazaʿa dan ia menarik يَدَهُۥ yadahu tangannya فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هِىَ hiya ia (tongkat) بَيْضَآءُ bayḍāu putih (bercahaya) لِلنَّـٰظِرِينَ lilnnāẓirīna bagi orang-orang yang melihat
Dan ia mengeluarkan tangannya, maka ketika itu juga tangan itu menjadi putih bercahaya (kelihatan) oleh orang-orang yang melihatnya.
قَالَ qāla berkata ٱلْمَلَأُ l-mala-u pemuka-pemuka مِن min dari قَوْمِ qawmi kaum فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini لَسَـٰحِرٌ lasāḥirun sungguh ahli sihir عَلِيمٌۭ ʿalīmun yang pandai
Pemuka-pemuka kaum Firʻawn berkata, "Sesungguhnya Musa ini adalah ahli sihir yang pandai,
يُرِيدُ yurīdu dia bermaksud أَن an bahwa يُخْرِجَكُم yukh'rijakum mengeluarkan kamu مِّنْ min dari أَرْضِكُمْ ۖ arḍikum bumi/negerimu فَمَاذَا famādhā maka apa yang تَأْمُرُونَ tamurūna kamu perintahkan
yang bermaksud hendak mengeluarkan kamu dari negerimu". (Firʻawn berkata), "Maka apakah yang kamu anjurkan?"
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أَرْجِهْ arjih tahanlah ia وَأَخَاهُ wa-akhāhu dan saudaranya وَأَرْسِلْ wa-arsil dan kirimlah فِى fī di/ke ٱلْمَدَآئِنِ l-madāini kota-kota حَـٰشِرِينَ ḥāshirīna orang-orang yang berkumpul
Pemuka-pemuka itu menjawab, "Beri tangguhlah dia dan saudaranya serta kirimlah ke kota-kota beberapa orang yang akan mengumpulkan (ahli-ahli sihir),
يَأْتُوكَ yatūka mereka akan datang kepadamu بِكُلِّ bikulli dengan seluruh سَـٰحِرٍ sāḥirin ahli sihir عَلِيمٍۢ ʿalīmin yang pandai
supaya mereka membawa kepadamu semua ahli sihir yang pandai".
وَجَآءَ wajāa dan datanglah ٱلسَّحَرَةُ l-saḥaratu ahli-ahli sihir فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun قَالُوٓا۟ qālū mereka mengatakan إِنَّ inna sesungguhnya لَنَا lanā bagi kami لَأَجْرًا la-ajran sungguh (dapat) upah إِن in jika كُنَّا kunnā kami adalah نَحْنُ naḥnu kami ٱلْغَـٰلِبِينَ l-ghālibīna orang-orang yang menang
Dan beberapa ahli sihir itu datang kepada Firʻawn mengatakan, "(Apakah) sesungguhnya kami akan mendapat upah, jika kamilah yang menang?"
قَالَ qāla dia (Fir'aun) berkata نَعَمْ naʿam ya وَإِنَّكُمْ wa-innakum dan sesungguhnya kamu لَمِنَ lamina sungguh dari/termasuk ٱلْمُقَرَّبِينَ l-muqarabīna orang-orang yang dekat
Firʻawn menjawab, "Ya, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan termasuk orang-orang yang dekat (kepadaku)".
قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰمُوسَىٰٓ yāmūsā wahai musa إِمَّآ immā apakah/ataukah أَن an bahwa تُلْقِىَ tul'qiya kamu melemparkan وَإِمَّآ wa-immā dan apakah/ataukah أَن an bahwa نَّكُونَ nakūna kami adalah نَحْنُ naḥnu kami ٱلْمُلْقِينَ l-mul'qīna orang-orang yang melemparkan
Ahli-ahli sihir berkata, "Hai Musa, kamukah yang akan melemparkan lebih dahulu, ataukah kami yang akan melemparkan?"
قَالَ qāla dia berkata أَلْقُوا۟ ۖ alqū lemparkanlah فَلَمَّآ falammā maka setelah أَلْقَوْا۟ alqaw mereka melemparkan سَحَرُوٓا۟ saḥarū mereka menyihir أَعْيُنَ aʿyuna mata ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَٱسْتَرْهَبُوهُمْ wa-is'tarhabūhum dan menjadikan takut kepada mereka وَجَآءُو wajāū dan mereka mendatangkan بِسِحْرٍ bisiḥ'rin dengan sihir عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin yang besar
Musa menjawab, "Lemparkanlah (lebih dahulu)!" Maka tatkala mereka melemparkan, mereka menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka mendatangkan sihir yang besar (menakjubkan).
۞ وَأَوْحَيْنَآ wa-awḥaynā dan Kami wahyukan إِلَىٰ ilā kepada مُوسَىٰٓ mūsā Musa أَنْ an bahwa أَلْقِ alqi lemparkanlah عَصَاكَ ۖ ʿaṣāka tongkatmu فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هِىَ hiya ia (tongkat) تَلْقَفُ talqafu menelan مَا mā apa يَأْفِكُونَ yafikūna mereka pertunjukkan
Dan Kami wahyukan kepada Musa, "Lemparkanlah tongkatmu!" Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan.
فَوَقَعَ fawaqaʿa maka nyatalah ٱلْحَقُّ l-ḥaqu yang benar وَبَطَلَ wabaṭala dan lenyaplah مَا mā apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
Karena itu, nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan.
فَغُلِبُوا۟ faghulibū maka mereka dikalahkan هُنَالِكَ hunālika disana (ditempat itu) وَٱنقَلَبُوا۟ wa-inqalabū dan mereka kembali صَـٰغِرِينَ ṣāghirīna menjadi kecil (kehinaan)
Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina.
وَأُلْقِىَ wa-ul'qiya dan menjatuhkan diri ٱلسَّحَرَةُ l-saḥaratu ahli-ahli sihir سَـٰجِدِينَ sājidīna bersujud
Dan ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud1.
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِرَبِّ birabbi kepada Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Mereka berkata, "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam,
رَبِّ rabbi Tuhan مُوسَىٰ mūsā Musa وَهَـٰرُونَ wahārūna dan Harun
"(yaitu) Tuhan Musa dan Hārūn".
قَالَ qāla berkata فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun ءَامَنتُم āmantum apakah kamu beriman بِهِۦ bihi dengannya/kepadanya قَبْلَ qabla sebelum أَنْ an sesungguhnya ءَاذَنَ ādhana memberi izin لَكُمْ ۖ lakum bagi kalian إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰذَا hādhā ini لَمَكْرٌۭ lamakrun suatu muslihat مَّكَرْتُمُوهُ makartumūhu kamu telah merencanakannya فِى fī di dalam ٱلْمَدِينَةِ l-madīnati kota لِتُخْرِجُوا۟ litukh'rijū untuk kamu mengeluarkan مِنْهَآ min'hā dari padanya أَهْلَهَا ۖ ahlahā penduduknya فَسَوْفَ fasawfa maka kelak تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Firʻawn berkata, "Apakah kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya (perbuatan ini) adalah suatu muslihat yang telah kamu rencanakan di dalam kota ini untuk mengeluarkan penduduknya darinya; maka kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu ini);
لَأُقَطِّعَنَّ la-uqaṭṭiʿanna sungguh aku akan memotong أَيْدِيَكُمْ aydiyakum tanganmu وَأَرْجُلَكُم wa-arjulakum dan kakimu مِّنْ min dari خِلَـٰفٍۢ khilāfin berlainan ثُمَّ thumma kemudian لَأُصَلِّبَنَّكُمْ la-uṣallibannakum sungguh aku akan menyalibmu أَجْمَعِينَ ajmaʿīna semuanya
demi, sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kakimu dengan bersilang secara bertimbal balik1, kemudian sungguh-sungguh aku akan menyalib kamu semuanya".
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنَّآ innā sesungguhnya kami إِلَىٰ ilā kepada رَبِّنَا rabbinā Tuhan kami مُنقَلِبُونَ munqalibūna dikembalikan
Ahli-ahli sihir itu menjawab, "Sesungguhnya kepada Tuhan-lah kami kembali.
وَمَا wamā dan tidak تَنقِمُ tanqimu kamu membalas dendam مِنَّآ minnā dari kami إِلَّآ illā kecuali أَنْ an bahwa ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan ayat-ayat رَبِّنَا rabbinā Tuhan kami لَمَّا lammā setelah/ketika جَآءَتْنَا ۚ jāatnā datang kepada kami رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami أَفْرِغْ afrigh limpahkan عَلَيْنَا ʿalaynā kepada kami صَبْرًۭا ṣabran kesabaran وَتَوَفَّنَا watawaffanā dan wafatkan kami مُسْلِمِينَ mus'limīna orang-orang yang menyerahkan diri
Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami". (Mereka berdo`a), "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)".
وَقَالَ waqāla dan berkata ٱلْمَلَأُ l-mala-u pemuka-pemuka مِن min dari قَوْمِ qawmi kamu فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun أَتَذَرُ atadharu apakah kamu membiarkan مُوسَىٰ mūsā Musa وَقَوْمَهُۥ waqawmahu dan kaumnya لِيُفْسِدُوا۟ liyuf'sidū untuk membuat kerusakan فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَيَذَرَكَ wayadharaka dan meninggalkan kamu وَءَالِهَتَكَ ۚ waālihataka dan Tuhan-Tuhanmu قَالَ qāla (Fir'aun) berkata سَنُقَتِّلُ sanuqattilu kita akan membunuh أَبْنَآءَهُمْ abnāahum anak-anak laki-laki mereka وَنَسْتَحْىِۦ wanastaḥyī dan kita biarkan hidup نِسَآءَهُمْ nisāahum perempua-perempuan mereka وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya kita فَوْقَهُمْ fawqahum diatas mereka قَـٰهِرُونَ qāhirūna berkuasa
Berkatalah pembesar-pembesar dari kaum Firʻawn (kepada Firʻawn ), "Apakah kamu membiarkan Musa dan kaumnya untuk membuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkan kamu serta tuhan-tuhanmu?" Firʻawn menjawab, "Akan kita bunuh anak-anak lelaki mereka dan kita biarkan hidup perempuan-perempuan mereka dan sesungguhnya kita berkuasa penuh di atas mereka".
قَالَ qāla berkata مُوسَىٰ mūsā Musa لِقَوْمِهِ liqawmihi kepada kaumnya ٱسْتَعِينُوا۟ is'taʿīnū mohon pertolongan بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱصْبِرُوٓا۟ ۖ wa-iṣ'birū dan bersabarlah إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi لِلَّهِ lillahi milik Allah يُورِثُهَا yūrithuhā diwariskannya مَن man siapa يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki مِنْ min dari عِبَادِهِۦ ۖ ʿibādihi hamba-hambaNya وَٱلْعَـٰقِبَةُ wal-ʿāqibatu dan akibatnya لِلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa
Musa berkata kepada kaumnya, "Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa".
قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata أُوذِينَا ūdhīnā kami telah ditindas مِن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an akan تَأْتِيَنَا tatiyanā datang kepada kami وَمِنۢ wamin dan dari بَعْدِ baʿdi sesudah مَا mā apa جِئْتَنَا ۚ ji'tanā kamu datang kepada kami قَالَ qāla (Musa) berkata عَسَىٰ ʿasā mudah-mudahan رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian أَن an akan يُهْلِكَ yuh'lika membinasakan عَدُوَّكُمْ ʿaduwwakum musuhmu وَيَسْتَخْلِفَكُمْ wayastakhlifakum dan menjadikan kamu khalifah فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi فَيَنظُرَ fayanẓura maka Dia akan melihat كَيْفَ kayfa bagaimana تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan/perbuat
Kaum Musa berkata, "Kami telah ditindas (oleh Firʻawn ) sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang"1. Musa menjawab, "Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi-(Nya), maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu2.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya أَخَذْنَآ akhadhnā Kami telah menghukum ءَالَ āla keluarga/kaum فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun بِٱلسِّنِينَ bil-sinīna dengan beberapa tahun وَنَقْصٍۢ wanaqṣin dan kekurangan مِّنَ mina dari ٱلثَّمَرَٰتِ l-thamarāti buah-buahan لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَذَّكَّرُونَ yadhakkarūna mereka mengambil pelajaran
Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Firʻawn dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran.
فَإِذَا fa-idhā maka apabila جَآءَتْهُمُ jāathumu datang kepada mereka ٱلْحَسَنَةُ l-ḥasanatu kebaikan/kemakmuran قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَنَا lanā bagi/karena kami هَـٰذِهِۦ ۖ hādhihi ini وَإِن wa-in dan jika تُصِبْهُمْ tuṣib'hum menimpa mereka سَيِّئَةٌۭ sayyi-atun kejelekan/kesusahan يَطَّيَّرُوا۟ yaṭṭayyarū mereka melemparkan kesialan بِمُوسَىٰ bimūsā kepada Musa وَمَن waman dan orang مَّعَهُۥٓ ۗ maʿahu besertanya أَلَآ alā ingatlah/ketahuilah إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah طَـٰٓئِرُهُمْ ṭāiruhum kesialan mereka عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata, "Itu adalah karena (usaha) kami". Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata مَهْمَا mahmā bagaimanapun تَأْتِنَا tatinā kamu mendatangkan kepada kami بِهِۦ bihi dengannya مِنْ min dari ءَايَةٍۢ āyatin ayat/keterangan لِّتَسْحَرَنَا litasḥaranā untuk menyihir kami بِهَا bihā dengannya فَمَا famā maka tidaklah نَحْنُ naḥnu kami لَكَ laka kepadamu بِمُؤْمِنِينَ bimu'minīna orang-orang yang beriman
Mereka berkata, "Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu, maka kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu".
فَأَرْسَلْنَا fa-arsalnā maka Kami kirimkan عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas/kepada mereka ٱلطُّوفَانَ l-ṭūfāna taufan وَٱلْجَرَادَ wal-jarāda dan belalang وَٱلْقُمَّلَ wal-qumala dan kutu وَٱلضَّفَادِعَ wal-ḍafādiʿa dan katak وَٱلدَّمَ wal-dama dan darah ءَايَـٰتٍۢ āyātin bukti-bukti مُّفَصَّلَـٰتٍۢ mufaṣṣalātin terperinci/jelas فَٱسْتَكْبَرُوا۟ fa-is'takbarū maka mereka menyombongkan diri وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka قَوْمًۭا qawman kaum مُّجْرِمِينَ muj'rimīna orang-orang yang berdosa
Maka Kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak, dan darah sebagai bukti yang jelas1, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.
وَلَمَّا walammā dan ketika وَقَعَ waqaʿa menimpa عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلرِّجْزُ l-rij'zu azab قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰمُوسَى yāmūsā wahai musa ٱدْعُ ud'ʿu berdoalah لَنَا lanā bagi kami رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu بِمَا bimā dengan apa عَهِدَ ʿahida Dia janjikan عِندَكَ ۖ ʿindaka disisimu لَئِن la-in jika كَشَفْتَ kashafta kamu dapat menghilangkan عَنَّا ʿannā dari kami ٱلرِّجْزَ l-rij'za azab لَنُؤْمِنَنَّ lanu'minanna sungguh kami akan beriman لَكَ laka kepadamu وَلَنُرْسِلَنَّ walanur'silanna dan sungguh kami akan membiarkan مَعَكَ maʿaka bersamamu بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil
Dan ketika mereka ditimpa azab (yang telah diterangkan itu) mereka pun berkata, "Hai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhan-mu dengan (perantaraan) kenabian yang diketahui Allah ada pada sisimu1. Sesungguhnya jika kamu dapat menghilangkan azab itu dan pada kami, pasti kami akan beriman kepadamu dan akan kami biarkan Bani Isrā`īl pergi bersamamu".
فَلَمَّا falammā maka setelah كَشَفْنَا kashafnā Kami hilangkan عَنْهُمُ ʿanhumu dari mereka ٱلرِّجْزَ l-rij'za azab إِلَىٰٓ ilā hingga أَجَلٍ ajalin waktu yang ditentukan هُم hum mereka بَـٰلِغُوهُ bālighūhu sampai kepadanya إِذَا idhā tiba-tiba هُمْ hum mereka يَنكُثُونَ yankuthūna mereka ingkari
Maka setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka mengingkarinya.
فَٱنتَقَمْنَا fa-intaqamnā maka Kami menghukum مِنْهُمْ min'hum dari mereka فَأَغْرَقْنَـٰهُمْ fa-aghraqnāhum maka Kami tenggelamkan mereka فِى fī dalam ٱلْيَمِّ l-yami laut بِأَنَّهُمْ bi-annahum dengan (sebab) mereka كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā pada ayat-ayat Kami وَكَانُوا۟ wakānū dan adalah mereka عَنْهَا ʿanhā daripadanya (ayat-ayat) غَـٰفِلِينَ ghāfilīna orang-orang yang lalai
Kemudian Kami menghukum mereka, maka Kami tenggelamkan mereka di laut disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami itu.
وَأَوْرَثْنَا wa-awrathnā dan Kami wariskan ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَانُوا۟ kānū adalah mereka يُسْتَضْعَفُونَ yus'taḍʿafūna mereka telah tertindas مَشَـٰرِقَ mashāriqa bagian timur ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَمَغَـٰرِبَهَا wamaghāribahā dan bagian baratnya ٱلَّتِى allatī yang بَـٰرَكْنَا bāraknā Kami berkati فِيهَا ۖ fīhā padanya وَتَمَّتْ watammat dan telah sempurna كَلِمَتُ kalimatu beberapa kalimat رَبِّكَ rabbika Tuhanmu ٱلْحُسْنَىٰ l-ḥus'nā yang baik عَلَىٰ ʿalā atas بَنِىٓ banī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil بِمَا bimā dengan sebab صَبَرُوا۟ ۖ ṣabarū mereka bersabar وَدَمَّرْنَا wadammarnā dan Kami hancurkan مَا mā apa كَانَ kāna adalah mereka يَصْنَعُ yaṣnaʿu membuat فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun وَقَوْمُهُۥ waqawmuhu dan kaumnya وَمَا wamā dan apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْرِشُونَ yaʿrishūna mereka bangun
Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu negeri-negeri bagian timur bumi dan bagian baratnya1 yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhan-mu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Isrā`īl disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Firʻawn dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka2.
وَجَـٰوَزْنَا wajāwaznā dan Kami seberangkan بِبَنِىٓ bibanī Bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil ٱلْبَحْرَ l-baḥra lautan فَأَتَوْا۟ fa-ataw maka mereka sampai عَلَىٰ ʿalā atas/kepada قَوْمٍۢ qawmin kaum يَعْكُفُونَ yaʿkufūna mereka menyembah عَلَىٰٓ ʿalā atas/kepada أَصْنَامٍۢ aṣnāmin berhala-berhala لَّهُمْ ۚ lahum bagi mereka قَالُوا۟ qālū (Bani Israil) berkata يَـٰمُوسَى yāmūsā wahai musa ٱجْعَل ij'ʿal jadikanlah لَّنَآ lanā untuk kami إِلَـٰهًۭا ilāhan sebuah tuhan كَمَا kamā sebagaimana لَهُمْ lahum bagi mereka ءَالِهَةٌۭ ۚ ālihatun beberapa tuhan قَالَ qāla (Musa) berkata إِنَّكُمْ innakum sesungguhnya kalian قَوْمٌۭ qawmun kaum تَجْهَلُونَ tajhalūna yang bodoh
Dan Kami seberangkan Bani Isrā`īl ke seberang lautan itu1, maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala mereka, Bani Isrā`īl berkata, "Hai Musa, buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala)". Musa menjawab, "Sesungguhnya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan)".
إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itu مُتَبَّرٌۭ mutabbarun akan dihancurkan مَّا mā apa هُمْ hum mereka فِيهِ fīhi didalamnya وَبَـٰطِلٌۭ wabāṭilun dan sia-sia مَّا mā apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
Sesungguhnya mereka itu akan dihancurkan kepercayaan yang dianutnya dan akan batal apa yang seIalu mereka kerjakan.
قَالَ qāla (Musa) berkata أَغَيْرَ aghayra apakah selain ٱللَّهِ l-lahi Allah أَبْغِيكُمْ abghīkum aku akan mencarikan kamu إِلَـٰهًۭا ilāhan tuhan وَهُوَ wahuwa dan Dia فَضَّلَكُمْ faḍḍalakum melebihkan kamu عَلَى ʿalā atas ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Musa menjawab, "Patutkah aku mencari Tuhan untuk kamu yang selain dari Allah, padahal Dia-lah yang telah melebihkan kamu atas segala umat1.
وَإِذْ wa-idh dan ketika أَنجَيْنَـٰكُم anjaynākum Kami menyelamatkan kamu مِّنْ min dari ءَالِ āli kaum فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun يَسُومُونَكُمْ yasūmūnakum mereka menimpakan kalian سُوٓءَ sūa seburuk-buruk ٱلْعَذَابِ ۖ l-ʿadhābi azab يُقَتِّلُونَ yuqattilūna mereka membunuh أَبْنَآءَكُمْ abnāakum anak-anak laki-laki kalian وَيَسْتَحْيُونَ wayastaḥyūna dan mereka membiarkan hidup نِسَآءَكُمْ ۚ nisāakum wanita-wanitamu وَفِى wafī dan pada ذَٰلِكُم dhālikum yang demikian بَلَآءٌۭ balāon cobaan مِّن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun yang besar
Dan (ingatlah hai Bani Isrā`īl), ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Firʻawn ) dan kaumnya, yang mengazab kamu dengan azab yang sangat jahat, yaitu mereka membunuh anak-anak lelakimu dan membiarkan hidup wanita-wanitamu. Dan pada yang demikian itu cobaan yang besar dari Tuhan-mu".
۞ وَوَٰعَدْنَا wawāʿadnā dan Kami telah menjanjikan مُوسَىٰ mūsā Musa ثَلَـٰثِينَ thalāthīna tiga puluh لَيْلَةًۭ laylatan malam وَأَتْمَمْنَـٰهَا wa-atmamnāhā dan Kami menyempurnakan بِعَشْرٍۢ biʿashrin dengan sepuluh فَتَمَّ fatamma maka sempurnalah مِيقَـٰتُ mīqātu waktu yang ditentukan رَبِّهِۦٓ rabbihi Tuhannya أَرْبَعِينَ arbaʿīna empat puluh لَيْلَةًۭ ۚ laylatan malam وَقَالَ waqāla dan berkata مُوسَىٰ mūsā Musa لِأَخِيهِ li-akhīhi kepada saudaranya هَـٰرُونَ hārūna Harun ٱخْلُفْنِى ukh'luf'nī gantilah aku فِى fī dalam قَوْمِى qawmī kaumku وَأَصْلِحْ wa-aṣliḥ dan perbaikilah وَلَا walā dan jangan تَتَّبِعْ tattabiʿ kamu mengikuti سَبِيلَ sabīla jalan ٱلْمُفْسِدِينَ l-muf'sidīna orang-orang yang berbuat kerusakan
Dan telah Kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhan-nya empat puluh malam. Dan berkata Musa kepada saudaranya, yaitu Hārūn, "Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah1, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan".
وَلَمَّا walammā dan tatkala جَآءَ jāa datang مُوسَىٰ mūsā Musa لِمِيقَـٰتِنَا limīqātinā pada waktu yang Kami tentukan وَكَلَّمَهُۥ wakallamahu dan berfirman kepadanya رَبُّهُۥ rabbuhu Tuhannya قَالَ qāla (Musa) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku أَرِنِىٓ arinī kepadaku أَنظُرْ anẓur lihatlah إِلَيْكَ ۚ ilayka Engkau قَالَ qāla berfirman لَن lan tidak akan تَرَىٰنِى tarānī kamu melihat Aku وَلَـٰكِنِ walākini tetapi ٱنظُرْ unẓur lihatlah إِلَى ilā ke ٱلْجَبَلِ l-jabali bukit فَإِنِ fa-ini maka jika ٱسْتَقَرَّ is'taqarra ia tetap مَكَانَهُۥ makānahu pada tempatnya فَسَوْفَ fasawfa maka akan تَرَىٰنِى ۚ tarānī kamu melihat Aku فَلَمَّا falammā maka ketika تَجَلَّىٰ tajallā menampakkan رَبُّهُۥ rabbuhu Tuhannya لِلْجَبَلِ lil'jabali pada bukit جَعَلَهُۥ jaʿalahu menjadikannya دَكًّۭا dakkan hancur luluh وَخَرَّ wakharra dan jatuh مُوسَىٰ mūsā Musa صَعِقًۭا ۚ ṣaʿiqan pingsan فَلَمَّآ falammā maka setelah أَفَاقَ afāqa dia sadar kembali قَالَ qāla dia berkata سُبْحَـٰنَكَ sub'ḥānaka Maha Suci Engkau تُبْتُ tub'tu aku bertaubat إِلَيْكَ ilayka kepada Engkau وَأَنَا۠ wa-anā dan aku أَوَّلُ awwalu pertama ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman
Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa, "Ya Tuhan-ku, tampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau". Tuhan berfirman, "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku". Tatkala Tuhan-nya menampakkan diri kepada gunung itu,1 dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata, "Maha Suci Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman".
قَالَ qāla (Allah) berfirman يَـٰمُوسَىٰٓ yāmūsā wahai musa إِنِّى innī sesungguhnya Aku ٱصْطَفَيْتُكَ iṣ'ṭafaytuka Aku memilih kamu عَلَى ʿalā atas ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia بِرِسَـٰلَـٰتِى birisālātī dengan risalahKu وَبِكَلَـٰمِى wabikalāmī dan perkataanKu فَخُذْ fakhudh maka ambillah مَآ mā apa yang ءَاتَيْتُكَ ātaytuka telah Aku berikan kepadamu وَكُن wakun dan jadilah kamu مِّنَ mina dari ٱلشَّـٰكِرِينَ l-shākirīna orang-orang yang bersyukur
Allah berfirman, "Hai Musa, sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) kamu dari manusia yang lain (di masamu) untuk membawa risalah-Ku dan untuk berbicara langsung dengan-Ku, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur".
وَكَتَبْنَا wakatabnā dan telah Kami tuliskan لَهُۥ lahu untuknya (Musa) فِى fī di dalam ٱلْأَلْوَاحِ l-alwāḥi batu tulis مِن min dari كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu مَّوْعِظَةًۭ mawʿiẓatan pelajaran وَتَفْصِيلًۭا watafṣīlan dan penjelasan لِّكُلِّ likulli bagi segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu فَخُذْهَا fakhudh'hā maka berpeganglah kepadanya بِقُوَّةٍۢ biquwwatin dengan teguh وَأْمُرْ wamur dan suruhlah قَوْمَكَ qawmaka kaummu يَأْخُذُوا۟ yakhudhū mereka berpegang بِأَحْسَنِهَا ۚ bi-aḥsanihā dengan sebaik-baiknya سَأُو۟رِيكُمْ sa-urīkum akan Aku perlihatkan kepadamu دَارَ dāra kampung/negeri ٱلْفَـٰسِقِينَ l-fāsiqīna orang-orang yang fasik
Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada alwāḥ 1(Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu; maka (Kami berfirman), "Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang kepada (perintah-perintahnya) dengan sebaik-baiknya2, nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik3.
سَأَصْرِفُ sa-aṣrifu Aku akan memalingkan عَنْ ʿan dari ءَايَـٰتِىَ āyātiya ayat-ayatKu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَتَكَبَّرُونَ yatakabbarūna (mereka) menyombongkan فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi بِغَيْرِ bighayri dengan tanpa ٱلْحَقِّ l-ḥaqi benar وَإِن wa-in dan jika يَرَوْا۟ yaraw mereka melihat كُلَّ kulla tiap-tiap ءَايَةٍۢ āyatin ayat لَّا lā tidak يُؤْمِنُوا۟ yu'minū mereka beriman بِهَا bihā kepadanya وَإِن wa-in dan jika يَرَوْا۟ yaraw mereka melihat سَبِيلَ sabīla jalan ٱلرُّشْدِ l-rush'di petunjuk لَا lā tidak يَتَّخِذُوهُ yattakhidhūhu mereka mengambilnya سَبِيلًۭا sabīlan jalan وَإِن wa-in dan jika يَرَوْا۟ yaraw mereka melihat سَبِيلَ sabīla jalan ٱلْغَىِّ l-ghayi sesat يَتَّخِذُوهُ yattakhidhūhu mereka mengambilnya سَبِيلًۭا ۚ sabīlan jalan ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami وَكَانُوا۟ wakānū dan mereka adalah عَنْهَا ʿanhā dari padanya غَـٰفِلِينَ ghāfilīna orang-orang yang lalai
Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi, tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat-(Ku)1, mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai darinya.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā dengan ayat-ayat Kami وَلِقَآءِ waliqāi dan pertemuan ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat حَبِطَتْ ḥabiṭat sia-sia أَعْمَـٰلُهُمْ ۚ aʿmāluhum amal mereka هَلْ hal apakah يُجْزَوْنَ yuj'zawna mereka diberi balasan إِلَّا illā kecuali مَا mā apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mendustakan akan menemui akhirat, sia-sialah perbuatan mereka. Mereka tidak diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan.
وَٱتَّخَذَ wa-ittakhadha dan mengambil/mengambil قَوْمُ qawmu kaum مُوسَىٰ mūsā Musa مِنۢ min dari بَعْدِهِۦ baʿdihi sesudahnya مِنْ min dari حُلِيِّهِمْ ḥuliyyihim perhiasan-perhiasan mereka عِجْلًۭا ʿij'lan anak lembu جَسَدًۭا jasadan tubuh لَّهُۥ lahu baginya خُوَارٌ ۚ khuwārun suara أَلَمْ alam apakah tidak يَرَوْا۟ yaraw mereka mengetahui أَنَّهُۥ annahu bahwasanya ia لَا lā tidak يُكَلِّمُهُمْ yukallimuhum ia bicara dengan mereka وَلَا walā dan tidak يَهْدِيهِمْ yahdīhim ia memberi petunjuk mereka سَبِيلًا ۘ sabīlan jalan ٱتَّخَذُوهُ ittakhadhūhu mereka menjadikannya وَكَانُوا۟ wakānū dan mereka adalah ظَـٰلِمِينَ ẓālimīna orang-orang yang dzalim
Dan kaum Musa, setelah kepergian Musa ke (gunung Ṭūrsīnā`) membuat dari perhiasan-perhiasan (emas) mereka anak lembu yang bertubuh dan bersuara. Apakah mereka tidak mengetahui bahwa anak lembu itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan kepada mereka? Mereka menjadikannya (sebagai sembahan) dan mereka adalah orang-orang yang zalim. 1
وَلَمَّا walammā dan setelah سُقِطَ suqiṭa menyesali فِىٓ fī dalam أَيْدِيهِمْ aydīhim perbuatan mereka وَرَأَوْا۟ wara-aw dan mereka mengetahui أَنَّهُمْ annahum bahwasanya mereka قَدْ qad sungguh ضَلُّوا۟ ḍallū mereka telah sesat قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَئِن la-in sungguh jika لَّمْ lam tidak يَرْحَمْنَا yarḥamnā memberi kami rahmat رَبُّنَا rabbunā Tuhan kami وَيَغْفِرْ wayaghfir dan mengampuni لَنَا lanā bagi kami لَنَكُونَنَّ lanakūnanna niscaya kami menjadi مِنَ mina dari ٱلْخَـٰسِرِينَ l-khāsirīna orang-orang yang merugi
Dan setelah mereka sangat menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa mereka telah sesat, mereka pun berkata, "Sungguh jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang merugi".
وَلَمَّا walammā dan setelah رَجَعَ rajaʿa kembali مُوسَىٰٓ mūsā Musa إِلَىٰ ilā kepada قَوْمِهِۦ qawmihi kaumnya غَضْبَـٰنَ ghaḍbāna dalam keadaan marah أَسِفًۭا asifan sedih hati قَالَ qāla dia berkata بِئْسَمَا bi'samā alangkah buruknya خَلَفْتُمُونِى khalaftumūnī kamu menggantiku مِنۢ min dari بَعْدِىٓ ۖ baʿdī sesudahku أَعَجِلْتُمْ aʿajil'tum apakah kamu hendak mendahului أَمْرَ amra perintah رَبِّكُمْ ۖ rabbikum Tuhan kalian وَأَلْقَى wa-alqā dan dia melemparkan ٱلْأَلْوَاحَ l-alwāḥa batu tulis وَأَخَذَ wa-akhadha dan dia memegang بِرَأْسِ birasi dengan kepala أَخِيهِ akhīhi saudaranya يَجُرُّهُۥٓ yajurruhu dia menariknya إِلَيْهِ ۚ ilayhi kepadanya قَالَ qāla dia (Harun) berkata ٱبْنَ ib'na anak أُمَّ umma ibu إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱسْتَضْعَفُونِى is'taḍʿafūnī mereka menjadikan aku lemah وَكَادُوا۟ wakādū dan hampir-hampir mereka يَقْتُلُونَنِى yaqtulūnanī mereka membunuh aku فَلَا falā maka jangan تُشْمِتْ tush'mit kamu menjadikan gembira بِىَ biya denganku ٱلْأَعْدَآءَ l-aʿdāa musuh-musuh وَلَا walā dan jangan تَجْعَلْنِى tajʿalnī kamu menjadikan aku مَعَ maʿa beserta ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang dzalim
Dan tatkala Musa telah kembali kepada kaumnya dengan marah dan sedih hati berkatalah dia, "Alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan sesudah kepergianku! Apakah kamu hendak mendahului janji Tuhan-mu1? Dan Musa pun melemparkan alwāḥ 2 (Taurat) itu dan memegang (rambut) kepala saudaranya (Hārūn) sambil menariknya ke arahnya. Hārūn berkata, "Hai anak ibuku, sesungguhnya kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir-hampir mereka membunuhku, sebab itu janganlah kamu menjadikan musuh-musuh gembira melihatku, dan janganlah kamu masukkan aku ke dalam golongan orang-orang yang zalim"
قَالَ qāla (Musa) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku ٱغْفِرْ igh'fir ampunilah لِى lī aku وَلِأَخِى wali-akhī dan saudaraku وَأَدْخِلْنَا wa-adkhil'nā dan masukkanlah kami فِى fī dalam رَحْمَتِكَ ۖ raḥmatika rahmat Engkau وَأَنتَ wa-anta dan Engkau أَرْحَمُ arḥamu Maha Penyayang ٱلرَّٰحِمِينَ l-rāḥimīna para penyayang
Musa berdoa, "Ya Tuhan-ku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang".
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّخَذُوا۟ ittakhadhū (mereka) menjadikan ٱلْعِجْلَ l-ʿij'la anak lembu سَيَنَالُهُمْ sayanāluhum kelak akan menimpa mereka غَضَبٌۭ ghaḍabun kemurkaan مِّن min dari رَّبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَذِلَّةٌۭ wadhillatun dan kehinaan فِى fī dalam ٱلْحَيَوٰةِ l-ḥayati kehidupan ٱلدُّنْيَا ۚ l-dun'yā dunia وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikian itu نَجْزِى najzī Kami memberi balasan ٱلْمُفْتَرِينَ l-muf'tarīna orang-orang yang memberi kebohongan
Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan anak lembu (sebagai sembahannya), kelak akan menimpa mereka kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan dalam kehidupan di dunia. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang membuat-buat kebohongan.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang عَمِلُوا۟ ʿamilū (mereka) mengerjakan ٱلسَّيِّـَٔاتِ l-sayiāti kejahatan ثُمَّ thumma kemudian تَابُوا۟ tābū mereka bertaubat مِنۢ min dari بَعْدِهَا baʿdihā sesudahnya وَءَامَنُوٓا۟ waāmanū dan mereka beriman إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu مِنۢ min dari بَعْدِهَا baʿdihā sesudahnya لَغَفُورٌۭ laghafūrun sungguh Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang
Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertobat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan kamu sesudah tobat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وَلَمَّا walammā dan setelah سَكَتَ sakata diam/reda عَن ʿan dari مُّوسَى mūsā Musa ٱلْغَضَبُ l-ghaḍabu amarah أَخَذَ akhadha dia mengambil ٱلْأَلْوَاحَ ۖ l-alwāḥa batu tulis وَفِى wafī dan dalam نُسْخَتِهَا nus'khatihā batu tulisnya هُدًۭى hudan petunjuk وَرَحْمَةٌۭ waraḥmatun dan rahmat لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang هُمْ hum mereka لِرَبِّهِمْ lirabbihim kepada Tuhan mereka يَرْهَبُونَ yarhabūna mereka takut
Sesudah amarah Musa menjadi reda, lalu diambilnya (kembali) alwāḥ (Taurat) itu; dan dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat untuk orang-orang yang takut kepada Tuhan-nya.
وَٱخْتَارَ wa-ikh'tāra dan memilih مُوسَىٰ mūsā Musa قَوْمَهُۥ qawmahu kaumnya سَبْعِينَ sabʿīna tujuh puluh رَجُلًۭا rajulan orang laki-laki لِّمِيقَـٰتِنَا ۖ limīqātinā untuk waktu yang Kami tentukan فَلَمَّآ falammā maka ketika أَخَذَتْهُمُ akhadhathumu menimpa mereka ٱلرَّجْفَةُ l-rajfatu gempa bumi قَالَ qāla dia berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku لَوْ law jika شِئْتَ shi'ta Engkau menghendaki أَهْلَكْتَهُم ahlaktahum Engkau membinasakan kamu مِّن min dari قَبْلُ qablu sebelum وَإِيَّـٰىَ ۖ wa-iyyāya dan aku أَتُهْلِكُنَا atuh'likunā apakah Engkau akan membinasakan kami بِمَا bimā dengan apa فَعَلَ faʿala perbuatan ٱلسُّفَهَآءُ l-sufahāu orang-orang yang bodoh مِنَّآ ۖ minnā diantara kami إِنْ in sesungguhnya هِىَ hiya ia إِلَّا illā melainkan فِتْنَتُكَ fit'natuka cobaan Engkau تُضِلُّ tuḍillu Engkau menyesatkan بِهَا bihā dengannya مَن man siapa تَشَآءُ tashāu Engkau kehendaki وَتَهْدِى watahdī dan Engkau memberi petunjuk مَن man siapa تَشَآءُ ۖ tashāu Engkau kehendaki أَنتَ anta Engkau وَلِيُّنَا waliyyunā pelindung kami فَٱغْفِرْ fa-igh'fir ampunilah لَنَا lanā bagi kami وَٱرْحَمْنَا ۖ wa-ir'ḥamnā dan berilah kami rahmat وَأَنتَ wa-anta dan Engkau خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلْغَـٰفِرِينَ l-ghāfirīna pemberi ampun
Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohonkan tobat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Maka ketika mereka digoncang gempa bumi, Musa berkata, "Ya Tuhan-ku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki1. Engkau-lah Yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau-lah pemberi ampun yang sebaik-baiknya".
۞ وَٱكْتُبْ wa-uk'tub dan tetapkanlah لَنَا lanā untuk kami فِى fī dalam هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia حَسَنَةًۭ ḥasanatan kebaikan وَفِى wafī dan di ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat إِنَّا innā sesungguhnya kami هُدْنَآ hud'nā kami kembali/bertaubat إِلَيْكَ ۚ ilayka kepada Engkau قَالَ qāla (Allah) berfirman عَذَابِىٓ ʿadhābī azabKu أُصِيبُ uṣību Aku timpakan بِهِۦ bihi dengannya مَنْ man siapa أَشَآءُ ۖ ashāu Aku kehendaki وَرَحْمَتِى waraḥmatī dan rahmatKu وَسِعَتْ wasiʿat luas/meliputi كُلَّ kulla segala شَىْءٍۢ ۚ shayin sesuatu فَسَأَكْتُبُهَا fasa-aktubuhā maka Aku akan menetapkan لِلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang يَتَّقُونَ yattaqūna mereka bertakwa وَيُؤْتُونَ wayu'tūna dan mereka menuaikan ٱلزَّكَوٰةَ l-zakata zakat وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang هُم hum mereka بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā terhadap ayat-ayat Kami يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertobat) kepada Engkau. Allah berfirman, "Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami".
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَتَّبِعُونَ yattabiʿūna (mereka) mengikuti ٱلرَّسُولَ l-rasūla Rasul ٱلنَّبِىَّ l-nabiya Nabi ٱلْأُمِّىَّ l-umiya ummi ٱلَّذِى alladhī yang يَجِدُونَهُۥ yajidūnahu mereka mendapatkannya مَكْتُوبًا maktūban tertulis عِندَهُمْ ʿindahum disisi mereka فِى fī di dalam ٱلتَّوْرَىٰةِ l-tawrāti Taurat وَٱلْإِنجِيلِ wal-injīli dan Injil يَأْمُرُهُم yamuruhum (Nabi) menyuruh mereka بِٱلْمَعْرُوفِ bil-maʿrūfi dengan yang ma'ruf وَيَنْهَىٰهُمْ wayanhāhum dan melarang mereka عَنِ ʿani dari ٱلْمُنكَرِ l-munkari yang mungkar وَيُحِلُّ wayuḥillu dan menghalalkan لَهُمُ lahumu bagi mereka ٱلطَّيِّبَـٰتِ l-ṭayibāti yang baik-baik وَيُحَرِّمُ wayuḥarrimu dan mengharamkan عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْخَبَـٰٓئِثَ l-khabāitha yang buruk-buruk وَيَضَعُ wayaḍaʿu dan meletakkan/membuang عَنْهُمْ ʿanhum dari mereka إِصْرَهُمْ iṣ'rahum beban-beban mereka وَٱلْأَغْلَـٰلَ wal-aghlāla dan belenggu-belenggu ٱلَّتِى allatī yang كَانَتْ kānat adalah عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas mereka فَٱلَّذِينَ fa-alladhīna maka orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman بِهِۦ bihi dengannya وَعَزَّرُوهُ waʿazzarūhu dan mereka memuliakannya وَنَصَرُوهُ wanaṣarūhu dan mereka menolongnya وَٱتَّبَعُوا۟ wa-ittabaʿū dan mereka mengikuti ٱلنُّورَ l-nūra cahaya terang ٱلَّذِىٓ alladhī yang أُنزِلَ unzila diturunkan مَعَهُۥٓ ۙ maʿahu kepadanya أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah هُمُ humu mereka ٱلْمُفْلِحُونَ l-muf'liḥūna orang-orang yang beruntung
(Yaitu) orang-orang yang mengikut rasul, nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar, dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk, dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka1. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur`ān); mereka itulah orang-orang yang beruntung.
قُلْ qul katakanlah يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia إِنِّى innī sesungguhnya aku رَسُولُ rasūlu utusan ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَيْكُمْ ilaykum kepadamu جَمِيعًا jamīʿan semuanya ٱلَّذِى alladhī yang لَهُۥ lahu bagiNya/mempunyai مُلْكُ mul'ku kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۖ wal-arḍi dan bumi لَآ lā tidak ada إِلَـٰهَ ilāha Tuhan إِلَّا illā kecuali/selain هُوَ huwa Dia يُحْىِۦ yuḥ'yī yang menghidupkan وَيُمِيتُ ۖ wayumītu dan yang mematikan فَـَٔامِنُوا۟ faāminū maka berimanlah kamu بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَرَسُولِهِ warasūlihi dan RasulNya ٱلنَّبِىِّ l-nabiyi Nabi ٱلْأُمِّىِّ l-umiyi yang ummi ٱلَّذِى alladhī yang يُؤْمِنُ yu'minu dia beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَكَلِمَـٰتِهِۦ wakalimātihi dan kalimat-kalimatNya وَٱتَّبِعُوهُ wa-ittabiʿūhu dan ikutilah dia لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَهْتَدُونَ tahtadūna kalian mendapat petunjuk
Katakanlah, "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-Nya, nabi yang umi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk".
وَمِن wamin dan dari قَوْمِ qawmi kaum مُوسَىٰٓ mūsā Musa أُمَّةٌۭ ummatun ummat يَهْدُونَ yahdūna mereka memberi petunjuk بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan hak وَبِهِۦ wabihi dan dengannya (hak) يَعْدِلُونَ yaʿdilūna mereka menjalankan keadilan
Dan di antara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan hak dan dengan yang hak itulah mereka menjalankan keadilan1.
وَقَطَّعْنَـٰهُمُ waqaṭṭaʿnāhumu dan Kami bagi mereka ٱثْنَتَىْ ith'natay dua عَشْرَةَ ʿashrata belas أَسْبَاطًا asbāṭan suku-suku أُمَمًۭا ۚ umaman umat-umat وَأَوْحَيْنَآ wa-awḥaynā dan Kami wahyukan إِلَىٰ ilā kepada مُوسَىٰٓ mūsā Musa إِذِ idhi ketika ٱسْتَسْقَىٰهُ is'tasqāhu minta air kepadanya قَوْمُهُۥٓ qawmuhu kaumnya أَنِ ani agar ٱضْرِب iḍ'rib memukul بِّعَصَاكَ biʿaṣāka dengan tongkatmu ٱلْحَجَرَ ۖ l-ḥajara batu itu فَٱنۢبَجَسَتْ fa-inbajasat maka memancar مِنْهُ min'hu dari padanya ٱثْنَتَا ith'natā dua عَشْرَةَ ʿashrata belas عَيْنًۭا ۖ ʿaynan mata air قَدْ qad sungguh عَلِمَ ʿalima mengetahui كُلُّ kullu tiap-tiap أُنَاسٍۢ unāsin manusia مَّشْرَبَهُمْ ۚ mashrabahum tempat minum mereka وَظَلَّلْنَا waẓallalnā dan Kami naungkan عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْغَمَـٰمَ l-ghamāma awan وَأَنزَلْنَا wa-anzalnā dan Kami turunkan عَلَيْهِمُ ʿalayhimu atas mereka ٱلْمَنَّ l-mana manna (makanan madu sebagai madu) وَٱلسَّلْوَىٰ ۖ wal-salwā salwa (sebangsa burung puyuh) كُلُوا۟ kulū makanlah مِن min dari طَيِّبَـٰتِ ṭayyibāti yang baik-baik مَا mā apa رَزَقْنَـٰكُمْ ۚ razaqnākum Kami rezkikan kepadamu وَمَا wamā dan tidak ظَلَمُونَا ẓalamūnā mereka menganiaya Kami وَلَـٰكِن walākin tetapi كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka يَظْلِمُونَ yaẓlimūna mereka menganiaya
Dan mereka Kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya, "Pukullah batu itu dengan tongkatmu!" Maka memancarlah darinya dua belas mata air. Sesungguhnya tiap-tiap suku mengetahui tempat minum masing-masing. Dan Kami naungkan awan di atas mereka dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwā1. (Kami berfirman), "Makanlah yang baik-baik dari apa yang telah Kami rezekikan kepadamu". Mereka tidak menganiaya Kami, tetapi merekalah yang selalu menganiaya dirinya sendiri.
وَإِذْ wa-idh dan ketika قِيلَ qīla dikatakan لَهُمُ lahumu kepada mereka ٱسْكُنُوا۟ us'kunū berdiamlah هَـٰذِهِ hādhihi ini ٱلْقَرْيَةَ l-qaryata negeri وَكُلُوا۟ wakulū dan makanlah مِنْهَا min'hā daripadanya حَيْثُ ḥaythu dimana saja شِئْتُمْ shi'tum kalian kehendaki وَقُولُوا۟ waqūlū dan katakanlah حِطَّةٌۭ ḥiṭṭatun bebaskanlah dari dosa kami وَٱدْخُلُوا۟ wa-ud'khulū dan masuklah ٱلْبَابَ l-bāba pintu gerbang سُجَّدًۭا sujjadan membungkuk نَّغْفِرْ naghfir Kami memberi ampunan لَكُمْ lakum bagi kalian خَطِيٓـَٔـٰتِكُمْ ۚ khaṭīātikum kesalahan-kesalahan kamu سَنَزِيدُ sanazīdu akan Kami tambah ٱلْمُحْسِنِينَ l-muḥ'sinīna orang-orang yang berbuat baik
Dan (ingatlah), ketika dikatakan kepada mereka (Bani Isrā`īl), "Diamlah di negeri ini saja (Baitul Maqdis) dan makanlah dari (hasil bumi)nya di mana saja kamu kehendaki". Dan katakanlah, "Bebaskanlah kami dari dosa kami dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu". Kelak akan Kami tambah (pahala) kepada orang-orang yang berbuat baik.
فَبَدَّلَ fabaddala maka mengganti ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) dzalim مِنْهُمْ min'hum diantara mereka قَوْلًا qawlan perkataan غَيْرَ ghayra bukan ٱلَّذِى alladhī yang قِيلَ qīla dikatakan لَهُمْ lahum kepada mereka فَأَرْسَلْنَا fa-arsalnā maka Kami kirimkan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka رِجْزًۭا rij'zan siksaan/azab مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit بِمَا bimā dengan apa/disebabkan كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَظْلِمُونَ yaẓlimūna mereka berbuat dzalim
Maka orang-orang yang zalim di antara mereka itu mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka1, maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka.
وَسْـَٔلْهُمْ wasalhum dan tanyakan kepada mereka عَنِ ʿani dari/tentang ٱلْقَرْيَةِ l-qaryati negeri ٱلَّتِى allatī yang كَانَتْ kānat adalah حَاضِرَةَ ḥāḍirata dekat ٱلْبَحْرِ l-baḥri laut إِذْ idh ketika يَعْدُونَ yaʿdūna mereka melanggar aturan فِى fī pada ٱلسَّبْتِ l-sabti hari Sabtu إِذْ idh ketika تَأْتِيهِمْ tatīhim datang kepada mereka حِيتَانُهُمْ ḥītānuhum ikan-ikan mereka يَوْمَ yawma pada hari سَبْتِهِمْ sabtihim Sabtu mereka شُرَّعًۭا shurraʿan permukaan air وَيَوْمَ wayawma dan hari لَا lā tidak يَسْبِتُونَ ۙ yasbitūna hari sabtu لَا lā tidak تَأْتِيهِمْ ۚ tatīhim datang kepada mereka كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah نَبْلُوهُم nablūhum Kami mencoba mereka بِمَا bimā dengan apa/disebabkan كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَفْسُقُونَ yafsuqūna mereka berbuat fasik
Dan tanyakanlah kepada Bani Isrā`īl tentang negeri1 yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu2, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik.
وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالَتْ qālat berkata أُمَّةٌۭ ummatun suatu ummat مِّنْهُمْ min'hum dari/diantara mereka لِمَ lima mengapa تَعِظُونَ taʿiẓūna kamu menasehati قَوْمًا ۙ qawman kaum ٱللَّهُ l-lahu Allah مُهْلِكُهُمْ muh'likuhum membinasakan mereka أَوْ aw atau مُعَذِّبُهُمْ muʿadhibuhum mengazab mereka عَذَابًۭا ʿadhāban azab شَدِيدًۭا ۖ shadīdan sangat keras قَالُوا۟ qālū mereka berkata مَعْذِرَةً maʿdhiratan alasan إِلَىٰ ilā kepada رَبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian وَلَعَلَّهُمْ walaʿallahum dan agar mereka يَتَّقُونَ yattaqūna mereka bertakwa
Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, "Mengapa kamu menasihati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?" Mereka menjawab, "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab)1 kepada Tuhan-mu, dan supaya mereka bertakwa.
فَلَمَّا falammā maka setelah نَسُوا۟ nasū mereka melupakan مَا mā apa ذُكِّرُوا۟ dhukkirū mereka diperingatkan بِهِۦٓ bihi dengannya أَنجَيْنَا anjaynā Kami selamatkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَنْهَوْنَ yanhawna (mereka) melarang عَنِ ʿani dari ٱلسُّوٓءِ l-sūi berbuat jahat وَأَخَذْنَا wa-akhadhnā dan Kami timpakan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) dzalim بِعَذَابٍۭ biʿadhābin dengan siksaan بَـِٔيسٍۭ baīsin buruk/keras بِمَا bimā dengan apa/disebabkan كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَفْسُقُونَ yafsuqūna mereka berbuat fasik
Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.
فَلَمَّا falammā maka setelah عَتَوْا۟ ʿataw mereka melanggar عَن ʿan dari/terhadap مَّا mā apa نُهُوا۟ nuhū mereka dilarang عَنْهُ ʿanhu daripadanya قُلْنَا qul'nā Kami katakan لَهُمْ lahum kepada mereka كُونُوا۟ kūnū jadilah kamu قِرَدَةً qiradatan kera خَـٰسِـِٔينَ khāsiīna yang hina
Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang mereka dilarang mengerjakannya, Kami katakan kepadanya, "Jadilah kamu kera yang hina"1.
وَإِذْ wa-idh dan ketika تَأَذَّنَ ta-adhana memberitahukan رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu لَيَبْعَثَنَّ layabʿathanna sungguh Dia akan mengirim عَلَيْهِمْ ʿalayhim ata/kepada mereka إِلَىٰ ilā sampai يَوْمِ yawmi hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat مَن man siapa/orang يَسُومُهُمْ yasūmuhum akan menimpa kepada mereka سُوٓءَ sūa seburuk-buruk ٱلْعَذَابِ ۗ l-ʿadhābi azab إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَسَرِيعُ lasarīʿu amat cepat ٱلْعِقَابِ ۖ l-ʿiqābi siksa(Nya) وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya Dia لَغَفُورٌۭ laghafūrun sungguh Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang
Dan (ingatlah), ketika Tuhan-mu memberitahukan, bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya Tuhan-mu amat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وَقَطَّعْنَـٰهُمْ waqaṭṭaʿnāhum dan Kami membagi-bagi mereka فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi أُمَمًۭا ۖ umaman beberapa golongan مِّنْهُمُ min'humu diantara mereka ٱلصَّـٰلِحُونَ l-ṣāliḥūna orang-orang yang saleh وَمِنْهُمْ wamin'hum dan diantara mereka دُونَ dūna tidaklah ذَٰلِكَ ۖ dhālika demikian وَبَلَوْنَـٰهُم wabalawnāhum dan Kami coba mereka بِٱلْحَسَنَـٰتِ bil-ḥasanāti dengan yang baik-baik وَٱلسَّيِّـَٔاتِ wal-sayiāti dan yang buruk-buruk لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka kembali
Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).
فَخَلَفَ fakhalafa maka datang مِنۢ min dari بَعْدِهِمْ baʿdihim sesudah mereka خَلْفٌۭ khalfun pengganti/generasi وَرِثُوا۟ warithū mereka mewarisi ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab يَأْخُذُونَ yakhudhūna mereka mengambil عَرَضَ ʿaraḍa harta benda dunia هَـٰذَا hādhā ini ٱلْأَدْنَىٰ l-adnā yang rendah وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka mengatakan سَيُغْفَرُ sayugh'faru akan diampuni لَنَا lanā bagi kami وَإِن wa-in dan jika يَأْتِهِمْ yatihim datang kepada mereka عَرَضٌۭ ʿaraḍun harta benda (dunia) مِّثْلُهُۥ mith'luhu sebanyak itu يَأْخُذُوهُ ۚ yakhudhūhu mereka mengambilnya أَلَمْ alam bukankah يُؤْخَذْ yu'khadh diambil عَلَيْهِم ʿalayhim atas mereka مِّيثَـٰقُ mīthāqu perjanjian ٱلْكِتَـٰبِ l-kitābi kitab أَن an bahwa لَّا lā tidak يَقُولُوا۟ yaqūlū mereka mengatakan عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَّا illā kecuali ٱلْحَقَّ l-ḥaqa yang benar وَدَرَسُوا۟ wadarasū dan mereka mempelajari مَا mā apa فِيهِ ۗ fīhi didalamnya وَٱلدَّارُ wal-dāru dan kampung ٱلْـَٔاخِرَةُ l-ākhiratu akhirat خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang يَتَّقُونَ ۗ yattaqūna (mereka) bertakwa أَفَلَا afalā maka apakah tidak تَعْقِلُونَ taʿqilūna kalian menggunakan akal
Maka datanglah sesudah mereka generasi (yang jahat) yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini, dan berkata, "Kami akan diberi ampun". Dan kelak jika datang kepada mereka harta benda dunia sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah perjanjian Taurat sudah diambil dari mereka, yaitu bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar, padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya? Dan kampung akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa. Maka apakah kamu sekalian tidak mengerti?
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang يُمَسِّكُونَ yumassikūna (mereka) berpegang teguh بِٱلْكِتَـٰبِ bil-kitābi dengan Kitab وَأَقَامُوا۟ wa-aqāmū dan mereka mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat إِنَّا innā sesungguhnya kami لَا lā tidak نُضِيعُ nuḍīʿu Kami menyia-nyiakan أَجْرَ ajra pahala ٱلْمُصْلِحِينَ l-muṣ'liḥīna orang-orang yang mengadakan perbaikan
Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Alkitab (Taurat) serta mendirikan salat, (akan diberi pahala) karena sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan.
۞ وَإِذْ wa-idh dan ketika نَتَقْنَا nataqnā Kami goncangkan ٱلْجَبَلَ l-jabala gunung فَوْقَهُمْ fawqahum diatas mereka كَأَنَّهُۥ ka-annahu seakan-akan ظُلَّةٌۭ ẓullatun naungan وَظَنُّوٓا۟ waẓannū dan mereka mengira أَنَّهُۥ annahu bahwasanya ia وَاقِعٌۢ wāqiʿun jatuh/menimpa بِهِمْ bihim kepada mereka خُذُوا۟ khudhū ambillah مَآ mā apa ءَاتَيْنَـٰكُم ātaynākum telah Kami berikan kepadamu بِقُوَّةٍۢ biquwwatin dengan kuat وَٱذْكُرُوا۟ wa-udh'kurū dan ingatlah مَا mā apa فِيهِ fīhi didalamnya لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَتَّقُونَ tattaqūna kamu bertakwa
Dan (ingatlah), ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan kepada mereka), "Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa".
وَإِذْ wa-idh dan ketika أَخَذَ akhadha mengeluarkan رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu مِنۢ min dari بَنِىٓ banī anak-anak ءَادَمَ ādama Adam مِن min dari ظُهُورِهِمْ ẓuhūrihim punggung mereka ذُرِّيَّتَهُمْ dhurriyyatahum keturunan mereka وَأَشْهَدَهُمْ wa-ashhadahum dan (Allah) mengambil saksi pada mereka عَلَىٰٓ ʿalā atas أَنفُسِهِمْ anfusihim jiwa mereka أَلَسْتُ alastu bukankah Aku ini بِرَبِّكُمْ ۖ birabbikum dengan Tuhanmu قَالُوا۟ qālū mereka berkata بَلَىٰ ۛ balā ya betul شَهِدْنَآ ۛ shahid'nā kami menjadi saksi أَن an supaya تَقُولُوا۟ taqūlū kamu mengatakan يَوْمَ yawma pada hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat إِنَّا innā sesungguhnya kami كُنَّا kunnā adalah kami عَنْ ʿan dari/tentang هَـٰذَا hādhā ini غَـٰفِلِينَ ghāfilīna orang-orang yang lalai
Dan (ingatlah), ketika Tuhan-mu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka, dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), "Bukankah Aku ini Tuhan-mu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",
أَوْ aw atau تَقُولُوٓا۟ taqūlū kamu mengatakan إِنَّمَآ innamā sesungguhnya أَشْرَكَ ashraka telah menyekutukan ءَابَآؤُنَا ābāunā bapak-bapak kami مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum وَكُنَّا wakunnā dan kami adalah ذُرِّيَّةًۭ dhurriyyatan keturunan مِّنۢ min dari بَعْدِهِمْ ۖ baʿdihim sesudahnya أَفَتُهْلِكُنَا afatuh'likunā apakah Engkau akan membinasakan kami بِمَا bimā dengan apa فَعَلَ faʿala perbuatan ٱلْمُبْطِلُونَ l-mub'ṭilūna orang-orang yang sesat
atau agar kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?"1
وَكَذَٰلِكَ wakadhālika dan demikianlah نُفَصِّلُ nufaṣṣilu Kami menjelaskan ٱلْـَٔايَـٰتِ l-āyāti ayat-ayat itu وَلَعَلَّهُمْ walaʿallahum dan agar mereka يَرْجِعُونَ yarjiʿūna mereka kembali
Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu agar mereka kembali (kepada kebenaran).
وَٱتْلُ wa-ut'lu dan bacakanlah عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas/kepada mereka نَبَأَ naba-a berita ٱلَّذِىٓ alladhī yang ءَاتَيْنَـٰهُ ātaynāhu Kami telah berikan kepadanya ءَايَـٰتِنَا āyātinā ayat-ayat Kami فَٱنسَلَخَ fa-insalakha maka dia melepaskan diri مِنْهَا min'hā daripadanya (ayat-ayat) فَأَتْبَعَهُ fa-atbaʿahu maka/lalu mengikutinya ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan فَكَانَ fakāna maka dia adalah مِنَ mina dari ٱلْغَاوِينَ l-ghāwīna orang-orang yang sesat
Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Alkitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.
وَلَوْ walaw dan kalau شِئْنَا shi'nā Kami menghendaki لَرَفَعْنَـٰهُ larafaʿnāhu niscaya Kami tinggikan بِهَا bihā dengannya (ayat-ayat) وَلَـٰكِنَّهُۥٓ walākinnahu tetapi dia أَخْلَدَ akhlada dia cenderung إِلَى ilā kepada ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَٱتَّبَعَ wa-ittabaʿa dan dia mengikuti هَوَىٰهُ ۚ hawāhu hawa nafsunya فَمَثَلُهُۥ famathaluhu maka perumpaannya كَمَثَلِ kamathali seperti ٱلْكَلْبِ l-kalbi anjing إِن in jika تَحْمِلْ taḥmil kamu menghalau عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya يَلْهَثْ yalhath ia menjulurkan lidahnya أَوْ aw atau تَتْرُكْهُ tatruk'hu kamu membiarkannya يَلْهَث ۚ yalhath ia menjulurkan lidahnya ذَّٰلِكَ dhālika demikian itu مَثَلُ mathalu perumpamaan ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا ۚ biāyātinā pada ayat-ayat Kami فَٱقْصُصِ fa-uq'ṣuṣi maka ceritakanlah ٱلْقَصَصَ l-qaṣaṣa kisah-kisah لَعَلَّهُمْ laʿallahum agar mereka يَتَفَكَّرُونَ yatafakkarūna mereka berfikir
Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah; maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya, dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.
سَآءَ sāa amat buruk مَثَلًا mathalan perumpamaan ٱلْقَوْمُ l-qawmu kaum ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā pada ayat-ayat Kami وَأَنفُسَهُمْ wa-anfusahum dan diri mereka كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَظْلِمُونَ yaẓlimūna mereka berbuat dzalim
Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim.
مَن man barang siapa يَهْدِ yahdi memberi petunjuk ٱللَّهُ l-lahu Allah فَهُوَ fahuwa maka dia ٱلْمُهْتَدِى ۖ l-muh'tadī orang yang mendapat petunjuk وَمَن waman dan barang siapa يُضْلِلْ yuḍ'lil Dia menyesatkan فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itulah هُمُ humu mereka ٱلْخَـٰسِرُونَ l-khāsirūna orang-orang yang merugi
Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan Allah1, maka merekalah orang-orang yang merugi.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya ذَرَأْنَا dharanā Kami sediakan لِجَهَنَّمَ lijahannama untuk neraka Jahanam كَثِيرًۭا kathīran kebanyakan مِّنَ mina dari ٱلْجِنِّ l-jini Jin وَٱلْإِنسِ ۖ wal-insi dan manusia لَهُمْ lahum bagi mereka قُلُوبٌۭ qulūbun hati لَّا lā tidak يَفْقَهُونَ yafqahūna memahami بِهَا bihā dengannya(ayat-ayat) وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka أَعْيُنٌۭ aʿyunun mata لَّا lā tidak يُبْصِرُونَ yub'ṣirūna melihat بِهَا bihā dengannya (tanda-tanda) وَلَهُمْ walahum dan bagi mereka ءَاذَانٌۭ ādhānun telinga لَّا lā tidak يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mendengar بِهَآ ۚ bihā dengannya (ayat-ayat) أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu كَٱلْأَنْعَـٰمِ kal-anʿāmi seperti binatang ternak بَلْ bal bahkan هُمْ hum mereka أَضَلُّ ۚ aḍallu lebih sesat أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْغَـٰفِلُونَ l-ghāfilūna orang-orang yang lalai
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
وَلِلَّهِ walillahi dan milik Allah ٱلْأَسْمَآءُ l-asmāu nama-nama ٱلْحُسْنَىٰ l-ḥus'nā yang baik فَٱدْعُوهُ fa-id'ʿūhu maka berdoalah kepadaNya بِهَا ۖ bihā dengannya وَذَرُوا۟ wadharū dan tinggalkanlah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُلْحِدُونَ yul'ḥidūna (mereka) mengingkari فِىٓ fī dalam/tentang أَسْمَـٰٓئِهِۦ ۚ asmāihi nama-namaNya سَيُجْزَوْنَ sayuj'zawna mereka akan diberi balasan مَا mā apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
Hanya milik Allah Asmā`ul ῌusnā1, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmā`ul ῌusnā itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya2. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
وَمِمَّنْ wamimman dan diantara orang-orang خَلَقْنَآ khalaqnā Kami ciptakan أُمَّةٌۭ ummatun umat يَهْدُونَ yahdūna mereka memberi petunjuk بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan benar وَبِهِۦ wabihi dan dengannya يَعْدِلُونَ yaʿdilūna mereka berbuat keadilan
Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan, ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan بِـَٔايَـٰتِنَا biāyātinā kepada ayat-ayat Kami سَنَسْتَدْرِجُهُم sanastadrijuhum menarik secara berangsur-angsur مِّنْ min dari حَيْثُ ḥaythu arah لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mengetahui
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.
وَأُمْلِى wa-um'lī dan Aku memberi tangguh لَهُمْ ۚ lahum kepada mereka إِنَّ inna sesungguhnya كَيْدِى kaydī rencanaKu مَتِينٌ matīnun amat teguh
Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh.
أَوَلَمْ awalam apakah tidak يَتَفَكَّرُوا۟ ۗ yatafakkarū mereka berfikir مَا mā apa بِصَاحِبِهِم biṣāḥibihim teman mereka itu مِّن min dari جِنَّةٍ ۚ jinnatin orang gila إِنْ in tidak lain هُوَ huwa dia إِلَّا illā kecuali/hanyalah نَذِيرٌۭ nadhīrun seorang pemberi peringatan مُّبِينٌ mubīnun yang nyata
Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila. Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan.
أَوَلَمْ awalam tidakkah يَنظُرُوا۟ yanẓurū mereka memperhatikan فِى fī di dalam مَلَكُوتِ malakūti kerajaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَمَا wamā dan apa خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱللَّهُ l-lahu Allah مِن min dari شَىْءٍۢ shayin sesuatu وَأَنْ wa-an dan bahwa عَسَىٰٓ ʿasā bisa jadi أَن an bahwa يَكُونَ yakūna adalah قَدِ qadi sungguh ٱقْتَرَبَ iq'taraba telah dekat أَجَلُهُمْ ۖ ajaluhum waktu mereka فَبِأَىِّ fabi-ayyi maka yang mana حَدِيثٍۭ ḥadīthin berita بَعْدَهُۥ baʿdahu sesudahnya (Al Quran) يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman sesudah Al-Qur`ān itu?
مَن man barang siapa يُضْلِلِ yuḍ'lili menyesatkan ٱللَّهُ l-lahu Allah فَلَا falā maka tidak هَادِىَ hādiya orang yang memberi petunjuk لَهُۥ ۚ lahu kepadanya وَيَذَرُهُمْ wayadharuhum dan (Allah) membiarkan mereka فِى fī dalam طُغْيَـٰنِهِمْ ṭugh'yānihim kesesatan mereka يَعْمَهُونَ yaʿmahūna mereka terombang-ambing
Barang siapa yang Allah sesatkan1, maka baginya tak ada orang yang akan memberi petunjuk. Dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.
يَسْـَٔلُونَكَ yasalūnaka mereka akan bertanya kepadamu عَنِ ʿani tentang ٱلسَّاعَةِ l-sāʿati hari kiamat أَيَّانَ ayyāna kapan مُرْسَىٰهَا ۖ mur'sāhā terjadinya قُلْ qul katakanlah إِنَّمَا innamā sesungguhnya عِلْمُهَا ʿil'muhā pengetahuannya عِندَ ʿinda disisi رَبِّى ۖ rabbī Tuhanku لَا lā tidak يُجَلِّيهَا yujallīhā menjelaskannya لِوَقْتِهَآ liwaqtihā bagi waktunya إِلَّا illā kecuali هُوَ ۚ huwa Dia ثَقُلَتْ thaqulat amat berat فِى fī di ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ ۚ wal-arḍi dan bumi لَا lā tidak تَأْتِيكُمْ tatīkum datang kepadamu إِلَّا illā melainkan بَغْتَةًۭ ۗ baghtatan dengan tiba-tiba يَسْـَٔلُونَكَ yasalūnaka mereka akan bertanya kepadamu كَأَنَّكَ ka-annaka seakan-akan kamu حَفِىٌّ ḥafiyyun benar-benar mengetahui عَنْهَا ۖ ʿanhā daripadanya قُلْ qul katakanlah إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah عِلْمُهَا ʿil'muhā pengetahuannya عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَ akthara kebanyakan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat, "Bilakah terjadinya?" Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhan-ku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".
قُل qul katakanlah لَّآ lā tidak أَمْلِكُ amliku aku berkuasa لِنَفْسِى linafsī bagi diriku نَفْعًۭا nafʿan kemanfaatan وَلَا walā dan tidak ضَرًّا ḍarran kemudlaratan إِلَّا illā kecuali مَا mā apa شَآءَ shāa menghendaki ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah وَلَوْ walaw dan sekiranya كُنتُ kuntu adalah aku أَعْلَمُ aʿlamu aku mengetahui ٱلْغَيْبَ l-ghayba yang gaib لَٱسْتَكْثَرْتُ la-is'takthartu tentu aku memperoleh banyak مِنَ mina dari ٱلْخَيْرِ l-khayri kebaikan وَمَا wamā dan tidak مَسَّنِىَ massaniya menimpaku ٱلسُّوٓءُ ۚ l-sūu keburukan إِنْ in bahwa أَنَا۠ anā aku إِلَّا illā kecuali نَذِيرٌۭ nadhīrun pemberi peringatan وَبَشِيرٌۭ wabashīrun dan pembawa berita gembira لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
Katakanlah, "Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudaratan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang gaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya, dan aku tidak akan ditimpa kemudaratan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman".
۞ هُوَ huwa Dialah ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَكُم khalaqakum menciptakan kalian مِّن min dari نَّفْسٍۢ nafsin diri وَٰحِدَةٍۢ wāḥidatin satu وَجَعَلَ wajaʿala dan dia jadikan مِنْهَا min'hā daripadanya زَوْجَهَا zawjahā isterinya لِيَسْكُنَ liyaskuna agar ia merasa senang إِلَيْهَا ۖ ilayhā kepadanya فَلَمَّا falammā maka setelah تَغَشَّىٰهَا taghashāhā mencampurinya حَمَلَتْ ḥamalat ia mengandung حَمْلًا ḥamlan kandungan خَفِيفًۭا khafīfan yang ringan فَمَرَّتْ famarrat maka ia terus بِهِۦ ۖ bihi dengannya فَلَمَّآ falammā maka setelah أَثْقَلَت athqalat ia merasa berat دَّعَوَا daʿawā keduanya berdoa ٱللَّهَ l-laha Allah رَبَّهُمَا rabbahumā Tuhan keduanya لَئِنْ la-in sesungguhnya jika ءَاتَيْتَنَا ātaytanā Engkau memberi kami صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan anak yang saleh لَّنَكُونَنَّ lanakūnanna tentu kami termasuk مِنَ mina dari ٱلشَّـٰكِرِينَ l-shākirīna orang-orang yang bersyukur
Dia-lah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan istrinya agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, istrinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-istri) bermohon kepada Allah, Tuhan-nya seraya berkata, "Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur".
فَلَمَّآ falammā maka setelah ءَاتَىٰهُمَا ātāhumā (Allah) memberikan kepada keduanya صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan anak saleh جَعَلَا jaʿalā keduanya menjadikan لَهُۥ lahu bagiNya شُرَكَآءَ shurakāa sekutu-sekutu فِيمَآ fīmā terhadap apa ءَاتَىٰهُمَا ۚ ātāhumā Dia berikan kepada keduanya فَتَعَـٰلَى fataʿālā maka Maha Tinggi ٱللَّهُ l-lahu Allah عَمَّا ʿammā dari apa يُشْرِكُونَ yush'rikūna mereka sekutukan
Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna, maka keduanya1 menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu. Maka Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.
أَيُشْرِكُونَ ayush'rikūna apakah mereka mempersekutukan مَا mā apa لَا lā tidak يَخْلُقُ yakhluqu menciptakan شَيْـًۭٔا shayan sesuatu وَهُمْ wahum dan mereka يُخْلَقُونَ yukh'laqūna mereka diciptakan
Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhala-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatu pun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang.
وَلَا walā dan tidak يَسْتَطِيعُونَ yastaṭīʿūna mereka dapat لَهُمْ lahum kepada mereka نَصْرًۭا naṣran pertolongan وَلَآ walā dan tidak أَنفُسَهُمْ anfusahum mereka sendiri يَنصُرُونَ yanṣurūna mereka memberi pertolongan
Dan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada penyembah-penyembahnya, dan kepada dirinya sendiri pun berhala-berhala itu tidak dapat memberi pertolongan.
وَإِن wa-in dan jika تَدْعُوهُمْ tadʿūhum kamu menyeru mereka إِلَى ilā kepada ٱلْهُدَىٰ l-hudā petunjuk لَا lā tidak يَتَّبِعُوكُمْ ۚ yattabiʿūkum mereka mengikuti kamu سَوَآءٌ sawāon sama saja عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian أَدَعَوْتُمُوهُمْ adaʿawtumūhum apakah kamu menyeru mereka أَمْ am atau أَنتُمْ antum kamu صَـٰمِتُونَ ṣāmitūna orang-orang yang diam
Dan jika kamu (hai orang-orang musyrik) menyerunya (berhala) untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu dapat memperkenankan seruanmu; sama saja (hasilnya) buat kamu menyeru mereka ataupun kamu berdiam diri.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang تَدْعُونَ tadʿūna kamu menyeru mereka مِن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah عِبَادٌ ʿibādun hamba/makhluk أَمْثَالُكُمْ ۖ amthālukum serupa kamu فَٱدْعُوهُمْ fa-id'ʿūhum maka serulah merka فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ falyastajībū supaya mereka memperkenankan لَكُمْ lakum bagi kalian إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar
Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah berhala-berhala itu lalu biarkanlah mereka memperkenankan permintaanmu, jika kamu memang orang-orang yang benar.
أَلَهُمْ alahum apakah mereka mempunyai أَرْجُلٌۭ arjulun kaki-kaki يَمْشُونَ yamshūna mereka berjalan بِهَآ ۖ bihā dengannya أَمْ am atau لَهُمْ lahum bagi mereka mempunyai أَيْدٍۢ aydin tangan يَبْطِشُونَ yabṭishūna mereka memegang بِهَآ ۖ bihā dengannya أَمْ am atau لَهُمْ lahum bagi mereka mempunyai أَعْيُنٌۭ aʿyunun mata يُبْصِرُونَ yub'ṣirūna mereka melihat بِهَآ ۖ bihā dengannya أَمْ am atau لَهُمْ lahum bagi mereka mempunyai ءَاذَانٌۭ ādhānun telinga يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mereka mendengar بِهَا ۗ bihā dengannya قُلِ quli katakanlah ٱدْعُوا۟ id'ʿū panggilah شُرَكَآءَكُمْ shurakāakum sekutu-sekutumu/berhala-berhalamu ثُمَّ thumma kemudian كِيدُونِ kīdūni lakukan tipu daya untukku فَلَا falā maka jangan تُنظِرُونِ tunẓirūni kalian melihat
Apakah berhala-berhala mempunyai kaki yang dengan itu ia dapat berjalan, atau mempunyai tangan yang dengan itu ia dapat memegang dengan keras1, atau mempunyai mata yang dengan itu ia dapat melihat, atau mempunyai telinga yang dengan itu ia dapat mendengar? Katakanlah, "Panggillah berhala-berhalamu yang kamu jadikan sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)-ku. tanpa memberi tangguh (kepada-ku)".
إِنَّ inna sesungguhnya وَلِـِّۧىَ waliyyiya pelindungku ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang نَزَّلَ nazzala menurunkan ٱلْكِتَـٰبَ ۖ l-kitāba Kitab وَهُوَ wahuwa dan Dia يَتَوَلَّى yatawallā melindungi ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh
"Sesungguhnya pelindungku ialah Allah Yang telah menurunkan Alkitab (Al-Qur`ān) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh".
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang تَدْعُونَ tadʿūna kamu sembah مِن min dari دُونِهِۦ dūnihi selain لَا lā tidak يَسْتَطِيعُونَ yastaṭīʿūna mereka dapat نَصْرَكُمْ naṣrakum menolong kamu وَلَآ walā dan tidak أَنفُسَهُمْ anfusahum diri mereka يَنصُرُونَ yanṣurūna mereka menolong
"Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri".
وَإِن wa-in dan jika تَدْعُوهُمْ tadʿūhum kamu menyeru mereka إِلَى ilā kepada/untuk ٱلْهُدَىٰ l-hudā petunjuk لَا lā tidak يَسْمَعُوا۟ ۖ yasmaʿū mereka mendengar وَتَرَىٰهُمْ watarāhum dn kamu melihat mereka يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka memandang إِلَيْكَ ilayka kepadamu وَهُمْ wahum dan mereka لَا lā tidak يُبْصِرُونَ yub'ṣirūna mereka melihat
"Dan jika kamu sekalian menyeru (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk, niscaya berhala-berhala itu tidak dapat mendengarnya. Dan kamu melihat berhala-berhala itu memandang kepadamu padahal ia tidak melihat.
خُذِ khudhi ambillah/berilah ٱلْعَفْوَ l-ʿafwa maaf وَأْمُرْ wamur dan suruhlah بِٱلْعُرْفِ bil-ʿur'fi dengan mengerjakan kebaikan وَأَعْرِضْ wa-aʿriḍ dan berpalinglah عَنِ ʿani dari ٱلْجَـٰهِلِينَ l-jāhilīna orang-orang yang bodoh
Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.
وَإِمَّا wa-immā dan jika يَنزَغَنَّكَ yanzaghannaka menipu/menggodamu مِنَ mina dari ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan نَزْغٌۭ nazghun tipuan/godaan فَٱسْتَعِذْ fa-is'taʿidh maka berlindunglah بِٱللَّهِ ۚ bil-lahi kepada Allah إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui
Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan maka berlindunglah kepada Allah1. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ٱتَّقَوْا۟ ittaqaw (mereka) bertakwa إِذَا idhā apabila مَسَّهُمْ massahum menimpa mereka طَـٰٓئِفٌۭ ṭāifun was-was مِّنَ mina dari ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan تَذَكَّرُوا۟ tadhakkarū mereka ingat فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هُم hum mereka مُّبْصِرُونَ mub'ṣirūna orang-orang yang sadar kembali
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.
وَإِخْوَٰنُهُمْ wa-ikh'wānuhum dan teman-teman mereka يَمُدُّونَهُمْ yamuddūnahum membantu mereka (syaitan) فِى fī dalam ٱلْغَىِّ l-ghayi menyesatkan ثُمَّ thumma kemudian لَا lā tidak يُقْصِرُونَ yuq'ṣirūna henti-hentinya mereka
Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu setan-setan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).
وَإِذَا wa-idhā dan jika لَمْ lam tidak تَأْتِهِم tatihim kamu membawa kepada mereka بِـَٔايَةٍۢ biāyatin dengan suatu ayat قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَوْلَا lawlā mengapa tidak ٱجْتَبَيْتَهَا ۚ ij'tabaytahā kamu pilih/buat sendiri ia(ayat-ayat) قُلْ qul katakanlah إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَتَّبِعُ attabiʿu aku mengikuti مَا mā apa يُوحَىٰٓ yūḥā diwahyukan إِلَىَّ ilayya kepadaku مِن min dari رَّبِّى ۚ rabbī Tuhanku هَـٰذَا hādhā ini بَصَآئِرُ baṣāiru pandangan/bukti nyata مِن min dari رَّبِّكُمْ rabbikum Tuhan kalian وَهُدًۭى wahudan dan petunjuk وَرَحْمَةٌۭ waraḥmatun dan rahmat لِّقَوْمٍۢ liqawmin bagi kaum يُؤْمِنُونَ yu'minūna mereka beriman
Dan apabila kamu tidak membawa suatu ayat Al-Qur`ān kepada mereka, mereka berkata, "Mengapa tidak kamu buat sendiri ayat itu?" Katakanlah, "Sesungguhnya aku hanya mengikut apa yang diwahyukan dari Tuhan-ku kepadaku. Al-Qur`ān ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhan-mu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman".
وَإِذَا wa-idhā dan jika قُرِئَ quri-a dibacakan ٱلْقُرْءَانُ l-qur'ānu Al Quran فَٱسْتَمِعُوا۟ fa-is'tamiʿū maka dengarkanlah لَهُۥ lahu kepadanya وَأَنصِتُوا۟ wa-anṣitū dan perhatikanlah لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُرْحَمُونَ tur'ḥamūna kamu diberi rahmat
Dan apabila dibacakan Al-Qur`ān, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat1.
وَٱذْكُر wa-udh'kur dan ingatlah رَّبَّكَ rabbaka Tuhanmu فِى fī dalam نَفْسِكَ nafsika hatimu تَضَرُّعًۭا taḍarruʿan merendahkan diri وَخِيفَةًۭ wakhīfatan dan rasa takut وَدُونَ wadūna dan tidak ٱلْجَهْرِ l-jahri keras مِنَ mina dari ٱلْقَوْلِ l-qawli perkataan/suara بِٱلْغُدُوِّ bil-ghuduwi diwaktu pagi وَٱلْـَٔاصَالِ wal-āṣāli dan petang وَلَا walā dan jangan تَكُن takun kamu menjadi مِّنَ mina dari ٱلْغَـٰفِلِينَ l-ghāfilīna orang-orang yang lalai
Dan sebutlah (nama) Tuhan-mu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna malaikat-malaikat yang عِندَ ʿinda disisi رَبِّكَ rabbika Tuhanmu لَا lā tidak يَسْتَكْبِرُونَ yastakbirūna menyombongkan diri عَنْ ʿan dari عِبَادَتِهِۦ ʿibādatihi beribadah kepadaNya وَيُسَبِّحُونَهُۥ wayusabbiḥūnahu dan mereka mensucikanNya وَلَهُۥ walahu dan kepadaNya يَسْجُدُونَ ۩ yasjudūna mereka bersujud
Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhan-mu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud1.