الصف
As-Saf
Barisan Madaniyah
Memuat audio qari…
سَبَّحَ sabbaḥa bertasbih لِلَّهِ lillahi kepada Allah مَا mā apa فِى fī pada ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa فِى fī pada ٱلْأَرْضِ ۖ l-arḍi bumi وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana
Bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لِمَ lima mengapa تَقُولُونَ taqūlūna kamu mengatakan مَا mā apa لَا lā tidak تَفْعَلُونَ tafʿalūna kamu kerjakan
Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?
كَبُرَ kabura besar مَقْتًا maqtan kebencian عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah أَن an bahwa تَقُولُوا۟ taqūlū kamu mengatakan مَا mā apa لَا lā tidak تَفْعَلُونَ tafʿalūna kamu kerjakan
Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يُحِبُّ yuḥibbu mencintai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُقَـٰتِلُونَ yuqātilūna (mereka) berperang فِى fī pada سَبِيلِهِۦ sabīlihi jalan-Nya صَفًّۭا ṣaffan barisan كَأَنَّهُم ka-annahum seakan-akan بُنْيَـٰنٌۭ bun'yānun bangunan مَّرْصُوصٌۭ marṣūṣun tersusun
Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kukuh.
وَإِذْ wa-idh apabila قَالَ qāla berkata مُوسَىٰ mūsā Musa لِقَوْمِهِۦ liqawmihi kepada kaumnya يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku لِمَ lima mengapa تُؤْذُونَنِى tu'dhūnanī kamu menyakiti aku وَقَد waqad dan sesungguhnya تَّعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui أَنِّى annī sesungguhnya aku رَسُولُ rasūlu rasul/utusan ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَيْكُمْ ۖ ilaykum kepadamu فَلَمَّا falammā maka tatkala زَاغُوٓا۟ zāghū mereka berpaling أَزَاغَ azāgha memalingkan ٱللَّهُ l-lahu Allah قُلُوبَهُمْ ۚ qulūbahum hati mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا lā tidak يَهْدِى yahdī menunjukkan ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلْفَـٰسِقِينَ l-fāsiqīna orang-orang yang fasik
Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Hai kaumku, mengapa kamu menyakitiku, sedangkan kamu mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu?" Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka1; dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.
وَإِذْ wa-idh dan apabila قَالَ qāla berkata عِيسَى ʿīsā Isa ٱبْنُ ub'nu binti/anak مَرْيَمَ maryama Maryam يَـٰبَنِىٓ yābanī Wahai keturunan إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil إِنِّى innī sesungguhnya aku رَسُولُ rasūlu rasul/utusan ٱللَّهِ l-lahi Allah إِلَيْكُم ilaykum kepadamu مُّصَدِّقًۭا muṣaddiqan yang membenarkan لِّمَا limā terhadap apa بَيْنَ bayna antara يَدَىَّ yadayya hadapanku/sebelumku مِنَ mina dari ٱلتَّوْرَىٰةِ l-tawrāti Taurat وَمُبَشِّرًۢا wamubashiran dan kabar gembira بِرَسُولٍۢ birasūlin dengan seorang rasul يَأْتِى yatī akan datang مِنۢ min dari بَعْدِى baʿdī sesudahku ٱسْمُهُۥٓ us'muhu namanya أَحْمَدُ ۖ aḥmadu Ahmad فَلَمَّا falammā maka tatkala جَآءَهُم jāahum datang kepada mereka بِٱلْبَيِّنَـٰتِ bil-bayināti dengan keterangan yang jelas قَالُوا۟ qālū berkata mereka هَـٰذَا hādhā ini سِحْرٌۭ siḥ'run sihir مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata
Dan (ingatlah) ketika ʻIsa putra Maryam berkata, "Hai Bani Isrā`īl, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)". Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, "Ini adalah sihir yang nyata".
وَمَنْ waman dan siapa أَظْلَمُ aẓlamu lebih zalim مِمَّنِ mimmani dari pada orang ٱفْتَرَىٰ if'tarā mengada-adakan عَلَى ʿalā atas/terhadap Allah ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلْكَذِبَ l-kadhiba dusta وَهُوَ wahuwa dan dia يُدْعَىٰٓ yud'ʿā di ajak إِلَى ilā atas ٱلْإِسْلَـٰمِ ۚ l-is'lāmi Islam وَٱللَّهُ wal-lahu baginya لَا lā tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada Islam? Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.
يُرِيدُونَ yurīdūna mereka ingin/menghendaki لِيُطْفِـُٔوا۟ liyuṭ'fiū untuk memadamkan نُورَ nūra cahaya ٱللَّهِ l-lahi Allah بِأَفْوَٰهِهِمْ bi-afwāhihim dengan mulut-mulut mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah مُتِمُّ mutimmu menyempurnakan نُورِهِۦ nūrihi cahaya-Nya وَلَوْ walaw meskipun كَرِهَ kariha benci ٱلْكَـٰفِرُونَ l-kāfirūna orang-orang kafir
Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir benci.
هُوَ huwa Dia ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَرْسَلَ arsala mengutus رَسُولَهُۥ rasūlahu utusan/rasul-Nya بِٱلْهُدَىٰ bil-hudā dengan petunjuk وَدِينِ wadīni dan agama ٱلْحَقِّ l-ḥaqi yang benar لِيُظْهِرَهُۥ liyuẓ'hirahu untuk memenangkan عَلَى ʿalā atas ٱلدِّينِ l-dīni agama كُلِّهِۦ kullihi semuanya/seluruhnya وَلَوْ walaw meskipun كَرِهَ kariha benci ٱلْمُشْرِكُونَ l-mush'rikūna orang-orang musyrik
Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik benci.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman هَلْ hal apakah أَدُلُّكُمْ adullukum aku tunjukkan kepadamu عَلَىٰ ʿalā atas تِجَـٰرَةٍۢ tijāratin perdagangan تُنجِيكُم tunjīkum ia akan menyelamatkan kamu مِّنْ min dari عَذَابٍ ʿadhābin azab أَلِيمٍۢ alīmin pedih
Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?
تُؤْمِنُونَ tu'minūna kamu beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَرَسُولِهِۦ warasūlihi dan rasul-Nya وَتُجَـٰهِدُونَ watujāhidūna dan kamu berjihad/berjuang فِى fī pada سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah بِأَمْوَٰلِكُمْ bi-amwālikum dengan harta kamu وَأَنفُسِكُمْ ۚ wa-anfusikum dan jiwa kamu ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكُمْ lakum bagi kalian إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu, jika kamu mengetahui,
يَغْفِرْ yaghfir Dia (allah) mengampuni لَكُمْ lakum bagi kalian ذُنُوبَكُمْ dhunūbakum dosa-dosamu وَيُدْخِلْكُمْ wayud'khil'kum dan Dia memasukkan kamu جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai وَمَسَـٰكِنَ wamasākina dan tempat-tempat tinggal طَيِّبَةًۭ ṭayyibatan baik فِى fī pada جَنَّـٰتِ jannāti surga عَدْنٍۢ ۚ ʿadnin Adn ذَٰلِكَ dhālika demikian itu ٱلْفَوْزُ l-fawzu keuntungan ٱلْعَظِيمُ l-ʿaẓīmu besar
niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga ʻAdn. Itulah keberuntungan yang besar.
وَأُخْرَىٰ wa-ukh'rā dan yang lain تُحِبُّونَهَا ۖ tuḥibbūnahā kamu menyukainya نَصْرٌۭ naṣrun pertolongan مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَفَتْحٌۭ wafatḥun dan kemenangan قَرِيبٌۭ ۗ qarībun dekat وَبَشِّرِ wabashiri dan berilah kabar gembira ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman
Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai, (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman كُونُوٓا۟ kūnū adalah/jadilah kamu أَنصَارَ anṣāra penolong-penolong ٱللَّهِ l-lahi Allah كَمَا kamā sebagaimana قَالَ qāla berkata عِيسَى ʿīsā Isa ٱبْنُ ub'nu anak مَرْيَمَ maryama Maryam لِلْحَوَارِيِّـۧنَ lil'ḥawāriyyīna kepada pengikut-pengikut setia مَنْ man siapakah أَنصَارِىٓ anṣārī penolong-penolongku إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah قَالَ qāla berkata ٱلْحَوَارِيُّونَ l-ḥawāriyūna pengikut-pengikut yang setia نَحْنُ naḥnu kami أَنصَارُ anṣāru penolong-penolong ٱللَّهِ ۖ l-lahi Allah فَـَٔامَنَت faāmanat maka berimanlah طَّآئِفَةٌۭ ṭāifatun segolongan مِّنۢ min dari بَنِىٓ banī bani إِسْرَٰٓءِيلَ is'rāīla Israil وَكَفَرَت wakafarat dan kafir طَّآئِفَةٌۭ ۖ ṭāifatun segolongan فَأَيَّدْنَا fa-ayyadnā maka Kami beri kekuatan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman عَلَىٰ ʿalā atas عَدُوِّهِمْ ʿaduwwihim musuh-musuh mereka فَأَصْبَحُوا۟ fa-aṣbaḥū maka jadilah mereka ظَـٰهِرِينَ ẓāhirīna orang-orang yang menang
Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana ʻIsa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata, "Kamilah penolong-penolong agama Allah", lalu segolongan dari Bani Isrā`īl beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.