الجمعة
Al-Jumu'ah
Hari Jum\'at Madaniyah
Memuat audio qari…
يُسَبِّحُ yusabbiḥu bertasbih لِلَّهِ lillahi kepada Allah مَا mā apa فِى fī pada ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَمَا wamā dan apa فِى fī pada ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi ٱلْمَلِكِ l-maliki Raja ٱلْقُدُّوسِ l-qudūsi Maha Suci ٱلْعَزِيزِ l-ʿazīzi Maha Perkasa ٱلْحَكِيمِ l-ḥakīmi Maha Bijaksana
Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
هُوَ huwa Dia ٱلَّذِى alladhī yang بَعَثَ baʿatha mengutus فِى fī pada ٱلْأُمِّيِّـۧنَ l-umiyīna yang buta huruf رَسُولًۭا rasūlan seorang rasul مِّنْهُمْ min'hum diantara mereka يَتْلُوا۟ yatlū dia membacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka ءَايَـٰتِهِۦ āyātihi ayat-ayat-Nya وَيُزَكِّيهِمْ wayuzakkīhim dan dia mensucikan mereka وَيُعَلِّمُهُمُ wayuʿallimuhumu dan dia mengajarkan mereka ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba kitab وَٱلْحِكْمَةَ wal-ḥik'mata dan hikmah وَإِن wa-in dan sungguh كَانُوا۟ kānū mereka adalah مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum لَفِى lafī benar-benar dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍۢ mubīnin nyata
Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,
وَءَاخَرِينَ waākharīna dan yang lain مِنْهُمْ min'hum dari mereka لَمَّا lammā tatkala/belum يَلْحَقُوا۟ yalḥaqū mereka bertemu/berhubungan بِهِمْ ۚ bihim dengan mereka وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana
dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu فَضْلُ faḍlu karunia ٱللَّهِ l-lahi Allah يُؤْتِيهِ yu'tīhi diberikannya مَن man siapa يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah ذُو dhū memiliki/mempunyai ٱلْفَضْلِ l-faḍli karunia ٱلْعَظِيمِ l-ʿaẓīmi besar
Demikianlah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah mempunyai karunia yang besar.
مَثَلُ mathalu perumpamaan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang حُمِّلُوا۟ ḥummilū (mereka) dipikulkan ٱلتَّوْرَىٰةَ l-tawrāta taurat ثُمَّ thumma kemudian لَمْ lam tidak يَحْمِلُوهَا yaḥmilūhā mereka memikulnya كَمَثَلِ kamathali seperti ٱلْحِمَارِ l-ḥimāri keledai يَحْمِلُ yaḥmilu memikul/membawa أَسْفَارًۢا ۚ asfāran kitab yang tebal بِئْسَ bi'sa sangat buruk مَثَلُ mathalu perumpamaan ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَذَّبُوا۟ kadhabū (mereka) mendustakan بِـَٔايَـٰتِ biāyāti pada ayat-ayat ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah لَا lā tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim
Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya1 adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.
قُلْ qul katakanlah يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang هَادُوٓا۟ hādū (mereka) beragama Yahudi إِن in jika زَعَمْتُمْ zaʿamtum kamu mengira أَنَّكُمْ annakum bahwa sesungguhnya kamu أَوْلِيَآءُ awliyāu kekasih لِلَّهِ lillahi Allah مِن min dari دُونِ dūni selain/bukan ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia فَتَمَنَّوُا۟ fatamannawū maka harapkanlah ٱلْمَوْتَ l-mawta kematian إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar
Katakanlah, "Hai orang-orang yang menganut agama Yahudi, jika kamu mendakwakan bahwa sesungguhnya kamu sajalah kekasih Allah bukan manusia-manusia yang lain, maka harapkanlah kematianmu jika kamu adalah orang-orang yang benar".
وَلَا walā dan tidak يَتَمَنَّوْنَهُۥٓ yatamannawnahu mereka mengharapkannya أَبَدًۢا abadan selama-lamanya بِمَا bimā dengan apa/disebabkan قَدَّمَتْ qaddamat mendahulukan/memperbuat أَيْدِيهِمْ ۚ aydīhim tangan-tangan mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِٱلظَّـٰلِمِينَ bil-ẓālimīna pada orang-orang yang zalim
Mereka tiada akan mengharapkan kematian itu selama-lamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang zalim.
قُلْ qul katakanlah إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْمَوْتَ l-mawta kematian ٱلَّذِى alladhī orang-orang yang تَفِرُّونَ tafirrūna kamu lari مِنْهُ min'hu dari padanya فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya ia مُلَـٰقِيكُمْ ۖ mulāqīkum menemui kamu ثُمَّ thumma kemudian تُرَدُّونَ turaddūna kamu dikembalikan إِلَىٰ ilā kepada عَـٰلِمِ ʿālimi yang mengetahui ٱلْغَيْبِ l-ghaybi yang gaib وَٱلشَّهَـٰدَةِ wal-shahādati dan yang nyata فَيُنَبِّئُكُم fayunabbi-ukum lalu Dia menerangkan kepadamu بِمَا bimā terhadap apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
Katakanlah, "Sesungguhnya kematian yang kamu lari darinya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan".
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِذَا idhā apabila نُودِىَ nūdiya diseru/dipanggil لِلصَّلَوٰةِ lilṣṣalati untuk menunaikan sholat مِن min dari يَوْمِ yawmi hari ٱلْجُمُعَةِ l-jumuʿati jum'at فَٱسْعَوْا۟ fa-is'ʿaw maka berjalanlah kamu إِلَىٰ ilā kepada/untuk ذِكْرِ dhik'ri mengingat ٱللَّهِ l-lahi Allah وَذَرُوا۟ wadharū dan tinggalkanlah ٱلْبَيْعَ ۚ l-bayʿa jual beli/perdagangan ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكُمْ lakum bagi kalian إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli1. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
فَإِذَا fa-idhā maka apabila قُضِيَتِ quḍiyati telah diselesaikan ٱلصَّلَوٰةُ l-ṣalatu sholat فَٱنتَشِرُوا۟ fa-intashirū maka bertebaranlah kamu فِى fī pada ٱلْأَرْضِ l-arḍi muka bumi وَٱبْتَغُوا۟ wa-ib'taghū dan carilah مِن min dari فَضْلِ faḍli karunia ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٱذْكُرُوا۟ wa-udh'kurū dan ingatlah ٱللَّهَ l-laha Allah كَثِيرًۭا kathīran banyak لَّعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُفْلِحُونَ tuf'liḥūna kamu beruntung
Apabila telah ditunaikan salat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila رَأَوْا۟ ra-aw mereka melihat تِجَـٰرَةً tijāratan perniagaan أَوْ aw atau لَهْوًا lahwan permainan ٱنفَضُّوٓا۟ infaḍḍū mereka menuju إِلَيْهَا ilayhā kepadanya وَتَرَكُوكَ watarakūka dan mereka meninggalkan kamu قَآئِمًۭا ۚ qāiman berdiri قُلْ qul katakanlah مَا mā apa عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah خَيْرٌۭ khayrun lebih baik مِّنَ mina dari ٱللَّهْوِ l-lahwi permainan وَمِنَ wamina dan dari ٱلتِّجَـٰرَةِ ۚ l-tijārati perniagaan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلرَّٰزِقِينَ l-rāziqīna pemberi rizki/imbalan
Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah, "Apa yang di sisi Allah adalah lebih baik daripada permainan dan perniagaan", dan Allah sebaik-baik pemberi rezeki.