المنافقون
Al-Munafiqun
Kaum Munafik Madaniyah
Memuat audio qari…
إِذَا idhā apabila/tatkala جَآءَكَ jāaka datang kepadamu ٱلْمُنَـٰفِقُونَ l-munāfiqūna orang-orang munafik قَالُوا۟ qālū mereka berkata نَشْهَدُ nashhadu kami menyaksikan/mengetahui إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu لَرَسُولُ larasūlu benar-benar Rasul ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui إِنَّكَ innaka sesungguhnya kamu لَرَسُولُهُۥ larasūluhu benar-benar rasul-Nya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يَشْهَدُ yashhadu menyaksikan إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik لَكَـٰذِبُونَ lakādhibūna benar-benar pendusta
Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata, "Kami mengakui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar rasul Allah". Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.
ٱتَّخَذُوٓا۟ ittakhadhū mereka mengambil/menjadikan أَيْمَـٰنَهُمْ aymānahum sumpah mereka جُنَّةًۭ junnatan tameng/perisai فَصَدُّوا۟ faṣaddū lalu mereka menghalangi عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka سَآءَ sāa amat buruk مَا mā apa كَانُوا۟ kānū mereka adalah يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan
Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai1, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka ءَامَنُوا۟ āmanū mereka beriman ثُمَّ thumma kamudian كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar فَطُبِعَ faṭubiʿa lalu dikunci mati عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati-hati mereka فَهُمْ fahum maka mereka لَا lā tidak يَفْقَهُونَ yafqahūna mengerti
Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti.
۞ وَإِذَا wa-idhā dan apabila رَأَيْتَهُمْ ra-aytahum kamu melihat mereka تُعْجِبُكَ tuʿ'jibuka kamu kagum/tertarik أَجْسَامُهُمْ ۖ ajsāmuhum tubuh-tubuh mereka وَإِن wa-in dan jika يَقُولُوا۟ yaqūlū mereka berkata تَسْمَعْ tasmaʿ kamu mendengarkan لِقَوْلِهِمْ ۖ liqawlihim pada perkataan mereka كَأَنَّهُمْ ka-annahum seakan-akan mereka خُشُبٌۭ khushubun kayu مُّسَنَّدَةٌۭ ۖ musannadatun tersandar يَحْسَبُونَ yaḥsabūna mereka mengira كُلَّ kulla tiap-tiap صَيْحَةٍ ṣayḥatin teriakan keras عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas mereka هُمُ humu mereka ٱلْعَدُوُّ l-ʿaduwu musuh فَٱحْذَرْهُمْ ۚ fa-iḥ'dharhum maka takutlah/waspadalah terhadap mereka قَـٰتَلَهُمُ qātalahumu membunuh/membinasakan mereka ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah أَنَّىٰ annā bagaimana يُؤْفَكُونَ yu'fakūna mereka dipalingkan
Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar1. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?
وَإِذَا wa-idhā dan apabila قِيلَ qīla dikatakan لَهُمْ lahum kepada mereka تَعَالَوْا۟ taʿālaw marilah يَسْتَغْفِرْ yastaghfir memohonkan ampunan لَكُمْ lakum bagi kalian رَسُولُ rasūlu rasul ٱللَّهِ l-lahi Allah لَوَّوْا۟ lawwaw mereka memalingkan رُءُوسَهُمْ ruūsahum kepala mereka وَرَأَيْتَهُمْ wara-aytahum dan kamu lihat mereka يَصُدُّونَ yaṣuddūna mereka berpaling وَهُم wahum dan mereka مُّسْتَكْبِرُونَ mus'takbirūna menyombongkan
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah (beriman), agar Rasulullah memintakan ampunan bagimu", mereka membuang muka mereka dan kamu lihat mereka berpaling sedang mereka menyombongkan diri.
سَوَآءٌ sawāon sama saja عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka أَسْتَغْفَرْتَ astaghfarta kamu mohonkan ampunan لَهُمْ lahum bagi mereka أَمْ am atau لَمْ lam tidak تَسْتَغْفِرْ tastaghfir kamu mohonkan ampunan لَهُمْ lahum bagi mereka لَن lan tidak يَغْفِرَ yaghfira akan mengampuni ٱللَّهُ l-lahu Allah لَهُمْ ۚ lahum bagi mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يَهْدِى yahdī memberi petunjuk ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum ٱلْفَـٰسِقِينَ l-fāsiqīna orang-orang yang fasik
Sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu mintakan ampunan bagi mereka, Allah tidak akan mengampuni mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
هُمُ humu mereka ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَقُولُونَ yaqūlūna (mereka) mengatakan لَا lā jangan تُنفِقُوا۟ tunfiqū kamu beri belanja عَلَىٰ ʿalā atas مَنْ man orang عِندَ ʿinda di sisi رَسُولِ rasūli Rasul ٱللَّهِ l-lahi Allah حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَنفَضُّوا۟ ۗ yanfaḍḍū mereka bercerai-berai وَلِلَّهِ walillahi dan bagi Allah خَزَآئِنُ khazāinu perbendaharaan ٱلسَّمَـٰوَٰتِ l-samāwāti langit(jamak) وَٱلْأَرْضِ wal-arḍi dan bumi وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik لَا lā tidak يَفْقَهُونَ yafqahūna mereka memahami/mengerti
Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada orang-orang Ansar), "Janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah)". Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami.
يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata لَئِن la-in sungguh jika رَّجَعْنَآ rajaʿnā kita telah kembali إِلَى ilā ke ٱلْمَدِينَةِ l-madīnati Madinah لَيُخْرِجَنَّ layukh'rijanna pasti akan mengusir ٱلْأَعَزُّ l-aʿazu orang-orang mulia/kuat مِنْهَا min'hā dari padanya ٱلْأَذَلَّ ۚ l-adhala orang-orang hina/lemah وَلِلَّهِ walillahi dan bagi Allah ٱلْعِزَّةُ l-ʿizatu kemuliaan/kekuatan وَلِرَسُولِهِۦ walirasūlihi dan bagi rasul-Nya وَلِلْمُؤْمِنِينَ walil'mu'minīna dan bagi orang-orang yang beriman وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱلْمُنَـٰفِقِينَ l-munāfiqīna orang-orang munafik لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Mereka berkata, "Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah1, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah darinya". Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا lā tidak/jangan تُلْهِكُمْ tul'hikum melalaikan kamu أَمْوَٰلُكُمْ amwālukum harta-hartamu وَلَآ walā dan jangan أَوْلَـٰدُكُمْ awlādukum anak-anakmu عَن ʿan dari ذِكْرِ dhik'ri mengingat ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَمَن waman dan barang siapa يَفْعَلْ yafʿal berbuat ذَٰلِكَ dhālika demikian فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu هُمُ humu mereka ٱلْخَـٰسِرُونَ l-khāsirūna orang-orang yang rugi
Hai orang-orang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.
وَأَنفِقُوا۟ wa-anfiqū dan nafkahkan/belanjakan مِن min dari مَّا mā apa رَزَقْنَـٰكُم razaqnākum Kami rizkikan kepadamu مِّن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa يَأْتِىَ yatiya datang أَحَدَكُمُ aḥadakumu salah satu dari kamu ٱلْمَوْتُ l-mawtu kematian فَيَقُولَ fayaqūla lalu dia berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku لَوْلَآ lawlā mengapa tidak أَخَّرْتَنِىٓ akhartanī Engkau akhirkan/undurkan aku إِلَىٰٓ ilā sampai أَجَلٍۢ ajalin waktu قَرِيبٍۢ qarībin dekat فَأَصَّدَّقَ fa-aṣṣaddaqa maka aku akan bersedekah وَأَكُن wa-akun dan jadilah aku مِّنَ mina dari ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh
Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, "Ya Tuhan-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?"
وَلَن walan dan tidak يُؤَخِّرَ yu-akhira akan mengundurkan ٱللَّهُ l-lahu Allah نَفْسًا nafsan seseorang إِذَا idhā apabila جَآءَ jāa datang أَجَلُهَا ۚ ajaluhā waktunya وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah خَبِيرٌۢ khabīrun Maha Mengetahui بِمَا bimā terhadap apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.