Tilawahku
Masuk
۞

الطلاق

At-Talaq

Perceraian Madaniyah

Memuat audio qari…

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu Nabi إِذَا idhā apabila طَلَّقْتُمُ ṭallaqtumu kamu menceraikan ٱلنِّسَآءَ l-nisāa isteri-isteri فَطَلِّقُوهُنَّ faṭalliqūhunna maka ceraikanlah mereka لِعِدَّتِهِنَّ liʿiddatihinna bagi iddah mereka وَأَحْصُوا۟ wa-aḥṣū dan hitunglah ٱلْعِدَّةَ ۖ l-ʿidata iddah itu وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah رَبَّكُمْ ۖ rabbakum Tuhan kalian لَا tidak/jangan تُخْرِجُوهُنَّ tukh'rijūhunna kamu keluarkan mereka مِنۢ min dari بُيُوتِهِنَّ buyūtihinna rumah-rumah mereka وَلَا walā dan tidak/jangan يَخْرُجْنَ yakhruj'na mereka keluar إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa يَأْتِينَ yatīna mereka mendatangkan/berbuat بِفَـٰحِشَةٍۢ bifāḥishatin dengan kekejian مُّبَيِّنَةٍۢ ۚ mubayyinatin terang/nyata وَتِلْكَ watil'ka dan itu حُدُودُ ḥudūdu batas-batas/hukum-hukum ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَمَن waman dan barang siapa يَتَعَدَّ yataʿadda melampaui batas/melanggar حُدُودَ ḥudūda batas-batas/hukum-hukum ٱللَّهِ l-lahi Allah فَقَدْ faqad maka sesungguhnya ظَلَمَ ẓalama dia berbuat zalim نَفْسَهُۥ ۚ nafsahu dirinya sendiri لَا tidak تَدْرِى tadrī kamu mengetahui لَعَلَّ laʿalla barang kali ٱللَّهَ l-laha Allah يُحْدِثُ yuḥ'dithu mengadakan yang baru بَعْدَ baʿda sesudah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu أَمْرًۭا amran perkara/sesuatu

Hai Nabi, apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) idahnya (yang wajar)1 dan hitunglah waktu idah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhan-mu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) ke luar kecuali kalau mereka mengerjakan perbuatan keji2 yang terang. Itulah hukum-hukum Allah dan barang siapa yang melanggar hukum-hukum Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu sesuatu hal yang baru3.

🔊 Sedang diputar

فَإِذَا fa-idhā maka apabila بَلَغْنَ balaghna telah sampai أَجَلَهُنَّ ajalahunna waktu mereka فَأَمْسِكُوهُنَّ fa-amsikūhunna maka tahanlah mereka بِمَعْرُوفٍ bimaʿrūfin dengan baik أَوْ aw atau فَارِقُوهُنَّ fāriqūhunna ceraikan mereka بِمَعْرُوفٍۢ bimaʿrūfin dengan baik وَأَشْهِدُوا۟ wa-ashhidū dan persaksikan ذَوَىْ dhaway dua orang mempunyai عَدْلٍۢ ʿadlin keadilan مِّنكُمْ minkum diantara kamu وَأَقِيمُوا۟ wa-aqīmū dan dirikanlah ٱلشَّهَـٰدَةَ l-shahādata kesakisan-kesaksian لِلَّهِ ۚ lillahi karena Allah ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itu يُوعَظُ yūʿaẓu diberi pengajaran بِهِۦ bihi dengannya/dengan itu مَن man orang كَانَ kāna adalah يُؤْمِنُ yu'minu dia beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَٱلْيَوْمِ wal-yawmi dan hari ٱلْـَٔاخِرِ ۚ l-ākhiri akhirat وَمَن waman dan barang siapa يَتَّقِ yattaqi bertaqwa ٱللَّهَ l-laha Allah يَجْعَل yajʿal Dia menjadikan لَّهُۥ lahu baginya مَخْرَجًۭا makhrajan jalan keluar

Apabila mereka telah mendekati akhir idahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.

🔊 Sedang diputar

وَيَرْزُقْهُ wayarzuq'hu dan Dia memberi rizki مِنْ min dari حَيْثُ ḥaythu arah لَا tidak يَحْتَسِبُ ۚ yaḥtasibu disangka وَمَن waman dan barang siapa يَتَوَكَّلْ yatawakkal bertawakkal عَلَى ʿalā atas ٱللَّهِ l-lahi Allah فَهُوَ fahuwa maka Dia حَسْبُهُۥٓ ۚ ḥasbuhu mencukupi إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بَـٰلِغُ bālighu menyampaikan أَمْرِهِۦ ۚ amrihi urusan-Nya قَدْ qad sesungguhnya جَعَلَ jaʿala menjadikan ٱللَّهُ l-lahu Allah لِكُلِّ likulli bagi segenap/tiap-tiap شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدْرًۭا qadran ketentuan/ukuran

Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

🔊 Sedang diputar

وَٱلَّـٰٓـِٔى wa-allāī dan wanita-wanita يَئِسْنَ ya-is'na mereka berputus asa مِنَ mina dari ٱلْمَحِيضِ l-maḥīḍi haid مِن min dari نِّسَآئِكُمْ nisāikum isteri-isterimu إِنِ ini jika ٱرْتَبْتُمْ ir'tabtum kamu ragu-ragu فَعِدَّتُهُنَّ faʿiddatuhunna maka iddah mereka ثَلَـٰثَةُ thalāthatu tiga أَشْهُرٍۢ ashhurin bulan وَٱلَّـٰٓـِٔى wa-allāī dan wanita-wanita لَمْ lam tidak يَحِضْنَ ۚ yaḥiḍ'na mereka haid وَأُو۟لَـٰتُ wa-ulātu dan wanita yang mempunyai ٱلْأَحْمَالِ l-aḥmāli mengandung/hamil أَجَلُهُنَّ ajaluhunna waktu mereka أَن an bahwa يَضَعْنَ yaḍaʿna mereka melahirkan حَمْلَهُنَّ ۚ ḥamlahunna kandungan mereka وَمَن waman dan barang siapa يَتَّقِ yattaqi bertakwa ٱللَّهَ l-laha Allah يَجْعَل yajʿal Dia akan menjadikan لَّهُۥ lahu baginya مِنْ min dari أَمْرِهِۦ amrihi urusannya يُسْرًۭا yus'ran mudah

Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (menopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa idahnya), maka masa idah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu idah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.

🔊 Sedang diputar

ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu أَمْرُ amru perintah ٱللَّهِ l-lahi Allah أَنزَلَهُۥٓ anzalahu Dia diturunkannya إِلَيْكُمْ ۚ ilaykum kepada kamu وَمَن waman dan barang siapa يَتَّقِ yattaqi bertakwa ٱللَّهَ l-laha Allah يُكَفِّرْ yukaffir Dia menutupi/menghapus عَنْهُ ʿanhu dari padanya سَيِّـَٔاتِهِۦ sayyiātihi kesalahan-kesalahannya وَيُعْظِمْ wayuʿ'ẓim dan Dia memperbesar لَهُۥٓ lahu baginya أَجْرًا ajran pahala

Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu, dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya.

🔊 Sedang diputar

أَسْكِنُوهُنَّ askinūhunna tempatkanlah mereka مِنْ min dari حَيْثُ ḥaythu mana سَكَنتُم sakantum kamu bertempat tinggal مِّن min dari وُجْدِكُمْ wuj'dikum yang kamu dapati/menurut kemampuan وَلَا walā dan jangan تُضَآرُّوهُنَّ tuḍārrūhunna kamu menyusahkan mereka لِتُضَيِّقُوا۟ lituḍayyiqū untuk kamu menyempitkan عَلَيْهِنَّ ۚ ʿalayhinna atas mereka وَإِن wa-in dan jika كُنَّ kunna mereka أُو۟لَـٰتِ ulāti mempunyai حَمْلٍۢ ḥamlin kandungan فَأَنفِقُوا۟ fa-anfiqū maka berilah nafkah عَلَيْهِنَّ ʿalayhinna atas mereka حَتَّىٰ ḥattā sehingga يَضَعْنَ yaḍaʿna mereka melahirkan حَمْلَهُنَّ ۚ ḥamlahunna kandungan mereka فَإِنْ fa-in maka jika أَرْضَعْنَ arḍaʿna mereka menyusukan لَكُمْ lakum bagi kalian فَـَٔاتُوهُنَّ faātūhunna maka berilah mereka أُجُورَهُنَّ ۖ ujūrahunna upah mereka وَأْتَمِرُوا۟ watamirū dan musyawarahkanlah بَيْنَكُم baynakum diantara kamu بِمَعْرُوفٍۢ ۖ bimaʿrūfin dengan baik وَإِن wa-in dan jika تَعَاسَرْتُمْ taʿāsartum kamu menemui kesulitan فَسَتُرْضِعُ fasatur'ḍiʿu maka akan menyusahkan لَهُۥٓ lahu kepadanya أُخْرَىٰ ukh'rā lain

Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Dan jika mereka (istri-istri yang sudah ditalak) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu, maka berikanlah kepada mereka upahnya, dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan, maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.

🔊 Sedang diputar

لِيُنفِقْ liyunfiq agar memberi nafkah ذُو dhū orang yang mempunyai سَعَةٍۢ saʿatin keluasan/kemampuan مِّن min dari/menurut سَعَتِهِۦ ۖ saʿatihi kemampuan وَمَن waman dan barang siapa قُدِرَ qudira ditentukan/disempitkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya رِزْقُهُۥ riz'quhu rizkinya فَلْيُنفِقْ falyunfiq maka hendaknya memberi nafkah مِمَّآ mimmā dari apa (rizki) ءَاتَىٰهُ ātāhu memberi kepadanya ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah لَا tidak يُكَلِّفُ yukallifu memaksa/memikulkan ٱللَّهُ l-lahu Allah نَفْسًا nafsan seseorang إِلَّا illā kecuali مَآ apa ءَاتَىٰهَا ۚ ātāhā yang Dia berikannya سَيَجْعَلُ sayajʿalu kelak akan menjadikan ٱللَّهُ l-lahu Allah بَعْدَ baʿda sesudah عُسْرٍۢ ʿus'rin kesulitan يُسْرًۭا yus'ran kemudahan

Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.

🔊 Sedang diputar

وَكَأَيِّن waka-ayyin dan berapa banyak مِّن min dari قَرْيَةٍ qaryatin negeri عَتَتْ ʿatat sombong/mendurhakai عَنْ ʿan dari أَمْرِ amri perintah رَبِّهَا rabbihā Tuhannya وَرُسُلِهِۦ warusulihi dan rasul-rasul-Nya فَحَاسَبْنَـٰهَا faḥāsabnāhā maka Kami perhitungkannya حِسَابًۭا ḥisāban perhitungan شَدِيدًۭا shadīdan sangat/keras وَعَذَّبْنَـٰهَا waʿadhabnāhā dan Kami mengazabnya عَذَابًۭا ʿadhāban azab نُّكْرًۭا nuk'ran mengerikan

Dan berapalah banyaknya (penduduk) negeri yang mendurhakai perintah Tuhan mereka dan rasul-rasul-Nya, maka Kami hisab penduduk negeri itu dengan hisab yang keras, dan Kami azab1 mereka dengan azab yang mengerikan.

🔊 Sedang diputar

فَذَاقَتْ fadhāqat maka mereka merasakan وَبَالَ wabāla akibat buruk أَمْرِهَا amrihā urusannya/perbuatannya وَكَانَ wakāna dan adalah عَـٰقِبَةُ ʿāqibatu akibat/kesudahan أَمْرِهَا amrihā urusannya/perbuatannya خُسْرًا khus'ran kerugian

Maka mereka merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya, dan adalah akibat perbuatan mereka kerugian yang besar.

🔊 Sedang diputar

أَعَدَّ aʿadda menyediakan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابًۭا ʿadhāban azab شَدِيدًۭا ۖ shadīdan sangat/keras فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah ٱللَّهَ l-laha Allah يَـٰٓأُو۟لِى yāulī wahai orang-orang ٱلْأَلْبَـٰبِ l-albābi pikiran/akal ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ ۚ āmanū (mereka) beriman قَدْ qad sesungguhnya أَنزَلَ anzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah إِلَيْكُمْ ilaykum kepadamu ذِكْرًۭا dhik'ran pikiran/Al Qur'an

Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang mempunyai akal, (yaitu) orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepadamu,

🔊 Sedang diputar

رَّسُولًۭا rasūlan seorang Rasul يَتْلُوا۟ yatlū membacakan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian ءَايَـٰتِ āyāti ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah مُبَيِّنَـٰتٍۢ mubayyinātin yang menjelaskan لِّيُخْرِجَ liyukh'rija karena Dia akan mengeluarkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَعَمِلُوا۟ waʿamilū dan berbuat/beramal ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ l-ṣāliḥāti kebajikan/saleh مِنَ mina dari ٱلظُّلُمَـٰتِ l-ẓulumāti kegelapan إِلَى ilā kepada ٱلنُّورِ ۚ l-nūri cahaya وَمَن waman dan barang siapa يُؤْمِنۢ yu'min beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَيَعْمَلْ wayaʿmal dan berbuat/beramal صَـٰلِحًۭا ṣāliḥan kebajikan/saleh يُدْخِلْهُ yud'khil'hu Dia memasukkannya جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَآ fīhā di dalamnya أَبَدًۭا ۖ abadan selama-lamanya قَدْ qad sesungguhnya أَحْسَنَ aḥsana membaguskan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَهُۥ lahu kepadanya رِزْقًا riz'qan rizki

(Dan mengutus) seorang rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum) supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh dari kegelapan kepada cahaya. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezeki yang baik kepadanya.

🔊 Sedang diputar

ٱللَّهُ al-lahu Allah ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa menciptkan سَبْعَ sabʿa tujuh سَمَـٰوَٰتٍۢ samāwātin langit وَمِنَ wamina dan dari ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi مِثْلَهُنَّ mith'lahunna seperti itu يَتَنَزَّلُ yatanazzalu turun/berlaku ٱلْأَمْرُ l-amru perintah بَيْنَهُنَّ baynahunna diantara mereka/diantaranya لِتَعْلَمُوٓا۟ litaʿlamū supaya kamu mengetahui أَنَّ anna bahwa sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa وَأَنَّ wa-anna dan bahwa sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah قَدْ qad sungguh/benar-benar أَحَاطَ aḥāṭa meliputi بِكُلِّ bikulli dengan segala شَىْءٍ shayin sesuatu عِلْمًۢا ʿil'man ilmu

Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya, benar-benar meliputi segala sesuatu.

Ayat /12