التحريم
At-Tahrim
Mengharamkan Madaniyah
Memuat audio qari…
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu Nabi لِمَ lima mengapa تُحَرِّمُ tuḥarrimu kamu mengharamkan مَآ mā apa أَحَلَّ aḥalla yang menghalalkan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكَ ۖ laka bagimu تَبْتَغِى tabtaghī kamu mencari مَرْضَاتَ marḍāta kesenangan أَزْوَٰجِكَ ۚ azwājika isteri-isterimu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang
Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang1.
قَدْ qad sesungguhnya فَرَضَ faraḍa mewajibkan ٱللَّهُ l-lahu Allah لَكُمْ lakum bagi kalian تَحِلَّةَ taḥillata pembebasan أَيْمَـٰنِكُمْ ۚ aymānikum sumpah-sumpahmu وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah مَوْلَىٰكُمْ ۖ mawlākum pelindungmu وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui ٱلْحَكِيمُ l-ḥakīmu Maha Bijaksana
Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu1; dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
وَإِذْ wa-idh dan ketika أَسَرَّ asarra merahasiakan ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu Nabi إِلَىٰ ilā kepada بَعْضِ baʿḍi sebagian أَزْوَٰجِهِۦ azwājihi isteri-isterinya حَدِيثًۭا ḥadīthan pembicaraan فَلَمَّا falammā maka tatkala نَبَّأَتْ nabba-at ia memberitakan بِهِۦ bihi dengannya/pembicaraan وَأَظْهَرَهُ wa-aẓharahu dan menyatakannya ٱللَّهُ l-lahu Allah عَلَيْهِ ʿalayhi kepadanya (Nabi) عَرَّفَ ʿarrafa dia memberitahukan بَعْضَهُۥ baʿḍahu sebagiannya وَأَعْرَضَ wa-aʿraḍa dan dia palingkan/sembunyikan عَنۢ ʿan dari بَعْضٍۢ ۖ baʿḍin sebagian فَلَمَّا falammā maka tatkala نَبَّأَهَا nabba-ahā dia memberitakan kepadanya بِهِۦ bihi dengannya/hal itu قَالَتْ qālat ia berkata مَنْ man siapa أَنۢبَأَكَ anba-aka memberitakan kepadamu هَـٰذَا ۖ hādhā ini/hal itu قَالَ qāla dia berkata نَبَّأَنِىَ nabba-aniya memberitakan kepadaku ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui ٱلْخَبِيرُ l-khabīru Maha Melihat
Dan ingatlah ketika nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang dari istri-istrinya (ῌafṣah) suatu peristiwa. Maka tatkala (ῌafṣah) menceritakan peristiwa itu (kepada ʻĀ`isyah) dan Allah memberitahukan hal itu (semua pembicaraan ῌafṣah dengan ʻĀ`isyah) kepada Muhammad, lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada ῌafṣah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara ῌafṣah dan ʻĀ`isyah), lalu ῌafṣah bertanya, "Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?" Nabi menjawab, "Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".
إِن in jika تَتُوبَآ tatūbā kamu berdua bertaubat إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah فَقَدْ faqad maka sesungguhnya صَغَتْ ṣaghat condong/cenderung قُلُوبُكُمَا ۖ qulūbukumā hati kamu berdua وَإِن wa-in dan jika تَظَـٰهَرَا taẓāharā kamu berdua bantu-membantu عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/Nabi فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah هُوَ huwa Dia مَوْلَىٰهُ mawlāhu Pelindungnya وَجِبْرِيلُ wajib'rīlu dan Jibril وَصَـٰلِحُ waṣāliḥu dan orang baik ٱلْمُؤْمِنِينَ ۖ l-mu'minīna orang-orang mu'min وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ wal-malāikatu dan malaikat بَعْدَ baʿda sesudah ذَٰلِكَ dhālika demikian/itu ظَهِيرٌ ẓahīrun pembantu/penolong
Jika kamu berdua bertobat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.
عَسَىٰ ʿasā boleh jadi/mudah-mudahan رَبُّهُۥٓ rabbuhu Tuhannya إِن in jika طَلَّقَكُنَّ ṭallaqakunna dia menceraikan kamu أَن an bahwa يُبْدِلَهُۥٓ yub'dilahu Dia akan menggantikannya أَزْوَٰجًا azwājan isteri-isteri خَيْرًۭا khayran lebih baik مِّنكُنَّ minkunna daripada kamu مُسْلِمَـٰتٍۢ mus'limātin muslimat/patuh مُّؤْمِنَـٰتٍۢ mu'minātin yang beriman قَـٰنِتَـٰتٍۢ qānitātin yang taat تَـٰٓئِبَـٰتٍ tāibātin yang bertaubat عَـٰبِدَٰتٍۢ ʿābidātin yang beribadat سَـٰٓئِحَـٰتٍۢ sāiḥātin yang berpuasa ثَيِّبَـٰتٍۢ thayyibātin yang janda وَأَبْكَارًۭا wa-abkāran dan perawan
Jika nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhan-nya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang mengerjakan ibadah, yang berpuasa, yang janda, dan yang perawan.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman قُوٓا۟ qū peliharalah أَنفُسَكُمْ anfusakum diri kalian sendiri وَأَهْلِيكُمْ wa-ahlīkum dan keluargamu نَارًۭا nāran api/neraka وَقُودُهَا waqūduhā dan bahan bakarnya ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia وَٱلْحِجَارَةُ wal-ḥijāratu dan batu-batu عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya مَلَـٰٓئِكَةٌ malāikatun malaikat غِلَاظٌۭ ghilāẓun yang kasar شِدَادٌۭ shidādun yang keras لَّا lā tidak يَعْصُونَ yaʿṣūna mereka mendurhakai ٱللَّهَ l-laha Allah مَآ mā apa أَمَرَهُمْ amarahum diperintahkanNya kepada mereka وَيَفْعَلُونَ wayafʿalūna dan mereka mengerjakan مَا mā apa يُؤْمَرُونَ yu'marūna mereka diperintahkan
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, dan yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka, dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لَا lā tidak/jangan تَعْتَذِرُوا۟ taʿtadhirū kamu mengemukakan uzur ٱلْيَوْمَ ۖ l-yawma hari ini إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah تُجْزَوْنَ tuj'zawna kamu diberi balasan مَا mā apa كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan
Hai orang-orang kafir, janganlah kamu mengemukakan uzur pada hari ini. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan menurut apa yang kamu kerjakan.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman تُوبُوٓا۟ tūbū bertaubatlah kamu إِلَى ilā kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah تَوْبَةًۭ tawbatan taubat نَّصُوحًا naṣūḥan sungguh-sungguh dan ikhlas عَسَىٰ ʿasā boleh jadi/mudah-mudahan رَبُّكُمْ rabbukum Tuhan kalian أَن an akan يُكَفِّرَ yukaffira menghapus/menutupi عَنكُمْ ʿankum dari kalian سَيِّـَٔاتِكُمْ sayyiātikum kesalahan-kesalahanmu وَيُدْخِلَكُمْ wayud'khilakum dan akan memasukkan kamu جَنَّـٰتٍۢ jannātin surga-surga تَجْرِى tajrī mengalir مِن min dari تَحْتِهَا taḥtihā bawahnya ٱلْأَنْهَـٰرُ l-anhāru sungai-sungai يَوْمَ yawma pada hari لَا lā tidak يُخْزِى yukh'zī menghinakan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلنَّبِىَّ l-nabiya Nabi وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman مَعَهُۥ ۖ maʿahu bersama dia نُورُهُمْ nūruhum cahaya mereka يَسْعَىٰ yasʿā berjalan/bersinar بَيْنَ bayna diantara أَيْدِيهِمْ aydīhim hadapan mereka وَبِأَيْمَـٰنِهِمْ wabi-aymānihim dan di sebelah kanan mereka يَقُولُونَ yaqūlūna mereka mengatakan رَبَّنَآ rabbanā ya Tuhan kami أَتْمِمْ atmim sempurnakanlah لَنَا lanā bagi kami نُورَنَا nūranā cahaya kami وَٱغْفِرْ wa-igh'fir dan ampunilah لَنَآ ۖ lanā bagi kami إِنَّكَ innaka sesungguhnya Engkau عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌۭ qadīrun Maha Kuasa
Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan nabi dan orang-orang yang beriman bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan, "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu".
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu Nabi جَـٰهِدِ jāhidi perangilah ٱلْكُفَّارَ l-kufāra orang-orang kafir وَٱلْمُنَـٰفِقِينَ wal-munāfiqīna dan orang-orang munafik وَٱغْلُظْ wa-ugh'luẓ dan bersikap keraslah عَلَيْهِمْ ۚ ʿalayhim atas/terhadap mereka وَمَأْوَىٰهُمْ wamawāhum dan tempat tinggal mereka جَهَنَّمُ ۖ jahannamu neraka Jahannam وَبِئْسَ wabi'sa dan seburuk-buruk ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali
Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah jahanam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali.
ضَرَبَ ḍaraba telah membuat ٱللَّهُ l-lahu Allah مَثَلًۭا mathalan perumpamaan لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar ٱمْرَأَتَ im'ra-ata isteri نُوحٍۢ nūḥin Nuh وَٱمْرَأَتَ wa-im'ra-ata dan isteri لُوطٍۢ ۖ lūṭin Luth كَانَتَا kānatā keduanya adalah تَحْتَ taḥta di bawah عَبْدَيْنِ ʿabdayni dua orang hamba مِنْ min dari عِبَادِنَا ʿibādinā hamba Kami صَـٰلِحَيْنِ ṣāliḥayni dua orang saleh فَخَانَتَاهُمَا fakhānatāhumā lalu keduanya berkhianat kepada keduanya فَلَمْ falam maka tidak يُغْنِيَا yugh'niyā keduanya mampu عَنْهُمَا ʿanhumā dari keduanya مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah شَيْـًۭٔا shayan sesuatu/sedikitpun وَقِيلَ waqīla dan dikatakan ٱدْخُلَا ud'khulā masuklah kamu berdua ٱلنَّارَ l-nāra api/neraka مَعَ maʿa bersama ٱلدَّٰخِلِينَ l-dākhilīna orang-orang yang masuk
Allah membuat istri Nūḥ dan istri Lūṭ sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah1; dan dikatakan (kepada keduanya), "Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)".
وَضَرَبَ waḍaraba dan membuat ٱللَّهُ l-lahu Allah مَثَلًۭا mathalan perumpamaan لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱمْرَأَتَ im'ra-ata isteri فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun إِذْ idh ketika قَالَتْ qālat ia berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku ٱبْنِ ib'ni bangunlah لِى lī untukku عِندَكَ ʿindaka di sisi-Mu بَيْتًۭا baytan sebuah rumah فِى fī dalam ٱلْجَنَّةِ l-janati surga وَنَجِّنِى wanajjinī dan selamatkanlah aku مِن min dari فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun وَعَمَلِهِۦ waʿamalihi dan perbuatannya وَنَجِّنِى wanajjinī dan selamatkanlah aku مِنَ mina dari ٱلْقَوْمِ l-qawmi kaum ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim
Dan Allah membuat istri Firʻawn perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata, "Ya Tuhan-ku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu1 dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firʻawn dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim;
وَمَرْيَمَ wamaryama dan Maryam ٱبْنَتَ ib'nata puteri عِمْرَٰنَ ʿim'rāna Imran ٱلَّتِىٓ allatī yang أَحْصَنَتْ aḥṣanat ia memelihara فَرْجَهَا farjahā kemaluannya/kehormatannya فَنَفَخْنَا fanafakhnā maka Kami tiupkan فِيهِ fīhi ke dalamnya مِن min dari رُّوحِنَا rūḥinā ruh Kami وَصَدَّقَتْ waṣaddaqat dan ia membenarkan بِكَلِمَـٰتِ bikalimāti dengan kalimat رَبِّهَا rabbihā Tuhannya وَكُتُبِهِۦ wakutubihi dan Kitab-kitab-Nya وَكَانَتْ wakānat dan ia adalah مِنَ mina dari/termasuk ٱلْقَـٰنِتِينَ l-qānitīna orang-orang yang taat
dan Maryam putri ʻImrān yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhan-nya dan Kitab-kitab-Nya, dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.