الملك
Al-Mulk
Kerajaan Makkiyah
Memuat audio qari…
تَبَـٰرَكَ tabāraka Maha Suci ٱلَّذِى alladhī yang بِيَدِهِ biyadihi di tangan-Nya ٱلْمُلْكُ l-mul'ku kerajaan وَهُوَ wahuwa dan Dia عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌ qadīrun Maha Kuasa
Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,
ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa menciptakan ٱلْمَوْتَ l-mawta kematian وَٱلْحَيَوٰةَ wal-ḥayata dan kehidupan لِيَبْلُوَكُمْ liyabluwakum karena Dia akan mengujimu أَيُّكُمْ ayyukum siapa diantara kamu أَحْسَنُ aḥsanu lebih baik عَمَلًۭا ۚ ʿamalan perbuatan وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱلْعَزِيزُ l-ʿazīzu Maha Perkasa ٱلْغَفُورُ l-ghafūru Maha Pengampun
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
ٱلَّذِى alladhī yang خَلَقَ khalaqa menciptakan سَبْعَ sabʿa tujuh سَمَـٰوَٰتٍۢ samāwātin langit طِبَاقًۭا ۖ ṭibāqan berlapis-lapis مَّا mā tidak تَرَىٰ tarā kamu lihat فِى fī dalam/pada خَلْقِ khalqi penciptaan ٱلرَّحْمَـٰنِ l-raḥmāni Yang Maha Pengasih مِن min dari تَفَـٰوُتٍۢ ۖ tafāwutin tidak seimbang فَٱرْجِعِ fa-ir'jiʿi maka kembalilah ٱلْبَصَرَ l-baṣara pandangan هَلْ hal apakah تَرَىٰ tarā kamu melihat مِن min dari فُطُورٍۢ fuṭūrin teratur/seimbang
Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?
ثُمَّ thumma kemudian ٱرْجِعِ ir'jiʿi kembalilah ٱلْبَصَرَ l-baṣara pandangan كَرَّتَيْنِ karratayni dua kali ulang يَنقَلِبْ yanqalib berbalik/kembali إِلَيْكَ ilayka kepadamu ٱلْبَصَرُ l-baṣaru pandangan خَاسِئًۭا khāsi-an membingungkan وَهُوَ wahuwa dan ia حَسِيرٌۭ ḥasīrun lemah
Kemudian pandanglah sekali lagi, niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya زَيَّنَّا zayyannā Kami menghiasi ٱلسَّمَآءَ l-samāa langit ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia/yang dekat بِمَصَـٰبِيحَ bimaṣābīḥa dengan bintang-bintang وَجَعَلْنَـٰهَا wajaʿalnāhā dan Kami menjadikannya رُجُومًۭا rujūman pelempar لِّلشَّيَـٰطِينِ ۖ lilshayāṭīni terhadap syaitan-syaitan وَأَعْتَدْنَا wa-aʿtadnā dan Kami sediakan لَهُمْ lahum bagi mereka عَذَابَ ʿadhāba azab/siksa ٱلسَّعِيرِ l-saʿīri neraka yang menyala-nyala
Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.
وَلِلَّذِينَ walilladhīna dan bagi orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِرَبِّهِمْ birabbihim kepada Tuhan mereka عَذَابُ ʿadhābu azab/siksa جَهَنَّمَ ۖ jahannama neraka jahannam وَبِئْسَ wabi'sa dan amat buruk ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali
Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhan-nya, memperoleh azab Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
إِذَآ idhā apabila أُلْقُوا۟ ul'qū mereka dilemparkan فِيهَا fīhā di dalamnya سَمِعُوا۟ samiʿū mereka mendengar لَهَا lahā baginya شَهِيقًۭا shahīqan jeritan وَهِىَ wahiya dan ia تَفُورُ tafūru mendidih
Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak,
تَكَادُ takādu hampir-hampir تَمَيَّزُ tamayyazu terpecah belah مِنَ mina dari ٱلْغَيْظِ ۖ l-ghayẓi lantaran marah كُلَّمَآ kullamā setiap kali أُلْقِىَ ul'qiya dilempar فِيهَا fīhā di dalamnya فَوْجٌۭ fawjun sekumpulan سَأَلَهُمْ sa-alahum bertanya kepada mereka خَزَنَتُهَآ khazanatuhā penjaga-penjaganya أَلَمْ alam apakah tidak يَأْتِكُمْ yatikum datang kepadamu نَذِيرٌۭ nadhīrun seorang pemberi peringatan
hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, "Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?"
قَالُوا۟ qālū mereka berkata/menjawab بَلَىٰ balā ya benar قَدْ qad sesungguhnya جَآءَنَا jāanā telah datang kepada kami نَذِيرٌۭ nadhīrun seorang pemberi peringatan فَكَذَّبْنَا fakadhabnā maka kami mendustakan وَقُلْنَا waqul'nā dan kami katakan مَا mā tidak نَزَّلَ nazzala menurunkan ٱللَّهُ l-lahu Allah مِن min dari شَىْءٍ shayin sesuatu إِنْ in tidaklah أَنتُمْ antum kamu إِلَّا illā kecuali فِى fī dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan كَبِيرٍۢ kabīrin besar
Mereka menjawab, "Benar ada", sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan(nya) dan kami katakan, "Allah tidak menurunkan sesuatu pun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar".
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata لَوْ law sekiranya كُنَّا kunnā adalah kami نَسْمَعُ nasmaʿu kami mendengarkan أَوْ aw atau نَعْقِلُ naʿqilu kami berakal مَا mā tidaklah كُنَّا kunnā kami فِىٓ fī dalam أَصْحَـٰبِ aṣḥābi penghuni ٱلسَّعِيرِ l-saʿīri neraka yang menyala-nyala
Dan mereka berkata, "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu), niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala".
فَٱعْتَرَفُوا۟ fa-iʿ'tarafū maka mereka mengakui بِذَنۢبِهِمْ bidhanbihim dengan/akan dosa mereka فَسُحْقًۭا fasuḥ'qan maka kebinasaanlah لِّأَصْحَـٰبِ li-aṣḥābi bagi penghuni ٱلسَّعِيرِ l-saʿīri neraka yang menyala-nyala
Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يَخْشَوْنَ yakhshawna mereka takut رَبَّهُم rabbahum Tuhan mereka بِٱلْغَيْبِ bil-ghaybi dengan gaib/tidak kelihatan لَهُم lahum bagi mereka مَّغْفِرَةٌۭ maghfiratun ampunan وَأَجْرٌۭ wa-ajrun dan pahala كَبِيرٌۭ kabīrun besar
Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhan-nya yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
وَأَسِرُّوا۟ wa-asirrū dan rahasiakanlah قَوْلَكُمْ qawlakum perkataanmu أَوِ awi atau ٱجْهَرُوا۟ ij'harū keraskanlah بِهِۦٓ ۖ bihi dengannya إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha mengetahui بِذَاتِ bidhāti dengan yang ada ٱلصُّدُورِ l-ṣudūri dada
Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.
أَلَا alā apakah tidak/tidakkah يَعْلَمُ yaʿlamu Dia mengetahui مَنْ man siapa/apa خَلَقَ khalaqa Dia ciptakan وَهُوَ wahuwa dan Dia ٱللَّطِيفُ l-laṭīfu Maha Halus ٱلْخَبِيرُ l-khabīru Maha mengetahui
Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?
هُوَ huwa dan Dia ٱلَّذِى alladhī yang جَعَلَ jaʿala menjadikan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi ذَلُولًۭا dhalūlan mudah dipergunakan فَٱمْشُوا۟ fa-im'shū maka berjalanlah kamu فِى fī di/pada مَنَاكِبِهَا manākibihā segala penjuru وَكُلُوا۟ wakulū dan makanlah مِن min dari رِّزْقِهِۦ ۖ riz'qihi sebagian rizki-Nya وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepada-Nya ٱلنُّشُورُ l-nushūru dibangkitkan kembali
Dia-lah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.
ءَأَمِنتُم a-amintum apakah kamu merasa aman مَّن man siapa (Allah) فِى fī di ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit أَن an bahwa يَخْسِفَ yakhsifa Dia akan membenamkan بِكُمُ bikumu dengan/untuk kalian ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هِىَ hiya ia/bumi تَمُورُ tamūru bergoncang
Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang?
أَمْ am atau أَمِنتُم amintum kamu merasa aman مَّن man siapa (Allah) فِى fī di ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit أَن an bahwa يُرْسِلَ yur'sila Dia akan mengirimkan عَلَيْكُمْ ʿalaykum atas kalian حَاصِبًۭا ۖ ḥāṣiban angin yang mengandung batu فَسَتَعْلَمُونَ fasataʿlamūna maka kelak kamu akan mengetahui كَيْفَ kayfa bagaimana نَذِيرِ nadhīri peringatan-Ku
Atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku?
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya كَذَّبَ kadhaba telah mendustakan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ qablihim sebelum mereka فَكَيْفَ fakayfa maka bagaimana كَانَ kāna adalah ia نَكِيرِ nakīri celaan-Ku/kemurkaan-Ku
Dan sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka alangkah hebatnya kemurkaan-Ku.
أَوَلَمْ awalam ataukah tidak يَرَوْا۟ yaraw mereka memperhatikan إِلَى ilā kepada ٱلطَّيْرِ l-ṭayri burung فَوْقَهُمْ fawqahum di atas mereka صَـٰٓفَّـٰتٍۢ ṣāffātin mengembangkan sayap وَيَقْبِضْنَ ۚ wayaqbiḍ'na dan ia mengatupkannya مَا mā tidak ada يُمْسِكُهُنَّ yum'sikuhunna yang menahan mereka إِلَّا illā kecuali ٱلرَّحْمَـٰنُ ۚ l-raḥmānu Maha Pengasih إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia بِكُلِّ bikulli dengan segala شَىْءٍۭ shayin sesuatu بَصِيرٌ baṣīrun Maha melihat
Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu.
أَمَّنْ amman atau siapakah هَـٰذَا hādhā ini ٱلَّذِى alladhī yang هُوَ huwa dia جُندٌۭ jundun bala tentara لَّكُمْ lakum bagi kalian يَنصُرُكُم yanṣurukum dia menolongmu مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱلرَّحْمَـٰنِ ۚ l-raḥmāni Maha Pengasih إِنِ ini tidaklah ٱلْكَـٰفِرُونَ l-kāfirūna orang-orang kafir إِلَّا illā kecuali فِى fī dalam غُرُورٍ ghurūrin keadaan tertipu
Atau siapakah dia yang menjadi tentara bagimu yang akan menolongmu selain dari Allah Yang Maha Pemurah? Orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam (keadaan) tertipu.
أَمَّنْ amman atau siapakah هَـٰذَا hādhā ini ٱلَّذِى alladhī yang يَرْزُقُكُمْ yarzuqukum memberi rezeki kamu إِنْ in jika أَمْسَكَ amsaka Dia menahan رِزْقَهُۥ ۚ riz'qahu rezekinya بَل bal bahkan/tetapi لَّجُّوا۟ lajjū mereka terus-menerus فِى fī dalam عُتُوٍّۢ ʿutuwwin kesombongan وَنُفُورٍ wanufūrin dan lari/berpaling
Atau siapakah dia ini yang memberi kamu rezeki jika Allah menahan rezeki-Nya? Sebenarnya mereka terus menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri?
أَفَمَن afaman maka apakah orang يَمْشِى yamshī dia berjalan مُكِبًّا mukibban tiarap/telengkup عَلَىٰ ʿalā di atas وَجْهِهِۦٓ wajhihi mukanya أَهْدَىٰٓ ahdā lebih mendapat petunjuk أَمَّن amman ataukah orang يَمْشِى yamshī dia berjalan سَوِيًّا sawiyyan sama lurus عَلَىٰ ʿalā di atas صِرَٰطٍۢ ṣirāṭin jalan مُّسْتَقِيمٍۢ mus'taqīmin yang lurus
Maka apakah orang yang berjalan terjungkal di atas mukanya itu lebih banyak mendapatkan petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?
قُلْ qul katakanlah هُوَ huwa Dia ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَنشَأَكُمْ ansha-akum menumbuhkan/menciptakan kamu وَجَعَلَ wajaʿala dan menjadikan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلسَّمْعَ l-samʿa pendengaran وَٱلْأَبْصَـٰرَ wal-abṣāra dan penglihatan وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۖ wal-afidata dan hati قَلِيلًۭا qalīlan sedikit مَّا mā apa تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur
Katakanlah, "Dia-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati". (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.
قُلْ qul katakanlah هُوَ huwa Dia ٱلَّذِى alladhī yang ذَرَأَكُمْ dhara-akum menjadikan kamu berkembang biak فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَإِلَيْهِ wa-ilayhi dan kepada-Nya تُحْشَرُونَ tuḥ'sharūna kamu akan dikumpulkan
Katakanlah, "Dia-lah yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi, dan hanya kepada-Nya-lah kamu kelak dikumpulkan".
وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka berkata مَتَىٰ matā kapan هَـٰذَا hādhā ini ٱلْوَعْدُ l-waʿdu janji/ancaman إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar
Dan mereka berkata, "Kapankah datangnya ancaman itu jika kamu adalah orang-orang yang benar?"
قُلْ qul katakanlah إِنَّمَا innamā sesungguhnya ٱلْعِلْمُ l-ʿil'mu pengetahuan عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah وَإِنَّمَآ wa-innamā dan sesungguhnya أَنَا۠ anā Aku نَذِيرٌۭ nadhīrun seorang pemberi peringatan مُّبِينٌۭ mubīnun yang nyata
Katakanlah, "Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya pada sisi Allah. Dan sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan".
فَلَمَّا falammā maka ketika رَأَوْهُ ra-awhu mereka melihatnya (azab) زُلْفَةًۭ zul'fatan dekat سِيٓـَٔتْ sīat menjadi buruk/jelek وُجُوهُ wujūhu muka-muka ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar وَقِيلَ waqīla dan dikatakan هَـٰذَا hādhā ini ٱلَّذِى alladhī yang كُنتُم kuntum kalian adalah بِهِۦ bihi dengannya تَدَّعُونَ taddaʿūna kamu meminta
Ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat) sudah dekat, muka orang-orang kafir itu menjadi muram. Dan dikatakan (kepada mereka) inilah (azab) yang dahulunya kamu selalu meminta-mintanya.
قُلْ qul katakanlah أَرَءَيْتُمْ ara-aytum adakah kamu perhatikan إِنْ in jika أَهْلَكَنِىَ ahlakaniya membinasakan aku ٱللَّهُ l-lahu Allah وَمَن waman dan orang-orang yang مَّعِىَ maʿiya bersamaku أَوْ aw atau رَحِمَنَا raḥimanā Dia memberi rahmat kami فَمَن faman maka barang siapa يُجِيرُ yujīru menolong/melindungi ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang yang kafir مِنْ min dari عَذَابٍ ʿadhābin azab أَلِيمٍۢ alīmin yang pedih
Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersama dengan aku atau memberi rahmat kepada kami, (maka kami akan masuk surga), tetapi siapakah yang dapat melindungi orang-orang yang kafir dari siksa yang pedih?"
قُلْ qul katakanlah هُوَ huwa Dia ٱلرَّحْمَـٰنُ l-raḥmānu Maha Pengasih ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِهِۦ bihi kepada-Nya وَعَلَيْهِ waʿalayhi dan atas-Nya تَوَكَّلْنَا ۖ tawakkalnā kami bertawakal فَسَتَعْلَمُونَ fasataʿlamūna maka kelak kamu akan mengetahuinya مَنْ man siapa هُوَ huwa dia فِى fī dalam ضَلَـٰلٍۢ ḍalālin kesesatan مُّبِينٍۢ mubīnin nyata
Katakanlah, "Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya-lah kami bertawakal. Kelak kamu akan mengetahui siapakah yang berada dalam kesesatan yang nyata".
قُلْ qul katakanlah أَرَءَيْتُمْ ara-aytum adakah kamu perhatikan إِنْ in jika أَصْبَحَ aṣbaḥa menjadi مَآؤُكُمْ māukum air kamu غَوْرًۭا ghawran masuk dalam tanah kering فَمَن faman maka siapa يَأْتِيكُم yatīkum mendatangkan kepadamu بِمَآءٍۢ bimāin dengan air مَّعِينٍۭ maʿīnin mata air/mengalir
Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?".