Tilawahku
Masuk
۞

القلم

Al-Qalam

Pena Makkiyah

Memuat audio qari…

🔊 Sedang diputar

نٓ ۚ noon Nun وَٱلْقَلَمِ wal-qalami demi qalam وَمَا wamā dan apa يَسْطُرُونَ yasṭurūna mereka tulis

Nūn1, demi pena dan apa yang mereka tulis,

🔊 Sedang diputar

مَآ tidakkah أَنتَ anta kamu بِنِعْمَةِ biniʿ'mati dengan ni'mat رَبِّكَ rabbika Tuhanmu بِمَجْنُونٍۢ bimajnūnin orang gila

berkat nikmat Tuhan-mu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila.

🔊 Sedang diputar

وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya لَكَ laka bagimu لَأَجْرًا la-ajran benar-benar pahala غَيْرَ ghayra bukan/tidak مَمْنُونٍۢ mamnūnin terputus-putus

Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya.

🔊 Sedang diputar

وَإِنَّكَ wa-innaka dan sesungguhnya kamu لَعَلَىٰ laʿalā benar-benar di atas خُلُقٍ khuluqin budi pekerti عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin luhur/agung

Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.

🔊 Sedang diputar

فَسَتُبْصِرُ fasatub'ṣiru maka kelak kamu akan melihat وَيُبْصِرُونَ wayub'ṣirūna dan mereka akan melihat

Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat,

🔊 Sedang diputar

بِأَييِّكُمُ bi-ayyikumu siapa diantara kamu ٱلْمَفْتُونُ l-maftūnu yang di uji/gila

siapa di antara kamu yang gila.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu هُوَ huwa Dia أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِمَن biman pada siapa ضَلَّ ḍalla ia sesat عَن ʿan dari سَبِيلِهِۦ sabīlihi jalan-Nya وَهُوَ wahuwa dan Dia أَعْلَمُ aʿlamu lebih mengetahui بِٱلْمُهْتَدِينَ bil-muh'tadīna terhadap orang-orang yang mendapat petunjuk

Sesungguhnya Tuhan-mu, Dia-lah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dia-lah yang paling mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

🔊 Sedang diputar

فَلَا falā maka jangan تُطِعِ tuṭiʿi kamu taati ٱلْمُكَذِّبِينَ l-mukadhibīna orang-orang yang mendustakan

Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah).

🔊 Sedang diputar

وَدُّوا۟ waddū mereka menginginkan لَوْ law sekiranya/supaya تُدْهِنُ tud'hinu kamu bersikap lemah lembut فَيُدْهِنُونَ fayud'hinūna maka mereka akan bersikap lemah lembut

Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu).

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan jangan تُطِعْ tuṭiʿ kamu taati كُلَّ kulla setiap حَلَّافٍۢ ḥallāfin banyak bersumpah مَّهِينٍ mahīnin yang hina

Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina,

🔊 Sedang diputar

هَمَّازٍۢ hammāzin pencela مَّشَّآءٍۭ mashāin berjalan بِنَمِيمٍۢ binamīmin dengan fitnah

yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah,

🔊 Sedang diputar

مَّنَّاعٍۢ mannāʿin menghalangi لِّلْخَيْرِ lil'khayri bagi kebaikan مُعْتَدٍ muʿ'tadin melampaui batas أَثِيمٍ athīmin dosa

yang sangat enggan berbuat baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa,

🔊 Sedang diputar

عُتُلٍّۭ ʿutullin kaku kasar بَعْدَ baʿda sesudah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu زَنِيمٍ zanīmin terkenal jahat

yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya,

🔊 Sedang diputar

أَن an karena كَانَ kāna dia adalah ذَا dhā mempunyai مَالٍۢ mālin harta وَبَنِينَ wabanīna dan anak-anak

karena dia mempunyai (banyak) harta dan anak1.

🔊 Sedang diputar

إِذَا idhā apabila تُتْلَىٰ tut'lā dibacakan عَلَيْهِ ʿalayhi kepadanya ءَايَـٰتُنَا āyātunā ayat-ayat Kami قَالَ qāla dia berkata أَسَـٰطِيرُ asāṭīru dongeng-dongeng ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang terdahulu

Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata, "(Ini adalah) dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala."

🔊 Sedang diputar

سَنَسِمُهُۥ sanasimuhu kelak akan Kami beri tanda dia عَلَى ʿalā atas ٱلْخُرْطُومِ l-khur'ṭūmi belalai

Kelak akan Kami beri tanda dia di belalai(nya)1.

🔊 Sedang diputar

إِنَّا innā sesungguhnya Kami بَلَوْنَـٰهُمْ balawnāhum Kami telah menguji mereka كَمَا kamā sebagaimana بَلَوْنَآ balawnā Kami telah menguji أَصْحَـٰبَ aṣḥāba penghuni/pemilik ٱلْجَنَّةِ l-janati surga إِذْ idh ketika أَقْسَمُوا۟ aqsamū mereka bersumpah لَيَصْرِمُنَّهَا layaṣrimunnahā sungguh mereka akan mematikannya مُصْبِحِينَ muṣ'biḥīna di pagi hari

Sesungguhnya Kami telah menguji mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil)nya di pagi hari,

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan tidak يَسْتَثْنُونَ yastathnūna mereka menyisihkan

dan mereka tidak mengucapkan, "Insyaallah ",

🔊 Sedang diputar

فَطَافَ faṭāfa maka mengepung عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya (kebun itu) طَآئِفٌۭ ṭāifun kepungan (malapetaka) مِّن min dari رَّبِّكَ rabbika Tuhanmu وَهُمْ wahum dan mereka نَآئِمُونَ nāimūna orang-orang yang tidur

lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhan-mu ketika mereka sedang tidur,

🔊 Sedang diputar

فَأَصْبَحَتْ fa-aṣbaḥat maka jadilah ia/kebun itu كَٱلصَّرِيمِ kal-ṣarīmi seperti sudah di potong/petik

maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita1,

🔊 Sedang diputar

فَتَنَادَوْا۟ fatanādaw maka mereka panggil memanggil مُصْبِحِينَ muṣ'biḥīna di pagi hari

lalu mereka panggil memanggil di pagi hari,

🔊 Sedang diputar

أَنِ ani sesungguhnya ٱغْدُوا۟ igh'dū pergi diwaktu pagi عَلَىٰ ʿalā atas حَرْثِكُمْ ḥarthikum kebunmu إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah صَـٰرِمِينَ ṣārimīna orang-orang yang memotong/memetik

"Pergilah diwaktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya".

🔊 Sedang diputar

فَٱنطَلَقُوا۟ fa-inṭalaqū maka mereka berjalan/pergi وَهُمْ wahum dan mereka يَتَخَـٰفَتُونَ yatakhāfatūna mereka saling berbisik

Maka pergilah mereka saling berbisik-bisikan.

🔊 Sedang diputar

أَن an bahwa لَّا jangan يَدْخُلَنَّهَا yadkhulannahā sekali-kali memasukinya ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ini عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian مِّسْكِينٌۭ mis'kīnun seorang miskin

"Pada hari ini janganlah ada seorang miskin pun masuk ke dalam kebunmu".

🔊 Sedang diputar

وَغَدَوْا۟ waghadaw dan mereka pergi pagi-pagi عَلَىٰ ʿalā atas حَرْدٍۢ ḥardin mencegah/menghalangi قَـٰدِرِينَ qādirīna orang-orang yang mampu

Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka mampu (menolongnya).

🔊 Sedang diputar

فَلَمَّا falammā maka tatkala رَأَوْهَا ra-awhā mereka melihatnya قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنَّا innā sesungguhnya Kami لَضَآلُّونَ laḍāllūna benar-benar orang-orang yang sesat

Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata, "Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan),

🔊 Sedang diputar

بَلْ bal bahkan نَحْنُ naḥnu kami مَحْرُومُونَ maḥrūmūna orang-orang yang menghalangi

bahkan kita dihalangi (dari memperoleh hasilnya)"1.

🔊 Sedang diputar

قَالَ qāla berkata أَوْسَطُهُمْ awsaṭuhum paling baik antara mereka أَلَمْ alam tidakkah أَقُل aqul aku katakan لَّكُمْ lakum bagi kalian لَوْلَا lawlā mengapa tidak تُسَبِّحُونَ tusabbiḥūna kamu bertasbih

Berkatalah seorang yang paling baik pikirannya di antara mereka, "Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, hendaklah kamu bertasbih (kepada Tuhan-mu)?1"

🔊 Sedang diputar

قَالُوا۟ qālū mereka berkata سُبْحَـٰنَ sub'ḥāna Maha Suci رَبِّنَآ rabbinā Tuhan Kami إِنَّا innā sesungguhnya Kami كُنَّا kunnā adalah Kami ظَـٰلِمِينَ ẓālimīna orang-orang yang zalim

Mereka mengucapkan, "Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim".

🔊 Sedang diputar

فَأَقْبَلَ fa-aqbala maka berhadapan بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka عَلَىٰ ʿalā atas بَعْضٍۢ baʿḍin sebagian يَتَلَـٰوَمُونَ yatalāwamūna mereka saling cela mencela

Lalu sebagian mereka menghadapi sebagian yang lain seraya cela mencela.

🔊 Sedang diputar

قَالُوا۟ qālū mereka berkata يَـٰوَيْلَنَآ yāwaylanā betapa celakanya kami إِنَّا innā sesungguhnya kami كُنَّا kunnā adalah kami طَـٰغِينَ ṭāghīna orang-orang yang melampaui batas

Mereka berkata, "Aduhai celakalah kita; sesungguhnya kita ini adalah orang-orang yang melampaui batas".

🔊 Sedang diputar

عَسَىٰ ʿasā mudah-mudahan رَبُّنَآ rabbunā Tuhan kami أَن an akan يُبْدِلَنَا yub'dilanā mengganti kami خَيْرًۭا khayran lebih baik مِّنْهَآ min'hā daripadanya إِنَّآ innā sesungguhnya kami إِلَىٰ ilā kepada رَبِّنَا rabbinā Tuhan kami رَٰغِبُونَ rāghibūna orang-orang yang mengharap

Mudah-mudahan Tuhan kita memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada itu; sesungguhnya kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita.

🔊 Sedang diputar

كَذَٰلِكَ kadhālika seperti demikian ٱلْعَذَابُ ۖ l-ʿadhābu siksaan/azab وَلَعَذَابُ walaʿadhābu dan sungguh siksaan/azab ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat أَكْبَرُ ۚ akbaru lebih besar لَوْ law jika كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Seperti itulah azab (dunia). Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui1.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya لِلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa عِندَ ʿinda di sisi رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka جَنَّـٰتِ jannāti surga ٱلنَّعِيمِ l-naʿīmi kenikmatan

Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhan-nya.

🔊 Sedang diputar

أَفَنَجْعَلُ afanajʿalu maka apakah Kami menjadikan ٱلْمُسْلِمِينَ l-mus'limīna orang-orang Islam كَٱلْمُجْرِمِينَ kal-muj'rimīna seperti orang-orang berdosa

Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir)?1

🔊 Sedang diputar

مَا mengapa لَكُمْ lakum bagi kalian كَيْفَ kayfa bagaimana تَحْكُمُونَ taḥkumūna kamu mengambil keputusan

Mengapa kamu (berbuat demikian), bagaimanakah kamu mengambil keputusan?

🔊 Sedang diputar

أَمْ am atau لَكُمْ lakum bagi kalian كِتَـٰبٌۭ kitābun kitab فِيهِ fīhi di dalamnya تَدْرُسُونَ tadrusūna kamu mempelajari

Atau adakah kamu mempunyai sebuah kitab (yang diturunkan Allah) yang kamu membacanya?

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya لَكُمْ lakum bagi kalian فِيهِ fīhi di dalamnya لَمَا lamā untuk apa-apa تَخَيَّرُونَ takhayyarūna kamu memilih

Bahwa di dalamnya kamu benar-benar boleh memilih apa yang kamu sukai untukmu.

🔊 Sedang diputar

أَمْ am atau لَكُمْ lakum bagi kalian أَيْمَـٰنٌ aymānun sumpah/perjanjian عَلَيْنَا ʿalaynā atas Kami بَـٰلِغَةٌ bālighatun teguh إِلَىٰ ilā sampai يَوْمِ yawmi hari ٱلْقِيَـٰمَةِ ۙ l-qiyāmati kiamat إِنَّ inna sesungguhnya لَكُمْ lakum bagi kalian لَمَا lamā terhadap apa تَحْكُمُونَ taḥkumūna kamu putuskan

Atau apakah kamu memperoleh janji-janji yang diperkuat dengan sumpah dari Kami, yang tetap berlaku sampai hari kiamat; sesungguhnya kamu benar-benar dapat mengambil keputusan (sekehendakmu)?

🔊 Sedang diputar

سَلْهُمْ salhum tanyakan pada mereka أَيُّهُم ayyuhum siapa di antara mereka بِذَٰلِكَ bidhālika terhadap demikian itu زَعِيمٌ zaʿīmun bertanggung jawab

Tanyakanlah kepada mereka, "Siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil itu?"

🔊 Sedang diputar

أَمْ am atau لَهُمْ lahum bagi mereka شُرَكَآءُ shurakāu sekutu-sekutu فَلْيَأْتُوا۟ falyatū maka hendaklah mereka mendatangkan بِشُرَكَآئِهِمْ bishurakāihim dengan sekutu-sekutu mereka إِن in jika كَانُوا۟ kānū mereka adalah صَـٰدِقِينَ ṣādiqīna orang-orang yang benar

Atau apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu? Maka hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutunya jika mereka adalah orang-orang yang benar.

🔊 Sedang diputar

يَوْمَ yawma pada hari يُكْشَفُ yuk'shafu di buka/di singkap عَن ʿan dari سَاقٍۢ sāqin betis وَيُدْعَوْنَ wayud'ʿawna dan mereka di seru/di panggil إِلَى ilā kepada/untuk ٱلسُّجُودِ l-sujūdi bersujud فَلَا falā maka tidak يَسْتَطِيعُونَ yastaṭīʿūna mereka mampu/kuasa

Pada hari betis disingkapkan1 dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa2,

🔊 Sedang diputar

خَـٰشِعَةً khāshiʿatan tertunduk أَبْصَـٰرُهُمْ abṣāruhum pandangan mereka تَرْهَقُهُمْ tarhaquhum menimpa mereka ذِلَّةٌۭ ۖ dhillatun kehinaan وَقَدْ waqad dan sesungguhnya كَانُوا۟ kānū adalah mereka يُدْعَوْنَ yud'ʿawna mereka di seru/di panggil إِلَى ilā kepada/untuk ٱلسُّجُودِ l-sujūdi bersujud وَهُمْ wahum dan/sedang mereka سَـٰلِمُونَ sālimūna orang-orang sejahtera

(dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sejahtera1.

🔊 Sedang diputar

فَذَرْنِى fadharnī maka biarkan Aku وَمَن waman dan orang يُكَذِّبُ yukadhibu ia mendustakan بِهَـٰذَا bihādhā dengan ini ٱلْحَدِيثِ ۖ l-ḥadīthi cerita/perkataan سَنَسْتَدْرِجُهُم sanastadrijuhum kelak Kami menarik mereka berangsur-angsur مِّنْ min dari حَيْثُ ḥaythu sekira/secara لَا tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui

Maka serahkanlah (ya Muhammad) kepada-Ku (urusan) orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al-Qur`ān). Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui,

🔊 Sedang diputar

وَأُمْلِى wa-um'lī dan Aku beri waktu/tangguh لَهُمْ ۚ lahum kepada mereka إِنَّ inna sesungguhnya كَيْدِى kaydī tipu daya-KU/rencana-Ku مَتِينٌ matīnun teguh

dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh.

🔊 Sedang diputar

أَمْ am atau تَسْـَٔلُهُمْ tasaluhum kamu meminta mereka أَجْرًۭا ajran upah فَهُم fahum lalu mereka مِّن min dari مَّغْرَمٍۢ maghramin hutang مُّثْقَلُونَ muth'qalūna orang-orang yang dibebani

Apakah kamu meminta upah kepada mereka, lalu mereka diberati dengan utang?

🔊 Sedang diputar

أَمْ am atau عِندَهُمُ ʿindahumu di sisi mereka ٱلْغَيْبُ l-ghaybu yang gaib فَهُمْ fahum lalu mereka يَكْتُبُونَ yaktubūna mereka menulis

Ataukah ada pada mereka ilmu tentang yang gaib lalu mereka menulis (padanya apa yang mereka tetapkan)?

🔊 Sedang diputar

فَٱصْبِرْ fa-iṣ'bir maka bersabarlah لِحُكْمِ liḥuk'mi terhadap ketetapan رَبِّكَ rabbika Tuhanmu وَلَا walā dan jangan تَكُن takun kamu jadi كَصَاحِبِ kaṣāḥibi seperti teman/orang ٱلْحُوتِ l-ḥūti ikan إِذْ idh ketika نَادَىٰ nādā ia menyeru/berdo'a وَهُوَ wahuwa dan ia مَكْظُومٌۭ makẓūmun amat marah

Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhan-mu, dan janganlah kamu seperti orang yang (Yūnus) berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya).

🔊 Sedang diputar

لَّوْلَآ lawlā kalau tidak أَن an karena تَدَٰرَكَهُۥ tadārakahu mendapatkannya/ia نِعْمَةٌۭ niʿ'matun nikmat مِّن min dari رَّبِّهِۦ rabbihi Tuhannya لَنُبِذَ lanubidha tentu ia dicampakkan بِٱلْعَرَآءِ bil-ʿarāi tanah tandus/kosong وَهُوَ wahuwa dan ia مَذْمُومٌۭ madhmūmun tercela

Kalau sekiranya ia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhan-nya, benar-benar ia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela.

🔊 Sedang diputar

فَٱجْتَبَـٰهُ fa-ij'tabāhu lalu memilihnya رَبُّهُۥ rabbuhu Tuhannya فَجَعَلَهُۥ fajaʿalahu maka Dia menjadikannya مِنَ mina dari/termasuk ٱلصَّـٰلِحِينَ l-ṣāliḥīna orang-orang yang saleh

Lalu Tuhan-nya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang-orang yang saleh.

🔊 Sedang diputar

وَإِن wa-in dan sesungguhnya يَكَادُ yakādu hampir ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لَيُزْلِقُونَكَ layuz'liqūnaka benar-benar akan menggelincirkan kamu بِأَبْصَـٰرِهِمْ bi-abṣārihim dengan pandangan mereka لَمَّا lammā tatkala سَمِعُوا۟ samiʿū mereka mendengar ٱلذِّكْرَ l-dhik'ra peringatan/Al Qur'an وَيَقُولُونَ wayaqūlūna dan mereka berkata إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya لَمَجْنُونٌۭ lamajnūnun benar-benar orang gila

Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka1, tatkala mereka mendengar Al-Qur`ān dan mereka berkata, "Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila".

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan tidaklah هُوَ huwa ia إِلَّا illā kecuali ذِكْرٌۭ dhik'run peringatan/pelajaran لِّلْعَـٰلَمِينَ lil'ʿālamīna bagi alam semesta

Dan Al-Qur`ān itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat.

Ayat /52