الحاقة
Al-Haqqah
Kenyataan (Hari Kiamat) Makkiyah
Memuat audio qari…
ٱلْحَآقَّةُ al-ḥāqatu keadaan yang sebenarnya
Hari kiamat1,
مَا mā apakah ٱلْحَآقَّةُ l-ḥāqatu keadaan yang sebenarnya
apakah hari kiamat itu?
وَمَآ wamā dan apakah أَدْرَىٰكَ adrāka kamu mengetahui مَا mā apa ٱلْحَآقَّةُ l-ḥāqatu keadaan yang sebenarnya
Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?
كَذَّبَتْ kadhabat telah mendustakan ثَمُودُ thamūdu kaum Tsamud وَعَادٌۢ waʿādun dan kaum 'Ad بِٱلْقَارِعَةِ bil-qāriʿati dengan yang mengejutkan/hari kiamat
Kaum Ṡamūd dan ʻĀd telah mendustakan hari kiamat1.
فَأَمَّا fa-ammā maka adapun ثَمُودُ thamūdu kaum Tsamud فَأُهْلِكُوا۟ fa-uh'likū maka mereka dibinasakan بِٱلطَّاغِيَةِ bil-ṭāghiyati dengan teriakan/kejadian luar biasa
Adapun kaum Ṡamūd, maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa1.
وَأَمَّا wa-ammā dan adapun عَادٌۭ ʿādun kaum 'Ad فَأُهْلِكُوا۟ fa-uh'likū maka mereka dibinasakan بِرِيحٍۢ birīḥin dengan angin صَرْصَرٍ ṣarṣarin sangat dingin عَاتِيَةٍۢ ʿātiyatin amat kencang
Adapun kaum ʻĀd maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang,
سَخَّرَهَا sakharahā dia menimpakannya(angin itu) عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka سَبْعَ sabʿa tujuh لَيَالٍۢ layālin malam وَثَمَـٰنِيَةَ wathamāniyata dan delapan أَيَّامٍ ayyāmin hari حُسُومًۭا ḥusūman terus menerus فَتَرَى fatarā kamu melihat ٱلْقَوْمَ l-qawma kaum فِيهَا fīhā padanya/pada waktu itu صَرْعَىٰ ṣarʿā mati bergelimpangan كَأَنَّهُمْ ka-annahum seakan-akan mereka أَعْجَازُ aʿjāzu batang نَخْلٍ nakhlin korma خَاوِيَةٍۢ khāwiyatin lapuk/tumbang
yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum ʻĀd pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).
فَهَلْ fahal maka adakah تَرَىٰ tarā kamu melihat لَهُم lahum diantara mereka مِّنۢ min dari بَاقِيَةٍۢ bāqiyatin yang tertinggal/tersisa
Maka kamu tidak melihat seorang pun yang tinggal di antara mereka1.
وَجَآءَ wajāa dan telah datang فِرْعَوْنُ fir'ʿawnu Fir'aun وَمَن waman dan orang-orang قَبْلَهُۥ qablahu sebelumnya وَٱلْمُؤْتَفِكَـٰتُ wal-mu'tafikātu dan negeri-negeri yang runtuh/terbalik بِٱلْخَاطِئَةِ bil-khāṭi-ati dengan kesalahan-kesalahan
Dan telah datang Firʻawn dan orang-orang yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkir balikkan karena kesalahan yang besar1.
فَعَصَوْا۟ faʿaṣaw maka mereka mendurhakai رَسُولَ rasūla rasul رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka فَأَخَذَهُمْ fa-akhadhahum maka Dia menyiksa mereka أَخْذَةًۭ akhdhatan siksaan رَّابِيَةً rābiyatan sangat keras
Maka (masing-masing) mereka mendurhakai rasul Tuhan mereka, lalu Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras.
إِنَّا innā sesungguhnya Kami لَمَّا lammā tatkala طَغَا ṭaghā naik/pasang ٱلْمَآءُ l-māu air حَمَلْنَـٰكُمْ ḥamalnākum kami bawa kamu فِى fī dalam ٱلْجَارِيَةِ l-jāriyati kapal
Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang) kamu ke dalam bahtera1,
لِنَجْعَلَهَا linajʿalahā karena Kami akan menjadikannya لَكُمْ lakum bagi kalian تَذْكِرَةًۭ tadhkiratan peringatan/pengajaran وَتَعِيَهَآ wataʿiyahā dan menjaga/memperhatikannya أُذُنٌۭ udhunun telinga وَٰعِيَةٌۭ wāʿiyatun menjaga/memperhatikan
agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.
فَإِذَا fa-idhā maka apabila نُفِخَ nufikha ditiup فِى fī pada ٱلصُّورِ l-ṣūri sangkakala نَفْخَةٌۭ nafkhatun tiupan وَٰحِدَةٌۭ wāḥidatun satu/sekali
Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup1,
وَحُمِلَتِ waḥumilati dan diangkat ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi وَٱلْجِبَالُ wal-jibālu dan gunung-gunung فَدُكَّتَا fadukkatā lalu dihancurkan keduanya دَكَّةًۭ dakkatan kehancuran وَٰحِدَةًۭ wāḥidatan satu/sekali
dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur.
فَيَوْمَئِذٍۢ fayawma-idhin maka pada hari itu وَقَعَتِ waqaʿati terjadi ٱلْوَاقِعَةُ l-wāqiʿatu kejadian
Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat,
وَٱنشَقَّتِ wa-inshaqqati dan terbelahlah ٱلسَّمَآءُ l-samāu langit فَهِىَ fahiya maka ia يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu وَاهِيَةٌۭ wāhiyatun lemah
dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah.
وَٱلْمَلَكُ wal-malaku dan malaikat عَلَىٰٓ ʿalā di atas أَرْجَآئِهَا ۚ arjāihā penjuru-penjuru langit وَيَحْمِلُ wayaḥmilu dan membawa عَرْشَ ʿarsha Arsy رَبِّكَ rabbika Tuhanmu فَوْقَهُمْ fawqahum di atas mereka يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari ini ثَمَـٰنِيَةٌۭ thamāniyatun delapan
Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung arasy Tuhan-mu di atas (kepala) mereka.
يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu تُعْرَضُونَ tuʿ'raḍūna kamu dihadapkan لَا lā tidak تَخْفَىٰ takhfā tersembunyi مِنكُمْ minkum dari kamu خَافِيَةٌۭ khāfiyatun tersembunyi
Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhan-mu), tiada sesuatu pun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).
فَأَمَّا fa-ammā maka adapun مَنْ man orang أُوتِىَ ūtiya diberikan كِتَـٰبَهُۥ kitābahu kitabnya بِيَمِينِهِۦ biyamīnihi di tangan kanannya فَيَقُولُ fayaqūlu maka ia berkata هَآؤُمُ hāumu marilah/ambillah ٱقْرَءُوا۟ iq'raū bacalah كِتَـٰبِيَهْ kitābiyah kitab
Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya1 dari sebelah kanannya, maka dia berkata, "Ambillah, bacalah kitabku (ini)".
إِنِّى innī sesungguhnya aku ظَنَنتُ ẓanantu aku sangka/yakin أَنِّى annī bahwasanya aku مُلَـٰقٍ mulāqin menemui حِسَابِيَهْ ḥisābiyah perhitungan
Sesungguhnya aku yakin bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku.
فَهُوَ fahuwa dan dia/orang itu فِى fī dalam عِيشَةٍۢ ʿīshatin kehidupan رَّاضِيَةٍۢ rāḍiyatin yang diridhoi
Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridai,
فِى fī di dalam جَنَّةٍ jannatin surga عَالِيَةٍۢ ʿāliyatin yang tinggi
dalam surga yang tinggi,
قُطُوفُهَا quṭūfuhā buah-buahannya دَانِيَةٌۭ dāniyatun dekat
buah-buahannya dekat,
كُلُوا۟ kulū makanlah وَٱشْرَبُوا۟ wa-ish'rabū dan minumlah هَنِيٓـًٔۢا hanīan dengan senang/penuh kepuasan بِمَآ bimā dengan apa/disebabkan أَسْلَفْتُمْ aslaftum kamu lalui/sediakan فِى fī pada ٱلْأَيَّامِ l-ayāmi hari-hari ٱلْخَالِيَةِ l-khāliyati telah lalu
(kepada mereka dikatakan), "Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu".
وَأَمَّا wa-ammā dan adapun مَنْ man orang yang أُوتِىَ ūtiya diberikan كِتَـٰبَهُۥ kitābahu kitabnya بِشِمَالِهِۦ bishimālihi di tangan kirinya فَيَقُولُ fayaqūlu maka dia berkata يَـٰلَيْتَنِى yālaytanī Alangkah baiknya لَمْ lam tidak أُوتَ ūta diberikan aku كِتَـٰبِيَهْ kitābiyah kitab
Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata, "Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).
وَلَمْ walam dan tidak أَدْرِ adri aku mengetahui مَا mā apa حِسَابِيَهْ ḥisābiyah perhitungan
Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku,
يَـٰلَيْتَهَا yālaytahā seandainya itu (kematian) كَانَتِ kānati adalah ia ٱلْقَاضِيَةَ l-qāḍiyata putusan/penyelesaian
Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.
مَآ mā tidak أَغْنَىٰ aghnā memberi manfaat عَنِّى ʿannī dariku/kepadaku مَالِيَهْ ۜ māliyah harta
Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.
هَلَكَ halaka telah binasa/lenyap عَنِّى ʿannī daripadaku سُلْطَـٰنِيَهْ sul'ṭāniyah kekuasaanku
Telah hilang kekuasaanku dariku".
خُذُوهُ khudhūhu peganglah ia/tangkaplah ia فَغُلُّوهُ faghullūhu lalu belenggulah ia
(Allah berfirman), "Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.
ثُمَّ thumma kemudian ٱلْجَحِيمَ l-jaḥīma neraka jahim صَلُّوهُ ṣallūhu masukkanlah ia
Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.
ثُمَّ thumma kemudian فِى fī pada سِلْسِلَةٍۢ sil'silatin rantai ذَرْعُهَا dharʿuhā hastanya/panjangnya سَبْعُونَ sabʿūna tujuh puluh ذِرَاعًۭا dhirāʿan hasta فَٱسْلُكُوهُ fa-us'lukūhu maka masukkan/belitkan
Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya كَانَ kāna adalah ia لَا lā tidak يُؤْمِنُ yu'minu beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah ٱلْعَظِيمِ l-ʿaẓīmi Maha Besar
Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar.
وَلَا walā dan tidak يَحُضُّ yaḥuḍḍu ia menganjurkan عَلَىٰ ʿalā untuk طَعَامِ ṭaʿāmi memberi makan ٱلْمِسْكِينِ l-mis'kīni orang-orang miskin
Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin."
فَلَيْسَ falaysa maka tidak لَهُ lahu baginya ٱلْيَوْمَ l-yawma hari ini هَـٰهُنَا hāhunā di sini حَمِيمٌۭ ḥamīmun seorang teman
Maka tiada seorang teman pun baginya pada hari ini di sini.
وَلَا walā dan tidak ada طَعَامٌ ṭaʿāmun makanan إِلَّا illā kecuali مِنْ min dari غِسْلِينٍۢ ghis'līnin kotoran/nanah dan darah
Dan tiada (pula) makanan sedikit pun (baginya) kecuali dari darah dan nanah.
لَّا lā tidak ada يَأْكُلُهُۥٓ yakuluhu yang memakannya إِلَّا illā kecuali ٱلْخَـٰطِـُٔونَ l-khāṭiūna orang-orang yang bersalah/berdosa
Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.
فَلَآ falā maka أُقْسِمُ uq'simu Aku bersumpah بِمَا bimā dengan apa تُبْصِرُونَ tub'ṣirūna kamu lihat
Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat.
وَمَا wamā dan apa yang لَا lā tidak تُبْصِرُونَ tub'ṣirūna kamu lihat
Dan dengan apa yang tidak kamu lihat.
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia (Al Qur'an) لَقَوْلُ laqawlu benar-benar perkataan رَسُولٍۢ rasūlin rasul كَرِيمٍۢ karīmin yang mulia
Sesungguhnya Al-Qur`ān itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) rasul yang mulia,
وَمَا wamā dan tidaklah هُوَ huwa ia (Al Qur'an) بِقَوْلِ biqawli dengan perkataan شَاعِرٍۢ ۚ shāʿirin seorang penyair قَلِيلًۭا qalīlan sedikit مَّا mā tidak تُؤْمِنُونَ tu'minūna kamu beriman
dan Al-Qur`ān itu bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya.
وَلَا walā dan tidak بِقَوْلِ biqawli perkataan كَاهِنٍۢ ۚ kāhinin dukun/tukang tenung قَلِيلًۭا qalīlan sedikit مَّا mā tidak تَذَكَّرُونَ tadhakkarūna kamu ingat mengambil pelajaran
Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran darinya.
تَنزِيلٌۭ tanzīlun diturunkan مِّن min dari رَّبِّ rabbi Tuhan ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam.
وَلَوْ walaw dan seandaiannya تَقَوَّلَ taqawwala dia mengadakan perkataan عَلَيْنَا ʿalaynā atas Kami بَعْضَ baʿḍa sebagian ٱلْأَقَاوِيلِ l-aqāwīli perkataan
Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami,
لَأَخَذْنَا la-akhadhnā niscaya Kami ambil مِنْهُ min'hu darinya بِٱلْيَمِينِ bil-yamīni dengan tangan kanan
niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya1.
ثُمَّ thumma kemudian لَقَطَعْنَا laqaṭaʿnā pasti Kami potong مِنْهُ min'hu daripadanya ٱلْوَتِينَ l-watīna urat jantung
Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.
فَمَا famā maka tidak مِنكُم minkum dari kamu مِّنْ min dari أَحَدٍ aḥadin seorang عَنْهُ ʿanhu daripadanya حَـٰجِزِينَ ḥājizīna orang-orang yang menahan/menghalangi
Maka sekali-kali tidak ada seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu.
وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya لَتَذْكِرَةٌۭ latadhkiratun benar-benar peringatan لِّلْمُتَّقِينَ lil'muttaqīna bagi orang-orang yang bertakwa
Dan sesungguhnya Al-Qur`ān itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
وَإِنَّا wa-innā dan sesungguhnya Kami لَنَعْلَمُ lanaʿlamu benar-benar Kami mengetahui أَنَّ anna bahwa مِنكُم minkum diantara kamu مُّكَذِّبِينَ mukadhibīna orang-orang yang mendustakan
Dan sesungguhnya Kami benar-benar mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan(nya).
وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya ia (Al Qur'an) لَحَسْرَةٌ laḥasratun benar-benar penyesalan عَلَى ʿalā atas ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir
Dan sesungguhnya Al-Qur`ān itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat).
وَإِنَّهُۥ wa-innahu dan sesungguhnya (Al Qur'an) لَحَقُّ laḥaqqu nyata-nyata kebenaran ٱلْيَقِينِ l-yaqīni yang diyakini
Dan sesungguhnya Al-Qur`ān itu benar-benar kebenaran yang diyakini.
فَسَبِّحْ fasabbiḥ maka bertasbihlah بِٱسْمِ bi-is'mi dengan nama رَبِّكَ rabbika Tuhanmu ٱلْعَظِيمِ l-ʿaẓīmi Maha Besar/Agung
Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhan-mu Yang Maha Besar.