الأنفال
Al-Anfal
Rampasan Perang Madaniyah
Memuat audio qari…
يَسْـَٔلُونَكَ yasalūnaka mereka akan menanyakan kepadamu عَنِ ʿani tentang ٱلْأَنفَالِ ۖ l-anfāli harta rampasan perang قُلِ quli katakanlah ٱلْأَنفَالُ l-anfālu harta rampasan perang لِلَّهِ lillahi kepunyaan Allah وَٱلرَّسُولِ ۖ wal-rasūli dan Rasul فَٱتَّقُوا۟ fa-ittaqū maka bertakwalah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَأَصْلِحُوا۟ wa-aṣliḥū dan perbaikilah ذَاتَ dhāta perhubungan بَيْنِكُمْ ۖ baynikum diantara kamu وَأَطِيعُوا۟ wa-aṭīʿū dan taatlah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥٓ warasūlahu dan RasulNya إِن in jika كُنتُم kuntum kalian adalah مُّؤْمِنِينَ mu'minīna orang-orang yang beriman
Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah, "Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan rasul1, sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman".
إِنَّمَا innamā sesungguhnya hanyalah ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang yang beriman ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang إِذَا idhā apabila ذُكِرَ dhukira disebut ٱللَّهُ l-lahu Allah وَجِلَتْ wajilat gemetarlah قُلُوبُهُمْ qulūbuhum hati mereka وَإِذَا wa-idhā dan apabila تُلِيَتْ tuliyat dibacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka ءَايَـٰتُهُۥ āyātuhu ayat-ayatNya زَادَتْهُمْ zādathum ia menambahkan mereka إِيمَـٰنًۭا īmānan keimanan mereka وَعَلَىٰ waʿalā dan kepada رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka يَتَوَكَّلُونَ yatawakkalūna mereka bertawakkal
Sesungguhnya orang-orang yang beriman1 itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah2 gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhan-lah mereka bertawakal,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُقِيمُونَ yuqīmūna (mereka) mendirikan ٱلصَّلَوٰةَ l-ṣalata sholat وَمِمَّا wamimmā dan dari apa(rezki) رَزَقْنَـٰهُمْ razaqnāhum telah Kami berikan rezki kepada mereka يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka menafkahkan
(yaitu) orang-orang yang mendirikan salat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika itulah هُمُ humu mereka ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang yang beriman حَقًّۭا ۚ ḥaqqan sebenar-benarnya لَّهُمْ lahum bagi mereka (memperoleh) دَرَجَـٰتٌ darajātun derajat عِندَ ʿinda disisi رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَمَغْفِرَةٌۭ wamaghfiratun dan ampunan وَرِزْقٌۭ wariz'qun dan rezki كَرِيمٌۭ karīmun yang mulia
Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhan-nya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia.
كَمَآ kamā sebagaimana أَخْرَجَكَ akhrajaka mengeluarkan/menyuruh kamu pergi رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu مِنۢ min dari بَيْتِكَ baytika rumahmu بِٱلْحَقِّ bil-ḥaqi dengan kebenaran وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya فَرِيقًۭا farīqan segolongan مِّنَ mina dari ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman لَكَـٰرِهُونَ lakārihūna sungguh orang-orang yang tidak menyukai
Sebagaimana Tuhan-mu menyuruhmu pergi dan rumahmu dengan kebenaran1, padahal sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya,
يُجَـٰدِلُونَكَ yujādilūnaka mereka akan membantahmu فِى fī tentang ٱلْحَقِّ l-ḥaqi kebenaran بَعْدَ مَا baʿdamā sesudah تَبَيَّنَ tabayyana apa كَأَنَّمَا ka-annamā nyata يُسَاقُونَ yusāqūna seakan-akan إِلَى ilā mereka dihalau ٱلْمَوْتِ l-mawti kepada وَهُمْ wahum kematian يَنظُرُونَ yanẓurūna dan/sedang mereka
mereka membantahmu tentang kebenaran sesudah nyata (bahwa mereka pasti menang), seolah-olah mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat (sebab-sebab kematian itu).
وَإِذْ wa-idh dan ketika يَعِدُكُمُ yaʿidukumu menjanjikan kepadamu ٱللَّهُ l-lahu Allah إِحْدَى iḥ'dā salah satu ٱلطَّآئِفَتَيْنِ l-ṭāifatayni dua golongan itu أَنَّهَا annahā bahwasanya ia لَكُمْ lakum bagi kalian وَتَوَدُّونَ watawaddūna dan/sedang kamu menginginkan أَنَّ anna bahwa غَيْرَ ghayra tidak ذَاتِ dhāti mempunyai ٱلشَّوْكَةِ l-shawkati kekuatan senjata تَكُونُ takūnu adalah ia لَكُمْ lakum bagi kalian وَيُرِيدُ wayurīdu dan menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah أَن an untuk يُحِقَّ yuḥiqqa membenarkan ٱلْحَقَّ l-ḥaqa yang benar/kebenaran بِكَلِمَـٰتِهِۦ bikalimātihi dengan kalimat/ayat-ayatNya وَيَقْطَعَ wayaqṭaʿa dan Dia memusnahkan دَابِرَ dābira seluruh ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir
Dan (ingatlah), ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekekuatan senjatalah1 yang untukmu, dan Allah menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir,
لِيُحِقَّ liyuḥiqqa agar Dia membenarkan/menetapkan ٱلْحَقَّ l-ḥaqa yang benar وَيُبْطِلَ wayub'ṭila dan Dia membatalkan ٱلْبَـٰطِلَ l-bāṭila yang batil وَلَوْ walaw walaupun كَرِهَ kariha tidak menyukai ٱلْمُجْرِمُونَ l-muj'rimūna orang-orang yang berdosa
agar Allah menetapkan yang hak (Islam) dan membatalkan yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya.
إِذْ idh ketika تَسْتَغِيثُونَ tastaghīthūna kamu mohon pertolongan رَبَّكُمْ rabbakum Tuhan kalian فَٱسْتَجَابَ fa-is'tajāba maka/lalu Dia memperkenankan لَكُمْ lakum bagi kalian أَنِّى annī sesungguhnya Aku مُمِدُّكُم mumiddukum mendatangkan bala bantuan kepadamu بِأَلْفٍۢ bi-alfin dengan seribu مِّنَ mina dari ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ l-malāikati Malaikat مُرْدِفِينَ mur'difīna datang berduyun-duyun
(Ingatlah) ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhan-mu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut".
وَمَا wamā dan tidak جَعَلَهُ jaʿalahu menjadikannya ٱللَّهُ l-lahu Allah إِلَّا illā kecuali/melainkan بُشْرَىٰ bush'rā kabar gembira وَلِتَطْمَئِنَّ walitaṭma-inna dan agar menetapkan بِهِۦ bihi dengannya قُلُوبُكُمْ ۚ qulūbukum hatimu وَمَا wamā dan tidak ٱلنَّصْرُ l-naṣru pertolongan/kemenangan إِلَّا illā kecuali مِنْ min dari عِندِ ʿindi sisi ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana
Dan Allah tidak menjadikannya (mengirim bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
إِذْ idh ketika يُغَشِّيكُمُ yughashīkumu (Allah) menutupkan/menjadikan kamu ٱلنُّعَاسَ l-nuʿāsa mengantuk أَمَنَةًۭ amanatan perasaan tentram مِّنْهُ min'hu daripadanya وَيُنَزِّلُ wayunazzilu dan (Allah) menurunkan عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit مَآءًۭ māan air/hujan لِّيُطَهِّرَكُم liyuṭahhirakum untuk menyucikan kamu بِهِۦ bihi dengannya وَيُذْهِبَ wayudh'hiba dan menghilangkan عَنكُمْ ʿankum dari kalian رِجْزَ rij'za kotoran/gangguan ٱلشَّيْطَـٰنِ l-shayṭāni syaitan وَلِيَرْبِطَ waliyarbiṭa dan untuk menguatkan عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِكُمْ qulūbikum hatimu وَيُثَبِّتَ wayuthabbita dan Dia memperteguh بِهِ bihi dengannya ٱلْأَقْدَامَ l-aqdāma telapak kaki
(Ingatlah) ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman dari-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan setan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki(mu)1.
إِذْ idh ketika يُوحِى yūḥī mewahyukan رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu إِلَى ilā kepada ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ l-malāikati Malaikat أَنِّى annī sesungguhnya Aku مَعَكُمْ maʿakum bersama kamu فَثَبِّتُوا۟ fathabbitū maka teguhkanlah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ ۚ āmanū beriman سَأُلْقِى sa-ul'qī kelak akan Aku jatuhkan فِى fī dalam قُلُوبِ qulūbi hati ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar ٱلرُّعْبَ l-ruʿ'ba rasa ketakutan فَٱضْرِبُوا۟ fa-iḍ'ribū maka pukullah/penggallah فَوْقَ fawqa diatas ٱلْأَعْنَاقِ l-aʿnāqi leher/tengkuk وَٱضْرِبُوا۟ wa-iḍ'ribū dan pukullah/potonglah مِنْهُمْ min'hum dari mereka كُلَّ kulla tiap-tiap بَنَانٍۢ banānin ujung jari
(Ingatlah) ketika Tuhan-mu mewahyukan kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman". Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka1.
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّهُمْ bi-annahum karena sesungguhnya mereka شَآقُّوا۟ shāqqū mereka menentang ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ ۚ warasūlahu dan RasulNya وَمَن waman dan barang siapa يُشَاقِقِ yushāqiqi menentang ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan RasulNya فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah شَدِيدُ shadīdu sangat keras ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksa
(Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan rasul-Nya; dan barang siapa menentang Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya.
ذَٰلِكُمْ dhālikum demikian itulah فَذُوقُوهُ fadhūqūhu maka rasakanlah ia وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya لِلْكَـٰفِرِينَ lil'kāfirīna bagi orang-orang kafir عَذَابَ ʿadhāba azab ٱلنَّارِ l-nāri neraka
Itulah (hukum dunia yang ditimpakan atasmu), maka rasakanlah hukuman itu. Sesungguhnya bagi orang-orang yang kafir itu ada (lagi) azab neraka.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِذَا idhā apabila لَقِيتُمُ laqītumu kamu bertemu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar زَحْفًۭا zaḥfan maju menyerang فَلَا falā maka jangan تُوَلُّوهُمُ tuwallūhumu kamu berpaling dari mereka ٱلْأَدْبَارَ l-adbāra punggung/ke belakang
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur).
وَمَن waman dan barang siapa يُوَلِّهِمْ yuwallihim berpaling dari mereka يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu دُبُرَهُۥٓ duburahu belakangnya إِلَّا illā kecuali مُتَحَرِّفًۭا mutaḥarrifan berbelok لِّقِتَالٍ liqitālin untuk perang أَوْ aw atau مُتَحَيِّزًا mutaḥayyizan menggabungkan إِلَىٰ ilā kepada فِئَةٍۢ fi-atin golongan/pasukan فَقَدْ faqad maka sesungguhnya بَآءَ bāa dia kembali بِغَضَبٍۢ bighaḍabin dengan kemurkaan مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَمَأْوَىٰهُ wamawāhu dan tempatnya جَهَنَّمُ ۖ jahannamu neraka jahanam وَبِئْسَ wabi'sa dan amat buruk ٱلْمَصِيرُ l-maṣīru tempat kembali
Barang siapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahanam. Dan amat buruklah tempat kembalinya.
فَلَمْ falam maka bukan تَقْتُلُوهُمْ taqtulūhum kamu membunuh mereka وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱللَّهَ l-laha Allah قَتَلَهُمْ ۚ qatalahum membunuh mereka وَمَا wamā dan bukan رَمَيْتَ ramayta kamu melempar إِذْ idh ketika رَمَيْتَ ramayta kamu melempar وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱللَّهَ l-laha Allah رَمَىٰ ۚ ramā melempar وَلِيُبْلِىَ waliyub'liya dan Dia hendak mencoba ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman مِنْهُ min'hu daripadaNya بَلَآءً balāan cobaan حَسَنًا ۚ ḥasanan yang baik إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui
Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allah-lah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
ذَٰلِكُمْ dhālikum demikianlah وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah مُوهِنُ mūhinu melemahkan كَيْدِ kaydi tipu daya ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir
Itulah (karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu), dan sesungguhnya Allah melemahkan tipu daya orang-orang yang kafir.
إِن in jika تَسْتَفْتِحُوا۟ tastaftiḥū kamu minta keputusan فَقَدْ faqad maka sesungguhnya جَآءَكُمُ jāakumu telah datang kepadamu ٱلْفَتْحُ ۖ l-fatḥu keputusan/kemenangan وَإِن wa-in dan jika تَنتَهُوا۟ tantahū kamu berhenti فَهُوَ fahuwa maka itu خَيْرٌۭ khayrun lebih baik لَّكُمْ ۖ lakum bagi kalian وَإِن wa-in dan jika تَعُودُوا۟ taʿūdū kamu berhenti نَعُدْ naʿud Kami kembali وَلَن walan dan tidak تُغْنِىَ tugh'niya mencukupi/mampu عَنكُمْ ʿankum dari kalian فِئَتُكُمْ fi-atukum golonganmu/pasukanmu شَيْـًۭٔا shayan sedikitpun/sesuatu وَلَوْ walaw dan sekalipun كَثُرَتْ kathurat dia banyak وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah مَعَ maʿa beserta ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang yang beriman
Jika kamu (orang-orang musyrikin) mencari keputusan, maka telah datang keputusan kepadamu; dan jika kamu berhenti1; maka itulah yang lebih baik bagimu; dan jika kamu kembali2, niscaya Kami kembali (pula)3; dan angkatan perangmu sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sesuatu bahaya pun, biarpun dia banyak dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman أَطِيعُوا۟ aṭīʿū taatlah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan RasulNya وَلَا walā dan jangan تَوَلَّوْا۟ tawallaw kamu berpaling عَنْهُ ʿanhu daripadaNya وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian تَسْمَعُونَ tasmaʿūna kamu mendengar
Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya),
وَلَا walā dan jangan تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi كَٱلَّذِينَ ka-alladhīna seperti orang-orang yang قَالُوا۟ qālū (mereka) berkata سَمِعْنَا samiʿ'nā kami mendengar وَهُمْ wahum dan/sedang mereka لَا lā tidak يَسْمَعُونَ yasmaʿūna mereka mendengar
dan janganlah kamu menjadi sebagai orang-orang (munafik) yang berkata, "Kami mendengarkan1, padahal mereka tidak mendengarkan.
۞ إِنَّ inna sesungguhnya شَرَّ sharra seburuk-buruk ٱلدَّوَآبِّ l-dawābi binatang عِندَ ʿinda disisi ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلصُّمُّ l-ṣumu tuli ٱلْبُكْمُ l-buk'mu bisu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang لَا lā tidak يَعْقِلُونَ yaʿqilūna mereka mengerti
Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan bisu1 yang tidak mengerti apa-apa pun.
وَلَوْ walaw dan kalau sekiranya عَلِمَ ʿalima mengetahui ٱللَّهُ l-lahu Allah فِيهِمْ fīhim pada mereka خَيْرًۭا khayran kebaikan لَّأَسْمَعَهُمْ ۖ la-asmaʿahum tentu Dia jadikan mereka mendengar وَلَوْ walaw dan kalau أَسْمَعَهُمْ asmaʿahum Dia jadikan mereka mendengar لَتَوَلَّوا۟ latawallaw niscaya mereka berpaling وَّهُم wahum dan/sedang mereka مُّعْرِضُونَ muʿ'riḍūna orang-orang yang memalingkan diri
Kalau kiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar. Dan jikalau Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka pasti berpaling juga, sedang mereka memalingkan diri (dari apa yang mereka dengar itu).
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman ٱسْتَجِيبُوا۟ is'tajībū penuhilah (seruan) لِلَّهِ lillahi bagi Allah وَلِلرَّسُولِ walilrrasūli dan bagi Rasul إِذَا idhā apabila دَعَاكُمْ daʿākum memanggil kamu لِمَا limā kepada apa/sesuatu يُحْيِيكُمْ ۖ yuḥ'yīkum Dia menghidupkan kalian وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّ anna bahwa sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah يَحُولُ yaḥūlu membatasi بَيْنَ bayna antara ٱلْمَرْءِ l-mari seseorang وَقَلْبِهِۦ waqalbihi dan hatinya وَأَنَّهُۥٓ wa-annahu dan sesungguhnya Dia إِلَيْهِ ilayhi kepadaNya تُحْشَرُونَ tuḥ'sharūna kamu dikumpulkan
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan rasul apabilacrasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu1, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya2 dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.
وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan takutlah kamu فِتْنَةًۭ fit'natan fitnah لَّا lā tidak تُصِيبَنَّ tuṣībanna menimpa ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ظَلَمُوا۟ ẓalamū (mereka) zalim مِنكُمْ minkum diantara kamu خَآصَّةًۭ ۖ khāṣṣatan khusus وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّ anna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah شَدِيدُ shadīdu sangat keras ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksa(Nya)
Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.
وَٱذْكُرُوٓا۟ wa-udh'kurū dan ingatlah إِذْ idh ketika أَنتُمْ antum kamu قَلِيلٌۭ qalīlun sedikit مُّسْتَضْعَفُونَ mus'taḍʿafūna orang-orang yang lemah فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi تَخَافُونَ takhāfūna kamu takut أَن an bahwa/akan يَتَخَطَّفَكُمُ yatakhaṭṭafakumu menyambar/menculik kamu ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia/orang-orang فَـَٔاوَىٰكُمْ faāwākum maka Dia memberi tempat kamu وَأَيَّدَكُم wa-ayyadakum dan Dia menguatkan kamu بِنَصْرِهِۦ binaṣrihi dengan pertolonganNya وَرَزَقَكُم warazaqakum dan Dia memberi rezki kepadamu مِّنَ mina dari ٱلطَّيِّبَـٰتِ l-ṭayibāti yang baik-baik لَعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تَشْكُرُونَ tashkurūna kalian bersyukur
Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman لَا lā janganlah تَخُونُوا۟ takhūnū kamu mengkhianati ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱلرَّسُولَ wal-rasūla dan Rasul وَتَخُونُوٓا۟ watakhūnū dan kamu mengkhianati أَمَـٰنَـٰتِكُمْ amānātikum amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad), dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.
وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّمَآ annamā bahwasanya hanyalah أَمْوَٰلُكُمْ amwālukum hartamu وَأَوْلَـٰدُكُمْ wa-awlādukum dan anak-anakmu فِتْنَةٌۭ fit'natun fitnah/cobaan وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عِندَهُۥٓ ʿindahu di sisiNya أَجْرٌ ajrun pahala عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun yang besar
Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِن in jika تَتَّقُوا۟ tattaqū kamu bertaqwa ٱللَّهَ l-laha Allah يَجْعَل yajʿal Dia menjadikan لَّكُمْ lakum bagi kalian فُرْقَانًۭا fur'qānan furqan وَيُكَفِّرْ wayukaffir dan Dia menghapuskan عَنكُمْ ʿankum dari kalian سَيِّـَٔاتِكُمْ sayyiātikum kesalahan-kesalahanmu وَيَغْفِرْ wayaghfir dan Dia mengampuni لَكُمْ ۗ lakum bagi kalian وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah ذُو dhū mempunyai ٱلْفَضْلِ l-faḍli karunia ٱلْعَظِيمِ l-ʿaẓīmi yang besar
Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu Furqān1. Dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
وَإِذْ wa-idh dan ketika يَمْكُرُ yamkuru merencanakan tipu daya بِكَ bika terhadap kamu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لِيُثْبِتُوكَ liyuth'bitūka untuk mereka menahanmu أَوْ aw atau يَقْتُلُوكَ yaqtulūka mereka membunuhmu أَوْ aw atau يُخْرِجُوكَ ۚ yukh'rijūka mereka mengusirmu وَيَمْكُرُونَ wayamkurūna dan mereka membuat tipu daya وَيَمْكُرُ wayamkuru dan membuat tipu daya ٱللَّهُ ۖ l-lahu Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah خَيْرُ khayru sebaik-baik ٱلْمَـٰكِرِينَ l-mākirīna pengatur tipu daya
Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu, atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila تُتْلَىٰ tut'lā dibacakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas/kepada mereka ءَايَـٰتُنَا āyātunā ayat-ayat Kami قَالُوا۟ qālū mereka berkata قَدْ qad sesungguhnya سَمِعْنَا samiʿ'nā kami telah mendengar لَوْ law kalau نَشَآءُ nashāu Kami menghendaki لَقُلْنَا laqul'nā tentu kami dapat berkata/membaca مِثْلَ mith'la seperti هَـٰذَآ ۙ hādhā ini إِنْ in jika هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّآ illā kecuali/hanyalah أَسَـٰطِيرُ asāṭīru dongeng-dongeng ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang dahulu kala
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata, "Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menhendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (Al-Qur`ān) ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang purbakala".
وَإِذْ wa-idh dan ketika قَالُوا۟ qālū mereka berkata ٱللَّهُمَّ l-lahuma ya Allah إِن in jika كَانَ kāna adalah هَـٰذَا hādhā ini هُوَ huwa dia ٱلْحَقَّ l-ḥaqa benar مِنْ min dari عِندِكَ ʿindika sisi Engkau فَأَمْطِرْ fa-amṭir maka hujanilah عَلَيْنَا ʿalaynā atas kami حِجَارَةًۭ ḥijāratan batu مِّنَ mina dari ٱلسَّمَآءِ l-samāi langit أَوِ awi atau ٱئْتِنَا i'tinā datangkan kepada kami بِعَذَابٍ biʿadhābin dengan azab أَلِيمٍۢ alīmin sangat pedih
Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, "Ya Allah, jika betul (Al-Qur`ān) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih".
وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah لِيُعَذِّبَهُمْ liyuʿadhibahum akan mengazab mereka وَأَنتَ wa-anta dan/sedang kamu فِيهِمْ ۚ fīhim diantara mereka وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna adalah ٱللَّهُ l-lahu Allah مُعَذِّبَهُمْ muʿadhibahum mengazab mereka وَهُمْ wahum dan/sedang mereka يَسْتَغْفِرُونَ yastaghfirūna mereka meminta ampun
Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun1.
وَمَا wamā dan apa لَهُمْ lahum ada pada mereka أَلَّا allā sehingga tidak يُعَذِّبَهُمُ yuʿadhibahumu mengazab mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah وَهُمْ wahum dan/padahal mereka يَصُدُّونَ yaṣuddūna mereka halangi عَنِ ʿani dari ٱلْمَسْجِدِ l-masjidi Masjidil ٱلْحَرَامِ l-ḥarāmi Haram وَمَا wamā dan bukanlah كَانُوٓا۟ kānū adalah mereka أَوْلِيَآءَهُۥٓ ۚ awliyāahu penguasa-penguasanya إِنْ in tidaklah أَوْلِيَآؤُهُۥٓ awliyāuhu penguasanya إِلَّا illā kecuali/hanyalah ٱلْمُتَّقُونَ l-mutaqūna orang-orang yang bertakwa وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi أَكْثَرَهُمْ aktharahum kebanyakan mereka لَا lā tidak يَعْلَمُونَ yaʿlamūna mereka mengetahui
Kenapa Allah tidak mengazab mereka padahal mereka menghalangi orang untuk (mendatangi) Masjidil Haram, dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang-orang yang berhak menguasai(nya) hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
وَمَا wamā dan tidak كَانَ kāna ada/lain صَلَاتُهُمْ ṣalātuhum sholat mereka عِندَ ʿinda di sisi/sekitar ٱلْبَيْتِ l-bayti Baitullah إِلَّا illā kecuali/hanyalah مُكَآءًۭ mukāan siulan وَتَصْدِيَةًۭ ۚ wataṣdiyatan dan tepuk tangan فَذُوقُوا۟ fadhūqū maka rasakanlah ٱلْعَذَابَ l-ʿadhāba azab بِمَا bimā dengan apa/sebab كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَكْفُرُونَ takfurūna kalian kafir
Salat mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar يُنفِقُونَ yunfiqūna mereka akan menafkahkan أَمْوَٰلَهُمْ amwālahum harta mereka لِيَصُدُّوا۟ liyaṣuddū untuk mereka menghalangi عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah فَسَيُنفِقُونَهَا fasayunfiqūnahā maka mereka menafkahkannya ثُمَّ thumma kemudian تَكُونُ takūnu jadilah عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka حَسْرَةًۭ ḥasratan sesalan ثُمَّ thumma kemudian يُغْلَبُونَ ۗ yugh'labūna mereka akan dikalahkan وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar إِلَىٰ ilā ke dalam جَهَنَّمَ jahannama neraka jahanam يُحْشَرُونَ yuḥ'sharūna mereka dikumpulkan
Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam neraka Jahanamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan,
لِيَمِيزَ liyamīza karena hendak memisahkan ٱللَّهُ l-lahu Allah ٱلْخَبِيثَ l-khabītha yang buruk مِنَ mina dari ٱلطَّيِّبِ l-ṭayibi yang baik وَيَجْعَلَ wayajʿala dan Dia menjadikan ٱلْخَبِيثَ l-khabītha yang buruk بَعْضَهُۥ baʿḍahu sebagiannya عَلَىٰ ʿalā atas بَعْضٍۢ baʿḍin sebagian yang lain فَيَرْكُمَهُۥ fayarkumahu maka/lalu Dia menumpukkannya جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya فَيَجْعَلَهُۥ fayajʿalahu maka Dia menjadikannya فِى fī dalam جَهَنَّمَ ۚ jahannama neraka jahanam أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah هُمُ humu mereka ٱلْخَـٰسِرُونَ l-khāsirūna orang-orang yang merugi
supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang merugi.
قُل qul katakanlah لِّلَّذِينَ lilladhīna kepada orang-orang yang كَفَرُوٓا۟ kafarū kafir/ingkar إِن in jika يَنتَهُوا۟ yantahū mereka berhenti يُغْفَرْ yugh'far diampuni لَهُم lahum bagi mereka مَّا mā apa/dosa-dosa قَدْ qad sesungguhnya سَلَفَ salafa telah lalu وَإِن wa-in dan jika يَعُودُوا۟ yaʿūdū mereka kembali فَقَدْ faqad maka sesungguhnya مَضَتْ maḍat berlalu/berlaku سُنَّتُ sunnatu sunnah ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang dahulu
Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu1, "Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi2, sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunah (Allah terhadap) orang-orang dahulu".
وَقَـٰتِلُوهُمْ waqātilūhum dan perangilah mereka حَتَّىٰ ḥattā sehingga لَا lā tidak تَكُونَ takūna ada lagi فِتْنَةٌۭ fit'natun fitnah وَيَكُونَ wayakūna dan adalah ٱلدِّينُ l-dīnu agama كُلُّهُۥ kulluhu semuanya لِلَّهِ ۚ lillahi bagi Allah فَإِنِ fa-ini maka jika ٱنتَهَوْا۟ intahaw mereka berhenti فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بِمَا bimā dengan /terhadap apa يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan بَصِيرٌۭ baṣīrun Maha Melihat
Dan perangilah mereka supaya jangan ada fitnah1 dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah2. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
وَإِن wa-in dan jika تَوَلَّوْا۟ tawallaw mereka berpaling فَٱعْلَمُوٓا۟ fa-iʿ'lamū maka ketahuilah أَنَّ anna bahwasanya ٱللَّهَ l-laha Allah مَوْلَىٰكُمْ ۚ mawlākum Pelindungmu نِعْمَ niʿ'ma sebaik-baik ٱلْمَوْلَىٰ l-mawlā Pelindung وَنِعْمَ waniʿ'ma dan sebaik-baik ٱلنَّصِيرُ l-naṣīru Penolong
Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik penolong.
۞ وَٱعْلَمُوٓا۟ wa-iʿ'lamū dan ketahuilah أَنَّمَا annamā sesungguhnya غَنِمْتُم ghanim'tum kamu rampas مِّن min dari شَىْءٍۢ shayin sesuatu/apa saja فَأَنَّ fa-anna maka sesungguhnya لِلَّهِ lillahi bagi/untuk Allah خُمُسَهُۥ khumusahu seperlimanya وَلِلرَّسُولِ walilrrasūli dan untuk Rasul وَلِذِى walidhī dan untuk yang dimiliki ٱلْقُرْبَىٰ l-qur'bā kerabat dekat وَٱلْيَتَـٰمَىٰ wal-yatāmā dan anak-anak yatim وَٱلْمَسَـٰكِينِ wal-masākīni dan orang-orang miskin وَٱبْنِ wa-ib'ni dan Ibnu ٱلسَّبِيلِ l-sabīli Sabil إِن in jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah ءَامَنتُم āmantum kamu beriman بِٱللَّهِ bil-lahi kepada Allah وَمَآ wamā dan kepada apa أَنزَلْنَا anzalnā Kami turunkan عَلَىٰ ʿalā atas عَبْدِنَا ʿabdinā hamba Kami يَوْمَ yawma pada hari ٱلْفُرْقَانِ l-fur'qāni Furqan (pemisah) يَوْمَ yawma pada hari ٱلْتَقَى l-taqā pertemuan ٱلْجَمْعَانِ ۗ l-jamʿāni dua pasukan وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلَىٰ ʿalā atas كُلِّ kulli segala شَىْءٍۢ shayin sesuatu قَدِيرٌ qadīrun Maha Kuasa
Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang1, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, rasul, kerabat rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnus sabīl2, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa3 yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqān4, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
إِذْ idh ketika أَنتُم antum kamu بِٱلْعُدْوَةِ bil-ʿud'wati dipinggir lembah ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia/dekat وَهُم wahum dan mereka بِٱلْعُدْوَةِ bil-ʿud'wati dipinggir lembah ٱلْقُصْوَىٰ l-quṣ'wā yang jauh وَٱلرَّكْبُ wal-rakbu dan/sedang kafilah أَسْفَلَ asfala lebih rendah مِنكُمْ ۚ minkum dari kamu وَلَوْ walaw dan sekiranya تَوَاعَدتُّمْ tawāʿadttum kamu saling mengadakan persetujuan لَٱخْتَلَفْتُمْ la-ikh'talaftum pasti kamu berselisih فِى fī dalam ٱلْمِيعَـٰدِ ۙ l-mīʿādi perjanjian itu وَلَـٰكِن walākin akan tetapi لِّيَقْضِىَ liyaqḍiya karena hendak menetapkan ٱللَّهُ l-lahu Allah أَمْرًۭا amran suatu urusan كَانَ kāna adalah ia مَفْعُولًۭا mafʿūlan dilaksanakan لِّيَهْلِكَ liyahlika agar binasalah مَنْ man orang هَلَكَ halaka binasa عَنۢ ʿan dari/dengan بَيِّنَةٍۢ bayyinatin keterangan nyata وَيَحْيَىٰ wayaḥyā dan hiduplah مَنْ man orang حَىَّ ḥayya hidup عَنۢ ʿan dari/dengan بَيِّنَةٍۢ ۗ bayyinatin keterangan nyata وَإِنَّ wa-inna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَسَمِيعٌ lasamīʿun sungguh Maha Mendengar عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui
(Yaitu di hari) ketika kamu berada di pinggir lembah yang dekat dan mereka berada di pinggir lembah yang jauh, sedang kafilah itu berada di bawah kamu1. Sekiranya kamu mengadakan persetujuan (untuk menentukan hari pertempuran), pastilah kamu tidak sependapat dalam menentukan hari pertempuran itu, akan tetapi (Allah mempertemukan dua pasukan itu) agar Dia melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan2, yaitu agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata (pula)3. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,
إِذْ idh ketika يُرِيكَهُمُ yurīkahumu menampakkan mereka kepadamu ٱللَّهُ l-lahu Allah فِى fī di dalam مَنَامِكَ manāmika mimpimu قَلِيلًۭا ۖ qalīlan sedikit وَلَوْ walaw dan sekiranya أَرَىٰكَهُمْ arākahum (Allah) menampakkan mereka kepadamu كَثِيرًۭا kathīran banyak لَّفَشِلْتُمْ lafashil'tum pasti kamu menjadi gentar وَلَتَنَـٰزَعْتُمْ walatanāzaʿtum dan pasti kamu berbantah-bantahan فِى fī dalam ٱلْأَمْرِ l-amri urusan وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱللَّهَ l-laha Allah سَلَّمَ ۗ sallama telah menyelamatkan إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui بِذَاتِ bidhāti dengan segala isi ٱلصُّدُورِ l-ṣudūri dada/hati
(yaitu) ketika Allah menampakkan mereka kepadamu di dalam mimpimu (berjumlah) sedikit. Dan sekiranya Allah memperlihatkan mereka kepada kamu (berjumlah) banyak tentu saja kamu menjadi gentar dan tentu saja kamu akan berbantah-bantahan dalam urusan itu, akan tetapi Allah telah menyelamatkan kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
وَإِذْ wa-idh dan ketika يُرِيكُمُوهُمْ yurīkumūhum (Allah) menampakkan mereka kepadamu إِذِ idhi ketika ٱلْتَقَيْتُمْ l-taqaytum perjumpaanmu فِىٓ fī dalam أَعْيُنِكُمْ aʿyunikum penglihatan matamu قَلِيلًۭا qalīlan sedikit وَيُقَلِّلُكُمْ wayuqallilukum dan Dia menjadikan kamu sedikit فِىٓ fī dalam أَعْيُنِهِمْ aʿyunihim penglihatan mereka لِيَقْضِىَ liyaqḍiya karena hendak menetapkan ٱللَّهُ l-lahu Allah أَمْرًۭا amran suatu urusan كَانَ kāna adalah ia مَفْعُولًۭا ۗ mafʿūlan dilaksanakan وَإِلَى wa-ilā dan kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah تُرْجَعُ tur'jaʿu dikembalikan ٱلْأُمُورُ l-umūru segala urusan
Dan ketika Allah menampakkan mereka kepada kamu sekalian, ketika kamu berjumpa dengan mereka berjumlah sedikit pada penglihatan matamu dan kamu ditampakkan-Nya berjumlah sedikit pada penglihatan mata mereka, karena Allah hendak melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan. Dan hanyalah kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِذَا idhā apabila لَقِيتُمْ laqītum kamu bertemu فِئَةًۭ fi-atan pasukan/golongan فَٱثْبُتُوا۟ fa-uth'butū maka berteguh hatilah kamu وَٱذْكُرُوا۟ wa-udh'kurū dan ingatlah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah كَثِيرًۭا kathīran sebanyak-banyaknya لَّعَلَّكُمْ laʿallakum agar kalian تُفْلِحُونَ tuf'liḥūna kamu beruntung
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya1 agar kamu beruntung.
وَأَطِيعُوا۟ wa-aṭīʿū dan taatlah kamu ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan RasulNya وَلَا walā dan janganlah تَنَـٰزَعُوا۟ tanāzaʿū kamu berbantah-bantahan فَتَفْشَلُوا۟ fatafshalū maka kamu menjadi gentar وَتَذْهَبَ watadhhaba dan hilang رِيحُكُمْ ۖ rīḥukum kekuatanmu وَٱصْبِرُوٓا۟ ۚ wa-iṣ'birū dan bersabarlah kamu إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah مَعَ maʿa beserta ٱلصَّـٰبِرِينَ l-ṣābirīna orang-orang yang sabar
Dan taatlah kepada Allah dan rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
وَلَا walā dan janganlah تَكُونُوا۟ takūnū kalian menjadi كَٱلَّذِينَ ka-alladhīna seperti orang-orang yang خَرَجُوا۟ kharajū (mereka) keluar مِن min dari دِيَـٰرِهِم diyārihim rumah-rumah mereka بَطَرًۭا baṭaran rasa angkuh وَرِئَآءَ wariāa dan riya ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَيَصُدُّونَ wayaṣuddūna dan mereka menghalang-halangi عَن ʿan dari سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِمَا bimā dengan apa يَعْمَلُونَ yaʿmalūna mereka kerjakan مُحِيطٌۭ muḥīṭun meliputi
Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud ria kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.
وَإِذْ wa-idh dan ketika زَيَّنَ zayyana menjadikan memandang baik لَهُمُ lahumu bagi/kepada mereka ٱلشَّيْطَـٰنُ l-shayṭānu syaitan أَعْمَـٰلَهُمْ aʿmālahum pekerjaan mereka وَقَالَ waqāla dan ia berkata لَا lā tidak ada غَالِبَ ghāliba menang لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْيَوْمَ l-yawma pada hari مِنَ mina dari ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia وَإِنِّى wa-innī dan sesungguhnya saya جَارٌۭ jārun pelindung لَّكُمْ ۖ lakum bagi kalian فَلَمَّا falammā maka tatkala تَرَآءَتِ tarāati saling melihat ٱلْفِئَتَانِ l-fi-atāni kedua pasukan نَكَصَ nakaṣa ia berbalik عَلَىٰ ʿalā atas عَقِبَيْهِ ʿaqibayhi tumitnya/kebelakang وَقَالَ waqāla dan ia berkata إِنِّى innī sesungguhnya saya بَرِىٓءٌۭ barīon berlepas diri مِّنكُمْ minkum daripada kamu إِنِّىٓ innī sesungguhnya saya أَرَىٰ arā saya melihat مَا mā apa لَا lā tidak تَرَوْنَ tarawna kamu lihat إِنِّىٓ innī sesungguhnya saya أَخَافُ akhāfu saya takut ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah شَدِيدُ shadīdu sangat keras ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksaan
Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan, "Tidak ada seorang manusia pun yang dapat menang terhadap kamu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu". Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), setan itu balik ke belakang seraya berkata, "Sesungguhnya saya berlepas diri dari kamu; sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah". Dan Allah sangat keras siksa-Nya.
إِذْ idh ketika يَقُولُ yaqūlu berkata ٱلْمُنَـٰفِقُونَ l-munāfiqūna orang-orang munafik وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang فِى fī di dalam قُلُوبِهِم qulūbihim hati mereka مَّرَضٌ maraḍun penyakit غَرَّ gharra menipu هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka ini دِينُهُمْ ۗ dīnuhum agama mereka وَمَن waman dan barang siapa يَتَوَكَّلْ yatawakkal bertawakkal عَلَى ʿalā atas/kepada ٱللَّهِ l-lahi Allah فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana
(Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata, "Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu oleh agamanya". (Allah berfirman), "Barang siapa yang bertawakal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana".
وَلَوْ walaw dan kalau تَرَىٰٓ tarā kamu melihat إِذْ idh ketika يَتَوَفَّى yatawaffā mewafatkan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ ۙ kafarū kafir/ingkar ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ l-malāikatu para Malaikat يَضْرِبُونَ yaḍribūna mereka memukul وُجُوهَهُمْ wujūhahum muka mereka وَأَدْبَـٰرَهُمْ wa-adbārahum dan belakang mereka وَذُوقُوا۟ wadhūqū dan rasakanlah olehmu عَذَابَ ʿadhāba siksaan ٱلْحَرِيقِ l-ḥarīqi membakar
Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata), "Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar", (tentulah kamu akan merasa ngeri).
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِمَا bimā dengan apa/disebabkan قَدَّمَتْ qaddamat memperbuat أَيْدِيكُمْ aydīkum tangan-tangan kamu sendiri وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَيْسَ laysa tidak/bukan بِظَلَّـٰمٍۢ biẓallāmin dengan aniaya لِّلْعَبِيدِ lil'ʿabīdi kepada hamba
Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya,
كَدَأْبِ kadabi serupa dengan keadaan ءَالِ āli keluarga/pengikut فِرْعَوْنَ ۙ fir'ʿawna Fir'aun وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ ۚ qablihim sebelum mereka كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan ayat-ayat ٱللَّهِ l-lahi Allah فَأَخَذَهُمُ fa-akhadhahumu maka mengambil/menyiksa mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah بِذُنُوبِهِمْ ۗ bidhunūbihim dengan dosa-dosa mereka إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah قَوِىٌّۭ qawiyyun Maha Kuat شَدِيدُ shadīdu amat keras ٱلْعِقَابِ l-ʿiqābi siksaan
(keadaan mereka) serupa dengan keadaan Firʻawn dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi amat keras siksaan-Nya.
ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِأَنَّ bi-anna dengan/karena sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَمْ lam tidak akan يَكُ yaku ada مُغَيِّرًۭا mughayyiran perubahan نِّعْمَةً niʿ'matan suatu nikmat أَنْعَمَهَا anʿamahā Dia anugerahkannya عَلَىٰ ʿalā atas قَوْمٍ qawmin kaum حَتَّىٰ ḥattā sehingga يُغَيِّرُوا۟ yughayyirū mereka merubah مَا mā apa yang بِأَنفُسِهِمْ ۙ bi-anfusihim pada diri mereka sendiri وَأَنَّ wa-anna dan sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah سَمِيعٌ samīʿun Maha Mendengar عَلِيمٌۭ ʿalīmun Maha Mengetahui
Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum1, hingga kaum itu merubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,
كَدَأْبِ kadabi serupa dengan keadaan ءَالِ āli keluarga/pengikut فِرْعَوْنَ ۙ fir'ʿawna Fir'aun وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang مِن min dari قَبْلِهِمْ ۚ qablihim sebelum mereka كَذَّبُوا۟ kadhabū mereka mendustakan بِـَٔايَـٰتِ biāyāti dengan ayat-ayat رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka فَأَهْلَكْنَـٰهُم fa-ahlaknāhum maka Kami binasakan mereka بِذُنُوبِهِمْ bidhunūbihim dengan dosa-dosa mereka وَأَغْرَقْنَآ wa-aghraqnā dan Kami tenggelamkan ءَالَ āla keluarga/pengikut فِرْعَوْنَ ۚ fir'ʿawna Fir'aun وَكُلٌّۭ wakullun dan semuanya كَانُوا۟ kānū adalah mereka ظَـٰلِمِينَ ẓālimīna orang-orang yang dzalim
(keadaan mereka) serupa dengan keadaan Firʻawn dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mendustakan ayat-ayat Tuhan-nya maka Kami membinasakan mereka disebabkan dosa-dosanya dan Kami tenggelamkan Firʻawn dan pengikut-pengikutnya; dan kesemuanya adalah orang-orang yang zalim.
إِنَّ inna sesungguhnya شَرَّ sharra seburuk-buruk ٱلدَّوَآبِّ l-dawābi binatang melata عِندَ ʿinda di sisi ٱللَّهِ l-lahi Allah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar فَهُمْ fahum maka mereka لَا lā tidak يُؤْمِنُونَ yu'minūna beriman
Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman.
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang عَـٰهَدتَّ ʿāhadtta kamu telah mengambil perjanjian مِنْهُمْ min'hum dari mereka ثُمَّ thumma kemudian يَنقُضُونَ yanquḍūna mereka merusak/mengkhianati عَهْدَهُمْ ʿahdahum janji mereka فِى fī pada كُلِّ kulli setiap مَرَّةٍۢ marratin kali وَهُمْ wahum dan mereka لَا lā tidak يَتَّقُونَ yattaqūna takut
(Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya).
فَإِمَّا fa-immā maka jika تَثْقَفَنَّهُمْ tathqafannahum kamu menemui mereka فِى fī dalam ٱلْحَرْبِ l-ḥarbi peperangan فَشَرِّدْ fasharrid maka cerai-beraikanlah بِهِم bihim dengan mereka مَّنْ man orang خَلْفَهُمْ khalfahum dibelakang mereka لَعَلَّهُمْ laʿallahum supaya mereka يَذَّكَّرُونَ yadhakkarūna mereka mengambil pelajaran
Jika kamu menemui mereka dalam peperangan, maka cerai-beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka, supaya mereka mengambil pelajaran.
وَإِمَّا wa-immā dan jika تَخَافَنَّ takhāfanna kamu sungguh takut مِن min dari قَوْمٍ qawmin kaum/golongan خِيَانَةًۭ khiyānatan pengkhianatan فَٱنۢبِذْ fa-inbidh maka lemparkan/kembalikan إِلَيْهِمْ ilayhim kepada mereka عَلَىٰ ʿalā atas سَوَآءٍ ۚ sawāin yang sama jujur إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah لَا lā tidak يُحِبُّ yuḥibbu menyukai ٱلْخَآئِنِينَ l-khāinīna orang-orang yang berkhianat
Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.
وَلَا walā dan janganlah يَحْسَبَنَّ yaḥsabanna mengira ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar سَبَقُوٓا۟ ۚ sabaqū mereka terlepas/lolos إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka لَا lā tidak يُعْجِزُونَ yuʿ'jizūna dapat melemahkan
Dan janganlah orang-orang yang kafir itu mengira bahwa mereka akan dapat lolos (dari kekuasaan Allah). Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan (Allah).
وَأَعِدُّوا۟ wa-aʿiddū dan siapkanlah لَهُم lahum untuk mereka مَّا mā apa ٱسْتَطَعْتُم is'taṭaʿtum kamu sanggupi مِّن min dari قُوَّةٍۢ quwwatin kekuatan وَمِن wamin dan dari رِّبَاطِ ribāṭi ditambat ٱلْخَيْلِ l-khayli kuda تُرْهِبُونَ tur'hibūna kamu menakutkan/menggetarkan بِهِۦ bihi dengannya عَدُوَّ ʿaduwwa musuh ٱللَّهِ l-lahi Allah وَعَدُوَّكُمْ waʿaduwwakum dan musuh kalian وَءَاخَرِينَ waākharīna dan orang-orang lain مِن min dari دُونِهِمْ dūnihim selain mereka لَا lā tidak تَعْلَمُونَهُمُ taʿlamūnahumu kamu mereka ٱللَّهُ l-lahu Allah يَعْلَمُهُمْ ۚ yaʿlamuhum mengetahui mereka وَمَا wamā dan apa yang تُنفِقُوا۟ tunfiqū kamu nafkahkan مِن min dari شَىْءٍۢ shayin sesuatu فِى fī di سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah يُوَفَّ yuwaffa dicukupkan إِلَيْكُمْ ilaykum kepadamu وَأَنتُمْ wa-antum dan kalian لَا lā tidak تُظْلَمُونَ tuẓ'lamūna dianiaya
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu, dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah, niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).
۞ وَإِن wa-in dan jika جَنَحُوا۟ janaḥū mereka condong لِلسَّلْمِ lilssalmi untuk/kepada perdamaian فَٱجْنَحْ fa-ij'naḥ maka hendaklah kamu condong لَهَا lahā kepadanya وَتَوَكَّلْ watawakkal dan bertawakkallah عَلَى ʿalā atas/kepada ٱللَّهِ ۚ l-lahi Allah إِنَّهُۥ innahu sesunguhnya Dia هُوَ huwa Dia ٱلسَّمِيعُ l-samīʿu Maha Mendengar ٱلْعَلِيمُ l-ʿalīmu Maha Mengetahui
Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
وَإِن wa-in dan jika يُرِيدُوٓا۟ yurīdū mereka bermaksud أَن an akan يَخْدَعُوكَ yakhdaʿūka menipu kamu فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya حَسْبَكَ ḥasbaka cukuplah bagimu ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah هُوَ huwa Dia ٱلَّذِىٓ alladhī yang أَيَّدَكَ ayyadaka memperkuat kamu بِنَصْرِهِۦ binaṣrihi dengan pertolonganNya وَبِٱلْمُؤْمِنِينَ wabil-mu'minīna dan dengan orang-orang yang beriman
Dan jika mereka bermaksud hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dia-lah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mukmin,
وَأَلَّفَ wa-allafa dan Dia menjinakkan/mempersatukan بَيْنَ bayna antara قُلُوبِهِمْ ۚ qulūbihim hati mereka لَوْ law walaupun أَنفَقْتَ anfaqta kamu membelanjakan مَا mā apa فِى fī di dalam ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi جَمِيعًۭا jamīʿan semuanya مَّآ mā tidak dapat أَلَّفْتَ allafta kamu menjinakkan/mempersatukan بَيْنَ bayna antara قُلُوبِهِمْ qulūbihim hati mereka وَلَـٰكِنَّ walākinna akan tetapi ٱللَّهَ l-laha Allah أَلَّفَ allafa menjinakkan/mempersatukan بَيْنَهُمْ ۚ baynahum diantara mereka إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana
dan yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman)1. Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu Nabi حَسْبُكَ ḥasbuka cukuplah bagimu ٱللَّهُ l-lahu Allah وَمَنِ wamani dan orang ٱتَّبَعَكَ ittabaʿaka mengikuti kamu مِنَ mina dari ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin/beriman
Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu Nabi حَرِّضِ ḥarriḍi kobarkanlah semangat ٱلْمُؤْمِنِينَ l-mu'minīna orang-orang mukmin/beriman عَلَى ʿalā atas/untuk ٱلْقِتَالِ ۚ l-qitāli berperang إِن in jika يَكُن yakun ada مِّنكُمْ minkum diantara kamu عِشْرُونَ ʿish'rūna duapuluh صَـٰبِرُونَ ṣābirūna orang-orang yang sabar يَغْلِبُوا۟ yaghlibū mereka mengalahkan مِا۟ئَتَيْنِ ۚ mi-atayni duaratus وَإِن wa-in dan jika يَكُن yakun ada مِّنكُم minkum diantara kamu مِّا۟ئَةٌۭ mi-atun seratus يَغْلِبُوٓا۟ yaghlibū mereka mengalahkan أَلْفًۭا alfan seribu مِّنَ mina dari pada ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بِأَنَّهُمْ bi-annahum dengan/disebabkan bahwasanya قَوْمٌۭ qawmun kaum لَّا lā tidak يَفْقَهُونَ yafqahūna mengerti
Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu dari pada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti1.
ٱلْـَٔـٰنَ al-āna sekarang خَفَّفَ khaffafa telah meringankan ٱللَّهُ l-lahu Allah عَنكُمْ ʿankum dari kalian وَعَلِمَ waʿalima dan Dia telah mengetahui أَنَّ anna bahwasanya فِيكُمْ fīkum padamu ضَعْفًۭا ۚ ḍaʿfan kelemahan فَإِن fa-in maka jika يَكُن yakun ada مِّنكُم minkum diantara kamu مِّا۟ئَةٌۭ mi-atun seratus صَابِرَةٌۭ ṣābiratun orang yang sabar يَغْلِبُوا۟ yaghlibū mereka mengalahkan مِا۟ئَتَيْنِ ۚ mi-atayni duaratus وَإِن wa-in dan jika يَكُن yakun ada مِّنكُمْ minkum diantara kamu أَلْفٌۭ alfun seribu يَغْلِبُوٓا۟ yaghlibū mereka mengalahkan أَلْفَيْنِ alfayni duaribu بِإِذْنِ bi-idh'ni dengan izin ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah مَعَ maʿa beserta ٱلصَّـٰبِرِينَ l-ṣābirīna orang-orang yang sabar
Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.
مَا mā tidak كَانَ kāna ada لِنَبِىٍّ linabiyyin bagi seorang Nabi أَن an bahwa يَكُونَ yakūna dia adalah لَهُۥٓ lahu baginya أَسْرَىٰ asrā tawanan حَتَّىٰ ḥattā sehingga يُثْخِنَ yuth'khina ia memecah belah/melumpuhkan فِى fī di ٱلْأَرْضِ ۚ l-arḍi bumi تُرِيدُونَ turīdūna kamu menghendaki عَرَضَ ʿaraḍa harta benda ٱلدُّنْيَا l-dun'yā duniawi وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah يُرِيدُ yurīdu menghendaki ٱلْـَٔاخِرَةَ ۗ l-ākhirata akhirat وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَزِيزٌ ʿazīzun Maha Perkasa حَكِيمٌۭ ḥakīmun Maha Bijaksana
Tidak patut bagi seorang nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawi, sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
لَّوْلَا lawlā kalau sekiranya tidak ada كِتَـٰبٌۭ kitābun ketetapan مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah سَبَقَ sabaqa terdahulu لَمَسَّكُمْ lamassakum niscaya menimpa kamu فِيمَآ fīmā dalam/disebabkan apa أَخَذْتُمْ akhadhtum kamu telah mengambil عَذَابٌ ʿadhābun siksaan عَظِيمٌۭ ʿaẓīmun besar
Kalau sekiranya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena tebusan yang kamu ambil.
فَكُلُوا۟ fakulū maka makanlah مِمَّا mimmā dari apa/sebagian غَنِمْتُمْ ghanim'tum kamu telah mengambil rampasan perang حَلَـٰلًۭا ḥalālan halal طَيِّبًۭا ۚ ṭayyiban yang baik وَٱتَّقُوا۟ wa-ittaqū dan bertakwalah ٱللَّهَ ۚ l-laha Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang
Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلنَّبِىُّ l-nabiyu Nabi قُل qul katakanlah لِّمَن liman kepada orang فِىٓ fī dalam أَيْدِيكُم aydīkum tanganmu مِّنَ mina dari ٱلْأَسْرَىٰٓ l-asrā tawanan إِن in jika يَعْلَمِ yaʿlami mengetahui ٱللَّهُ l-lahu Allah فِى fī dalam قُلُوبِكُمْ qulūbikum hati kamu خَيْرًۭا khayran kebaikan يُؤْتِكُمْ yu'tikum Dia akan memberikan kepadamu خَيْرًۭا khayran kebaikan/lebih baik مِّمَّآ mimmā dari apa أُخِذَ ukhidha telah diambil مِنكُمْ minkum dari kamu وَيَغْفِرْ wayaghfir dan Dia akan mengampuni لَكُمْ ۗ lakum bagi kalian وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah غَفُورٌۭ ghafūrun Maha Pengampun رَّحِيمٌۭ raḥīmun Maha Penyayang
Hai Nabi, katakanlah kepada tawanan-tawanan yang ada di tanganmu, "Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil darimu, dan Dia akan mengampuni kamu". Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وَإِن wa-in jika يُرِيدُوا۟ yurīdū mereka menghendaki خِيَانَتَكَ khiyānataka berkhianat kepadamu فَقَدْ faqad maka sesungguhnya خَانُوا۟ khānū mereka berkhianat ٱللَّهَ l-laha Allah مِن min dari قَبْلُ qablu sebelum فَأَمْكَنَ fa-amkana maka/lalu Dia memungkinkan/menjadikan مِنْهُمْ ۗ min'hum dari/terhadap mereka وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah عَلِيمٌ ʿalīmun Maha Mengetahui حَكِيمٌ ḥakīmun Maha Bijaksana
Akan tetapi, jika mereka (tawanan-tawanan itu) bermaksud hendak berkhianat kepadamu, maka sesungguhnya mereka telah berkhianat kepada Allah sebelum ini, lalu Allah menjadikan(mu) berkuasa terhadap mereka. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَهَاجَرُوا۟ wahājarū dan mereka berhijrah وَجَـٰهَدُوا۟ wajāhadū dan mereka berjihad بِأَمْوَٰلِهِمْ bi-amwālihim dengan harta mereka وَأَنفُسِهِمْ wa-anfusihim dan jiwa mereka فِى fī di/pada سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَاوَوا۟ āwaw memberikan perlindungan وَّنَصَرُوٓا۟ wanaṣarū dan mereka memberi pertolongan أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka أَوْلِيَآءُ awliyāu menjadi pelindung بَعْضٍۢ ۚ baʿḍin sebagian yang lain وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَلَمْ walam dan tidak/belum يُهَاجِرُوا۟ yuhājirū mereka berhijrah مَا mā tidak ada لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari وَلَـٰيَتِهِم walāyatihim memberi pertolongan mereka مِّن min dari شَىْءٍ shayin sesuatu حَتَّىٰ ḥattā sehingga يُهَاجِرُوا۟ ۚ yuhājirū mereka berhijrah وَإِنِ wa-ini dan jika ٱسْتَنصَرُوكُمْ is'tanṣarūkum mereka minta pertolongan padamu فِى fī dalam ٱلدِّينِ l-dīni agama فَعَلَيْكُمُ faʿalaykumu maka wajib atasmu ٱلنَّصْرُ l-naṣru memberi pertolongan إِلَّا illā kecuali عَلَىٰ ʿalā atas قَوْمٍۭ qawmin kaum بَيْنَكُمْ baynakum antara kamu وَبَيْنَهُم wabaynahum dan antara mereka مِّيثَـٰقٌۭ ۗ mīthāqun perjanjian وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah بِمَا bimā dengan/kepada apa تَعْمَلُونَ taʿmalūna kamu kerjakan بَصِيرٌۭ baṣīrun Maha Melihat
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi1. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka أَوْلِيَآءُ awliyāu menjadi pelindung بَعْضٍ ۚ baʿḍin sebagian yang lain إِلَّا illā kecuali تَفْعَلُوهُ tafʿalūhu kamu melaksanakannya تَكُن takun adalah/terjadi فِتْنَةٌۭ fit'natun fitnah فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَفَسَادٌۭ wafasādun dan kerusakan كَبِيرٌۭ kabīrun yang besar
Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu1, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman وَهَاجَرُوا۟ wahājarū dan mereka berhijrah وَجَـٰهَدُوا۟ wajāhadū dan mereka berjihad فِى fī pada سَبِيلِ sabīli jalan ٱللَّهِ l-lahi Allah وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَاوَوا۟ āwaw memberi tempat kediaman/perlindungan وَّنَصَرُوٓا۟ wanaṣarū dan mereka memberi pertolongan أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah هُمُ humu mereka ٱلْمُؤْمِنُونَ l-mu'minūna orang-orang yang beriman حَقًّۭا ۚ ḥaqqan benar لَّهُم lahum bagi mereka مَّغْفِرَةٌۭ maghfiratun ampunan وَرِزْقٌۭ wariz'qun dan rezki كَرِيمٌۭ karīmun yang mulia
Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia.
وَٱلَّذِينَ wa-alladhīna dan orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman مِنۢ min dari بَعْدُ baʿdu sesudah itu وَهَاجَرُوا۟ wahājarū dan mereka berhijrah وَجَـٰهَدُوا۟ wajāhadū dan mereka berjihad مَعَكُمْ maʿakum bersamamu فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu مِنكُمْ ۚ minkum dari kamu وَأُو۟لُوا۟ wa-ulū dan orang mempunyai ٱلْأَرْحَامِ l-arḥāmi hubungan kerabat بَعْضُهُمْ baʿḍuhum sebagian mereka أَوْلَىٰ awlā lebih utama بِبَعْضٍۢ bibaʿḍin dengan sebagian yang lain فِى fī di dalam كِتَـٰبِ kitābi Kitab ٱللَّهِ ۗ l-lahi Allah إِنَّ inna sesungguhnya ٱللَّهَ l-laha Allah بِكُلِّ bikulli dengan segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَلِيمٌۢ ʿalīmun Maha Mengetahui
Dan orang-orang yang beriman sesudah itu, kemudian berhijrah serta berjihad bersamamu maka orang-orang itu termasuk golonganmu (juga). Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat)1 di dalam kitab Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.