نوح
Nuh
Nuh Makkiyah
Memuat audio qari…
إِنَّآ innā sesungguhnya Kami أَرْسَلْنَا arsalnā Kami telah mengutus نُوحًا nūḥan Nuh إِلَىٰ ilā kepada قَوْمِهِۦٓ qawmihi kaumnya أَنْ an bahwa أَنذِرْ andhir berilah peringatan قَوْمَكَ qawmaka kaummu مِن min dari قَبْلِ qabli sebelum أَن an bahwa يَأْتِيَهُمْ yatiyahum akan datang kepada mereka عَذَابٌ ʿadhābun azab أَلِيمٌۭ alīmun pedih
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nūḥ kepada kaumnya (dengan memerintahkan), "Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih".
قَالَ qāla dia (Nuh) berkata يَـٰقَوْمِ yāqawmi wahai kaumku إِنِّى innī sesungguhnya aku لَكُمْ lakum bagi kalian نَذِيرٌۭ nadhīrun pemberi peringatan مُّبِينٌ mubīnun jelas/menjelaskan
Nūḥ berkata, "Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu,
أَنِ ani hendaklah ٱعْبُدُوا۟ uʿ'budū kamu menyembah ٱللَّهَ l-laha Allah وَٱتَّقُوهُ wa-ittaqūhu dan bertakwalah kepada-Nya وَأَطِيعُونِ wa-aṭīʿūni dan taatilah aku
(yaitu) sembahlah olehmu Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku,
يَغْفِرْ yaghfir mengampuni لَكُم lakum bagi kalian مِّن min dari ذُنُوبِكُمْ dhunūbikum dosa-dosamu وَيُؤَخِّرْكُمْ wayu-akhir'kum dan Dia menangguhkan kamu إِلَىٰٓ ilā sampai أَجَلٍۢ ajalin waktu مُّسَمًّى ۚ musamman tertentu إِنَّ inna sesungguhnya أَجَلَ ajala waktu/ketentuan ٱللَّهِ l-lahi Allah إِذَا idhā apabila جَآءَ jāa bila telah datang لَا lā tidak يُؤَخَّرُ ۖ yu-akharu ditangguhkan لَوْ law jika كُنتُمْ kuntum kalian adalah تَعْلَمُونَ taʿlamūna (kalian) mengetahui
niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu1 sampai kepada waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui".
قَالَ qāla (Nuh) berkata رَبِّ rabbi ya Tuhanku إِنِّى innī sesungguhnya Aku دَعَوْتُ daʿawtu aku telah menyeru قَوْمِى qawmī kaumku لَيْلًۭا laylan malam وَنَهَارًۭا wanahāran dan siang
Nūḥ berkata, "Ya Tuhan-ku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang,
فَلَمْ falam maka tidak يَزِدْهُمْ yazid'hum menambah mereka دُعَآءِىٓ duʿāī seruanku إِلَّا illā kecuali فِرَارًۭا firāran lari
maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran).
وَإِنِّى wa-innī dan sesungguhnya aku كُلَّمَا kullamā setiap kali دَعَوْتُهُمْ daʿawtuhum aku menyeru mereka لِتَغْفِرَ litaghfira agar Engkau mengampuni لَهُمْ lahum kepada mereka جَعَلُوٓا۟ jaʿalū mereka menjadikan (memasukkan) أَصَـٰبِعَهُمْ aṣābiʿahum jari-jari mereka فِىٓ fī dalam ءَاذَانِهِمْ ādhānihim telinga mereka وَٱسْتَغْشَوْا۟ wa-is'taghshaw dan mereka menutup ثِيَابَهُمْ thiyābahum baju mereka وَأَصَرُّوا۟ wa-aṣarrū dan mereka berkekalan/tetap وَٱسْتَكْبَرُوا۟ wa-is'takbarū dan mereka menyombongkan diri ٱسْتِكْبَارًۭا is'tik'bāran sangat sombong
Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya, dan menutupkan bajunya (ke mukanya), dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat.
ثُمَّ thumma kemudian إِنِّى innī sesungguhnya aku دَعَوْتُهُمْ daʿawtuhum aku telah menyeru mereka جِهَارًۭا jihāran terang-terangan
Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan1,
ثُمَّ thumma kemudian إِنِّىٓ innī sesungguhnya aku أَعْلَنتُ aʿlantu aku telah nyatakan/terang-terangan لَهُمْ lahum kepada mereka وَأَسْرَرْتُ wa-asrartu dan aku merahasiakan لَهُمْ lahum kepada mereka إِسْرَارًۭا is'rāran rahasia/diam-diam
kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) dengan terang-terangan dan dengan diam-diam1,
فَقُلْتُ faqul'tu maka aku katakan ٱسْتَغْفِرُوا۟ is'taghfirū mohonlah ampun رَبَّكُمْ rabbakum Tuhan kalian إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya Dia كَانَ kāna adalah dia غَفَّارًۭا ghaffāran Maha Pengampun
maka aku katakan kepada mereka, `Mohonlah ampun kepada Tuhan-mu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun,
يُرْسِلِ yur'sili Dia akan mengirimkan ٱلسَّمَآءَ l-samāa langit (hujan) عَلَيْكُم ʿalaykum atas kalian مِّدْرَارًۭا mid'rāran lebat
niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,
وَيُمْدِدْكُم wayum'did'kum dan Dia memanjangkan/memberimu بِأَمْوَٰلٍۢ bi-amwālin dengan harta وَبَنِينَ wabanīna dan anak-anak وَيَجْعَل wayajʿal dan dia menjadikan لَّكُمْ lakum bagi kalian جَنَّـٰتٍۢ jannātin kebun-kebun وَيَجْعَل wayajʿal dan Dia menjadikan لَّكُمْ lakum bagi kalian أَنْهَـٰرًۭا anhāran sungai-sungai
dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun, dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.
مَّا mā mengapa لَكُمْ lakum bagi kalian لَا lā tidak تَرْجُونَ tarjūna kamu mengharapkan لِلَّهِ lillahi bagi Allah وَقَارًۭا waqāran kebesaran
Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?
وَقَدْ waqad dan sesungguhnya خَلَقَكُمْ khalaqakum menciptakan kalian أَطْوَارًا aṭwāran beberapa tingkatan
Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian.1
أَلَمْ alam tidaklah تَرَوْا۟ taraw kamu perhatikan كَيْفَ kayfa bagaimana خَلَقَ khalaqa telah menciptakan ٱللَّهُ l-lahu Allah سَبْعَ sabʿa tujuh سَمَـٰوَٰتٍۢ samāwātin langit طِبَاقًۭا ṭibāqan bertingkat-tingkat
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat?
وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia telah menjadikan ٱلْقَمَرَ l-qamara bulan فِيهِنَّ fīhinna padanya نُورًۭا nūran cahaya وَجَعَلَ wajaʿala dan Dia telah menjadikan ٱلشَّمْسَ l-shamsa matahari سِرَاجًۭا sirājan pelita
Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah أَنۢبَتَكُم anbatakum menumbuhkan kamu مِّنَ mina dari ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi نَبَاتًۭا nabātan pertumbuhan
Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya,
ثُمَّ thumma kemudian يُعِيدُكُمْ yuʿīdukum Dia mengembalikan kamu فِيهَا fīhā kedalamnya وَيُخْرِجُكُمْ wayukh'rijukum dan Dia mengeluarkan kamu إِخْرَاجًۭا ikh'rājan pengeluaran
kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu (darinya pada hari kiamat) dengan sebenar-benarnya.
وَٱللَّهُ wal-lahu dan Allah جَعَلَ jaʿala menjadikan لَكُمُ lakumu bagi kalian ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi بِسَاطًۭا bisāṭan hamparan
Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan,
لِّتَسْلُكُوا۟ litaslukū supaya kamu melalui مِنْهَا min'hā dari padanya سُبُلًۭا subulan jalan-jalan فِجَاجًۭا fijājan luas
supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi itu".
قَالَ qāla berkata نُوحٌۭ nūḥun Nuh رَّبِّ rabbi ya Tuhanku إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka عَصَوْنِى ʿaṣawnī mereka mendurhakai aku وَٱتَّبَعُوا۟ wa-ittabaʿū dan mereka mengikuti مَن man orang لَّمْ lam tidak يَزِدْهُ yazid'hu menambah kepadanya مَالُهُۥ māluhu hartanya وَوَلَدُهُۥٓ wawaladuhu dan anak-anaknya إِلَّا illā kecuali خَسَارًۭا khasāran kerugian
Nūḥ berkata, "Ya Tuhan-ku, sesungguhnya mereka telah mendurhakaiku, dan telah mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak menambah kepadanya melainkan kerugian belaka,
وَمَكَرُوا۟ wamakarū dan mereka membuat tipu daya مَكْرًۭا makran tipu daya كُبَّارًۭا kubbāran yang besar
dan melakukan tipu-daya yang amat besar".
وَقَالُوا۟ waqālū dan mereka berkata لَا lā jangan sekali-kali تَذَرُنَّ tadharunna kamu meninggalkan ءَالِهَتَكُمْ ālihatakum tuhan-tuhan kamu وَلَا walā dan janganlah sekali-kali تَذَرُنَّ tadharunna kamu tinggalkan وَدًّۭا waddan wadd وَلَا walā dan jangan سُوَاعًۭا suwāʿan suwa' وَلَا walā dan jangan يَغُوثَ yaghūtha yagus وَيَعُوقَ wayaʿūqa dan ya'uq وَنَسْرًۭا wanasran dan nasr
Dan mereka berkata, "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula Suwāʻ, Yagūṡ, Yaʻūq, dan Nasr"1.
وَقَدْ waqad dan sesungguhnya أَضَلُّوا۟ aḍallū mereka telah menyesatkan كَثِيرًۭا ۖ kathīran kebanyakan وَلَا walā dan jangan تَزِدِ tazidi Engkau tambahkan ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim إِلَّا illā kecuali ضَلَـٰلًۭا ḍalālan kesesatan
Dan sesudahnya mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia); dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan.
مِّمَّا mimmā dari apa/disebabkan خَطِيٓـَٔـٰتِهِمْ khaṭīātihim kesalahan-kesalahan mereka أُغْرِقُوا۟ ugh'riqū mereka ditenggelamkan فَأُدْخِلُوا۟ fa-ud'khilū lalu mereka dimasukkan نَارًۭا nāran api/neraka فَلَمْ falam maka يَجِدُوا۟ yajidū mereka tidak mendapatkan لَهُم lahum bagi mereka مِّن min dari دُونِ dūni selain ٱللَّهِ l-lahi Allah أَنصَارًۭا anṣāran penolong
Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Allah1.
وَقَالَ waqāla dan berkata نُوحٌۭ nūḥun Nuh رَّبِّ rabbi ya Tuhanku لَا lā jangan تَذَرْ tadhar Engkau tinggalkan/biarkan عَلَى ʿalā diatas ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi مِنَ mina dari ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir دَيَّارًا dayyāran menetap
Nūḥ berkata, "Ya Tuhan-ku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.
إِنَّكَ innaka sesungguhnya إِن in jika تَذَرْهُمْ tadharhum Engkau biarkan mereka يُضِلُّوا۟ yuḍillū mereka akan menyesatkan عِبَادَكَ ʿibādaka hamba-hamba-Mu وَلَا walā dan tidak يَلِدُوٓا۟ yalidū mereka melahirkan إِلَّا illā kecuali فَاجِرًۭا fājiran durhaka كَفَّارًۭا kaffāran sangat kufur
Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.
رَّبِّ rabbi ya Tuhanku ٱغْفِرْ igh'fir ampunilah لِى lī aku وَلِوَٰلِدَىَّ waliwālidayya dan bagi kedua orang tuaku وَلِمَن waliman dan bagi orang دَخَلَ dakhala ia masuk بَيْتِىَ baytiya rumahku مُؤْمِنًۭا mu'minan dengan beriman وَلِلْمُؤْمِنِينَ walil'mu'minīna dan bagi orang-orang laki-laki yang beriman وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ wal-mu'mināti dan orang-orang perempuan yang beriman وَلَا walā dan jangan تَزِدِ tazidi Engkau tambahkan ٱلظَّـٰلِمِينَ l-ẓālimīna orang-orang yang zalim إِلَّا illā kecuali تَبَارًۢا tabāran kebinasaan
Ya Tuhan-ku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan".