الجن
Al-Jinn
Jin Makkiyah
Memuat audio qari…
قُلْ qul katakanlah أُوحِىَ ūḥiya diwahyukan إِلَىَّ ilayya kepadaku أَنَّهُ annahu bahwasanya ٱسْتَمَعَ is'tamaʿa mendengarkan نَفَرٌۭ nafarun sekumpulan مِّنَ mina dari ٱلْجِنِّ l-jini jin فَقَالُوٓا۟ faqālū lalu mereka berkata إِنَّا innā sesungguhnya kami سَمِعْنَا samiʿ'nā kami telah mendengar قُرْءَانًا qur'ānan Al Qur'an عَجَبًۭا ʿajaban menakjubkan/mengagungkan
Katakanlah (hai Muhammad), "Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya sekumpulan jin telah mendengarkan (Al-Qur`ān), lalu mereka berkata, "Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur`ān yang menakjubkan,
يَهْدِىٓ yahdī ia memberi petunjuk إِلَى ilā kepada ٱلرُّشْدِ l-rush'di jalan yang benar فَـَٔامَنَّا faāmannā maka kami beriman بِهِۦ ۖ bihi kepadanya وَلَن walan dan tidak نُّشْرِكَ nush'rika kami mempersekutukan بِرَبِّنَآ birabbinā dengan Tuhan kami أَحَدًۭا aḥadan seseorang
(yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorang pun dengan Tuhan kami,
وَأَنَّهُۥ wa-annahu dan bahwasanya تَعَـٰلَىٰ taʿālā Maha Tinggi جَدُّ jaddu kebesaran رَبِّنَا rabbinā Tuhan kami مَا mā tidak ٱتَّخَذَ ittakhadha Dia mengambil صَـٰحِبَةًۭ ṣāḥibatan teman/isteri وَلَا walā dan tidak وَلَدًۭا waladan beranak
dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristri dan tidak (pula) beranak.
وَأَنَّهُۥ wa-annahu dan bahwasanya كَانَ kāna adalah يَقُولُ yaqūlu mengatakan سَفِيهُنَا safīhunā orang bodoh diantara kami عَلَى ʿalā atas/terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah شَطَطًۭا shaṭaṭan melampaui batas
Dan bahwasanya orang yang kurang akal dari kami selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah,1
وَأَنَّا wa-annā dan sesungguhnya kami ظَنَنَّآ ẓanannā kami mengira أَن an bahwa لَّن lan tidak akan تَقُولَ taqūla mengatakan ٱلْإِنسُ l-insu manusia وَٱلْجِنُّ wal-jinu dan jin عَلَى ʿalā terhadap ٱللَّهِ l-lahi Allah كَذِبًۭا kadhiban dusta
dan sesungguhnya kami mengira bahwa manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah.
وَأَنَّهُۥ wa-annahu dan bahwasanya كَانَ kāna adalah رِجَالٌۭ rijālun beberapa orang laki-laki مِّنَ mina dari ٱلْإِنسِ l-insi manusia يَعُوذُونَ yaʿūdhūna mereka minta perlindungan بِرِجَالٍۢ birijālin kepada beberapa laki-laki مِّنَ mina dari ٱلْجِنِّ l-jini jin فَزَادُوهُمْ fazādūhum maka mereka menjadikan bertambah رَهَقًۭا rahaqan durhaka/sombong
Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.1
وَأَنَّهُمْ wa-annahum dan bahwasannya mereka ظَنُّوا۟ ẓannū mereka menyangka كَمَا kamā sebagai mana ظَنَنتُمْ ẓanantum persangkaanmu أَن an bahwa لَّن lan tidak akan يَبْعَثَ yabʿatha membangkitkan ٱللَّهُ l-lahu Allah أَحَدًۭا aḥadan seorang
Dan sesungguhnya mereka (jin) menyangka sebagaimana persangkaan kamu (orang-orang kafir Mekah), bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang (rasul) pun,
وَأَنَّا wa-annā dan bahwasannya kami لَمَسْنَا lamasnā kami meraba-raba/intip ٱلسَّمَآءَ l-samāa langit فَوَجَدْنَـٰهَا fawajadnāhā maka kami mendapatnya مُلِئَتْ muli-at dipenuhi حَرَسًۭا ḥarasan penjagaan شَدِيدًۭا shadīdan sangat/keras وَشُهُبًۭا washuhuban dan suluh api yang menyala
dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api,
وَأَنَّا wa-annā dan bahwasannya kami كُنَّا kunnā adalah kami نَقْعُدُ naqʿudu kami duduk مِنْهَا min'hā daripadanya (langit) مَقَـٰعِدَ maqāʿida tempat-tempat duduk لِلسَّمْعِ ۖ lilssamʿi untuk mendengarkan فَمَن faman maka barangsiapa يَسْتَمِعِ yastamiʿi ia mendengarkan ٱلْـَٔانَ l-āna sekarang يَجِدْ yajid ia mendapati لَهُۥ lahu baginya شِهَابًۭا shihāban suluh api yang menyala رَّصَدًۭا raṣadan mengintai
dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang1 barang siapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu), tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).
وَأَنَّا wa-annā dan bahwasannya kami لَا lā tidak نَدْرِىٓ nadrī kami mengetahui أَشَرٌّ asharrun apakah keburukan أُرِيدَ urīda dikehendaki بِمَن biman bagi orang فِى fī di ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi أَمْ am atau أَرَادَ arāda menghendaki بِهِمْ bihim pada mereka رَبُّهُمْ rabbuhum Tuhan mereka رَشَدًۭا rashadan pimpinan/kebaikan
Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu), apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka.
وَأَنَّا wa-annā dan bahwasannya kami مِنَّا minnā sebagian dari kami ٱلصَّـٰلِحُونَ l-ṣāliḥūna orang-orang yang saleh وَمِنَّا waminnā dan sebagian dari kami دُونَ dūna tidak ذَٰلِكَ ۖ dhālika demikian كُنَّا kunnā adalah kami طَرَآئِقَ ṭarāiqa jalan-jalan قِدَدًۭا qidadan berbeda-beda
Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.
وَأَنَّا wa-annā dan bahwasannya kami ظَنَنَّآ ẓanannā kami menyangka/yakin أَن an bahwa لَّن lan tidak نُّعْجِزَ nuʿ'jiza kami dapat melemahkan/melepaskan diri ٱللَّهَ l-laha Allah فِى fī di muka ٱلْأَرْضِ l-arḍi bumi وَلَن walan dan tidak نُّعْجِزَهُۥ nuʿ'jizahu kami melemahkan/melepaskan diri daripada-Nya هَرَبًۭا haraban lari
Dan sesungguhnya kami mengetahui bahwa kami sekali-kali tidak akan dapat melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di muka bumi dan sekali-kali tidak (pula) dapat melepaskan diri (dari)-Nya dengan lari.
وَأَنَّا wa-annā dan bahwasannya kami لَمَّا lammā tatkala سَمِعْنَا samiʿ'nā kami mendengar ٱلْهُدَىٰٓ l-hudā petunjuk ءَامَنَّا āmannā kami beriman بِهِۦ ۖ bihi dengannya/kepadanya فَمَن faman maka barang siapa يُؤْمِنۢ yu'min ia beriman بِرَبِّهِۦ birabbihi kepada Tuhannya فَلَا falā maka tidak يَخَافُ yakhāfu ia takut بَخْسًۭا bakhsan pengurangan وَلَا walā dan tidak رَهَقًۭا rahaqan kedurhakaan/penganiayaan
Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk (Al-Qur`ān), kami beriman kepadanya. Barang siapa beriman kepada Tuhan-nya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan.
وَأَنَّا wa-annā dan bahwasannya kami مِنَّا minnā sebagian dari kami ٱلْمُسْلِمُونَ l-mus'limūna orang-orang yang patuh وَمِنَّا waminnā dan sebagian dari kami ٱلْقَـٰسِطُونَ ۖ l-qāsiṭūna orang-orang yang sesat/menyimpang dari kebenaran فَمَنْ faman maka barang siapa أَسْلَمَ aslama ia patuh فَأُو۟لَـٰٓئِكَ fa-ulāika maka mereka itu تَحَرَّوْا۟ taḥarraw mereka menuju/memilih رَشَدًۭا rashadan pimpinan/jalan yang lurus
Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barang siapa yang yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus.
وَأَمَّا wa-ammā dan adapun ٱلْقَـٰسِطُونَ l-qāsiṭūna orang-orang yang sesat/menyimpang dari kebebasan فَكَانُوا۟ fakānū maka mereka adalah/menjadi لِجَهَنَّمَ lijahannama untuk neraka Jahannam حَطَبًۭا ḥaṭaban kayu bakar
Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi neraka Jahanam".
وَأَلَّوِ wa-allawi dan bahwa jika ٱسْتَقَـٰمُوا۟ is'taqāmū mereka tegak عَلَى ʿalā atas ٱلطَّرِيقَةِ l-ṭarīqati jalan itu لَأَسْقَيْنَـٰهُم la-asqaynāhum pasti Kami beri minum mereka مَّآءً māan air غَدَقًۭا ghadaqan melimpah
Dan bahwasanya, jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).
لِّنَفْتِنَهُمْ linaftinahum untuk Kami beri cobaan mereka فِيهِ ۚ fīhi padanya وَمَن waman dan barang siapa يُعْرِضْ yuʿ'riḍ ia berpaling عَن ʿan dari ذِكْرِ dhik'ri peringatan رَبِّهِۦ rabbihi Tuhannya يَسْلُكْهُ yasluk'hu Dia akan memasukkannya عَذَابًۭا ʿadhāban azab صَعَدًۭا ṣaʿadan sukar/berat
Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya. Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan Tuhan-nya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang amat berat.
وَأَنَّ wa-anna dan bahwasannya ٱلْمَسَـٰجِدَ l-masājida masjid-masjid itu لِلَّهِ lillahi kepunyaan Allah فَلَا falā maka jangan تَدْعُوا۟ tadʿū kamu menyembah/berseru مَعَ maʿa beserta ٱللَّهِ l-lahi Allah أَحَدًۭا aḥadan seseorang/sesuatu
Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.
وَأَنَّهُۥ wa-annahu dan bahwasannya لَمَّا lammā tatkala قَامَ qāma berdiri عَبْدُ ʿabdu hamba ٱللَّهِ l-lahi Allah يَدْعُوهُ yadʿūhu ia menyeru-Nya/menyembah-Nya كَادُوا۟ kādū hampir mereka يَكُونُونَ yakūnūna adalah mereka عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya لِبَدًۭا libadan berkerumun
Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadah), hampir saja jin-jin itu berdesakan mengerumuninya.
قُلْ qul katakanlah إِنَّمَآ innamā sesungguhnya adalah أَدْعُوا۟ adʿū aku menyeru/menyembah رَبِّى rabbī Tuhanku وَلَآ walā dan tidak أُشْرِكُ ush'riku aku persekutukan بِهِۦٓ bihi dengan-Nya أَحَدًۭا aḥadan seseorang/sesuatu
Katakanlah, "Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhan-ku dan aku tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya".
قُلْ qul katakanlah إِنِّى innī sesungguhnya لَآ lā tidak أَمْلِكُ amliku aku kuasa لَكُمْ lakum bagi kalian ضَرًّۭا ḍarran mudarat/bahaya وَلَا walā dan tidak رَشَدًۭا rashadan pimpinan/kemanfaatan
Katakanlah, "Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan sesuatu kemudaratan pun kepadamu dan tidak (pula) suatu kemanfaatan".
قُلْ qul katakanlah إِنِّى innī sesungguhnya لَن lan tidak dapat يُجِيرَنِى yujīranī melindungiku مِنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah أَحَدٌۭ aḥadun seseorang/satu وَلَنْ walan dan tidak أَجِدَ ajida aku mendapatkan مِن min dari دُونِهِۦ dūnihi selain-Nya مُلْتَحَدًا mul'taḥadan tempat lari/berlindung
Katakanlah, "Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorang pun yang dapat melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali tiada akan memperoleh tempat berlindung selain dari-Nya.
إِلَّا illā kecuali بَلَـٰغًۭا balāghan penyampaian مِّنَ mina dari ٱللَّهِ l-lahi Allah وَرِسَـٰلَـٰتِهِۦ ۚ warisālātihi dan risholat-Nya/amanat-amanat-Nya وَمَن waman dan barangsiapa يَعْصِ yaʿṣi mendurhakai ٱللَّهَ l-laha Allah وَرَسُولَهُۥ warasūlahu dan rasul-Nya فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya لَهُۥ lahu baginya نَارَ nāra api/neraka جَهَنَّمَ jahannama Jahannam خَـٰلِدِينَ khālidīna mereka kekal فِيهَآ fīhā di dalamnya أَبَدًا abadan selama-lamanya
Akan tetapi, (aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga إِذَا idhā apabila/tatkala رَأَوْا۟ ra-aw mereka melihat مَا mā apa يُوعَدُونَ yūʿadūna mereka dijanjikan/diancam فَسَيَعْلَمُونَ fasayaʿlamūna maka mereka akan mengetahui مَنْ man siapa أَضْعَفُ aḍʿafu lebih lemah نَاصِرًۭا nāṣiran penolong/pembantu وَأَقَلُّ wa-aqallu dan lebih sedikit عَدَدًۭا ʿadadan bilangan
Sehingga apabila mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka, maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit bilangannya".
قُلْ qul katakanlah إِنْ in tidak أَدْرِىٓ adrī aku mengetahui أَقَرِيبٌۭ aqarībun apakah dekat مَّا mā apa (azab) تُوعَدُونَ tūʿadūna kamu dijanjikan/diancam أَمْ am atau يَجْعَلُ yajʿalu menjadikan لَهُۥ lahu baginya رَبِّىٓ rabbī Tuhanku أَمَدًا amadan masa yang panjang
Katakanlah, "Aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepadamu itu dekat ataukah Tuhan-ku menjadikan bagi (kedatangan) azab itu masa yang panjang?
عَـٰلِمُ ʿālimu Maha Mengetahui ٱلْغَيْبِ l-ghaybi yang gaib فَلَا falā maka tidak يُظْهِرُ yuẓ'hiru Dia menerangkan/menyatakan عَلَىٰ ʿalā atas غَيْبِهِۦٓ ghaybihi kegaiban-Nya أَحَدًا aḥadan seseorang
(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang gaib itu.
إِلَّا illā kecuali مَنِ mani siapa/orang ٱرْتَضَىٰ ir'taḍā Dia meridhai مِن min dari رَّسُولٍۢ rasūlin rasul فَإِنَّهُۥ fa-innahu maka sesungguhnya Dia يَسْلُكُ yasluku menjalankan/mengadakan مِنۢ min dari بَيْنِ bayni antara يَدَيْهِ yadayhi kedua tangannya/hadapannya وَمِنْ wamin dan dari خَلْفِهِۦ khalfihi belakangnya رَصَدًۭا raṣadan pengintai/penjaga
Kecuali kepada rasul yang diridai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.
لِّيَعْلَمَ liyaʿlama karena Dia hendak mengetahui أَن an bahwa قَدْ qad sesungguhnya أَبْلَغُوا۟ ablaghū mereka telah menyampaikan رِسَـٰلَـٰتِ risālāti amanat/risalah رَبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka وَأَحَاطَ wa-aḥāṭa dan Dia meliputi بِمَا bimā terhadap apa لَدَيْهِمْ ladayhim di sisi/pada mereka وَأَحْصَىٰ wa-aḥṣā dan Dia menghitung كُلَّ kulla tiap-tiap/segala شَىْءٍ shayin sesuatu عَدَدًۢا ʿadadan bilangan/satu persatu
Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhan-nya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.