Tilawahku
Masuk
۞

المدثر

Al-Muddaththir

Orang yang Berkemul Makkiyah

Memuat audio qari…

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيُّهَا yāayyuhā wahai ٱلْمُدَّثِّرُ l-mudathiru orang yang berkemul

Hai orang yang berkemul (berselimut),

🔊 Sedang diputar

قُمْ qum bangunlah فَأَنذِرْ fa-andhir lalu berilah peringatan

bangunlah, lalu berilah peringatan!

🔊 Sedang diputar

وَرَبَّكَ warabbaka dan Tuhanmu فَكَبِّرْ fakabbir maka besarkan/agungkan

dan Tuhan-mu agungkanlah.

🔊 Sedang diputar

وَثِيَابَكَ wathiyābaka dan pakaianmu فَطَهِّرْ faṭahhir maka bersihkan

dan pakaianmu bersihkanlah,

🔊 Sedang diputar

وَٱلرُّجْزَ wal-ruj'za dan perbuatan dosa فَٱهْجُرْ fa-uh'jur maka tinggalkan

dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah,

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan jangan تَمْنُن tamnun kamu memberi/anugerah تَسْتَكْثِرُ tastakthiru kamu mengharap lebih banyak

dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.

🔊 Sedang diputar

وَلِرَبِّكَ walirabbika dan untuk Tuhanmu فَٱصْبِرْ fa-iṣ'bir maka bersabarlah

Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhan-mu, bersabarlah.

🔊 Sedang diputar

فَإِذَا fa-idhā maka apabila نُقِرَ nuqira ditiup فِى pada ٱلنَّاقُورِ l-nāqūri sangkakala

Apabila ditiup sangkakala,

🔊 Sedang diputar

فَذَٰلِكَ fadhālika maka demikian itu يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu يَوْمٌ yawmun hari عَسِيرٌ ʿasīrun sulit

maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit,

🔊 Sedang diputar

عَلَى ʿalā atas/bagi ٱلْكَـٰفِرِينَ l-kāfirīna orang-orang kafir غَيْرُ ghayru tidak يَسِيرٍۢ yasīrin mudah

bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah.

🔊 Sedang diputar

ذَرْنِى dharnī biarkan Aku وَمَنْ waman dan orang خَلَقْتُ khalaqtu Aku ciptakan وَحِيدًۭا waḥīdan satu/sendiri

Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang1 yang Aku telah menciptakannya sendirian.

🔊 Sedang diputar

وَجَعَلْتُ wajaʿaltu dan Aku jadikan لَهُۥ lahu baginya مَالًۭا mālan harta مَّمْدُودًۭا mamdūdan panjang/banyak

Dan Aku jadikan baginya harta benda yang banyak,

🔊 Sedang diputar

وَبَنِينَ wabanīna dan anak-anak شُهُودًۭا shuhūdan saksi-saksi/hadir

dan anak-anak yang selalu bersama dia,

🔊 Sedang diputar

وَمَهَّدتُّ wamahhadttu dan Aku lapangkan (rizki) لَهُۥ lahu baginya تَمْهِيدًۭا tamhīdan selapang-lapangnya

dan Ku-lapangkan baginya (rezeki dan kekuasaan) dengan selapang-lapangnya,

🔊 Sedang diputar

ثُمَّ thumma kemudian يَطْمَعُ yaṭmaʿu dia ingin sekali أَنْ an bahwa/supaya أَزِيدَ azīda Aku menambahnya

kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahnya.

🔊 Sedang diputar

كَلَّآ ۖ kallā sekali-kali tidak إِنَّهُۥ innahu karena sesungguhnya كَانَ kāna adalah لِـَٔايَـٰتِنَا liāyātinā kepada ayat-ayat Kami عَنِيدًۭا ʿanīdan menentang

Sekali-kali tidak (akan Aku tambah), karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami (Al-Qur`ān).

🔊 Sedang diputar

سَأُرْهِقُهُۥ sa-ur'hiquhu akan aku timpakan صَعُودًا ṣaʿūdan siksaan yang payah/berat

Aku akan membebaninya mendaki pendakian yang memayahkan.

🔊 Sedang diputar

إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya فَكَّرَ fakkara dia telah memikirkan وَقَدَّرَ waqaddara dan telah menetapkan

Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya),

🔊 Sedang diputar

فَقُتِلَ faqutila maka celakalah ia كَيْفَ kayfa bagaimanakah قَدَّرَ qaddara dia menetapkan

maka celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?

🔊 Sedang diputar

ثُمَّ thumma sesungguhnya قُتِلَ qutila celakalah dia كَيْفَ kayfa bagaimanakah قَدَّرَ qaddara dia menetapkan

kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?

🔊 Sedang diputar

ثُمَّ thumma kemudian نَظَرَ naẓara dia memperhatikan/memikirkan

kemudian dia memikirkan,

🔊 Sedang diputar

ثُمَّ thumma kemudian عَبَسَ ʿabasa dia bermasam muka وَبَسَرَ wabasara dan dia merengut

sesudah itu dia bermasam muka dan merengut,

🔊 Sedang diputar

ثُمَّ thumma kemudian أَدْبَرَ adbara dia berpaling وَٱسْتَكْبَرَ wa-is'takbara dan dia menyombongkan diri

kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri,

🔊 Sedang diputar

فَقَالَ faqāla lalu dia berkata إِنْ in tidaklah هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّا illā kecuali سِحْرٌۭ siḥ'run sihir يُؤْثَرُ yu'tharu diceritakan/dipelajari

lalu dia berkata, "(Al-Qur`ān) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu),

🔊 Sedang diputar

إِنْ in tidaklah هَـٰذَآ hādhā ini إِلَّا illā kecuali قَوْلُ qawlu perkataan ٱلْبَشَرِ l-bashari manusia

ini tidak lain hanyalah perkataan manusia".

🔊 Sedang diputar

سَأُصْلِيهِ sa-uṣ'līhi akan Aku masukkan dia سَقَرَ saqara neraka saqar

Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar.

🔊 Sedang diputar

وَمَآ wamā dan apakah أَدْرَىٰكَ adrāka kamu mengetahui مَا apa سَقَرُ saqaru neraka saqar

Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu?

🔊 Sedang diputar

لَا tidak تُبْقِى tub'qī ia meninggalkan وَلَا walā dan tidak تَذَرُ tadharu ia membiarkan

Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan1.

🔊 Sedang diputar

لَوَّاحَةٌۭ lawwāḥatun yang membakar لِّلْبَشَرِ lil'bashari bagi manusia

(Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia.

🔊 Sedang diputar

عَلَيْهَا ʿalayhā di atasnya تِسْعَةَ tis'ʿata sembilan عَشَرَ ʿashara belas

Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan tidak جَعَلْنَآ jaʿalnā Kami jadikan أَصْحَـٰبَ aṣḥāba penghuni/penjaga ٱلنَّارِ l-nāri neraka إِلَّا illā kecuali مَلَـٰٓئِكَةًۭ ۙ malāikatan malaikat وَمَا wamā dan tidak جَعَلْنَا jaʿalnā Kami jadikan عِدَّتَهُمْ ʿiddatahum bilangan mereka إِلَّا illā kecuali فِتْنَةًۭ fit'natan fitnah/cobaan لِّلَّذِينَ lilladhīna bagi orang-orang yang كَفَرُوا۟ kafarū kafir/ingkar لِيَسْتَيْقِنَ liyastayqina supaya meyakini ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab وَيَزْدَادَ wayazdāda dan bertambah ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوٓا۟ āmanū beriman إِيمَـٰنًۭا ۙ īmānan keimanan وَلَا walā dan tidak يَرْتَابَ yartāba ragu-ragu ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أُوتُوا۟ ūtū (mereka) diberi ٱلْكِتَـٰبَ l-kitāba Kitab وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۙ wal-mu'minūna dan orang-orang yang beriman وَلِيَقُولَ waliyaqūla dan supaya mengatakan ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang فِى dalam قُلُوبِهِم qulūbihim hati mereka مَّرَضٌۭ maraḍun penyakit وَٱلْكَـٰفِرُونَ wal-kāfirūna dan orang-orang kafir مَاذَآ mādhā apakah أَرَادَ arāda menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah بِهَـٰذَا bihādhā dengan ini مَثَلًۭا ۚ mathalan perumpamaan كَذَٰلِكَ kadhālika demikianlah يُضِلُّ yuḍillu menyesatkan ٱللَّهُ l-lahu Allah مَن man siapa/orang يَشَآءُ yashāu Dia kehendaki وَيَهْدِى wayahdī dan Dia memberi petunjuk مَن man siapa/orang يَشَآءُ ۚ yashāu Dia kehendaki وَمَا wamā dan tidak يَعْلَمُ yaʿlamu mengetahui جُنُودَ junūda bala tentara رَبِّكَ rabbika Tuhanmu إِلَّا illā kecuali هُوَ ۚ huwa Dia وَمَا wamā dan tidaklah هِىَ hiya ia إِلَّا illā kecuali ذِكْرَىٰ dhik'rā peringatan لِلْبَشَرِ lil'bashari bagi manusia

Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Alkitab menjadi yakin, dan supaya orang yang beriman bertambah imannya, dan supaya orang-orang yang diberi Alkitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu, dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan), "Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?" Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhan-mu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.

🔊 Sedang diputar

كَلَّا kallā sekali-kali tidak وَٱلْقَمَرِ wal-qamari demi bulan

Sekali-kali tidak1, demi bulan,

🔊 Sedang diputar

وَٱلَّيْلِ wa-al-layli dan malam إِذْ idh tatkala أَدْبَرَ adbara mundur/berlalu

dan malam ketika telah berlalu,

🔊 Sedang diputar

وَٱلصُّبْحِ wal-ṣub'ḥi dan subuh إِذَآ idhā tatkala أَسْفَرَ asfara terbit/terang

dan subuh apabila mulai terang.

🔊 Sedang diputar

إِنَّهَا innahā sesungguhnya ia (saqar) لَإِحْدَى la-iḥ'dā salah satu ٱلْكُبَرِ l-kubari amat besar

Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang amat besar,

🔊 Sedang diputar

نَذِيرًۭا nadhīran peringatan لِّلْبَشَرِ lil'bashari bagi manusia

sebagai ancaman bagi manusia.

🔊 Sedang diputar

لِمَن liman bagi siapa شَآءَ shāa menghendaki مِنكُمْ minkum diantara kamu أَن an bahwa يَتَقَدَّمَ yataqaddama akan maju أَوْ aw atau يَتَأَخَّرَ yata-akhara akan mundur

(Yaitu) bagi siapa di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur1.

🔊 Sedang diputar

كُلُّ kullu tiap-tiap نَفْسٍۭ nafsin jiwa/diri بِمَا bimā terhadap apa كَسَبَتْ kasabat ia usahakan/ia perbuat رَهِينَةٌ rahīnatun tergadai/terikat

Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,

🔊 Sedang diputar

إِلَّآ illā kecuali أَصْحَـٰبَ aṣḥāba kaum/golongan ٱلْيَمِينِ l-yamīni kanan

kecuali golongan kanan,

🔊 Sedang diputar

فِى dalam جَنَّـٰتٍۢ jannātin sorga يَتَسَآءَلُونَ yatasāalūna mereka saling bertanya

berada di dalam surga, mereka tanya menanya,

🔊 Sedang diputar

عَنِ ʿani dari/tentang ٱلْمُجْرِمِينَ l-muj'rimīna orang-orang yang berdosa

tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,

🔊 Sedang diputar

مَا apa yang سَلَكَكُمْ salakakum memasukkan kamu فِى dalam سَقَرَ saqara neraka saqar

"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?"

🔊 Sedang diputar

قَالُوا۟ qālū mereka berkata لَمْ lam tidak ada نَكُ naku kami مِنَ mina dari ٱلْمُصَلِّينَ l-muṣalīna orang-orang yang mengerjakan sholat

Mereka menjawab, "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan salat,

🔊 Sedang diputar

وَلَمْ walam dan tidak ada نَكُ naku kami نُطْعِمُ nuṭ'ʿimu kami memberi makan ٱلْمِسْكِينَ l-mis'kīna orang-orang miskin

dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin,

🔊 Sedang diputar

وَكُنَّا wakunnā dan kami adalah نَخُوضُ nakhūḍu kami mencela/memperolok-olok مَعَ maʿa bersama ٱلْخَآئِضِينَ l-khāiḍīna orang-orang yang mencela/memperolok-olok

dan adalah kami membicarakan yang batil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya,

🔊 Sedang diputar

وَكُنَّا wakunnā dan kami adalah نُكَذِّبُ nukadhibu kami mendustakan بِيَوْمِ biyawmi dengan hari ٱلدِّينِ l-dīni pembalasan

dan adalah kami mendustakan hari pembalasan,

🔊 Sedang diputar

حَتَّىٰٓ ḥattā sehingga أَتَىٰنَا atānā datang kepada kami ٱلْيَقِينُ l-yaqīnu kepastian

hingga datang kepada kami kematian".

🔊 Sedang diputar

فَمَا famā maka tidak تَنفَعُهُمْ tanfaʿuhum berguna kepada mereka شَفَـٰعَةُ shafāʿatu pertolongan/syafaat ٱلشَّـٰفِعِينَ l-shāfiʿīna orang-orang yang memberi pertolongan/syafaat

Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yang memberikan syafaat.

🔊 Sedang diputar

فَمَا famā maka mengapa لَهُمْ lahum bagi mereka عَنِ ʿani dari ٱلتَّذْكِرَةِ l-tadhkirati peringatan مُعْرِضِينَ muʿ'riḍīna orang-orang yang berpaling

Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)?

🔊 Sedang diputar

كَأَنَّهُمْ ka-annahum seakan-akan mereka حُمُرٌۭ ḥumurun keledai مُّسْتَنفِرَةٌۭ mus'tanfiratun yang terkejut

seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut,

🔊 Sedang diputar

فَرَّتْ farrat ia lari مِن min dari قَسْوَرَةٍۭ qaswaratin singa

lari daripada singa.

🔊 Sedang diputar

بَلْ bal bahkan يُرِيدُ yurīdu menghendaki كُلُّ kullu tiap-tiap ٱمْرِئٍۢ im'ri-in seseorang مِّنْهُمْ min'hum di antara mereka أَن an untuk يُؤْتَىٰ yu'tā diberi ia صُحُفًۭا ṣuḥufan lembaran-lembaran مُّنَشَّرَةًۭ munasharatan ditebarkan/terbuka

Bahkan tiap-tiap orang dari mereka berkehendak supaya diberikan kepadanya lembaran-lembaran yang terbuka.

🔊 Sedang diputar

كَلَّا ۖ kallā sekali-kali tidak بَل bal bahkan لَّا tidak يَخَافُونَ yakhāfūna mereka takut ٱلْـَٔاخِرَةَ l-ākhirata hari akhirat

Sekali-kali tidak. Sebenarnya mereka tidak takut kepada negeri akhirat.

🔊 Sedang diputar

كَلَّآ kallā sekali-kali tidak إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia تَذْكِرَةٌۭ tadhkiratun peringatan/pelajaran

Sekali-kali tidak demikian halnya. Sesungguhnya Al-Qur`ān itu adalah peringatan.

🔊 Sedang diputar

فَمَن faman maka barangsiapa شَآءَ shāa dia menghendaki ذَكَرَهُۥ dhakarahu dia mengingatnya

Maka barang siapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran darinya (Al-Qur`ān).

🔊 Sedang diputar

وَمَا wamā dan tidak يَذْكُرُونَ yadhkurūna mereka mengingat إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa يَشَآءَ yashāa menghendaki ٱللَّهُ ۚ l-lahu Allah هُوَ huwa Dia أَهْلُ ahlu berhak/patut ٱلتَّقْوَىٰ l-taqwā takwa/taat وَأَهْلُ wa-ahlu dan berhak/patut ٱلْمَغْفِرَةِ l-maghfirati ampunan

Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dia (Allah) adalah Tuhan Yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan berhak memberi ampun.

Ayat /56