Tilawahku
Masuk
۞

القيامة

Al-Qiyamah

Hari Berbangkit Makkiyah

Memuat audio qari…

🔊 Sedang diputar

لَآ benar-benar أُقْسِمُ uq'simu aku bersumpah بِيَوْمِ biyawmi dengan hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat

Aku bersumpah demi hari kiamat,

🔊 Sedang diputar

وَلَآ walā dan benar-benar أُقْسِمُ uq'simu aku bersumpah بِٱلنَّفْسِ bil-nafsi dengan jiwa ٱللَّوَّامَةِ l-lawāmati mencela/menyesali

dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri)1.

🔊 Sedang diputar

أَيَحْسَبُ ayaḥsabu apakah mengira ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia أَلَّن allan bahwa tidak نَّجْمَعَ najmaʿa Kami mengumpulkan عِظَامَهُۥ ʿiẓāmahu tulang-belulangnya

Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?

🔊 Sedang diputar

بَلَىٰ balā yang benar/bahkan قَـٰدِرِينَ qādirīna berkuasa عَلَىٰٓ ʿalā atas أَن an dari نُّسَوِّىَ nusawwiya Kami menyempurnakan بَنَانَهُۥ banānahu jari-jemarinya

Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.

🔊 Sedang diputar

بَلْ bal bahkan يُرِيدُ yurīdu menghendaki ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia لِيَفْجُرَ liyafjura untuk membuat durhaka أَمَامَهُۥ amāmahu di hadapannya/di masa depan

Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus.

🔊 Sedang diputar

يَسْـَٔلُ yasalu ia bertanya أَيَّانَ ayyāna bilakah يَوْمُ yawmu hari ٱلْقِيَـٰمَةِ l-qiyāmati kiamat

Ia bertanya, "Bilakah hari kiamat itu?"

🔊 Sedang diputar

فَإِذَا fa-idhā maka tatkala بَرِقَ bariqa bingung/takut ٱلْبَصَرُ l-baṣaru pandangan/mata

Maka apabila mata terbelalak (ketakutan),

🔊 Sedang diputar

وَخَسَفَ wakhasafa dan gelap/hilang cahaya ٱلْقَمَرُ l-qamaru bulan

dan apabila bulan telah hilang cahayanya,

🔊 Sedang diputar

وَجُمِعَ wajumiʿa dan dikumpulkan ٱلشَّمْسُ l-shamsu matahari وَٱلْقَمَرُ wal-qamaru dan bulan

dan matahari dan bulan dikumpulkan,

🔊 Sedang diputar

يَقُولُ yaqūlu berkata ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia يَوْمَئِذٍ yawma-idhin pada hari itu أَيْنَ ayna dimana/kemana ٱلْمَفَرُّ l-mafaru tempat lari

pada hari itu manusia berkata, "Ke mana tempat lari?"

🔊 Sedang diputar

كَلَّا kallā sekali-kali tidak لَا tidak وَزَرَ wazara tempat lari/berlindung

sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung!

🔊 Sedang diputar

إِلَىٰ ilā kepada رَبِّكَ rabbika Tuhanmu يَوْمَئِذٍ yawma-idhin pada hari itu ٱلْمُسْتَقَرُّ l-mus'taqaru tempat menetap/kembali

Hanya kepada Tuhan-mu sajalah pada hari itu tempat kembali.

🔊 Sedang diputar

يُنَبَّؤُا۟ yunabba-u diberitahukan ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia يَوْمَئِذٍۭ yawma-idhin pada hari itu بِمَا bimā tentang apa قَدَّمَ qaddama dia kerjakan/dahulukan وَأَخَّرَ wa-akhara dia akhirkan/lalaikan

Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.

🔊 Sedang diputar

بَلِ bali bahkan ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia عَلَىٰ ʿalā atas نَفْسِهِۦ nafsihi dirinya بَصِيرَةٌۭ baṣīratun melihat terang (menjadi saksi)

Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri1,

🔊 Sedang diputar

وَلَوْ walaw walaupun/meskipun أَلْقَىٰ alqā dia lemparkan/kemukakan مَعَاذِيرَهُۥ maʿādhīrahu uzurnya/alasan-alasannya

meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.

🔊 Sedang diputar

لَا jangan تُحَرِّكْ tuḥarrik kamu gerakkan بِهِۦ bihi dengannya/padanya لِسَانَكَ lisānaka lisanmu/lidahmu لِتَعْجَلَ litaʿjala karena kamu hendak bersegera بِهِۦٓ bihi dengannya/padanya

Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur`ān karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya1.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya عَلَيْنَا ʿalaynā atas Kami جَمْعَهُۥ jamʿahu mengumpulkannya وَقُرْءَانَهُۥ waqur'ānahu dan membacakannya

Sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.

🔊 Sedang diputar

فَإِذَا fa-idhā maka apabila قَرَأْنَـٰهُ qaranāhu Kami telah membacakannya فَٱتَّبِعْ fa-ittabiʿ maka ikutilah قُرْءَانَهُۥ qur'ānahu bacaannya

Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.

🔊 Sedang diputar

ثُمَّ thumma kemudian إِنَّ inna sesungguhnya عَلَيْنَا ʿalaynā atas Kami بَيَانَهُۥ bayānahu penjelasannya

Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah penjelasannya.

🔊 Sedang diputar

كَلَّا kallā tidak sekali-kali بَلْ bal bahkan/tetapi تُحِبُّونَ tuḥibbūna kamu mencintai ٱلْعَاجِلَةَ l-ʿājilata yang cepat

Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia,

🔊 Sedang diputar

وَتَذَرُونَ watadharūna dan kamu meninggalkan ٱلْـَٔاخِرَةَ l-ākhirata akhirat

dan meninggalkan (kehidupan) akhirat.

🔊 Sedang diputar

وُجُوهٌۭ wujūhun wajah-wajah يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu نَّاضِرَةٌ nāḍiratun berseri-seri

Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri.

🔊 Sedang diputar

إِلَىٰ ilā kepada رَبِّهَا rabbihā Tuhannya نَاظِرَةٌۭ nāẓiratun melihat

Kepada Tuhan-nyalah mereka melihat.

🔊 Sedang diputar

وَوُجُوهٌۭ wawujūhun dan wajah-wajah يَوْمَئِذٍۭ yawma-idhin pada hari itu بَاسِرَةٌۭ bāsiratun masam/muram

Dan wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram,

🔊 Sedang diputar

تَظُنُّ taẓunnu ia mengira أَن an bahwa يُفْعَلَ yuf'ʿala akan dibuat/ditimpakan بِهَا bihā dengannya/kepadanya فَاقِرَةٌۭ fāqiratun kebinasaan/malapetaka besar

mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang amat dahsyat.

🔊 Sedang diputar

كَلَّآ kallā sekali-kali tidak إِذَا idhā apabila بَلَغَتِ balaghati ia telah sampai ٱلتَّرَاقِىَ l-tarāqiya kerongkongan

Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan,

🔊 Sedang diputar

وَقِيلَ waqīla dan dikatakan مَنْ ۜ man siapa رَاقٍۢ rāqin menjampi/mengobati

dan dikatakan (kepadanya), "Siapakah yang dapat menyembuhkan?"

🔊 Sedang diputar

وَظَنَّ waẓanna dan dia menyangka أَنَّهُ annahu sesungguhnya ia/itu ٱلْفِرَاقُ l-firāqu berpisah

Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia),

🔊 Sedang diputar

وَٱلْتَفَّتِ wal-tafati dan bertaut/berbelit ٱلسَّاقُ l-sāqu betis بِٱلسَّاقِ bil-sāqi dengan betis

dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan)1,

🔊 Sedang diputar

إِلَىٰ ilā kepada رَبِّكَ rabbika Tuhanmu يَوْمَئِذٍ yawma-idhin pada hari itu ٱلْمَسَاقُ l-masāqu tempat kembali

kepada Tuhan-mulah pada hari itu kamu dihalau.

🔊 Sedang diputar

فَلَا falā maka/karena tidak صَدَّقَ ṣaddaqa dia membenarkan وَلَا walā dan tidak صَلَّىٰ ṣallā dia mengerjakan sholat

Dan ia tidak mau membenarkan (rasul dan Al-Qur`ān) dan tidak mau mengerjakan salat,

🔊 Sedang diputar

وَلَـٰكِن walākin tetapi كَذَّبَ kadhaba dia mendustakan وَتَوَلَّىٰ watawallā dan dia berpaling

tetapi ia mendustakan (rasul) dan berpaling (dari kebenaran),

🔊 Sedang diputar

ثُمَّ thumma kemudian ذَهَبَ dhahaba dia pergi إِلَىٰٓ ilā kepada أَهْلِهِۦ ahlihi ahlinya/keluarganya يَتَمَطَّىٰٓ yatamaṭṭā dengan sombong

kemudian ia pergi kepada ahlinya dengan berlagak (sombong).

🔊 Sedang diputar

أَوْلَىٰ awlā lebih utama/kecelakaan لَكَ laka bagimu فَأَوْلَىٰ fa-awlā maka lebih utama/kecelakaan

Kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu,

🔊 Sedang diputar

ثُمَّ thumma kemudian أَوْلَىٰ awlā lebih utama/kecelakaan لَكَ laka bagimu فَأَوْلَىٰٓ fa-awlā maka lebih utama/kecelakaan

kemudian kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu1.

🔊 Sedang diputar

أَيَحْسَبُ ayaḥsabu apakah mengira ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia أَن an bahwa يُتْرَكَ yut'raka ia ditinggalkan سُدًى sudan begitu saja

Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?

🔊 Sedang diputar

أَلَمْ alam bukankah يَكُ yaku ia adalah نُطْفَةًۭ nuṭ'fatan setetes مِّن min dari مَّنِىٍّۢ maniyyin air mani يُمْنَىٰ yum'nā ditumpahkan

Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim),

🔊 Sedang diputar

ثُمَّ thumma kemudian كَانَ kāna adalah dia عَلَقَةًۭ ʿalaqatan segumpal darah فَخَلَقَ fakhalaqa lalu Dia ciptakan فَسَوَّىٰ fasawwā lalu Dia sempurnakan

kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya,

🔊 Sedang diputar

فَجَعَلَ fajaʿala maka/lalu Dia jadikan مِنْهُ min'hu daripadanya ٱلزَّوْجَيْنِ l-zawjayni dua jodoh/pasang ٱلذَّكَرَ l-dhakara laki-laki وَٱلْأُنثَىٰٓ wal-unthā dan perempuan

lalu Allah menjadikan darinya sepasang, laki-laki dan perempuan.

🔊 Sedang diputar

أَلَيْسَ alaysa tidakkah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu بِقَـٰدِرٍ biqādirin berkuasa عَلَىٰٓ ʿalā atas أَن an bahwa يُحْـِۧىَ yuḥ'yiya menghidupkan ٱلْمَوْتَىٰ l-mawtā orang mati

Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?

Ayat /40