Tilawahku
Masuk
۞

النازعات

An-Nazi'at

Malaikat yang Mencabut Makkiyah

Memuat audio qari…

🔊 Sedang diputar

وَٱلنَّـٰزِعَـٰتِ wal-nāziʿāti demi yang mencabut غَرْقًۭا gharqan dengan keras

Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras,

🔊 Sedang diputar

وَٱلنَّـٰشِطَـٰتِ wal-nāshiṭāti dan yang mencabut نَشْطًۭا nashṭan perlahan-lahan

dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut,

🔊 Sedang diputar

وَٱلسَّـٰبِحَـٰتِ wal-sābiḥāti dan yang turun سَبْحًۭا sabḥan cepat

dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat,

🔊 Sedang diputar

فَٱلسَّـٰبِقَـٰتِ fal-sābiqāti dan yang mendahului سَبْقًۭا sabqan dengan kencang

dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang,

🔊 Sedang diputar

فَٱلْمُدَبِّرَٰتِ fal-mudabirāti dan yang mengatur أَمْرًۭا amran urusan

dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia).1

🔊 Sedang diputar

يَوْمَ yawma hari تَرْجُفُ tarjufu bergoncang ٱلرَّاجِفَةُ l-rājifatu goncangan

(Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam,

🔊 Sedang diputar

تَتْبَعُهَا tatbaʿuhā mengikutinya ٱلرَّادِفَةُ l-rādifatu yang mengiringi

tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua.

🔊 Sedang diputar

قُلُوبٌۭ qulūbun hati-hati يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu وَاجِفَةٌ wājifatun berdebar/sangat takut

Hati manusia pada waktu itu sangat takut,

🔊 Sedang diputar

أَبْصَـٰرُهَا abṣāruhā pandangannya خَـٰشِعَةٌۭ khāshiʿatun takut/tertunduk

pandangannya tunduk.

🔊 Sedang diputar

يَقُولُونَ yaqūlūna mereka berkata أَءِنَّا a-innā apakah sesungguhnya kami لَمَرْدُودُونَ lamardūdūna sungguh akan dikembalikan فِى dalam ٱلْحَافِرَةِ l-ḥāfirati keadaan semula

(Orang-orang kafir) berkata, "Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula1?

🔊 Sedang diputar

أَءِذَا a-idhā apakah apabila كُنَّا kunnā kami adalah/menjadi عِظَـٰمًۭا ʿiẓāman tulang belulang نَّخِرَةًۭ nakhiratan hancur

Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?"

🔊 Sedang diputar

قَالُوا۟ qālū mereka berkata تِلْكَ til'ka itu إِذًۭا idhan jika demikian كَرَّةٌ karratun pengembalian خَاسِرَةٌۭ khāsiratun kerugian

Mereka berkata, "Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan".

🔊 Sedang diputar

فَإِنَّمَا fa-innamā maka sesungguhnya hanyalah هِىَ hiya ia/pengembalian زَجْرَةٌۭ zajratun teriakan وَٰحِدَةٌۭ wāḥidatun satu/satu kali

Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah satu kali tiupan saja,

🔊 Sedang diputar

فَإِذَا fa-idhā maka tiba-tiba هُم hum mereka بِٱلسَّاهِرَةِ bil-sāhirati di permukaan bumi

maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi.

🔊 Sedang diputar

هَلْ hal apakah أَتَىٰكَ atāka telah sampai kepadamu حَدِيثُ ḥadīthu cerita مُوسَىٰٓ mūsā Musa

Sudahkah sampai kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa.

🔊 Sedang diputar

إِذْ idh tatkala نَادَىٰهُ nādāhu memanggilnya رَبُّهُۥ rabbuhu Tuhannya بِٱلْوَادِ bil-wādi di lembah ٱلْمُقَدَّسِ l-muqadasi suci طُوًى ṭuwan Tuwa

Tatkala Tuhan-nya memanggilnya di lembah suci ialah Lembah Ṭuwā;

🔊 Sedang diputar

ٱذْهَبْ idh'hab pergilah kamu إِلَىٰ ilā kepada فِرْعَوْنَ fir'ʿawna Fir'aun إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya dia طَغَىٰ ṭaghā melampui batas

"Pergilah kamu kepada Firʻawn , sesungguhnya dia telah melampaui batas,

🔊 Sedang diputar

فَقُلْ faqul maka katakanlah هَل hal apakah/maukah لَّكَ laka bagimu إِلَىٰٓ ilā kepada (untuk) أَن an untuk تَزَكَّىٰ tazakkā kamu membersihkan diri

dan katakanlah (kepada Firʻawn), "Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)".

🔊 Sedang diputar

وَأَهْدِيَكَ wa-ahdiyaka dan aku tunjukkan/pimpin kamu إِلَىٰ ilā kepada رَبِّكَ rabbika Tuhanmu فَتَخْشَىٰ fatakhshā maka (supaya) kamu takut

Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhan-mu agar supaya kamu takut kepada-Nya?"

🔊 Sedang diputar

فَأَرَىٰهُ fa-arāhu maka dia memperlihatkan padanya ٱلْـَٔايَةَ l-āyata ayat-ayat/mu'jizat ٱلْكُبْرَىٰ l-kub'rā yang besar

Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.

🔊 Sedang diputar

فَكَذَّبَ fakadhaba maka dia mendustakan وَعَصَىٰ waʿaṣā dan dia mendurhakai

Tetapi Firʻawn mendustakan dan mendurhakai.

🔊 Sedang diputar

ثُمَّ thumma kemudian أَدْبَرَ adbara dia berpaling يَسْعَىٰ yasʿā dia berusaha/berjalan

Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa).

🔊 Sedang diputar

فَحَشَرَ faḥashara maka dia mengumpulkan فَنَادَىٰ fanādā lalu dia berseru

Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya.

🔊 Sedang diputar

فَقَالَ faqāla maka dia berkata أَنَا۠ anā aku رَبُّكُمُ rabbukumu Tuhan kalian ٱلْأَعْلَىٰ l-aʿlā paling tinggi

(Seraya) berkata, "Akulah tuhanmu yang paling tinggi".

🔊 Sedang diputar

فَأَخَذَهُ fa-akhadhahu maka mengambil/menyiksanya ٱللَّهُ l-lahu Allah نَكَالَ nakāla siksa ٱلْـَٔاخِرَةِ l-ākhirati akhirat وَٱلْأُولَىٰٓ wal-ūlā dan dunia

Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia.

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya فِى di dalam ذَٰلِكَ dhālika itu لَعِبْرَةًۭ laʿib'ratan benar-benar pelajaran لِّمَن liman bagi orang يَخْشَىٰٓ yakhshā takut

Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhan-nya).

🔊 Sedang diputar

ءَأَنتُمْ a-antum apakah kamu أَشَدُّ ashaddu sangat خَلْقًا khalqan penciptaan أَمِ ami atau ٱلسَّمَآءُ ۚ l-samāu langit بَنَىٰهَا banāhā Dia telah membinanya

Apakah kamu yang lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membangunnya,

🔊 Sedang diputar

رَفَعَ rafaʿa Dia meninggikan سَمْكَهَا samkahā bangunannya فَسَوَّىٰهَا fasawwāhā lalu Dia sempurnakannya

Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,

🔊 Sedang diputar

وَأَغْطَشَ wa-aghṭasha dan Dia jadikan gelap لَيْلَهَا laylahā malamnya وَأَخْرَجَ wa-akhraja dan Dia keluarkan/jadikan ضُحَىٰهَا ḍuḥāhā paginya/siangnya

dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.

🔊 Sedang diputar

وَٱلْأَرْضَ wal-arḍa dan bumi بَعْدَ baʿda sesudah ذَٰلِكَ dhālika demikian itu دَحَىٰهَآ daḥāhā Dia haparkannya

Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.

🔊 Sedang diputar

أَخْرَجَ akhraja Dia keluarkan مِنْهَا min'hā dari padanya مَآءَهَا māahā airnya وَمَرْعَىٰهَا wamarʿāhā dan padang rumput/tumbuh-tumbuhannya

Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.

🔊 Sedang diputar

وَٱلْجِبَالَ wal-jibāla dan gunung-gunung أَرْسَىٰهَا arsāhā Dia pancangkannya

Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh,

🔊 Sedang diputar

مَتَـٰعًۭا matāʿan kesenangan لَّكُمْ lakum bagi kalian وَلِأَنْعَـٰمِكُمْ wali-anʿāmikum dan untuk binatang ternakmu

(semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.

🔊 Sedang diputar

فَإِذَا fa-idhā maka apabila جَآءَتِ jāati telah datang ٱلطَّآمَّةُ l-ṭāmatu keributan/malapetaka ٱلْكُبْرَىٰ l-kub'rā besar

Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang.

🔊 Sedang diputar

يَوْمَ yawma hari يَتَذَكَّرُ yatadhakkaru teringat ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia مَا apa سَعَىٰ saʿā ia telah kerjakan

Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya,

🔊 Sedang diputar

وَبُرِّزَتِ waburrizati dan diperlihatkan ٱلْجَحِيمُ l-jaḥīmu neraka لِمَن liman bagi/kepada orang يَرَىٰ yarā ia melihat

dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.

🔊 Sedang diputar

فَأَمَّا fa-ammā maka adapun مَن man siapa طَغَىٰ ṭaghā melampui batas

Adapun orang yang melampaui batas,

🔊 Sedang diputar

وَءَاثَرَ waāthara dan ia senang/mengutamakan ٱلْحَيَوٰةَ l-ḥayata kehidupan ٱلدُّنْيَا l-dun'yā dunia

dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,

🔊 Sedang diputar

فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱلْجَحِيمَ l-jaḥīma neraka هِىَ hiya ia/neraka ٱلْمَأْوَىٰ l-mawā tempat tinggal

maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).

🔊 Sedang diputar

وَأَمَّا wa-ammā dan adapun مَنْ man siapa خَافَ khāfa ia takut مَقَامَ maqāma kedudukan/kebesaran رَبِّهِۦ rabbihi Tuhannya وَنَهَى wanahā dan ia menahan ٱلنَّفْسَ l-nafsa jiwa/diri عَنِ ʿani dari ٱلْهَوَىٰ l-hawā keinginan/hawa nafsu

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhan-nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,

🔊 Sedang diputar

فَإِنَّ fa-inna maka sesungguhnya ٱلْجَنَّةَ l-janata sorga هِىَ hiya ia ٱلْمَأْوَىٰ l-mawā tempat tinggal

maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).

🔊 Sedang diputar

يَسْـَٔلُونَكَ yasalūnaka mereka akan bertanya kepadamu عَنِ ʿani dari ٱلسَّاعَةِ l-sāʿati waktu/kiamat أَيَّانَ ayyāna kepada/bila مُرْسَىٰهَا mur'sāhā kedatangannya/terjadinya

(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari berbangkit, kapankah terjadinya1?

🔊 Sedang diputar

فِيمَ fīma dalam apa/mengapa أَنتَ anta kamu مِن min dari ذِكْرَىٰهَآ dhik'rāhā mengingat/menyebut

Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya)?

🔊 Sedang diputar

إِلَىٰ ilā kepada رَبِّكَ rabbika Tuhanmu مُنتَهَىٰهَآ muntahāhā kesudahannya

Kepada Tuhan-mulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya).

🔊 Sedang diputar

إِنَّمَآ innamā sesungguhnya hanyalah أَنتَ anta kamu مُنذِرُ mundhiru pemberi peringatan مَن man dari يَخْشَىٰهَا yakhshāhā ia takut kepadanya

Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari berbangkit).

🔊 Sedang diputar

كَأَنَّهُمْ ka-annahum seakan-akan mereka يَوْمَ yawma hari يَرَوْنَهَا yarawnahā mereka melihatnya لَمْ lam tidak يَلْبَثُوٓا۟ yalbathū mereka tinggal إِلَّا illā kecuali عَشِيَّةً ʿashiyyatan di waktu sore أَوْ aw atau ضُحَىٰهَا ḍuḥāhā pagi harinya

Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari1.

Ayat /46