عبس
'Abasa
Ia Bermuka Masam Makkiyah
Memuat audio qari…
عَبَسَ ʿabasa dia bermuka masam وَتَوَلَّىٰٓ watawallā dan dia berpaling
Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,
أَن an sesungguhnya جَآءَهُ jāahu datang kepadanya ٱلْأَعْمَىٰ l-aʿmā seorang buta
karena telah datang seorang buta1 kepadanya.
وَمَا wamā dan apakah يُدْرِيكَ yud'rīka tahukah kamu لَعَلَّهُۥ laʿallahu barangkali dia يَزَّكَّىٰٓ yazzakkā ia membersihkan diri
Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa),
أَوْ aw atau يَذَّكَّرُ yadhakkaru ia mendapatkan pengajaran فَتَنفَعَهُ fatanfaʿahu lalu memberi manfaat kepadanya ٱلذِّكْرَىٰٓ l-dhik'rā pengajaran
atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?
أَمَّا ammā adapun مَنِ mani siapa ٱسْتَغْنَىٰ is'taghnā merasa kaya/cukup
Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup,1
فَأَنتَ fa-anta maka kamu لَهُۥ lahu kepadanya تَصَدَّىٰ taṣaddā menghadapi/layani
maka kamu melayaninya.
وَمَا wamā dan tidak عَلَيْكَ ʿalayka atasmu أَلَّا allā bahwa tidak يَزَّكَّىٰ yazzakkā ia membersihkan diri
Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman).
وَأَمَّا wa-ammā dan adapun مَن man siapa/orang جَآءَكَ jāaka datang kapadamu يَسْعَىٰ yasʿā berjalan/bersegera
Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),
وَهُوَ wahuwa dan dia يَخْشَىٰ yakhshā ia takut
sedang ia takut kepada (Allah),
فَأَنتَ fa-anta maka kamu عَنْهُ ʿanhu dari padanya تَلَهَّىٰ talahhā kamu mengabaikannya
maka kamu mengabaikannya.
كَلَّآ kallā sekali-kali jangan/tidak إِنَّهَا innahā sesungguhnya ia/itu تَذْكِرَةٌۭ tadhkiratun peringatan/pengajaran
Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan,
فَمَن faman maka barang siapa شَآءَ shāa ia menghendaki ذَكَرَهُۥ dhakarahu ia mengingat/memperhatikannya
maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya,
فِى fī dalam صُحُفٍۢ ṣuḥufin lembaran-lembaran مُّكَرَّمَةٍۢ mukarramatin dimuliakan
di dalam kitab-kitab yang dimuliakan, 1
مَّرْفُوعَةٍۢ marfūʿatin ditinggikan مُّطَهَّرَةٍۭ muṭahharatin disucikan
yang ditinggikan lagi disucikan,
بِأَيْدِى bi-aydī di tangan-tangan سَفَرَةٍۢ safaratin para utusan
di tangan para penulis (malaikat),
كِرَامٍۭ kirāmin yang mulia بَرَرَةٍۢ bararatin yang berbakti
yang mulia lagi berbakti.
قُتِلَ qutila dibunuh/binasa ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia مَآ mā apa أَكْفَرَهُۥ akfarahu kekafirannya
Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya!
مِنْ min dari أَىِّ ayyi apa شَىْءٍ shayin sesuatu خَلَقَهُۥ khalaqahu Dia menciptakannya
Dari apakah Allah menciptakannya?
مِن min dari نُّطْفَةٍ nuṭ'fatin setetes mani خَلَقَهُۥ khalaqahu Dia menciptakannya فَقَدَّرَهُۥ faqaddarahu lalu Dia menentukannya
Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya1.
ثُمَّ thumma kemudian ٱلسَّبِيلَ l-sabīla jalan يَسَّرَهُۥ yassarahu Dia memudahkannya
Kemudian Dia memudahkan jalannya1.
ثُمَّ thumma kemudian أَمَاتَهُۥ amātahu Dia mematikannya فَأَقْبَرَهُۥ fa-aqbarahu lalu Dia memasukkannya dalam kubur
kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur,
ثُمَّ thumma kemudian إِذَا idhā apabila شَآءَ shāa Dia menghendaki أَنشَرَهُۥ ansharahu Dia membangkitkan
kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali.
كَلَّا kallā sekali-kali jangan لَمَّا lammā belum يَقْضِ yaqḍi ia melaksanakan مَآ mā apa أَمَرَهُۥ amarahu Dia perintahkan kepadanya
Sekali-kali jangan; manusia itu belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya,
فَلْيَنظُرِ falyanẓuri maka hendaklah ia memperhatikan ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia إِلَىٰ ilā kepada طَعَامِهِۦٓ ṭaʿāmihi makanannya
maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.
اَنَّا annā sesungguhnya kami صَبَبْنَا ṣababnā Kami telah mencurahkan ٱلْمَآءَ l-māa air صَبًّۭا ṣabban tercurah
Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit),
ثُمَّ thumma kemudian شَقَقْنَا shaqaqnā Kami belah ٱلْأَرْضَ l-arḍa bumi شَقًّۭا shaqqan belahan (sebaik-baiknya)
kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya,
فَأَنۢبَتْنَا fa-anbatnā lalu Kami tumbuhkan فِيهَا fīhā padanya حَبًّۭا ḥabban biji-bijian
lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu,
وَعِنَبًۭا waʿinaban dan angur وَقَضْبًۭا waqaḍban dan sayur-sayuran
anggur dan sayur-sayuran,
وَزَيْتُونًۭا wazaytūnan dan zaitun وَنَخْلًۭا wanakhlan dan korma
zaitun dan pohon kurma,
وَحَدَآئِقَ waḥadāiqa dan kebun-kebun غُلْبًۭا ghul'ban subur/lebat
kebun-kebun (yang) lebat,
وَفَـٰكِهَةًۭ wafākihatan dan buah-buahan وَأَبًّۭا wa-abban dan ruput-rumputan
dan buah-buahan serta rumput-rumputan,
مَّتَـٰعًۭا matāʿan kesenangan لَّكُمْ lakum bagi kalian وَلِأَنْعَـٰمِكُمْ wali-anʿāmikum dan bagi binatang ternakmu
untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.
فَإِذَا fa-idhā maka apabila جَآءَتِ jāati telah datang ٱلصَّآخَّةُ l-ṣākhatu suara memekakan
Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua),
يَوْمَ yawma pada hari يَفِرُّ yafirru lari ٱلْمَرْءُ l-maru manusia مِنْ min dari أَخِيهِ akhīhi saudaranya
pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,
وَأُمِّهِۦ wa-ummihi dan ibunya وَأَبِيهِ wa-abīhi dan bapaknya
dari ibu dan bapaknya,
وَصَـٰحِبَتِهِۦ waṣāḥibatihi dan istrinya وَبَنِيهِ wabanīhi dan anak-anaknya
dari istri dan anak-anaknya.
لِكُلِّ likulli bagi setiap ٱمْرِئٍۢ im'ri-in seseorang مِّنْهُمْ min'hum dari mereka يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu شَأْنٌۭ shanun urusan يُغْنِيهِ yugh'nīhi menyibukkan
Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.
وُجُوهٌۭ wujūhun wajah-wajah يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu مُّسْفِرَةٌۭ mus'firatun gembira ria
Banyak muka pada hari itu berseri-seri,
ضَاحِكَةٌۭ ḍāḥikatun tertawa مُّسْتَبْشِرَةٌۭ mus'tabshiratun gembira-ria
tertawa dan bergembira ria,
وَوُجُوهٌۭ wawujūhun dan wajah-wajah يَوْمَئِذٍ yawma-idhin pada hari itu عَلَيْهَا ʿalayhā atasnya غَبَرَةٌۭ ghabaratun tertutup debu
dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu,
تَرْهَقُهَا tarhaquhā menutupinya قَتَرَةٌ qataratun kegelapan
dan ditutup lagi oleh kegelapan1.
أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itulah هُمُ humu mereka ٱلْكَفَرَةُ l-kafaratu orang-orang kafir ٱلْفَجَرَةُ l-fajaratu durhaka
Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka.