التكوير
At-Takwir
Menggulung Makkiyah
Memuat audio qari…
إِذَا idhā apabila ٱلشَّمْسُ l-shamsu matahari كُوِّرَتْ kuwwirat digulung
Apabila matahari digulung,
وَإِذَا wa-idhā dan apabila ٱلنُّجُومُ l-nujūmu bintang-bintang ٱنكَدَرَتْ inkadarat berjatuhan
dan apabila bintang-bintang berjatuhan,
وَإِذَا wa-idhā dan apabila ٱلْجِبَالُ l-jibālu gunung-gunung سُيِّرَتْ suyyirat dijalankan/dihancurkan
dan apabila gunung-gunung dihancurkan,
وَإِذَا wa-idhā dan apabila ٱلْعِشَارُ l-ʿishāru unta-unta bunting عُطِّلَتْ ʿuṭṭilat dibiarkan/ditinggalkan
dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan),
وَإِذَا wa-idhā dan apabila ٱلْوُحُوشُ l-wuḥūshu binatang-binatang liar/buas حُشِرَتْ ḥushirat dikumpulkan
dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,
وَإِذَا wa-idhā dan apabila ٱلْبِحَارُ l-biḥāru lautan سُجِّرَتْ sujjirat dijadikan meluap
dan apabila lautan dipanaskan,
وَإِذَا wa-idhā dan apabila ٱلنُّفُوسُ l-nufūsu jiwa/ruh-ruh زُوِّجَتْ zuwwijat dijodohkan/dipertemukan
dan apabila roh-roh dipertemukan (dengan tubuh),
وَإِذَا wa-idhā dan apabila ٱلْمَوْءُۥدَةُ l-mawūdatu bayi perempuan dikubur hidup-hidup سُئِلَتْ su-ilat ditanya
dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,
بِأَىِّ bi-ayyi karena ذَنۢبٍۢ dhanbin dosa قُتِلَتْ qutilat ia dibunuh
karena dosa apakah dia dibunuh,
وَإِذَا wa-idhā dan apabila ٱلصُّحُفُ l-ṣuḥufu lembaran-lembaran/catatan نُشِرَتْ nushirat disebarkan/dibuka
dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka,
وَإِذَا wa-idhā dan apabila ٱلسَّمَآءُ l-samāu langit كُشِطَتْ kushiṭat dibuka/tabirnya/dilenyapkan
dan apabila langit dilenyapkan,
وَإِذَا wa-idhā dan apabila ٱلْجَحِيمُ l-jaḥīmu neraka سُعِّرَتْ suʿʿirat dinyalakan
dan apabila neraka Jaḥīm dinyalakan,
وَإِذَا wa-idhā dan apabila ٱلْجَنَّةُ l-janatu surga أُزْلِفَتْ uz'lifat didekatkan
dan apabila surga didekatkan,
عَلِمَتْ ʿalimat mengetahu نَفْسٌۭ nafsun diri/jiwa مَّآ mā apa أَحْضَرَتْ aḥḍarat ia sediakan/kerjakan
maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.
فَلَآ falā maka sungguh أُقْسِمُ uq'simu Aku bersumpah بِٱلْخُنَّسِ bil-khunasi dengan bintang-bintang
Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang,
ٱلْجَوَارِ al-jawāri beredar/terbit ٱلْكُنَّسِ l-kunasi berlindung/terbenam
yang beredar dan terbenam,
وَٱلَّيْلِ wa-al-layli dan malam إِذَا idhā apabila عَسْعَسَ ʿasʿasa hampir habis/pergi
demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya,
وَٱلصُّبْحِ wal-ṣub'ḥi dan pagi/subuh إِذَا idhā apabila تَنَفَّسَ tanaffasa menyingsing/mulai terang
dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing,
إِنَّهُۥ innahu sesungguhnya ia لَقَوْلُ laqawlu benar-benar firman رَسُولٍۢ rasūlin utusan كَرِيمٍۢ karīmin mulia
sesungguhnya Al Qur'an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril),
ذِى dhī mempunyai قُوَّةٍ quwwatin kekuatan عِندَ ʿinda disisi ذِى dhī mempunyai ٱلْعَرْشِ l-ʿarshi 'Arsy' مَكِينٍۢ makīnin kedudukan tinggi
yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai 'Arsy,
مُّطَاعٍۢ muṭāʿin ditaati ثَمَّ thamma kemudian أَمِينٍۢ amīnin dipercaya
yang dita'ati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya.
وَمَا wamā dan tidak/bukanlah صَاحِبُكُم ṣāḥibukum temanmu بِمَجْنُونٍۢ bimajnūnin orang gila
Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila.
وَلَقَدْ walaqad dan sesungguhnya رَءَاهُ raāhu dia telah melihat بِٱلْأُفُقِ bil-ufuqi di tepi langit/di ufuk ٱلْمُبِينِ l-mubīni nyata/terang
Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang.
وَمَا wamā dan tidak هُوَ huwa dia عَلَى ʿalā atas ٱلْغَيْبِ l-ghaybi gaib بِضَنِينٍۢ biḍanīnin dengan kikir
Dan dia (Muhammad) bukanlah seorang yang bakhil untuk menerangkan yang gaib.
وَمَا wamā dan tidak هُوَ huwa ia بِقَوْلِ biqawli perkataan شَيْطَـٰنٍۢ shayṭānin syaitan رَّجِيمٍۢ rajīmin terkutuk
Dan Al-Qur`ān itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk,
فَأَيْنَ fa-ayna maka kemana تَذْهَبُونَ tadhhabūna kamu pergi
maka ke manakah kamu akan pergi1?
إِنْ in sesungguhnya هُوَ huwa ia إِلَّا illā kecuali ذِكْرٌۭ dhik'run peringatan لِّلْعَـٰلَمِينَ lil'ʿālamīna bagi semesta alam
Al-Qur`ān itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam,
لِمَن liman bagi siapa شَآءَ shāa menghendaki مِنكُمْ minkum diantara kamu أَن an untuk يَسْتَقِيمَ yastaqīma menempuh jalan yang lurus
(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus.
وَمَا wamā dan tidak تَشَآءُونَ tashāūna kamu menghendaki إِلَّآ illā kecuali أَن an bahwa يَشَآءَ yashāa menghendaki ٱللَّهُ l-lahu Allah رَبُّ rabbu Tuhan/Pemelihara ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.