المطففين
Al-Mutaffifin
Orang-orang Curang Makkiyah
Memuat audio qari…
وَيْلٌۭ waylun kecelakaan لِّلْمُطَفِّفِينَ lil'muṭaffifīna bagi orang-orang yang curang
Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang1,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang إِذَا idhā apabila ٱكْتَالُوا۟ ik'tālū mereka menerima takaran عَلَى ʿalā atas ٱلنَّاسِ l-nāsi manusia (orang lain) يَسْتَوْفُونَ yastawfūna mereka minta dipenuhi
(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta dipenuhi,
وَإِذَا wa-idhā dan apabila كَالُوهُمْ kālūhum mereka menakar أَو aw atau وَّزَنُوهُمْ wazanūhum mereka menimbang يُخْسِرُونَ yukh'sirūna mengurangi
dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.
أَلَا alā tidakkah يَظُنُّ yaẓunnu mereka menyangka أُو۟لَـٰٓئِكَ ulāika mereka itu أَنَّهُم annahum bahwa sesungguhnya mereka مَّبْعُوثُونَ mabʿūthūna orang-orang yang dibangkitkan
Tidaklah orang-orang itu menyangka bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan,
لِيَوْمٍ liyawmin pada hari عَظِيمٍۢ ʿaẓīmin yang besar
pada suatu hari yang besar,
يَوْمَ yawma hari يَقُومُ yaqūmu wahai kaumku ٱلنَّاسُ l-nāsu manusia لِرَبِّ lirabbi kapada Tuhan/Pemelihara ٱلْعَـٰلَمِينَ l-ʿālamīna semesta alam
(yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?
كَلَّآ kallā sekali-kali jangan begitu إِنَّ inna sesungguhnya كِتَـٰبَ kitāba catatan ٱلْفُجَّارِ l-fujāri orang-orang durhaka لَفِى lafī dalam سِجِّينٍۢ sijjīnin sijjin
Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam Sijjīn1.
وَمَآ wamā dan apakah أَدْرَىٰكَ adrāka kamu tahu مَا mā apa سِجِّينٌۭ sijjīnun sijjin
Tahukah kamu apakah Sijjīn itu?
كِتَـٰبٌۭ kitābun kitab/catatan مَّرْقُومٌۭ marqūmun tertulis
(Ialah) kitab yang bertulis.
وَيْلٌۭ waylun dan kecelakaan يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu لِّلْمُكَذِّبِينَ lil'mukadhibīna bagi orang-orang yang mendustakan
Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang يُكَذِّبُونَ yukadhibūna (mereka) mendustakan بِيَوْمِ biyawmi dengan hari ٱلدِّينِ l-dīni pembalasan
(yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan.
وَمَا wamā dan tidak يُكَذِّبُ yukadhibu mendustakan بِهِۦٓ bihi dengannya إِلَّا illā kecuali كُلُّ kullu setiap مُعْتَدٍ muʿ'tadin orang yang melampui batas أَثِيمٍ athīmin orang yang berbuat dosa
Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa,
إِذَا idhā apabila تُتْلَىٰ tut'lā dibacakan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya/kepadanya ءَايَـٰتُنَا āyātunā ayat-ayat Kami قَالَ qāla ia berkata أَسَـٰطِيرُ asāṭīru dongen-dongen ٱلْأَوَّلِينَ l-awalīna orang-orang dahulu
yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata, "Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu",
كَلَّا ۖ kallā sekali-kali jangan/tidak بَلْ ۜ bal bahkan رَانَ rāna menutup عَلَىٰ ʿalā atas قُلُوبِهِم qulūbihim hati mereka مَّا mā apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَكْسِبُونَ yaksibūna mereka usahakan
Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.
كَلَّآ kallā sekali-kali jangan/tidak إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya عَن ʿan dari رَّبِّهِمْ rabbihim Tuhan mereka يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu لَّمَحْجُوبُونَ lamaḥjūbūna benar-benar tertutup
Sekali-kali tidak1, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhan mereka.
ثُمَّ thumma kemudian إِنَّهُمْ innahum sesungguhnya mereka لَصَالُوا۟ laṣālū benar-benar mereka masuk ٱلْجَحِيمِ l-jaḥīmi neraka
Kemudian sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka.
ثُمَّ thumma kemudian يُقَالُ yuqālu dikatakan هَـٰذَا hādhā ini ٱلَّذِى alladhī yang (azab) كُنتُم kuntum kalian adalah بِهِۦ bihi dengannya/padanya تُكَذِّبُونَ tukadhibūna kamu mendustakan
Kemudian dikatakan (kepada mereka), "Inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan".
كَلَّآ kallā sekali-kali jangan/tidak إِنَّ inna sesungguhnya كِتَـٰبَ kitāba kitab/catatan ٱلْأَبْرَارِ l-abrāri orang-orang yang baik لَفِى lafī benar-benar dalam عِلِّيِّينَ ʿilliyyīna illiyyin
Sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang berbakti itu (tersimpan) dalam ʻIlliyyīn1.
وَمَآ wamā dan apakah أَدْرَىٰكَ adrāka kamu tahu مَا mā apa عِلِّيُّونَ ʿilliyyūna illiyyin
Tahukah kamu apakah ʻIlliyyīn itu?
كِتَـٰبٌۭ kitābun catatan/kitab مَّرْقُومٌۭ marqūmun tertulis
(Yaitu) kitab yang bertulis,
يَشْهَدُهُ yashhaduhu menyaksikannya ٱلْمُقَرَّبُونَ l-muqarabūna (mailaikat) yang didekatkan
yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah).
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلْأَبْرَارَ l-abrāra orang-orang yang baik لَفِى lafī benar-benar dalam نَعِيمٍ naʿīmin kenikmatan/kesenangan
Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (surga),
عَلَى ʿalā atas ٱلْأَرَآئِكِ l-arāiki dipan يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka melihat/memandang
mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang.
تَعْرِفُ taʿrifu kamu mengenal/melihat فِى fī dalam وُجُوهِهِمْ wujūhihim wajah mereka نَضْرَةَ naḍrata bersinar/bercahaya ٱلنَّعِيمِ l-naʿīmi kesenangan/kenikmatan
Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup mereka yang penuh kenikmatan.
يُسْقَوْنَ yus'qawna mereka diberi minuman مِن min dari رَّحِيقٍۢ raḥīqin minuman yang terpilih مَّخْتُومٍ makhtūmin dicap/dilak
Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya),
خِتَـٰمُهُۥ khitāmuhu capnya/laknya مِسْكٌۭ ۚ mis'kun kasturi وَفِى wafī dan untuk ذَٰلِكَ dhālika itu adalah فَلْيَتَنَافَسِ falyatanāfasi maka hendaklah berlomba-lomba ٱلْمُتَنَـٰفِسُونَ l-mutanāfisūna orang-orang yang berlomba
laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.
وَمِزَاجُهُۥ wamizājuhu dan campurannya مِن min dari تَسْنِيمٍ tasnīmin tasnim
Dan campuran khamar murni itu adalah dari Tasnīm,
عَيْنًۭا ʿaynan mata air يَشْرَبُ yashrabu meminum بِهَا bihā dengannya/padanya ٱلْمُقَرَّبُونَ l-muqarabūna orang-orang yang didekatkan
(yaitu) mata air yang minum darinya orang-orang yang didekatkan kepada Allah.
إِنَّ inna sesungguhnya ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang أَجْرَمُوا۟ ajramū (mereka) berdosa كَانُوا۟ kānū adalah mereka مِنَ mina dari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman يَضْحَكُونَ yaḍḥakūna menertawakan
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menertawakan orang-orang yang beriman.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila مَرُّوا۟ marrū (orang-orang beriman) lewat بِهِمْ bihim pada mereka يَتَغَامَزُونَ yataghāmazūna mereka saling mengedipkan mata
Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila ٱنقَلَبُوٓا۟ inqalabū (orang-orang berdosa) kembali إِلَىٰٓ ilā kepada أَهْلِهِمُ ahlihimu keluarganya/kaumnya ٱنقَلَبُوا۟ inqalabū mereka kembali فَكِهِينَ fakihīna riang gembira
Dan apabila orang-orang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira.
وَإِذَا wa-idhā dan apabila رَأَوْهُمْ ra-awhum mereka melihat قَالُوٓا۟ qālū mereka berkata إِنَّ inna sesungguhnya هَـٰٓؤُلَآءِ hāulāi mereka itu (orang-orang beriman) لَضَآلُّونَ laḍāllūna orang-orang sesat
Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan, "Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat",
وَمَآ wamā dan tidak أُرْسِلُوا۟ ur'silū dikirim عَلَيْهِمْ ʿalayhim atasnya حَـٰفِظِينَ ḥāfiẓīna penjaga-penjaga
padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin.
فَٱلْيَوْمَ fal-yawma maka pada hari ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang ءَامَنُوا۟ āmanū beriman مِنَ mina dari ٱلْكُفَّارِ l-kufāri orang-orang kafir يَضْحَكُونَ yaḍḥakūna menertawakan mereka
Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir,
عَلَى ʿalā atas ٱلْأَرَآئِكِ l-arāiki dipan يَنظُرُونَ yanẓurūna mereka memandang/melihat
mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang.
هَلْ hal apakah ثُوِّبَ thuwwiba diberi ganjaran/balasan ٱلْكُفَّارُ l-kufāru orang-orang kafir مَا mā apa كَانُوا۟ kānū adalah mereka يَفْعَلُونَ yafʿalūna mereka kerjakan
Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.