الفجر
Al-Fajr
Fajar Makkiyah
Memuat audio qari…
وَٱلْفَجْرِ wal-fajri demi fajar
Demi fajar,
وَلَيَالٍ walayālin dan malam-malam عَشْرٍۢ ʿashrin sepuluh
dan malam yang sepuluh1,
وَٱلشَّفْعِ wal-shafʿi dan yang genap وَٱلْوَتْرِ wal-watri dan yang ganjil
dan yang genap dan yang ganjil,
وَٱلَّيْلِ wa-al-layli dan malam إِذَا idhā apabila يَسْرِ yasri berlalu
dan malam bila berlalu.
هَلْ hal apakah/bukankah فِى fī pada ذَٰلِكَ dhālika itu/yang demikian قَسَمٌۭ qasamun sumpah لِّذِى lidhī bagi memiliki حِجْرٍ ḥij'rin akal
Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal.
أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara lihat/perhatikan كَيْفَ kayfa bagaimana فَعَلَ faʿala berbuat رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu بِعَادٍ biʿādin terhadap kaum 'Ad
Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhan-mu berbuat terhadap kaum ʻĀd?
إِرَمَ irama kaum Iram ذَاتِ dhāti memiliki ٱلْعِمَادِ l-ʿimādi tiang/bangunan tinggi
(yaitu) penduduk Iram1 yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi,
ٱلَّتِى allatī yang لَمْ lam tidak/belum يُخْلَقْ yukh'laq diciptakan/dibangun مِثْلُهَا mith'luhā seperti itu/serupa itu فِى fī pada ٱلْبِلَـٰدِ l-bilādi negeri
yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain,
وَثَمُودَ wathamūda dan Samud ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang جَابُوا۟ jābū (mereka) memotong ٱلصَّخْرَ l-ṣakhra batu-batu besar بِٱلْوَادِ bil-wādi di lembah
dan kaum Ṡamūd yang memotong batu-batu besar di lembah1,
وَفِرْعَوْنَ wafir'ʿawna dan Fir'aun ذِى dhī memiliki ٱلْأَوْتَادِ l-awtādi pasak-pasak (bala tentara)
dan kaum Firʻawn yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak),
ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang طَغَوْا۟ ṭaghaw (mereka) melampui batas فِى fī pada ٱلْبِلَـٰدِ l-bilādi negeri-negeri itu
yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,
فَأَكْثَرُوا۟ fa-aktharū lalu mereka banyak berbuat فِيهَا fīhā didalamnya ٱلْفَسَادَ l-fasāda kerusakan
lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu,
فَصَبَّ faṣabba maka menimpakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu سَوْطَ sawṭa cemeti/cambuk عَذَابٍ ʿadhābin azab
karena itu Tuhan-mu menimpakan kepada mereka cemeti azab,
إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَبِٱلْمِرْصَادِ labil-mir'ṣādi benar-benar mengawasi
sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar mengawasi.
فَأَمَّا fa-ammā maka adapun ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia إِذَا idhā apabila مَا mā apa ٱبْتَلَىٰهُ ib'talāhu mengujinya رَبُّهُۥ rabbuhu Tuhannya فَأَكْرَمَهُۥ fa-akramahu lalu Dia memuliakannya وَنَعَّمَهُۥ wanaʿʿamahu dan Dia memberikan nikmat padanya فَيَقُولُ fayaqūlu maka ia akan berkata رَبِّىٓ rabbī Tuhanku أَكْرَمَنِ akramani Dia telah memuliakanku
Adapun manusia apabila Tuhan-nya mengujinya, lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata, "Tuhan-ku telah memuliakanku".
وَأَمَّآ wa-ammā dan adapun/tetapi إِذَا idhā apabila مَا mā apa ٱبْتَلَىٰهُ ib'talāhu mengujinya فَقَدَرَ faqadara lalu Dia menentukan/menyempitkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya رِزْقَهُۥ riz'qahu rizkinya فَيَقُولُ fayaqūlu lalu dia akan berkata رَبِّىٓ rabbī Tuhanku أَهَـٰنَنِ ahānani Dia menghinaku
Adapun bila Tuhan-nya mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, "Tuhan-ku menghinakanku"1.
كَلَّا ۖ kallā sekali-kali tidak بَل bal tetapi/bahkan لَّا lā tidak تُكْرِمُونَ tuk'rimūna kamu memuliakan ٱلْيَتِيمَ l-yatīma anak yatim
Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim1,
وَلَا walā dan tidak تَحَـٰٓضُّونَ taḥāḍḍūna saling menganjurkan عَلَىٰ ʿalā atas طَعَامِ ṭaʿāmi memberi makan ٱلْمِسْكِينِ l-mis'kīni orang miskin
dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,
وَتَأْكُلُونَ watakulūna dan kamu memakan ٱلتُّرَاثَ l-turātha harta warisan أَكْلًۭا aklan dengan makan لَّمًّۭا lamman loba
dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampurbaurkan (yang halal dan yang batil),
وَتُحِبُّونَ watuḥibbūna dan kamu mencintai ٱلْمَالَ l-māla harta حُبًّۭا ḥubban cinta جَمًّۭا jamman berlebihan
dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.
كَلَّآ kallā sekali-kali tidak إِذَا idhā apabila دُكَّتِ dukkati digoncangkan/dihancurkan ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi دَكًّۭا dakkan goncangan دَكًّۭا dakkan goncangan
Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut,
وَجَآءَ wajāa dan datang رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu وَٱلْمَلَكُ wal-malaku dan malaikat صَفًّۭا ṣaffan berbaris صَفًّۭا ṣaffan baris
dan datanglah Tuhan-mu; sedang malaikat berbaris-baris.
وَجِا۟ىٓءَ wajīa dan didatangkan/diperlihatkan يَوْمَئِذٍۭ yawma-idhin pada hari itu بِجَهَنَّمَ ۚ bijahannama neraka Jahanam يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu يَتَذَكَّرُ yatadhakkaru akan ingat ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia وَأَنَّىٰ wa-annā dan bagaimana لَهُ lahu baginya ٱلذِّكْرَىٰ l-dhik'rā ingat/mengingat
Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.
يَقُولُ yaqūlu dia berkata يَـٰلَيْتَنِى yālaytanī alangkah baiknya aku dulu قَدَّمْتُ qaddamtu aku dahulukan/kerjakan لِحَيَاتِى liḥayātī untuk hidupku
Dia mengatakan, "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini."
فَيَوْمَئِذٍۢ fayawma-idhin maka pada hari itu لَّا lā tidak يُعَذِّبُ yuʿadhibu menyiksa عَذَابَهُۥٓ ʿadhābahu siksa-Nya أَحَدٌۭ aḥadun seorang/satu
Maka pada hari itu, tiada seorang pun yang menyiksa seperti siksa-Nya1,
وَلَا walā dan tidak يُوثِقُ yūthiqu mengikat وَثَاقَهُۥٓ wathāqahu ikatan-Nya أَحَدٌۭ aḥadun seorang/satu
dan tiada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya.
يَـٰٓأَيَّتُهَا yāayyatuhā hai ٱلنَّفْسُ l-nafsu jiwa/diri ٱلْمُطْمَئِنَّةُ l-muṭ'ma-inatu tenang
Hai jiwa yang tenang.
ٱرْجِعِىٓ ir'jiʿī kembalilah إِلَىٰ ilā kepada رَبِّكِ rabbiki Tuhanmu رَاضِيَةًۭ rāḍiyatan rida/puas مَّرْضِيَّةًۭ marḍiyyatan diridhoi
Kembalilah kepada Tuhan-mu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya.
فَٱدْخُلِى fa-ud'khulī maka masuklah فِى fī dalam عِبَـٰدِى ʿibādī hamba-Ku
Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku,
وَٱدْخُلِى wa-ud'khulī dan masuklah جَنَّتِى jannatī surga-Ku
masuklah ke dalam surga-Ku.