Tilawahku
Masuk
۞

الفجر

Al-Fajr

Fajar Makkiyah

Memuat audio qari…

🔊 Sedang diputar

وَٱلْفَجْرِ wal-fajri demi fajar

Demi fajar,

🔊 Sedang diputar

وَلَيَالٍ walayālin dan malam-malam عَشْرٍۢ ʿashrin sepuluh

dan malam yang sepuluh1,

🔊 Sedang diputar

وَٱلشَّفْعِ wal-shafʿi dan yang genap وَٱلْوَتْرِ wal-watri dan yang ganjil

dan yang genap dan yang ganjil,

🔊 Sedang diputar

وَٱلَّيْلِ wa-al-layli dan malam إِذَا idhā apabila يَسْرِ yasri berlalu

dan malam bila berlalu.

🔊 Sedang diputar

هَلْ hal apakah/bukankah فِى pada ذَٰلِكَ dhālika itu/yang demikian قَسَمٌۭ qasamun sumpah لِّذِى lidhī bagi memiliki حِجْرٍ ḥij'rin akal

Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal.

🔊 Sedang diputar

أَلَمْ alam tidakkah تَرَ tara lihat/perhatikan كَيْفَ kayfa bagaimana فَعَلَ faʿala berbuat رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu بِعَادٍ biʿādin terhadap kaum 'Ad

Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhan-mu berbuat terhadap kaum ʻĀd?

🔊 Sedang diputar

إِرَمَ irama kaum Iram ذَاتِ dhāti memiliki ٱلْعِمَادِ l-ʿimādi tiang/bangunan tinggi

(yaitu) penduduk Iram1 yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi,

🔊 Sedang diputar

ٱلَّتِى allatī yang لَمْ lam tidak/belum يُخْلَقْ yukh'laq diciptakan/dibangun مِثْلُهَا mith'luhā seperti itu/serupa itu فِى pada ٱلْبِلَـٰدِ l-bilādi negeri

yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain,

🔊 Sedang diputar

وَثَمُودَ wathamūda dan Samud ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang جَابُوا۟ jābū (mereka) memotong ٱلصَّخْرَ l-ṣakhra batu-batu besar بِٱلْوَادِ bil-wādi di lembah

dan kaum Ṡamūd yang memotong batu-batu besar di lembah1,

🔊 Sedang diputar

وَفِرْعَوْنَ wafir'ʿawna dan Fir'aun ذِى dhī memiliki ٱلْأَوْتَادِ l-awtādi pasak-pasak (bala tentara)

dan kaum Firʻawn yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak),

🔊 Sedang diputar

ٱلَّذِينَ alladhīna orang-orang yang طَغَوْا۟ ṭaghaw (mereka) melampui batas فِى pada ٱلْبِلَـٰدِ l-bilādi negeri-negeri itu

yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,

🔊 Sedang diputar

فَأَكْثَرُوا۟ fa-aktharū lalu mereka banyak berbuat فِيهَا fīhā didalamnya ٱلْفَسَادَ l-fasāda kerusakan

lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu,

🔊 Sedang diputar

فَصَبَّ faṣabba maka menimpakan عَلَيْهِمْ ʿalayhim atas mereka رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu سَوْطَ sawṭa cemeti/cambuk عَذَابٍ ʿadhābin azab

karena itu Tuhan-mu menimpakan kepada mereka cemeti azab,

🔊 Sedang diputar

إِنَّ inna sesungguhnya رَبَّكَ rabbaka Tuhanmu لَبِٱلْمِرْصَادِ labil-mir'ṣādi benar-benar mengawasi

sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar mengawasi.

🔊 Sedang diputar

فَأَمَّا fa-ammā maka adapun ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia إِذَا idhā apabila مَا apa ٱبْتَلَىٰهُ ib'talāhu mengujinya رَبُّهُۥ rabbuhu Tuhannya فَأَكْرَمَهُۥ fa-akramahu lalu Dia memuliakannya وَنَعَّمَهُۥ wanaʿʿamahu dan Dia memberikan nikmat padanya فَيَقُولُ fayaqūlu maka ia akan berkata رَبِّىٓ rabbī Tuhanku أَكْرَمَنِ akramani Dia telah memuliakanku

Adapun manusia apabila Tuhan-nya mengujinya, lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata, "Tuhan-ku telah memuliakanku".

🔊 Sedang diputar

وَأَمَّآ wa-ammā dan adapun/tetapi إِذَا idhā apabila مَا apa ٱبْتَلَىٰهُ ib'talāhu mengujinya فَقَدَرَ faqadara lalu Dia menentukan/menyempitkan عَلَيْهِ ʿalayhi atasnya رِزْقَهُۥ riz'qahu rizkinya فَيَقُولُ fayaqūlu lalu dia akan berkata رَبِّىٓ rabbī Tuhanku أَهَـٰنَنِ ahānani Dia menghinaku

Adapun bila Tuhan-nya mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, "Tuhan-ku menghinakanku"1.

🔊 Sedang diputar

كَلَّا ۖ kallā sekali-kali tidak بَل bal tetapi/bahkan لَّا tidak تُكْرِمُونَ tuk'rimūna kamu memuliakan ٱلْيَتِيمَ l-yatīma anak yatim

Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim1,

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan tidak تَحَـٰٓضُّونَ taḥāḍḍūna saling menganjurkan عَلَىٰ ʿalā atas طَعَامِ ṭaʿāmi memberi makan ٱلْمِسْكِينِ l-mis'kīni orang miskin

dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,

🔊 Sedang diputar

وَتَأْكُلُونَ watakulūna dan kamu memakan ٱلتُّرَاثَ l-turātha harta warisan أَكْلًۭا aklan dengan makan لَّمًّۭا lamman loba

dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampurbaurkan (yang halal dan yang batil),

🔊 Sedang diputar

وَتُحِبُّونَ watuḥibbūna dan kamu mencintai ٱلْمَالَ l-māla harta حُبًّۭا ḥubban cinta جَمًّۭا jamman berlebihan

dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.

🔊 Sedang diputar

كَلَّآ kallā sekali-kali tidak إِذَا idhā apabila دُكَّتِ dukkati digoncangkan/dihancurkan ٱلْأَرْضُ l-arḍu bumi دَكًّۭا dakkan goncangan دَكًّۭا dakkan goncangan

Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut,

🔊 Sedang diputar

وَجَآءَ wajāa dan datang رَبُّكَ rabbuka Tuhanmu وَٱلْمَلَكُ wal-malaku dan malaikat صَفًّۭا ṣaffan berbaris صَفًّۭا ṣaffan baris

dan datanglah Tuhan-mu; sedang malaikat berbaris-baris.

🔊 Sedang diputar

وَجِا۟ىٓءَ wajīa dan didatangkan/diperlihatkan يَوْمَئِذٍۭ yawma-idhin pada hari itu بِجَهَنَّمَ ۚ bijahannama neraka Jahanam يَوْمَئِذٍۢ yawma-idhin pada hari itu يَتَذَكَّرُ yatadhakkaru akan ingat ٱلْإِنسَـٰنُ l-insānu manusia وَأَنَّىٰ wa-annā dan bagaimana لَهُ lahu baginya ٱلذِّكْرَىٰ l-dhik'rā ingat/mengingat

Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.

🔊 Sedang diputar

يَقُولُ yaqūlu dia berkata يَـٰلَيْتَنِى yālaytanī alangkah baiknya aku dulu قَدَّمْتُ qaddamtu aku dahulukan/kerjakan لِحَيَاتِى liḥayātī untuk hidupku

Dia mengatakan, "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini."

🔊 Sedang diputar

فَيَوْمَئِذٍۢ fayawma-idhin maka pada hari itu لَّا tidak يُعَذِّبُ yuʿadhibu menyiksa عَذَابَهُۥٓ ʿadhābahu siksa-Nya أَحَدٌۭ aḥadun seorang/satu

Maka pada hari itu, tiada seorang pun yang menyiksa seperti siksa-Nya1,

🔊 Sedang diputar

وَلَا walā dan tidak يُوثِقُ yūthiqu mengikat وَثَاقَهُۥٓ wathāqahu ikatan-Nya أَحَدٌۭ aḥadun seorang/satu

dan tiada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya.

🔊 Sedang diputar

يَـٰٓأَيَّتُهَا yāayyatuhā hai ٱلنَّفْسُ l-nafsu jiwa/diri ٱلْمُطْمَئِنَّةُ l-muṭ'ma-inatu tenang

Hai jiwa yang tenang.

🔊 Sedang diputar

ٱرْجِعِىٓ ir'jiʿī kembalilah إِلَىٰ ilā kepada رَبِّكِ rabbiki Tuhanmu رَاضِيَةًۭ rāḍiyatan rida/puas مَّرْضِيَّةًۭ marḍiyyatan diridhoi

Kembalilah kepada Tuhan-mu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya.

🔊 Sedang diputar

فَٱدْخُلِى fa-ud'khulī maka masuklah فِى dalam عِبَـٰدِى ʿibādī hamba-Ku

Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku,

🔊 Sedang diputar

وَٱدْخُلِى wa-ud'khulī dan masuklah جَنَّتِى jannatī surga-Ku

masuklah ke dalam surga-Ku.

Ayat /30